cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN MASTITIS PADA IBU MENYUSUI MELALUI PEMANFAATAN BUNGA KAMBOJA MERAH Siti Choirul Dwi Astuti; Nancy Olii; Rahma Dewi Agustini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26399

Abstract

Abstrak: Penyakit radang payudara seperti mastitis menjadi penyebab penyapihan dan pemberian ASI tidak sesuai dengan rekomendasi hingga usia 6 bulan. Salah satu desa dengan target capaian ASI eksklusif dibawah target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penanganan mastitis dengan memanfaatkan bunga kamboja merah. Pemanfaatan bunga kamboja merah diolah menjadi salep. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan budidaya kamboja merah pada petani 5 orang, meningkatkan ketrampilan 6 orang kader dalam memanfaatkan kamboja merah, meningkatkan pengetahuan 5 orang ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarg tentang mastitis dan meningkatkan ketrampilan 20 orang ibu menyusui dalam perawatan payudara. Metode pemberian buku budidaya kamboja merah pada petani, pelatihan cara pembuatan salep kamboja merah pada kader, penyuluhan deteksi dini mastitis pada ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan perawatan payudara pada ibu menyusui. Hasilnya peningkatan produktifitas kamboja merah dari 20% menjadi 80%, peningkatan ketrampilan pembuatan salep kamboja merah dari 0% baik menjadi 100% baik, peningkatan pengetahuan deteksi dini mastitis dari 0% baik menjadi 100% baik dan peningkatan ketrampilan perawatan payudara dari 0% baik menjadi 100% baik. Selama 3 bulan dilakukan monitoring kegiatan sekali seminggu. Luaran kegiatan selama monitoring tidak terjadi mastitis pada ibu menyusui.Abstract: Inflammatory breast diseases such as mastitis are the causes of weaning and breastfeeding not following recommendations until the age of 6 months. One of the villages with a target of achieving exclusive breastfeeding is below the target set by the Ministry of Health, so efforts are needed to prevent and treat mastitis by using red Cambodian flowers. The use of red Cambodian flowers is processed into ointment. The purpose of this activity is to increase the knowledge of red frangipani cultivation in 5 farmers, improve the skills of 6 cadres in utilizing red frangipani, increase the knowledge of 5 mothers of outgoing welfare empowerment about mastitis and improve the skills of 20 breastfeeding mothers in breast care. Methods of giving red frangipani cultivation books to farmers, training on how to make red frangipani ointment to cadres, counselling on early detection of mastitis in mothers, empowerment of family welfare, and breast care for breastfeeding mothers. The results were an increase in red frangipani productivity from 20% to 80%, an increase in red frangipani ointment-making skills from 0% good to 100% good, an increase in mastitis early detection knowledge from 0% good to 100% good and an increase in breast care skills from 0% good to 100% good. For 3 months, activities are monitored once a week. Activity outcomes during monitoring did not occur mastitis in breastfeeding mothers. 
EDUKASI PENGOLAHAN PUPUK BOKASHI LIMBAH TERNAK BABI PADA KELOMPOK TANI TENDA RUTENG Maria Aprilia Ade Karlina; Hendrikus Demon Tukan; Bernadius N. G. Role; Marselino Jemeor; Edwintius Aman; Wiliam Caka Sandra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24258

Abstract

Abstrak: Pupuk bokashi biasanya mengandung unsur hara dalam dosis kecil, namun lengkap unsur makro dan mikronya serta proses pembuatannya cukup efisien karena tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang sangat banyak. Tujuan dilakukannya kegiatan PkM ini adalah mengedukasi pada masyarakat tentang potensi limbah dan feses ternak babi guna menjadi pupuk organic bokashi agar kelompok tani Tenda Ruteng dan masyarakat Kecamatan Langke Rembong dapat menghasilkan pupuk organik sendiri sebagai subtitusi pupuk kimia. Tempat dilaksanakan kegiatan PkM berlangsung pada kelompok tani Tenda Ruteng beranggotakan 36 orang yang terdiri dari 25 orang laki-laki dewasa dan 11 orang perempuan dewasa. Kegiatan ini dijalankan selama 1 bulan yakni bulan 11 Januari sampai dengan 14 Februari 2024. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah sosialisasi dampak feses babi non fermentasi sebagai pupuk dan demostrasi praktik pembuatan bokashi agar kelompok mitra mampu mengaplikasikan feses babi sebagai pupuk organik serta evaluasi hasil kegiatannya menggunakan kuesioner sebagai indikator keberhasilan. Kegiatan sosialisasi ini memberikan respon yang baik. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan keberhasilan kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan akan pupuk bokasi oleh masyarakat sebesar 71,38% sehingga diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia yang marak terjadi pada seluruh lapisan masyarakat daerah Manggarai.Abstract: Bokashi fertilizer usually contains nutrients in small doses, but it is complete with macro and micro elements and the manufacturing process is quite efficient because it does not require a lot of time and energy. The purpose of this PkM activity is to educate the community about the potential of waste and feces of pigs to become organic bokashi fertilizer so that the Tenda Ruteng farmer group and the people of Langke Rembong District can produce their own organic fertilizer as a substitute for chemical fertilizers. The place where the PkM activity took place in the Ruteng Tent farmer group consisting of 36 members consisting of 25 adult men and 11 adult women. This activity was carried out for 1 month, from January 11 to February 14, 2024. The method used in this PkM activity is socialization of the impact of non-fermented pig feces as fertilizer and demonstration of bokashi making practices so that partner groups are able to apply pig feces as organic fertilizer and evaluate the results of their activities using questionnaires as indicators of success. This socialization activity gave a good response. The results of the evaluation of the activity show that the success of this service activity can be seen from the increase in knowledge of bokasi fertilizer by the community by 71.38% so that it is expected to be able to reduce the use of chemical fertilizers which is rampant in all levels of society in the Manggarai area. 
INOVASI EKSTRAKTOR PEWARNA ALAMI BATIK KHAS KALIMANTAN UNTUK PEMBERDAYAAN PUSAT KERAJINAN BATIK Lusi Ernawati; Rizqy Romadhona Ginting; Rizka Lestari; Mutia Reza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23388

Abstract

Abstrak: Banyak produk adat dan kebudayaan lokal terkenal di Kalimantan Timur, selain kekayaan sumber daya alam, salah satunya adalah pabrik kain batik Shaho. Berdasarkan hasil survei, pusat kerajinan batik Shaho sampai saat ini masih menggunakan pewarna kimia sintetis yang bersifat genotoksik, karsinogen dan merupakan polutan berkategori B3. Tujuan dari kegiatan adalah memperkenalkan rancangan alat ekstraktor untuk produksi pewarna alami kain batik dengan bahan baku serbuk kayu khas hutan Kalimantan (Ulin dan Bangkirai) serta memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mitra melalui pengenalan teknologi ekstraksi modern untuk pembuatan pewarna alami kain batik. Mitra pada pengabdian ini adalah pemilik usaha batik Shaho yang berlokasi di kelurahan Batu Ampar, jalan LKMD RT. 5, No. 45 Balikpapan. Peserta terdiri dari pekerja mitra Batik shaho sebanyak 10 orang, pemilik usaha batik 2 orang dan masyarakat sekitar sebanyak 8 orang. Dari kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan kepada 20 peserta menunjukkan bahwa wawasan pekerja pusat kerajinan batik meningkat tentang pembuatan ekstrak pewarna alami dari serbuk kayu dengan alat ekstraktor sebelum demonstrasi dengan indeks capaian sebesar 60 % naik menjadi 90% sesudah demonstrasi. Peserta memberikan respon positif terutama pada inovasi alat ekstraktor dan produk pewarna kain alami. Produk pewarna cair alami dari ekstrak serbuk kayu ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk pewarna padat alami dari serbuk kayu yang pemanfaatannya lebih tahan lama serta dari segi pengemasan lebih ekonomis. Abstract: Many traditional and local cultural products are famous in East Kalimantan, in addition to the wealth of natural resources, one of which is the Shaho batik cloth factory. Based on the survey results, the Shaho batik craft center is still using synthetic chemical dyes that are genotoxic, carcinogenic and are B3 category pollutants. The purpose of the activity is to introduce the design of an extractor tool for the production of natural batik dyes with raw materials from Kalimantan forest sawdust (Ulin and Bangkirai) and to provide insight and knowledge to partners through the introduction of modern extraction technology for making natural batik dyes. The partners in this service are the owners of the Shaho batik business located in Batu Ampar Village, Jalan LKMD RT. 5, No. 45 Balikpapan. Participants consisted of 10 Batik shaho partner workers, 2 batik business owners and 8 people from the surrounding community. From the questionnaire consisting of 10 questions to 20 participants, it showed that the insight of the batik craft center workers increased about making natural dye extracts from sawdust with an extractor tool before the demonstration with an achievement index of 60% increasing to 90% after the demonstration. Participants gave positive responses especially to the innovation of extractor tools and natural fabric dye products. Natural liquid dye products from sawdust extract are expected to be developed into natural solid dye products from sawdust which are more durable and more economical in terms of packaging.
EDUKASI PENCEGAHAN HEMOROID DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN Fadli Robby Amsriza; Rizka Fakhriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22203

Abstract

Abstrak: Hemoroid, ambeien, wasir atau piles merupakan salah satu kelainan yang ditandai dengan pembengkakan pada daerah anus dan disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah vena ataupun karena lemahnya dinding anus. Di Indonesia, diperkirakan populasi hemoroid akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Sayangnya, hingga saat ini kesadaran masyarakat terkait permasalahan tersebut belum terlihat. Sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan memberikan suatu kontribusi positif dalam meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sehingga prevalensi hemoroid dapat dicegah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukasi. Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah tenaga kesehatan Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta, yang berjumlah 30 orang. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan pre-test sebesar 5.1 dan post-test sebesar 8.2. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk dapat terus membudayakan perilaku bersih dan sehat sehingga gejala hemoroid dapat ditekan.Abstract: Hemorrhoids, also known as piles, are a common disorder characterized by swelling in the anal region. The expansion of veins or weakening of the anal wall typically causes this condition. Indonesia is projected to have 21.3 million people with hemorrhoids by 2030. Regrettably, there has been a lack of public awareness about the issue. This project aims to enhance health workers' knowledge and contribute positively to promoting a clean and healthy lifestyle to avoid the occurrence of hemorrhoids. This project is given with an educational style. The partners of this program are the health workers of AMC Hospital Muhammadiyah Yogyakarta, with a total of 30 people. The results showed an average pre-test knowledge score increase of 5.1 and a post-test rise of 8.2. This program aims to motivate all health workers and the community to maintain clean and healthy habits to reduce hemorrhoid symptoms.
PENGUATAN MODEL KOMUNIKASI INTERAKSIONAL GURU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KELEKATAN PELAJAR DENGAN GURU DI TADIKA AL-FIKH ORCHARD Mavianti Mavianti; Nurul Zahriani JF; Rizka Harfiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20709

Abstract

Abstrak: Penguasaan terhadap model komunikasi interaksional akan memberikan dampak dalam proses interaksi yang dilakukan. Begitu juga dalam proses pembelajaran khususnya dengan anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill guru terkait model komunikasi interaksional sebagai upaya meningkatkan kelekatan pelajar dengan guru di Tadika Al-Fikh Orchard. Sehingga akan memberikan dampak baik bagi efektifnya proses pembelajaran di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan beberapa tahap yaitu tahap persiapan program, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 50 orang baik secara luring dan daring. Setelah pemaparan materi dilakukan diskusi dan tanya jawab serta pengisian kuisioner oleh peserta untuk mengetahui kebermanfaatan kegiatan yang dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 90% peserta mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan yang dilakukan sedangkan 10% masuk kategori kurang sebagai dampak ketidakstabilan jaringan internet.Abstract: Mastery of the interactional communication model will have an impact on the interaction process carried out. Likewise in the learning process, especially with young children. This activity aims to improve teachers' soft skills related to interactional communication models as an effort to increase student attachment to teachers at Tadika Al-Fikh Orchard. So it will have a good impact on the effectiveness of the learning process at school. The method of implementing this activity is carried out in several stages, namely the program preparation stage, implementation stage and evaluation stage. There were 50 participants who took part in the activity both offline and online. After the presentation of the material, there waas a discussion and question and answer session as well as filling out a questionnaire by the participants to determine the usefulness of the activities carried out. The results of this activity show that 90% of participants got a lot of benefits from the activities carried out while 10% were in the less category as a result of internet network instability.
REFLEKSI DIRI DALAM MENGAJAR: MENGEMBANGKAN KESADARAN DAN PERTUMBUHAN PROFESIONAL Fajra Octrina; Andrieta Shintia Dewi; Khairunnisa Khairunnisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24983

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah guru yang dimiliki saat ini merupakn guru guru muda dengan masa kerja yang juga relatif muda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang refleksi diri dalam mengajar bagi para guru muda di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode sosialisasi yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sebelum memulai sesi sosialisasi peserta juga diminta mengisi keusioner untuk menggambarkan seberapa besar pemahaman peserta sebelum sosialisasi dilakukan, dan setelah itu tim PkM melakukan kuesioner Kembali untuk mengetahui bagaimana pemahaman peserta setelah kegiatan sosialisasi. Peserta kegiatan ini merupakan guru SMP-SMA sederajat dengan jumlah peserta 32 orang. Hasil sosialisasi menunjukan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta adalah sebesar 71,50%.Abstract: The problem faced by the school is that the current teachers are young with relatively short tenures. The purpose of this study is to enhance the understanding of self-reflection in teaching among young teachers in schools. This Community Service activity was conducted through a method of socialization, followed by discussion and Q&A sessions. Before starting the socialization session, participants were asked to fill out a questionnaire to illustrate their level of understanding before the socialization took place. Afterwards, the Community Service team conducted another questionnaire to determine the participants' understanding after the socialization activity. The participants in this activity were middle and high school teachers, with a total of 32 participants. The results of the socialization showed an increase in participants' understanding by 71.50%. 
SOSIALISASI SADAR SAMPAH MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SADAR BERSIH BERBASIS BUDAYA HIDUP SEHAT Mahliza Nasution; Hermansyah Hermansyah; Apip Gunaldi Dalimunthe
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23425

Abstract

Abstrak: Kegiatan sosialisasi sadar sampah memiliki peran penting dalam mengatasi masalah sampah dan menciptakan budaya hidup sehat. Masalah sampah di lingkungan tempat tinggal adalah salah satu tantangan yang serius dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, mengurangi jumlah sampah yang dibuang sembarangan dan meningkatkan pemilahan sampah serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui Sosialisasi, diskusi dan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan daur ulang sampah dengan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Terjun yang dihadiri oleh 15 peserta yang terdiri dari Masyarakat Kelurahan Terjun dan mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) Medan. Sistem evaluasi yang dilakukan yaitu berbentuk kuisioner/angket berupa pretest dan postest yang dilakukan diawal dan akhir sosialisasi serta dilakukan diskusi ntuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam dari peserta. PKM ini mengalami peningkatan nilai pemahaman, pengetahuan dan kesadaran dengan persentase awal 47,2% menjadi 88,8%. PKM ini telah berjalan efektif atau lancar.Abstract: Waste awareness outreach activities have an important role in overcoming the waste problem and creating a culture of healthy living. The problem of waste in the residential environment is one of the serious challenges in maintaining environmental cleanliness and sustainability. This service aims to increase public awareness about the importance of good waste management, reduce the amount of waste that is thrown away carelessly and improve waste sorting and encourage changes in people's behavior in managing waste responsibly. The implementation of this community service was carried out through socialization, discussions and activities for collecting, processing and recycling waste by visiting the Terjun Village Final Disposal Site (TPA) which was attended by 15 participants consisting of the Terjun Village Community and Medan Area University (UMA) Medan students. The evaluation system carried out is in the form of a questionnaire/questionnaire in the form of a pretest and posttest which is carried out at the beginning and end of the socialization and discussions are held to ensure deeper understanding from the participants. This PKM experienced an increase in understanding, knowledge and awareness scores with an initial percentage of 47.2% to 88.8%. This PKM has been running effectively or smoothly. 
PEMBERDAYAAN KADER SURABAYA MELALUI METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENANGANAN PERTAMA KASUS LUKA Octo Zulkarnain; Putri Pamungkas; Heri Nur Cahayanto; Ariska Putri hidayatillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22090

Abstract

Anstrak: Penanganan luka sering kali tidak tepat dilakukan oleh masyarakat karena keterbatasan sumber informasi, kebiasaan lokal, dan kepercayaan. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan kapasitas kognitif dan pengalaman kader dalam penanganan kasus cedera. Metode yang digunakan adalah Experiential Learning dengan melibatkan 12 kader Taman Gununganayar sebagai mitra. Di awal pertemuan, dilakukan pre-test untuk menilai pemahaman kognitif kader menggunakan lembar kuesioner. Hasilnya menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pemahaman kognitif kader hanya mencapai 41,6%, dan hanya 5 dari 12 kader yang mampu mempraktikkan penanganan luka. Setelah menjalani pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan. Rata-rata pemahaman kognitif meningkat menjadi 58%, dan seluruh kader mampu melakukan penanganan luka secara efektif. Hasil ini menegaskan efektivitas metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis kader, yang pada gilirannya mendukung peningkatan penanganan kasus luka di masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menggambarkan pentingnya pendekatan eksperimental dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan cedera serta mengurangi risiko kesalahan yang dapat terjadi akibat keterbatasan informasi dan kebiasaan lokal.Abstract: The handling of wounds is often improperly done by the public due to limited sources of information, local customs, and beliefs. This dedication aims to develop the cognitive capacity and experience of cadres in handling injury cases. The method used is Experiential Learning involving 12 Taman Gununganayar cadres as partners. At the beginning of the meeting, a pre-test was conducted to assess the cognitive understanding of cadres using a questionnaire sheet. The results showed that before the training, the cognitive understanding of cadres was only 41.6%, and only 5 out of 12 cadres were able to practice wound management. After undergoing training, there was a significant improvement. The average cognitive understanding increased to 58%, and all cadres were able to effectively handle wounds. These results confirm the effectiveness of the training method in improving the understanding and practical skills of cadres, which in turn support the improvement of wound management in the community as a whole. This illustrates the importance of an experimental approach in enhancing the capacity of the community in handling injuries and reducing the risk of errors that can occur due to limited information and local customs.
PEMANFAATAN BUNGA TELANG SEBAGAI TEH HERBAL UNTUK KESEHATAN DESA SINDANGASIH KECAMATAN CIKATOMAS Ruswanto Ruswanto; Muhammad Ismail; Lestari Wahdah; Anis Nasipah; Ai Sarah; Silvi Novitasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25467

Abstract

Abstrak: Jenis bunga telang (Clitoria ternatea L) bisa dimanfaatkan sebagai jenis teh herbal untuk Kesehatan yang memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan. Pengetahuan masyarakat tentang kemungkinan penggunaan bunga telang sebagai bahan herbal dalam bentuk serbuk masih terbatas, termasuk cara konsumsi yang praktis dan kemampuan penyimpanannya yang lebih baik. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengedukasi kalangan masyarakat tentang pembuatan serbuk teh herbal dari bunga telang sebagai kesehatan. Dari kegiatan ini diharapkan ada peningkatan dari sisi hardskill (kemampuan pengolahan bunga telang menjadi serbuk herbal) dan softskill (kemampuan berinovasi, berpikir kritis, dan kewirausahaan). Penyuluhan ini bertempat di Masjid At-Taqwa Dusun Tenjolaya, Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Proses perizinan dimulai dengan mengajukan permohonan kepada kepala dusun, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan yang mencakup penyampaian materi dan evaluasi. Mitra dalam aktivitas ini adalah ibu-ibu yang berada diwilayah dusun Tenjolaya sebanyak 23 orang. Dari hasil analisis data menggunakan software SPSS dengan cara Paired Sample T-Test dari 5 soal pertanyaan yang digunakan menyatakan terdapat hasil perbedaan signifikan antara skor pre-test serta post-test. Yang artinya telah terjadi peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan bunga telang sebagai teh herbal untuk kesehatan dengan skor Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05.Abstract: The Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L) are utilized as herbal tea because of their advantageous health benefits and antioxidant characteristics. Awareness among the public regarding the conversion of butterfly pea flowers into powdered herbal preparations that are convenient to consume and store for extended periods remains limited. This initiative seeks to educate the community about creating powdered herbal tea from butterfly pea flowers for health benefits. From this activity, it is hoped that there will be an increase in hard skills (the ability to process butterfly pea flowers into herbal powder) and soft skills (the ability to innovate, think critically and entrepreneurship). The counseling session occurred at the At-Taqwa Mosque in Tenjolaya Hamlet, Sindangasih, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency, West Java. The licensing process begins with submitting an application to the hamlet head, followed by carrying out activities which include the delivery of material and evaluation. The partners in this activity were 23 women in the Tenjolaya hamlet area. From the results of data analysis using SPSS software using the Paired Sample T-Test from the 5 questions used, it was stated that there were significant differences between the pre-test and post-test scores. which means there has been an increase in knowledge about the use of butterfly pea flowers as herbal tea for health with a score of Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05.
PELATIHAN PENTINGNYA PERENCANAAN BISNIS DAN LEGALITAS USAHA BAGI UMKM UNTUK KEBERLANJUTAN USAHA Alhidayatullah Alhidayatullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26374

Abstract

Abstrak: Keberhasilan suatu usaha tentunya harus ditopang dengan perencanaan bisnis yang matang dan lengkapnya legalitas yang dimiliki. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada pelaku usaha terkait pentingnya perencanaan bisnis dan legalitas usaha bagi UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan pelatihan kepada 13 UMKM Binaan Primkoppol Polres Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, dengan bahasan analisis pasar, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, dan jenis legalitas usaha. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Binaan Primkoppol Polres Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 13 pelaku usaha. Evaluasi capaian dilihat dari penilaian pretest dan posttest terkait pemahaman peserta dan legalitas NIB yang tercetak dari web oss.go.id. Dari hasil penilaian pretest di dapat pemahaman peserta sebesar 53,75% dan nilai posttest sebesar 91,25%, yang menjelaskan bahwa pelatihan membawa dampak positif yaitu meningkatnya pemahaman peserta terhadap materi pelatihan sebesar 37,5%. Dan evaluasi kepemilikan legalitas usaha bagi UMKM yang sebelumnya adalah sebesar 38,5% dan setelah dibantu dalam pembuatan legalitasnya menjadi 100% atau meningkat sebesar 61,5%.Abstract: The success of a business must of course be supported by a mature business plan and complete legality. This activity aims to increase understanding and knowledge to business actors regarding the importance of business planning and business legality for MSMEs. The method of implementing this activity is to conduct training for 13 MSMEs fostered by the Primkoppol of the Palabuhanratu Police, Sukabumi Regency, with a discussion of market analysis, marketing strategies, financial projections, and types of business legality. Partners in this activity are MSMEs fostered by the Primkoppol of the Palabuhanratu Police, Sukabumi Regency, totaling 13 business actors. The evaluation of achievements was seen from the pretest and posttest assessments related to the understanding of participants and the legality of the NIB printed from the oss.go.id website. From the results of the pretest assessment, the participant's understanding was 53.75% and the posttest score was 91.25%, which explained that the training had a positive impact, namely an increase in participants' understanding of the training material by 37.5%. The evaluation of business legality ownership for MSMEs was previously 38.5% and after being assisted in making legality it became 100% or increased by 61.5%.