cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENAMBAHAN KEAHLIAN TUKANG BANGUNAN MENGAPLIKASIKAN TEKNOLOGI FEROSEMEN SEBAGAI BENTUK KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Amri Gunasti; Eko Budi Satoto; Abadi Sanosra; Agus Prasetyo Utomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21799

Abstract

Abstrak: Tukang bangunan yang ada di wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangrejo dapat diberdayakan untuk menjadi garda terdepan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang retak akibat gempa bumi. Hal ini dilakukan sebagai strategi dakwah khusus atau strategi dakwah komunitas khususnya pada tukang bangunan. Tukang bangunan yang ada di Wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangrejo memiliki permasalahan yakni belum memiliki keahlian menerapkan teknologi ferosemen yang berbiaya murah serta tahan terhadap gempa bagi rumah yang terbuat dari dinding bata. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah tercapainya tingkat keberdayaan Tukang Bangunan menerapkan teknologi ferosemen pada rumah retak akibat bencana gempa bumi, Solusi yang ditawarkan adalah Solusi 1 yakni bimbingan dan penyuluhan mengenai teknologi ferosemen, solusi 2 yakni simulasi penerapan teknologi ferosemen untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akibat bencana gempa bumi. Mitra yang diukur kemampuannya dalam kegiatan pengabdian ini berjumlah 10 orang. Dalam kegiatan ini ada 6 (enam) Langkah pelaksanaan penerapan Teknologi yang diujikan kepada para peserta. Perbandingan antara pretest dan posttest menunjukkan ada peningkatan kemampuan peserta yang sangat signifikan yakni sebesar 52,5. Secara kategori peningkatan kemampuan ini yang awalnya kurang menjadi sangat baik.Abstract: Builders in the Muhammadiyah Karangrejo Branch Leadership area can be empowered to be at the forefront of rehabilitating and reconstructing houses that were cracked by the earthquake. This is done as a special da'wah strategy or community da'wah strategy, especially for builders. Builders in the Muhammadiyah Karangrejo Branch Leadership Area have the problem of not having the expertise to apply ferrocement technology that is low cost and resistant to earthquakes for houses made of brick walls. The purpose of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) activity is to achieve the level of empowerment of Builders applying ferrocement technology to cracked houses due to earthquake disasters. The solutions offered are Solution 1, namely guidance and counseling on ferrocement technology, solution 2, namely simulation of the application of ferrocement technology for rehabilitation and reconstruction of houses due to earthquake disasters. Comparison between pretest and posttest shows that there is a very significant increase in the ability of participants, namely 52.5. Categorically, the improvement of this ability from poor to very good.
PENINGKATAN KUALITAS, KUANTITAS, DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN BROWNIES DARI TEPUNG MOCAF DI UNIT USAHA BROWNIES SINGKONG KATINENUNG DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK Heni Radiani Arifin; Herlina Marta; Tri Yuliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20610

Abstract

Abstrak: Unit usaha brownies katinenung memiliki permasalahan yaitu terbatasnya pengetahuan CPPB-IRT dan pemasaran online, proses produksi belum maksimal, lingkungan produksi masih kurang memadai, serta desain dan label kemasan kurang menarik dan informatif. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas brownies mocaf katineung melalui peningkatan pengetahuan mengenai CPPB-IRT, diversifikasi produk, pengemasan, dan pemasaran online serta keterampilan dalam pengolahan brownies kering. Mitra kegiatan adalah masyarakat produktif bernama Unit Usaha Brownies Singkong Katineung yang berlokasi di Kec. Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat yang terdiri dari 3 orang mitra. Metode yang digunakan adalah: penyuluhan, praktek dan pendampingan serta hibah peralatan pengolahan. Beberapa kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan berupa sosialisasi CPPB-IRT, diversifikasi produk, pengemasan dan pelabelan, pengujian umur simpan dan nutrition facts, serta hibah bahan dan alat produksi. Sistem evaluasi dilakukan dengan membandingkan persentase hasil pre-tes dan post-tes dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan CPPB-IRT sekitar 80%, diversifikasi olahan brownies sekitar 85%, pengemasan dan pelabelan 82%, serta pemasaran online sekitar 78%. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mitra, perbaikan ruang produksi dan sanitasi sesuai CPPB-IRT, pengujian nutrition facts dan umur simpan, dan peningkatan omzet.Abstract: The Katinenung Brownies business unit has problems, namely limited knowledge of CPPB-IRT and online marketing, the production process is not optimal, the production environment is still inadequate, and the packaging design and labels are less attractive and informative. This program aims to improve the quality and quantity of mocaf katineung brownies by increasing knowledge regarding CPPB-IRT, product diversification, packaging and online marketing as well as skills in processing dry brownies. The activity partner is a productive community called the Katineung Cassava Brownies Business Unit in Kec. Ngamprah, West Bandung Regency, consisting of 3 partners. The methods used are counseling, practice, mentoring, and grants of processing equipment. Several activities to resolve problems include CPPB-IRT socialization, product diversification, packaging and labeling, shelf life testing, nutrition facts, and materials and production equipment grants. The evaluation system compares the percentage of pre-test and post-test results and is presented in graphical form. The results of the service showed that there has been an increase in CPPB-IRT knowledge and skills by around 80%, diversification of processed brownies by around 85%, packaging and labeling by 82%, and online marketing by around 78%. Indicators of the success of this activity were increasing partner knowledge, improving production space and sanitation according to CPPB-IRT, testing nutrition facts and shelf life, and increasing turnover.
PELATIHAN UJI TOURNIQUET TERHADAP KETERAMPILAN KADER KESEHATAN UNTUK DETEKSI DINI DEMAM BERDARAH Rizky Asta Pramestirini; Heny Ekawati; Wahyu Retno Gumelar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19851

Abstract

Abstrak: Penyakit demam berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah penyakit infeksi yang perlu adanya tindakan untuk penyelesaian. Meskipun penyuluhan dan informasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit menular demam berdarah Dengue telah sering dilakukan, namun penyakit ini masih merupakan penyakit yang ditakuti masyarakat karena dapat berakibat fatal yaitu kematian. Kematian akibat penyakit demam berdarah Dengue seringkali terjadi karena keterlambatan masyarakat dalam mengetahui diagnosis penyakit, sehingga penderita terlambat dibawa ke tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kader kesehatan tentang demam berdarah Dengue serta memberikan pelatihan uji tourniquet kepada kader kesehatan. Metode kegiatan berupa ceramah, penyuluhan serta simulasi dan pelatihan. Peserta yang hadir sebanyak 20 orang, yang terdiri dari kader kesehatan yang di dukung oleh Kepala Desa Plosowahyu, dan Bidan Desa. Hasil evaluasi awal (pre-test) menunjukkan bahwa terdapat 80% peserta pengetahuannya buruk dan 60 % pengetahuan baik setelah postes dalam memahami tanda dan gejala awal penyakit demam berdarah Dengue. Hasil ini menunjukkan penyuluhan dan simulasi yang diberikan meningkatkan pengetahuan kader sebesar 55%.Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still an infectious disease problem that requires action to be resolved. Even though counseling and information about the prevention and eradication of the infectious disease Dengue hemorrhagic fever has been frequently carried out, this disease is still a disease that is feared by the public because it can have fatal consequences, namely death. Deaths due to Dengue hemorrhagic fever often occur due to public delays in finding out the diagnosis of the disease, so that sufferers are taken to health services (hospitals) too late. This research aims to determine health cadres' knowledge about Dengue hemorrhagic fever and provide tourniquet test training to health cadres. Activity methods include lectures, counseling as well as simulations and training. There were 20 participants who attended, consisting of health cadres supported by the Head of Plosowahyu Village, and the Village Midwife. The results of the initial evaluation (pre-test) showed that 80% of participants had poor knowledge and 60% had good knowledge after the post-test in understanding the early signs and symptoms of Dengue hemorrhagic fever. Apart from that, most participants did not know how to carry out a tourniquet test. After being given counseling and tourniquet test simulations, there was a significant change where the cadres came to know and understand about Dengue hemorrhagic fever and simple early detection methods that can be done before referring sufferers to health services.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA MINIMARKET LOKAL KOTA SURAKARTA Liana Mangifera; Candra Kusuma Wardana; Nova Azaria Maharani; Lisnawati Lisnawati; Ahmad Irfan Indrajaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25376

Abstract

Abstrak: Penyusunan laporan keuangan menjadi salah satu aspek yang krusial dalam pengelolaan bisnis. Sayangnya, masih terdapat banyak toko ritel di Indonesia yang belum mampu melakukan pencatatan hingga pelaporan keuangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berupa hardskill dalam melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan. Mitra pengabdian adalah karyawan Toko Surya Mart yang berjumlah 2 orang. Toko Surya Mart merupakan toko ritel modern yang terletak di Desa Pajang, Kota Surakarta. Pelaksanaan pengabdian ini sendiri melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode pengabdian dibagi menjadi tiga tahapan yaitu: (1) tahap pembuatan format Microsoft Excel ter-otomasi; (2) tahap pelatihan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan; dan (3) tahap pendampingan pengelolaan usaha. Evaluasi dilakukan melalui diskusi tanya jawab dan penyebaran kuesioner pre-test dan post-test dengan metode rata-rata perbandingan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan peserta sebanyak dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pemahaman mitra terkait pencatatan dan pelaporan keuangan sebanyak 32,14 persen. Selain itu mitra juga telah mampu membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan menggunakan Microsoft Excell.Abstract: The preparation of financial reports is one of the crucial aspects of business management. Unfortunately, there are still many retail stores in Indonesia that have not been able to carry out financial recording and reporting. The purpose of this service activity is to improve the ability in the form of hard skills in conducting financial records and reporting. The service partners are 2 employees of Toko Surya Mart. Toko Surya Mart is a modern retail store located in Pajang Village, Surakarta City. The implementation of this service itself involves lecturers and students of Universitas Muhammadiyah Surakarta. The service method is divided into three stages, namely: (1) the stage of making an automated Microsoft Excel format; (2) the stage of training in recording and making financial reports; and (3) the stage of business management assistance. Evaluation was carried out through questions and answers discussions and distributing pre-test and post-test questionnaires with the average comparison method. The evaluation results showed an average increase in participant knowledge as much as from this activity, namely an increase in partner understanding related to financial recording and reporting by 32.14 per cent. In addition, partners have also been able to make monthly and annual financial reports using Microsoft Excell. 
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA WARGA BINAAN Apriningsih Apriningsih; Khairunisa Hasan; Raudina Izzah; Safinah Annajah; Muchammad Ichsan; Anisya Pebriyanti; Huwaydi Azzam Yusuf; Fahma Fadila Hanifa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23398

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan masalah penyakit tidak menular yang paling banyak terjadi di wilayah Pengasinan Kota Depok, dengan jumlah penderita sebanyak 9,21% dari total penduduk sebanyak 33 dari 358 orang. Intervensi terhadap hipertensi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi, sehingga warga dapat lebih sadar akan pentingnya menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian, baik pada diri sendiri maupun dalam lingkup keluarga. Kegiatan intervensi meliputi penyuluhan tentang hipertensi, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan senam bersama, dengan partisipasi 44 warga. Mitra dalam kegiatan ini adalah warga lansia Pengasinan, Kota Depok. Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi setelah intervensi, yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 64,9 menjadi 72,7.Abstract: Hypertension is a non-communicable disease that is most prevalent in RT 01 – 05 RW 003, Pengasinan Subdistrict, with the number of sufferers accounting for 9.21% of the total population, which is 33 out of 358 individuals. Intervention against hypertension aims to enhance public understanding of the condition, enabling residents to be more aware of the importance of implementing preventive and control measures, both personally and within the family scope. The intervention activities encompass hypertension education, health check-ups, and joint exercise sessions, with the participation of 44 residents. The partner in this endeavor is RW 08, Pengasinan Subdistrict, Sawangan District, Depok City. The evaluation results a significant increase in public knowledge about hypertension post-intervention, indicated by an elevation in the average knowledge score from 64.9 to 72.7.
PELATIHAN PERPAJAKAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS ANDROID “LAMIKRO” UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN UMKM Nur Indah Riwajanti; Kartika D.S. Susilowati; Widi Dwi Ernawati; Elvyra Handayani Soedarso; Putri Ayu Berlianingtyas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21930

Abstract

Abstrak: UMKM memiliki keterbatasan dalam memahami peraturan perpajakan terbaru khususnya pajak serta kurang memiliki ketrampilan dalam menyusun laporan keuangan. Tujuan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang perpajakan dan ketrampilan menggunakan aplikasi penyusunan laporan keuangan berbasis Android yaitu LAMIKRO. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan pada 20 orang pemilik UMKM binaan Lembaga Zakat YASA Malang. Berdasarkan hasil analisis kuesioner kepuasan dari peserta, pelatihan mampu meningkatkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kegiatan PPM dari sisi metode (69,23%), materi (61,54), manfaat (92%). Pelatihan juga berhasil menumbuhkan antusiasme mereka untuk memanfaatkan hasil pelatihan untuk menyusun laporan keuangan (81%) dan melaporkan pajak (19%).Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face challenges in understanding the most recent tax legislations, particularly in the area of taxation, and lack proficiency in generating financial statements. The objective of this Community Service (PPM) initiative is to enhance understanding of taxation and proficiency in utilising the Android-based financial report preparation application, LAMIKRO. The workshop was conducted to support 20 MSME owners, facilitated by Lembaga Zakat YASA Malang. Based on the results of the satisfaction questionnaire analysis from the participants, the training was able to increase the high level of satisfaction with PPM activities in terms of methods (69.23%), materials (61.54%), benefits (92%). The programme also effectively cultivated their excitement to utilise the training outcomes for the purpose of preparing financial reports (81%) and reporting taxes (19%). 
PENINGKATKAN KESADARAN PERSILANGAN BUDAYA DAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN PADA SISWA SMA MELALUI PENYULUHAN Rahmalia Syahputri; Nurfiana Nurfiana; Sherli Trisnawati; Zhahza Rafles; Zedric Pagdilao Alex
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21381

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan digital siswa dalam menghadapi lintas budaya budaya dan digitalisasi pembelajaran. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan dampak positif dari digitalisasi dan litas budaya tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan menekan aspek negatif. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah SMA Tunas Mekar Indonesia yang yang berlokasi di daerah Bandar Lampung. Kegiatan diikuiti 90 siswa dan didampingi oleh 9 Guru. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan diskusi kelompok. Hasil kuisioner pra kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa yakin dalam menggunakan teknologi digital dan internet, serta menyatakan setuju bahwa kesiapan digital dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Sementara itu, hasil diskusi dijadikan sebagai bahan evaluasi yaitu kesesuaian tema dan kemampuan presentasi yang mendapatkan angka rata-rata % siswa berada di angka 80,78 dan 79. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang baik tentang dampak teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan digital siswa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, serta memberikan wawasan tentang pentingnya literasi digital dan kesiapan dalam menghadapi tuntutan dunia digital.Abstract: This community service initiative aims to enhance students' comprehension of digital concepts and their preparedness to face the intersection of technology with different cultures in the context of education. The activity began with planning, including discussions between the team and school leadership to identify the actual needs of teachers and students for digital readiness. The next step involved students filling out a questionnaire to assess their understanding of the intersection of culture and technology in education. The supplementary material included topics such as the intersection of culture and artificial intelligence, followed by group discussions among students about the potential impact of technology in different industries and professions. The activity concluded with student presentations and evaluations. The questionnaire revealed that most students felt confident in using digital technology and agreed that digital readiness could enhance their ability to interact with people from diverse backgrounds. The group discussions demonstrated that students have a good understanding of the impact of technology on everyday life. This activity contributes to increasing students' digital comprehension and readiness to face complex global challenges while also emphasizing the significance of digital literacy and preparedness in meeting the demands of the digital world.  
TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA (GREYWATER) SEBAGAI PENGGANTI AIR PERTANIAN HIDROPONIK GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA PINGGIRPAPAS KABUPATEN SUMENEP Anita Intan Nura Diana; Ach. Desmantri Rahmanto; Hopid Hopid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20441

Abstract

Abstrak: Desa pinggirpapas termasuk desa yang padat penduduk, karakteristik masyarakat konsumtif untukkebutuhan pokok sehari hari didapat dengan cara membeli, minim rumah yang berkonsep ruang terbuka hijau akibat keterbatasan lahan dan sangat minim dalam kepemilikan intalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada setiap rumah. Hasil limbah domistik yang dihasilkan oleh masyarakat langsung dialirkan/dibuang ke saluran drainase yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan hal ini terbukti terdepat beberapa titik pencemaran lingkungan yang parah. kegiatan pengabdian kepada masyarakar ini bertujuan untuk meminimalkan pencemaran lingkungan dengan Intalasi pengolahan air limbah (IPAL), memaksimalkan keterbatasan lahan dengan media tanam hidropnik, dan meningkatkan jiwa entrepreneur. Terdapat 2 mitra yaitu RT 07 dan RT 08 Dusun Ageng Desa Pinggirpapas Kec. Kalianget Kab. Sumenep. Kegiatan ini dimulai dengan penyerahan barang hibah kepada mitra, pelatihan dengan peserta sebayak 30 orang. Tingkat pengetahuan peserta pelatihan ipal sebelum sebesar 5,33 % sesudah pelatihan 92,33 %. Tingkat pengetahuan peserta pelatihan hidroponik sebelum pelatihan sebesar 4 % sesudah pelatihan 96 % sedangkan tingkat pengetahuan peserta pelatihan pemasaran hasil budidaya hidroponik sebelum pelatihan sebesar 15,33 % sesudah pelatihan 86,67 %.Abstract: Pinggirpapas village is a densely populated village, the characteristics of a consumptive society for daily basic needs are obtained by buying, there are minimal houses with a green open space concept due to limited land and very minimal ownership of wastewater treatment installations (IPAL) in each house. Domestic waste produced by the community is directly channeled/discarded into drainage channels which can cause environmental pollution. This has proven to be the case for several points of severe environmental pollution. This community service activity aims to minimize environmental pollution with waste water treatment plants (IPAL), maximize limited land with hydropnic planting media, and increase the entrepreneurial spirit. There are 2 partners, namely RT 07 and RT 08 Ageng Hamlet, Pinggirpapas Village, District. Kalianget District. Sumenep. This activity began with the handover of grant items to partners, training with 30 participants. The level of knowledge of ipal training participants before was 5.33% after the training was 92.33%. The knowledge level of hydroponic training participants before the training was 4% after the training was 96% while the knowledge level of marketing training participants for hydroponic cultivation products before the training was 15.33% after the training was 86.67%
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BUDIDAYA TANAMAN MELALUI TEKNOLOGI HIDROPONIK SEDERHANA Marlinda Mulu; Devi Liana; Yuliana Wahyu; Yakobus Jarut
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24463

Abstract

Abstrak: Budidaya tanaman dengan teknologi hidroponik merupakan kegiatan yang penting dan relevan untuk siswa SMA. Hal ini tidak terbatas pada peningkatan pengetahuan praktis tentang pertanian modern tetapi juga mempromosikan prinsip-prinsip keberlanjutan, kreativitas, dan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dalam konteks kurikulum merdeka. Aspek utama dari profil ini adalah pengembangan sikap berpikir kritis, kreatif, kerja sama dan lainnya. Akan tetapi dalam mewujudkan hal ini, perlu kegiatan atau proyek nyata di sekolah yang dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi serta kesadaran siswa. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya system hidroponik, memberikan pemahaman tentang penggunaan alat dan bahan serta pemberian nutrisi bagi tanaman dalam system ini. Metode kegiatan terbagi atas tiga tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan dan praktik budidaya serta monitoring dan evaluasi. Monitoring dilakukan selama proses praktik sementara evaluasi terhadap pengetahuan siswa melalui kuesioner. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMA St. Fransiskus Xaverius kelas XA yang berjumlah 37 orang beserta 1 orang guru kelas. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pengetahuan siswa pasca akan penggunaan teknologi hidroponik dalam budidaya tanaman berada pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 96,6%. Keberhasilan siswa dalam menanam tanaman hingga usia panen (4 MST) juga menunjukan bahwa secara praktik siswa telah menguasai langkah-langkah penanaman dalam hidroponik.Abstract: Cultivating plants using hydroponic technology is an important and relevant activity for high school students. This is not limited to increasing practical knowledge about modern agriculture but also promoting the principles of sustainability, creativity and Pancasila values in education in the context of an independent curriculum. The main aspect of this profile is the development of critical, creative, cooperative and other thinking attitudes. However, to make this happen, real activities or projects are needed at school that can increase students' knowledge, motivation and awareness. Therefore, this activity aims to increase students' knowledge about hydroponic cultivation systems, provide an understanding of the use of tools and materials as well as providing nutrition for plants in this system. This activity is carried out in three forms, namely socialization, cultivation practices and monitoring and evaluation. Monitoring is carried out during the practice process while evaluating student knowledge through questionnaires. The participants in this activity were high school students of St. Francis Xaverius class XA totaling 37 people along with 1 class teacher. The results of the activity show that post-graduate students' knowledge of the use of hydroponic technology in plant cultivation is in the very good category with a percentage of 96.6%. The students' success in growing plants until harvest time (4 WAP) also shows that practically the students have mastered the steps for planting in hydroponics.
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DAN PEMASARAN PRODUK TURUNANNYA MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KABUPATEN PASURUN Riyanti Isaskar; Abdul Wahib Muhaimin; Budi Setiawan; Agustina Shinta HW; Dwi Retno Andriani; Wisynu Ari Gutama; Neza Fadia Rayesa; Febriananda Faizal; Dina Novia Priminingtyas; Destyana Ellingga Pratiwi; Della Aprilia; Wenny Mamilianti; Rosiatul Ainiyah; Dessy Cahyaning Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24296

Abstract

Abstrak: Permasalahan lingkungan menjadi masalah yang cukup kompleks saat ini, dimana Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang turut menyumbang timbunan sampah cukup besar yaitu sebesar 4.110,04 ton/hari. Dimana 38,27% dari sampah tersebut adalah sampah rumah tangga dengan komposisi sampah terbesar adalah sampah organik yaitu sekitar 75%. Dengan demikian, diperlukan pendampingan untuk mengolah sampah organik tersebut salah satunya menjadi eco enzyme dan produk turunannya yang nantinya hasil dari olahan tersebut dapat dipasarkan melalui media sosial yang ada. Begitupula dengan keadaan di Desa Baledono, Kabupaten Pasuruan yang juga memiliki timbunan sampah organik yang cukup melimpah. Oleh karena itu, pendampingan tersebut sangat penting untuk dilakukan sehingga dapat meningkatkan softskill maupun hardskill dari masyarakat Desa Baledono. Kegiatan pendampingan di Desa Baledono dilaksanakan bersama dengan anggota kelompok tani maupun anggota kelompok wanita tani dengan jumlah peserta mencapai 30 orang yang dilaksanakan di balai Desa Baledono. Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan hingga masyarakat Desa Baledono dapat mengolah limbah yang ada menjadi eco enzyme dan produk turunannya dengan persentase peningkatan kemampuan dari mitra mencapai 85%, yang didapatkan dari hasil evaluasi berupa pre test dan juga post test.Abstract: Environmental problems are quite complex problem at the moment, where East Java Province is one of the provinces that contributes to quite a large amount of waste, namely 4,110.04 tons/day. Where 38.27% of the waste is household waste with the largest waste composition being organic waste, around 75%. Thus, assistance is needed to process organic waste, one of which is into eco enzyme and its derivative products, which can then be marketed through existing social media, likewise with the situation in Baledono Village, Pasuruan Regency, which also has quite abundant piles of organic waste. Therefore, this assistance is very important to provide so that it can improve the soft skills and hard skills of the people of Baledono Village. Mentoring activities in Baledono Village were carried out together with members of farmer groups and members of farmer women's groups with a total of 30 participants and were carried out at the Baledono Village hall. This mentoring activity was carried out until the people of Baledono Village could process existing waste into eco enzyme and its derivative products with a percentage increase in partner capabilities reaching 85%, which was obtained from the evaluation results in the form of pre-tests and post-tests.