cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PERANCANGAN IT BLUEPRINT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KONSEP SMART VILLAGE Muhammad Ilham Alhari; Alifiansyah Arrizqy Hidayat; Tita Ayu Rospricilia; Firman Bayu Alvianto; Alifia Chandra Dinnur Rizkia; Alief Sukma Dewanta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26843

Abstract

Abstrak: Transformasi dalam pemerintahan desa telah menjadi sebuah keharusan dalam era digital ini. Dengan menerapkan pengembangan model enterprise arsitektur smart village, pemerintahan desa dapat memainkan peran yang signifikan dalam pengembangan teknologi digital. Penerapan model enterprise arsitektur smart village ini membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan terukur. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pendekatan IT blueprint. Pada kegiatan abdimas ini, dilakukan pengembangan IT Blueprint pada desa Panjunan yang berada di kota Gresik. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintah desa Panjunan, serta bekerja sama dengan kecamatan Duduksampeyan. Desa ini dipilih karena desa ini sudah tergolong desa mandiri, sehingga untuk memajukan desanya diperlukan sebuah rencana dari pengembangan IT yang sesuai dengan kondisi desa saat ini. Pendekatan ini terdiri dari beberapa fase, yaitu Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture. Setiap fase memiliki peranannya masing-masing dalam merancang sistem yang komprehensif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan adalah sebuah dokumen blueprint IT yang berisi rancangan pengembangan IT dari jangka pendek hingga jangka panjang. Dokumen blueprint juga disosialisasikan ke masyarakat dan perangkat desa untuk memberikan gambar serta feedback terkait dokumen tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 73,17% masyarakat desa Panjunan merasa blueprint IT ini akan membantu membangun desa secara berkelanjutan. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat ingin berkomitmen untuk mendukung pembangunan ini. Harapannya blueprint IT ini akan membantu pemerintah desa panjunan mengembangkan ekosistem digital secara keseluruhan dan terintegrasi.Abstract: Transformation in village government has become a necessity in this digital era. By implementing the development of a smart village architecture enterprise model, village government can play a significant role in the development of digital technology. In this community service activity, an IT Blueprint was developed in Panjunan village in Gresik city. The partner in this activity is the Panjunan village government in collaboration with the Duduksampeyan sub-district. This village was chosen because this village is already classified as an independent village, to advance the village, a plan for IT development is needed that is in accordance with the current conditions of the village. The result of the activity is an IT blueprint document containing an IT development plan from the short to long term. The blueprint document was also socialized to the community and village officials to provide images and feedback related to the document. The evaluation results showed that 73.17% of the Panjunan village community felt that this IT blueprint would help build the village sustainably. These results also show that the community wants to commit to supporting this development. It is hoped that this IT blueprint will help the Panjunan village government develop a digital ecosystem as a whole and be integrated.
SOSIALISASI HASIL INVESTIGASI AIR BAWAH TANAH SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEKERINGAN Mauludi Ariesto Pamungkas; Adi Susilo; Alamsyah M. Juwono; Agus Naba; Didik Yudianto; Mohammad Habibiy Idmi; Muhammad Gusti Alif Zuhry Hanafi; Dito Ibrahim Gumelar; Muhammad Fathur Rouf Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27233

Abstract

Abstrak: Ketika memasuki musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Malang mengalami kesulitan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari, salah satunya Dusun Sumberwaluh, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta kegiatan terkait potensi air tanah sebagai langkah awal untuk mengatasi kekeringan pada lokasi pengabdian. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, sedangkan mitra kegiatan yaitu Yayasan SEMAIN dan warga setempat. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 5 Dosen, 3 mahasiswa, 4 mitra dari yayasan SEMAIN, dan 57 mitra sekaligus peserta dari warga setempat. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan peserta dilakukan melalui pertanyaan langsung sebanyak 3 pertanyaan. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan tambahan terkait potensi sumber air tanah pada daerah mereka. Hasil yang dicapai yaitu peserta memperoleh pengetahuan baru, dimana mayoritas peserta mampu menjawab 2 dari 3 (66,6%) pertanyaan terkait materi sosialisasi yang diberikan. Secara ekonomi, kegiatan investigasi sumber air tanah menghabiskan biaya sekitar 30 juta, sedangkan pembuatan sumur bor sekitar 70 juta (total 100 juta). Biaya tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.Abstract: When entering the dry season, several areas in Malang Regency experience water shortages for daily needs, one of which is Dusun Sumberwaluh, Pringgodani Village, Bantur District. This activity aims to increase participants' understanding of groundwater potential as an initial step in overcoming drought at service locations. The implementation method is socialization, while the activity partners are the SEMAIN Foundation and local residents. The socialization activity was attended by 5 lecturers, 3 students, 4 partners from SEMAIN Foundation, and 57 partners and participants from local residents. Evaluation to measure participants' knowledge is carried out through 3 direct questions. The success indicator of this activity is that participants have additional knowledge regarding the potential of groundwater sources in their area. The results achieved were that participants gained new knowledge, where the majority of participants were able to answer 2 out of 3 (66.6%) questions related to the socialization material provided. Economically, groundwater source investigation activities cost around 30 million, while drilling wells cost around 70 million (total 100 million). These costs are provided free of charge to the local community as a form of concern for others. 
SOSIALISASI PERAN SEKTOR PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF INDONESIA Meliza Meliza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27150

Abstract

Abstrak: Minimimnya tingkat pemahaman pelaku UMKM tentang peranan sektor perbankan dalam permodalan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan belum maksimalnya tingkat penyaluran kredit ke UMKM. Oleh karena itu, perlu diadakan sosialisasi bagi UMKM tentang prdouk pembiayaan yang ditawarkan sektor perbankan dan prosedur dalam mengajukan kredit bank. Kegiatan sosialisasi diselengarakan untuk meningkatkan tingkat pemahaman UMKM tentang produk serta prosedur pengajuan kredit ke sektor perbankan. Selain itu, tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan jumlah UMKM yang mengajukan pembiayaan ke sektor perbankan. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dalam tiga tahap yaitu tahap prak kegiatan, tahap pelaksanaa, dna tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 20 UMKM Kota Pekalongan, 10 UMKM diluar Kota Pekalongan, 75 mahasiswa, 5 dosen, dan 10 masyarakat lokal Kota Pekalongan. Evaluasi kegiatan ini dilakukan menggunakan angket (kuesioner). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa jumlah peserta yang memahami tentang peranan sektor perbankan bagi UMKM meningkat dari 34% menjadi 84% dari total peserta. Sedangkan, jumlah peserta yang memahami tentang produk dan prosedur pengajuan kredit ke bank juga mengalami peningkatan dari 23% menjadi 78% dari total peserta.Abstract: The low level of understanding of MSMEs about the role of the banking sector in capital is one of the factors that causes the level of credit distribution to MSMEs to be less than optimal. Therefore, it is necessary to conduct socialization for MSMEs about the financing products offered by the banking sector and the procedures for applying for bank credit. Socialization activities are held to increase the level of understanding of MSMEs about the products and procedures for applying for credit to the banking sector. In addition, the purpose of this activity is also to increase the number of MSMEs applying for financing to the banking sector. This socialization activity is held in three stages, namely the practical activity stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This activity was attended by 20 MSMEs in Pekalongan City, 10 MSMEs outside Pekalongan City, 75 students, 5 lecturers, and 10 local communities in Pekalongan City. The evaluation of this activity was carried out using a questionnaire. The results of this activity showed that the number of participants who understood the role of the banking sector for MSMEs increased from 34% to 84% of the total participants. Meanwhile, the number of participants who understand the products and procedures for applying for credit to the bank also increased from 23% to 78% of the total participants.
PENGUATAN KAPASITAS MANAJERIAL UNTUK PENGEMBANGAN UMKM J’GER Tiva Widuri Anggraini; Lu'lu' Nafiati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27959

Abstract

Abstrak: UMKM J’ger, yang berlokasi di Kelurahan Rejowinangun, Yogyakarta, merupakan usaha mikro yang berfokus pada produksi jamu sejak Mei 2002. Meskipun memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, UMKM ini menghadapi kendala manajerial, khususnya dalam pencatatan keuangan dan pemasaran digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pemilik UMKM J’ger, Bu Marni, melalui pelatihan dan pendampingan. Fokus program adalah pengembangan hardskill, seperti pencatatan keuangan dan pemasaran digital, serta softskill, seperti kemampuan pengambilan keputusan. Metode partisipatif digunakan dalam pelaksanaan kegiatan, yang melibatkan evaluasi melalui pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan terkait aspek keuangan dan pemasaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana keterampilan pencatatan keuangan meningkat dari 0% menjadi 50%, sementara keterampilan pemasaran digital meningkat dari 0% menjadi 45%. Berdasarkan survei kepuasan, pelatihan ini dinilai relevan dan aplikatif oleh mitra. Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial UMKM J’ger, membantu mengatasi kendala bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.Abstract: UMKM J’ger, located in Rejowinangun, Yogyakarta, is a microenterprise focusing on herbal drink production since May 2002. Despite its significant contribution to the local economy, this business faces managerial challenges, particularly in financial record-keeping and digital marketing. This community engagement program aims to enhance the managerial capacity of UMKM J’ger’s owner, Ms. Marni, through training and mentoring. The program focuses on developing hardskills, such as financial record-keeping and digital marketing, as well as softskills, including decision-making abilities. A participatory approach was employed during the program, accompanied by evaluations through pre-test and post-test assessments consisting of 10 questions covering financial and marketing aspects. The results showed significant improvement, with financial record-keeping skills increasing from 0% to 50% and digital marketing skills from 0% to 45%. Based on a satisfaction survey, the training was deemed relevant and applicable by the partner. This program effectively enhanced the managerial capacity of UMKM J’ger, helping to address business challenges, expand market reach, and support more sustainable business growth.
PENGUATAN KAPASITAS EKONOMI PETANI KOPI MELALUI AGRO-ROASTING OPTIMAL Dwi Rahmayani; Annis Nurfitriana Nihayah; Detalia Noriza Munahefi; Fredericho Mego Sundoro; Bhanu Rasendriyo; Grace Natalia Marpaung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26769

Abstract

Abstrak: Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dengan potensi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani. Namun, sebagian besar nilai keuntungan kopi hanya dirasakan di tingkat distributor dan produsen besar, sementara petani kopi di daerah cenderung menerima hasil yang minim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill petani kopi di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang melalui program Agro-Roasting Optimal (AROMA). Melalui program ini, petani diberikan pelatihan teknis dalam pengolahan pasca panen kopi, seperti pemanggangan (roasting), penyeduhan (brewing), serta pengujian cita rasa (cupping), disertai dengan inovasi produk hilir berupa sabun kopi dan pelatihan digitalisasi pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, praktik langsung, dan Focus Group Discussion (FGD). Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari petani kopi, pelaku UMKM, serta masyarakat umum di Kecamatan Jambu turut serta dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi langsung untuk mengukur pemahaman dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis peserta sebesar rata-rata 28,4%. Peningkatan ini terlihat pada kemampuan penggunaan metode cupping (36,1%), pengelolaan limbah kopi (34,9%), dan standar pengolahan kopi yang baik (34,4%).Abstract: Coffee is one of Indonesia's leading commodities with high potential to enhance the economic well-being of farming communities. However, most of the coffee's profit value is enjoyed only at the distributor and large-scale producer levels, while local coffee farmers often receive minimal benefits. This community service activity aims to improve the hardskills and softskills of coffee farmers in Jambu District, Semarang Regency, through the Agro-Roasting Optimal (AROMA) program. Through this program, farmers received technical training in post-harvest coffee processing, including roasting, brewing, and cupping, along with product innovation training on coffee-based products like coffee soap and digital marketing. The methods used in this activity included lectures, hands-on practice, and Focus Group Discussions (FGD). A total of 30 participants, consisting of coffee farmers, MSME actors, and the general community in Jambu District, participated in the program. Evaluation was conducted using questionnaires and direct observation to assess participants' knowledge and skills before and after the activity. The evaluation results showed an average improvement in participants' knowledge and technical skills by 28.4%. This increase was observed in areas such as the use of cupping methods (36.1%), coffee waste management (34.9%), and compliance with good coffee processing standards (34.4%).
PENINGKATAN PENGETAHUAN JURNALISME DATA PADA JURNALIS LINGKUNGAN DALAM PRODUKSI BERITA INVESTIGASI Hendry Roris P. Sianturi; Sintha Fransiske Simanungkalit
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27519

Abstract

Abstrak: Pengetahuan jurnalis lingkungan dalam pengaplikasian jurnalisme data untuk memproduksi berita investigasi, masih rendah. Karena itu dibutuhkan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pengetahuan jurnalis lingkungan dalam memproduksi berita investigasi berbasis jurnalisme data. Metode kegiatan yang digunakan yaitu mentoring. Mitra PKM adalah Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dengan sasaran kegiatan yaitu 6 jurnalis lingkungan nasional dan lokal yang mewakili media cetak, media televisi dan media siber (online). Untuk mengukur adanya peningkatan pengetahuan jurnalis lingkungan terhadap pengaplikasian jurnalisme data, digunakan hasil pre-test dan post-test yang telah diisi peserta. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, dengan nilai variabel pre-test memiliki nilai 0,078 > 0,05 dan post-test sebesar 0,473 > 0,05, yang menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Paired T-Test dan diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,017 atau sig. (2-tailed) < 0,05. Hasil ini menyimpulkan bahwa, ada perbedaan rata – rata nilai pre-test dan post-test, yang berarti ada pengaruh peningkatan pengetahuan jurnalis lingkungan terhadap pengaplikasian jurnalisme data dalam peliputan investigasi isu deforestasi, sebelum dan sesudah kegiatan.Abstract: The knowledge of environmental journalists in the application of data journalism to produce investigative news is still low. Therefore, community service (PKM) is needed to increase the knowledge of environmental journalists in producing investigative news based on data journalism. The activity method used is mentoring. PKM's partner is the Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) with the activity target is 6 national and local environmental journalists, representing print media, television media, and cyber media. To measure the increase in environmental journalists' knowledge of the application of data journalism, used the results of the pre-test and post-test that had been filled out by participants. The normality test used Shapiro-Wilk, with the value of the pre-test variable having a value of 0.078 > 0.05 and the post-test of 0.473 > 0.05, which indicates that the data is normally distributed. Data analysis was carried out by the statistical test of Paired T-Test and a sig. (2-tailed) value was obtained 0.017 or sig. (2-tailed) < 0.05. These results conclude that there is a difference in the average pre-test and post-test scores, which means that there is an effect of increasing the knowledge of environmental journalists on the application of data journalism in reporting on deforestation issues, before and after activities. 
PENCEGAHAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA REMAJA PUTRI MELALUI PROGRAM BELIA BESTARI Puspita Sukmawaty Rasyid; Siti Choirul Dwi Astuti; Nurnaningsih Ali Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27458

Abstract

Abstrak: Remaja putri banyak mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 0,04% karena kurangnya pengetahuan terkait gizi seimbang sehingga belum memiliki kemandirian dalam perilaku kesehatan. Untuk itu diperlukan program meningkatkan kemandirian remaja melalui program belia bestari. Dalam program belia bestari melakukan pendekatan dengan karang taruna dan kader untuk turut serta terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan. Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan KEK melalui peningkatan keterampilan pengukuran lingkar lengan secara mandiri. Metode edukasi tentang KEK pada remaja putri, pelatihan pemeriksaan antropometri pada remaja putri, demonstrasi pengolahan bahan pangan lokal yang melibatkan mitra karang taruna dan kader sebanyak 9 orang serta mitra sasaran sebanyak 17 remaja putri. Evaluasi dilakukan dengan melakukan penilaian pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, penilaian keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan dan demonstrasi. Hasilnya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang KEK dari 70% baik menjadi 96% baik, peningkatan keterampilan remaja putri dalam pemantauan antropometri dari 0% menjadi 100% baik dan peningkatan keterampilan pengolahan bahan pangan lokal dari 0% menjadi 100% baik. Selama 7 bulan dilakukan monitoring sebanyak 3 kali menggunakan ceklis ketrampilan pengukuran lingkar lengan. Luaran kegiatan selama monitoring menurunnya kejadian KEK pada remaja putri.Abstract: Adolescent girls experience chronic energy deficiency (CED) as much as 0.04% due to lack of knowledge related to balanced nutrition so that they do not have independence in health behavior. For this reason, a program to increase the independence of adolescents is needed through the bestari youth program. In the youth program, bestari approaches youth organizations and cadres to participate in the implementation and supervision. The purpose of this activity is to reduce energy shortages through improving arm circumference measurement skills independently. Educational methods on CED in adolescent girls, anthropometric examination training for adolescent girls, demonstration of local food processing involving partners youth organizations and cadres of 9 people and target partners as many as 17 adolescent girls. Evaluation is carried out by conducting knowledge assessments before and after education, skills assessments before and after training and demonstrations. The results were an increase in the knowledge of adolescent girls about CED from 70% good to 96% good, an increase in adolescent girls' skills in anthropometric monitoring from 0% to 100% good and an increase in local food processing skills from 0% to 100% good. For 7 months, monitoring was carried out 3 times using the arm circumference measurement skill check. Activity outcomes during monitoring decreased incidence of chronic energy deficiency in adolescent girls.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI ROTI MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN USAHA Imam Hanafi; Unsul Abrar; Anita Anita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26719

Abstract

Abstrak: Roti merupakan sebuah produk pangan yang memiliki pangsa pasar terbesar yang sangat disukai oleh berbagai kalangan dan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2032. Oleh karena itu roti memiliki peluang pasar yang baik untuk masa kini dan masa yang akan datang. Tujuan dari kegiatan ini selain untuk meningkatkan hardskill mitra berupa peningkatan kemampuan kapasitas dan varian produksi, juga untuk meningkatkan softskill yakni kemampuan melakukan perizinan usaha dan penggunaan sosial media sebagai media pemasaran. Metode yang digunakan dengan memberikan pendampingan izin usaha, sertifikasi halal, dan pelatihan penggunaan alat produksi menggunakan alat Profer dan oven dengan kapasitas besar. Mitra pengabdian masyarakat yaitu pengusaha muda sebanyak 10 orang. Sistem evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini ialah dengan wawancara dan observasi secara langsung mulai dari sebelum kegiatan ini dilaksanakan sampai setelah adanya kegiatan ini. Hasil yang telah dicapai peningkatan 80% dari peserta yaitu (1) adanya peningkatan jumlah produksi roti menggunakan alat dengan kapasitas lebih besar, dan (2) peningkatan pengetahuan mitra terhadap proses pengajuan ijin usaha, pengurusan PIRT serta pengajuan sertifikat halal.Abstract: Bread is a food product that has the largest market share that is highly favored by various groups and continues to increase until 2032. Therefore, bread has a good market opportunity for the present and the future. The purpose of this activity is not only to improve the hard skills of partners in the form of increasing capacity capabilities and production variants, but also to improve soft skills, namely the ability to conduct business licensing and the use of social media as marketing media. [The method used is by providing assistance in business licensing, halal certification, and training in the use of production equipment using a Profer and oven with a large capacity. Community service partners are 10 young entrepreneurs. The evaluation system used in this activity is by interview and direct observation starting from before this activity was carried out until after this activity. The results that have been achieved are an increase of 80% of the participants, namely (1) an increase in the amount of bread production using a tool with a larger capacity, and (2) an increase in partner knowledge of the process of applying for a business license, managing PIRT and applying for a halal certificate.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL FILE CSV SEBAGAI DATA DUKUNG APLIKASI DATA STM DAN PEMAKAMAN BERBASIS CLOUD Helmi Kurniawan; Hardianto Hardianto; Yahya Tanjung; Diki Rahmadi; Muhammad Farhan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27560

Abstract

Abstrak: Forum Komunikasi Pengembangan Makla (FKPM) menghadapi kendala dalam pengelolaan data STM dan pemakaman yang masih berbasis manual, sehingga menyebabkan keterlambatan dan rendahnya akurasi informasi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus FKPM dalam pengelolaan data STM dan pemakaman melalui pelatihan pembuatan file Excel menjadi file CSV, yang kemudian digunakan dalam aplikasi manajemen berbasis cloud. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, dengan 25 peserta dari pengurus FKPM dan STM. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 96,17% dan keterampilan sebesar 92,86% dalam penggunaan teknologi informasi berbasis cloud. Implementasi teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan data serta transparansi informasi kepada masyarakat, yang berkontribusi signifikan pada peningkatan kualitas layanan administrasi pemakaman.Abstract: The Forum Komunikasi Pengembangan Makla (FKPM) faced challenges in managing STM and cemetery data manually, leading to delays and inaccurate information. This service program aimed to enhance FKPM administrators' abilities in data management by training them on converting Excel files into CSV, which are then used in a cloud-based management application. The method involved socialization, training, and mentoring, with 25 participants from FKPM and STM administrators. Evaluation was conducted through pre- and post-activity questionnaires. The results showed a 96.17% increase in knowledge and a 92.86% improvement in skills in using cloud-based information technology. This implementation successfully improved data management efficiency and transparency, significantly contributing to the enhancement of cemetery administration services.
PELAKSANAAN INOVASI SEKOLAH HAMIL DAN CATIN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI TATANAN POSYANDU MAWAR KUALU Islah Wahyuni; Desi Nidya Kirana; Iyang Maisi Fitriani; Anisa Salim; Nurul Fadilah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27201

Abstract

Abstrak: Percepatan penurunan AKI agar ibu mampu mengakses pelayanan ANC ibu hamil berkualitas, membantu persiapan persalinan minim komplikasi, kelahiran bayi yang sehat, dapat dilakukan dengan sekolah hamil yang ikut dihadiri oleh suami/keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan ibu hamil dan calon ibu ayah, kader, melalui pendampingan persiapan kehamilan, persalinan yang sehat dan lancar. Kegiatan ini dilakukan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dengan metode ceramah, diskusi, demontrasi. Mitra kegiatan ini adalah posyandu mawar mekarsari, pustu kualu yang berada diwilayah kerja puskesmas tambang melibatkan 20 ibu hamil, 15 calon pengantin, 64 kader posyandu diwilayah kualu. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner dan pemeriksaan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan Ibu hamil tentang persiapan kehamilan sehat setelah diberikan pendidikan kesehatan kategori baik 10 orang (58,8%), kadar HB sesudah pendampingan tablet Fe menunjukkan penurunan, terdapat 1 ibu anemia ringan (5,9%). Pengetahuan calon pengantin dan ibu promil tentang persiapan kehamilann mencegah stuting kategori baik 10 orang (66,7%), kadar HB sesudah pemberian Fe menunjukkan penurunan dimana terdapat 2 ibu mengalami anemia ringan (13,3%) serta pengetahuan 36 kader berkategori baik (56%).Abstracts: Accelerating the reduction of MMR so that mothers are able to access quality ANC services for pregnant women, helping preparation for labor with minimal complications, the birth of healthy babies, can be done with pregnant schools that are attended by husbands/families. Community service activities aim to increase the knowledge, skills of pregnant women and prospective mothers, cadres, through assistance in pregnancy preparation, healthy and smooth delivery. This activity is carried out socialization, training, and mentoring with lecture, discussion, and demonstration methods. The partners of this activity are posyandu mawar mekarsari, pustu kualu in the working area of puskesmas tambang involving 20 pregnant women, 15 prospective brides, 64 posyandu cadres in the kualu area. Evaluation was carried out by questionnaire and before after action examination. The results of the activity showed an increase in knowledge of pregnant women about healthy pregnancy preparation after being given health education in the good category of 10 people (58.8%), HB levels after Fe tablet assistance showed a decrease, there was 1 mild anemia mother (5.9%). The knowledge of prospective brides and promotive mothers about pregnancy preparation to prevent stuting was in the good category of 10 people (66.7%), HB levels after Fe administration showed a decrease where there were 2 mothers experiencing mild anemia (13.3%) and the knowledge of 36 cadres was in the good category (56%).