cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENDIDIKAN KESEHATAN PHBS, TERAPI PIJAT BAYI DIARE DALAM UPAYA MENURUNKAN FREKUENSI BAB PADA ANAK DI RUMAH SAKIT Ria Setia Sari; Ranan Salasabila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20434

Abstract

Abstrak: Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering. Pijat diare adalah terapi sentuh yang digunakan untuk mengatasi masalah diare dan menurukan frekuensi BAB. Tujuan Kegiatan ini ntuk mengetahui perilaku hidup bersih sehat dan tingkat pengetahuan ibu tentang pijat diare pencegahan diare pada anak. Metode yang digunakan pada kegiatan penyuluhan ini dilakukan melalui cuci tangan 6 langkah dengan praktik langsung dan terapi pijat diare pada anak yang mengalami diare dengan terapi pijat diare. Sebelum dilakukan kegiatan orang tua diberikan kuesioner dengan 10 pertanyann diare pada anak. Setelah mengetahui anak yang mengalami diare orang tua berkumpul untuk mengikuti penkes diare pada anak. Kegiatan ini dilakukan 40 menit. Setelah itu orang tua diberikan kuesioner diare, Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta orang tua. Hasil kegiatan berupa pengaruh pengetahuan orang tua tentang PHBS dan terapi pijat diare dalam penurunan frekuensi BAB dilihat dari kuesioner sebelum pendidikan Kesehatan dilakukan didapat hasil Tingkat pengetahuan sebesar 40% dan setelah kegiatan terjadi pengaruh pengetahuan diare sebanyak 98,8%.Abstract: Diarrhea is a condition where a person defecates with a soft or liquid consistency, it can even be just water and the frequency is more frequent. Diarrhea massage is a touch therapy used to treat diarrhea problems and reduce the frequency of defecation. Activity Objective: To determine healthy clean living behavior and the mother's level of knowledge about diarrhea massage to prevent diarrhea in children. Activity Method: This outreach activity is carried out through 6-step hand washing with direct practice and diarrhea massage therapy for children who experience diarrhea with diarrhea massage therapy. Before carrying out the activity, parents were given a questionnaire with 10 questions about diarrhea in children. After learning that the child had diarrhea, the parents gathered to take part in the child's diarrhea health program. This activity takes 40 minutes. After that, parents were given a diarrhea questionnaire. This activity was attended by 20 parent participants. Activity results: the influence of parents' knowledge about PHBS and diarrhea massage therapy in reducing the frequency of defecation seen from the questionnaire before the health education was carried out, the results showed that the level of knowledge was 40% and after the activity the influence of diarrhea knowledge was 98.8%.
PEMBERDAYAAN LIFESKILL REMAJA DENGAN ORANG TUA TKI MELALUI PROGRAM SUPPORT SYSTEM Suharni Suharni; Beny Dwi Pratama; Tyas Martika Anggriana; Asroful Kadafi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16272

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Bina Keluarga Remaja (BKR) Putra Harapan. Permasalahan di BKR ini terkait Pola pengasuhan yang kurang terkontrol, karena orang tua jauh menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) membuat perkembangan remaja menjadi tidak maksimal. Pembentukan BKR di harapkan mampu memfasilitasi kebutuhan remaja, agar mereka memiliki keterampilan lifeskill, namun faktanya permasalahan masih muncul, seperti belum dimilikinya keterampilan atau lifeskill oleh remaja. Dari permasalahan ini, tim pengabdi memberikan solusi dengan program suport system. Program Support System (PSS) diharapkan dapat memfasilitasi remaja untuk menyampaikan berbagai masalah dan saling memberikan edukasi antar remaja anggota BKR melalui pelatihan pendidik dan konselor sebaya. Setelah program ini berjalan diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif dan saling mensuport antar sebaya dan dapat memfasilitasi remaja memiliki lifeskill untuk mampu produktif. Sasaran kegiatan ini terdiri dari: 5 kader BKR, 50 orang tua, dan 50 remaja. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra. PSS diawali dengan melaksanakan pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya. Tahap berikutnya dilakukan pendampingan layanan untuk memastikan PSS berjalan dengan baik. Hasil program PKM ini mampu menghasilkan luaran: (1) Peningkatan keterampilan kader BKR dalam membangun suport system di BKR sebesar 100%; (2) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menjadi pendidik dan konselor sebaya sebanyak 90%; dan (3) Peningkatan pengetahuan orangtua terkait strategi pengasuhan yang sesuai bagi anak sebanyak 80%. Luaran ini dilihat dari hasil evaluasi yang mengadobsi dari model evaluai CIPP.Abstract: This service activity was carried out at the Putra Harapan Youth Family Development (BKR). The problem at BKR is related to parenting patterns that are less controlled, because parents are far away from being Indonesian Migrant Workers (TKI) which makes adolescent development not optimal. The formation of BKR is expected to be able to facilitate the needs of youth, so that they have life skills, but in fact problems still arise, such as the lack of skills or life skills by adolescents. From this problem, the service team provides a solution with a support system program. The Support System (PSS) program is expected to be able to facilitate youth to convey various problems and provide mutual education among BKR youth members through training of peer educators and counselors. After this program is running, it is hoped that it will be able to create a climate that is conducive and mutually supportive among peers and can facilitate youth to have life skills to be productive. The target of this activity consisted of: 5 BKR cadres, 50 parents, and 50 youth. The service method is carried out using training and mentoring methods for partners. PSS begins with training for peer educators and peer counselors. The next stage is service assistance to ensure PSS runs well. The results of this PKM program were able to produce outputs: 1) Increasing the skills of BKR cadres in building a support system at BKR by 100%. 2) Increased knowledge and skills of adolescents in becoming peer educators and counselors by 90%, 3) Increased parental knowledge regarding appropriate parenting strategies for children by 80%. This output is seen from the evaluation results that adopt the CIPP evaluation model. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BIJAK MELAUI ISTILAH KOMUNIKATIS DAGUSIBU DI DESA Muladi Putra Mahardika; Rosaria Ika Pratiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24923

Abstract

Abstrak: Masalah resistensi antibiotik merupakan masalah global yang disebabkan oleh tidak tepatan penggunaan antibiotik dan kurangnya pengetahuan pada masyarakat. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan edukasi tentang Antibiotik dan DAGUSIBU melalui media leaflet. Istilah DAGUSIBU merupakan salah satu upaya edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat secara tepat dan benar. Tujuan kegiatan ini memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan antibotik yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pemutaran video DAGUSIBU penggunaan antibiotik. Pengukuran keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan 20 butir pertanyaan tentang antibiotic dalam bentuk pretest dan postets kepada ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu. Perhitungan persentasi total masyarakat yang dapat menjawab soal dengan tepat. Dari hasil pengolahan data, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait resistensi antibiotik setelah diberikan penyuluhan sebesar 36,67%.Abstract: The problem of antibiotic resistance is a global problem caused by inappropriate use of antibiotics and lack of knowledge in the community. These problems can be overcome through community empowerment with education about antibiotics and DAGUSIBU. The purpose of this activity is to provide information and increase public knowledge about the dangers of improper use of antibiotics. Community service activities are conducted in the form of counseling and video playback DAGUSIBU antibiotic use. Measurement of the success of the activity was carried out by providing 20 questions about antibiotics in the form of pretests and postets to PKK mothers and Posyandu cadres. Calculation of the total percentage of people who can answer the question correctly. From the results of data processing, it is known that there is an increase in public understanding and knowledge related to antibiotic resistance after counseling is given by 36.67%.The problem of antibiotic resistance is a global problem caused by improper use of antibiotics and lack of knowledge in the community. These problems can be overcome through community empowerment with education about antibiotics and DAGUSIBU through leaflet media. The term DAGUSIBU is one of the efforts of education and learning to the community to increase understanding, concern and public awareness related to the use of drugs appropriately and correctly. The purpose of this activity is to provide information to the public about the dangers of improper use of antibiotics. Community service activities are conducted in the form of counseling and video playback DAGUSIBU antibiotic use. Measurement of the success of the activity was carried out by providing pretests and postets to PKK mothers and Posyandu cadres. Calculation of the total percentage of people who can answer the question correctly. From the results of data processing, it is known that there is an increase in public understanding and knowledge related to antibiotic resistance after being given a 36.67% ignition.
IMPLEMENTASI WEBSITE E-COMMERCE TANIBAHAGIA.WEB.ID UNTUK MENINGKATKAN JANGKAUAN PEMASARAN USAHA KELOMPOK TANI Nani Purwati; Akhmad Syukron; Atun Yulianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23172

Abstract

Abstrak: Kelompok tani menjadi organisasi yang beranggotakan para petani untuk saling bertukar pikiran serta berbagi pengalaman dan pengetahuan dibidang pertanian. Tidak hanya itu saja, Kelompok Tani Desa Pejengkolan juga menjadi wadah berkegiatan yang produktif dengan memiliki usaha dibidang budidaya dan penjualan bibit tanaman buah. Pengabdian masyarakat ini merupakan pengabdian masyarakat skema PKM dengan pendanaan Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi melalui hibah BIMA tahun anggaran 2024. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam memahami dan memanfaatkan TIK serta website e-commerce dan membantu meningkatkan jangkauan pemasaran produk usaha Kelompok Tani Desa Pejengkolan sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani tersebut. Metode pengabdian masyarakat ini terdiri dari pendekatan terhadap mitra, pra pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Evaluasi terhadap pengurus kelompok tani yang berjumlah 10 peserta menggunakan quisioner pretest dan pos test menunjukkan hasil kemampuan mitra memanfaatkan e-commerce meningkat menjadi 90%, kemampuan mitra dibidang teknologi informasi meningkat 90, jangkauan pemasaran meningkat menjadi 85%.Abstract: Farmer groups are organizations whose members are farmers to exchange ideas and share experiences and knowledge in the field of agriculture. Not only that, the Pejengkolan Village Farmer Group also becomes a forum for productive activities by having a business in cultivating and selling fruit plant seeds. This community service is a community service under the PKM scheme with funding from the Academic Directorate of Vocational Higher Education through a BIMA grant for the 2024 fiscal year. The aim of this community service is to increase the ability of farmer groups to understand and utilize ICT and e-commerce websites and help increase the marketing reach of farmer group business products. Pejengkolan Village so that it can increase the income of the farmer group. This community service method consists of an approach to partners, pre-implementation, activity implementation, and evaluation. Evaluation of farmer group administrators totaling 10 participants using pre-test and post-test questionnaires showed that the partners' ability to utilize e-commerce increased to 90%, partners' ability in the field of information technology increased by 90, marketing reach increased to 85%.
MEMBANGUN SISTEM PERPUSTAKAAN TERINTEGRASI ILS BERBASIS KOHA I Ketut Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22069

Abstract

Abstrak: Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, setiap perpustakaan dituntut untuk berbenah diri guna mengikuti perkembangan tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan perpustakaan terkini dan terintegrasi antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Fisip Unmul) agar perpustakaan-perpustakaannya tidak ketinggalan jaman. Untuk merealisasikannya, metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendampingan, workshop-training, serta monitoring dan evaluasi. Mitra dari kegiatan ini berjumlah 9 orang, yang terdiri dari dua orang teknisi/admin website Fakultas, tiga orang operator perpustakaan Fakultas, dua orang operator perpustakaan program Magister Administrasi Publik (MAP), dan dua orang operator perpustakaan program S1 Pemerintahan Integratif (PIN). Hasil dari kegiatan ini adalah telah terbangunnya sistem perpustakaan terkini dimana tiga perpustakaan dimaksud telah berhasil diintegrasikan dan telah berfungsi/beroperasi secara penuh (realisasi 100%), sehingga banyak kemajuan yang telah dicapai dalam pengelolaan perpustakaan dengan sistem baru dibandingkan dengan yang lama dalam hal efisiensi kerja, jumlah koleksi digital dan sistem pengaksesannya, serta sinergitas antar perpustakaan. Disamping itu, skills dari mitra dalam membangun perpustakaan terintegrasi mengalami peningkatan rata-rata 77,22% dalam pelaksanaan kegiatan ini.Abstract: With the rapid development of information and communication technology, any library is required to revitalize itself to keep up with such development. This service activity aims at building an advanced and integrated library system between one library and another within the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University (Fisip Unmul) so that the existing libraries are not outdated. The methods used to implement it are through mentoring, workshop-training, as well as monitoring and evaluation. There are 9 partners for this activity, consisting of two Faculty website admins/technicians, three Faculty library operators, two library operators for the Master of Public Administration (MAP) program, and two library operators for the undergraduate study program of Integrative Government (PIN). The result of this activity is that the latest library system has been developed where the three libraries in question have been successfully integrated and are fully functioning/operating (100% realization), so that much progress has been achieved in library management with the new system compared to the old one in terms of work efficiency, the number of digital collections and their access systems, as well as synergy between libraries. Apart from that, the skills of partners in building integrated libraries increased by an average of 77.22% in implementing this activity.
PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL MARKETING DAN MANAJERIAL MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BERBASIS KEMITRAAN PADA MUTIARA CRAFT (ECOPRINT) Kristiana Widiawati; Ari Nurul Alfian; Shalahuddin Shalahuddin; Nurul Kamila; Handrean Manurung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20728

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi UMKM Mutiara Craft adalah penjualan masih dilakukan secara sederhana belum mengoptimalkan pemanfaatan digital marketing. Untuk pengelolaan managerial pengelolaan keuangan masih belum sesuai standar PSAK ETAP. Tujuan kegiatan pendampingan memberikan solusi terhadap permasalahan mitra yaitu memberikan peningkatan softskill melalui motivasi kewirausahaan serta peningkatan hardskill melalui optimalisasi digital marketing dan mampu menyusun laporan keuangan sesuai standar untuk meningkatkan promosi dan penjualan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan kepada mitra binaan Mutiara Craft Ecoprint di Kota Bekasi dengan peserta 35 orang. Pelatihan yang telah dilaksanakan ialah pelatihan motivasi berwirausaha dan teknik ecoprint, pelatihan digital marketing dan pelatihan pengelolaan manajerial/keuangan. Hasil monitoring dari pelaksanan kegiatan pendampingan UMKM berbasis kemitraan terlihat dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra. Capaian indikator digital marketing adalah 78% dan Capaian indikator pengelolaan keuangan adalah 80%. Tingkat kepuasan pelaksanaan kegiatan rata-rata menyatakan sangat puas 73% melalui depth interview dan penyebaran angket.Abstract: The main problem faced by Mutiara Craft MSMEs is that sales are still carried out simply and have not optimized the use of digital marketing. For managerial management, financial management is still not in accordance with PSAK ETAP standards. The purpose of mentoring activities is to provide solutions to partner problems, namely providing soft skills improvement through entrepreneurial motivation and increasing hard skills through optimizing digital marketing and being able to prepare financial reports according to standards to increase promotion and sales. The method used is training and mentoring to Mutiara Craft Ecoprint fostered partners in Bekasi City with 35 participants. The training that has been carried out is entrepreneurial motivation training and ecoprint techniques, digital marketing training and managerial / financial management training. The monitoring results of the implementation of partnership-based MSME mentoring activities can be seen from the increase in partner knowledge and skills. The achievement of digital marketing indicators is 78% and the achievement of financial management indicators is 80%. The average level of activity implementation satisfaction stated very satisfied 73% through depth interviews and distributing questionnaires. 
PELATIHAN PEMBUATAN CEMILAN PROTEIN TINGGI BAGI KADER KESEHATAN PUSKESMAS PENUMPING Merkuria Karyantina; Vivi Nuraini; Amalia Lintang Hasanah; Pundhi Ludiani H
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20018

Abstract

Abstrak: Kader kesehatan merupakan tenaga yang berasal dari masyarakat, dipilih oleh masyarakat dan bekerja bersama untuk masyarakat secara sukarela. Kader kesehatan puskesmas penumping meliputi wilayah kelurahan Penumping, Bumi, Panularan dan Sriwedari. Kader kesehatan menjadi garda terdepan yang akan berperan memrangi stunting sehingga perlu memiliki pengetahuan dalam pengolahan makanan dengan kandungan protein tinggi sebagai Upaya penanganan stunting. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam pembuatan cemilan berprotein tinggi dengan memanfaatkan tepung kedelai. Metode yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan berpa materi (ceramah), praktik pengolahan dilanjutkan dengan diseminasi di tingkat RW oleh kader posyandu. Pelatihan dberikan kepada 20 orang kader perwakilan dari 4 kelurahan. Hasil menunjukkan bahwa kader semakin paham akan memanfaatan tepung kedelai dalam pembuatan olahan pangan. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi (melalui wawancara dan google form) dan menunjukkan peningkatan kemampuan kader dalam pengolahan makanan dengan substitusi tepung kedelai sebanyak 90%.Abstract: Health cadres are workers who come from the community, are elected by the community and work together for the community voluntarily. Penumping health centre health cadres cover the Penumping, Bumi, Panularan and Sriwedari sub-districts. Health cadres are the front guard who will play a role in combating stunting, so they need to know about processing food with high protein content to deal with stunting. The activity aimed to increase cadres' knowledge and skills in making high-protein snacks using soybean flour. The method used in this program is counselling in the form of material (lectures), and processing practices followed by dissemination at the RW level by posyandu cadres. The training was given to 20 representative cadres from 4 sub-districts. The results show that cadres increasingly understand the use of soybean flour in making processed food. At the end of the activity, an evaluation was carried out (via interviews and Google form) and showed an increase in cadres' ability in food processing by substituting soy flour by 90%. 
EDUKASI MASYARAKAT MENGENAI MANAJEMEN PRA DAN PASCA PARTUS PADA BABI Yohana Maria Febrizki Bollyn; Korbinianus Feribertus Rinca; Roselin Gultom; Maria Tarsisia Luju; Puspita Cahya Achmadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24283

Abstract

Abstrak: Pengetahuan yang baik tentang manajemen dalam beternak babi sangat penting untuk keberhasilan usaha peternakan babi. Tanpa pemahaman yang cukup tentang praktik manajemen yang benar, peternak mungkin menghadapi masalah kesehatan hewan dan rendahnya produktivitas. Salah satunya adalah manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi. Masyarakat peternak babi di Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong dihadapi oleh permasalahan praktik manajemen pra dan pasca partus pada babi yang buruk akibat kurangnya pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mitra sasaran yakni para peternak babi di Kelurahan Pitak yang berjumlah 20 orang mengenai manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi, meningkatkan produktivitas ternak babi para peternak di Kelurahan Pitak dan memperbaiki pendapatan masyarakat dari usaha ternak babinya. Metode yang diterapkan adalah metode observasi, edukasi dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan menerapkan metode pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan hanya 25% peternak yang mengetahui dan memahami tentang manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi. Setelah mendapatkan edukasi dan diskusi interaktif dengan narasumber, pengetahuan dan pemahaman peserta meningkat sampai di angka 75%. Output kegiatan menunjukkan adanya peningkatan wawasan dan pemahaman peternak mengenai manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi. Edukasi manajemen pra dan pasca partus menjadi kebutuhan penting karena berdampak langsung pada aspek kesehatan, produksi dan ekonomi bagi peternak dan ternak itu sendiri. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki produktivitas ternak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi.Abstract: Good knowledge of management in pig farming is crucial for the success of pig farming businesses. Without sufficient understanding of proper management practices, farmers may face animal health issues and low productivity. One important aspect is pre- and post-partum management in pigs. The pig farming community in Pitak Village, Langke Rembong District is confronted with poor pre- and post-partum management practices due to a lack of knowledge. This community service program aims to enhance the understanding and knowledge of the target partners, namely the 20 pig farmers in Pitak Village, regarding pre- and post-partum management in pigs, increase the productivity of their livestock, and improve the income of the community from pig farming. The methods used include observation, education, and evaluation. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests. The pre-test results showed that only 25% of farmers were aware of and understood pre- and post-partum management in pigs. After receiving education and engaging in interactive discussions with resource persons, the knowledge and understanding of the participants increased to 75%. The output of the activities indicates an improvement in the farmers' knowledge and understanding of pre- and post-partum management in pigs. Education on pre- and post-partum management is essential as it directly impacts the health, production, and economy of both the farmers and the livestock. This initiative is expected to improve livestock productivity and enhance the economic welfare of the community.
PEMBERIAN EDUKASI STUNTING DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG LELE BAGI KADER POSYANDU DI PACITAN, JAWA TIMUR Kusuma Estu Werdani; Dwi Linna Suswardany; Fitriana Mustikaningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25791

Abstract

Abstrak: Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Adanya potensi kandungan gizi dalam ikan lele yang kaya protein dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, perlu dikenalkan kepada kader posyandu. Selain itu, edukasi secara rutin dan komprehensif kepada kader posyandu sangat terbatas untuk diselenggarakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan tepung lele bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Metode PkM yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media visual. Peserta kegiatan PkM ini adalah kader posyandu aktif dari tiga desa (Mentoro, Menadi, Purworejo) sebanyak 64 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu tertarik dengan proses pembuatan dan hasil olahan tepung lele yang dapat dijadikan sebagai variasi makanan tambahan (PMT) bagi balita. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan metode angket. Hasil analisis statistik pengukuran pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan hasil yang signifikan (p-value= <0,0001) dengan peningkatan rerata pengetahuan dari 79,61 menjadi 88,44. Rekomendasi diberikan kepada bidan desa dan puskesmas untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama keterampilan dalam pembuatan makanan tambahan (PMT) bagi kelompok berisiko stunting.Abstract: The integrated post-service (called 'posyandu') cadres have a significant role in efforts to prevent stunting. The potential nutritional content of catfish, which is rich in protein and can be processed into various types of food, must be introduced to the posyandu cadres. In addition, routine and comprehensive education for posyandu cadres is minimal. This community service (PkM) activity aims to provide education about stunting and training in making catfish flour for posyandu cadres in the Pacitan Health Center work area. The PkM method used is a lecture using visual media. The activity results showed that posyandu cadres were interested in making and processing catfish flour, which can be used as a variation of additional food (PMT) for toddlers. The statistical analysis results of the measurement of posyandu cadre knowledge before and after being given education showed significant results (p-value = <0.0001) with an increase in average knowledge from 79.61 to 88.44. Recommendations are given to village midwives and health centers to provide education and assistance in handling stunting, especially skills in making additional food (PMT) for groups at risk of stunting.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Dian Tias Aorta; Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan; Bunga Cintantya Rudisty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.