cover
Contact Name
M. Lutfi Firdaus
Contact Email
M. Lutfi Firdaus
Phone
-
Journal Mail Official
pascapendipa@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
PENDIPA Journal of Science Education
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20869363     EISSN : 26229307     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
PENDIPA Journal of Science Education is a peer-reviewed, open-access journal covered all aspect of science and science education. PENDIPA journal welcomes the submission of scientific articles related to mathematics, physics, chemistry, biology, and its educational implementation in a school, higher education and other educational institution. We encourage scientist, lecturer, teacher and student to submit their original paper to the journal. PENDIPA journal is published by Graduate School of Science Education - University of Bengkulu, three times a year on February, June and October
Arjuna Subject : -
Articles 566 Documents
Profil Gaya Mengajar Guru IPA Menurut Persepsi Siswa Kelas VII di SMP Bi'rul Ulum Muhammad Amanuddin; Septi Budi Sartika
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.580-585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil gaya mengajar dari seorang guru IPA menurut persepsi siswa kelas VII di SMP Bi’rul Ulum. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif jenis survey. Populasi penelitian menggunakan seluruh siswa kelas VII (60 peserta didik) di SMP Birul Ulum. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dalam bentuk google form yang diberikan kepada peserta didik kelas VII di SMP Bi’rul Ulum. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya mengajar yang dilakukan oleh seorang guru IPA di SMP Birul Ulum menggunakan gaya mengajar secara klasikal dengan memperoleh persentase 69% yang termasuk kedalam kategori baik, hasil ini ditinjau dari indikator peran guru dominan dengan persentase 61,3% dengan kategori baik, isi pelajaran berupa sejumlah informasi yang paling populer dan dipilih dari dunia yang diketahui anak dengan memperoleh persentase 77% dalam kategori baik, cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi secara lisan memperoleh persentase 54,% dalam kategori cukup baik, penyampaian bahan pelajaran yang disertai dengan contoh yang konkret diikuti dengan pertanyaan memperoleh nilai 76,7% dalam kategori baik, guru menyampaikan ikhtisar yang berfungsi sebagai informasi mengenai bahan pelajaran secara garis besar memperoleh nilai 73,5% dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa gaya mengajar yang dilakukan oleh guru IPA menurut persepsi siswa kelas VII di SMP Birul Ulum menggunakan gaya mengajar secara klasikal. Saran dari penelitian ini untuk peneliti selanjutnya yaitu peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengungkap fenomena lebih mendalam tentang hasil analisis data karena dalam penelitian ini hasil angket untuk gaya mengajar klasikal dan indikator yang diteliti mendekati hanya terpaut kecil.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Melalui Metode Blended Learning pada Materi Laju Reaksi Wulan Pryanti; Harun Nasrudin
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.508-515

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan model pembelajaran yang diterapkan, (2) aktivitas peserta didik, (3) kemampuan literasi sains peserta didik, serta (4) respon peserta didik. Jenis One Group Pretest-Posttest Design digunakan dalam penelitian ini. Pretest diberikan terlebih dahulu. Kemudian, diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD melalui metode blended learning. Setelah itu, posttest diberikan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains. 30 orang peserta didik dari kelas XI MIPA 4 SMAN 1 Gedangan menjadi subjek dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang didapatkan menyatakan: (1) Model pembelajaran yang diterapkan dapat terlaksana dengan sangat baik, (2) Aktivitas peserta didik ketika melakukan diskusi memiliki persentase paling tinggi yaitu 17,71%, (3) Kemampuan literasi sains peserta didik meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan N-gain skor secara klasikal yaitu sebesar 0,93 dengan kategori tinggi. Selain itu, diperoleh hasil uji wilcoxon dengan taraf signifikansi (2-tailed) < 0,05. Artinya, terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, serta (4) Sebanyak 48,63% peserta didik merespon setuju terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Sehingga dapat dikatakan, model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui metode blended learning dapat diterapkan dalam pembelajaran sub materi faktor laju reaksi untuk meningkatkan literasi sains peserta didik.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Assessment for Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Laju Reaksi Dewi Laili Safithri; Muchlis Muchlis
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.547-555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan pembelajaran berbasis assessment for learning terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik materi laju reaksi. Jenis dari penelitian ini adalah pre experimental dan rancangan yang digunakan adalah One Group Pretest Posttest Design. Subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 36 peserta didik kelas XI IPA 4 SMAN 14 Surabaya pada tahun ajaran 2021/2022. Hasil dari penelitian yaitu (1) Keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama sampai ketiga mendapat hasil berturut-turut sebesar 97,47%; 98,47%; dan 98,74% pada kriteria sangat baik. (2) Aktivitas relevan peserta didik lebih besar dibanding aktivitas tidak relevan dengan rata-rata persentase aktivitas relevan sebesar 96,03%. (3) Ketuntasan klasikal pada hasil belajar peserta didik mendapat hasil sebesar 100%. Analisis N-gain terhadap hasil pretest dan posttest peserta didik menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, dengan persentase N-Gain pada kriteria tinggi sebesar 97,22%, dan pada kriteria sedang sebesar 2,78%. (4) Peserta didik merespon positif terhadap pembelajaran yang diimplementasikan dengan hasil sebesar 88,51% pada kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis assessment for learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi.
Pengembangan Instrumen Asesmen Literasi Sains Untuk Mendeskripsikan Profil Peserta Didik Nur Chasanah; Wahono Widodo; Nadi Suprapto
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.474-483

Abstract

Dalam rangka pengembangan literasi sains peserta didik, pengembangan Instrumen Asesmen Literasi Sains sangat penting untuk melatih siswa lebih literat.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen asesmen literasi sains yang valid dan andal untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa kelas VI sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau sering disebut juga dengan 4D ( Define, Design, Development, Desimination) dengan dilakukan penyederhanaan tahapan pengembangan menjadi 3D ( Define, Design, Development). Produk akhir dalam penelitian pengembangan ini adalah Instrumen Asesmen Literasi Sains untuk mengukur kemampuan literasi sains yang dinyatakan valid dan layak oleh pakar berupa 20 butir soal.Tahapan pengembangan Instrumen diawali dengan melakukan analisis kebutuhan, Hasil validitas instrumen tes oleh ahli aspek mendapat rerata persentase sebesar 93%, aspek literasi sains mendapat rerata persentase sebesar 93%, aspek konstruksi mendapat rerata persentase sebesar 99%, dan aspek tata bahasa mendapat rerata persentase sebesar 95%. Hasil siswa terkait kepraktisan instrument sebesar 93%. Hasil uji empiris, bisa didapatkan data 18 soal dinyatakan valid dan 2 soal kategori drop. Hasil koefisian reliabilitas sebesar 0, 499. Keefektifan instrumen tes berada pada kategori dan sangat sesuai dengan demikian dapat mengungkap atau menjenjangkan kemampuan literasi sains siswa dalam 3 kriteria, yaitu tinggi, sedang, dan rendah.Instrumen tes yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan literasi sains kelas VI jenjang sekolah dasar.
Implementasi Blended Learning Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Laila Nur Cholifatul Isnaini Sabila; Muchlis Muchlis
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.586-593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan implementasi blended learning berbasis inkuiri pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit, aktivitas peserta didik ketika pembelajaran, ketuntasan klasikal, peningkatan berpikir kritis, dan respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek penelitian merupakan 34 peserta didik kelas X IPA 3 SMAN 14 Surabaya tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian yaitu (1) Keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama 95,37% sedangkan pertemuan kedua 94,73%, keterlaksanaan kedua pertemuan berada pada kriteria sangat baik. (2) Aktivitas relevan peserta didik pada pertemuan pertama 90,12% sedangkan pertemuan kedua 93,83%, keduanya berada pada kriteria sangat baik. (3) Ketuntasan klasikal sebesar 94,12%. (4) Keterampilan berpikir kritis peserta didik indikator analysis, inference, dan explanation mengalami peningkatan dilihat dari nilai N-Gain berturut-turut 0,92, 0,87, dan 0,84, ketiganya berada pada kategori tinggi. (5) Respon peserta didik terhadap blended learning berbasis inkuiri sangat memuaskan dengan persentase jawaban positif sebanyak 90,12%. Sehingga, dapat dikatakan implementasi blended learning berbasis inkuiri efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
Pemanfaatan Sistem Informasi Bencana Banjir di Kabupaten Bandung Untuk Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana Dewi Wahyuni; Syamsunasir Syamsunasir; Adi Subiyanto; Mir’atul Azizah
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.516-521

Abstract

Bandung Regency often experiences flooding and the number of Early Warning System (EWS) equipment is still not sufficient. One of the targets of the Sendai Framework is to increase the coverage and access to the EWS until 2030. To prevent natural disasters and determine the efforts that must be made during a disaster to post-disaster, a disaster information system is needed. The purpose of the study was to determine the implementation of a flood disaster information system as an effort to reduce disaster risk and to determine the use of a flood disaster information system to create a disaster-resilient society. This research was a qualitative research with an exploratory research design. The research was conducted in May 2021 – January 2022 in Bandung Regency. Data collection techniques used were interviews, documentation, and observation, with analytical techniques using the Miles and Huberman model. There was no specific flood disaster information system however the information collected and processed by the Pusdalops was used as the basis for the preparation of a disaster risk reduction plan in Bandung Regency. Information on the potential for flooding was conveyed by the Pusdalops to the community so that people were alert and evacuate if it is not possible to stay at home. Community resilience, especially in three flood-prone villages, was in the primary category. A disaster information system is needed to support disaster risk reduction efforts and create a disaster-resilient society.  
Respon Siswa SMA Terhadap Pembelajaran Fisika Berbasis Kearifan Lokal Pada Alat Musik Tradisional Rebana Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Sains Bagus Susetya Nugraha; Prabowo Prabowo
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.556-564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis respon siswa SMA terhadap pembelajaran berbasis kearifan lokal pada alat musik tradisional rebana untuk meningkatkan keterampilan literasi sains. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, adapun subjeknya merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah Gresik. Proses pengambilan data pada penelitian ini dilakukan di bulan Januari 2022 dengan menggunakan teknik Cluster rundom sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 150 siswa dari kelas XII di SMAN 1 Sidayu, SMAN 1 Dukun, dan SMAN 1 Driyorejo. Berdasarkan dari hasil data penelitian yang diperoleh penulis melalui penyebaran angket respon dan tes soal, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan literasi sains siswa SMA di daerah Gresik khususnya pada materi elastisitas dan gelombang bunyi termasuk dalam kategori rendah. Gagasan yang ditawarkan penulis terkait hal tersebut yakni dengan menerapkan pembelajaran berbasis kearifan lokal terkait kehidupan sehari-hari, hal tersebut di dukung oleh data angket respon dari siswa yang membuktikan bahwa sebesar 88,6% siswa membutuhkan adanya inovasi baru dalam pembelajaran fisika, dan khususnya sebesar 84,7% siswa tertarik jika pembelajaran pada materi elastisitas dan gelombang bunyi dilakukan melalui media alat musik tradisional rebana. Oleh karena itu pentingnya bagi guru dalam mengikuti polah belajar siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Bahan Ajar Pada Sofware G-Suite For Education Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas VIII Zul Futria Wati; Yerizon Yerizon
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.484-492

Abstract

The purpose of this study was to produce characteristics of mathematics teaching materials in the G-Suite For Education Software to improve critical thinking skills in valid, practical and effective grade VIII junior high school students. The teaching material developed is the Student Worksheet (LKPD) on the G-Suite For Education Software. This development research uses the Plomp development model which consists of 3 stages, namely preliminary research, development phase, and assessment phase. The subjects of this study were students of class VIII SMP El-Ma'arif Boarding School. The instruments used are validation sheets, student response questionnaires, and ability tests. The teaching materials developed are said to be valid if they meet content and construct validity. The instrument used is a validation sheet that contains aspects of presentation, feasibility of content and material, appearance and language. Validation was carried out by experts in mathematics education, educational technology, and Indonesian language. The practicality of teaching materials is seen from the participants' practicality questionnaire educate. The effectiveness of teaching materials is seen from the competence of students which consists of aspects of knowledge. The results of the validity data analysis indicate that the teaching materials in the G-Suite For Education Software produced have met the very valid criteria in terms of content and constructs. Teaching materials are practical in terms of implementation, convenience and processing time. Teaching materials have also been effective seen from student learning outcomes. Based on these results, it can be concluded that the teaching materials in the G-Suite For Education class VIII SMP that have been produced can be stated as valid, practical and effective. 
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbasis Blended Learning Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Laju Reaksi An-Nabila Aulia Shofa; Utiya Azizah
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.522-530

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan yang diharapkan untuk menguraikan (1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis Blended Learning, (2) aktivitas peserta didik, (3) motivasi belajar, (4) hasil belajar, dan (5) respon peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sasaran yang dituju adalah peserta didik kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 19 Surabaya. Hasil penelitian diperoleh (1) Keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis Blended Learning diperoleh persentase pertemuan pertama sebesar 95,24% dan pertemuan kedua sebesar 98,81% dengan keduanya termasuk kategori sangat baik. (2) Aktivitas peserta didik sangat baik dengan persentase pada pertemuan I dan II adalah 98,53% dan 98,64%. (3) Peningkatan motivasi belajar sebelum dan sesudah diberikan model pembelajaran dengan persentase dari 74,88% menjadi 85,32%, (4) Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari skor N-Gain sebesar 0,749 dengan kriteria tinggi. (5) Respon peserta didik dalam kategori sangat baik dengan persentase sebesar 95,83%. Simpulan penelitian ini yakni motivasi dan hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi mengalami peningkatan sebagai akibat dari penerapan model pembelajaran koopearatif tipe NHT.
Analisis Kapasitas Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru Anggiat Purba; Siswo Hadi Sumantri; Anwar Kurniadi; Dimas Raka Kurniawan Putra
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.599-608

Abstract

Kepulauan Indonesia termasuk ke dalam wilayah pacific ring of fire ( daerah gunung berapi pasifik) yang bentuknya melengkung dari utara Pulau Sumatra-Jawa, Nusa Tenggara hingga ke Sulawesi Utara. Secara umum penanggulangan bencana terbagi menjadi tiga filosofi, pertama menjauhkan masyarakat dari ancaman bencana (hazard); kedua menjauhkan bencana dari masyarakat; apabila kedua sikap tersebut sulit untuk dilakukan maka pilihan selanjutnya adalah hidup harmoni dan bersahabat dengan ancaman serta mengembangkan kearifan lokal. Tujuan penelitian ini untuk melihat kapasitas masyarakat terdampak erupsi Semeru dan meminimalkan dampak erupsi bagi masyarakat di sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode kualitatif bergantung pada teks dan data visual, Adapun teknik pengumpulan data yang dilaksanakan melalui observasi, wawancara, studi literatur, serta dilakukan pula focus group discussion (FGD). Secara nyata peran masyarakat itu terlibat pada pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Semeru terbukti dengan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana baik pada saat pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Terdapat keterdadakan yang dihadapi masyarakat sehingga banyak korban jiwa dan hilangnya harta benda yang cukup luar biasa, sehingga perlu dilakukan evaluasi dalam peningkatan kapasitas masyarakat sadar bencana, dengan peningkatan kapasitas ini kita berharap akan mengurangi kerugian korban jiwa dan harta benda dari masyarakat, juga hal penting lainnya mengurangi risiko bencana dengan menjauhkan masyarakat dari ancaman erupsi dengan cara merolokasi penduduk setempat pada daerah yang aman dari erupsi.