cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
SOSIALISASI PROGRAM SERTIFIKASI HALAL GRATIS BAGI PELAKU USAHA MIKRO DAN KECIL Asmawati Asmawati; Dina Soes Putri; Adi Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21303

Abstract

Abstrak: Sertifikasi halal merupakan tahapan yang harus dilakukan oleh produsen, khususnya untuk produk-produk makanan dan minuman (mamin), agar konsumen Indonesia yang mayoritas muslim dapat mengkonsumsi produk-produk tersebut dengan rasa aman dan nyaman. Sayangnya, tidak semua produk, khususnya hasil UMKM, yang mencantumkan label halal MUI di kemasan produknya. Oleh karena itu, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi program sertifikasi halal gratis (SEHATI) dan pendampingan pengajuan sertifikasi halal melalui skema self-declare kepada para pelaku UMK anggota Ikatan Muslimah Indonesia (IPEMI) NTB. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) para pelaku UMK untuk segera mengurus sertifikasi halal produknya, mengingat per 17 Oktober 2024 semua produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal. Selain itu, mitra juga dibekali dengan softskill (melalui bimtek) yang dapat digunakan untuk mengajukan sertifikasi halal produknya melalui skema self-declare. Mitra kegiatan ini adalah pelaku UMK yang merupakan anggota aktif IPEMI NTB sejumlah 10 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Researh (PAR), dimana tim pengabdian memberikan sosialisasi program SEHATI yang dilanjutkan dengan pendampingan pengajuan self-declare. Sistem evaluasi yang dilakukan melalui kegiatan pengabdian ini adalah observasi langsung. Tema sosialisasi terdiri dari: “Urgensi Sertifikasi Halal Produk bagi Pelaku UMKM” dan “Teknis Pengajuan Sertifikasi Halal MUI Melalui Skema Self-declare”. Untuk mempermudah mitra dalam pengajuan berkas-berkas yang dibutuhkan, tim pelaksana telah membagikan modul bimbingan teknis yang bisa dipelajari secara mandiri. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan program pengabdian ini adalah di atas 80%, ditandai dengan keaktifan dan pemahaman mitra (peserta) terhadap materi yang disampaikan yang ditunjukkan oleh antusiaisme dalam bertanya dan keinginan untuk segera mengajukan sertifikasi halal produk makanan dan minuman yang dimilikinya melalui program SEHATI.Abstract: Halal certification is a step that producers must take, especially for food and beverage products (mamin), so that Indonesian consumers, who are predominantly Muslim, can consume these products with a sense of security and comfort. Unfortunately, not all products, especially those produced by MSMEs, carry the MUI halal label on their product packaging. Therefore, the free halal certification programme (SEHATI) and assistance in applying for halal certification through a self-declaration scheme has been implemented for MSME members of the Indonesian Muslimah Association (IPEMI) NTB. The aim of this service is to raise awareness among MSMEs to start working on halal certification of their products immediately, as all food and beverage products must be halal certified by 17 October 2024. In addition, partners will be equipped with soft skills (through technical guidance) to apply for halal certification of their products through a self-declaration scheme. The partners of this activity are MSE actors who are active members of IPEMI NTB. The service methodology used is Participatory Action Research (PAR), where the service team provides socialisation of the SEHATI programme, followed by assistance in submitting the self-declaration. In addition, the activity participants were actively involved in discussions and mentoring activities. The theme of the socialisation will be: "The Urgency of Product Halal Certification for MSME Actors" and "Technical Application for MUI Halal Certification through the Self-Declare Scheme". To help partners submit the required documentation, the implementation team has distributed technical guidance modules that can be studied independently.
LANSIA SEHAT DENGAN MENERAPKAN POLA HIDUP SEHAT Yeni Indriyani; Ameilia Nurhadiyastuti; Cynthia Agustina; Aulia Siti Nur Rahmah; Marsa Arinal Haq; A. Azfikar Nur Azhar; Marissa Usie Shania Devi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20475

Abstract

Abstrak: Faktor-faktor yang menentukan kesehatan lansia meliputi aspek fisik, mental, dan sosial. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan lansia adalah pendidikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa pendidikan lansia dapat memberikan pengaruh positif terhadap pengetahuan, perilaku, dan kualitas hidup mereka. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka mengenai pentingnya gaya hidup sehat. Metode yang digunakan dari kegiatan pengabdian ini yaitu penyuluhan yang bermitra dengan pemerintah Desa Cangkol, Puskesmas Mojolaban, Rumah Zakat setempat untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia. Peserta yang hadir dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan sebanyak 57 orang dapat dilihat dari hasil pre-test pengetahuan baik sebesar 53,93% dan hasil post-test sebesar 100% sehingga mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 46,07%. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan melakukan pemberian pendidikan kesehatan pola hidup sehat bagi lansia, melalui pendekatan kegiatan penyuluhan dan pelatihan rutin, mengadakan kampanye menggunakan berbagai media komunikasi, memberikan pendampingan secara personal kepada lansia dalam mengadopsi pola hidup sehat, serta mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait.Abstract: The determinant factors of health among elderly include physical, mental, and social aspects. One of the important factors affecting the health of the elderly is education. Studies have shown that the education of the elderly plays a positive influence on their knowledge, behavior, and quality of life. The purpose of this community service was to increase the knowledge and awareness regarding the importance of a healthy lifestyle. The method used from this service activity was counseling in partnership with the Cangkol Village government, Mojolaban Health Center, and Rumah Zakat to improve the health status of the elderly. Participants who attended the health examination and counseling activities as many as 57 people can be seen from the pretest results of good knowledge of 53.93% and posttest results of 100% so that there was an increase in knowledge by 46.07%. Suggestions, by providing health education for healthy lifestyles for the elderly, through the approach of regular counseling and training activities, holding campaigns using various communication media, providing personal assistance to the elderly in adopting a healthy lifestyle, and developing cooperation with various related parties. 
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH KAKAO MENJADI BIJI KAKAO KERING TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK Ngatirah Ngatirah; Danik Nurjanah; Nuraeni Dwi Dharmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19908

Abstract

Abstrak: Kelompok Wanita tani (KWT) Mekar Tani merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Pedukuhan Sladi, Umbulrejo, Ponjong, Gunung Kidul yang membudidayakan tanaman kakao. Permasalah selama ini adalah sebagian besar kakao yang dihasilkan dijual dalam bentuk biji kakao basah tanpa fermentasi, sehingga harga jual dan mutunya lebih rendah. Oleh karena itu diperlukan pelatihan untuk pasca panen dan fermentasi kakao untuk meningkatkan mutu biji kakao. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah (1) meningkatan softskill dan hardskill anggota KWT Mekar Tani di dusun Sladi, desa umbulrejo dalam menerapkan teknologi fermentasi kakao, (2) untuk meningkatkan kualitas biji kakao melalui perbaikan proses pasca panen kakao dengan cara fermentasi. Mitra kegiatan pengabdian masysarakat ini adalah anggota KWT Mekar Tani berjumlah 20 orang. Metode kegiatan yang digunakan yaitu ceramah dan praktek fermentasi kakao. Sedangkan evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuisioner yang berisi 5 buah pertanyaan. Hasil pelatihan teknologi dan fermentasi kakao menunjukkan bahwa peningkatan skill anggota KWT dalam pengolahan kakao terfermentasi dan pengetahuan tentang standar mutu biji kakao meningkat sebesar 90%. Hasil fermentasi kakao menunjukan bahwa bahwa mutu biji kakao kering terfermentasi yang dihasilkan mempunyai mutu yang lebih baik dibanding biji kakao tanpa fermentasi. Biji kakao hasil fermentasi lebih bersih berwarna coklat sedangkan biji kakao tanpa fermentasi berwarna coklat kehitaman dengan bau asam yang lebih menyengat. Hasil pengujian penggolongan biji menunjukan bahwa biji kakao yang dihasilkan oleh KWT Mekar tani termasuk dalam golongan A (jumlah biji 86-100 biji/100 gram).Abstract: The Mekar Tani Women'’s Group (KWT Mekar Tani) is one of the farmer groups in Sladi Village, Umbulrejo, Ponjong, Gunung Kidul that cultivates cocoa plants. The problem is the low quality of cocoa beans because without fermentation the selling price is lower. Therefore, training is needed for post-harvest and fermentation of cocoa to improve the quality of cocoa beans. The aim of this community service are (1) to improve the soft skills and hard skills of KWT Mekar Tani members in Sladi hamlet, Umbulrejo village in implementing cocoa fermentation technology, (2) to improve the quality of cocoa beans by improving the post-harvest process of cocoa by fermentation. The partners for this community service activity are 20 members of KWT Mekar Tani. The activity methods used were lectures and cocoa fermentation practice. Meanwhile, activity evaluation is carried out by filling out a questionnaire containing 5 questions. The results of cocoa technology and fermentation training showed that the skills of KWT members in processing fermented cocoa and knowledge about cocoa bean quality standards increased by 90%. The results of cocoa fermentation show that the quality of fermented dry cocoa beans produced is better than cocoa beans without fermentation. Fermented cocoa beans are cleaner brown while unfermented cocoa beans are blackish brown with a more pungent sour odor. The results of the bean classification test show that the cocoa beans produced included in group A (the number of beans is 86-100 seeds/100 grams).
MENINGKATKAN POTENSI PETANI LONTAR MELALUI INOVASI PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR NIRA LONTAR Wirmando Wirmando; Asrijal Bakri; Nelson Soares; Yunita Gabriela Madu; Matilda Martha Paseno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19549

Abstract

Abstrak: Sejak pandemi COVID-19, kebutuhan hand sanitizer semakin meningkat. Peluang tersebut harus segera dimanfaatkan oleh kelompok petani lontar di Dusun Popoloe melaui nira lontar yang dihasilkan oleh petani. Karena kurangnya pengetahuan, sehingga selama ini, petani hanya memanfaatkan air nira tersebut menjadi minuman tradisional beralkohol (ballo). Padahal air nira melalui proses penyulingan akan menjadi ethanol/alkohol yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produksi hand sanitizer. Oleh sebab itu tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani lontar dalam melakukan penyulingan nira lontar menjadi alkohol sebagai bahan dasar pembuatan produk hand sanitizer. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pelatihan yaitu edukasi dan simulasi kepada petani lontar di dusun popoloe yang berjumlah 12 petani. Evaluasi yang dilakukan menggunakan kuesioner dengan hasil dari 2 (16%) peserta yang memiliki pengetahuan baik, menjadi 12 (100%) peserta telah memiliki pengetahuan yang baik dalam melakukan penyulingan. Hal tersebut berarti perlunya pelatihan-pelatihan dilaksanakan secara simultan untuk meningkatkan potensi petani lontar.Abstract: Since the COVID-19 pandemic, the need for hand sanitizers has increased. This opportunity must be immediately taken advantage of by the lontar farmer group in Popoloe Hamlet through the lontar sap produced by farmers. Due to lack of knowledge, so far, farmers only use the sap water into traditional alcoholic drinks (ballo). Even though sap water through the distillation process will become ethanol/alcohol which can be used as a basic material for the production of hand sanitizers. Therefore, the purpose of this activity is to provide training to farmers to distill palm sap into alcohol that can be produced as the basic material for hand sanitizer products. This activity was carried out through training methods, namely education and simulation to lontar farmers in Popoloe hamlet, totaling 12 farmers. The evaluation was conducted using a questionnaire with the results of 2 (16%) participants who had good knowledge, to 12 (100%) participants who had good knowledge in distilling. This means the need for trainings to be carried out simultaneously to increase the potential of palm oil farmers.
EFEKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN PETERNAK MITRA AYAM BROILER DI KABUPATEN BANYUMAS Budi Hartoyo; Mochamad Sugiarto; Yusmi Nur Wakhidati; Rosidi Rosidi; Krismiwati Muatip
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23431

Abstract

Abstrak: Industri ayam Broiler telah berkembang pesat di masyarakat Indonesia, khususnya pada wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berbagai perusahaan industri peternakan turut berpartisipasi terhadap pengembangan sektor sosial ekonomi peternakan tersebut, salah satunya adalah PT. Charoen Pokhpand Indonesia melalui anak perusahaannya yakni PT. Cemerlang Unggas Lestari (CUL). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, mengidentifikasi, dan menganalisis efektivitas serta dampak dari program kemitraan yang diimplementasikan PT. CUL terhadap pemberdayaan peternak mitra ayam Broiler di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan secara survei (purposive) terhadap peternak yang mengikuti program kemitraan dengan PT. CUL. Data yang diperoleh melalui kuisioner (informasi, pengetahuan, pembinaan, problem solving, fasilitas, pemasaran, dan permodalan) kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kemitraan memiliki angka efektivitas yang tinggi (sangat efektif) yakni sebesar 86,24 ± 10,76 terhadap pemberdayaan peternak di Kabupaten Banyumas. Program kemitraan memiliki korelasi (hubungan) yang positif terhadap kemudahan mendapatkan informasi (sangat kuat), pengetahuan dan keterampilan (kuat), pembinaan berkelanjutan (kuat), penyelesaian masalah (kuat), penyediaan fasilitas (kuat), pemasaran (kuat), serta akses permodalan (kuat) bagi peternak mitra ayam Broiler di Kabupaten Banyumas.Abstract: The broiler chicken industry has developed rapidly in Indonesian society, especially in the Banyumas Regency area, Central Java. Various livestock industry companies participate in the development of the socio-economic livestock sector, one of which is PT. Charoen Pokhpand Indonesia through its subsidiary, namely PT. Cemerlang Unggas Lestari (CUL). This research aims to describe, identify and analyze the effectiveness and impact of the partnership program implemented by PT. CUL towards empowering Broiler chicken farmer partners in Banyumas Regency. The research was conducted by survey (purposive) on breeders who took part in the partnership program with PT. CUL. Data obtained through questionnaires (information, knowledge, coaching, problem solving, facilities, marketing and capital) were then analyzed using descriptive statistical analysis and Spearman Rank correlation. The research results show that the partnership program has a high effectiveness rate (very effective), namely 86.24 ± 10.76 for empowering livestock breeders in Banyumas Regency. The partnership program has a positive correlation (relationship) with ease of obtaining information (very strong), knowledge and skills (strong), continuous development (strong), problem solving (strong), provision of facilities (strong), marketing (strong), and access capital (strong) for Broiler chicken partner breeders in Banyumas Regency. 
PENDAMPINGAN PERENCANAAN BERBASIS DATA UNTUK MEWUJUDKAN PAUD BERKUALITAS Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani; Nur Agustiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22323

Abstract

Abstrak: Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan cara yang tepat untuk mengidentifikasi, merefleksi akar masalah, dan membenahi permasalahan yang dihadapi sekolah dengan memanfaatkan Rapor Pendidikan. Namun, jangkauan layanan PAUD dan kualitas pengelolaannya masih belum merata. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi Kepala Sekolah dan guru PAUD di Kota Sukabumi dalam merencanakan program sekolah yang efektif melalui perencanaan berbasis data dengan metode Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB), penentuan akar masalah menggunakan metode 5Why, penusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan anggaran kegiatan yang disepakati. Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini satuan PAUD dapat meningkatkan kesiapannya untuk implementasi kurikulum Merdeka dan pengelolaan PAUD yang berkualitas. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 5 pertemuan meliputi workshop dan pendampingan. Mitra yang terlibat adalah HIMPAUDI Kota Sukabumi, dengan total peserta 153 orang dari 53 Lembaga PAUD. Hasil evaluasi kegiatan ini tergolong efektif dengan pencapaian sebesar 87%. Selain itu, respon guru dalam kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi guru dalam memecahkan masalah prioritas agar mampu mewujudkan pengelolaan PAUD yang akuntabel. Kegiatan pendampingan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada kepala sekolah dan guru dalam memanfaatkan platform perencanaan berbasis data, melakukan identifikasi refleksi benahi (IRB) secara terstruktur, dan menyusun RKT serta anggaran prioritas yang tepat dan dirasa efektif untuk menyelesaikan akar masalah di setiap satuan PAUD.Abstract: Data-based planning is the right way to identify, reflect on the roots of problems and fix the problems faced by schools by utilizing Educational Report Cards. However, the reach of early childhood education services and the quality of management are still uneven. Therefore, this service activity aims to provide understanding and skills for School Principals and PAUD teachers in Sukabumi City in planning effective school programs through data-based planning using the Identification, Reflection and Correction (IRB) method, determining the root of the problem using the 5Why method, preparation of the Annual Work Plan (RKT), and agreed activity budget. So, it is hoped that through this activity the PAUD unit can increase its readiness for implementing the Merdeka curriculum and managing quality PAUD. The implementation of this community service activity consists of 5 meetings including workshops and mentoring. The partners involved were HIMPAUDI Sukabumi City, with a total of 153 participants from 53 PAUD institutions. The evaluation results of this activity were classified as effective with an achievement of 87%. Apart from that, the teacher's response to mentoring activities shows that this activity is useful for teachers in solving priority problems in order to be able to realize accountable PAUD management. This mentoring activity also provides direct experience to school principals and teachers in utilizing data-based planning platforms, carrying out structured reflection improvement (IRB) identification, and preparing RKTs and priority budgets that are appropriate and deemed effective in resolving the root of problems in each PAUD unit.
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM KONSELING MP-ASI BERBAHAN PANGAN LOKAL Juhartini Juhartini; Fadila Fadila; Wildaningsih H. Idu; Kiky Rahmawati; Siti Dewi Duwila; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21598

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang paling sering ditemukan dalam pemberian makanan bayi atau anak umur 0-24 bulan antara lain pemberian makanan prelakteal, anak tidak mendapat MP ASI dalam jumlah yang cukup baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memberi konseling makanan pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara bertahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi selama bulan September – November 2019. Sasaran yaitu kader posyandu Dahlia sebanyak 5 orang. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam bentuk role play. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre-post test setelah kegiatan penyuluhan dan evaluasi kunjungan kader untuk menilai keterampilan konseling kader. Terjadi peningkatan pengetahuan kader dari skor rata 62,6 menjadi 80,4 dan keterampilan dalam melakukan konseling tentang MP ASI pangan lokal sudah cukup baik.Abstract: The problems most often found in feeding babies or children aged 0–24 months include prelacteal feeding and children not getting complementary foods in sufficient quantities, both in terms of quantity and quality. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of posyandu caders in providing local food-based food counselling. The dedication activities are carried out gradually, i.e., in the preparation, implementation, and evaluation phases, during September and November 2019. The target was five Posyandu cadres. The methods used are deliberations through lectures, discussions, and questions. Evaluation is carried out in the form of a pre-post test after the design activities and the evaluation of cadre visits to assess caders' advisory skills. There has been an increase in cadre's knowledge from an average score of 62.6 to 80.4, and the skills in conducting counselling on local milk and food MPs have been quite good.
PELATIHAN KADER, IBU PKK, DAN PERANGKAT KELURAHAN TENTANG PEMBUATAN STIK KULIT SINGKONG SEBAGAI INOVASI PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN DEMBE I DAN LEKOBALO KECAMATAN KOTA BARAT KOTA GORONTALO Magdalena M. Tompunuh; Nanda Wahyudi; Eka Rati Astuti; Liean Ntau
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20128

Abstract

Abstrak: Angka stunting di Puskesmas Pilolodaa sebanyak 64 kasus pada tahun 2021. Penyebab utama dari stunting karena kurangnya asupan gizi pada ibu hamil. Karena semakin bertambahnya usia kehamilan semakin tinggi kebutuhan asupan gizi yang dibutuhkan ibu hamil. Salah satu makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi adalah singkong. Singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis seperti di Provinsi Gorontalo dan mudah didapatkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita serta cara pembuatan stik kulit singkong. Metode: berupa penyuluhan dan demonstrasi serta pendampingan tentang pembuatan stik kulit singkong untuk mencegah balita stunting kepada 20 sasaran mitra (kader kesehatan, ibu PKK dan perangkat kelurahan Dembe I dan Lekobalo), serta akan dilakukan pretest dan post test untuk menilai pengetahuan sasaran mitra mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita serta cara pembuatan stik kulit singkong. Pengabdian masyarakat dikatakan berhasil jika terjadi peningkatan pengetahuan ≥40%. Hasil: terjadi peningkatan 55% pengetahun Kader, Ibu PKK dan Perangkat Kelurahan Dember I dan Lekobalo setelah diberikan penyuluhan mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita serta cara pembuatan stik kulit singkong.Abstract: The stunting rate at the Pilolodaa Community Health Center is 64 cases in 2021. The main cause of stunting is lack of nutritional intake in pregnant women. Because the increasing gestational age, the higher the nutritional intake required by pregnant women. One food that has high nutritional value is cassava. Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a plant that grows in tropical areas such as Gorontalo Province and is easy to obtain. Until now, people have not been able to utilize cassava optimally, even though in reality there are many parts of cassava that can be processed into snacks, such as: cassava meat, leaves, and the most rarely processed is the skin because it is considered waste from the cassava plant. The aim of this community service is a form of higher education tridharma in the form of training cadres, PKK mothers and village officials on making cassava skin sticks to prevent stunting in toddlers. Training methods in the form of counseling and demonstrations as well as mentoring target partners. The results showed an increase in the knowledge of PKK cadres, women and village officials after being given counseling regarding the growth and development of toddlers and how to make cassava skin sticks.
PEMANFAATAN LIMBAH DAN FESES TERNAK BABI SEBAGAI PUPUK BOKASHI PADA KELOMPOK TANI PUAR FARM Hendrikus Demon Tukan; Nautus Stivano Dalle; Elisabeth Yulia Nugraha; Hilarius Yosef Sikone; Aleksius A. Jeramat; Dionsius Filma; Viktor Kevin Sekar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24251

Abstract

Abstrak: Penggunaan pupuk organik bokashi biasanya memang mengandung unsur hara dalam dosis kecil, namun lengkap unsur makro dan mikronya serta proses pembuatannya cukup efisien karena tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang sangat banyak .Tujuan dilakukannya kegiatan PkM ini adalah mengedukasi pada masyarakat tentang potensi limbah dan feses ternak guna menjadi pupuk bokashi agar kelompok tani Puar Farm dan masyarakat kelurahan Nggalak Leleng dapat menghasilkan pupuk organik sendiri sebagai subtitusi pupuk kimia. Tempat dilaksanakan kegiatan PkM berlangsung pada kelompok Tani Puar Farm beranggotakan 25 orang yang terdiri dari 17 orang laki-laki dewasa dan 8 orang perempuan dewasa. Kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan yakni bulan 11 Januari sampai dengan 14 Februari 2024. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah sosialisasi dampak feses babi non fermentasi sebagai pupuk dan demostrasi praktik pembuatan bokashi agar kelompok mitra mampu mengaplikasikan feses babi sebagai pupuk organic serta evaluasi hasil kegiatannya menggunakan kuesioner sebagai indikator keberhasilan. Kegiatan sosialisasi ini memberikan respon yang baik. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan keberhasilan kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan akan pupuk bokasi oleh masyarakat sebesar 66,32% dan tingkat keberhasilankegiatannya mencapai 90% sehingga diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia yang marak terjadi pada seluruh lapisan masyarakat daerah Manggarai Timur.Abstract: The use of bokashi organic fertilizer usually contains nutrients in small doses, but it is complete with macro and micro elements and the manufacturing process is quite efficient because it does not require a lot of time and energy. The purpose of this PkM activity is to educate the community about the potential of waste and livestock feces to become bokashi fertilizer so that the Puar Farm farmer group and the people of Nggalak Leleng village can produce their own organic fertilizer as a substitute for chemical fertilizers. The place where the PkM activity took place in the Puar Farm Farmers group consisting of 25 members consisting of 17 adult men and 8 adult women. This group is located in East Manggarai Regency for 1 month, from January 11 to February 14, 2024. The method used in this PkM activity is the socialization of the impact of non-fermented pig feces as fertilizer and the demonstration of bokashi making practices so that the partner group is able to apply pig feces as organic fertilizer and evaluate the results of the activity using a questionnaire as an indicator of success. This socialization activity gave a good response. The results of the evaluation of the activity show that the success of this service activity can be seen from the increase in knowledge of bokasi fertilizer by the community by 66.32% and the success rate of the activity reaches 90% so that it is expected to be able to reduce the use of chemical fertilizers which is rampant in all levels of society in the East Manggarai area. 
PERBAIKAN KUALITAS HIDUP WARGA BINAAN SALEMBA MELALUI PEMBELAJARAN SOFT SKILL DAN WIRAUSAHA Hastuti Olivia; Muhammad Ridha Haikal Amal; Syahrijal Hidayat; Irwadi Irwadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23346

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini penting dilakukan untuk meningkatkan soft skill, motivasi dan kepercayaan diri warga binaan Ketika keluar dari Lapas Salemba Kelas II A Jakarta. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dengan ceramah tentang keterampilan wirausaha yang berfokus pada perencanaan keuangan, pemasaran, dan pengelolaan bisnis. Pengabdian ini dilakukan oleh Dosen Akuntansi yang bermitra dengan Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI). Sebanyak 85 orang terpilih secara acak.setelah dilakukan kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat dilakuakan evaluasi dengan cara pretest dan posttest atau sebelum dan sesudah pengabdian dilakukan. Studi menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan warga binaan meningkat sebanyak 80 % sebagai hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini. Untuk mempersiapkan warga binaan dengan kehidupan yang produktif dan bermakna setelah pembebasan, kurikulum rehabilitasi lembaga pemasyarakatan harus memasukkan peningkatan kepercayaan diri dan keinginan untuk berintegrasi kembali ke masyarakat melalui program pembelajaran soft skill dan wirausaha.Abstract: Dedication to this community is important to improve soft skills, motivation and self-confidence of citizens when leaving Lapas Salemba Class II A Jakarta. This method of dedication to society is a lecture on entrepreneurial skills that focuses on financial planning, marketing, and business management. This dedication is carried out by the Accounting Lecturer who is partnered with the Association of Accountancy Lecturers of Indonesia (ADAI). A total of 85 people were selected randomly. After performing public service activities, evaluations were conducted in the form of pre-test and post-test or before and after the service. Studies show that citizens' knowledge and abilities have increased by 80% as a result of dedication to this society. To prepare civilians for a productive and meaningful life after liberation, the rehabilitation curriculum of the institution must include increased confidence and a desire to reintegrate into society through soft skills and entrepreneurship learning programmes.