cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS MENTORING UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN SUVERVISI GURU DI SEKOLAH DASAR Muhammad Rezeki Muamar; Danny Meirawan; Munir Munir; Endang Herawan; Ira Nadya Octavira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27014

Abstract

Abstrak: Pelatihan pengembangan model supervisi akademik berbasis mentoring sangat penting untuk meningkatkan kualitas supervisi guru di sekolah dasar, guna mendukung tercapainya standar pendidikan yang optimal.Pelatihan Pengembangan Model Supervisi Akademik Berbasis Mentoring di Sekolah Dasar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan supervisi kepala sekolah dan guru senior dalam mendampingi guru-guru junior melalui pendekatan mentoring. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik, dan diskusi kelompok terfokus yang dirancang untuk memastikan pemahaman dan penerapan yang maksimal. Model ini dirancang untuk memberikan bimbingan yang lebih kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung pengembangan profesionalisme guru dalam konteks supervisi akademik yang lebih efektif dan efisien.Peserta pelatihan terdiri dari 20 guru sekolah dasar yang terlibat secara aktif dalam proses supervisi. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, angket, dan observasi untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang perkembangan kompetensi para peserta. Peserta pelatihan diharapkan mampu memahami dan menerapkan teknik observasi kelas, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta membangun hubungan mentoring yang mendukung pengembangan keterampilan mengajar guru junior. Hasil evaluasi mitra menunjukkan Pemahaman Konsep Supervisi Berbasis Mentoring sebesar 84%, Frekuensi Implementasi sebesar 76%, Pemberian Umpan Balik sebesar 86%, Dokumentasi Supervisi sebesar 86%, Tantangan dalam Implementasi sebesar 88%, Kepuasan Peserta terhadap Pelatihan sebesar 92% dan Rekomendasi Tindak Lanjut sebesar 86%.Abstract: Training on the development of a mentoring-based academic supervision model is very important to improve the quality of teacher supervision in elementary schools, in order to support the achievement of optimal educational standards. Training on the Development of a Mentoring-Based Academic Supervision Model in Elementary Schools aims to improve the supervisory abilities of school principals and senior teachers in assisting teachers. junior teachers through a mentoring approach. The methods used include lectures, practice, and focus group discussions designed to ensure maximum understanding and application. This model is designed to provide more collaborative, reflective and sustainable guidance, so that it can support the development of teacher professionalism in the context of more effective and efficient academic supervision. The training participants consist of 20 elementary school teachers who are actively involved in the supervision process. Evaluation is carried out through interviews, questionnaires and observations to get a comprehensive picture of the development of the participants' competencies. Training participants are expected to be able to understand and apply classroom observation techniques, provide constructive feedback, and build mentoring relationships that support the development of junior teachers' teaching skills. Evaluation results show understanding of the concept of mentoring-based supervision at 84%, frequency of implementation at 76%, providing feedback at 86%, documentation for supervision at 86%, challenges in implementation at 88%, participant satisfaction with training at 92% and follow-up recommendations at 86%.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS BAGI DOSEN MELALUI METODE PEMBELAJARAN INTEGRASI Ramdan Sukmawan; Lusi Susilawati; Siska Hestiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27612

Abstract

Abstrak: Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi berencana untuk membuka kelas Internasional. Berbagai upaya dilakukan oleh dosen-dosen yang salah satunya adalah peningkatan kemampuan bahasa Inggris khususnya dalam hal berbicara. Upaya tersebut berupa pelatihan bahasa Inggris yang dilaksanakan selama satu semester terhadap 7 orang dosen Program Studi Administrasi Bisnis. Adapun metode yang dilakukan berupa metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan latihan atau praktik. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rublik penilaian bicara pada aspek kelancaran, pengucapan, ketepatan berbahasa, dan keakuratan berbahasa. Hasil pelatihan menunjukkan kemampuan bahasa Inggris para peserta yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari skor hasil tes bahasa Inggris para peserta, yakni sebanyak 70% memperoleh skor yang tinggi yaitu B. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta telah mencapai kriteria kecakapan berbahasa. Dengan skor yang diperoleh tersebut diharapkan para peserta dapat mewujudkan rencananya untuk membuka kelas internasional.Abstract: The Academic program of Business Administration, Muhammadiyah University of Sukabumi plans to open an international class. Several efforts are made by the lecturers, one of which is improving English skills, particularly in speaking. The effort is in the form of English-speaking training which was carried out in one semester to 7 lecturers of The Academic program of Business Administration. The methods applied were in the form of lectures, question and answer, discussion, and practice. Evaluation applied assessment rubric of fluency, pronunciation, language appropriacy, and language accuracy. The results of the training showed that the English-speaking skills of the participants were excellent, about 70% of the participants obtained high scores (B). It showed that participants had achieved language skill criterion. The obtained score is expected that the participants could realize their plan to open an international class.
SOSIALISASI GERAKAN IBU SADAR STUNTING BERBASIS DEMONSTRASI PEMBERIAN MPASI PADA BAYI BALITA Magdalena Martha Tompunuh; Eka Rati Astuti; Fatmawati Ibrahim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26681

Abstract

Abstrak: Stunting pada bayi dan balita, yang merupakan kondisi di mana balita memiliki tinggi badan yang lebih rendah dari normal karena kekurangan gizi kronis dalam 1000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting mencakup masalah metabolisme, infeksi, perkembangan saraf, dan sosial-ekonomi yang merugikan, pencegahan stunting dapat dilakukan melalui intervensi farmakologi dan non farmakologi, seperti pemberian makanan tambahan pendamping ASI. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan pada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi balita dalam pengelolaan MPASI. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi. Beberapa mitra yang terlibat yaitu kepala puskesmas, bidan koordinator, kader, dan pendamping ibu yang memiliki bayi balita. Jumlah yang mengikuti yaitu 25 orang. Evaluasi kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dalam pemberian pre test dan post test. Terdapat peningkatan hasil pretest dan posttest yang telah dicapai yaitu ada 23 (92%) ibu yang memiliki bayi dan balita berpengetahuan baik dan 2 (8%) ibu yang memiliki bayi dan balita dalam kategori kurang baik.Abstract: Stunting in infants and toddlers, which is a condition in which toddlers have a lower than normal height due to chronic malnutrition in the first 1000 days of life. The impacts of stunting include metabolic problems, infections, neurodevelopment, and adverse socio-economic conditions, stunting prevention can be done through pharmacological and non-pharmacological interventions, such as providing additional complementary foods to breast milk. The purpose of community service is to increase knowledge in pregnant women and mothers who have toddlers in the management of MPASI. The implementation method used is the lecture and demonstration method. Several partners involved are the head of the health center, the coordinating midwife, cadres, and companions for mothers who have toddlers. The number of participants was 18 people. Evaluation of community service activities was carried out by providing pre-tests and post-tests. There was an increase in the pretest and posttest results that had been achieved, namely that there were 23 (92%) mothers who had babies and toddlers with good knowledge and 2 (8%) mothers who had babies and toddlers in the less good category.
EDUKASI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN Badrul Zaman; Miniharianti Miniharianti; Jihan Rabial; Khairiyatul Munawwarah; Bukhari Bukhari; Nurul Husna; Uliyana Uliyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27807

Abstract

Abstrak: Pengetahuan keluarga yang baik tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek samping, dan tujuan pengobatan berkorelasi positif dengan kepatuhan. Sebaliknya, ketika pengetahuan kurang, pasien akan lebih sering mengalami kekambuhan, sehingga berdampak buruk pada keduanya baik kepada pasien, keluarganya, dan masyarakat. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman keluarga terhadap kepatuhan minum obat untuk mencegah kekambuhan pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dengan jumlah peserta 15 orang. Sebelum dilakukan pemateri, terlebih dahulu diberikan kuesioner untuk pre-test kemudian peserta diberikan materi terkait kepatuhan minum obat dalam mencegah kekambuhan pasien skizofrenia selanjutnya peserta diberikan kuesioner post-test untuk menilai pemahaman keluarga. Hasil dari uji statisti yang diolah menggunakan metode Paired Sample T-test memperlihatkan perbedaan yang signifikan dengan nila Sig.(2-tailed) pada hasil pengujian didapatkan 0,000 (<0,05). Hasil yang didapat dengan memberikan edukasi dan pendampingan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam memantau kepatuhan minum obat bagi pasien skizofrenia dalam mencegah kekambuhan.Abstract: Good family knowledge about drug names, dosages, frequencies, side effects, and treatment goals is positively correlated with compliance. Conversely, when knowledge is lacking, patients will experience relapses more often, thus having a negative impact on both the patient, his/her family, and the community. The purpose of implementing community service in the form of health education is to improve family understanding of medication compliance to prevent relapse in schizophrenia patients. The method used is through several stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage with 15 participants. Before the speaker was given, a questionnaire was first given for a pre-test, then participants were given material related to medication compliance in preventing relapse in schizophrenia patients, then participants were given a post-test questionnaire to assess family understanding. The results of the statistical test processed using the Paired Sample T-test method showed a significant difference with the Sig. (2-tailed) value in the test results obtained 0.000 (<0.05). The results obtained by providing education and assistance can increase awareness of the importance of the role of the family in monitoring medication compliance for schizophrenia patients in preventing relapse. 
UPAYA PENCEGAHAN FLU SINGAPURA MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE Pujiati Pujiati; Mahardika Adhitya Nugraha; Mochammad Agus Suprijono; Nur Anna Chalimah Sa&#039;dyah; Renny Swasti Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26754

Abstract

Abstrak: Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi akut yang memiliki gejala mirip seperti flu dan menyebabkan banyak kematian di Singapura. HFMD lazim dialami oleh pada anak-anak di Asia Timur dan Asia Tenggara. HFMD disebabkan oleh sekelompok enterovirus manusia dari famili Picornaviridae. Faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya HFMD adalah sanitasi yang buruk dan kurangnya personal hygiene. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Flu Singapura. Metode pelaksanaan PkM terdiri dari dua tahapan yaitu (1) penyuluhan kesehatan mengenai personal hygiene untuk mencegah flu Singapura, dan (2) pemeriksaan dan pengobatan gratis. Edukasi diikuti oleh 52 orang peserta, sedangkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis hanya diikuti 32 orang dari seluruh peserta edukasi. Evaluasi keberhasilkan PkM dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan secara lisan kepada peserta pada saat awal edukasi dan akhir edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta PkM sekitar 20% dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Melalui pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis diketahui bahwa sebanyak 12 (37.5%) dari 32 peserta mengalami hipertensi tingkat 1 dan 4 (12.5%) orang mengalami hipertensi tingkat 2 sedangkan 16 (50%) orang peserta memiliki tekanan darah normal. Rerata kadar gula darah sewaktu peserta PkM yang diperiksa adalah <200 mg/dL dan terdapat 1 peserta yang mempunyai kadar asam urat >6mg/dL. Peningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya personal hygiene diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat agar terhindari flue Singapura yang sedang marak saat ini.Abstract: Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), commonly known as Singapore Flu, is an acute infectious illness characterized by flu-like symptoms that has resulted in multiple fatalities in Singapore. Hand, foot, and mouth disease predominantly impacts children in East and Southeast Asia. It is attributed to a cluster of human enteroviruses belonging to the Picornaviridae family. Risk factors that elevate the probability of HFMD encompass inadequate sanitation and insufficient personal hygiene. The aim of this community service initiative (PkM) is to enhance public awareness on Singapore Flu. The PkM implementation has two phases: (1) health education on personal cleanliness to avert Singapore Flu, and (2) complimentary health examinations and treatment. This initiative, coordinated by a team from Sultan Agung Islamic University, engaged 47 healthcare professionals and emphasized hygiene behaviors, particularly regular handwashing, as a fundamental preventative measure. The efficacy of the PkM was assessed by posing verbal inquiries to participants at the commencement and conclusion of the educational sessions. The evaluation results indicated a 20% enhancement in participant knowledge relative to their previous comprehension. Health assessments and complimentary therapies indicated that out of 32 participants, 12 (37.5%) exhibited stage 1 hypertension, 4 (12.5%) presented with stage 2 hypertension, and 16 (50%) maintained normal blood pressure. The mean random blood glucose level among individuals was <200 mg/dL, with one subject exhibiting a uric acid level >6 mg/dL. Enhancing participants' understanding of the significance of personal cleanliness is anticipated to elevate awareness and promote healthy living practices to mitigate the proliferation of Singapore Flu, which is currently escalating.
PELATIHAN PEMBUATAN PREPARAT SEMI PERMANEN DAN PREPARAT KROMOSOM SEBAGAI PENGAYAAN MATERI PRAKTIKUM BIOLOGI Welsiliana Welsiliana; Florian Mayesti Prima Remba Makin; Gede Arya Wiguna; Dicky Frengky Hanas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27455

Abstract

Abstrak: Peningkatan pemahaman peserta didik tidak cukup ditempuh melalui teori saja namun perlu juga dengan pelaksanaan praktikum. Salah satu rangkaian kegiatan praktikum yang dapat dilakukan di sekolah yaitu pembuatan preparat yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan juga sebagai pengayaan materi praktikum biologi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan melatih keterampilan guru dan siswa melalui praktek pembuatan preparat semi permanen dan preparat kromosom. Mitra kegiatan terdiri atas 4 orang guru dan 27 orang siswa XII IPA. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui penyampaian materi, praktik pembuatan preparat secara langsung dan evaluasi. Sistem evaluasi kegiatan berupa pemberian angket kepada peserta. Hasil kegiatan diperoleh pemahaman dan keterampilan pembuatan preparat oleh peserta pengabdian mencapai 80%.Abstract: Improving students' understanding is not enough to be achieved through theory alone but also needs to be done through practicum. One of the series of practicum activities that can be done in schools is making slides that can be used as learning media and also as enrichment of biology practicum material. This community service aims to improve understanding and train the skills of teachers and students through the practice of making semi-permanent preparations and chromosome preparations. The activity partners consist of 4 teachers and 27 students of XII IPA. The method of this community service activity is carried out through delivering material, practicing making slides directly and evaluation. The activity evaluation system is in the form of giving questionnaires to participants. The results of the activity obtained understanding and skills in making preparations by community service participants reached 80%.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS BELAJAR DIGITAL UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD WILAYAH PERBATASAN Silvester Silvester; Totok Victor Didik Saputro; Christian Cahyaningtyas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27339

Abstract

Abstrak: Transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka menunjukkan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Observasi di SDN 03 Bengkayang mengungkapkan kurangnya pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka. Pendampingan ini bertujuan mengoptimalkan komunitas belajar berbasis teknologi digital untuk mempercepat implementasinya di perbatasan Indonesia-Malaysia. Dalam prosesnya, pendampingan ini juga berfokus pada pengembangan hard skills para guru, meliputi penguasaan materi pelajaran untuk memperkuat kompetensi profesional dan penguasaan terknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 30 guru SDN 03 Bengkayang dengan model GROW Coaching (Goal, Reality, Options, Will). Pendampingan diharapkan meningkatkan pemahaman strategi Kurikulum Merdeka dan kolaborasi komunitas belajar, dengan target peningkatan minimal 75% pada penguasaan materi dan TIK. Pendampingan ini meningkatkan pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka, serta penggunaan Learning Management System (LMS) dan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran, dengan persentase penguasaan materi sebesar 78% dan TIK sebesar 84%. Diharapkan, hasil ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa di Kabupaten Bengkayang.Abstract: The transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum reflects ongoing efforts to improve the quality of education. Observations at SDN 03 Bengkayang revealed a lack of understanding among teachers regarding the Merdeka Curriculum. This mentoring aims to optimize a technology-based learning community to accelerate its implementation in the Indonesia-Malaysia border region. The process also focuses on developing teachers' hard skills, including mastery of subject matter to strengthen professional competence and proficiency in information and communication technology (ICT) to support the integration of technology in the learning process. The activity involves 30 teachers from SDN 03 Bengkayang, using the GROW Coaching model (Goal, Reality, Options, Will). The mentoring is expected to enhance understanding of Merdeka Curriculum strategies and foster collaboration within the learning community, with a target of a minimum 75% improvement in mastery of subject matter and ICT. The mentoring has resulted in a 78% increase in subject matter mastery and an 84% improvement in ICT skills. These outcomes are expected to enhance the quality of education and student learning outcomes in Bengkayang Regency.
HONEY BEE SCHOOL: EDUKASI LINGKUNGAN BERBASIS BUDIDAYA LEBAH MADU DI KABUPATEN KEPULUAN MENTAWAI Triyatno Triyatno; Febriandi Febriandi; Lailatur Rahmi; Yulia Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27936

Abstract

Abstrak: Potensi lebah madu Mentawai sangat besar, hal ini dapat menjadi mata pencarian Masyarakat yang dapat meningktakan perekonomian. Namun, saat ini madu di panen dengan cara tradisional sehingga menyebabkan koloni lebah madu berkurang bahkan terancam keberadaannya. Pengabdian kepada masyarakat melalui pendirian Honey Bee School di Kabupaten Kepulauan Mentawai bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lebah madu dan ekosistemnya, serta memberikan edukasi yang berbasis lingkungan. Metode program ini terdiri dari pelatihan calon trainer untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional, menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar-mengajar, pembentukan struktur organisasi yang baik, penyiapan berkas administrasi sesuai standar pendidikan nonformal, serta merancang kelas-kelas edukasi tematik yang berfokus pada pembelajaran interaktif dan berbasis praktik, seperti budidaya lebah madu dan panen lebah madu hutan. Tim pengabdian bermitra dengan karang taruna desa Matobe yang beranggotakan 38 orang dengan rentang usia 20-50 tahun. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan dan edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kompetensi masyarakat dalam budidaya lebah madu dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sebanyak 80 persen. Program ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal melalui pengembangan produk madu. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kolaborasi dari berbagai pihak, Honey Bee School dapat menjadi model pendidikan nonformal dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.Abstract: The potential of Mentawai honeybees is huge, this can be a livelihood for the community that can improve the economy. However, honey is currently harvested in a traditional way, causing honey bee colonies to decrease and even threaten their existence. Community service through the establishment of Honey Bee School in the Mentawai Islands Regency aims to increase community awareness and understanding of the importance of conserving honey bees and their ecosystems, as well as providing environmentally-based education. The program method consists of training prospective trainers to create professional educators, preparing facilities and infrastructure that support the teaching and learning process, establishing a good organisational structure, preparing administrative files according to non-formal education standards, and designing thematic educational classes that focus on interactive and practice-based learning, such as honey bee cultivation and forest honey bee harvesting. The service team partnered with the Matobe village youth organisation, which consists of 38 members with an age range of 20-50 years. The results of this service showed that the training and education provided were able to increase community competence in honey bee cultivation while maintaining environmental sustainability by 80 per cent. This programme also has the potential to improve local economic welfare through honey product development. With continued support and collaboration from various parties, Honey Bee School can become a model of non-formal education in environmental conservation and community empowerment.
EDUKASI PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK Natalia Putri Damaiyanti Raden; Makrina Sedista Manggul; Paskalinda Maria Yosefa Bandur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26703

Abstract

Abstrak: Masalah gizi dan kesehatan, khususnya pada balita, dapat dicegah melalui kegiatan edukasi yang disediakan oleh Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada edukasi kepada orang tua balita, khususnya para ibu yang berkunjung ke Posyandu, mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini diadakan di Kantor Desa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dan mendorong perilaku gizi yang baik, sehingga meningkatkan status kesehatan dan gizi anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini melibatkan penyampaian materi tentang pentingnya gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Materi ini diberikan secara langsung kepada 30 ibu balita di Balai Desa. Setelah seminar, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta yang mengikuti kegiatan ini. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, hanya 5 peserta (16%) yang memiliki pengetahuan baik, 8 peserta (27%) memiliki pengetahuan cukup, dan 17 peserta (57%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan pendidikan, terjadi perubahan: 24 peserta (80%) memiliki pengetahuan baik, 6 peserta (20%) memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada lagi peserta dengan pengetahuan kurang.Kesimpulan: Kegiatan edukasi seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan mempromosikan praktik gizi yang sehat di kalangan orang tua, yang dapat berujung pada peningkatan hasil kesehatan dan gizi anak.Abstract: Nutrition and health issues, especially in toddlers, can be prevented through educational activities provided by Posyandu (Integrated Health Service Post). This community service activity focuses on educating parents of toddlers, particularly mothers who visit Posyandu, on the importance of the First 1000 Days of Life. This activity is held at the Village Office. The purpose of this community service is to increase parents' knowledge about the First 1000 Days of Life and to encourage good nutritional practices, thus improving the health and nutritional status of children. The method used in this community service involves delivering material on the importance of nutrition during the First 1000 Days of Life. This material is presented directly to 30 mothers of toddlers at the Village Hall. After the seminar, there was a significant increase in the knowledge of participants who attended this activity. Before receiving health education, only 5 participants (16%) had good knowledge, 8 participants (27%) had adequate knowledge, and 17 participants (57%) had low knowledge. After receiving education, there was a shift: 24 participants (80%) had good knowledge, 6 participants (20%) had adequate knowledge, and no participants had low knowledge. Conclusion: Educational activities like this are essential in raising awareness and promoting healthy nutritional practices among parents, which can lead to improvements in children's health and nutrition outcomes.
PEMBERDAYAAN LULUSAN FKIP UNIPA MELALUI PENDAMPINGAN MODEL SEKOLAH SEPANJANG HARI KABUPATEN SORONG SELATAN Iwan Iwan; Achmad Rante Suparman; Nahrun Najib Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27532

Abstract

Abstrak: Program pengabdian pemberdayaan lulusan FKIP melalui pendampingan model sekolah sepanjang hari di SD Inpres 11 konda Sorong Selatan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran termasuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, media pembelajaran yang digunakan guru interaktif, merancang pembelajaran sesuai materi yang diajarkan. Metode pelatihan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan evaluasi kegiatan. Mitra sasaran yakni Guru SD Inpres 11 Konda yang terdiri dari 10 orang. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada para peseta pelatihan yaitu guru-guru mitra SD Inpres 11 Konda yang terdiri dari 20 butir soal. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru mengenai penggunaan aplikasi canva dalam merancang modul ajar dan media pembelajaran video animasi. Sebelum pelatihan, data menunjukkan bahwa 60% guru tidak mengetahui tentang aplikasi canva dan 70% tidak memahami penggunaan canva. Namun, setelah pelatihan, 90% guru mampu menggunakan canva untuk membuat modul dan media video animasi pembelajaran, dan 80% guru menunjukkan pemahaman yang baik tentang pembuatan modul dan video animasi untuk pembelajaran yang menarik dan interaktif. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan program sesuai tujuan yang ditetapkan.Abstract: The FKIP graduate empowerment service program through mentoring with SSH model at SD Inpres 11 Konda Sorong Selatan is designed to increase teachers' knowledge and skills in improving the quality of learning including improving students' literacy and numeracy skills, interactive learning media used by teachers, designing learning according to the material being taught. The target partners are teachers of SD Inpres 11 Konda consisting of 10 people. The evaluation of this activity was carried out by distributing questionnaires to the training participants, namely partner teachers of SD Inpres 11 Konda consisting of 20 questions. The results of the training show an increase in teachers' knowledge and skills regarding the use of the Canva application in designing teaching modules and animated video learning media. Before the training, data showed that 60% of teachers did not know about the Canva application and 70% did not understand how to use Canva. However, after training, 90% of teachers were able to use Canva to create animated learning video modules and media, and 80% of teachers demonstrated a good understanding of creating animated modules and videos for interesting and interactive learning. This increase reflects the success of the program in accordance with the stated objectives.