cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
EARLY DETECTION OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS AND ADAPTIVE LEARNING DESIGN PROGRAM ON EARLY CHILDHOOD EDUCATION Uswatun Nisa; Akhmad Rifandi; Mardiah Mardiah; Anisa Fitri Syahrida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16615

Abstract

Abstrak: Realitas guru kerap kali dihadapkan dengan permasalahan anak yang tidak mampu mengikuti proses belajar mengajar dengan baik, adanya anak dengan gangguan inatensi dan hiperaktivitas, anak yang sangat dependen dengan guru, agresi/berperilaku impulsif hingga kondisi anak dengan lamban belajar, sulit mengikuti pembelajaran calistung dasar dan lain sejenisnya berimplikasi pada bertambahnya beban guru dalam mendidik anak-anak usia dini di sekolah. Minimnya sumber rujukan, informasi dan edukasi tentang perhatian terhadap sekelompok minoritas anak tersebut tidak jarang melahirkan stigma/label yang mengurangi konsep diri anak di masa depan. Anak kemudian di cap dengan ciri atau sebutan tertentu hanya karena paradigma yang keliru terhadap kebutuhan khusus anak. Bertolak dari gambaran permasalahan di atas, penulis berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan lembaga mitra sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) sekota Banjarmasin dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis tentang dunia pendidikan inklusi sebagai sebuah realitas yang semua guru tidak dapat lari darinya. Guru diorientasikan agar memiliki sikap yang positif terhadap keberadaan anak usia dini berkebutuhan khusus. Kegiatan ini akan mengajak 34 orang guru untuk belajar tentang materi pendidikan inklusi dengan metode sharing session, forum discussion group, refleksi dan evaluasi lingkungan belajar guna memetakan persoalan anak dengan indikasi kebutuhan khusus hingga tindakan investigasi dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang tepat. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh insight yang inklusif, adanya perubahan perilaku negatif ke arah yang lebih baik dalam merangkul, menerima dan melayani anak dengan kebutuhan khusus yang tersebar di sekolah masing-masing. Keberhasilan kegiatan diukur melalui tracing knowledge peserta sebelum dan sesudah kegiatan yang meningkat dari angka 65% menjadi 95 persen.Abstract: The reality of teachers often faced with the issues of students that unable to participate proficiently in learning process. There are students with attention deficit and hyperactivity disorder, highly dependent on a teacher, aggression or impulsive behavior, slow learner and other similar challenges. These issues result to increase a burden on teachers in educate early children at schools. The lack of references, information, and education about preference to these minority groups are often leads to stigmatization and labels that devaluate of children self-concept in the future. Children are sometimes labeled or identified based on misconceptions about their special needs. Based on the previous issues, the author took the initiative to engage in community services collaboration with Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) kindergarten in Banjarmasin with a purpose to improve critical thinking skill and a positive attitude that every teacher could not escape. As a result found that teachers gained inclusive insights and experienced a positive changes in behavior of embracing, accepting, and serving children with special needs through their schools. This activity will invite 34 teachers to learn about inclusive education within sharing sessions, forum discussion groups, reflection, and evaluation of learning environment. The aim is to map the issues faced by children with special needs and take investigative actions in developing appropriate lesson plans that measure through tracing knowledge participants before and after which increased from 65% to 95% succeed.
PENGENALAN DAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI KEPADA PESERTA DIDIK SEKOLAH RAKYAT Artika Arista; Nurhafifah Matondang; Ruth Mariana Bunga Wadu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16385

Abstract

Abstrak: Di era digital saat ini, pengenalan teknologi sangat penting untuk anak-anak. Pengetahuan mengenai teknologi nantinya berguna bagi mereka di masa depan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Secara Loyalitas (PASCAL) ini adalah upaya pengenalan teknologi bagi anak didik kepada mitra yaitu Sekolah Rakyat Pancoran di wilayah Pancoran Jakarta dengan fokus pengenalan dan pembelajaran teknologi komputer dan aplikasinya. Tujuan kegiatan yaitu menyiapkan siswa dan siswi untuk meningkatkan potensi serta mempersiapkan merekaagar siap menghadapi persaingan di era digital. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran, pemaparan materi dan praktik yang dikemas dalam bentuk permainan. Pembelajaran yang diberikan berupa pengenalan penggunaan komputer, seperti cara menyalakan komputer, mematikan komputer, melakukan browsing dan menggunakan Office 365. Hasil tanya jawab, latihan dan kuis dengan peserta setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan dari 30 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan didapatkan informasi bahwa terdapat peningkatan pemahaman terkait pemanfaatan Teknologi informasi sebesar 60% dari yang dulu nya hanya 25% menjadi 85%. Rencana tindak lanjut yaitu pendampingan berkelanjutan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.Abstract: In today's digital age, the introduction of technology is very important for children. Knowledge of technology will be helpful for them in the future. This Loyalty Community Service (PASCAL) activity aims to introduce technology for students to partners, namely Pancoran Public School in the Pancoran Jakarta area with a focus on introducing and learning computer technology and its applications. The purpose of the activity is to prepare students to increase their potential and prepare them to be ready to face competition in the digital era. Activities are carried out using learning methods, material exposure, and practice packaged as games. The learning provided is an introduction to the use of computers, such as how to turn on the computer, turn off the computer, browse, and use Office 365. The results of questions and answers, exercise, and quiz with participants after the implementation of training activities from 30 participants who participated in the activity obtained information that there was an increase in understanding related to the use of information technology by 60% from the previous 25% to 85%. The follow-up plan is continuous assistance according to technological developments.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN SESUAI PRINSIP PRODUCTIVE USE OF VIDEO FRAMEWORK Laily Rosdiana; Muhamad Arif Mahdiannur; Dyah Astriani; Beni Setiawan; Martini Martini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17510

Abstract

Abstrak: Mitra yang terlibat dalam kegiatan pelatihan berasal dari 17 SMP Kota Mojokerto sebanyak 40 peserta yang dilakukan di Dinas Kota Mojokerto dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan guru IPA dalam membuat video pembelajaran, Salah satu masalah utama yang dihadapi para guru berdasarkan hasil diskusi adalah kesulitan dalam membuat video pembelajaran yang sesuai materi. Agar permasalahan yang dihadapi oleh para mitra tersebut berhasil diatasi, maka perlu diadakan pelatihan mengenai pembuatan video pembelajaran. khususnya dalam pembelajaran IPA sesuai dengan prinsip productive use of video framework. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap inisiasi/persiapan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, serta pasca-pelatihan/pendampingan. Evaluasi ini dilakukan dengan mengukur normalized change berdasarkan hasil tes. Sebanyak 82,61% dari total peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan, tugas, dan tes, sehingga dapat dikatakan pelatihan pembuatan video pembelajaran ini berhasil dan meningkat.Abstract: The partners involved in the training activities came from 17 junior high schools in Mojokerto City, totaling 40 participants, which were carried out at the Mojokerto City Department with the aim of improving the skills of science teachers in making learning videos. One of the main problems faced by the teachers based on the results of the discussion was the difficulty in making learning videos. appropriate material. In order for the problems faced by these partners to be successfully overcome, training needs to be held regarding making learning videos. especially in science learning in accordance with the principle of productive use of video framework. The implementation method for solving this problem is divided into three stages, namely the initiation/preparation stage, implementation of training and mentoring, and post-training/mentoring. This evaluation is carried out by measuring normalized change based on test results. As many as 82.61% of the total participants successfully completed all stages, assignments and tests, so it can be said that this learning video making training was successful and improving.
PELATIHAN PEMBUKUAN KEUANGAN DAN PEMASARAN DIGITAL BAGI UMKM BINAAN LAZISMU KOTA MEDAN Isra Hayati; Syahrul Amsari; Ahmad Afandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16907

Abstract

Abstrak: Penggunaan aplikasi mobile dalam pencatatan keuangan digital berbasis mobil dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas UMKM. Dengan aplikasi pencatatatan keuangan dengan aplikasi mobile memberikan beberapa manfaat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan terhadap 30 pelaku UMKM Binaan Lazismu Kota Medan, terkait manajemen pembukuan keuangan dan pemasaran digital. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan tentang pembukuan keuangan melalui Aplikasi BukuWarung dan pemasaran digital untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memasarkan usahanya melalui media digital. Metode yang digunakan mencakup tahap pra-kegiatan, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasilnya sebesar 63% peserta merasakan dampak pelatihan ini terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam pengelolaan pembukuan dan strategi pemasaran digital.Abstract: Using mobile applications in car-based digital financial recording can increase the efficiency and effectiveness of MSMEs. The financial record application, with a mobile application, provides several benefits for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). In this activity, training was carried out on 30 MSME actors assisted by Lazismu Medan City, related to financial bookkeeping management and digital marketing. This service aims to provide training on financial bookkeeping through the BukuWarung Application and digital marketing to improve their skills in marketing their business through digital media. The methods used include the pre-activity stage, training and mentoring, and monitoring and evaluation. The result was that 63% of participants felt the impact of this training on increasing participants' knowledge and understanding of bookkeeping management and digital marketing strategies.
PENINGKATAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI PROGRAM KOSABANGSA Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Chairuddin Chairuddin; Wan Alamsyah; Edi Fadhil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15978

Abstract

Abstrak: Tunas Muda merupakan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang ada di Desa Cinta Raja yang bergerak dalam usaha bisnis air minum, jasa sewa tenda, penyewaan mesin molen untuk mengaduk semen, dan penganyaman daun pandan. Hasil produksi yang masih belum maksimal dan musiman mengakibatkan BUMG ini masih dari kata berhasil. Melalui adanya program pilot project Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSANGSA) di Gampong Cinta Raja dapat mengoptimalkan produksi BUMG lebih baik. Tujuan program ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan menggerakkan BUMG Tunas Muda, lembaga perekonomian desa, sebagai mitra kegiatan. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam semua kegiatan. Program ini fokus pada produksi bandeng presto dan kerupuk bandeng. Proses dimulai dengan FGD, sosialisasi program, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi bertahap terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil yang dicapai yaitu telah meningkatnya pengetahuan mitra hingga 90% dan mampu menaikkan pendapatan ekonomi BUMG hingga 30% dari penjualan produk bandeng presto dan kerupuk bandeng, serta penerapan anyaman ukis sebagai program pendukung. Selain itu, keluaran utama lainnya adalah mahasiswa yang memiliki keahlian wirausaha dan usaha bandeng presto.Abstract: Tunas Muda is a Gampong-Owned Enterprise (BUMG) in Cinta Raja Village engaged in the businesses of drinking water, tent rental services, rental of mixer machines for cement mixing, and weaving of pandan leaves. The suboptimal and seasonal production results have affected the success of this BUMG. Through the Community Building Social Collaboration (KOSANGSA) pilot project program in Gampong Cinta Raja, BUMG's production can be optimized more effectively. The program aims to improve the economy of rural communities by involving BUMG Tunas Muda, a village economic institution, as an activity partner. Activities are carried out in a participatory manner, involving the community as the main actor in all aspects. This program focuses on the production of presto milkfish and milkfish crackers. The process starts with FGDs, program socialization, counseling and training, mentoring, as well as monitoring and gradual evaluation of the activities. The achieved results include a partner knowledge increase of up to 90% and a 30% increase in BUMG's economic income from the sales of presto milkfish products and milkfish crackers, alongside the implementation of ukis weaving as a supporting program. Additionally, the program helps students develop entrepreneurial skills and establish presto milkfish businesses.
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK PANGAN UMKM DESA WISATA MELUNG Uswatun Hasanah; Budi Sunarko; Vera Noviana Sulistyawan; Alfian Arsyad; Mukhamad Farkhan; Citra Nur Aini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17480

Abstract

Abstrak: Desa Wisata Melung memiliki beberapa UMKM lokal yang menciptakan produk pangan khas seperti kopi melung dan keripik nangka. Walaupun demikian, pertumbuhan jumlah UMKM pangan belum diimbangi dengan peningkatan daya saing produk. Salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing adalah melalui sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Namun, hasil observasi mengungkapkan bahwa pengetahuan pelaku UMKM di Desa Wisata Melung tentang pentingnya sertifikasi halal masih kurang. Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi halal dan proses pengajuannya. Pendekatan ini melibatkan survei, observasi lapangan, pendampingan, dan evaluasi. Mitra pendampingan adalah 15 pelaku UMKM di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Melung. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan kegiatan pendampingan. Pada pre-test dan post-test, jumlah soal yang digunakan ada 18 butir soal. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah sebanyak >80% peserta memahami pentingnya sertifikasi halal dan >80% peserta memahami dokumen yang diperlukan dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Hasil post-test menunjukkan bahwa 100% peserta memahami pentingnya sertifikasi halal dan 87% memahami dokumen yang diperlukan dalam proses pengajuannya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan 100% produk pangan UMKM Desa Wisata Melung mendapatkan sertifikasi halal agar dapat meningkatkan daya saing produk mereka.Abstract: The Melung Tourism Village has several local Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) that produce typical food products such as Melung coffee and jackfruit chips. However, the growth in the number of UMKM food businesses has not been accompanied by an increase in the competitiveness of their products. One step to enhance their competitiveness is through halal certification from the Halal Product Assurance Agency (BPJPH). Nevertheless, observations have revealed that the knowledge of UMKM practitioners in Melung Tourism Village regarding the importance of halal certification is still lacking. Therefore, it is necessary to aid impart an understanding of the importance of halal certification and the application process. This approach involves surveys, field observations, assistance, and evaluation. The assistance partners consist of 15 UMKM practitioners under the auspices of the Melung Village-Owned Enterprises (BUMDES). Pre-tests and post-tests are used to measure the achievement of the assistance objectives. In both the pre-test and post-test, there are 18 items of questions. The success indicators of this activity are that >80% of the participants understand the importance of halal certification and >80% of the participants comprehend the required documents in the halal certification application process. The post-test results show that 100% of the participants understand the importance of halal certification, and 87% understand the required documents in the application process. With the implementation of this activity, it is expected that 100% of the food products from UMKM in Melung Tourism Village will obtain halal certification, thereby enhancing the competitiveness of their products.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI KERAJINAN ANYAMAN SENI MACRAME Sudirman Sudirman; Arief Fauzan; Rezki Amalia Wahyuni Mustakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16652

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk mengokohkan perekonomian masyarakat setempat melalui pemanfaatan potensi kerajinan anyaman seni macramé dalam wilayah tersebut, yang akan diperluas dengan penggunaan teknologi informasi. Metode yang diusulkan mencakup pelatihan pembuatan kerajinan anyaman seni macramé serta penggunaan teknologi informasi dalam memasarkan produk-produk tersebut secara online melalui sebuah platform website. Dengan adanya platform ini, diharapkan bahwa jangkauan promosi dapat diperluas, media untuk memperkenalkan produk, ide, dan profil mitra menjadi lebih efektif, dan adanya Online Shop (marketplace) akan membantu produk-produk mencapai pasar yang lebih luas tanpa terbatas oleh wilayah geografis. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, stimulasi kreativitas dan keterampilan dalam pembuatan kerajinan anyaman seni macramé, serta keterlibatan generasi milenial melalui penggabungan kerajinan tradisional dengan teknologi informasi, yang akan dipopulerkan melalui media sosial serta melalui workshop yang menawarkan desain modern. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait. Dalam kerangka kegiatan ini, dilibatkan mitra yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yaitu kelompok sekitar, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan siswa sekolah. Sistem evaluasi yang diterapkan akan memantau capaian hasil berdasarkan indikator keterampilan yang meningkat hingga mencapai persentase sebesar 85,3%. Latar belakang kegiatan ini berasal dari keinginan untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal, serta menjawab tantangan modern dalam memasarkan produk tradisional. Dengan memadukan kreativitas lokal dan teknologi informasi, pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) menjadi sebuah landasan yang penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan kreativitas lokal. Dalam konteks ini, pemberdayaan mitra tidak hanya memperkaya hardskill mereka, seperti kemampuan membuat kerajinan, tetapi juga mengasah softskill seperti kerja tim, komunikasi, dan pemasaran. Melalui kerja sama yang erat dan bimbingan yang tepat, diharapkan bahwa mitra akan mengalami peningkatan holistik dalam berbagai aspek kehidupan mereka.Abstract: This activity aims to fortify the local community's economy through the utilization of the potential of macramé art weaving within the region, which will be expanded through the use of information technology. The proposed method encompasses training in crafting macramé art weaving and the utilization of information technology to market these products online via a website platform. With the existence of this platform, it is anticipated that promotional reach can be broadened, providing a more effective medium to introduce products, ideas, and partner profiles. Additionally, the inclusion of an Online Shop (marketplace) is expected to facilitate products reaching a wider market without geographical limitations. The anticipated impacts of this initiative encompass the creation of new job opportunities, an increase in community income, stimulation of creativity and skills in macramé art weaving, and the involvement of the millennial generation through the fusion of traditional craftsmanship with information technology. This fusion will be promoted through social media channels and workshops that offer modern designs. The implementation of this initiative is supported by collaboration between the government, community, and relevant institutions. Within the framework of this endeavor, partners from diverse sectors of society are engaged, including local groups, housewives, students, and school children. The applied evaluation system will monitor achievement based on skill indicators, with an anticipated improvement rate of up to 85.3%. The background of this activity stems from the desire to preserve and develop local cultural heritage, while addressing modern challenges in marketing traditional products. By merging local creativity and information technology, the empowerment of community partnerships becomes a crucial foundation in sustaining local economy and creativity. In this context, the empowerment of partners not only enriches their hard skills, such as crafting abilities, but also hones soft skills such as teamwork, communication, and marketing. Through close collaboration and appropriate guidance, it is expected that partners will experience holistic growth across various aspects of their lives.
SOSIALISASI HARDWARE DAN SOFTWARE PADA ANAK USIA DINI Suryati Suryati; Evi Yulianti; Dona Marcelina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15800

Abstract

Abstrak: Hardware merupakan serangkaian peralatan eletroknik yang saling berkerjasama untuk mencapai tujuan tertentu sedangkan software merupakan perangkat lunak yang tidak dapat di pegang atau di jamah yang merupan serangkaian instruksi yang dapat di jalankan oleh komputer. Permasalahan yang perlu digaris bawahi adalah Perlunya anak pada usia dini untuk mengetahui tentang hardware dan software adalah untuk mempersiapakan siswa pada usia tersebut pada tahap pendidikan lanjut, mengingat setelah masa pandemi masih dibutuhkan pengajaran melalui media online sehingga perlunya anak-anak pada usia dini mengetahui tentang perangkat komputer, baik itu hardware maupun software. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan jenis-jenis hardware dan jenis-jenis software pada anak-anak usia dini, agar mereka lebih memahami tentang hardware dan software beserta fungsinya. Pendanaan dari kegiatan PKM ini di tanggung oleh universitas dengan syarat team PKM mempublikasikan hasil kegiatan PKM, setelah jurnal PKM di publikasikan team PKM membuat rincian biaya yang di gunakan selama kegiatan berlangsung dalam bentuk laporan Reward dengan melampirkan jurnal PKM yang sudah di publish, mitra yang terlibat dalam kegiatan ini ada 3 (tiga) orang yang semuanya merupaka guru kelas di sekolah internasional Highscope. metode yang di berikan pada kegiatan sosialisasi ini adalah metode demonstrasi yaitu dengan memperagakan hardware dan software secara nyata sehingga peserta pelatihan dapat dengan mudah memahami tentang hardware dan software, selain itu team PKM juga memberikan gambar-gambar kartoon yang lucu yang mengambarkan hardware dan software, setelah mengikuti pelatihan ini peserta sosialisasi dapat menyebutkan nama hardware dan nama software serta fungsi dari masing-masing jenis hardware dan software tersebut.Abstract: Hardware is a series of electronic devices that work together to achieve certain goals, while software is software that cannot be handled or touched, which is a series of instructions that can be executed by a computer. The problem that needs to be underlined is the need for children at an early age to know about hardware and software is to prepare students at that age for the further education stage, bearing in mind that after the pandemic there is still a need for teaching via online media so it is necessary for children at an early age to know about software computers, both hardware and software. The purpose of this service is to introduce types of hardware and types of software to early childhood, so that they understand more about hardware and software and their functions. Funding from this PKM activity is borne by the university on condition that the PKM team publishes the results of the PKM activities, after the PKM journal is published the PKM team makes details of the costs used during the activity in the form of a Reward report by attaching the PKM journal that has been published, the partners involved in this activity there were 3 (three) people who were all class teachers at the Highscope international school. The method given to this socialization activity is a demonstration method, namely by demonstrating real hardware and software so that trainees can easily understand hardware and software, besides that the PKM team also provides funny cartoon pictures depicting hardware and software.
INOVASI URBAN FARMING DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK DESA TANGGUH PANGAN Imam Mukhlis; Magistyo Purboyo Priambodo; Ahmad Fawaiq Suwanan; Nila Cahayati; Davied Radhika Saputra; Elmira Mufliha Camila; Kuntum Kinanthi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17364

Abstract

Abstrak: Pesatnya urbanisasi di Kabupaten Kediri berbanding lurus dengan peningkatan alih fungsi lahan pertanian. Hal ini perlahan mempengaruhi sumber ketahanan pangan masyarakat. Menipisnya lahan pertanian menjadi problematika baru yaitu kerentanan pangan mendatang bagi masyarakat di Kabupaten Kediri. Dari permasalahan tersebut, Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan menjadi sumber pangan harian dengan menerapkan konsep urban farming salah (hidroponik). Mitra pada pengabdian ini adalah anggota PKK yang berjumlah 40 orang dan 10 anggota BUMDEs Desa Jongbiru, Jawa Timur. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup persiapan, pelaksanaanpersiapan pra pelatihan dan sosialisasi, dan evaluasi . Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan tercapainya transfer pengetahuan kepada mitra PKK dan BUMDEs serta mitra dalam pengabdian tertariksebesar 100%. Hal ini dibuktikan dengan untuk Tindakan coping oleh peserta untuk membuat pos-pos hidroponik sebagai sarana pemenuhan nutrisi sayur yang berkualitas dan mudah dijangkau setiap harinya.Abstract: The rapid urbanization in Kediri Regency correlates with the increase in agricultural land conversion. This phenomenon gradually affects the community's food security resources. The diminishing agricultural land poses a new problem, namely the future vulnerability of food security for the community in Kediri Regency. From this issue, this Community Engagement aims to enhance the knowledge and skills of the community in utilizing land as a source of daily sustenance by applying the concept of urban farming, specifically hydroponics. The collaborators in this engagement are members of the Family Welfare Movement (PKK) and the Village-Owned Enterprises (BUMDEs) of Jongbiru Village, East Java. The methods employed in this activity encompass preparation, execution, and evaluation. The outcomes of the engagement activity demonstrate the successful transfer of knowledge to the PKK and BUMDEs collaborators, and these collaborators are interested in establishing hydroponic stations as a means to ensure access to quality vegetables for their daily nutritional needs.
PENYULUHAN MANFAAT PENGGUNAAN SABUN YANG MENGANDUNG ZAT AKTIF ASAM SALISILAT DALAM MENGOBATI DERMATITIS KEPADA SISWA SDN KARIKIL Yane Liswanti; Korry Novitriani; Ummy Mardiana; R. Suhartati; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16084

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan kulit di Indonesia diperkirakan angka kejadian mecapai 4,6 sampai 12,95% (Griana et al., 2013). Masalah kesehatan kulit di masyarakat dapat terjadi akibat berbagai faktor, antara lain faktor sanitasi lingkungan dan perilaku. Penyebab timbulnya penyakit beragam, dapat berupa infeksi jamur, virus, parasit, dan lain sebagainya. Hasil wawancara dengan kepala Puskesmas Mangkubumi menyebutkan masih banyaknya masyarakat yang mengalami masalah kesehatan kulit. Menurutnya bahwa masyarakat banyak yang mengeluhkan penyakit kulit terutama pada anak-anak usia sekolah dan Balita. Dengan demikian perlu dilakukan peningkatan pengetahuan terhadap anak usia sekolah mengenai pentingnya berperilaku hidup sehat, melalui metode penyuluhan. Dengan dilakukan penyuluhan menggunakan slide presentasi diharapkan lebih efektif dibandingkan media leaflet untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa Sekolah Dasar Negeri Karikil. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman anak usia sekolah yang berada di kelurahan karikil desa Mangkubumi mengenai manfaat penggunaan sabun yang menggunakan senyawa aktif asam salisilat dalam membantu proses pengobatan dermatitis. Metode yang dilakukan adalah memberikan pre test sebelum dilakukan penyuluhan dan post test setelah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya membiasakan cuci tangan dan dilakukan praktek CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Hasil pengabdian pada 41 orang siswa SDN Karikil yaitu didapat hasil pre test pengetahuan dengan rata-rata 57 % dan rata-rata sikap yaitu 66%. Hasil post test di dapat hasil pengetahuan 84% dan sikap sebesar 97%. Hasil post test mengalami kenaikan setelah dilakukan penyuluhan dimana untuk pengetahuan naik sebesar 27% dan untuk sikap sebesar 31%. Kesimpulan: Siswa SDN Karikil memiliki pengetahuan dan sikap dengan kategori baik. Siswa disarankan untuk selalu menerapkan cuci tangan sebelum dan setelah aktivitas di Sekolah dengan disediakan fasilifas tempat cuci tangan dilengkapi sabun.Abstract: Skin health problems in Indonesia are estimated to have an incidence rate of 4.6 to 12.95% (Griana et al., 2013). Skin health problems in the community can occur due to various factors, including environmental sanitation factors and behavior. The causes of various diseases, can be fungal infections, viruses, parasites, and so on. The results of interviews with the head of the Mangkubumi Health Center stated that there were still many people who experienced skin health problems. According to him, many people complain about skin diseases, especially in school-age children and toddlers. Thus it is necessary to increase the knowledge of school-age children regarding the importance of healthy living behavior, through counseling methods. By conducting counseling using presentation slides, it is hoped that it will be more effective than leaflet media in increasing the knowledge and attitudes of Karikil Public Elementary School students. The purpose of community service is to increase the understanding of school-age children in the Karkil subdistrict, Mangkubumi village regarding the benefits of using soap that uses the active compound salicylic acid in helping the process of treating dermatitis. The method used is to give a pre-test before the counseling is carried out and a post-test after the counseling is carried out about the importance of getting used to washing hands and practicing CTPS (Washing Hands with Soap). The results of the dedication to 41 students of Karikil Elementary School, namely the results of the pre-test of knowledge with an average of 57% and an average attitude of 66%. The results of the posttest obtained 84% knowledge and 97% attitude. Post test results increased after counseling where knowledge increased by 27% and for attitudes by 31%. Conclusion: Karikil Elementary School students have good knowledge and attitudes. Students are advised to always wash their hands before and after activities at school by providing handwashing facilities with soap.