cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN ISO 17025:2017 UNTUK STANDARDISASI KINERJA DAN KUALITAS LABORATORIUM Puji Hartoyo; Ruliyanta Ruliyanta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23432

Abstract

Abstrak: Pelatihan ISO 17025:2017 penting untuk standardisasi kinerja dan kualitas laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini memberikan panduan untuk memastikan bahwa laboratorium dapat melakukan pengujian atau kalibrasi yang konsisten, akurat, dan dapat dipercaya. Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Tadulako belum berstandar ISO 17025:2017. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan penambahan hard skill dalam pemahaman persyaratan dan klausa yang terdapat dalam standar ISO 17025:2017 dan soft skill berupa komunikasi yang efektif, manajemen waktu dan ketrampilan interpersonal dalam pengelolaan laboratorium berstandar internasional. metode yang digunakan melalui ceramah dan diskusi dalam kelas serta praktek langsung. ... Peserta pelatihan ISO 17025:2017 terdiri dari 20 orang, yang terdiri dari dosen, laboran dan asisten laboratorium. Metode evaluasi yang dipakai berupa feedback dari peserta pelatihan dalam bentuk form pertanyaan singkat.. Hasilnya pengetahuan peserta pelatihan mengalami peningkatan sebesar 18%. Sementara hasil evaluasi proses pelatihan mendapatkan penilaian sebesar 3,76 dari para peserta pelatihan.Abstract: ISO 17025:2017 Training is important for standardizing the performance and quality of testing and calibration laboratories. These standard guides ensure that laboratories perform consistent, accurate, and reliable testing or calibration. The Tadulako University Faculty of Engineering laboratory is not yet ISO 17025:2017 standard. This training aims to provide additional hard skills in understanding the requirements and clauses in the ISO 17025:2017 standard and soft skills in effective communication, time management, and interpersonal skills in managing international standard laboratories. The method used is through lectures and discussions in class as well as direct practice. ISO 17025:2017 training participants comprised 20 people, including lecturers, laboratory assistants, and laboratory assistants. The evaluation method was feedback from training participants in a short question form. As a result, training participants' knowledge increased by 18%. Meanwhile, the results of the evaluation of the training process received an assessment of 3.76 from the training participants.
KONSTRUKSI SISTEM OTOMASI KELEMBABAN DAN SUHU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI JAMUR TIRAM KELOMPOK TANI ARSAROWO Yohanes Leonardus Sukestiyarno; Irene Nindita Pradnya; Uswatun Hasanah; Dian Fithra Permana; Dyta Silvia Masayasi; M. Maulana Maghribi; Muhammad Iqbal; Irfan Alfian Rizky
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.21928

Abstract

Abstrak: Wilayah desa Bejalalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang merupakan daerah di lereng gunung Merbabu. Iklim sejuk di Desa Bejalen, Semarang dimanfaatkan Kelompok Tani Arsorowo untuk budidaya jamur tiram putih. Sejak tahun 2003, 7 pembudidaya dapat menghasilkan 30-50 kg jamur setiap 14 hari sekali. Budidaya jamur tiram putih memerlukan kondisi ruangan yaitu suhu 17-250C, kelembaban antara 80-90 %, serta penyiraman kurang lebih 2-3 kali sehari guna menjaga kelembaban ruangan. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya yaitu keterbatasan pengetahuan sehingga mengakibatkan 40% produksi jamur tiram menghasilkan 40% jamur berukuran kecil, berwarna kuning dan terkendala dalam pengelolaan usaha. Tujuan pengabdian yaitu mengenalkan teknologi terbaru penyiraman otomatis sesuai kelembaban dan suhu yang sesuai. Oleh karena itu,Pembudidaya akan mendapatkan skill dari alat sprinkle water untuk penyiraman otomatis, alat pengontrol suhu dan kelembaban serta pendampingan manajemen usaha. H …Hasil pengabdian ini adalahyang 7 didapatkan pembudidaya menggunakan alat penyiraman otomatis sehinggatersebut yaitu 80% 76 kg produksi jamur tiram mengalami kenaikan ukuran, berat serta berwarna putih ukuran. dan mendapatkan penyiraman yang cukup pada suhu dan kelembaban yang sesuai. Alat yang digunakan berbasis IoT (Internet of Things), sehingga mampu mengkondisikan ruangan suhu dan kelembaban budidaya jamur, yang dapat dipantau kapanpun dan dimanapun. Sistem evaluasi yang digunakan yaitu setiap 3 bulan sekali pengabdi memantau alat yang digunakan, dimana terjadi peningkatan 30% penjualan jamur tiram dengan kualitas unggul dan dapat terjual lebih banyak.Abstract: The cold climate in Bejalen Village, Semarang is used by the Arsorowo Farmers Group to cultivate white mushrooms. Since 2003, 7 cultivators have been able to produce 30-50 kg of mushrooms every 14 days. Cultivating white mushrooms requires room conditions, namely a temperature of 17-250C, humidity between 80-90%, and watering approximately 2-3 times a day to maintain room humidity. The problem faced by cultivators is limited knowledge, resulting in 40% of oyster mushroom production being small, yellow in color and problems in business management. The aim of the service is to introduce the latest automatic watering technology according to the appropriate humidity and temperature. Cultivators will gain skills from sprinkler water tools for automatic watering, temperature and humidity control tools as well as business management assistance. The result of this service was that 7 cultivators used automatic watering equipment so that 76 kg of oyster mushroom production increased in size, weight and white color. The tools used are based on IoT (Internet of Things), so they are able to condition the temperature and humidity of mushroom cultivation, which can be monitored anytime and anywhere. The evaluation system used is that once every 3 months the staff monitors the tools used, where there is a 30% increase in sales of white mushrooms with superior quality and can be sold more.
PEMBERDAYAAN DASA WISMA DESA POPODU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL Hartati Hartati; Nangsih Sulastri Slamet; Mohamad Usman Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22063

Abstract

Abstrak: Estimasi jumlah kasus terkait penyakit tidak menular, termasuk hipertensi di Provinsi Gorontalo semakin meningkat. Penggunaan herbal bahan alam sebagai salah satu upaya untuk membantu memelihara kesehatan penderita hipertensi telah dicanangkan. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait bahan alam yang dapat digunakan untuk memelihara kesehatan penderita hipertensi serta kurangnya keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan alam menjadi bentuk sediaan yang efisien dan lebih disukai oleh masyarakat menjadi masalah prioritas pada Desa Popodu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui penyuluhan, Small Group Discussion (SGD), serta pelatihan terkait pembuatan minuman herbal berbahan dasar bahan alam. Kegiatan ini diikuti oleh pemerintah desa dan perwakilan dasa wisma/kader sebanyak 20 orang yang diawali dengan penyuluhan, SGD, dan demonstrasi produk, kemudian diikuti dengan monitoring pembuatan produk inovasi masyarakat. Hasil uji statistik deskriptif berdasarkan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari 46.90% menjadi 90.40%. Selain itu, terdapat 1 produk minuman herbal yang diramu oleh perwakilan dasa wisma Desa Popodu sebagai hasil demonstrasi dan monitoring yang dilakukan.Abstract: The estimated number of cases related to non-communicable diseases, including hypertension, in Gorontalo Province was increasing. The use of natural herbal ingredients as an effort to help maintain the health of hypertension sufferers has been launched. However, the lack of public knowledge regarding natural ingredients that can be used to maintain the health of hypertension sufferers as well as the lack of community skills in processing natural ingredients into efficient dosage forms that are preferred by the community were priority problems in Popodu Village. This community service aimed to increase community knowledge and skills through counseling, Small Group Discussions (SGD), and training related to making herbal drinks made from natural ingredients. The activity was attended by the village government and 20 village representatives/cadres, began with counseling, SGD, and product demonstrations, then followed by assistance in creating innovative community products. The results of descriptive statistical tests based on pre-test and post-test showed an increase in public knowledge from 46.90% to 90.40%. Apart from that, there was 1 herbal drink product mixed by representatives of the village of Popodu village as a result of the product demonstration and assistance provided.
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN PENINGKATAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Yudhie Djuhastidar Tando; Christiana Rialine Titaley; Ritha Tahitu; Elpira Asmin; Liyani Sartika Sara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20774

Abstract

Abstrak: Peningkatan prevalensi anemia pada remaja di Indonesia menunjukkan pentingnya upaya pengendalian anemia, termasuk melalui upaya peningkatan kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pentingnya upaya pencegahan anemia melalui kepatuhan konsumsi TTD secara rutin di wilayah kerja Puskesmas Tawiri, Kota Ambon. Kegiatan edukasi dilakukan pada 9 November 2023 di dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah kerja Puskesmas Tawiri, yaitu di SMA Angkasa Pattimura Ambon dan SMA LKMD Laha. Kegiatan diikuti oleh 116 siswi dari kedua SMA. Kegiatan ini terdiri dari: 1) pengisian kuesioner pre-test; 2) sesi pemberian materi dan diskusi; 3) pengisian kuesioner post-test; dan 4) Pembagian media promosi (x-banner) mengenai pencegahan anemia kepada pihak sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias. Setelah pemberian materi edukasi, hasil post-test menunjukkan persentase peserta dengan tingkat pengetahuan ‘rendah` tentang anemia dan suplementasi TTD menurun dari 30,2% menjadi 13,8%. Persentase peserta dengan tingkat pengetahuan ‘cukup’ menurun dari 37,1% menjadi 24,1%, sedangkan persentase tingkat pengetahuan ‘tinggi’ meningkat dari 32,8% menjadi 62,1%. Kegiatan ini menunjukan bahwa adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta mengenai anemia dan suplementasi TTD. Kegiatan edukasi seperti ini hendaknya dapat dilakukan secara berkala bagi para siswi SMA/sederajat, bekerjasama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.Abstract: The increasing prevalence of anemia among adolescents in Indonesia highlights the importance of anemia control efforts, including initiatives to improve compliance with consuming Iron-Folic Acid (IFA) tablets among adolescent girls. A team from the Faculty of Medicine at Pattimura University, Ambon, conducted this community service project. This activity aimed to enhance adolescent girls' awareness of the importance of preventing anemia through consistent IFA consumption in the catchment area of Tawiri Health Center, Ambon City. Educational activities were conducted on 9 November 2023 at two senior high schools, i.e., Angkasa Pattimura Ambon High School and LKMD Laha High School. A total of 116 students from both schools participated in these activities. The program encompassed the following components: 1) Pre-test, 2) health education and discussion, 3) Post-test, and 4) distribution of promotional materials (x-banners) on anemia prevention to the schools. All participants showed great enthusiasm for this activity. The post-test results showed a decrease in the proportion of participants with a 'low' level of knowledge about anemia and IFA supplementation from 30.2% to 13.8%. The percentage of participants with a 'moderate' level of knowledge decreased from 37.1% to 24.1%, while those with a 'high' level increased from 32.8% to 62.1%. This activity improved participants' knowledge levels regarding anemia and IFA supplementation. Activities like this should be conducted regularly for high school students in collaboration with public health centres and local health offices. 
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI BEBERAPA MINYAK ALAMI DI TIGARAKSA KABUPATEN TANGERANG, BANTEN Hariyanti Hariyanti; Priyanto Priyanto; Ari Yuniarto; Aziz Setiawan; Dina Pratiwi; Nu’aiman Nu’aiman; Tafriani Sucianti Nesha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.21587

Abstract

Abstrak: Penggunaan minyak alami pada lilin sebagai aromaterapi dapat mengatasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pelatihan tentang pembuatan lilin aromaterapi sebagai antinyamuk sehingga masyarakat dapat mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengue serta memproduksi produk kesehatan secara mandiri. Mitra merupakan 20 peserta ibu-ibu PKK Perumahan Grand Metro Sodong 2 RW 9, Tigaraksa Tangerang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesadaran kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit DBD dengan memanfaatkan tanaman sekitar menjadi produk kesehatan yang bermanfaat serta bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk ceramah edukasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi beberapa tahap yaitu pretest, penyampaian materi, pelatihan, uji hedonik, serta posttest. Pelaksanaan kegiatan telah berlangsung sangat lancer dan baik. Semua peserta sangat antusias selama pemaparan materi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Hasil uji hedonis terpilih lilin aromaterpi minyak sereh yang terpilih sebesar 45% responden. Terjadi peningkatan pemahaman para peserta dilihat dari nilai test pada data interprestasi tinggi (nilai ≥ 80) dari 16,67% meningkat menjadi 36,67%.Abstract: Using natural oils in candles as aromatherapy can overcome the spread of dengue hemorrhagic fever (DHF). Training on making aromatherapy candles as mosquito repellent so people can prevent bites and breeding dengue mosquitoes and independently produce health products. Partners are PKK mothers of Grand Metro Sodong 2 RW 9 Housing, Tigaraksa, Tangerang. This activity aims to increase public understanding of the importance of environmental health awareness and prevention of dengue disease by utilizing surrounding plants in health products that are useful and economically valuable. This service activity is done through educational lectures and training in aromatherapy candles. The implementation of training is divided into several stages, namely, pretest, material delivery, training, hedonic test, and posttest. The implementation of activities has been very smooth and good. All participants were very enthusiastic during the presentation of the material and the training on making aromatherapy candles. The results of the hedonic test selected lemongrass oil aromatherapy candles, which were selected by 45% of respondents. There was an increase in the participants' understanding, as seen from the test scores on high interpretation data (≥ 80) from 16.67% to 36.67%.
PERAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 4 DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SMP Hendra Kurniawan; Shofiyurrahman Shofiyurrahman; Raihan Hasbid; Assatulaini Assatulaini; Annisa Anggun P
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21528

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program merdekan belajar – kampus merdeka (MBKM) yaitu kampus mengajar Angkatan 4. Kampus mengajar bertujuan untuk memberdayakan peran mahasiswa dalam membantu mitra sekolah dalam meningkatkan hardskill siswa/i melalui literasi dan numerasi serta membantu guru dalam adaptasi teknologi juga administrasi sekolah. Kampus mengajar Angkatan 4 ini dilaksanakan di sekolah mitra yaitu SMP Islam YPI 2 Metro, Kota Metro, Provinsi Lampung, yang terdiri dari 6 siswa/i. Kegiatan pengabdian lebih mengedepankan kepada memberikan pendampingan dan membantu peran guru di kelas dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa/i melalui kegiatan literini dan numerasi. Pengukuran hasil ketercapaian kegiatan diukur melalui 2 (dua) tahapan: (1) AKM Pre-Test; (2) AKM Post-Test. Berdasarkan hasil penilaian AKM didapatkan hasil peningkatan sebanyak 6%. Dimana nilai awal AKM Pre-Test sebesar 31% dan nila AKM Post-Test sebesar 37%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan kampus mengajar ini berkontribusi penuh dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa, khususnya siswa/i mitra sekolah SMP Islam YPI 2 Metro.Abstract: This service activity is part of the independent learning program on the independent campus (MBKM), namely the Class 4 teaching campus. The teaching campus aims to empower the role of students in helping the role of schools, especially teachers, in increasing literacy and numeracy, as well as assisting teachers in adapting to technology as well as school administration. This Class 4 teaching campus was held at SMP Islam YPI 2, Metro City, Lampung Province. This service activity is divided into four stages, namely: (1) preparation; (2) implementation; (3) analysis results; and (4) student release. Measurement of activity achievement results is measured through two stages: (1) the AKM pre-test and (2) the AKM post-test. Based on the AKM assessment results, an increase of 6% was obtained. Where the initial AKM pre-test value is 31% and the AKM post-test value is 37%. So it can be concluded that this campus teaching activity fully contributes to improving students' literacy and numeracy skills, especially SMP Islam YPI 2 Metro.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PELATIHAN KERAJINAN RAJUT UNTUK MAHASISWA Juju Juangsih; Via Luviana Dewanty; Novia Hayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20085

Abstract

Abstrak: Terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menjalankan usaha kerajinan rajut, di antaranya produk yang dihasilkan belum beragam, serta kurangnya pemahaman mahasiswa tentang bagaimana membaca pola dan memilih benang yang sesuai dengan produk yang akan dibuat. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis kewirausahaan ini adalah meningkatkan skill mahasiswa terkait kemampuan merajut, yang meliputi (1) Memperkaya model-model rajutan; (2)Dapat membaca pola rajutan; dan (3) Dapat memilih benang sesuai jenis rajutan yang dibuat. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah melalui workshop, dengan mitra kegiatan adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang sebanyak 3 orang. Evaluasi dilakukan dengan melihat hasil produk mahasiswa yang dihasilkan berupa crochet. Produk yang dibuat kemudian dipamerkan kepada para dosen dan mahasiswa lain dalam kegiatan pendampingan berikutnya. Hasil yang telah dicapai kegiatan ini adalah adanya peningkatan keterampilan merajut mahasiswa, baik soft skill maupun hard skill sebesar 80%. Adanya peningkatan keterampilan merajut mahasiswa dapat dijadikan acuan untuk melakukan kegiatan wirausaha berikutnya, yaitu merajut crochet yang memiliki kekhasan Jepang.Abstract: There are several problems faced by students in running a knitting craft business, including the products produced are not yet diverse, as well as students' lack of understanding about how to read patterns and choose a yarn that suits the product to be made. Based on these problems, the objective of this entrepreneurship-based Community Service is to improve students' skills related to knitting abilities, which include (1) Enriching knitted models; (2) Reading knitting patterns; and (3) Choosing yarn according to the type of knitting being made. The service activities method is carried out through workshops, with the activity partners being 3 Japanese Language Education Study Program students. Evaluation is carried out by looking at the results of student products produced in the form of crochet. The products are then exhibited to lecturers and other students in subsequent mentoring activities. The results achieved by this activity are an increase in students' knitting skills, both soft skills and hard skills, by 80%. The increase in students' knitting skills can be used as a reference for carrying out the next entrepreneurial activity, namely knitting crochet with Japanese characteristics.
GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MELALUI EDUKASI INTERVENSI GIZI SPESIFIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Bergita Ema; Christin Inriati Rambu Podu; Maria Etwinda Juwita; Veronika Verena Tobi; Maria Angelina Ale; Sofiana Sugi; Maria Yasintha Kae; Merlin Mariana Napa; Eunike Chintya Ga Tima; Matje Meriaty Huru; Serlyansie Boimau; Mariana Ngundju Awang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20039

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dimana tinggi badan lebih rendah atau pendek dari standar usianya (Z-scorenya <-2 SD). Kurangnya informasi tentang kesehatan pada masa kehamilan dan setelah melahirkan berdampak langsung terhadap pengetahuan gizi ibu dan berdampak tidak langsung terhadap status gizi balita. Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam mencegah dan menangani stunting melalui edukasi gizi untuk meningkatkan asupan pada 1000 HPK yaitu asupan gizi pada masa prenatal dan postnatal sampai bayi berumur dua tahun mempunyai pengaruh yang baik terhadap tumbuh kembang bayi. Metode kegiatan dengan edukasi, pemeriksaan kehamilan, screening tumbuh kembang balita. Mitra kegiatan adalah WUS sebanyak 5 orang, ibu hamil sebanyak 5 orang dan orangtua balita sebanyak 25 orang bertempat di Aula Kantor Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Evaluasi pengetahuan dengan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan rata-rata skor pre-test sebesar 60,2±11,17 dan rata-rata skor post-test sebesar 96,2±4,26.Abstract: Stunting is a chronic nutritional problem that occurs for a long time, resulting in impaired growth and development in children whose height is lower or shorter than their age standard (Z-score is <-2 elementary school). The lack of information about health during pregnancy and after childbirth has a direct impact on maternal nutritional knowledge and has an indirect impact on the nutritional status of toddlers. Increasing knowledge and attitudes of mothers in preventing and handling stunting through nutrition education to increase intake at 1000 HPK, namely nutritional intake in the prenatal and postnatal periods until the baby is two years old has a good influence on infant growth and development. Method of activities with education, pregnancy checks, screening of toddler growth and development. The activity partners are 5 WUS, 5 pregnant women and 25 parents of toddlers located at the East Penfui Village Office Hall, Central Kupang District, Kupang Regency. Evaluation of knowledge with pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed a difference in the average pre-test score of 60.2±11.17 and the average post-test score of 96.2±4.26.
PEMANFAATAN KOMODITAS SINGKONG SEBAGAI POTENSI PRODUK UNGGULAN LOKAL MASYARAKAT DI KULON PROGO YOGYAKARTA Ganies Riza Aristya; Helsa Z. Fahrezi; Hikar Fukusalam; Ivan Aptarafi S
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23535

Abstract

Abstrak: Padukuhan Secang yang terletak di Kalurahan Sidomulyo merupakan Padukuhan dengan lokasi yang kaya akan potensi hasil perkebunannya, salah satunya adalah singkong. Dengan kondisi geografisnya yang berada di Pegunungan Menoreh membuat Padukuhan ini memiliki lahan berupa ladang dengan perbandingan yang lebih banyak, dibandingkan dengan pemukiman yang ada di daerah tersebut. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat, pembuatan, dan pengelolaan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dari singkong sebagai salah satu hasil tani masyarakat Secang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan bimbingan teknis meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan mulai dari survei lokasi dan wawancara, pelaksanaan meliputi penyuluhan dan demonstrasi serta evaluasi meliputi observasi, wawancara dan pengisian angket untuk meminimalisir kelemahan dan hambatan selama kegiatan berlangsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat berhasil 100% memahami manfaat penggunaan. Pemahaman yang dirasakan masyarakat adalah lebih mudah berivonasi menghasilkan produk dari singkong menjadi tepung MOCAF, baik meliputi proses pembuatan, pemilihan packaging, serta rencana dan strategi program pemasaran yang terintegrasi.Abstract: Secang, located in Sidomulyo Village, is a hamlet rich in agricultural potential, particularly cassava. Due to its geographic location in the Menoreh Mountains, Secang Hamlet has more farmland compared to residential areas. The purpose of this community service initiative is to enhance the community's understanding of the benefits, production, and management of MOCAF (Modified Cassava Flour) from cassava, one of Secang's main agricultural products. The methods used include outreach and technical guidance, encompassing planning, execution, and evaluation. Planning involved site surveys and interviews, while implementation included counseling and demonstrations. Evaluation involved observations, interviews, and questionnaire completion to minimize weaknesses and obstacles during the activities. Analysis results showed that 100% of the community understood the benefits of usage. The community felt it was easier to innovate and produce products from cassava into MOCAF flour, including the manufacturing process, packaging selection, and integrated marketing program plans and strategies.
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN KERTERHUBUNGAN ALUMNI SMA Sudarto Sudarto; Roni Yunis; Sugianta Ovinus Ginting
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22915

Abstract

Abstrak: Kegiatan PkM ini bertujuan untuk mengembangkan website dalam mendukung komunikasi dan silaturahmi serta menyediakan sarana mentorship para alumni SMA Primbana Medan. Permasalahan yang dihadapi SMA Primabana Medan saat ini yaitu belum adanya ikatan alumni yang menyebabkan kurang optimalnya komunikasi, silahturahmi para alumni dan belum efektif dalam menjangkau seluruh alumni serta data alumni tidak terdata dengan baik. Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian pada SMA Primbana Medan ini mengacu pada metode Software Development Method yang sudah dimodifikasi terdiri dari tahap problem analysis, software requirement, software design, software contruction, software integration and tes, software delivery. Hasil evaluasi usability untuk mengidentifikasi user experience dan masalah interface website terhadap 43 responden berdasarkan aspek content, accuracy, format, easy of use, security, satisfaction dinyatakan bahwa setiap aspek pada website berpredikat sangat baik. Untuk nilai keseluruhan rata - rata berdasarkan semua aspek yang ada yaitu sebesar 88,74 % dan berpredikat sangat baik arti nya website telah berhasil memenuhi persyaratan dan kebutuhan yang di inginkan mitra dan para alumni.Abstract: This community service activity aims to develop a website to support communication and friendship as well as provide a means of mentorship for alumni of SMA Primbana Medan. The problem currently faced by Primabana Medan High School is that there is no alumni association which has resulted in less than optimal communication and friendship between alumni and not being effective in reaching all alumni and alumni data is not recorded well. The implementation of service activities at Primbana Medan High School refers to the modified Software Development Method consisting of problem analysis, software requirements, software design, software construction, software integration and testing, software delivery stages. The results of the usability evaluation to identify user experience and website interface problems for 43 respondents based on the aspects of content, accuracy, format, ease of use, security, satisfaction stated that every aspect of the website was rated very good. The overall average score based on all existing aspects is 88.74% and is rated very good, meaning that the website meets the requirements and needs desired by partners and alumni.