cover
Contact Name
Muhadi
Contact Email
Muhadi
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@stikes-yrsds.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
ISSN : 24770140     EISSN : 2581219X     DOI : http://dx.doi.org/10.29241/jmk.
Core Subject : Health,
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr.Soetomo diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo Surabaya, sejak tahun 2015. Fokusnya adalah pada pengembangan Studi Manajemen Kesehatan yang dilakukan melalui riset perpustakaan, atau penelitian lapangan. Publikasi jurnal akademik ini dimaksudkan untuk memperkaya ilmu-ilmu Manajemen Kesehatan yang telah berkembang saat ini.
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
Perbedaan Motorik Kasar Dan Halus Bayi Diberikan Asi Eksklusif Dan Non Eksklusif Desitawati, Hermina; Wattimena, Inge; Susanti, Natalia
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 1 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.492 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i1.294

Abstract

Bayi banyak yang mengalami masalah dalam perkembangan motorik sejak usia dini. Salah satu penyebabnya adalah tidak diberikan ASI eksklusif kepada bayi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui perbedaan perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada bayi yang diberikan ASI esklusif dan ASI non eksklusif. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain compare. Populasi dalam penelitian bayi yang pernah mendapatkan ASI dan bayi tidak mendapatkan ASI dengan usia 6-12 bulan. Sampel sebanyak 45 orang di Posyandu Puskesmas Pacarkeling Surabaya yang diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi bayi yang tidak cacat fisik. Variabel independen yaitu pemberian ASI sedangkan variabel dependen yaitu motorik kasar dan motorik halus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada bayi yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif menggunakan DDST dan lembar wawancara. Uji hipotesis dengan menggunakan uji staistik uji t sampel independen. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik halus pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif dan tidak ada perbedaan perkembangan motorik kasar pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif. Pemberian ASI tidak berpengaruh pada perkembangan motorik halus maupun motorik kasar. Perkembangan motorik berkembang tergantung dari latihan dan olahraga bayi. Kata Kunci :  Bayi, ASI Eksklusif dan Non Eksklusif, Motorik Halus dan Kasar
Efektivitas Pelaksanaan Marketing Mix 9P Terhadap Kepuasan Pelayanan Klinik Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jemursari Wijaya, Satriya; Adriansyah, Agus Aan
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 1 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.081 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i1.279

Abstract

Abstrak   Di era MEA ini, kepuasan pelanggan akan pelayanan jasa kesehatan salah satunya disebabkan oleh bagaimana pelaksanaan bauran pemasaran. Bauran pemasaran yang bisa dikatakan paling terkini untuk saat ini yaitu bauran pemasaran 9P. Salah satu organisasi penyedia jasa kesehatan di Indonesia yang telah melaksanakan bauran pemasaran 9P yaitu Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Namun, dari 9 komponen ini implementasinya masih belum optimal terutama untuk Public relations dan Power. Variabel Public relations dan Power sangat penting untuk mendukung terciptanya kepuasan konsumen yang berkelanjutan. Maka, pihak rumah sakit perlu memperhatikan kembali aspek bauran pemasaran demi menjaga kepuasan pasien dan menjaga respon baik pasien sebagai upaya rumah sakit dalam mempertahankan pelanggan lama untuk tetap memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional sedangkan disain penelitian adalah penelitian cross sectional. Besar sampel penelitian ini sejumlah 87 responden yang ditentukan dengan menggunakan rumus yang digunakan untuk penelitian yang bersifat survei atau observasional. Variabel yang diamati adalah efektivitas pelaksanaan Marketing Mix (9P) mulai variabel Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Public relations, Power terhadap kepuasan pelayanan. Analisis data dilakukan dengan tabulasi silang dan analisis pareto 80/20. Hasil penelitian menunjukkan Marketing mix product, place, promotion, people, process, physical evidence, public relation, power belum efektif karena pasien yang sangat puas masih dibawah 80%. Hanya Marketing Mix price responden yang cukup puas 100% dan ini bisa dikatakan cukup efektif karena melebihi 80%. Sedangkan Marketing Mix 9P dikatakan belum efektif karena walaupun sebagian responden mengatakan sudah cukup optimal namun pasien yang cukup puas masih dibawah 80%. Kata Kunci: efektivitas marketing mix 9P, Marketing mix 9P, Marketing mix 9P terhadap kepuasan pelayanan
Pengaruh Kelengkapan Administrasi Resep Terhadap Efektivitas Pelayanan Resep Rawat Inap Di Instalasi Farmasi RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan Junus, Darmawati; Samad, Mohammad Ardani; Pawellangi, Andi Baso Walinga
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 2 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.974 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i2.308

Abstract

Aspek admnistratif resep merupakan skrining awal pada saat resep dilayani di apotek, skrining admnistratif perlu dilakukan karena mencakup seluruh informasi di dalam resep yang berkaitan dengan keabsahan resep, dan kelengkapan informasi di dalam resep. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh kelengkapan administrasi resep terhadap efektivitas pelayanan resep rawat inap di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantiatif dengan metode pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random sampling. Jumlah sampel sebanyak 392 resep dan 13 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi linier sederhana dapat disimpulkan bahwa variabel kelengkapan administrasi resep (X) berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan resep (Y) (Sig.= 0,046), dengan pengaruh sebesar 31,4%. hal ini berarti pengaruhnya lemah karena lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain yaitu sebesar 68,6%. Sedangkan koefisien regresi X sebesar 0,810 artinya bernilai positif, sehingga dapat disimpulkan arah pengaruh adalah positif. Status kelengkapan administrasi resep berdasarkan hasil uji Cheklist menunjukkan bahwa dari 392 resep diteliti maka yang terbanyak adalah pada resep yang tidak lengkap yaitu sebanyak 352 resep (89,8%), sedangkan resep yang lengkap hanya 40 resep (10,2%), indikator yang memenuhi kelengkapan administrasi resep yaitu nama pasien sebanyak 392 resep (100%), sedangkan berat badan dan tinggi badan pasien hanya memenuhi sebanyak 85 resep (21,7%). Diharapkan pihak RSUD Haji berupaya dalam memberikan solusi akan masalah kelengkapan administrasi resep yaitu dengan membuat suatu Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam hal ini sistem peresepan secara elektronik atau e-prescribing sehingga pelayanan resep lebih efektif dan efisien. Kata kunci : Kelengkapan administrasi resep, efektivitas pelayanan
Motivasi Kerja dan Kompetensi Profesional Terhadap Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Bougenvil dan Seruni Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Bogor Rosyita, Hafna; Aditaruna, Djadjang; Sugiharto, Sugiharto
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 1 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.482 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i1.600

Abstract

Kinerja perawat memberikan pengaruh terhadap mutu pelayanan keperawatan di ruang inap. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja perawat baik yang berasal dari diri sendiri ataupun manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam tentang pengaruh motivasi kerja dan kompetensi profesional terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap Bougenvil dan Seruni RSUD Cibinong Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi ke lapangan, wawancara, dan penyebaran angket. Teknik analisis data menggunakan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dari motivasi kerja terhadap kinerja perawat, sedangkan kompetensi profesional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat. Implikasi dari penelitian ini berorientasi pada peningkatan perhatian rumah sakit terhadap kinerja perawat dari berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Pengaruh Kesesuaian Penempatan Kerja Dan Kualifikasi Pendidikan Terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Nuryadin, Afriyana Amelia; Poetra, Ricky Perdana; Putri, Sri Paramitha
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 2 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.947 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i2.458

Abstract

Penempatan kerja adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk menentukan seseorang pada posisi yang sesuai dengan formasi yang dibutuhkan, sedangkan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian penempatan kerja dan kualifikasi pendidikan terhadap kinerja pegawai di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Untuk variabel independen dalam penelitian ini adalah penempatan kerja dan kualifikasi pendidikan sedangkan variabel dependennya adalah kinerja pegawai. Dimana populasi dalam penelitian ini adalah pegawai rumah sakit Bhayangkara Makassar yaitu 611 orang dan yang memiliki ketidaksesuaian kualifikasi pendidikannya terhadap penempatan kerjanya yaitu sebanyak 115 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan penarikan sampel menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 112 responden serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat, dan Multivariat dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa ada pengaruh faktor akademis thitung >ttabel(2.136>1.663), faktor pengalaman thitung>ttabel(13.148 >1.663), faktor status perkawinan thitung>ttabel(2.970>1.663), faktor pendidik thitung>ttabel(3.019> 1.663), faktor lingkungan thitung>ttabel(2.812 > 1.663).
Kepatuhan Tenaga Kesehatan Terhadap SPO Rekam Medis Dalam Membangun Budaya Keselamatan Pasien di RSUD Gambiran Maryati, Yullytia Franika; Hidayah, Nur
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 1 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.093 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i1.610

Abstract

Pengisian rekam medis harus akurat agar tercapai informasi yang baik untuk budaya keselamatan pasien. Kekurangan pengisian pada rekam medis menjadi masalah karena rekam medis berisi data yang memberikan informasi tentang  pasien dengan tujuan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan tenaga kesehatan terhadap Standar Prosedur Operasional rekam medis dalam membangun budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Desain penelitian menggunakan mix methode yaitu metode kuantitatif  dengan pendekatan cross sectional dan metode kualitatif dengan depth interview. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 80 orang terdiri atas dokter,perawat dan bidan dan 10 informan. Teknik analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling dengan menggunakan alat analisis data Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa predisposing factors berpengaruh terhadap perilaku tenaga kesehatan, predisposing factors tidak berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien, enabling factors tidak berpengaruh terhadap perilaku kepatuhan tenaga kesehatan, enabling factors tidak berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien, reinforcing factors tidak berpengaruh terhadap perilaku kepatuhan tenaga kesehatan, reinforcing factors berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien, perilaku kepatuhan tenaga kesehatan berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien, predisposing factors berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien yang dimediasi perilaku kepatuhan,enabling factors tidak berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien yang dimediasi perilaku kepatuhan, reinforcing factors tidak berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien yang dimediasi perilaku kepatuhan.Kata kunci : Kepatuhan, budaya keselamatan pasien, rekam medis.
Pengaruh Kinerja Petugas Rekam Medis Terhadap Keakuratan Pengkodian Fraktur Reno susantra, Anggia Budiarti
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 1 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.759 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i1.557

Abstract

ABSTRAKRekam medis merupakan berkas yang berisikan informasi identitas pasien, anamnesa, penentuan fisik laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun pelayanan gawat darurat. Informasi medis akan digunakan dalam pengkodean ICD-10. Keakuratan dalam pemberian kode diagnosis merupakan hal yang harus diperhatikan oleh petugas rekam medis, ketepatan data diagnosis sangat penting di bidang manajemen data klinis, penagihan kembali biaya, beserta hallain yang berkaitan dalam asuhan dan pelayanan kesehatan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan design cross sectional untuk melihat pengaruh kinerja kerja petugas rekam medis (pendidikan, pelatihan, lama kerja dan motivasi) terhadap keakuratan dalam pengkodingan fraktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (p value = 0,125), pelatihan (p value = 0,758) dan lama kerja (p value = 0,300) tidak mempengaruhi ketepatan pengkodingan. Sedangkan motivasi mempengaruhi ketepatan pengkodingan dengan p value -= 0,008. Motivasi kerja yang berupa reward menimbukan dorongan atau semangat kerja. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kerja petugas rekam medis tidak mempengaruhi keakuratan pengkodingan fraktur.Kata kunci : Kinerja, pengkodingan fraktur
Gambaran Budaya Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Mangindara, Mangindara; Samad, Mohammad Ardani; Insani, Yunitia; Uta, Roberto Mario
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 2 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.729 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i2.335

Abstract

Keselamatan pasien merupakan dimensi yang menjadi perhatian dalam skala nasional dan internasional. Standar Menkes RI Nomor 129 Tahun 2008 adalah ≤1,5% untuk infeksi nosokomial. Berdasarkan pengambilan data di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, infeksi phlebitis mencapai angka 5,3% sehingga telah melewati standar yang telah ditetapkan oleh Menkes RI. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 148 responden, dengan teknik accidental sampling dan data penelitian diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada responden. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi menggunakan program SPSS 23, hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Gambaran Budaya Keselamatan Pasien oleh Petugas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama tim dalam unit, kerjasama tim antar unit, umpan balik dan komunikasi terhadap kesalahan, pembelajaran organisasi – peningkatan berkelanjutan, dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien, keterbukaan komunikasi serta penyerahan dan pemindahan pasien berada dalam kategori baik, sedangkan frekuensi pelaporan kejadian, persepsi keselamatan pasien, harapan dan tindakan pengawas/ manajer dalam mempromosikan keselamatan pasien, respon  terhadap kesalahan dan petugas yang memadai berada dalam kategori kurang. Peneliti menyarankan penambahan petugas di instalasi rawat inap sehingga proses pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif lagi.Kata kunci : Budaya, Keselamatan pasien, Instalasi rawat inap
Implikasi Faktor Individu Terhadap Stigma Sosial Tuberkulosis di Kelurahan Tanjung Mas Semarang aryani, lenci
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 1 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.608 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i1.605

Abstract

Stigma dapat memperparah penyakit tuberkulosis paru sehingga dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan berobat penderita. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu diketahui bagaimanakah peran faktor internal dan eksternal masyarakat terhadap stigma sosial pada penyakit tuberkulosis di wilayah Kelurahan Tanjung Mas Semarang. Populasi terjangkau penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Tanjung Mas Semarang dengan sampel sebesar 219 responden. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa umur yang lebih muda lebih rentan terhadap stigma (p=0,011). Status pernikahan akan memperkecil stigma karena lebih adanya perhatian dari keluarga dan anak-anak mereka. Hasil penelitian menunjukkan status pernikahan berhubungan dengan stigma (p-value=0,011). Informasi tuberkulosis menunjukkan tidak adanya hubungan dengan keterkaitan seseorang pernah ataupun tidak pernah mendapatkan stigma dengan nilai (p=0,233). Nilai stigma yang tinggi sangat berbanding terbalik dengan nilai informasi tinggi yang diterima. Stigma tuberkulosis pada analisis multivariat menunjukkan tingkat kemaknaan p<0,25 yaitu variabel umur dan status pernikahan berdasarkan keterkaitan kandidat yang masuk dalam uji regresi logistik menunjukkan pada stigma tuberkulosis ≥32 adalah sebesar 60% sedangkan 40% disumbang oleh faktor lain. Status pernikahan terutama pada kategori tidak pernah menikah sangat berpengaruh lebih besar dengan stigma tuberkulosis contohnya di negara India dan negara Malawi. Stigma terkait tuberkulosis tetap menjadi tantangan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis. Pengurangan stigma baik di keluarga maupun masyarakat dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengaruh tuberkulosis perlu ditinggatkan agar penemuan penderita dapat meningkat karena menurunnya stigma negatif di masyarakat.
Desentralisasi Pelaksanaan Program Penaggulangan HIV/AIDS di Kota Makassar Darmawansyah, Darmawansyah; Arifin, Muhammad Alwy; Abadi, Muh Yusri; Marzuki, Dian Saputra; Fajrin, Muhammad Al; Birawa, Rio Aristo; Rosdiana, Rosdiana
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 2 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.74 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i2.537

Abstract

The availability of qualified and professional health human resources (HRH) will greatly determine the success of implementing decentralization. This study aims to examine decentralization in the HIV / AIDS prevention program in Makassar City. This study uses a qualitative research method with a case study design. The informants in this study were the Chairperson of the Provincial AIDS Commission (KPAP) of South Sulawesi Province, the holder of the HIV-AIDS program at the Puskesmas, and the Head of the NGO organization concerned with HIV-AIDS in Makassar. The selection of informants in this study used the snowball technique. The data analysis technique in this study used qualitative data analysis. The results showed that human resources for the HIV / AIDS program in Makassar City had been fulfilled and were in accordance with the qualifications consisting of doctors, nurses, laboratories, pharmacists, and public health workers. Community empowerment in HIV / AIDS prevention has been running so that cadres are formed in the field but this empowerment has not been maximized in its implementation. In order for the decentralization of the HIV / AIDS prevention program to run optimally, stakeholder cooperation is needed in its implementation to run well to reduce cases of HIV / AIDS in Makassar City and it is necessary to strengthen the role of community empowerment in preventing the spread of HIV / AIDS cases. Keywords: Decentralization, Prevention Program, HIV / AIDS, Makassar City

Page 10 of 27 | Total Record : 267