cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Marinade
ISSN : -     EISSN : 26544415     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
KARAKTERISTIK ARTIFICIAL NORI DARI DAUN BERUWAS LAUT (Scaevolla taccada) Hidayu, Putri Mas; Jumsurizal; Ilhamdy, Aidil Fadli
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6926

Abstract

Daun beruwas laut (S.taccada) termasuk tanaman pesisir tumbuh yang umum ditemui di Kepulauan Riau. Berdasarkan penelusuran literatur daun beruwas laut (S. taccada) ini belum pernah diolah menjadi makanan ataupun cemilan. Daun beruwas laut ini memiliki potensi sebagai bahan utama untuk pembuatan Artificial nori karena memiliki warna hijau seperti nori komersial namun tanaman ini tidak menghasilkan gel sebagai pengikat untuk membentuk lembaran. Sehingga perlu ditambahakan bahan lain yaitu dengan penambahan tepung tapioka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan formulasi terbaik dari artificial nori dari daun (S. taccada), menentukan karakteristik artificial nori dari daun (S. taccada) serta mengetahui kandungan proksimat artificial nori dari daun (S. taccada). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan SPSS 26, yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu F1 (6%), F2 (8%), F3 (10%). Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa F1 (6%) merupakan perlakuan terbaik memberikan nilai rata-rata terhadap parameter warna (2,53%), aroma (2,57%), rasa (2,73%) dan tekstur (2,40%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari uji hedonik terpilih mendapatkan nilai rata-rata kadar air (8,81%), abu (5,06%), protein (13,6%), lemak (3,81%), karbohidrat (68,7%). Ketebalan 1,40 mm, ukuran 3,5x2,3 cm, dan berat 0,2881 gr.
KUALITAS FISIK DAN KIMIA PAKAN IKAN MENGGUNAKAN TEPUNG KULIT UDANG YANG DIFERMENTASI Putri, Dwi Septiani; Miranti, Shavika; Sedran, Raja Rahmadoni Rizal; Siswandi, Daud
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6927

Abstract

Ketersediaan pakan baik dari segi kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan untuk menunjangkeberhasilan kegiatan budidaya. Namun, pakan yang berkualitas dibanderol dengan harga yangcukup tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mencarialternatif bahan baku lokal pengganti tepung ikan, dengan kualitas yang hampir sama. Salah satubahan yang dapat digunakan adalah tepung kulit udang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengujisecara fisik maupun kimia pakan ikan yang diproduksi menggunakan bahan baku hasil fermentasi.Perlakuan pada penelitian ini adalah penggunaan tepung kulit udang yang difermentasi denganpersentasi yang berbeda (0%, 15%, 20% dan 25% dalam pakan). Parameter fisika pakan yang diujiadalah daya apung, homogenitas dan kecepatan pecah pakan. Sedangkan parameter kimia yangdiukur adalah kandungan air, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar abu pakan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan tepung kulit udang yang difermentasi berpengaruh terhadap dayaapung pakan, dan tidak berpengaruh terhadap kandungan kimia pakan. Perlu adanya penggunaanteknologi dalam pembuatan pakan untuk membuat pakan dapat mengapung dalam waktu yang lebihlama.
Pengaruh Penambahan Ikan Tamban (Sardinella lemuru) terhadap Pembuatan Choux Pastry Ilahi, Wahyuni Julita Putri; Putri, R. Marwita Sari; Apriandi, Azwin
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6928

Abstract

Saat ini variasi pengembangan choux pastry masih sangat terbatas. Salah satu cara pengembangan produk ini adalah pembuatan choux pastry dengan penambahan ikan tamban. Pemanfaatan daging ikan tamban pada choux pastry diharapkan mengandung kualitas serta kandungan gizi yang baik. Selain itu, penggunaan protein yang terkandung dalam ikan tamban pada pembuatan choux pastry mampu menghasilkan produk dengan cita rasa gurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengetahui formulasi terbaik dari penambahan ikan tamban pada choux pastry berdasarkan uji hedonik serta menentukan karakteristik fisik dan nutrisi dari choux pastry yang terpilih berdasarkan uji hedonik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu IK0 (0%), IK1 (15%), IK2 (20%), IK3 (25%). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa pada perlakuan IK3 dengan penambahan ikan 25% mendapatkan hasil terbaik dengan nilai parameter warna (2,50%), aroma (2,66%), rasa (2,79%) dan tekstur (2,66%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari hasil uji hedonik yang terpilih mendapatkan nilai kadar air (8,41%), kadar abu (3,81%), kadar protein (20,37%), kadar lemak (37,77%) dan kadar karbohidrat (32,80%).
VALORISASI CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha sp.) MENJADI HIDROKSIAPATIT SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Pseudomonas aeruginosa Sidauruk, Muhammad Irfan Rusadi Santhy; Sari, N. Ira
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6929

Abstract

PEMBUATAN KOLAGEN DARI BERUNOK (Acaudina molpadioides) DENGAN EKSTRAKSI ASAM Reinaldi, Deden; Viruly, Lily; Oktavia, Yulia
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6930

Abstract

Saat ini sumber utama kolagen umumnya berasal dari babi dan tulang sapi sehingga menimbulkan kebimbangan untuk penggunaannya karena bertentangan dengan unsur agama tertentu yang melarang untuk mengkonsumsi sesuatu yang mengandung babi dan hewan yang tidak disembelih sesuai ajaran tertentu. Sehingga perlu adanya alternatif sumber kolagen yang aman dan halal. Salah satu bahan alternatif sumber kolagen adalah dari komoditas perikanan yaitu berunok (Acaudina molpadioides). Berunok (Acaudina molpadioides) merupakan salah satu biota perairan yang sangat potensial, hal ini dilihat bahwa berunok mengandung 17 jenis asam amino esensial dan non esensial dimana 9 diantaranya asam amino esensial dan 8 asam amino non esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kolagen larut asam dari berunok (Acaudina molpadioides). Penelitian ini akan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu preparasi sampel, tahapan kedua yaitu ekstraksi kolagen dari berunok dengan metode ekstraksi asam, kemudian tahapan ketiga yaitu pengujian analisis rendemen kolagen, pengukuran pH, analisis proksimat dan analisis asam amino. Kolagen berunok terbaik terdapat pada perlakuan P2 (1:2) dengan nilai rendemen sebesar 3,23 % dan nila pH 7,13. Kolagen berunok memiliki kadar abu 85,445 %, kadar air 2,66 %, kadar protein 0,315 %, dan kadar lemak total 0,02 %. Komposisi asam amino kolagen berunok yang diekstrak menggunakan asam asetat memiliki tiga jenis asam amino yaitu asam glutamat, arginin dan glisin.
ANALISIS MUTU DAN KEAMANAN PANGAN KERUPUK IKAN DI BEBERAPA DAERAH KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU Febrian, Yopan; Ilhamdy, Aidil Fadli; Amrizal, Sri Novalina
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6931

Abstract

Sektor perikanan menjadi penyumbang tertinggi pada perekonomian Provinsi Kepulauan Riau dengan capaian 1.059.050 ton terhadap potensi tangkapan per tahun. Tingginya hasil perikanan yang ada, menimbulkan diversifikasi produk untuk mempertahankan mutu dan menambah nilai jual hasil perikanan. Kerupuk menjadi salah satu produk diversifikasi yang banyak diolah oleh masyarakat. Kerupuk ikan adalah sejenis makanan kering dengan tambahan pati dan daging ikan. Pengolahan kerupuk juga ditambahkan bahan tambahan pangan yang dapat disalahgunakan oleh produsen. Bahan-bahan tersebut ditambahkan dengan maksud agar produk kerupuk ikan lebih awet, warna kerupuk lebih cerah, atau membuat kerupuk lebih renyah. Formalin, boraks, dan pewarna sintetik merupakan bahan tambahan pangan terlarang yang sering kali ditambahkan dalam pengolahan produk pangan. Hal tersebut menjadikan perlunya dilakukan penelitian terhadap keamanan pangan dan nilai gizi pada kerupuk ikan dari beberapa daerah Kabupaten Bintan. Uji yang dilakukan berupa uji proksimat yang terdiri dari kadar protein, abu, air dan lemak. Sedangkan uji keamanan pangan yang dilakukan adalah uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B. Hasil uji menunjukkan kadar protein kerupuk Y1 13,24% dan Y2 13,72%, kadar abu kerupuk Y1 2,57% dan Y2 2,94%, kadar air kerupuk Y1 10,27% dan Y2 13,32%, kadar lemak kerupuk Y1 0,93 dan Y2 0,24. Semua kerupuk uji dinyatakan tidak mengandung formalin dan pewarna rhodamin B. uji boraks yang dilakukan menunjukkan bahwa kerupuk Y1 mengandung 0,9% dan Y2 mengandung 1,05%. Secara keseluruhan kerupuk Y1 dan Y2 belum memenuhi SNI 8272:2016 dan masih mengandung bahan tambahan pangan yang dilarang sehingga dapat membahayakan kesehatan.
EVALUASI MUTU RUSIP IKAN TERI NASI (Stolephorus sp.) DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA Hara, Frida Kareri; Maiyasa, Firat
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6932

Abstract

Ikan teri nasi (Stolephorus sp.) adalah ikan pelagis kecil yang hidup di permukaan laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Pengolahan ikan teri nasi sebagai pangan fermentasi khususnya produk rusip sampai saat ini belum dilaporkan, sementara diketahui bahwa ikan teri nasi memiliki komponen kimia yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi kimia seperti kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat rusip ikan teri teri nasi dengan lama fermentasi yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia rusip ikan teri nasi (Stolephorus sp.) dengan lama fermentasi yang berbeda memiliki nilai kadar air 72.85 - 74.41%, abu 10.69 - 10,82%, lemak 12.90 - 13,59%, protein 31.06 - 34,68%, karbohidrat 11.43 – 11.58% dan pH sebesar 6.18 - 6.38%. Dengan demikian rusip ikan teri nasi ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional.
DPPH, IC50, Phytochemical, Red S Antioxidant Activity of Red Seaweed (Eucheuma cottonii) from Tanjungpinang Seawaters Kepulauan Riau Manullang, Benny; Seulalae, Anggrei Viona; Rahman, R. Fathul
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/s7bysn86

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang melimpah, termasuk keberadaan rumput laut yang tersebar di berbagai wilayah pesisir. Salah satu daerah dengan potensi besar adalah Tanjungpinang. Di sepanjang garis pantai, ditemukan berbagai jenis rumput laut, termasuk Eucheuma cottonii, yang dikenal sebagai rumput laut merah dengan nilai ekonomis dan ekologis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menentukan perlakuan ekstrak rumput laut E. cottonii terbaik berdasarkan parameter rendemen dan aktivitas antioksidan. Sampel diekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut dengan polaritas berbeda, yaitu etanol, etil asetat, dan n-heksana dengan rasio masing-masing sampel dan pelarut 1:3 (b/v). Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, fitokimia, dan aktivitas antioksidan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan rendemen serbuk E. cottonii sebesar 10,34±0,01%. Rendemen ekstrak rumput laut E. cottonii yang dihasilkan untuk pelarut etanol sebesar 4%, n-heksana sebesar 0,40%, dan etil asetat sebesar 0,60%. Ekstrak E. cottoni dengan pelarut etanol terdeteksi secara kualitatif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Ekstrak etil asetat terdeteksi mengandung senyawa alkaloid, fenol, dan flavonoid. Ekstrak n-heksana terdeteksi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin.  Ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dengan nilai IC50 sebesar 86,79 ppm, diikuti oleh n-heksana sebesar 100,76 ppm dan etil asetat sebesar 114,57 ppm. Penelitian ini mengindikasikan potensi E. cottonii sebagai sumber bahan alami antioksidan.
ANALISIS TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA UMKM WILAYAH PERKOTAAN Irwanto, Reno; Novalina, Sri
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i2.7659

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan konsumen, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan pangan pada UMKM dengan menggunakan pendekatan Skor Keamanan Pangan (SKP) yang mencakup empat aspek utama: Pemilihan dan Penyimpanan Bahan Pangan (PPB), Higiene Pemasak (HGP), Pengolahan Bahan Makanan (PBM), dan Distribusi Makanan (DMP). Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan penilaian menggunakan formulir SKP. Data diambil dari enam UMKM di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat pada Bulan Maret-April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor SKP bervariasi diantara UMKM, dengan UMKM D memiliki skor tertinggi (0,99) dan UMKM B memiliki skor terendah (0,54). Aspek PBM dan DMP menjadi titik lemah utama yang meningkatkan risiko kontaminasi, sedangkan aspek PPB secara umum menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian UMKM telah memenuhi standar keamanan pangan, upaya perbaikan masih diperlukan pada aspek pengolahan dan distribusi untuk meningkatkan kualitas produk dan perlindungan konsumen. Rekomendasi meliputi pelatihan, pengawasan, dan penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM, pemerintah, dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif untuk menciptakan ekosistem pangan yang aman dan berkelanjutan.
ANALISIS SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Boergesenia forbesii MENGGUNAAN PELARUT YANG BERBEDA Yanuarti, Rini; Ramadhanty, Rima Rizqy; Nurfitriyana, Nurfitriyana
Marinade Vol 8 No 02 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/hjngjb52

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu jenis makroalga yang banyak sekali tumbuh dan berkembang di daerah perairan pesisir. Kandungan bahan aktif seperti antibakteri dan antioksidan yang banyak ditemukan pada rumput laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan rumput laut Boergesenia Forbesii yang diekstraksi dengan tiga pelarut yang berbeda yaitu N-Heksan, etil asetat dan etanol. Penelitian ini dilakukan dengan melihat perbedaan pelarut yang digunakan untuk proses ekstraksi pada rumput laut Boergesenia forbesii untuk mengetahui skrining fitokimia, uji kadar air, uji kadar abu dan uji aktivitas antioksdian. Hasil pengujian fitokimia pada ekstrak rumput laut Boergesenia forbesii dengan menggunakan 3 pelarut diperoleh hasil positif pada setiap senyawa (alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, fenol dan glikosida). Hasil kadar air dan kadar abu semua ekstrak rumput laut dinyatakan aman dan baik karena tidak melebihi dari persyaratan parameter standar. Hasil analisis antioksidan menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut Boergesenia forbesii yang diekstrak menggunakan pelarut N-Heksan, etil asetat dan etanol 96% memperoleh nilai IC₅₀ berturut-turut 137,264 ppm, 112,649 ppm, dan 99,44119 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut Boergesenia forbesii yang diekstrak menggunakan pelarut etanol yang memiliki aktivitas antioksidan kuat (IC₅₀ 99,44119 ppm).