cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR LIMBAH SAYUR PASAR REMU KEPADA PEMUDA MUHAMMADIYAH KOTA SORONG Muzna Ardin Abdul Gafur; Zulkarnain Sangadji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15698

Abstract

Abstrak: Kota Sorong memiliki sebuah Pasar Sentral yang setiap harinya memproduksi sampah dari limbah sayuran dan sampah organik lainnya. Sampah ini di tumpuk dulu sementara sebelum di angkut ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengganggu keindahan dan kesehatan. Belum banyak yang tahu pemanfaatan sampah menjadi pupuk organik, sehingga perlu dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membuat pupuk organik berbahan dasar limbah sampah pasar, serta memberi ide berwirausaha di bidang pengolahan sampah. Manfaat Kegiatan diharapkan memberikan solusi permasalahan sampah, membantu pemerintah menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat, serta menjawab masalah kelangkaan pupuk di Kota Sorong. Pelatihan dilaksanakan di halaman Sekretariat Kokam Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong. Peserta pelatihan sebanyak 40 orang terdiri dari anggota pemuda Muhammadiyah dan perwakilan masyarakat sekitar Pasar Remu. Pelatihan di awali dengan pemberian materi melaui metode ceramah, pemutaran video dan praktikum. Dari hasil Pre-test dan Post-test terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta menjadi 87,52%. Tindak lanjut dari pelatihan ini diharapkan Pemuda Muhammadiyah menjadi Kader Penggerak dan pendamping masyarakat dalam pengolahan sampah di Kota Sorong.Abstract: Sorong City has a Central Market which produces waste every day from vegetable waste and other organic waste. This waste is piled up temporarily before being transported to the final disposal site. This amount of potential waste is useless. The city gets rid the waste and they just decompose without people use it for something beneficial. Unfortunately, only vew people know about the utilization of waste into organic fertilizer, so it is necessary to conduct training aimed at increasing knowledge and skills in making organic fertilizer based on market waste, as well as providing entrepreneurial ideas in the field of waste processing. The Benefits of this activity is expected to provide a solution to the waste problem, help the government create a clean and healthy living environment, and address the problem of fertilizer scarcity in Sorong City. The training was held in the yard of Muhammadiyah Youth Kokam Secretariat, Sorong City. There were 40 training participants consisting of Muhammadiyah youth members and community representatives around Pasar Remu. The training began with the provision of material through the lecture method, video screenings and practicum. From the results of the Pre-test and Post-test there was an increase in the participants' knowledge and understanding to 87.52%. As a follow-up to this training, Muhammadiyah Youth became Community Mobilization Cadres and assistants in waste management in Sorong City.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR BIMBINGAN INTENSIF LITERASI PADA SISWA SD Febblina Daryanes; Ardelia Naisya Agustina; Asnia Ayu Lestari; Irda Sayuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17024

Abstract

Abstrak: Observasi awal yang dilakukan di SD Islam Plus Ekatama menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa masih tergolong rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa SD. Mitra pada kegiatan pengabdian ini yaitu siswa SD Islam Plus Ekatama yang berjumlah 16 siswa. Kegiatan terdiri dari (1) Persiapan, meliputi komunikasi, observasi, dan survey awal; (2) Pelaksanaan, meliputi kegiatan bimbingan intensif literasi; and (3) Evaluasi meliputi hasil peningkatan kemampuan literasi melalui kegiatan posttest. Untuk mengukur ketercapaian tujuan kegiatan yang dilakukan digunakan instrument soal Pretest dan Posttest. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan nilai rerata Pretest yang awalnya 15,62 meningkat menjadi 46,56. Hanya ada satu siswa yang tidak mengalami peningkatan maupun penurunan (6,25%), sedangkan siswa lainnya (93,75%) mengalami peningkatan skor nilai Pretest dan Posttest. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bimbingan intensif literasi dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa.Abstract: Initial observations made at SD Islam Plus Ekatama showed that students' literacy skills were still relatively low. The purpose of this service activity is to improve the literacy skills of elementary school students. Partners in this service activityare Islamic Elementary School Plus Ekatama students totaling 16 students. Activities consist of (1) Preparation, including communication, observation, and initial survey; (2) Implementation, including literacy intensive guidance activities; and (3) Evaluation includes the results of increasing literacy skills through posttest activities. To measure the achievement of the objectives of the activities carried out, the pretest and posttest instrument was used. Based on the results obtained, there was an increase in the average pretest value, which was initially 15.62, increased to 46.56. There was only one student who did not experience an increase or decrease (6.25%), while the other students (93.75%) experienced an increase in their Pretest and Posttest scores. It can be concluded that literacy intensive guidance activities can improve students' literacy skills.
PENINGKATAN EKONOMI PETANI RUMPUT LAUT KABUPATEN TAKALAR MELALUI PROGRAM DIVERSIFIKASI OLAHAN RUMPUT LAUT A. Nur Fitrianti; Siti Aisyah; Warda Warda; Andi Amran Asriadi; Andi Arifwangsa Adiningrat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15133

Abstract

Abstrak: Program pengabdian bertujuan membantu petani rumput laut melalui 3 aspek, yaitu aspek produksi, aspek manajemen usaha dan manajemen pemasaran. Metode pelaksanaan program ini yaitu ceramah dan demontrasi mulai tahap pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Jumlah mitra dalam pengabdian ini yaitu 2 mitra yaitu masyarakat petani berjumlah 15 orang dan masyarakat pemuda muhammmadiyah berjumlah 3 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa petani dapat meningkatkan softskill dan hardskill dalam pengolahan rumput laut dilakukan menjadi produk jadi yaitu kripik, sushi dan sabun. Program diversifikasi olahan rumput laut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi petani rumput laut. Diversifikasi olahan rumput laut dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk, meningkatkan kualitas produk, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Tingkat persentase keberhasilan program ini sebesar 90%.Abstract: The service program aims to help seaweed farmers through 3 aspects, namely production aspects, business management aspects and marketing management aspects. The method of implementing this program is lectures and demonstrations starting from the training, mentoring and activity evaluation stages. The number of partners in this service is 2 partners namely the farming community numbered 15 people and the Muhammadiyah youth community numbered 3 people. The results of the service show that farmers can improve their soft skills and hard skills in processing seaweed into finished products, namely chips, sushi and soap. The seaweed processed diversification program can be a solution to improve the economy of seaweed farmers. Diversification of processed seaweed can help increase product added value, improve product quality, and open wider market opportunities. The success rate of this program is 90%.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DI WILAYAH PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH Hari Sulistiyono; Kori Yati; Gufron Amirullah; Rara Aulia Syifa; Rizkia Adelina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16941

Abstract

Abstrak: Berlokasi di wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Pengurus Cabang Muhammadiyah Bukit Duri merupakan daerah dengan kelembaban 76%, dan masuk kategori daerah dengan kelembaban optimal untuk kehidupan nyamuk dan zona waspada Demam Berdarah Dengue.UHAMKA melaksanakan pengabdian ke masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan lilin aromaterapi yang ditujukan untuk pengusir nyamuk alami. Kegiatan dilaksanakan dengan sasaran adalah Pengurus Cabang, Ranting, Guru SD, Madrasah, dan TK Muhammadiyah di wilayah Bukit Duri berjumlah 34 orang. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dilanjutkan dengan wokshop pembuatan lilin aromaterapi, dan tahap evaluasi serta follow up. Hasil kegiatan, peserta mengetahui tentang lilin aromaterapi, terampil membuat lilin aromaterapi untuk pengusir nyamuk, dan kreatif dalam menemukan peluang bisnis produk lilin aromaterapi. Hasil kuisioner menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 94%. Dapat disimpulkan, kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dalam pemanfaatan lilin aromaterapi.Abstract: Located in the Bukit Duri area, Tebet, South Jakarta, the Muhammadiyah Bukit Duri Branch Management is an area with 76% humidity, and is categorized as an area with optimal humidity for mosquito life and a Dengue Fever alert zone.UHAMKA carries out community service in an effort to increase community knowledge, understanding, and skills in the use of aromatherapy candles aimed at natural mosquito repellents. The activity was carried out with the target of the Muhammadiyah Branch, Branch, Elementary School, Madrasah, and Kindergarten Administrators in the Bukit Duri area totaling 34 people. The implementation of the service was carried out with a counseling method followed by a workshop on making aromatherapy candles, and an evaluation and follow-up stage. The results of the activity, participants know about aromatherapy candles, are skilled in making aromatherapy candles for mosquito repellents, and are creative in finding business opportunities for aromatherapy candle products. The questionnaire results showed an increase in community knowledge and understanding after the activity of 94%. It can be concluded, this activity is beneficial for the community in the utilization of aromatherapy candles
SOSIALISASI PENANGANAN KESEHATAN MENTAL SISWA PADA GURU BK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LAYANAN BK DI SEKOLAH Rika Sarfika; Mahathir Mahathir; Hema Malini; Nursyirwan Effendi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15905

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan individu yang rentan terhadap masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental yang tidak ditangani dapat berdampak pada kinerja akademik yang buruk dan menyebabkan putus sekolah. Oleh karena itu, masalah kesehatan jiwa remaja harus diperhatikan dan diatasi sedini mungkin. Peran guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah sangat vital dalam pencegahan masalah kesehatan jiwa pada siswa. Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan guru BK dalam menangani masalah kesehatan mental siswa di sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh lima orang guru BK di SMA Kota Padang. Kegiatan yang dilakukan meliputi mengukur pengetahuan guru BK tentang masalah kesehatan mental siswa (pretest), brainstorming pengalaman guru BK dalam menghadapi masalah siswa di sekolah, memberikan edukasi, dan mengukur pengetahuan kedua (post-test). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan rerata pengetahuan guru BK yang signifikan antara pretest dan post-test (p = 0,035). Perbedaan rata-rata pengetahuan guru BK antara pretest dan posttest adalah -1,60, artinya terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan guru BK sebesar 1,60 setelah mengikuti kegiatan sosialisasi.Abstract: Adolescents are individuals who are prone to mental health problems. Mental health problems that are left untreated can impact poor academic performance and lead to dropping out of school. Therefore, adolescent mental health problems must be considered and addressed as early as possible. The role of Counseling Guidance teachers in schools is vital in preventing mental health problems in students. This activity aims to increase the knowledge of counseling teachers in handling students' mental health problems at school. These activity was attended by five counseling teachers at Padang City High School. The activities included measuring the counseling teacher's knowledge regarding students' mental health problems (pretest), brainstorming the counseling teacher's experience in dealing with student problems at school, providing education, and measuring the second knowledge (post-test). These activity results showed a significant mean difference in the counseling teachers' knowledge between the pretest and post-test (p = 0.035). The mean difference in counseling teachers' knowledge between the pretest and post-test was -1.60, meaning that there was an increase in the mean scores counseling teachers' knowledge score of 1.60 after participating in socialization activities.
PEMANFAATAN ENERGI BARU TERBARUKAN SEBAGAI SUMBER DAYA LAMPU SOLLAR CELL UNTUK PENERANGAN JALAN DESA Trisna Wati; Syahri Muharom; Riza Agung Firmansyah; Ilmiatul Masfufiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17304

Abstract

Abstrak: Energi baru terbarukan merupakan salah satu energi yang banyak di kembangkan untuk mengatasi isu pencemaran lingkungan. Potensi alam negara Indonesia cukup besar, kususnya ketersediaan energi baru terbarukan berupa panas matahari, hal ini di pengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang memilki iklim Tropis. Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan cukup memiliki potensi alam berupa energi matahari sebesar 2011,7 kWh/m2/tahun atau rata-rata sebesar 5,7 kWh/m2/hari. Makalah ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di keluarahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Medokan Ayu memiliki beberapa Rukun Warga (RW) salah satu sasaran dari pengabdian ini bertempat di RW 02, yang memiliki 25 kepala rumah tangga. Pengabdian ini bertujuandilakukan untuk penerangan jalan mengatasi masalah yang ada di Medokan ayu yang beberapa lokasinya belum terpasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Dengan memanfaatkan energi baru terbarukan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk PJU. Dalam pengabdian ini menerapkan metode pemberdayaan masyarakat Rapid Rural Appraisal (RRA) yaitu pengabdian tanpa melibatkan masyarakat, dengan sistem evaluasi yang di harapkan adalah kepuasan masyarakat. Dari hasil survey kepuasan terhadap pemasangan lampu PJU dari 40 kepala rumah tangga 88 % Sangat puas, dan 12% sisanya cukup puas.Abstract: New renewable energy is one of the energies that is widely developed to overcome environmental pollution issues. The natural potential of Indonesia is quite large, especially the availability of new renewable energy in the form of solar heat, this is influenced by the geographical location of Indonesia which has a tropical climate. Surabaya City is one of the largest cities in Indonesia and has enough natural potential in the form of solar energy amounting to 2011.7 kWh/m2 / year or an average of 5.7 kWh/m2 / day. This paper is a Community Service that was carried out in Medokan Ayu Village, Rungkut Surabaya District, East Java Province. Kelurahan Medokan Ayu has several Rukun Warga (RW), one of the targets of this service is located in RW 02, which has 25 household heads. This service aims to light the streets in Medokan ayu, some of which have not yet installed Public Street Lighting (PJU) lights. By utilizing new renewable energy as a Solar Power Plant (PLTS) for PJU. In this service, the Rapid Rural Appraisal (RRA) community empowerment method is applied, namely service without involving the community, with the expected evaluation system being community satisfaction. From the satisfaction survey results on the installation of PJU lights from 40 household heads, 88% were very satisfied, and the remaining 12% were quite satisfied.
SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT HERBAL SEBAGAI TERAPI ENDOMETRIOSIS Ivanna Beru Brahmana; Lilis Poncorini Pamungkasari; Ana Majdawati; Inayati Inayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15220

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Endometriosis diderita sekitar 10% perempuan di dunia. Keluhan nyeri saat menstruasi sebagai keluhan utama penderita endometriosis mengganggu aktivitas dan semangat kerja penderita. Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan tidak sedikit. Tujuan: meningkatkan pengetahuan peserta tentang penggunaan obat herbal pada terapi endometriosis dan pembentukan kader obat herbal. Metode: (1) Penyuluhan dengan diskusi, pretest, dan postest; (2) Demonstrasi cara penyimpanan obat minum dan obat luar; dan (3) Pembentukan kader obat herbal. Hasil: (1) Terdapat peningkatan pengetahuan 30 orang peserta mengenai obat herbal sebagai terapi endometriosis, di mana nilai postest meningkat menjadi 90 dari nilai pretest 70,66; (2) Demonstrasi cara penyimpanan obat dalam kotak obat diperhatikan dengan seksama di mana 100% peserta merasakan materi demonstrasi bermanfaat dan 100% peserta menyatakan puas dengan rangkaian kegiatan pengabdian; dan (3) Terbentuk 4 orang kader obat herbal. Kesimpulan: Penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penggunaan obat herbal pada terapi endometriosis, dan terbentuk kader obat herbal yang siap mengikuti sosialisasi tugas kader obat herbal di masa mendatang.Abstract: Background: Endometriosis affects about 10% of women in the world. Complaints of pain during menstruation as the main complaint of sufferers of endometriosis interfere with the activities and enthusiasm of sufferers. The costs incurred for treatment are not small. Objective: to increase participants' knowledge about the use of herbal medicines in endometriosis therapy and to form herbal medicine cadres. Methods: (1) Counseling with discussion, pretest, and posttest; (2) Demonstration of how to store oral and foreign drugs; and 3. Formation of herbal medicine cadres. Results: (1) There was an increase in 30 persons participants' knowledge about herbal medicines as endometriosis therapy, where the posttest score increased to 90 from the pretest value of 70.66; (2) The demonstration on how to store medicine in the medicine box was paid close attention where 100% of the participants felt the demonstration material was useful and 100% of the participants expressed satisfaction with the series of community service activities; and (3) Established 4 herbal medicine cadres. Conclusion: Counseling increased participants' knowledge about the use of herbal medicines in endometriosis therapy, and formed herbal medicine cadres who were ready to take part in the socialization of the duties of herbal medicine cadres in the future.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI FUNGSI AGREGAT DALAM MEMBANTU PENGELOLAAN DATA Artika Arista; Anita Muliawati; Tri Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15521

Abstract

Abstrak: Kemajuan teknologi informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, masih sangat sedikit pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi informasi, terutama dalam hal membantu pengelolaan data. Sebuah forum pelatihan dan pendampingan yang dapat membantu memandu penggunaan TI diperlukan bagi masyarakat desa Rawapanjang, khususnya para pengurus desa dan organisasi pemuda. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wadah bagi masyarakat desa Rawapanjang, khususnya para pemimpin desa dan kelompok pemuda, untuk belajar mengenai penggunaan TI, termasuk bagaimana menggunakan rumus fungsi agregat perangkat lunak Microsoft Excel untuk membantu pengelolaan data. Sekitar 14 orang, termasuk perwakilan dari organisasi pemuda dan pejabat setempat, berpartisipasi dalam pelatihan yang melibatkan pemaparan materi dan diskusi. Temuan survei menunjukkan adanya peningkatan sebesar 50% dalam hal pemahaman penggunaan fungsi agregat Microsoft Excel untuk pengelolaan data, setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan. Strategi tindak lanjut yaitu dukungan berkelanjutan untuk memastikan bahwa pemahaman mereka terus berkembang.Abstract: Advances in information technology are an integral part of everyday life. However, there is still very little understanding of how to use information technology, especially in terms of assisting data management. A training and mentoring forum that can help guide the use of IT is needed for the Rawapanjang village community, especially village administrators and youth organizations. The purpose of this service is to provide a forum for the Rawapanjang village community, particularly village leaders and youth groups, to learn about the use of IT, including how to use the aggregate function formula of Microsoft Excel software to assist with data management. Around 14 people, including representatives from youth organizations and local officials, participated in the training which involved presentation of materials and discussion. Survey findings showed a 50% increase in understanding of the use of Microsoft Excel aggregate functions for data management, following the training activities. The follow-up strategy is ongoing support to ensure that their understanding continues to grow.
PENDAMPINGAN DAN PENYULUHAN PENGELOLAAN KEUANGAN BERBASIS AKUNTANSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJERIAL UMKM JAGUNG MANIS F1 AINA Muhammad Pondrinal; Della Asmaria Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16854

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan penyuluhan dalam pengelolaan keuangan berbasis akuntansi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jagung manis F1 Aina. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manajerial UMKM dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi beberapa tahap, yaitu identifikasi kebutuhan dan masalah UMKM dalam pengelolaan keuangan, penyusunan materi penyuluhan berbasis akuntansi sesuai dengan karakteristik UMKM jagung manis F1 Aina, serta pelaksanaan sesi penyuluhan dan pendampingan secara interaktif. Dalam penyuluhan, UMKM diberikan pemahaman tentang dasar-dasar akuntansi, pembukuan sederhana, perencanaan keuangan, serta analisis sederhana terhadap laporan keuangan mereka. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi UMKM jagung manis F1 Aina. UMKM diharapkan dapat mengimplementasikan praktik-praktik akuntansi yang telah dipelajari untuk memonitor dan mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Dengan meningkatnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dari skor awal 70 menjadi 90 setelah dilakukan pelatihan dengan persentase peningkatan sebesar 29%, diharapkan mampu membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas dan berencana, serta dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan.Abstract: Community service aims to provide assistance and guidance in accounting-based financial management through counseling to Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) engaged in Jagung manis F1 Aina. The primary objective of this initiative is to enhance the managerial capabilities of these MSMEs in effectively and efficiently managing their finances. The methodology employed in this community service comprises several stages, including identifying the financial management needs and issues of the MSMEs, developing accounting-based counseling materials tailored to the characteristics of the Jagung manis F1 Aina MSMEs, and conducting interactive counseling and mentoring sessions. During the counseling sessions, the MSMEs are provided with an understanding of fundamental accounting principles, simple bookkeeping techniques, financial planning, and basic analysis of their financial statements. The anticipated outcomes of this endeavor are expected to yield significant benefits for the Jagung Manis F1 Aina MSMEs. These businesses are anticipated to apply the accounting practices they have learned to better monitor and manage their finances. With the enhanced comprehension of financial management, rising from an initial score of 70 to 90 following the training, marking a 29% increase, it is anticipated that they will be capable of making wiser and more strategic business decisions, while also identifying areas requiring improvement in financial management.
PEMBERDAYAAN KADER AISYIYAH DAN NASYIATUL ASYIYAH DALAM PENCEGAHAN INFEKSI BAKTERI MULTIDRUGS RESISTANT Inayati Inayati; Betty Suryawati; Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16161

Abstract

Abstrak: Antibiotika diperlukan pada penyakit infeksi dan banyak digunakan masyarakat, 40-62% antibiotik digunakan tidak tepat berakibat mikroorganisme Multiresisten. Asyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Ngawen beranggotakan 200 orang dan 60 orang. Infeksi merupakan masalah kesehatan di Klaten, diperlukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan meningkatkan pemberdayaan kader Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah tentang penggunaan antibiotika rasional dan infeksi bakteri Multiresisten. Metode meliputi Sosialisasi tentang antibiotika, bakteri multiresisten. Pembentukan Kelompok Peduli Bakteri Multiresisten (KP-BM), melakukan focus group discussion dan survey penggunaan antibiotika di masyarakat. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebelum dan sesudah sosialisasi, rata-rata nilai pre-test 57,5 dan nilai post-test 82,5. Terbentuk KP-BM terdiri dari 10 orang kader NA dan Asyiyah, hasil pemantauan penggunaan antibiotika dilakukan pada 10 KK. Kesimpulan Pemberdayaan Kader Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah tentang pengetahuan Antibiotika dan Bakteri Mutiresisten meningkat dengan kegiatan sosialisasi. Keberlanjutan kegiatan dilakukan KP-BM dengan melakukan kegiatan pendampingan beberapa KK dan melakukan survey pemantauan penggunaan antibiotika sesuai KK pendampingannya.Abstract: Infectious diseases need antibiotics, widely used by community, 40- 62% antibiotics used inappropriately resulting multiresistant microorganisms. Asyiyah and Nasyiatul Aisyiyah, Ngawen consist of 200 and 60 members. Infection is Klaten’s health problem, education is needed to increase public knowledge. The aim to increase empowerment of Aisyiyah and NA cadres regarding rational antibiotics used and multiresistant bacterial infections. Methods: socialization about antibiotics, multiresistant bacteria. Multiresistant Bacteria Care Group (KP-BM) formation, conducting FGD and surveying community antibiotics used. There was an increase cadres knowledge before and after socialization, the average pretest score was 57.5 and posttest score was 82.5. A KP-BM was formed consisting 10 NA and Asyiyah cadres, the results of monitoring antibiotics used were carried out in 10 families. Conclusion Empowerment of Aisyiyah and NA Cadres regarding knowledge of Antibiotics and Multiresistant Bacteria increases. The activity continuation was carried out by KP-BM by mentoring activities for several families and conducting surveys to monitor antibiotics used of accompanying families.