cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PELATIHAN BERBICARA MONOLOG BAHASA INGGRIS DAN PENGENALAN KEWIRAUSAHAAN DI TINGKAT SMA Paskalina Widiastuti Ratnaningsih; Johni Paul Karolus Pasaribu; Herry Mulyono; Effiyaldi Effiyaldi; Eddy Suratno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16570

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris dalam bentuk berbicara monolog bahasa Inggris dan pelatihan pengenalan kewirausahaan. Pelatihan ini penting dilaksanakan sehingga siswa/i memiliki keterampilan bahasa Inggris dan pengetahuan kewirausahaan sebagai persiapan ke perguruan tinggi atau bekerja. Metode pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan pelatihan. Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah SMA PGRI 2 Kota Jambi. Peserta pelatihan adalah 83 siswa/i kelas XI SMA. Evaluasi pelatihan dilaksanakan dengan memberikan kuesioner tertutup baik untuk pelatihan bahasa Inggris maupun pelatihan kewirausahaan. Hasil dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbicara monolog bahasa Inggris dengan rata-rata 3,50 dari skala 5. Selain itu, terdapat pula peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan aspek-aspek berwirausaha dengan rata-rata 4,05 dari skala 5..Abstract: The aim of this community service is to deliver English training in the form of speaking English monologue and training of entrepreneurship. This training is important to be conducted so the students have English skill and entrepreneurship knowledge as the preparation to university or for working. The method of this community is training. This community service was conducted in SMA PGRI 2 Kota Jambi. The participants were 83 students of grade XI senior high school. Training evaluation was conducted by distributing closed-ended questionnaire for both English training and entrepreneurship training. The results of this training were the improvement of knowledge and English monologue speaking skill with an average of 3,50 out of 5 scale.. Furthermore, there was also improvement of knowledge and understanding of entrepreneurship aspects with an average of 4,05 out of 5 scale.
PROGRAM TRIPLE C (CLIMATE CHANGE CLASS) UNTUK PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN BAGI ANAK Uni W. Sagena; Sarrah Nur Azizsyah; Ocxynuel Panjaitan; Masjaya Masjaya; M. Hasyim M.; Mohd. Dino Khairri Sharifuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15756

Abstract

Abstrak: Perubahan iklim masih menjadi pembicaraan secara global. Perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia membawa perubahan bagi berbagai sektor terutama Perubahan iklim di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, PPU, Kalimantan Timur. Sebagai generasi yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus penerus pembangunan bangsa ini, sudah seharusnya anak-anak memiliki kesadaran lingkungan untuk mengantisipasi perubahan iklim yang dapat berdampak kepada masyarakat dan lingkungan mereka berada. Disitulah dibutuhkan peran edukasi dan literasi lingkungan mempersiapkan masa depan anak-anak untuk menghadapi perubahan iklim. Program kerja Triple C (Climate Change Class) bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan pengetahuan melalui kelas peduli perubahan iklim untuk memberikan pendidikan sejak dini mengenai dampak-dampak perubahan iklim. Metode pembelajaran yang dilakukan ialah ceramah, penampilan vidio, dan diskusi bebas dengan sasaran pelajar kelas VI di SDN 014 Sepaku yang berada di ring 1 kawasan Nol Kilometer IKN Nusantara, selain itu, dilakukan juga review time sebagai metode evaluasi. Dalam kegiatan pengabdian ini, program Triple C berjalan dengan sukses dan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai perubahan iklim sebesar 78.5% yang dilihat melalui hasil review time yang dilakukan pada agenda akhir.Abstract: Climate change is still a global conversation. The transfer of the capital city to Ibu Kota Nusantara (IKN) brings changes to various sectors, especially climate change in Pemaluan village, Sepaku district, PPU, East Kalimantan. As the generation that is most vulnerable to the effects of climate change, as well as the successor of this nation's Development, children should have environmental awareness to anticipate climate change that can have an impact on society and the environment they are in. That's where the role of environmental education and literacy is needed to prepare children's future to face climate change. The Triple C (Climate Change Class) work program aims to instill awareness and knowledge through climate change care classes to provide early education about the impacts of climate change. The learning methods used are lectures, video performances, and free discussion with the target of class VI students at SDN 014 Sepaku which is in ring 1 of the Zero Kilometer IKN Nusantara area, besides that, review time is also carried out as an evaluation method. In this community service activity, the Triple C program ran successfully and was successful in increasing children's knowledge about climate change by 78.5% as seen through the results of the review time conducted at the final agenda.
EDUKASI PERAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DARI MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN MASA MENYUSUI Mahmudah Tri Widiastuti; Noviyati Rahardjo Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17087

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan malnutrisi kronis yang bisa menyebabkan gangguan kemampuan perkembangan, kognitif serta kesejahteraan jangka panjang. Salah satu penyebab kasus stunting adalah perilaku kesehatan selama kehamilan sampai menyusui. Tujuan kegiatan ini adalah salah satu upaya optimalisasi perilaku positif dalam bidang kesehatan dengan peningkatan pengetahuan dan peran ibu hamil dalam pencegahan stunting selama masa kehamilan sampai dengan masa menyusui. Metode dari kegiatan ini berupa seminar yang didalamnya terdapat pemberian materi oleh pakar. Mitra yang menjadi sasaran adalah ibu hamil di Kota Salatiga sejumlah 33 orang. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah kegiatan, dimana nilai rerata pretest adalah 6,93 dan posttest adalah 8,90.Abstract: Stunting is chronic malnutrition that can cause impaired developmental abilities, cognitive abilities and long-term well-being. One of the causes of stunting cases is health behavior during pregnancy and breastfeeding. The purpose of this activity is one of the efforts to optimize positive behavior in the health sector by increasing the knowledge and role of pregnant women in preventing stunting during pregnancy and breastfeeding. The method of this activity is in the form of a seminar in which there is the provision of material by experts. Partners who were targeted were pregnant women in the city of Salatiga, a total of 33 people. The results achieved were an increase in the knowledge of pregnant women after the activity, where the mean value of the pretest was 6.93 and the posttest was 8.90.
PEMENUHAN KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH ALAM DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN SISTEM PEMANTAUAN KOLOM IKAN DI BEBERAPA TITIK BERBASIS IOT Istiqomah Istiqomah; Arif Abdul Aziz; Achmad Rizal; Muhammad Fahriza Bahrudin; Soediponegoro Soediponegoro; Azriansyah Azriansyah; Achmad Ibnu Abas; Muhammad Yusuf Salman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16318

Abstract

Abstrak: Di sekolah alam process pembelajaran mengedepankan interaksi dengan alam. Terkadang sekolah alam memiliki beberapa fasilitas sebagai media pembelajaran yang berhubungan dengan alam seperti kolam. Tidak terkecuali di Sekolah Alam Gaharu sebagai mitra di pengambdian masyarakat ini. Sekolah Alam Gaharu yang memiliki beberapa kolam ikan yang digunakan untuk fasilitas observasi alam. Untuk mempermudah fasilitas tersebut digunakan sebagai media pembelajaran, Sekolah Alam Gaharu membutuhkan satu sistem pemantauan semua kolam dan media belajar. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkan satu sistem pemantauan kolam ikan dibeberapa titik untuk parameter keasaman dan temperature air kolam yang terintegrasi oleh satu sistem IoT. Sistem yang diterapkan sebagai solusi di Sekolah Alam Gaharu adalah dua sensor node yang digunakan untuk mengakuisisi data PH dan temperatur dan satu sistem gateway sebagai sistem integrasi kedalam satu sistem IoT. Kemudia semua parameter PH dan temperatur kolam dapat dipantau di aplikasi android. Untuk mengetahui apakah sistem berjalan sesuai kebutuhan Sekolah Alam Gaharu, dilakukan survei umpan balik ke guru sekolah tersebut. Dari Umpan balik yang dilakukan ke lima belas guru, didapatkan respon bahwa seluruh guru sangat setuju bahwa semua komponen sistem yang telah diimplementasikan sangat membantu dalam process pembelajaran. Seluruh responden menyatakan sangat setuju 100% bahwa sistem mampu membantu process pembelajaran di Sekolah Alam Gaharu. Abstract: In natural schools, the learning process emphasizes interaction with nature. Sometimes natural schools have several facilities as learning media related to nature, such as ponds. Gaharu Natural School is no exception as a partner in this community service. Gaharu Nature School has several fish ponds used as natural observation facilities. Gaharu Natural School requires a monitoring system for all ponds and learning media to make it easier for these facilities to be used as learning media. Therefore, to meet these needs, a fish pond monitoring system has been developed at several points for the parameters of acidity and pond water temperature, which are integrated by an IoT system. The system implemented as a solution at the Gaharu Natural School is two sensor nodes used to acquire PH and temperature data and a gateway system as an integration system into an IoT system. Then all PH and pool temperature parameters can be monitored in the Android application. A feedback survey was conducted on the school's teachers to determine whether the system is running according to the needs of the Gaharu Natural School. From the feedback provided to the fifteen teachers, the responses were obtained that all teachers strongly agreed that all the components of the system that had been implemented were very helpful in the learning process. All respondents strongly agreed 100% that the system could assist the learning process at Gaharu Natural School. 
AKSI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA BUDAYA PADA PERMUKIMAN TRADISIONAL Wahyuni Purnami; Wigbertus Gaut Utama; Fabianus Gangkur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17232

Abstract

Abstrak: Perubahan iklim telah menyebabkan menurunnya produktivitas pertanian masyarakat perdesaan. Hal ini perlu disikapi dengan menentukan alternatif pendapatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah melalui pengembangan desa wisata berbasis budaya. Inovasi tersebut perlu dilakukan dengan menyiapkan generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai budaya. Kegiatan pelatihan torok pada kelompok anak di Desa Golo Wua bertujuan meningkatkan keterambilan keterampilan torok pada anak-anak untuk menunjang proses internalisasi dan pelestarian nilai-nilai budaya. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kelompok minat budaya anak di Desa Golo Wua yang dapat menunjang terbentuknya desa wisata budaya di kemudian hari. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kepada 20 orang anak di Desa Golo Wua. Keberhasilan kegiatan ini diamati melalui kemampuan yang dialami peserta pelatihan dampingan serta bentuk-bentuk komitmen yang muncul pada komunitas masyarakat di lokasi kegiatan. Hasil Hasil kegiatan menunjukkan 100% peserta kegiatan memiliki keterampilan adanya kemampuan dan keterampilan peserta kegiatan dalam melakukan torok. Selain itu, terbentuk pula kelompok minat budaya anak di Desa Golo Wua atas inisiatif tokoh masyarakat sebagai bentuk komitmen komunitas masyarakat untuk keberlanjutan program..Abstract: Climate change has led to a decline in agricultural productivity in rural communities. This needs to be addressed by identifying alternative sources of income for the community. One of them is the development of culture-based tourism villages. The innovation needs to be done by preparing the younger generation in preserving cultural values. Torok training activities for children's groups in Golo Wua village aim to improve children's torok skills to support the process of internalizing and preserving cultural values. In addition, this service aims to form a children's cultural interest group in Golo Wua Village that can support the formation of a cultural tourism village in the future. This activity was carried out in the form of training for 20 children in Golo Wua Village. The success of this activity is observed through the skills of the trained participants and the forms of commitment that emerge in the community at the site of the activity. The results of the activity showed that 100% of the participants had the skills to perform Torok. In addition, a children's cultural interest group was formed in Golo Wua village at the initiative of community leaders as a form of community engagement for program sustainability.
PELATIHAN GAMBAR TEKNIK STANDAR ISO MENGGUNAKAN SOLIDWORKS BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Thoharudin Thoharudin; Cahyo Budiyantoro; Sunardi Sunardi; Muhammad Budi Nur Rahman; Yudha Anugrah Kusuma Fitroh; J. Wawan Joharwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15387

Abstract

Abstrak: Gambar teknik merupakan salah satu kompetensi yang penting dimiliki oleh lulusan sekolah kejuruan, khususnya SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. Sekolah kejuruan tersebut memiliki lima program keahlian, salah satunya adalah teknik permesinan; di mana, kompetensi gambar teknik standar ISO sangat diperlukan agar desain yang digambar dapat diterjemahkan dengan benar dalam proses manufaktur sehingga tidak terjadi kesalahan baik dalam bentuk, dimensi, toleransi, maupun proses permesinannya pada benda kerjanya. Selain itu, kompetensi penggunaan Solidworks sebagai software CAD yang banyak digunakan di industri juga tidak kalah penting dalam desain. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi gambar teknik standar ISO menggunakan Soliworks pada guru-guru SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. Kegiatan ini melibatkan 12 guru yang dilakukan dengan pelatihan selama tiga hari. Untuk mengevaluasi dampak kegiatan, dilakukan pretest dan post test sehingga hasil dari pelatihan tersebut dapat diukur. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa kompetensi gambar teknik standar ISO dengan Solidworks guru-guru SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara meningkat sebesar 67,1%.Abstract: Technical drawing is an essential skill possessed by graduates of vocational institutions, particularly SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. The vocational school offers five expertise programs, one of which is mechanical engineering, which requires proficiency with ISO standard technical drawings so that the designs drawn can be translated accurately in the manufacturing process, preventing errors in the workpiece's shape, dimensions, tolerances, or machining process. In addition, the ability to use the CAD software Solidworks, which is extensively used in industry, is of equal importance in design. The objective of this activity is to enhance the technical drawing skills of SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara teachers using Soliworks. This activity involved twelve educators who received three days of training. To evaluate the impact of the activity, a pre- and post-test were administered so that the training's effects could be measured. The results of this training indicated a 67.1% increase in the competence of instructors at SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara in producing ISO-standard technical drawings using Solidworks.
PELATIHAN MICROSOFT OFFICE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BAGI KADER DAN MASYARAKAT Aldi Bhanu Azhar; Echa Triansah Putri; Muhammad Faris Fikri; Ibnu Fajar Assyukron; Dairoh Dairoh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15589

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan software Microsoft Word dan Excel sangat membantu dalam pengolahan kata dan angka seperti surat menyurat, pembuatan tabel, daftar gambar, pelaporan keuangan dan lain sebagainya. Fitur yang ada di dalam Microsoft Word dan Excel memberikan kemudahan kepada penggunanya. Faktanya banyak yang belum mengenal kegunaan dari Microsoft Word dan Excel. Khususnya Kader PKK dan masyarakat Desa Munjungagung Tegal yang masih melakukan pendataan secara manual atau tertulis. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan softskill kaitannya pengetahuan dan pemahaman Microsoft office sehingga dapat memudahkan kinerja Kader PKK dan masyarakat Desa Munjungagung Tegal dengan memanfaatkan Microsoft Word dan Excel. Metode PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) ini berupa sosialisasi dengan tahapan survei, pendataan peserta, penyusunan program, pemberian materi, pelatihan dan tanya jawab serta dilakukan pre-test dan post-test unruk evaluasi kegiatan. Pengabdian berlangsung selama 4 hari, dengan peserta 16 orang. Hasil evaluasi PPM menunjukkan bahwa peserta telah mengetahui dan dapat mengoperasikan Microsoft Word dan Excel secara tepat, dari 16 peserta diperoleh 88% dapat memahami penggunaan Microsoft Word dan Excel dengan baik.Abstract: The use of Microsoft Word and Excel software is very helpful in processing words and numbers such as correspondence, making tables, lists of figures, financial reporting and so on. The features in Microsoft Word and Excel make it easy for users. The fact is that many are not familiar with the use of Microsoft Word and Excel. Especially PKK cadres and the people of Munjungagung Tegal Village who are still collecting data manually or in writing. This service aims to improve soft skills related to knowledge and understanding of Microsoft office so that it can facilitate the performance of PKK Cadres and the people of Munjungagung Tegal Village by utilizing Microsoft Word and Excel. The PPM (Community Service) method is in the form of socialization with survey stages, participant data collection, program preparation, material provision, training and question and answer as well as pre-test and post-test for activity evaluation. The service lasted for 4 days, with 16 participants. The results of the PPM evaluation showed that the participants knew and could operate Microsoft Word and Excel properly, out of 16 participants, 88% were able to understand the use of Microsoft Word and Excel well.
PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR PERKEBUNAN Fani Ardiani; Githa Noviana; Sri Gunawan; Purwadi Purwadi; Idum Satia Santi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19317

Abstract

Abstrak: Kelapa sawit merupakan sumber biomassa terbesar di Indonesia yang memberikan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi dan budaya masyarakat sekitar perkebunan. Selain menghasilkan minyak sawit, tanaman kelapa sawit juga menghasilkan limbah pelepah, dan dedaunan yang melimpah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, meningkatkan softskill, maupun hardskill kepada 15 orang masyarakat sekitar kebun kelapa sawit tentang pemanfaatan limbah pangkasan kelapa sawit menjadi lidi untuk digunakan sehari-hari maupun dijual sebagai penambah pendapatan rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan diawali dari survey, diskusi, koordinasi, penyampaian materi, praktek pembuatan lidi, penghitungan potensi lidi, dan potensi pendapatan dari penjualan lidi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta termotivasi karena ditemukan bahwa kategori lidi pada praktek masuk ke dalam kategori lidi super untuk pasar ekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi. Estimasi pendapatan masyarakat dari penjualan lidi adalah sebesar Rp 136.080 – 226.800 per ha per bulan. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat sekitar kebun sebesar 80% dalam pengelolaan limbah pelepah kelapa sawit menjadi lidi dan mengelola lidi tersebut sesuai standar penjualan lidi ekspor. Softskill tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyakarat apabila mereka menekuni kegiatan ini dengan maksimal. Selain penambahan pendapatan secara perorangan, masyarakat juga dapat membentuk sentra lidi baru Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Palalawan.Abstract: Palm oil is the largest source of biomass in Indonesia, which positively impacts the social, economic and cultural aspects of communities around plantations. Apart from producing palm oil, palm oil plants also produce abundant waste from fronds and leaves. This activity aims to provide information on soft skills and hard skills to 15 people around oil palm plantations about the use of oil palm trimming waste into sticks for daily use or sale to increase household income. Implementation of activities begins with surveys, discussions, coordination, delivery of material, the practice of making sticks, calculating the potential of sticks, and potential income from selling sticks. The activity results showed that participants were motivated because it was found that the stick category, in practice, was included in the super stick category for the export market and had a high selling value. The estimated community income from selling sticks is IDR 136,080 – 226,800 per ha per month. This service activity has provided knowledge and motivation to the community around the plantation by 80% in managing oil palm frond waste into sticks and managing the sticks according to export stick sales standards. These soft skills will increase people's income if they pursue this activity to the maximum. Apart from increasing individual income, the community can also form a new stick centre in Kesuma Village, Pangkalan Kuras District, Palalawan Regency.
OPTIMALISASI PROGRAM TELE-EXERCISE DAN GIZI DI FITNESS CENTER TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI, KESEHATAN, KEBUGARAN SERTA PRODUKTIVITAS KARYAWAN Mury Kuswari; Juli Candra; Jerry Maratis; Falik Hutasuhut; Nazhif Gifari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17649

Abstract

Abstrak: Kegemukan merupakan permasalahan yang menyebakan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular serta menurunkan produktivitas pekerja. Terdapat tiga bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu; Peningkatan pelayanan dengan kegiatan merancang program olahraga yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan keterbatasan waktu member untuk berlatih di gym; Bidang kesehatan melakukan pengukuran status gizi dan kebugaran member untuk memberikan gambaran dan membuat program olahraga yang spesifik sesuai dengan kondisi kesehatan member; dan Digital, yaitu dengan menggunakan metode tele-exercise yang memanfaatkan Zoom meeting untuk latihan yang dapat dilakukan darimana saja tanpa harus datang langsung ke fitness center. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tele-exercise member gym. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Fitness center Nevaquit gym di Depok. Sasaran pada kegiatan ini yaitu anggota Nevaquit gym yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang bergerak secara sinergis dan terdiri dari tim multidisiplin. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa semua peserta meningkat pengetahuan dan sikapa terhadap tele-exercise secara signifikan (p<0.05).Abstract: Obesity is a serious problem that increases the risk of various non-communicable diseases and reduces worker productivity. To combat this issue, our team has implemented three activities. Firstly, we designed sports programs that are effective and efficient for gym members who have limited time to train. Secondly, we assess our members' nutritional and fitness status to provide personalized exercise programs according to their health condition. Lastly, we utilize tele-exercise methods through Zoom meetings, enabling gym members to exercise from anywhere without having to be physically present at the gym. Our community service activity is to enhance the knowledge and attitudes of gym members towards tele-exercise. Our community service activity took place at the Nevaquit Gym Fitness Center in Depok and targeted 15 gym members. Our multidisciplinary team conducted several stages of this activity, showing significant improvement in participants' knowledge and attitude towards tele-exercise (p<0.05).
PENGUATAN 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Neni Neni; Nisa Khoerunisa; Anissa Permata Sari; Novia Utamirazaayusaputri; Nur Andriansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19342

Abstract

Abstrak: Kelurahan Tamansari merupakan kelurahan yang memiliki kasus stunting di Wilayah kerja Puskesmas Sangkali serta belum dideklarasikan sebagai kelurahan ODF (open defecation free) serta belum dilakukannya pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di sana. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting dan STBM, meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menerapkan 5 pilar STBM sebagai langkah pencegahan stunting. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu (1) koordinasi dengan Posyandu Selakaso; (2 ) persiapan instrumen; (3) pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kegiatan pemicuan dengan melakukan demonstrasi mengenai pencemaran air, mapping pencemaran lingkungan oleh feses manusia, sosialisasi, simulasi cuci tangan; dan (4) evaluasi, pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan yang melibatkan 28 peserta menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebesar 62,04 menjadi 72,92 setelah diberikan intervensi. Terdapat peningkatan proporsi masyarakat yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan sosialisasi, dari 14,8% meningkat menjadi 51,9%. Masyarakat juga menjadi lebih sadar mengenai pentingnya menerapkan 5 pilar STBM dalam rangka mencegah terjadinya stunting.Abstract: Tamansari Village is a village that has cases of stunting in the working area of Sangkali Public Health Center and has not been declared an ODF (open defecation free) village and STBM (Community Based Total Sanitation) has not been triggered there. The aim of this activity was to increase knowledge of community regarding stunting and STBM, increase their awareness of the importance of implementing the 5 pillars of STBM as an effort to prevent stunting. The stages of this community service activity were (1) coordination with Posyandu Selakaso; (2) preparation of instruments; (3) implementation of activities carried out through triggering activities by conducting demonstrations regarding water pollution, mapping of environmental pollution by human feces, socialization, hand washing simulations; and (4) evaluation, filling out pre-test and post-test questionnaires. The results of activities involving 28 participants showed that there was an increase in knowledge scores before being given the intervention from 62.04 to 72.92 after being given the intervention. There was an increase in the proportion of people who had good knowledge after being given socialization, from 14.8% to 51.9%. The public has also become more aware of the importance of implementing the 5 pillars of STBM in order to prevent stunting.