cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PEMERIKSAAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA DETEKSI RISIKO PENYAKIT STROKE PADA MASYARAKAT Fitri Mailani; Hema Malini; Rahmi Muthia; Elvi Oktarina; Dally Rahman; Tiurmaida Simandalahi; Emil Huriani; Devia Putri Lenggogeni; Vebby Fitri Nur'arita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22350

Abstract

Abstrak: Stroke merupakan suatu penyakit yang menyebabkan kematian nomor dua setelah penyakit jantung iskemik dan merupakan penyebab kecacatan di seluruh dunia. Peningkatan angka kejadian penyakit stroke dapat dipengaruhi oleh faktor yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi, namun masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui pentingnya untuk menentukan faktor risiko dan mengetahui upaya yang perlu dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya stroke. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mengidentifikasi faktor risiko dan menentukan tingkat risiko penyakit stroke pada masyarakat di Nagari Sungai Buluh Selatan, Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebanyak 78 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pemeriksaan kesehatan, penentuan tingkat risiko penyakit stroke, dan edukasi individual mengenai cara menurunkan risiko terjadinya penyakit stroke. Intrumen yang digunakan untuk penentuan tingkat risiko penyakit stroke adalah Stroke Risk Scorecard. Hasil evaluasi dilakukan menggunakan lembar kuisioner yang langsung diberikan kepada masyarakat setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Hasil skrining penyakit stroke menggunakan Stroke Risk Scorecard didapatkan hampir seluruh masyarakat memiliki risiko rendah terkena stroke yaitu sebanyak 83,3% dan sebagian kecil masyarakat memiliki risiko tinggi terkena stroke sebanyak 16,7%. Diharapkan tindak lanjut puskesmas untuk melakukan skrining tingkat risiko dan edukasi pengurangan risiko penyakit stroke kepada masyarakat dalam pencegahan dan penurunan risiko stroke.Abstract: Stroke is a disease that causes death second only to ischemic heart disease and is a cause of disability throughout the world. The increase in the incidence of stroke can be influenced by factors that can be modified and cannot be modified. However, there are still many people who do not know the importance of determining risk factors and understanding the efforts that need to be made to reduce the risk of stroke. This community service activity aims to carry out health checks, identify risk factors, and determine the level of risk of stroke in the community in Nagari Sungai Buluh Selatan, Padang Pariaman, West Sumatra, with as many as 78 people. Methods for implementing community service activities include health checks, determining the risk of stroke, and educating individuals on how to reduce the risk of stroke. The stroke risk scorecard is the instrument used to determine the stroke risk level. The evaluation results were carried out using a questionnaire sheet immediately given to the public after a health examination. The results of stroke screening using the Stroke Risk Scorecard showed that almost all people had a low risk of stroke, namely 83.3%, and a small percentage of people had a high risk of stroke, 16.7%. It is hoped that follow-up at the community health center will carry out risk-level screening and education on reducing the risk of stroke to the community in preventing and reducing the risk. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI MANFAAT PROBIOTIK DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN TEH KOMBUCHA Melda Yunita; Juen Carla Warella; Eka Astuty; Elpira Asmin; Morgan Ohiwal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21658

Abstract

Abstrak: Teh Kombucha merupakan salah satu minuman probiotik yang memiliki manfaat bagi Kesehatan karena mengandung berbagai jenis vitamin, antibakteri, dan antioksidan. Negeri Lonthoir merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya belum mengetahui manfaat teh Kombucha sebagai minuman probiotik yang berguna bagi Kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat probiotik dan meningkatkan keahlian dalam membuat teh Kombucha. Kegiatan dilakukan pada 27 September 2023 dengan melibatkan 18 anggota masyarakat. Tahapan kegiatan dimulai dengan memberukan pretest, edukasi secara lisan, posttest dan demonstrasi. Hasil analisis menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 71,33%. Disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang sangat berarti bagi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan menambah softskill dalam membuat teh Kombucha secara mandiri.Abstract: Kombucha tea is a probiotic beverage with health benefits because it contains various types of vitamins, antibacterial agents, and antioxidants. Lonthoir is one of the areas where people need to learn the health benefits of kombucha tea as a probiotic beverage. This activity aimed to increase the community knowledge about the benefits of probiotics and improve their skills in making Kombucha tea. The activity was conducted on September 27, 2023, with 18 community members participating. The phases of the activity began with the administration of a pretest, oral education, posttest, and demonstration. The results of the analysis showed a 71.33% increase in knowledge. It was concluded that this activity had a significant impact on the community in terms of increasing knowledge and adding soft skills in making kombucha tea independently.
PEMBERDAYAAN KADER PENDUKUNG ASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SELF EFFICACY IBU TERHADAP KEBERHASILAN MENYUSUI Endah Yulianingsih; Nancy Olii; Nur Faidah; Desvita Tri Retnowaty Makuta; Riyalda Lie Noho; Rahman Suleman; Herman Priyono Luawo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20133

Abstract

Abstrak: Angka pemberian ASI secara global masih jauh di bawah target perlindungan kesehatan perempuan dan anak secara optimal. Kurang dari 50% bayi baru lahir mulai menyusui dalam satu jam pertama setelah lahir. Sekitar 41 anak di bawah usia 6 bulan mendapat ASI eksklusif, jauh lebih rendah dari target global sebesar 70% yang ditetapkan pada tahun 2030 Kelompok Pendukung ASI merupakan salah satu SDM yang dapat diberdayakan dalam membatu meningkatkan keseadaran ibu menyusui dalam Program. Tujuan khusus pelaksanaan kegiatan pengabmas ini adalah untuk meningkatkan target capaian ASI Ekslusif melalui Self Efficacy, Self efficacy merupakan keyakinan yang dimiliki oleh individu terhadap suatu hal yang belum dilakukan sehingga dapat menjadi indikator seseorang dalam menentukan pilihan dan memotivasi diri sendiri agar berhasil dalam keberhasilan menyusui. Solusi yang ditawarkan adalah program pendampingan melalui pemberdayaan kelompok pendamping ASI, sasaran kelompok mitra dalam kegiatan ini adalah ibu menyusui sebanyak 28 orang. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabmas ini adalah melalui pelatihan dan pendampingan dengan menggunakan kuisioner pre-posttest dan kusioner self eficasy. Target capaian dalam kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu mencapai 93% dan Self Eficassy meningkat menjadi 64. Saran bahwa program ini sangat membantu program keberhasilan menyusui sehingga program ini membutuhkan dukungan dari semua pihak.Abstract: Abstract: Globally, breastfeeding rates are still far below the target of optimal health protection for women and children. Less than 50% of newborns begin breastfeeding within the first hour after birth. Around 41 children under the age of 6 months are exclusively breastfed, much lower than the global target of 70% set by 2030. The Breastfeeding Support Group is one of the human resources that can be empowered to help increase awareness of breastfeeding mothers in the Program. The specific aim of implementing this community service activity is to increase the target of achieving exclusive breastfeeding through Self Efficacy. Self efficacy is the belief that an individual has in something that has not been done so that it can be an indicator for someone in making choices and motivating themselves to be successful in breastfeeding. The solution offered is a mentoring program through empowering breastfeeding companion groups. The target group of partners in this activity is 28 breastfeeding mothers. The method for implementing this community service activity is through training and mentoring using pre-posttest questionnaires and self-efficacy questionnaires. The target achievement in this activity is to increase maternal knowledge to reach 93% and Self Efficacy to increase to 64. The suggestion is that this program really helps successful breastfeeding programs so this program requires support from all parties.
PELATIHAN TEKNIK KESEHATAN LINGKUNGAN KEPADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS SARANG, REMBANG, JAWA TENGAH Agus Jamal; Maria Ulfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19525

Abstract

Abstrak: Kualitas udara dan air di fasilitas perawatan kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan dan melindungi pasien, pengunjung dan staf. Kualitas udara dan air yang buruk dapat beresiko menularkan penyakit di fasilitas kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui pentingnya kualitas udara dan air dan pengolahan limbah pada puskesmas agar meningkatnya mutu puskesmas dalam memberikan pelayanan Diharapkan mitra dapat meningkatkan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan dan lebih memperhatikan pengolahan limbah B3. Pendekatan partisipatif dengan penyuluhan digunakan pada kegiatan ini dengan jumlah peserta 8 orang yang berasal dari kader Puskesmas Sarang 2. Evaluasi melalui diskusi dan mengisi kuesioner yang terdiri dari 5 pertanyaan mengenai mutu air, udara, dan pengolahan limbah. Hasil dari diskusi, Puskesmas Sarang 2 melakukan pemeriksaan baku mutu udara secara rutin oleh petugas kesehatan lingkungan. Sampel air diuji sekali setiap tahunnya di Labkesda oleh petugas. Pengelolaan limbah dibedakan menjadi limbah medis dan non-medis. Keberhasilan kegiatan ini yaitu 80% dikarenakan tidak semua kader dapat mengikuti acara kegiatan. Adanya kegiatan ini diharapkan pegawai Puskesmas Sarang 2 dapat paham tata cara mengukur udara dengan baik dan benar, serta dapat menjaga kualitas udara dan air di puskesmas.Abstract: Air and water quality in healthcare facilities is critical in improving health and protecting patients, visitors, and staff. Poor air and water quality can pose a risk of transmitting disease in health facilities. This activity aims to determine the importance of air and water quality and waste processing at Puskesmas to improve the quality of community health centers' services. It is expected the Puskesmas will increase the quality of health-care services and pay more attention to waste processing. A participatory approach with counseling was used in this activity, with 8 participants coming from Puskesmas Sarang 2. Evaluation through discussion and filling out a questionnaire consisting of 5 questions regarding water, air, and waste processing quality. As a result of the discussion, Puskesmas Sarang 2 carried out routine air quality standard checks by environmental health officers. Officers test Water samples once every year at the Regional Health Laboratory. Waste management is divided into medical and non-medical waste. The success of this activity was 80% because not all cadres were able to take part in the activity. With this activity, it is hoped that Puskesmas Sarang 2 healthcare workers will understand how to measure air properly and correctly and can maintain the quality of air and water at the Puskesmas. 
PENYULUHAN PEMBUATAN DAN PEMBERIAN MP-ASI BOLU KUKUS UBI JALAR PADA BALITA UNTUK GIZI SEIMBANG DAN PERTUMBUHAN OPTIMAL DALAM RANGKA CEGAH STUNTING Vivi Rulviana; Angela Dyah Ayu Mustika Putri; Angga Riyandi Saputra; Anggi Septya Amanda; Fala Alma’as Liyanti; Falah Firdaus; Krisdewanti Krisdewanti; Natasya Dewi Qamara; Yusuf Kusuma Fajar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17782

Abstract

Abstrak: Desa Sidorejo Kecamatan Saradan merupakan salah satu desa di Kabupaten Madiun yang memiliki angka stunting tinggi sebesar 59 anak. Namun, fokus tim pengabdian terdapat pada Dusun Sidorejo Desa Sidorejo. Melalui pemanfaatan adanya fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill pada ibu balita. Adapun hardskill tersebut yaitu pengetahuan nutrisi, keterampilan memasak, dan perencanaan menu MP-ASI. Dengan ini tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pemberian MP-ASI tambahan pada balita. Tim pengabdian memberikan penyuluhan terhadap ibu yang memiliki balita dan pemberian MP-ASI pada balita sebanyak 10 orang. Tim pengabdian melakukan evaluasi untuk melihat seberapa ketercapaian program penyuluhan dan pemberian MP-ASI pada balita menggunakan sebaran angket yang diberikan pada ibu balita ketika menghadiri penyuluhan tahap 2. Hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdian didapatkan bahwa banyak balita yang menyukai bolu kukus ubi jalar yang telah diberikan oleh tim pengabdian. Hal tersebut terlihat pada hasil evaluasi menggunakan angket bahwasannya 7 dari 10 balita menyukai menu tersebut dan ibu balita dapat meningkatkan hardskill yang dimiliki. Selain itu, dari hasil angket atau kuesioner yang telah dibagikan kepada ibu balita menunjukkan bahwa 85% sudah memahami materi penyuluhan, yang artinya dengan adanya penyuluhan ini ibu balita mendapatkan pemahaman lebih mengenai MP-ASI dan tentu mendapatkan menu baru yang pembuatannya sangat mudah untuk mp-asi.Abstract: Sidorejo Village, Saradan District, is one of the villages in Madiun Regency which has a high stunting rate of 59 children. However, the focus of the service team is on Sidorejo Hamlet, Sidorejo Village. Through the use of this facility, the aim is to improve the hard skills of mothers of toddlers. The hard skills are nutritional knowledge, cooking skills, and MP-ASI menu planning. With this, the service team provides counseling and provides additional MP-ASI to toddlers. The service team provided counseling to mothers with toddlers and provided MP-ASI to 10 toddlers. The service team carried out an evaluation to see how well the outreach program and giving MP-ASI to toddlers was achieved using a questionnaire given to mothers of toddlers when attending stage 2 of the counseling. The results of the evaluation carried out by the service team found that many toddlers liked steamed sweet potato cake. has been given by the service team. This can be seen in the evaluation results using a questionnaire that 7 out of 10 toddlers like the menu and mothers of toddlers can improve their hard skills. Apart from that, the results of questionnaires that have been distributed to mothers of toddlers show that 85% have understood the counseling material, which means that with this counseling, mothers of toddlers also get a better understanding of MP-ASI and of course get a new menu which is very easy to make for MP-ASI.
PENGUATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BULLYING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN GENERASI UNGGUL DAN ISLAMI Inta Susanti; Siti Sholikhah; Masunatul Ubudiyah; Inge Afnisa Cristianti; Juaneta Ilma Ramadhia Mafaza; Nova Indah Permatasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17690

Abstract

Abstrak: Bullying merupakan masalah global yang sedang dihadapi oleh jutaan remaja di berbagai negara, dengan prevalensi lokasi kejadian terbanyak di lingkungan sekolah. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying. Pengabdian masyarakat dilakukan di SMP N 5 Lamongan dengan melibatkan 30 siswa. Kegiatan dilakukan secara offline dengan menggunakan metode ceramah dan focus group discussion (FGD). Siswa diberikan pertest dan post test menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan 100% pengetahuan siswa tentang bullying serta memberikan dampak lebih aktif kepada siswa untuk berkomunikasi. Penguatan kapasitas siswa dan dukungan peer group dapat mencegah kejadian bullying pada remaja.Abstract: Bullying is a global problem that is being faced by millions of adolescents in various countries, with the prevalence of the location of the most incidents in the school environment. The purpose of community service is to increase students' knowledge about bullying. The community service was conducted at SMP N 5 Lamongan involving 30 students. Activities were carried out offline using lecture and focus group discussion (FGD) methods. Students were given a test and post test using a questionnaire before and after the activity. This community service activity succeeded in increasing 100% of students' knowledge about bullying and had an impact on students to be more active in communicating. Strengthening student capacity and peer group support can prevent bullying in adolescents.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK FONGASAMA DALAM PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK KOMPOS DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SORGUM DI NTT Laurentius Dominicus Gadi Djou; Murdaningsih Murdaningsih; Willybrordus Lanamana; Theodore Y.K. Lulan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24424

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam Program Desa Binaan (PDB) pada kelompok Fongasama di Desa Ondorea Barat dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan soft skill anggota kelompok melalui kegiatan pembangunan rumah kompos, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk kompos. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pembangunan rumah kompos berukuran 4×6meter, dibagi dua bak untuk fermentasi. Bak pertama berukuran 1,5 x 2meter dan tinggi 2 meter, dan bak kedua berukuran 1,5 x 1,5meter dan tinggi 1,5 meter. Penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan pre-test, dan rata-rata jawaban benar 33,3% dalam kategori rendah. Kegiatan pelatihan menggunakan alat pencacah, ember, sekop, cangkul, dan sekop, dan bahan baku yang digunakan kotoran hewan, dedak padi, sekam padi, limbah pertanian, gula pasir, EM4 dan air. Fermentasi pada bak pertama selama 14 hari dan pada bak kedua selama 8 hari. Kompos dikeluarkan dari bak kedua dan diangin-anginkan, selanjutnya diaplikasikan. Post-test dilakukan di akhir kegiatan dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 86,7% dengan kategori tinggi.Abstract: Community empowerment activities through the implementation of community service programs in the Assisted Village Program (PDB) in the Fongasama group in West Ondorea Village with the aim of improving the skills and soft skills of group members through activities of building compost houses, counseling and training in making compost fertilizer. The methods used consist of counseling, training and mentoring. The activity began with the construction of a 4×6meter compost house, divided into two tanks for fermentation. The first tub measures 1.5 x 2 meters and 2 meters high, and the second tub measures 1.5 x 1.5 meters and 1.5 meters high. Counseling and training began with a pre-test, and the average correct answer was 33.3% in the low category. Training activities use choppers, buckets, shovels, hoes and shovels, and the raw materials used are animal waste, rice bran, rice husks, agricultural waste, granulated sugar, EM4 and water. Fermentation in the first tank for 14 days and in the second tank for 8 days. The compost is removed from the second tub and aired, then applied. The post-test was carried out at the end of the activity and the results showed an increase in knowledge and skills of 86.7% in the high category.
MENDORONG LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN MASYARAKAT Atang Hermawan; Annisa Adha Minaryanti; Budi Septiawan; Yana Rochdiana Hadiyat; R. Muchamad Noch
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23078

Abstract

Abstrak: Meskipun tingkat inklusi keuangan di Indonesia telah meningkat menjadi hampir 90%, literasi keuangan atau pemahaman tentang keuangan masih rendah, hanya mencapai 49,68% di tahun 2022. Ini berarti hanya sekitar 99,16 juta penduduk Indonesia yang memiliki pemahaman tentang produk jasa keuangan. Kondisi ini mengakibatkan kontribusi terhadap perekonomian masih belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, termasuk kemampuan dalam membuat anggaran keuangan rumah tangga dan penyusunan laporan keuangan bisnis skala mikro. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi, penyuluhan, dan mini workshop. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari masyarakat desa, pelaku usaha, dan aparat desa. Evaluasi dilakukan melalui diskusi tanya jawab dan penyebaran kuesioner pre-test dan post-test dengan metode rata-rata perbandingan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan peserta sebesar 90%. Abstract: Even though the level of financial inclusion in Indonesia has increased to almost 90%, financial literacy or understanding of finance is still low, only reaching 49,68% by 2022. This means that only around 99.16 million Indonesians have an understanding of financial service products. This condition means that contribution to the economy is still not optimal. Therefore, the aim of this community service is to increase financial literacy and inclusion, including the ability to create household financial budgets and prepare micro-scale business financial reports. The methods used in this community service are socialization, counseling, and mini workshops. This activity was attended by 50 participants consisting of village communities, business actors, and village officials. Evaluation was carried out through question and answer discussions and distribution of pre-test and post-test questionnaires using the average comparison method. The evaluation results showed an average increase in participants' knowledge of 90%.
OPTIMALISASI TERAPI NON FARMAKOLOGI SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DAN DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA IBU NIFAS Nanda Wahyudi; Sri Sujawaty; Nurnaningsih Ali Abdul; Nancy Olii; Yusni Podungge; Endah Yulianingsih; Nurfaizah Alza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21808

Abstract

Abstrak: Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan penting bagi bayi terlebih di bulan pertama kehidupan. Rendahnya cakupan pemberian ASI disebabkan oleh beberapa hambatan yang dapat menjadi kegagalan tercapainya pemberian ASI. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo pada tahun 2020, cakupan pemberian ASI berada diurutan pertama terendah yaitu sebesar 11,30%, sebelumnya tahun 2019 sebesar 45,4%. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan hard skill atau keterampilan ibu nifas terkait cara melakukan perawatan payudara, pijat oksitosin, dan cara deteksi dini komplikasi pada ibu. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan dan demonstrasi. Mitra sasaran pada kegiatan ini adalah ibu nifas di Desa Tenggela berjumlah 15 orang. Pengukuran keberhasilan dari pemberian materi dan praktik pijat oksitosin melalui kuesioner pretest dan posttest serta observasi secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya perubahan rata-rata pengetahuan ibu nifas dengan antara sebelum dan setelah diberikan materi sebesar 13.74 dengan nilai p 0.000 dan peningkatan keterampilan 100%.Abstract: Breast milk (ASI) is an important intake for babies, especially in the first month of life. The low level of breastfeeding is caused by several obstacles that can hinder breastfeeding. Based on data from the Gorontalo Provincial Health Service, Gorontalo Regency, in 2020, the implementation of breastfeeding was in the first lowest position, namely 11.30%; previously, in 2019, it was 45.4%. This community service aims to improve the hard skills or skills of postpartum mothers regarding how to carry out breast care, oxytocin massage, and how to detect early complications in mothers. The method used is counseling and exposure. The target partners for this activity are 15 postpartum mothers in Tenggela Village. Measurement of implementation of oxytocin massage material and practice through pretest and posttest questionnaires and direct observation. The result of this activity was a change in the average knowledge of postpartum mothers between before and after being given the material of 13.74 with a p-value of 0.000 and an increase in skills of 100%.
EDUKASI DAN PELATIHAN IBU BAYI/BALITA RISIKO STUNTING MELALUI KELAS PARENTING HOLISTIK DAN TERAPI KOMPLEMENTER Hasnawatty Surya Porouw; Endah Yulianingsih; Nurnaningsih A. Abdul; Rahman Suleman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20484

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah sebanyak 11 bayi/balita yang sangat pendek, 42 bayi/balita sangat pendek atau mengalami status gizi kurang. Hal ini karena kurangnya pengetahuan, status sosial ekonomi, keterampilan orang tua melakukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi/balita dan keterampilan mengolah bahan makanan baik untuk bayi/balita risiko stunting. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi terhadap masyarakat tentang gizi melalui edukasi dan penanganan nonfarmakologis untuk perbaikan status gizi pada bayi dan balita melalui pelatihan pijat bayi, stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang dan demontrasi makanan tambahan pada bayi/balita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabmas ini adalah melalui pelatihan dan observasi tumbuh kembang, dengan sasaran kegiatan yaitu orang tua, melalui edukasi Setelah kegiatan dilaksanakan dan dievaluasi berat badan bayi/balita melalui pengukuran antopometri, dokumentasi dan upaya keberlanjutan program dengan memberikan pelatihan pijat bayi/balita, diperoleh hasil peningkatan BB dan TB setelah terapi komplementer sebesar 90%, peningkatan pegetahuan orang tua sebesar 100%, peningkatan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam membuat makanan tambahan bayi/balita sebesar 100%.Abstract: The current issue faced is that 11 babies/toddlers are stunted, 42 babies/toddlers are stunted or in malnutrition status. This is due to lack of knowledge, socio-economic status, minimum of parents' skills in stimulating the growth and development and in processing good food for babies/toddlers at risk of stunting. The aim of this activity is to educate the public about nutrition through to improve the nutritional status of infants and toddlers through massage training, stimulation detection, early intervention for growth and development and demonstration of additional food for infants/toddlers. The method was used are training and observation of growth and development for parents, through education. After the activity is carried out, the baby/toddler's weight is evaluated through anthropometric measurements, documentation and program sustainability efforts by providing baby/toddler massage training. The results obtained that weight and height after complementary therapy were 90%, increased, parental knowledge by 100%, increased, understanding and skills in making additional food for babies/toddlers by 100% increased.