cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS PENGETAHUAN TERKAIT PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN KEDIRI Mohamad Yoto; Cicik Swi Antika; Susilo Ari Wardani; Azizah Andzar Ridwanah; Nurul Jannatul Firdausi; Elok Dwi Sulistiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27805

Abstract

Abstrak: Gaya hidup komunal di pesantren meningkatkan risiko penularan penyakit, diperburuk oleh fasilitas kesehatan yang terbatas dan kurangnya kebersihan. Oleh karena itu, pengobatan secara mandiri sering kali diperlukan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus tentang penggunaan dan pengelolaan obat di Pondok Pesantren. Kegiatan dilakukan pada bulan Agustus 2024 yang diikuti oleh sepuluh orang pengurus pondok pesantren. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test yang berjumlah 15 soal, kemudian dianalisis menggunakan paired t-tests dan n-gain scores. Nilai rata-rata pre-test sebesar 67,67, dan post-test meningkat menjadi 85,50, menunjukkan peningkatan sebesar 17,83. Hasil paired t-tests (Sig. 0,029 < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Nilai n-gain sebesar 0,5585 (kategori sedang) dengan persen n-gain 56%(kategori sedang). Pemberian materi dan buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengurus terkait penggunaan dan pengelolaan obat.Abstract: The communal lifestyle in Islamic boarding school increases the risk of disease transmission, exacerbated by limited health facilities and lack of hygiene. Self-medication is therefore often necessary. This activity aims to improve the caretaker's knowledge of the use and management of drugs. The activity was conducted in August 2024 and was attended by ten Islamic boarding school administrators. Data were collected through pre-test and post-test, which amounted to 15 questions, and then analyzed using paired t-tests and n-gain scores. The average pre-test score was 67.67, and the post-test was 85.50 which showed an increase of 17.83. The paired t-tests results (Sig. 0.029 <0.05) showed a significant difference between the pre-test and post-test. The n-gain value was 0.5585 (medium category) with a n-gain percent of 56% (medium category). The provision of materials and pocketbooks effectively in increases administrator knowledge about the use and management of rational drugs.
PENINGKATAN MOTIVASI WIRAUSAHA, MANAJEMEN KEUANGAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA PETERNAK PUYUH DI SLEMAN YOGYAKARTA Lintang Kurniawati; Laila Oshiana Fitria A&#039;zizah; Dewita Puspawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27832

Abstract

Abstrak: Potensi ekonomi dari usaha peternakan unggas yaitu beternak burung puyuh semakin diminati oleh kalangan Masyarakat. Namun, potensi yang ada seringkali belum menguatkan motivasi Masyarakat dalam berwirausaha. Lebih lanjut, bagi Masyarakat yang sudah memiliki usaha terkadang belum memiliki pemahaman yang cukup memadai dalam hal pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran produk. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan softskill pelaku usaha dalam meningkatkan motivasi, pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran produk. Mitra tim pengabdian adalah para pelaku usaha UMKM Peternak Burung Puyuh yang ada di Sleman Yogyakarta berjumlah 8 pelaku usaha. Metode pengabdian adalah ceramah dan FGD. Kegiatan terdiri terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) pra-pelaksanaan: identifikasi masalah; (2) pelaksanaan: tahap pelatihan dan pemberian maeri; dan (3) tahap monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan melalui diskusi dan memberikan kuesioner sebagai pre-test dan post-test. Hasil evaluasi memberikan Kesimpulan bahwa pemahaman peserta terkait materi yang diberikan meningkat secara signifikan sebesar 56,62 persen.Abstract: The economic potential of poultry farming, particularly quail farming, has gained increasing interest among the community. However, this potential often does not fully strengthen the motivation of individuals to pursue entrepreneurship. Furthermore, even for those who already have businesses, there is sometimes an inadequate understanding of financial management and product marketing strategies. The goal of this community service activity is to enhance the soft skills of business owners in increasing motivation, financial management, and product marketing strategies. The partners in this project are eight small and medium-scale quail farmers in Sleman, Yogyakarta. The methods used in this community service are lectures and Focus Group Discussions (FGD). The activities consist of three phases: (1) Pre-implementation: problem identification; (2) Implementation: training and material delivery; (3) Monitoring and evaluation. The evaluation was carried out through discussions and administering questionnaires as pre-tests and post-tests. The evaluation results concluded that participants' understanding of the material significantly increased by 56.62 percent.
EDUKASI DAN PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH SULAWESI SELATAN St. Suarniati; A. Nur Anna AS; A. Tenri Padad; Fitria Hasanuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27217

Abstract

Abstrak: Jumlah penyintas bencana yang beresiko mengalami gangguan kesehatan mental jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tenaga profesional kesehatan mental. Relawan bencana Muhammadiyah, memiliki potensial menjadi pemberi PFA di lokasi bencana jika memiliki pengetahuan dan keterampilan memberikan PFA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman relawan RLB Muhammadiyah Kabupaten Gowa mengenai dukungan psikologis awal atau PFA. Metode kegiatan berupa ceramah dan presentasi menggunakan media powerpoint dan simulasi keterampilan melakukan PFA. Kegiatan ini diikuti oleh 20 relawan. Evaluasi pengetahuan relawan dilakukan dengan cara pemberian kuisioner pre test dan post test. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% berpengetahuan baik dan 30% memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi mengenai PFA. Abstract: The number of disaster survivors who are at risk of experiencing mental health disorders is far greater than the number of mental health professionals. Muhammadiyah disaster volunteers have the potential to become PFA providers at disaster locations if they have the knowledge and skills to provide PFA. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of Gowa Regency Muhammadiyah RLB volunteers regarding initial psychological support or PFA. The activity method is in the form of lectures and presentations using PowerPoint media and simulations of PFA skills. This activity was attended by 20 volunteers. Evaluation of volunteers' knowledge is carried out by administering pre-test and post-test questionnaires. The post test results showed an increase in participants' knowledge by 70% with good knowledge and 30% with sufficient knowledge. The results of the activity showed that there was an increase in participants' knowledge after being given education about PFA. 
DIVERSIFIKASI LIMBAH LIDI KELAPA SAWIT SEBAGAI INCOME GENERATING PADA KWT MUSARA GAYO ACEH TAMIANG Adnan Adnan; Adi Bejo Suwardi; Baihaqi Baihaqi; Rosmaiti Rosmaiti; Imam Hadi Sutrisno; Cut Gustiana; Silvia Anzhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27843

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan diversifikasi limbah lidi kelapa sawit menjadi aneka produk kerajinan tangan bernilai ekonomis kepada 25 anggota kelompok Wanita tani Musara Gayo desa batu bedulang dalam rangka meningkatkan income generating bagi anggota kelompok. sekaligus meningkatkan kemampuan praktis dalam menciptakan aneka produk kerajinan tangan berbahan lidi sawit, Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. ..Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan terangkum melalui lembar posttest dimana 10 anggota kelompok (40%) mengetahui teknik perautan lidi sawit yang baik, 8 anggota kelompok (35%) sangat mengetahui teknik akhir mengkilatkan produk, 18 angota kelompok (72%) mengetahui teknik pembuatan bagian bawah produk,16 anggota kelompok (66%) cukup mengetahui berapa jenis produk kerajinan yang dihasilkan, 5 anggota kelompok (23%) mengetahui peralatan yang digunakan selama masa produksi, Disimpulkan bahwa 46,3% anggota kelompok mengetahui materi pemilihan dan pengumpulan bahan baku dan 54,5% anggota kelompok mengetahui materi pelembutan dan pemrosesan lidi sawit. Hal ini memperlihatkan bahwa diversifikasi produk limbah lidi sawit sangat membantu mitra dalam mempercepat dan memberikan nilai tambah ekonomis bagi anggota kelompok.Abstract: This community service (PKM) aims to introduce the diversification of oil palm leaf waste into various economically valuable handmade craft products to 25 members of the Musara Gayo women's farmer group at Batu Bedulang Village, in order to increase income generation for group members, while simultaneously enhancing practical skills in creating various craft products made from palm leaf sticks. The methods used are participatory action research and technology transfer through a series of activities, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. All stages of the activities are summarized through a post-test sheet, where 10 group members (40%) are familiar with the proper technique for shaving palm leaf sticks, 8 members (35%) are very familiar with the technique for polishing the final product, 18 members (72%) are familiar with the technique for making the bottom part of the product, 16 members (66%) are sufficiently familiar with the types of craft products produced, and 5 members (23%) are familiar with the equipment used during the production process. It is concluded that 46.3% of group members understand the material for selecting and gathering raw materials, and 54.5% of group members understand the material for softening and processing palm leaf sticks. This shows that the diversification of oil palm leaf waste products greatly helps partners in accelerating and providing economic added value for group members.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN APLIKASI E-LEARNING INTERAKTIF BERBASIS CONTENT MANAGEMENT SYSTEM Adidtya Perdana; Nurul Ain Farhana; Ruswan Nurmadi; Anjelus Nadaha Duha; M. Zulfikar Pinem; T. Sofia Chairani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26789

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Namun, banyak sekolah masih menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi pembelajaran modern. Artikel ini membahas implementasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis tenaga kependidikan dalam menggunakan platform e-learning dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan aplikasi e-learning interaktif di sekolah dasar. Kegiatan ini melibatkan 21 orang tenaga kependidikan dengan metode sosialisasi, pengembangan aplikasi berbasis Moodle yang terintegrasi dengan Quizizz, pelatihan intensif, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui kuisioner menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan teknologi tenaga kependidikan, di mana 75% melaporkan peningkatan kemampuan teknologi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran online meningkat dengan 85% guru melaporkan peningkatan partisipasi. Penggunaan fitur kuis interaktif mendorong partisipasi siswa hingga 90%, dengan peningkatan skor rata-rata 25%. Walaupun 20% pengguna masih menghadapi tantangan, program ini membuktikan efektivitas pendekatan komprehensif dalam integrasi e-learning, yang menjadi landasan untuk pengembangan program serupa di masa mendatang.Abstract: The advancement of information technology has opened new opportunities in the field of education, including at the elementary school level. However, many schools still face challenges in adopting modern learning technologies. This article discusses the implementation of the Community Partnership Program (PKM) aimed at enhancing educators' technical skills in using e-learning platforms and improving learning quality through the application of interactive e-learning applications in elementary schools. This initiative involved 21 educators and utilized methods such as socialization, development of a Moodle-based application integrated with Quizizz, intensive training, as well as continuous support and evaluation. Evaluation through surveys showed a significant improvement in educators' technological capabilities, with 75% reporting enhanced skills, and student engagement in online learning increased, with 85% of teachers reporting higher participation. The use of interactive quiz features encouraged student participation to reach 90%, with an average score increase of 25%. Although 20% of users still faced challenges, the program demonstrated the effectiveness of a comprehensive approach to e-learning integration, laying the groundwork for the development of similar programs in the future.
PENGEMBANGAN DESA EDUEKOWISATA MELALUI PENDAMPINGAN TERPADU KAMPUNG TEMATIK ARCA DOMAS, KABUPATEN BOGOR Lelly Qodariah; Agus Pambudi Dharma; Atiqah Meutia Hilda; Elsa Apriani; Mercy Dzulhijah; Yoga Budi Santoso; Isa Ahmad Mujahid; Arya Ramadhan; Aidil Aidil; Dwi Avrelia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27577

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam melakukan pengembangan desa eduekowisata, khususnya di Kampung Tematik Arca Domas. Kedua membantu mengelolaan website sehingga informasi tentang aktifitas Desa Sukaresmi terpublis. Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan adalah pendampingan, pelatihan, observasi dan praktik. Pelaksanaan kegiatan pelatihan berupa pembuatan kotoran kambing Sanen menjadi pupuk organik agar meningkatkan nilai ekonomi dan pelatihan pengelolaan website. Mitra dalam program ini adalah Kelompok Tani Hutan Arca Domas, yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani, kelompok peternak kambing Sanen, kelompok pertanian, dan kelompok pemuda, dengan total anggota sebanyak 21 orang. Seluruh rangkaian kegiatan, memiliki arti penting bagi peningkatan dan menumbuhkan pengetahuan serta wawasan, juga dapat meningkatkan keterampilan mitra yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan yang memadai bagi mitra. Sistem evaluasi yang dilakukan berupa pretest dan post tes dengan menggunakan 7 butir soal, yang dibagikan sebelum dan setelah pelatihan. Hasil Pre test dan post test dilakukan dengan menghitung N-Gain Score menghasilkan tafsiran efektifitas sebesar 77%. Hal ini menunjukkan kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif, ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan wawasan yang signifikan. Hasil wawancara menunjukkan keseriusan mitra dalam berlatih membuat pupuk organik maupun maupun berlatih dalam pengelolaan web. Pada akhir pelaksanaan, kegiatan ini menunjukkan mitra mampu memperluas wawasan dan menghasilkan website yang diberi nama sipaduwitmi.Abstract: The objectives of this community service activity are to enhance the knowledge and skills of partners in developing an edu-ecotourism village, particularly in Kampung Tematik Arca Domas, and to assist in managing a website to ensure that information about the activities in Desa Sukaresmi is effectively published. The implementation methods include mentoring, training, observation, and hands-on practice. The training activities involve processing Saanen goat manure into organic fertilizer to increase its economic value and providing website management training. The program’s partners are members of the Kelompok Tani Hutan Arca Domas, comprising women farmer groups, Saanen goat farmer groups, agricultural groups, and youth groups, with a total of 21 members. This series of activities plays an essential role in improving the capacity of the partner community. The evaluation system includes pre-tests and post-tests with seven training-related questions distributed before and after the sessions. The results, analyzed using the N-Gain Score method, indicated an effectiveness rate of 77%. This demonstrates that the community service activity was effective, as shown by a significant increase in knowledge and awareness. Interviews revealed the partners’ strong commitment to learning both organic fertilizer production and website management. By the end of the program, the participants successfully expanded their knowledge and created a website named Sipaduwitmi. They were also able to directly apply the skills gained from all the training activities.
DIVERSIFIKASI OLAHAN UDANG VANAME MENJADI KUE SERABI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN IBU RUMAH TANGGA Sri Astuty; Marhawati Marhawati; Irwandi Irwandi; Hikmayani Subur; Juhamri Juhamri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26675

Abstract

Abstrak: Produksi udang vaname yang langsung dijual langsung tanpa ada pengelohan udang sebagai produk lain yang dapat menambah nilai tambah. PKM ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam diversifikasi olahan udang vaname menjadi produk olahan makanan berkualitas, bergizi dan bernilai jual tinggi sehingga meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan yakni diawali dengan pemberian materi melalui sosialisasi, pelatihan, praktek secara langsung, dan pendampingan serta evaluasi. Mitra pengabdian adalah ibu rumah tangga pemilik tambak udang di Desa Bonto Perak yang berjumlah 15 orang. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah produk olahan kue serabi dengan toping udang vaname sangat menjanjikan untuk dijadikan bisnis dan menjadikan produk ekonomi kreatif yang akan menambah pendapatan rumah tangga. Mitra juga terampil dalam pengemasan dengan plastik mika serta ditempel stiker agar menambah daya tarik. Hasil Evaluasi menunjukkan pemahaman dan keterampilan mitra meningkat sebesar 90%. Luaran dari program pengabdian adalah kue serabi toping udang dan pengemasan produk dan stiker.Abstract: Vaname shrimp production is directly sold without any shrimp processing as other products that can add added value. This PKM aims to improve the skills of housewives in diversifying processed vaname shrimp into quality, nutritious and high-value processed food products so as to increase income. The method used begins with providing material through socialization, training, direct practice, and mentoring and evaluation. The service partners are housewives who own shrimp ponds in Bonto Perak Village, totaling 15 people. The results of the implementation of this community service are processed pancake products with vaname shrimp topping are very promising to be used as a business and make creative economic products that will increase household income. Partners are also skilled in packaging with plastic mica and stickers to increase attractiveness. Evaluation results showed that partners' understanding and skills increased by 90%. The outputs of the service program are shrimp topping pancakes and product packaging and stickers.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN SEHAT PELANCAR ASI PADA IBU NIFAS DAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Nelly Mariati; Shelly Rodliah Rosyad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27803

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dengan berbagai jenis masalah dan hambatan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Salah satu hambatan yang sering terjadi di masyarakat adalah adanya pantang makanan setelah melahirkan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memahami cara mengolah makanan sehat pelancar ASI pada Ibu Nifas dan Kader. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab serta praktik cara pembuatan makanan pelancar ASI yang bahannya ada disekitar kita.…Evaluasi yang dilakukan melalui pretest dan posttest dengan indicator penilaian apabila terdapat peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 80% maka kegiatan dianggap berhasil. Target dari penyuluhan dan pelatihan ini adalah terjadinya peningkatan pemahaman tentang manfaat ASI, Makanan pelancar ASI dan cara mengolah makanan sehat pelancar ASI bagi ibu nifas dan kader posyandu. Hasil penyuluhan dan pelatihan didapatkan dengan persentasi nilai berpengetahuan baik sebanyak 6 orang (30%) meningkat menjadi 14 orang (70%), sehingga adanya peningkatan persentase ibu yang berpengetahuan baik dan terjadi penurunan persentase ibu yang berpengetahuan kurang sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan ibu Nifas dan Kader Posyandu setelah diberikan Penyuluhan dan Pelatihan tentang pembuatan makanan sehat pelancar ASI.Abstract: Indonesia is a developing country with various types of problems and obstacles in the development of public health. One of the obstacles that often occurs in society is abstinence from food after giving birth. This community service aims to understand how to prepare healthy foods that facilitate breastfeeding for postpartum mothers and cadres. The method used is lectures and questions and answers as well as practice on how to make breast milk-stimulating foods using ingredients that are all around us. The evaluation was conducted through pretest and posttest with an assessment indicator if there was an increase in participant knowledge of more than 80% then the activity was considered successful. The target of this counseling and training was an increase in understanding of the benefits of breast milk, breast milk-stimulating foods and how to process healthy breast milk-stimulating foods for postpartum mothers and posyandu cadres. The results of the counseling and training were obtained with a percentage of good knowledge of 6 people (30%) increasing to 14 people (70%), so that there was an increase in the percentage of mothers with good knowledge and a decrease in the percentage of mothers with less knowledge so that it can be concluded that there was an increase in the knowledge of postpartum mothers and Posyandu cadres after being given Counseling and Training on making healthy breast milk-stimulating foods.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN RUCAH Rika Diananing Putri; Anis Kurli; Aryo Wibisono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26753

Abstract

Abstrak: Ikan rucah, salah ikan yang tidak dikonsumsi dan dijadikan sebagai pakan ternak. Kandungan gizi ikan rucah tinggi akan protein, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi akan protein tubuh. Permasalahan yang ada, ikan rucah tidak dilirik dan dianggap limbah oleh masyarakat sehingga keberadaannya sangat berlimpah, tetapi tidak di konsumsi. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan pengolahan ikan rucah pada kelompok msyarakat pesisir sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Metode yang dilakukan dengan sosialisasi dan praktek pengolahan ikan rucah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini bertempat di Rumah Ketua Poklahsar seRama, yang diikuti oleh 25 peserta dari kelompok. Sebelum dlaksanakan praktek, peserta terlebih dahulu menjawab pertanyaan sebagai ujian awal [pretest], untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengetahuan tentang ikan rucah dan pemanfaatannya. Lalu dilakukan praktek pengolahan ikan rucah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Setelah itu, dilakukan evaluasi kembali (posttest) untuk mengetahui pemahaman peserta pelatihan. Hasil yang telah dicapai terjadi peningkatan sebesar 80% baik softskill dan hardskill.Abstract: Trash fish, one of the fish that is not consumed and used as animal feed. The nutritional content of trash fish is high in protein, so it can meet the body's nutritional needs for protein. The problem is that trash fish is not looked at and is considered waste by the community, so it is very abundant, but not consumed. The aim of the service is to improve the processing skills of rucah fish in coastal community groups as an effort to improve the economy of coastal communities. The method used is socialization and practice of processing trash fish into products of high economic value. This activity took place at the Poklahsar seRama Chair's house, which was attended by 25 people from the group. Before carrying out the practice, participants first answer questions as an initial test (pretest), to find out the extent of their abilities and knowledge about trash fish and their use. Then the practice of processing trash fish into products with high selling value is carried out. After that, a re-evaluation (posttest) was carried out to determine the training participants' understanding. The results achieved were an increase of 80% in both soft skills and hard skills.
EMPOWERING TPS 3R THROUGH PROCESSING ORGANIC AND INORGANIC WASTE INTO ECONOMIC VALUE PRODUCTS Hastin Ernawati Nur Chusnul Chotimah; Fadhila Aziz; Rahmawati Budi Mulyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27606

Abstract

Abstrak: TPS 3R mengubah sampah organik dan anorganik menjadi sumber daya yang berharga dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat TPS 3R Mandiri Kalampangan Berkah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam mengolah sampah, keterampilan produksi produk kerajinan tangan dari bahan daur ulang, dan pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi dan pelatihan. Mitra kegiatan adalah 30 orang pengurus TPS 3R Mandiri Kalampangan Berkah. Sistem evaluasi menggunakan observasi dan daftar pertanyaan. Hasil dari program ini mencakup peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah dan memproduksi produk daur ulang. Sebelum program, mitra mengolah sampah organic sebesar 53.33% dan anorganik sebesar 13.33%. Materi pengolahan sampah anorganik juga merupakan hal yang baru bagi mitra (86.67%) dan dirasa mudah untuk dilakukan (100%). Mitra juga termotivasi untuk mempraktekkan pengelolaan sampah anorganik menjadi produk daur ulang (100%). Produk daur ulang yang dihasilkan berupa tas dari koran bekas, bunga dari botol plastic bekas, pigura dari kardus bekas, dan kertas daur ulang. Hasil pemberdayaan juga menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra menggunakan e-commerce sebagai sarana penjualan produk daur ulang (60%). Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.Abstract: TPS 3R is a process that converts organic and inorganic waste into valuable resources, thereby promoting sustainable development. The TPS 3R Mandiri Kalampangan Berkah Community Partnership Empowerment Program aims to increase the capacity of partners to process waste, develop production skills for handicraft products derived from recycled materials, and promote these products on the market. The methods used included socializations, discussions, and training. The partners were 30 administrators of TPS 3R Mandiri Kalampangan Berkah. The evaluation system used observation and a list of questions. The results of this program include an increase in the ability and skills of the community in processing waste and producing recycled products. Before the program, partners processed organic waste at a rate of 53.33% and inorganic by 13.33%. The inorganic waste processing material was also new to the partners (86.67%) and easy to do (100%). Partners were also motivated to practice inorganic waste management into recycled products (100%). The recycled products produced are bags from used newspapers, flowers from used plastic bottles, frames from used cardboard, and recycled paper. Additionally, the empowerment results also showed an increase in partners’ knowledge of using e-commerce as a means of selling recycled products (60%). Furthermore, this program is expected to empower the community, improve economic welfare, and create a cleaner and healthier environment.