cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN SIKAP PENERIMAAN DIRI REMAJAMELALUI PENYULUHAN DAN PERMAINAN PENGENALAN DIRI DI KOTA TEGAL Iroma Maulida; Ulfatul Latifah; M. Ibnu Hasan; Atikah Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25829

Abstract

Abstrak: Sikap penerimaan diri (self acceptance) adalah sikap puas akan keadaan diri sendiri atau dapat menerima semua yang ada pada dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya. Individu yang memiliki self acceptance akan memandang kekurangan diri sebagai hal yang wajar yang dimiliki setiap individu sehingga akan bisa berpikir positif tentang dirinya. Kekurangan tidak akan menghambat untuk mengaktualisasikan dirinya. Untuk itu tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan sikap penerimaan diri remaja melalui penyuluhan dan permainan tentang konsep pengenalan diri. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang sikap penerimaan diri, dilanjutkan dengan permainan pengenalan diri pada remaja kelas XI jurusan akuntansi SMK Ikhsaniah Kota Tegal berjumlah 22 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post test sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan rata-ratai sikap penerimaan diri siswa 79,59 sebelum kegiatan dan 79,82 setelah kegiatan. Tidak ada perbedaan yang bermakna sikap penerimaan diri sebelum dan sesudah kegiatan. Walupun demikian kegiatan tersebut tetap bermanfaat bagi remaja yaitu menambah rasa percaya diri serta menerima kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Hal ini disampaikan oleh beberapa siswa di akhir kegiatan walaupun hasil pre dan post testnya menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna.Abstract: The attitude of self-acceptance is an attitude of being satisfied with one's own condition or being able to accept everything that is in oneself, both its advantages and disadvantages. 7 Individuals who have self-acceptance will view their own shortcomings as normal things that every individual has so that they will be able to think positively about himself. Disadvantages will not prevent him from actualizing himself. For this reason, the aim of this activity is to increase teenagers' self-acceptance through counseling and games about the concept of self-recognition. The method of activities carried out includes counseling about self-acceptance, followed by self-introduction games for 22 class XI teenagers majoring in accounting at Ikhsaniah Vocational School, Tegal City. Evaluation is carried out through pre and post tests before and after service activities are carried out. The target of the activity is class XI students majoring in accounting, a new major at the school. The service results showed that the average student self-acceptance attitude was 79.59 before the activity and 79.82 after the activity. There is no significant difference in self-acceptance attitudes before and after the activity. However, this activity is still beneficial for teenagers, namely increasing their self-confidence and accepting their strengths and weaknesses. This was conveyed by several students at the end of the activity even though the pre and post test results showed there were no significant differences Self Acceptance.
PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA Mochamad Fathurohman; Ruswanto Ruswanto; Anindita Tri Kusuma Pratita; Citra Dewi Salasanti; Nurlaili Dwi Hidayati; Nur Rahayuningsih; Rahmawati Rahmawati; Tita Nofianti; Tresna Lestari; Vera Nurviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22064

Abstract

Abstrak: Program pelayanan kesehatan peduli remaja merupakan langkah penting dalam melindungi remaja dari risiko kesehatan dini, Selain itu, program tersebut dapat memberikan edukasi tentang kesejahteraan kesehatan menuju masa dewasa yang lebih sehat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam memberikan pemahaman kesehatan sejak dini serta memeriksa suhu tubuh, tekanan darah, kadar glukosa, dan berat badan secara gratis serta mengidentifikasi potensi masalah kesehatan pada masyarakat khususnya pelayanan kesehatan peduli remaja. Metode kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan pelayanan terhadap remaja dengan cara diskusi dan pembagian pamflet. Sasaran kepada masyarakat terutama remaja sekolah menengah atas jumlah yang hadir 60 siswa. Untuk mengetahui pemahaman peserta dilakukan evaluasi dalam bentuk kuisioner serta tanya jawab terkait materi yang disampaikan. Hasil yang telah dicapai bahwa siswa dapat meningkatkan pengetahuan terkait peduli Kesehatan sejak dini dengan presentase rerata 90%, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa remaja akan pentingnya menjaga Kesehatan.Abstract: The adolescent care health service program is an important step in protecting adolescents from early health risks, in addition, the program can provide education about health welfare towards a healthier adulthood. The purpose of this community service is to provide access to the community in providing early health understanding and checking body temperature, blood pressure, glucose levels, and body weight for free and identifying potential health problems in the community, especially adolescent care health services. The method of activity is in the form of counseling and services to adolescents by means of discussion and distribution of pamphlets. Targeting the community, especially high school teenagers, the number of attendees was 60 students. To determine the understanding of the participants, an evaluation was carried out in the form of questionnaires and questions and answers related to the material presented. The results that have been achieved are that students can increase knowledge related to early health care with an average percentage of 90%, and are expected to increase teenage students' awareness of the importance of maintaining health. 
PENINGKATAN MUTU, KEMASAN, DAN DIGITAL MARKETING PADA UKM KERIPIK PISANG DALAM UPAYA KEBANGKITAN EKONOMI PASCA PANDEMIK Rossi Indiarto; Muhammad Fedryansyah; Edy Subroto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20672

Abstract

Abstrak: Pasca pandemik COVID–19 menuntut pelaku usaha kecil menengah (UKM) pangan untuk bangkit kembali, termasuk pada UKM Marin keripik pisang sebagai mitra utama. Namun yang menjadi permasalahan adalah kualitas produk tidak konsisten, kurang informasi dalam label kemasan, dan aspek pemasaran. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan mitra dalam memproduksi keripik pisang yang efektif dan efisien melalui praktik dan modernisasi mesin pengolahan keripik pisang, meningkatkan daya saing produk melalui labelisasi nutrition facts, dan meningkatkan pengetahuan mitra melalui pelatihan digital marketing, standar pangan untuk ekspor dan penguatan kelembagaan. Metode yang digunakan meliputi wawancara, praktik teknologi tepat guna dan pelatihan tentang digital marketing, standar pangan untuk ekspor dan penguatan kelembagaan yang diikuti 10 pelaku UKM pangan di sekitar Bandung. Hasil yang dicapai menunjukkan terjadi peningkatan ketrampilan mitra dalam mengolah pisang secara efektif dan efisien yang ditunjukkan penurunan lama waktu pemotongan pisang, penirisan minyak, dan pencampuran ingredien masing-masing hingga 87,5%, 96,7%, dan 90,0%. Sedangkan kapasitas bahan baku dan keripik pisang yang dihasilkan mengalami peningkatan masing–masing 66,7% dan 50,0%. Penggunaan continuous sealer dan labelisasi nutrition facts pada kemasan keripik pisang meningkatkan omset penjualan hingga 50,0%. Peserta pelatihan UKM pangan, 100% menyatakan sangat puas terhadap kegiatan ini karena meningkatkan pengetahuan yang baru dan bermanfaat sehingga perlu diadakan kembali pelatihan lanjutan.Abstract: After the COVID-19 pandemic, small and medium food enterprises (SMEs) are required to revive themselves, including Marin SMEs and banana chips as the main partners. However, the problems are inconsistent product quality, lack of information on packaging labels, and marketing aspects. This activity aims to improve partner skills to produce effective and efficient banana chips through the practice and modernization of banana chip processing machines, increase product competitiveness through labeling nutrition facts, and increase partner knowledge through digital marketing training, food standards for export, and institutional strengthening. The methods used included interviews, appropriate technology practices and training on digital marketing, food standards for export, and institutional strengthening, which were attended by ten food SMEs around Bandung. The results achieved show an increase in partners' skills in processing bananas effectively and efficiently, as indicated by a reduction in the length of time for cutting bananas, draining oil, and mixing ingredients by up to 87.5%, 96.7%, and 90.0%, respectively. The capacity of raw materials and banana chips produced also increased by 66.7% and 50.0%, respectively. The use of continuous sealer and nutrition facts labeling on banana chip packaging increases sales turnover by up to 50.0%. The 100% of the training participants from Food UKM stated that they were very satisfied with this activity because it increased new and useful knowledge, so further training was needed. 
EDUKASI DAN PROMOSI KESEHATAN ULKUS DIABETIKUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Henrianto Karolus Siregar; Yenny Yenny; Loritta Yemina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19729

Abstract

Abstrak: Terjadinya hiperglikemia pada penderita diabetes melitus dapat mengakibatkan gejala yang sering dialami pada penderita diabetes melitus seperti polydipsia, polyuria, polypagia, penurunan berat badan, kesemutan, dan terjadinya komplikasi kaki pada penderita diabetes melitus atau sering disebut ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum dapat mengakibatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus memburuk, penanganan yang tidak benar akan memperparah kondisi sehingga penderita diabetes melitus dapat lebih lama tinggal di rumah sakit bahkan dapat mengalami amputasi. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu untuk memberikan edukasi dan promosi kesehatan ulkus diabetikum yang berguna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merawat ulkus diabetikum yang diderita oleh setiap masyarakat. . Metode pelaksanaan pada pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan materi dan demonstrasi pada tanggal 10 Oktober 2023 di ikuti oleh penderita diabetes melitus sebanyak 30 peserta. Dari pre-test dan post-test yang sudah dilakukan semua peserta mendapat gambaran dan dapat mempraktikkan materi dan latihan yang sudah diajarkan dengan baik. Berdasarkah hasil pre-test dengan jumlah 30 orang menunjukkan rata-rata 17,57% memahami edukasi dan promosi ulkus diabetikum. Sedangkan pada post-test dengan jumlah peserta 30 orang menunjukkan bahwa nilai/skor rata-rata 19,07%.Abstract: The occurrence of hyperglycemia in diabetes mellitus sufferers can result in symptoms that are often experienced in diabetes mellitus sufferers such as polydipsia, polyuria, polypagia, weight loss, tingling, and the occurrence of foot complications in diabetes mellitus sufferers or often called diabetic ulcers. Diabetic ulcers can cause the quality of life of diabetes mellitus sufferers to worsen, improper treatment will worsen the condition so that diabetes mellitus sufferers can stay in hospital longer and can even experience amputation. The aim of this Community Service is to provide education and health promotion for diabetic ulcers which is useful for increasing the community's ability to care for diabetic ulcers suffered by every community member. The implementation method for community service is carried out by providing materials and demonstrations on October 10 2023, attended by 30 diabetes mellitus sufferers. From the pre-test and post-test that were carried out, all participants got an overview and were able to practice the material and exercises that had been taught well. Based on the results of the pre-test with 30 people, it showed that an average of 17.57% understood education and promotion of diabetic ulcers. Meanwhile, the post-test with 30 participants showed that the average score was 19.07%.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI TEH HERBAL UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA SINDANGASIH Tresna Lestari; Gio Handika Rahadian; Fildza Fathila Azahra; Cyndi Arwini Gunawan; Sulis Gina Rahmi; Wulan Fauziarahma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25754

Abstract

Abstrak: Daun kelor kaya akan nutrisi, vitamin, beta karoten, flavonoid, saponin, antioksidan yang bermanfaat untuk diabetes mellitus, hipertensi, asam urat, kolesterol, meningkatkan kualitas asi, dan mencegah anemia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan hard skill dan soft skill berupa pengetahuan serta kemampuan masyarakat Desa Sindangasih untuk mengolah daun kelor sebagai teh herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 16 Juli 2024 dengan dengan mitra masyarakat Desa Sindangasih sejumlah 47 orang. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang manfaat daun kelor untuk kesehatan dan penayangan video cara pembuatan teh daun kelor. Pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan dievaluasi menggunakan desain analisis pre-test dan post-test menggunakan SPSS Paired Sample T-Test. Hasil analisis diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 4,98 dan nilai post-test 8,50 dari skala 10. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan dengan P-Values <0,05.Abstract: Moringa leaves are rich in nutrient, vitamins, beta carotene, flavonoids, saponins, antioxidants that are beneficial for diabetes mellitus, hypertension, gout, cholesterol, improving breast milk quality, and preventing anemia. The purpose of this community service is to improve hard skills and soft skills in the form of knowledge and ability of Sindangasih Villagers to process Moringa leaves as herbal tea which is beneficial for health. This activity was carried out on July 16 2024 with 47 participants of Sindangasih villagers. The activity involved counseling about the benefits of moringa leaves for health and showing a video on how to make moringa tea. The knowledge of the villagers was studied by a pre-test and post-test analysis design using SPSS Paired Sample T-Test. The analysis result obtained the average pre-test value is 4,98 and post-test value is 8,50 from the scale of 10. The results showed a significant increase in community knowledge with P-Values <0.05.
BIMBINGAN TEKNIS STRATEGI MENGANALISA USAHA EKONOMI DESA DALAM RANGKA PENDAMPINGAN BUMDES SEKALIMANTAN BARAT Istikoma Istikoma; Alda Cendekia Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21518

Abstract

Abstrak : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mempunyai tugas untuk memantau dan memonitor perkembangan ekonomi Desa khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Terdapat 549 BUMDes yang aktif di seluruh Kalimantan Barat, namun setelah tahun 2019 perkembangan BUMDes semakin lama semakin menurun bahkan terdapat BUMDes yang mangkrak atau mati suri. Tujuan Bimtek ini diharapkan kepada seluruh pengurus BUMDes di Kalimantan Barat memperoleh pengetahuan yang memadai untuk memahami teknik dan strategi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, tatakelola ekonomi desa, pemetaan bentang dan studi kelayakan usaha, membangun sistem data dan informasi desa sehingga bermanfaat bagi para pengelola BUMDes untuk lebih mudah dalam memanfaatkan sumberdaya desa menjadi peluang penggerak ekonomi masyarakat Desa pada setiap BUMDes. Terdapat 35 peserta dari 35 perwakilan setiap BUMDes yang dihadirkan oleh pihak mitra dari dinas DPMD Kalimantan Barat. Materi yang disampaikan dibuat dengan menarik dan mudah dipahami yang meliputi materi pemetaan bentang dan analisis kelayakan usaha. Evaluasi dilakukan dengan melihat peningkatan jawaban benar dan berkurangnya jawaban salah saat pretest dan posttest. Persentase jawaban benar lebih besar daripada jawaban salah, mengindikasikan terjadinya peningkatan pemahaman peserta dalam bidang soft skill dan hard skill mengenai pemetaan bentang dan analisis kelayakan usaha, dimana peningkatan pengetahuan terlihat meningkat dari 38% saat pretest menjadi 77% saat posttes, sedangkan jawaban salah berbanding terbalik dengan jawaban benar yaitu 62% saat pretest dan 23% saat posttest sehingga dapat disimpulkan kegiatan ini sangat bermanfaat dan ditargetkan akan mampu meningkatkan daya saing BUMDes guna mengembangkan ekonomi Desa di masa akan dating.Abstract: The Community and Village Empowerment Service (DPMD) has the task of monitoring and monitoring Village economic development, especially Village-Owned Enterprises (BUMDes). There are 549 active BUMDes throughout West Kalimantan, but after 2019 the development of BUMDes has decreased over time and there are even BUMDes that have stalled or are in suspended animation. The aim of this Bimtek is that it is hoped that all BUMDes administrators in West Kalimantan will gain sufficient knowledge to understand techniques and strategies in the fields of human resource development, village economic management, landscape mapping and business feasibility studies, building village data and information systems so that they are useful for BUMDes managers. to make it easier to utilize village resources to become opportunities to drive the village community's economy in each BUMDes. There were 35 participants from 35 representatives for each BUMDes presented by partners from the West Kalimantan DPMD service. The material presented is made interesting and easy to understand, including material on landscape mapping and business feasibility analysis. Evaluation is carried out by looking at the increase in correct answers and the decrease in incorrect answers during the pretest and posttest. The percentage of correct answers is greater than wrong answers, indicating an increase in participants' understanding in the areas of soft skills and hard skills regarding landscape mapping and business feasibility analysis, where the increase in knowledge appears to have increased from 38% during the pretest to 77% during the posttest, while the wrong answers are inversely proportional. With correct answers, namely 62% in the pretest and 23% in the posttest, so it can be concluded that this activity is very useful and is targeted to be able to increase the competitiveness of BUMDes in order to develop the village economy in the future.
EMPOWERING THE BUNGA TERATAI MSMES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF A DIGITAL BUSINESS MANAGEMENT SYSTEM TO ENHANCE THEIR POTENTIAL AND CAPABILITIES Nurlina Nurlina; Asri Jaya; Wa Ode Rayyani; Evi Nurul Husna; Sri Wahyuni Pratiwi Yusran; Mutiara Mutiara; Muhammad Ihsanul; Dian Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20350

Abstract

Abstrak: Adopsi teknologi digital semakin penting bagi pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Namun, banyak UMKM menghadapi tantangan dalam memanfaatkan alat dan sistem digital secara efektif untuk manajemen bisnis mereka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengimplementasikan sistem manajemen bisnis berbasis digital. Kegiatan ini berfokus pada penguatan soft skill dan hard skill mitra UMKM. Mitra adalah kelompok Usaha Mikro ”Bunga Teratai” yang telah menjalankan bisnisnya lebih dari sepuluh tahun. Ada dua permasalahan mitra yang ditangani, yaitu penguatan dan peningkatan kemampuan SDM pelaku Usaha Mikro dalam memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi digital fokus pada penyusunan laporan keuangan dan strategi pemasaran berbasis digital. Pendekatan yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan. Metode pelaksanaan dengan Adaptive Collaboration Management (ACM). Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yakni evaluasi awal, evaluasi formatif dan evaluasi akhir. Indikator keberhasilan diukur dengan meningkatnya kemampuan SDM, implementasi sistem manajemen bisnis berbasis digital dan keberlanjutannya. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan mitra dalam mengimplementasikan sistem manajemen bisnis berbasis digital.Abstract: The adoption of digital technology is increasingly important for the growth and sustainability of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, many MSMEs face challenges in effectively utilizing digital tools and systems for their business management. This activity aims to enhance the capabilities of MSME actors in implementing digital-based business management systems. The focus of this activity is to strengthen the soft and hard skills of the MSME partners. The partner in this case is a group of micro enterprises called "Bunga Teratai" that has been operating for more than ten years. There are two issues addressed with the partners, namely the strengthening and improvement of human resources' abilities in utilizing digital technology. The utilization of digital technology focuses on the preparation of financial reports and digital marketing strategies. The approach used is participatory training and mentoring. The implementation method is through Adaptive Collaboration Management (ACM). The success of the activity is evaluated through three stages, namely the initial evaluation, formative evaluation, and final evaluation. The success indicators are measured by the improvement of human resources' abilities, the implementation of digital-based business management systems, and its sustainability. The result of this activity is the increased capabilities of the partners in implementing digital-based business management systems. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA ANAK MELALUI IMPLEMENTASI POJOK BACA Lailatur Rahmi; Syafri Anwar; Rahmuliani Fitriah; Yulia Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19595

Abstract

Abstrak: kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilkansakan di Kabupaten Kepuluan Mentawai dimana banyak anak-anak usia sekolah dasar yang tidak emmiliki literasi membaca dan juga literasi budaya yang diakibatkan oleh kurangnya pemahaman dan kebutuhan membaca. Rendahnya tingkat kemampuan membaca dan pengetahuan measyarakat, menyebabkan lack of knowledge yang berdampak pada berbagai bidang kehidupan massyarakat. Kegiatan pengabdian bertujuan ini untuk menyediakan fasilitas membaca dan penerapan pojok baca agar berdampak pada peningkatan kemampuan literasi membaca anak-anak. Metode pengabdian adalah sosialisasi dan pendampingan dalam pemanfaatan pojok baca serta pelatihan keterampilan soft skill bagi siswa rumah cerdas. Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini addalah siswa SD N 18 Tua Pejat sebanyak 85 orang dan guru sebanya 10 orang. Program pojok baca dan pelatihan soft skill bagi siswa di evaluasi melalui angket yang diberikan kepada siswa yang berisikan soal-soal tentang litrasi membaca mutra yang terlibat. Setelah dilakukan sosialisasi dan pendampingan dalam pemanfaatan pojok baca serta pelatihan keterampilan soft skill bagi siswa rumah cerdas didapatkan hasil bahwa pjok baca mempu meningkatkan literasi membaca siswa sebanyak 80% melalui buku-buku yang disalurkan kepada siswa.Abstract: This community service activity was carried out in the Mentawai Islands Regency where many elementary school age children do not have reading literacy or cultural literacy due to a lack of understanding and need for reading. The low level of reading ability and community knowledge causes a lack of knowledge which has an impact on various areas of community life. This service activity aims to provide reading facilities and implement reading corners to have an impact on improving children's reading literacy skills. The service method is socialization and assistance in utilizing reading corners as well as soft skills training for smart home students. The partners involved in this community service activity are 85 students of SD N 18 Tua Pejat and 10 teachers. The reading corner program and soft skills training for students were evaluated through a questionnaire given to students containing questions about the literacy of the reading corners involved. After conducting socialization and assistance in the use of reading corners as well as soft skills training for smart home students, the results showed that reading corners were able to increase students' reading literacy by 80% through the books distributed to students.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENYIAPKAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Nur Agustiani; Ana Setiani; Hamidah Suryani Lukman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26496

Abstract

Abstrak: Pendampingan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka dilaksanakan sebagai wadah guru-guru belajar menyusun modul ajar yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mendampingi guru SMP sehingga mampu membuat modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan di salah satu SMP negeri di Kabupaten Sukabumi, yang melibatkan 19 orang guru. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu sebelum kegiatan, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan. Sebagai hasil dari pendampingan ini yaitu setiap guru membuat modul ajar. Sistem evaluasi pada kegiatan pengabdian ini melalui pengecekan hasil modul ajar yang dirancang oleh guru. Tugas penyusunan modul ajar yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sekitar 92% modul ajar sudah sesuai dengan komponen modul ajar kurikulum merdeka.Abstract: Mentoring in the preparation of independent curriculum teaching modules is carried out as a forum for teachers to learn to prepare teaching modules that can be implemented in differentiated learning. The purpose of this community service activity is to assist junior high school teachers so that they can independently create independent curriculum teaching modules. This activity was carried out in one of the public junior high schools in Sukabumi Regency, involving 19 teachers. The implementation of this service was carried out in 3 stages, namely before the activity, implementation, and supervision and evaluation. The methods used are training and mentoring. As a result of this mentoring, each teacher creates a teaching module. The evaluation system in this community service activity is through checking the results of the teaching modules designed by the teacher. The collected teaching module preparation assignments showed that around 92% of the teaching modules were appropriate.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU AISYIYAH RANTING PASAR IV BANDAR KHALIFAH SUMATERA UTARA SEBAGAI DUTA LINGKUNGAN SAMPAH ORGANIK Des Suryani; Zuliana Zuliana; Mailina Harahap
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24856

Abstract

Abstrak: Tata kelola sampah rumah tangga yang di kumpul ke TPA menyebabkan, kondisi merugikan bagi masarakat di sekitar TPA karena terjadi pencemaran baik tanah, air maupun udaranya, Sampah sebanarnya punya manfaat bagi keluarga bila di kelola dengan baik. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan mitra dalam tata kelola sampah rumah tangga, serta mampu melakukan pembuatan ekoenzim secara mandiri di rumah tangga. Serta menjadi contoh bagi tetangganya. Metode yang digunakan dengan mengedukasi mitra mengenai tata kelola sampah di keluarga dari aspek kesehatan, lingkungan dan agama, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ekoenzim dan kompos pada 15 orang Mitra anggota Aisyiyah, peningkatan pengetahuan dinilai melalui 10 pertanyaan pretest dan posttes. Monitoring dan evaluasi untuk implementasi pembuatan ecoenzim di rumah tangga dengan stimulus buku panduan, ember bekas cat dan gula merah masing-masing 1 kg, dan bibit unggul sayuran, video kegiatan tata kelola sampah di rumah dikumpul melalui group WA. Hasilnya pemberdayaan ini dapat meningkatkan pengetahuan mitra tentang tata kelola sampah di rumah tangga, dan merubah karakter tata kelola sampah sebanyak 93% dari mitra yang dibina.Abstract: The management of household waste that is collected at the final collection point (TPA) causes detrimental conditions for the community around the TPA due to contamination of the land, water and air. Waste actually has benefits for families if it is managed well. The aim of this service is to increase partners' knowledge in household waste management, as well as being able to make ecoenzymes independently in the household. And be an example for his neighbors. The method used is to educate partners about waste management in the family from health, environmental and religious aspects, followed by training in making ecoenzymes and compost for 15 Aisyiyah member partners. Increased knowledge is assessed through 10 pretest and posttest questions about household waste management. Monitoring and evaluation for the implementation of making ecoenzymes in households with the stimulus of a guidebook, buckets of used paint and brown sugar of 1 kg each, and superior vegetable seeds, videos of waste management activities at home collected via the WA group. As a result, this empowerment can increase partners' knowledge about waste management in households, and change the character of waste management for as many as 93% of the partners trained.