cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENGUATAN KOMPETENSI PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH MELALUI WORKSHOP PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK SEKOLAH PENGGERAK Nunuk Hariyati; Amrozi Khamidi; Muhamad Sholeh; Nia Islamiah; Indah Nur Faizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22183

Abstract

Abstrak: Pelatihan pengembangan instrumen supervisi sekolah penggerak merupakan langkah strategis yang dilaksanakan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi Pengawas dan Kepala Sekolah atas permasalahan rendahnya kompetensi dalam melaksanakan supervisi di sekolah penggerak. Terutama dikarenakan belum adanya pedoman secara khusus yang diberikan pemerintah dalam mendukung Pengawas dan Kepala Sekolah dalam melaksanakan supervisi di sekolah penggerak. Sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam menyusun instrumen supervisi dengan konteks sekolah penggerak. Peserta dari kegiatan ini adalah para Pengawas dan Kepala Sekolah Penggerak tingkat SMP di Kabupaten Lamongan yang berjumlah 15 orang. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan pelatihan yang mengelaborasikan antara peningkatan wawasan melalui metode ceramah dan peningkatan keterampilan melalui praktik dan diskusi 2 arah. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid yakni melalui aplikasi Google Meet dan luring yang bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Pelaksanaan evaluasi dari kegiatan ini adalah dengan pre-test post-test dan evaluasi kegiatan PKM yang disajikan dalam bentuk Google Form. Capaian dari pelaksanaan kegiatan ini adalah (1) meningkatnya kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah tentang ruang lingkup supervisi sekolah penggerak yaitu dengan persentase peningkatan dari 53% menjadi 67% dengan kategori “memahami”. (2) meningkatnya keterampilan pengawas dan kepala sekolah dalam mengembangkan instrumen supervisi sekolah penggerak yang ditunjukkan dengan luaran berupa instrumen supervisi sekolah penggerak bagi pengawas dan kepala sekolah beserta rubrik penilaiannya.Abstract: Training to develop supervision instruments for Sekolah Penggerak is a strategic step taken to overcome the problems faced by Supervisors and Principals regarding the problem of low competence in carrying out supervision in Sekolah Penggerak. This is because there are no specific guidelines provided by the government to support supervisors and principals in carrying out supervision in Sekolah Penggerak. So this community service activity is carried out to increase the competence of Supervisors and Principals in preparing supervision instruments in the context of Sekolah Penggerak. Participants in this activity were 15 supervisors and principals of the middle school level in Lamongan Regency. The method of this community service activity is through training which elaborates between increasing insight through the lecture method and improving skills through practice and 2-way discussions. Activities are held in a hybrid, online and offline at the Lamongan Regency Education Office. The evaluation of this activity is using a pre-test, post-test and evaluation of PKM activities which are presented in the Google Form. The achievements of implementing this activity are (1) increasing the competence of Supervisors and Principals regarding the scope of supervision of Sekolah Penggerak with an increase in percentage from 53% to 67% in the "understanding" category. (2) increasing the skills of supervisors and school principals in developing supervision instruments as demonstrated by the output in the form of supervision instruments for supervisors and school principals with assessment rubrics.
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM KEGIATAN HYPNOBIRTHING UNTUK KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN Desi Widiyanti; Yuniarti Yuniarti; Elvi Destariyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20594

Abstract

Abstrak: Kejadian komplikasi kehamilan dan persalinan pada tahun 2018 di Puskesmas Padang Serai sebesar 81 kasus (20%) dari 404 ibu hamil, dan di Puskesmas Kandang sebesar 93 kasus (20%) dari 465 ibu hamil. Tujuan pengabdian untuk Meningkatkan peran serta ibu hamil dalam kegiatan Hypnobirthing untuk kesiapan ibu menghadapi kehamilan dan menjalani proses persalinan. Metode pengabdian berupa kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan ibu hamil di kelas hypnobirthing. Peserta yang hadir sebanyak 15 orang ibu hamil dengan kehamilan trimester III (usia Kehamilan diatas 30 minggu) dan bidan berjumlah 1 orang. Berdasarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang metode hypnobirthing sebelum diberikan sosialisasi dan pelaksanaan kelas hypnobirthing untuk kategori tingkat pengetahuan kurang sebesar 40%, cukup 46,7% dan baik 13,3%, dan setelah dilaksanakan kelas hypnobirthing tingkat pengetahuan cukup 33,3% dan baik 66,7%. Adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang hypnobirthing sehingga dapat menghadapi proses persalinan yang aman dan nyaman.Abstract: The incidence of complications of pregnancy and childbirth in 2018 at Puskesmas Padang Serai was 81 cases (20%) of 404 pregnant women, and at Puskesmas Kandang was 93 cases (20%) of 465 pregnant women. The purpose of the service is to increase the participation of pregnant women in Hypnobirthing activities for the readiness of mothers to face pregnancy and undergo the delivery process. The service method is in the form of counseling activities and empowering pregnant women in hypnobirthing classes. Participants who attended were 10 pregnant women with third trimester pregnancy (pregnancy age above 30 weeks) and 1 midwife. Based on the level of knowledge of pregnant women about the hypnobirthing method before being given socialization and implementation of hypnobirthing classes for the category of less knowledge level of 40%, 46,7% sufficient and 13,3% good, and after the implementation of hypnobirthing classes the level of knowledge is 33,3% sufficient and 66,7% good. There is an increase in maternal knowledge about hypnobirthing so that they can face a safe and comfortable birthing process.
PEMANFAATAN LIMBAH LIDI SAWIT MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDAPATAN MASYARAKAT Timbul Rasoki; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25266

Abstract

Abstrak: Desa Panca Mukti memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Wangi yang diharapkan dapat memaksimalkan peran wanita untuk pertanian desa. Berdasarkan hasil observasi tim dilapangan meskipun KWT Sekar Wangi ini telah memberikan kontribusi terhadap produksi pertanian di daerahnya, namun masih terdapat kendala dalam pengelolaan limbah pertanian. Limbah-limbah tersebut, terutama yang berasal dari aktivitas pertanian sawit belum terolah dengan baik. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan skill mitra dengan pemanfaatan limbah lidi sawit menjadi produk bernilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni metode partisipatif kepada para mitra yang merupakan kelompok ibu-ibu KWT Sekar Wangi yang berjumlah 40 orang. Pelatihan dilaksanakan dengan teori dan praktik langsung pembuatan lidi dahan sawit menjadi anyaman piring. Hasil dari program ini mencakup peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mitra terkait pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa anyaman lidi sawit Sebanyak 35 anggota mitra atau sebesar 87% mampu membuat anyaman dan memulai memasarkan dengan offline dan online.Abstract: The village of Panca Mukti is home to the Sekar Wangi Women Farmers Group (KWT), which is expected to maximize the role of women in the village's agricultural sector. Despite the contributions of KWT Sekar Wangi to agricultural production in the area, field observations have revealed challenges in managing agricultural waste, particularly those generated from oil palm farming activities, which remain inadequately processed. The objective of this community service initiative is to enhance the skills of the partners by utilizing palm frond waste to create economically valuable products. The method employed in this service activity is participatory, involving 40 women members of KWT Sekar Wangi. The training was conducted through both theoretical instruction and hands-on practice in crafting woven plates from palm fronds. The outcomes of this program include a significant increase in the knowledge and skills of the partners in processing agricultural waste into high-value economic products, specifically woven palm frond crafts. A total of 35 members, or 87% of the participants, successfully created woven products and have begun marketing them both offline and online. 
SOSIALISASI PEMBUATAN SKALA PRIORITAS DALAM PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK MENEKAN ANGKA KORUPSI Made Ngurah Demi Andayana; I Putu Yoga Bumi Pradana; Adriana Fallo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20216

Abstract

Abstrak: Data ICW menunjukkan bahwa hingga tahun 2017 terdapat 112 kades yang terlibat dalam kasus korupsi desa. Salah satu langkah menekan angka korupsi dengan penentuan skala prioritas penggunaan dana desa yang diatur dalam Kemendesa PDTT Peraturan Menteri No 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dana desa dalam rangka menekan angka korupsi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Baumata Barat yang diikuti oleh 30 peserta. Penyampaian materi menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, Focus Discussion Group (FDG), dan Workshop. Hasil evaluasi atas pelaksanaan dari sosialisasi dilakukan melalui metode survey pendapat dari para peserta, yang mana ini 90% dapat meningkatkan pemahaman peserta, 90% peserta berpartisipasi dengan aktif, peserta juga memperoleh peningkatan ketrampilan dalam menentukan skala prioritas sebesar 85%. Selain itu, masyarakat mengetahui sebesar 85% mengenai peranan mereka pada saat penganggaran dana desa. Peserta sosialisasi dan pemerintah desa mendukung dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Adapun hambatan yang ditemui selama pengabdian dapat teratasi dengan baik.Abstract: ICW Data shows that until 2017 there were 112 village heads involved in village corruption cases. One of the steps to reduce the number of corruption is to determine the priority scale for the use of village funds regulated in the PDTT Ministry of Rural Affairs Ministerial Regulation No. 11 of 2019 concerning the priority use of village funds in 2020. The purpose of this socialization is to improve the ability of Village Fund Management in order to reduce corruption. This socialization activity was held in West Baumata Village which was attended by 30 participants. Material delivery using lecture and question and answer method, Focus Discussion Group (FDG), and workshop. The results of this socialization 90% can increase the understanding of participants, 90% of participants participate actively, participants also gained increased skills in determining priorities by 85%. In addition, the community knew by 85% about their role at the time of village fund budgeting. The socialization participants and the village government supported and followed the activities enthusiastically. The obstacles encountered during devotion can be overcome properly.  
UPAYA GERAKAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN KELUARGA PENCEGAHAN STUNTING Hendri Hadiyanto; Azhar Zulkarnain Alamsyah; Lutiyah Lutiyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23220

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi kekhawatiran masyarakat, terutama sebagai generasi penerus bangsa yang berdampak kepada pembangunan sumber daya manusia. dampak kesehatan yaitu munculnya gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motorik. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Kelurahan Cikundul merupakan kelurahan yang akan menjadi tempat pengabdian kepada masyarakat sesuai permasalahan kesehatan dan program pencegahan stunting yang menjadi prioritas utama. Tujuan, kegiatan ini adalah untuk mendukung program pemerintah penurunan angka dengan meningkatkan pengetahuan tentang stunting. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan kesehatan kepada warga tentang stunting dan kegiatan penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita bersama mahasiswa di Posyandu. Kegiatan melibatkan mahasiswa, lurah, kader, tokoh masyarakat di Kelurahan Cikundul. Sasaran kegiatan ini sadalah masyarakat Kelurahan Cikundul. Hasil Kegiatan menunjukkan adanya peningktan pengetahuan masyarakat tentang stunting sebnayak 43, 14%. Kesimpulan pengabdian ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat menumbuhkan kesadaran bahaya stunting.Abstract: Stunting is a concern for society, especially for the nation's next generation, which has an impact on human resource development. Health impacts, namely the emergence of failure to thrive (low birth weight, small, short, thin), obstacles to cognitive and motor development. The Ministry of Health announced the results of the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) at the BKKBN National Working Meeting, the prevalence of stunting in Indonesia fell from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022. Cikundul sub-district is a sub-district that will become a place of community service in accordance with Health problems and stunting prevention programs are the main priority. The aim of this activity is to support the government's program to reduce numbers by increasing knowledge about stunting. The implementation method involves health education to residents about stunting and activities for weighing and measuring the height of toddlers with students at the Posyandu. The activity involved the students, village heads, cadres, community leaders in Cikundul Village. The target of this activity is the community of Cikundul Village. The results of the activity showed an increase in public knowledge about stunting by 43.14%. In conclusion, this service has had a positive impact on the community, raising awareness of the dangers of stunting. 
PENANAMAN POHON SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN ECOLITERACY BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Dyah Ayu Fajarianingtyas; Ach Puniman; Herowati Herowati; Rosydah Rosydah; Firda Firda; Alifia Safitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22288

Abstract

Abstrak: Muatan ecoliteracy penting diterapkan di tingkat sekolah karena mendorong siswa peka menyadari, merasakan, dan memiliki hasrat bertindak melindungi bumi sebagai upaya menjaga keseimbangan alam. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa untuk menumbuhkan ecoliteracy dalam pembelajaran sehingga membentuk karakter peduli lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Marengan Daya III. Profil mitra memiliki visi dan misi yang mendukung implementasi penanaman pohon. Urgensi pengabdian masyarakat ini terletak pada perlunya dilakukan penanaman pohon di SDN Marengan Daya karena kondisi geografis sekolah ini gersang dan jumlah pohon yang tumbuh di sekolah ini masih minim. Metode Pkm yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan penanaman pohon ini dapat terlaksana dengan baik yang melibatkan partisipasi siswa. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dari respon positif sebesar 100%. Metode evaluasi menggunakan angket yang disebar kepada siswa. Gerakan penanaman pohon ini dilakukan sebagai salah satu wujud peduli masyarakat, khususnya kelompok siswa SDN Marengan Daya bersama civitas Universitas Wiraraja terhadap education sustainable development goals.Abstract: The content of ecoliteracy is important to apply at the school level because it encourages sensitive students to realize, feel and have the desire to act to protect the earth as an effort to maintain the balance of nature. The aim of community service is to increase students' knowledge and skills to foster ecoliteracy in learning so as to form environmentally caring characters. This activity was carried out at SDN Marengan Daya III. The partner profile has a vision and mission that supports the implementation of tree planting. The urgency of this community service lies in the need to plant trees at SDN Marengan Daya because the geographical condition of this school is arid and the number of trees growing at this school is still minimal. The Pkm method is socialization and training. This tree planting activity can be carried out well involving student participation. The results of this activity show an increase in knowledge and skills. The indicator of the success of this activity is shown by a positive response of 100%. The evaluation method uses a questionnaire distributed to students. This tree planting movement was carried out as a form of caring for the community, especially the Marengan Daya Elementary School student group together with the Wiraraja University community towards education sustainable development goals.
PENGUATAN PERAN SOCIAL SUPPORT IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN YANG SEHAT Fitra Duhita; Catur Anita Sari; Dian Kartikasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.21038

Abstract

Abstrak: Dukungan sosial memberikan dampak positif bagi kesehatan seseorang, termasuk juga pada ibu hamil. Ibu hamil dengan dukungan sosial yang baik cenderung lebih siap secara psikologi dan mengalami penyulit kehamilan minimal, sehingga keturunan yang dihasilkan dalam keadaan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kesediaan social supporter ibu hamil melakukan pendampingan selama periode kehamilannya, guna terciptanya kehamilan dan persalinan yang sehat baik untuk bayi maupun ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Klasaman. Telah dilakukan pendampingan pada social supporter ibu hamil selama 8 bulan (Maret-November) terhadap 10 ibu hamil. Kegiatan pendampingan menunjukkan hasil yang positif, baik dari kualitas ANC ibu (100% tercapai ANC K6) maupun luaran kehamilan yang ditunjukkan dengan kondisi bayi dan ibu sehat (tidak ada komplikasi neonatus maupun komplikasi pada ibu pasca salin).Abstract: Social support contributes positively to a person's health, including the influence of social support on pregnant women. Pregnant women who receive good social support tend to experience better psychological readiness and experience minimum incidence of pregnancy complications, and have healthy offspring. This community service activity is carried out to increase knowledge, awareness and willingness the social supporters of pregnant women to provide assistance during pregnancy, in order to create a healthy pregnancy and birth for both baby and mother. Community service activities was carried out in the Klasaman Community Health Center working area. Social support for pregnant women has been provided for 8 months (March-November) for 10 pregnant women. The supporting activities showed positive results, both in terms of the quality of the mother's ANC (100% achieved ANC K6) and pregnancy outcomes as indicated by the condition of the baby and mother being healthy (without neonatal maternal complications).
PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN CANTING ELEKTRIK DAN BATIK CAP SERTA BRANDING BATIK Aryo Wibisono; Anik Anekawati; Rillia Aisyah Haris; Zainal Abidin Achmad; Muchlisiniyati Safeyah; Jojok Dwirido Tjahjono; Diana Aqidatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20464

Abstract

Abstrak: Batik merupakan warisan dunia yang harus kita lestarikan, sehingga untuk melestarikannya kita harus menjaga dan mempertahankannya. Di Desa Gingging terdapat pengerajin batik Bernama batik tulis pajjher, mereka memiliki permasalahan dalam produksi, terutama jika ada permintaan dalam jumlah besar dan dalam pemasarannya masih yang dari mulut ke mulut sehingga penjualannya kurang maksimal. Serta di Desa Gingging ini terdapat kelompok karang taruna dimana mereka membutuhkan bantuan dalam mengembangkan keterampilan anggotanya. Oleh karena tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk melakukan pelatihan membatik dengan menggunakan canting elektrik dan batik cap, serta pembuatan branding bagi rumah batik tulis pajjher. Dan melibatkan sekitar 60 peserta pelatihan, dimana sebelum melakukan pelatihan setiap peserta diberikan kuisioner untuk melihat seberapa paham mereka tentang batik, dan setelah proses pelatihan mereka juga akan diberikan kuisioner untuk mengisi kembali yang sama dengan sebelum mereka mengikuti pelatihan. Hasil dari pengisian kuisioner sebelum melakukan pelatihan rata–rata hanya 20% dari 60 peserta yang memahami tentang penggunaan canting dan batik cap tersebut. Dan setelah diberikan pelatihan selama 5 hari dan diberikan kuisioner kembali maka didapatkan adanya peningkatan dari 20% awalnya menjadi 89% yang memahami penggunaan canting elektrik dan batik cap tersebut. Dan juga untuk batik tulis pajjher yang sebelumnya mempunyai masalah dalam bidang produksinya, sekarang dengan adanya canting elektrik dan batik cap maka akan dengan mudah untuk mempercepat proses produksi kain batiknya, dan juga mereka sekarang memiliki alat promosi berupa video yang dapat membranding kegiatan usahanya setiap ada event tertentu.Abstract: Batik is a world heritage that we must preserve, so to preserve it we must protect and maintain it. In Gingging Village there is a batik craftsman called Pajher written batik, they have problems in production because they still use traditional canting and marketing is still done by word of mouth so sales are not optimal. And in Gingging Village there is a youth group where they need help in developing the skills of their members. Because the aim of carrying out this activity is to conduct batik training using electric canting and stamped batik, as well as creating branding for the Pajher hand-written batik house. And it involves around 60 training participants, where before carrying out the training each participant is given a questionnaire to see how much they understand about batik, and after the training process they will also be given a questionnaire to fill in again, the same as before they took part in the training. The results of filling out the questionnaire before carrying out the training were only 25% of the 60 participants who understood the use of canting and stamped batik. And after being given training for 5 days and given another questionnaire, it was found that there was an increase from the initial 25% to 92% who understood the use of electric canting and stamped batik. And also for Pajher written batik which previously did not have electric canting and stamped batik, with this training they can use these tools to speed up the production of their batik cloth, and they also now have promotional tools in the form of videos that can compare their business activities every time there is a certain event.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN MAKANAN SEHAT DAN EKONOMI SEHAT DI KAMPUNG DADAP Martina Pakpahan; Theresia Theresia; Evanny Indah Manurung; Ni Gusti Ayu Eka; Belet Lydia Ingrit; Mega Sampepadang; Rudy pramono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24426

Abstract

Abstrak: Kesulitan ekonomi, pengetahuan yang terbatas, dan jumlah anggota keluarga yang banyak turut berpengaruh dalam pemenuhan gizi pada keluarga. Kampung Dadap dipilih sebagai lembaga mitra dikarenakan jumlah kasus gizi kurang pada anak cukup tinggi, yaitu sebanyak 30 kasus pada tahun 2023-2024. Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua sesi yaitu; Makanan sehat keluarga dan Wirausaha Kuliner, yang diselenggarakan oleh Fakultas Keperawatan dengan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan mengembangkan usaha kuliner sebagai bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan Edukasi dilaksanakan di kampung Dadap pada 28 November 2023 dengan diikuti 47 peserta. Karakteristik peserta yaitu; Perempuan/Ibu rumah tangga (100 %), usia 23-72 tahun, memiliki jumlah anak dalam keluarga 0-5 anak. Pengetahuan peserta dapat dilihat dari rerata nilai pre-test yaitu 41,95, sedangkan rerata nilai post-test sebesar 75.75. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi berdampak dalam meningkatkan pengetahuan peserta yaitu sebesar 33,79. Kerjasama lintas sektor dalam pemberdayaan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan.Abstract: Nutrition-related issues continue to be a challenge today. Economic difficulties, many family members, and limited knowledge contribute to the fulfillment of nutrition in the family. Efforts are needed to increase family empowerment. Kampung Dadap was chosen as a partner institution because the number of cases of malnutrition in children is relatively high, which amounted to 30 cases in 2023-2024. Education is divided into two sessions: Healthy Family Food and Culinary Entrepreneurship and a cooking demonstration. This activity is a collaboration between the Faculty of Nursing and the Faculty of Tourism, Universitas Pelita Harapan. Education aims to increase community knowledge and interest in meeting family nutritional needs and developing culinary businesses as a form of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Educational activities were held in Dadap village on November 28, 2023, with 47 participants. The characteristics of the participants are women/housewives (100%), aged 23-72 years, and the number of children in the family is 0-5. The participants' knowledge can be seen from the average pre-test score of 41.95, while the average post-test score is 75.75. This shows that education has an impact on increasing the participants' knowledge by 33.79. Cross-sectoral cooperation in family empowerment needs to be carried out continuously.
INOVASI SABUN BERBAHAN MINYAK KELAPA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Siti Puji Lestariningsih; Endi Ramadhani; Destiana destiana; Siva Devi Azahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23173

Abstract

Abstrak: Potensi lokal dari unit desa merupakan modal pemberdayaan yang dapat memecahkan permasalahan kesenjangan. Pendapatan masyarakat Desa Peniti Besar sebagian besar dari perkebunan kelapa. Namun, belum ada produk olahan kelapa yang dapat menjadi alternatif produk unggulan desa. Minyak kelapa merupakan salah satu bahan sabun yang potensial sebagai produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengolah minyak kelapa menjadi sabun bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan dengan metode development community berjumlah 30 orang dari PKK dan pemerintah desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pendampingan praktek, dan evaluasi. Peserta dapat memproduksi sabun sesuai arahan resep dan tahapannya. Hasilnya berupa sabun padat tanpa pewarna. Peserta dapat mengenali hal penting yaitu takaran minyak, air, alkali, pencampuran bahan, dan masa curing. Produk sabun natural minyak kelapa menguntungan dengan laba Rp10.880,00 per batang. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Setelah pelatihan, pemahaman dan minat peserta meningkat 88,6% dan memerlukan pendampingan dalam pengemasan serta pemasaran.Abstract: Peniti Besar Village community income is mostly from coconut plantations. However, there is no processed coconut product that can be an alternative village superior product. Coconut oil is one of the potential soap ingredients as an economic value product. The purpose of the activity is to increase participants' understanding and skills to process coconut oil into valuable soap. The activity was carried out using the community development method, totaling 30 people. Activity stages include field surveys, socialization, practical assistance, and evaluation. Participants can produce soap according to the recipe directions and stages. Participants can recognize important things, namely the dose of oil, water, lye, mixing ingredients, and the curing period. Coconut oil natural soap products are profitable with a profit of IDR 10,880.00 per bar. Evaluation was conducted through questionnaires filled out before and after the training. After the training, participants' understanding and interest increased by 88.6% and required assistance in packaging and marketing.