cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PENYULUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG TEPAT DAN BENAR DALAM UPAYA PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK Fajar Setiawan; Chandra Ahmad Fadillah; Fadilla Nailul Wafa; Melliany Rosna Hendari; Sherly Gautama Putri; Teti Nurhayati; Yuka Febriyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16201

Abstract

Abstrak: Tingginya penyalahgunaan antibiotik di masyarakat dipengaruhi karena rendahnya wawasan perkara antibiotik sehingga memperparah masalah resistensi antibiotik. Tujuan pengabdian ini untuk meenyalurkan wawasan dan pemahaman terhadap masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan benar untuk mencegah terjadinya kejadian resistensi antibiotik. Metode pengabdian ini menggunakan penyuluhan, dan pengisian kuisioner berupa pre-test dan post-test untuk menganalisis tingkat wawasan masyarakat sebelum dan setelah pemaparan materi dengan pengolahan data menggunakan metode SPSS metode descriptive frequency. Hasil dari kegiatan pengabdian ini terdapat peningkatan persentase wawasan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan benar, yaitu saat diberikan pre-test didapat persentase 48,80% dimana masyarakat menjawab soal benar sebanyak 3 soal, sedangkan setelah diberikan post-test didapat persentase sebesar 48,80% untuk soal yang dijawab benar sebanyak 6 soal.Abstract: The high level of misuse of antibiotics in society is due to low knowledge of antibiotic cases, which exacerbates the problem of antibiotic resistance. The purpose of this service is to provide insight and understanding to the public regarding the proper and correct use of antibiotics to prevent the occurrence of antibiotic resistance. This service method uses counseling, and filling out questionnaires in the form of pre-test and post-test to analyze the level of public knowledge before and after the presentation of the material by processing data using the SPSS descriptive frequency method. The result of this community service activity was an increase in the percentage of community insight regarding the proper and correct use of antibiotics, namely when given a pre-test, a percentage of 48.80% was obtained, where the community answered 3 correct questions, while after being given a post-test, a percentage of 48 was obtained. 80% for questions answered correctly as many as 6 questions.
EDUKASI TUBERKULOSIS DI TEMPAT KERJA PADA SUATU PERUSAHAAN DISTRIBUSI BESI BAJA DI JAKARTA Theresia Theresia; Maria Maxmila Yoche; Fransiska Ompusunggu; Lina Berliana Togatorop; Gracia Aktri Manihuruk; Laura Sianturi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17429

Abstract

Abstrak: Populasi pekerja merupakan kelompok yang penting untuk mendapatkan perhatian mengingat jumlahnya yang besar di Indonesia. Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi salah satu penyebab menurunnya produktifitas kerja. Hasil observasi singkat di PT Panca Logam Sukses Mandiri didapatkan bahwa usaha kesehatan dan keselamatan kerja masih terbatas dan berpotensi untuk ditingkatkan. Tujuan PKM ini yaitu untuk memberikan edukasi terkait penyakit tuberkulosis di lingkungan kerja dan pemeriksaan kesehatan para karyawan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan melakukan pretest dan posttest untuk mengukur capaian peningkatan pengetahuan peserta. Edukasi tentang tuberculosis diikuti oleh 42 orang dan 31 orang diberikan soal pretest dan posttest. Hasil PKM ini didapatkan peningkatan pengetahuan dari peningkatan hasil rerata pretest 55,91 menjadi 85,39 pada hasil posttest. Persepsi bahwa tuberkulosis merupakan penyakit keturunan dinyatakan oleh 7 karyawan (22.58%); menderita tuberkulosis dan berakibat pada pemutusan hubungan kerja dinyatakan oleh 7 karyawan (22.58%); menderita tuberkulosis dan berakibat pemutusan hubungan kerja dinyatakan oleh 7 karyawan (22.58%). Jumlah karyawan yang memiliki empat gejala tuberkulosis yaitu satu orang dan persepsi terkait perasaan malu bila terkena yaitu 4 orang. Pengetahuan terkait tuberkulosis juga masih dapat ditindaklanjuti pada penekanan pemahaman yang tepat. Hasil dapat ditindaklanjuti dalam edukasi TB ini, melakukan rujukan untuk dilakukan pemeriksaan pada kedua karyawan tersebut.Abstract: Working population in Indonesia is an important group to receive attention considering its large quantity. Tuberculosis as infectious disease is one cause of decreasing working productivity The results of brief observations at PT Panca Logam Sukses Mandiri show that occupational health and safety efforts are still limited and have the potential to be improved. The aim of this community services is to provide education regarding tuberculosis in the work place setting and health check up for employees. The method used is health education and conducting pre- and post-tests to measure the achievement of increasing participants' knowledge. The results of this PKM obtained an increase in knowledge from an increase in the average pretest result from 55.91 to 85.39 in the post-test results. The perception that tuberculosis is a hereditary disease expressed by 7 employees (22.58%); suffering from tuberculosis and resulting in termination of employment stated by 7 employees (22.58%); suffering from tuberculosis and resulting in termination of employment stated by 7 employees (22.58%). The number of employees who have four symptoms of tuberculosis is one person and the perception related to feelings of shame if exposed was 4 people. Knowledge related to tuberculosis can also still be followed up by emphasizing proper understanding. Things that can also be done as a follow-up in TB education include making referrals.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA BAGI PESERTA DIDIK GUNA MEMBANGUN KECERDASAN BERIDEOLOGI Hambali Hambali; Hariyanti Hariyanti; Jumili Arianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16851

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh memudarnya nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda utamanya generasi Z yang masih duduk di bangku sekolah menengah, ditandai dengan maraknya Tindakan bullying dan kenakalan remaja seperti tawuran antar pelajar. Kegiatan pengabdian bertujuan membangun kecerdasan berideologi Peserta didik (generasi muda) sebagai bentuk pencegahan dari kenakalan remaja, yang dilaksanakan dalam bentuk sosialiasi dan internalisasi nilai Pancasila melalui permainan kartu pintar pengamalam Pancasila. Pengabdian dilaksanakan terhadap 30 orang peserta didik kelas XII di SMK Negeri 4 Kota Dumai pada pertengahan Juli 2023. Di akhir kegiatan pengabdian, dilakukan semacam evaluasi melalui pemberian 10 pertanyaan melalui google form yang ditujukan untuk melihat feedback dari peserta. Hasilnya pemahaman mereka meningkat mengenai ideologi dan pengamalan nilai Pancasila yang dilihat dari 90% jawaban benar atas pertanyaan-pertanyaan diberikan seputar materi.Abstract: This service activity is motivated by the waning of Pancasila values among the younger generation, especially the Z generation who are still in high school, marked by the rise of bullying and juvenile delinquency such as brawls between students. Service activities aim to build ideological intelligence of students (the younger generation) as a form of prevention from juvenile delinquency, which is carried out in the form of socialization and internalization of Pancasila values through the Pancasila experience smart card game. The service was carried out for 30 class XII students at SMK Negeri 4 Dumai City in mid-July 2023. At the end of the service activity, a kind of evaluation was carried out via a Google form aimed at seeing feedback from participants. As a result, their understanding increased regarding ideology and the practice of Pancasila values, which was seen from the 90% correct answers to the questions given about the material.
SOSIALISASI DAN PENANAMAN MANGROVE DI SULAWESI TENGGARA S. Hafidhawati Andarias; La Aba; Fahmil Ikhsan Taharu; Jumiati Jumiati; Yanti Yanti; Asraf Tamsara Badaraf; Mila Hartati; Jamaludin Jamaludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15880

Abstract

Abstrak: Mangrove atau hutan bakau sangat penting dalam hal ekologi dan keanekaragaman hayati dengan manfaat seperti perlindungan garis pantai, tempat pembibitan biota laut, serta menangkap dan menyimpan karbon. Hutan bakau dapat hilang akibat gangguan antropogenik dan variasi lingkungan. Upaya rehabilitasi hutan bakau dapat mengembalikan berbagai fungsinya terutama bagi wilayah pesisir. Di Desa One Waara, pemukiman warganya memanjang di sepanjang garis pantai dengan kondisi tanaman bakau yang kurang terawat bahkan terdapat lokasi yang hampir tidak ditemukan bakau di pesisir pantainya. Hal ini tentu sangat mengkawatirkan karena ketiaadaan fungsi hutan bakau bagi daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya peranan mangrove sehingga dapat berpartisipasi dalam penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaannya. Kegiatan ini melibatkan 34 mahasiswa dan dosen program studi pendidikan biologi, 15 mahasiswa KKA UM. Buton serta 43 orang warga Desa One Waara sebagai mitra. Pelaksanaannya meliputi: sosialisasi, penanaman, pemeliharaan mangrove, dan evaluasi secara lisan dan tulisan melalui wawancara dan kuesioner. Evalusi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dari 74% menjadi 87,4%. Wujud kesadaran dan kepedulian masyarakat terlihat dari partisipasinya dalam kegiatan ini.Abstract: Mangroves are important for ecology and biodiversity, with benefits such as shoreline protection, marine life nursery, and carbon capture and storage. Mangrove forests can be lost due to anthropogenic disturbances and environmental variations. Mangrove forest rehabilitation efforts can restore its various functions, especially in coastal areas. In One Waara Village, settlements extend along the coastline with less well-maintained mangroves, and there are even locations where there are almost no mangroves on the coastline. This is certainly very concerning because of the absence of mangrove forest functions in the area. The purpose of this activity is to raise public awareness about the important role of mangroves so that they can participate in planting, maintaining, and managing them. This activity involved 34 students and lecturers of the biology education study programme, 15 Community Service Program of UM. Buton, and 43 villagers of One Waara village community as partners. The implementation includes socialisation, planting, mangrove maintenance, and verbal dan written evaluation through interviews and questionnaires. The evaluation showed an increase in community understanding from 74% to 87.4%. Community awareness and concern can be seen from their participation in this activity.
PENGUATAN KETERAMPILAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA UNTUK KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA Syifa Saputra; Reza Fahmi; Ajmir Akmal; Sri Wahyuni; Sayed Ahmad Zaki Yamani; Nuraida Nuraida; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17176

Abstract

Abstrak: Permasalahan: (1) 60% masyarakat masih melakukan pemburuan satwa liar; (2) 55% masyarakat masih melakukan penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat; (3) 75% LPHD dan masyarakat belum memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) 100% belum adanya perencanaan pengembangan wisata alam; dan (5) 60% masyarakat masih belum memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekowisata alam yang akan direncanakan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatan sumber daya manusia dalam mengelola hutan dan ekowisata alam Puncak Gunung Geurudong. Metode yang digunakan adalahpemberian pelatihan peningkatan keterampilan pengelola hutan desa dalam mengelola ekowisata alam puncak gunung Geurudong kepada 25 anggota LPHD. Dengan menggunakan metode retrospektif (before-after), hasil dari pengabdian adalah (1) 100% masyarakat sudah tidak melakukan pemburuan satwa liar dan melarang orang-orang dari luar desa untuk melakukan pemburuan satwa liar; (2) 75% masyarakat sudah tidak melakukan penebangan liar; (3) 90% LPHD dan masyarakat sangat memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) perencanaan pengembangan wisata alam hampir rampung 50%; dan (5) 75% masyarakat memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekwisata alam yang akan direncanakan.Abstract: Problems: (1) 60% of the community still hunts wildlife; (2) 55% of people still do illegal logging carried out by the community; (3) 75% of LPHD and the community do not understand their respective functions and duties; (4) 100% there is no natural tourism development planning; and (5) 60% of the community still does not understand the added value of forest products and natural ecotourism that will be planned. Community service activities aim to increase human resources in managing forests and natural ecotourism at Geurudong Mountain Peak. The method used is the provision of training to improve the skills of village forest managers in managing the natural ecotourism of Geurudong Mountain Peak to 25 LPHD members. By using the retrospective method (before-after), the results of the service are (1) 100% of the community has not hunted wildlife and prohibited people from outside the village from hunting wildlife; (2) 75% of the community has not conducted illegal logging; (3) 90% of LPHD and the community fully understand the functions and duties of each; (4) planning for the development of nature tourism is almost 50% complete; and (5) 75% of the community understands the added value of forest products and nature tourism that will be planned.
PENDAMPINGAN PENGUKURAN PROFILE BEBAN LISTRIK DI GEDUNG PUSAT BELANJA Ruliyanta Ruliyanta; Wismanto Setyadi; Muhammad Al Fauzi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16480

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini dilakukan pasca Pandemi COVID-19 di Indonesia. Dampak Pandemi COVID-19 di Indonesia secara signifikan sangat mengganggu ekonomi di Indonesia, pusat belanja banyak ditinggalkan konsumen dalam hal ini penyewa toko. Saat ini, gedung mulai beroperasi secara normal. Tentunya terjadi perubahan profile energi sebelum dan pasca terjadi pandemi. Profile energi diperlukan untuk melihat indeks konsumsi energi (IKE). Kegiatan pendampingan pengukuran beban listrik ini bertujuan untuk melihat profile konsumsi energi dan analisisnya menghasilkan nilai IKE. Hasil pendampingan berjalan dengan lancar atas 15 orang teknisi secara bergilir. Metode pendampingan dalam kegiatan ini berupa arahan teknis dan klasifikasi pengukuran beban listrik bangunan berdasarkan kelompok profile konsumsi energi. Hasil pendampingan berupa profile konsumsi energi. Hasilnya terjadi anomali dimana konsumsi energi untuk sistem AC yang digunakan hanya 48 %, sedangkan nilai rata-rata di pusat perbelanjaan di Indonesia adalah 62,9 %. Besarnya listrik yang dijual kembali kepada tenant mencapai 37 %, selebihnya digunakan untuk mendukung fasilitas gedung lainnya. Kegiatan ini juga menghasilkan analisis IKE sebesar 17,46 kWh/bulan/m2 atau setara dengan 209,47 kWh/m2/tahun untuk nilai GFA (Gross Floor Area).Abstract: This activity was carried out after the COVID-19 Pandemic in Indonesia. The impact of the COVID-19 Pandemic in Indonesia has significantly disrupted the economy in Indonesia; many shopping centers have been abandoned by consumers, in this case, shop tenants. Currently, the building is starting to operate normally. Of course, there was a change in the energy profile before and after the pandemic. The energy profile is needed to see the energy consumption index (IKE). This assistance activity aims to see the energy consumption profile and its analysis to produce an IKE value. The results of the assistance went smoothly for 15 engineer. The assistance method in this activity is in the form of technical directives and classification of building electrical load measurements based on load group profiles. The assistance results in the form of an energy consumption profile. The result is an anomaly where the energy consumption for the AC system used is only 48 %, while the average value in shopping centers in Indonesia is 62.9 %. The amount of electricity resold to tenants reaches 37 %, and the rest is used to support other building facilities. This activity also resulted in an IKE analysis of 17.46 kWh/month/m2, or the equivalent of 209.47 kWh/m2/year, for the GFA (Gross Floor Area) value.
PENGELOLAAN ASESMEN DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA SEKOLAH PENGGERAK DI KABUPATEN SUMBA TIMUR NTT Engelbertus Nggalu Bali; Felisitas Ndeot; Angelikus Nama Koten; Kristin Margiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15183

Abstract

Abstrak: Mitra program sekolah penggerak masih belum memahami secara utuh dan maksimal terkait dengan pengelolaan asesmen dalam kurikulum merdeka belajar. Hal ini terkonfirmasi juga di dalam kegiatan Project Management Office (PMO) level sekolah yang dilakukan setiap bulan. Kegiatan PMO bertujuan untuk memantau progres dan keberlanjutan satuan. Kegiatan lokakarya ini bertujuan memaksimalkan pemahaman pendidik PAUD terkait dengan pengelolaan asesmen dalam kurikulum merdeka. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah lokakarya dengan jumlah mitra 19 orang yang terdiri dari orang 6 kepala sekolah dan 13 orang guru di kabupaten Sumba Timur. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil lokakarya, maka dengan demikian dapat digambarkan bahwa, 63,25% pemahaman guru dan kepala sekolah baik. Artinya bahwa, kepala sekolah dan guru, sudah menerapkan asesmen dengan melakukan pengembangan terhadap contoh dari kemendikbud sesuai kebutuhan anak. Selanjutna, 31.6% pemahaman kepala sekolah dan pendidik sudah baik. Artinya bahwa, kepala sekolah dan guru sudah melakukan perombangan terhadap asesmen mengikuti contoh dari kemendikbud sesuai dengan kebutuhan anak.Abstract: The driving school program partners still do not fully and optimally understand the management of assessments in the independent learning curriculum. This was also confirmed in the school-level Project Management Office (PMO) activities which are conducted every month. PMO activities aim to monitor the progress and sustainability of the unit. This workshop activity aims to maximize the understanding of PAUD educators related to the management of assessments in the independent curriculum. The method used in carrying out this community service activity was a workshop with 19 partners consisting of 6 school principals and 13 teachers in East Sumba district. Evaluation was carried out using observation and interviews. Based on the results of the workshop, it can be described that 63.25% of teachers and principals understand well. This means that school principals and teachers have implemented assessments by developing examples from the Ministry of Education and Culture according to children's needs. Furthermore, 31.6% understanding of school principals and educators is good. This means that school principals and teachers have made changes to the assessment following the example of the Ministry of Education and Culture according to the needs of the child.
PENERAPAN MODEL ECOLITERACY BAGI ANGGOTA KOMUNITAS TAMAN BACA KABUPATEN TEGAL Iin Indrayanti; Hana Yulinda Fithriyani; Adi Kuntoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17180

Abstract

Abstrak: 12,78% dari total penduduk usia produktif atau 2,4 juta penduduk di Jawa Tengah mengalami buta huruf, khususnya di Kabupaten Brebes, Tegal, Pati, Cilacap dan Pemalang. Taman Baca Saroja hadir sebagai bentuk inisiatif yang ingin memberikan kontribusi dan inovasi sosial yang bergerak di bidang literasi, Tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini adalah mengenalkan Bahasa Inggris sekaligus berupaya untuk meningkatkan jumlah kosa kata baru, kemampuan mengenal metode menggambar sketsa, serta kemampuan mengambil gambar menggunakan android dengan melibatkan 75 peserta anggota Taman Baca Saroja. Kegiatan dilakukan secara serentak di 3 (tiga) ruang kelas berbeda dalam bentuk pelatihan Bahasa Inggris, menggambar, dan fotografi. Selain diberikan sesi pelatihan bagi peserta, evaluasi pun dilakukan melalui pemberian angket kepada pengelola, pihak sekolah dan beberapa perwakilan peserta lainnya. Hasilnya, jumlah kosa kata meningkat 60% disertai ejaan yang sesuai, disertai pemahaman berbagai rambu peringatan, kemampuan menggambar sketsa meningkat 40% dan menghasilkan foto estetik dengan peningkatan rata-rata sebesar 60%.Abstract: 12.78% of the total productive age population or 2.4 million people in Central Java are illiterate, especially in Brebes, Tegal, Pati, Cilacap and Pemalang districts. Taman Baca Saroja is present as a form of initiative that wants to contribute and social innovation in the field of literacy. The purpose of the implementation of this Community Service is to introduce English while trying to increase the number of new vocabulary, the ability to recognize sketch drawing methods, and the ability to take pictures using android by involving 75 participants of Taman Baca Saroja members. Activities were carried out simultaneously in 3 (three) different classrooms in the form of English, drawing, and photography training. In addition to providing training sessions for participants, an evaluation was carried out by giving questionnaires to managers, school officials and several other participant representatives. As a result, the number of vocabulary increased by 60% accompanied by appropriate spelling, accompanied by understanding of various warning signs, the ability to draw sketches increased by 40% and produce aesthetic photos with an average increase of 60%.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR Saleh Haji; Yumiati Yumiati; Zamzaili Zamzaili
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16697

Abstract

Abstrak: Perangkat pembelajaran berperan penting bagi terselenggaranya pembelajaran yang berkualitas. Perangkat pembelajaran berbasis problem based-learning (PBL) mempermudah guru dalam menerapkan PBL dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman guru tentang perangkat pembelajaran berbasis PBL di SD. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif. Peserta pelatihan sebanyak 21 orang guru SDN 09 Kota Bengkulu. Evalusi kegiatan pelatihan menggunakan pretes, postes, dan angket. Hasil pelatihan sebagai berikut: (1) Terjadi peningkatan kemampuan pemahaman guru-guru SDN 09 Kota Bengkulu tentang perangkat pembelajaran berbasis PBL setelah dilakukan pelatihan interaktif sebesar 0,58 (58%) terdiri atas: a) Peningkatan perangkat pembelajaran sebesar 0,34 (34%) (bahan ajar 0,13 (13%), media pembelajaran 0,56 (56%), silabus 0,41 (41%), instrumen penilaian 0,47 (47%) dan b) Peningkatan kemampuan pemahaman problem based-learning sebesar 0,41 (41%). Respon siswa terhadap kegiatan pelatihan adalah sangat baik dengan skor 4,6 (skala likert 1-5). Hasil pelatihan sangat bermanfaat bagi guru-guru SDN 09 kota bengkulu dalam melaksanakan tugas sehari-hari di kelas..Abstract: Learning devices play an important role in the implementation of quality learning. Problem-based learning (PBL)-based learning tools make it easier for teachers to apply PBL in achieving learning objectives. This training aims to increase elementary school teachers' understanding of PBL-based learning tools. The method used is interactive training. The training participants were 21 teachers at SDN 09 Bengkulu City. Evaluation of training activities using pre-test, post-test, and questionnaires. The results of the training are as follows: (1) There was an increase in the understanding ability of teachers of SDN 09 Bengkulu City about PBL-based learning tools after interactive training by 0.58 (58%), which consisted of a) Increased learning tools 0.34 (34%), teaching materials 0.13 (13%), learning media 0.56 (56%), syllabus 0.41 (41%), assessment instruments 0.47 (47%) and b) Increased learning problem-based understanding skills by 0.41 (41%). The student response to the training activities was excellent, with a score of 4.6 (Likert scale 1-5). The training results were beneficial for SDN 09 Bengkulu City teachers in carrying out their daily assignments in class.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENGELOLAAN KULIT KAYU MANIS SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN KOMPLEMENTER Ana Majdawati; Eti Poncorini Pamungkasari; Ivanna Beru Brahmana; Inayati Inayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16089

Abstract

Abstrak: Kulit kayu manis (Cinnamon bark) mempunyai khasiat bagi kesehatan, khususnya sebagai antibakteri, antidiabetik, antihipertensi, antiinflamasi yang penyakitnya sering menyerang masyarakat. Kulit kayu manis sering digunakan sebagai penyedap dan pengharum masakan. Pengetahuan khasiat kulit kayu manis penting diberikan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan remaja putri karena mereka yang menyediakan masakan di keluarganya. Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan pengetahuan khasiat, penyimpanan dan cara pengolahan kulit kayu manis kepada kelompok ibu-ibu dan remaja putri “Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Ngawen, Klaten yang berjumlah 30 orang. Metode pengabdian masyarakat terdiri tiga tahap: (1) Sosialisasi; (2) Meningkatkan pengetahuan peserta dengan metode ceramah, focus group discussion, brain storming dan diskusi; (3) Pembentukan kader kesehatan. Evaluasi pengabdian masyarakat dengan pretest dan post-test, dengan hasil pretest 56,7 post test 65 yang menunjukkan peningkatan yang kurang signifikan. Hasil konfirmasi dari penilaian pengetahuan dari diskusi Focus Group discussion menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang cukup baik. Mereka dapat menjelaskan tentang khasiat kulit kayu manis, cara pengolahan , penyimpanan dengan lengkap dan jelas. Mereka juga dapat menjelaskan tugas dan fungsi kader, serta manfaat kader sebagai mediator Kesehatan bagi masyarakat.Abstract: Cinnamon bark (Cinnamon bark) has properties for health, especially as an antibacterial, antidiabetic, antihypertensive, anti-inflammatory whose disease often attacks the community. Cinnamon bark is often used as a flavoring and cooking fragrance. Knowledge of the benefits of cinnamon bark is important for the community, especially mothers and young women because they are the ones who prepare food for their families. The purpose of this community service is to provide knowledge on the efficacy, storage and method of processing cinnamon bark to a group of women and young women "Aisyiyah and Nasyiatul 'Aisyiyah Ngawen, Klaten, totaling 30 people. The community service method consists of three stages: (1) Increasing the participants' knowledge with the lecture method; (2) Doing brainstorming and discussion; (3) Formation of health cadres. Evaluation of community service with pretest and post-test, with pretest results of 56.7 posttest 65 which showed a less significant increase. The results of the confirmation of the knowledge assessment from the Focus Group discussion showed a fairly good increase in the knowledge of the participants. They can explain the benefits of cinnamon bark, how to process it, how to store it completely and clearly. They can also explain the duties and functions of cadres, as well as the benefits of cadres as health mediators for the community.