cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
LOKAKARYA DISIPLIN POSITIF BAGI GURU, PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH LUAR BIASA Nia Wahyu Damayanti; Ali Carli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39470

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah masih dominannya praktik disiplin berbasis hukuman yang kurang sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru, kepala sekolah, dan pengawas dalam menerapkan disiplin positif. Metode yang digunakan adalah workshop (lokakarya) berbasis andragogi yang melibatkan 26 peserta dari SLB di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan pra kegiatan, pelaksanaan lokakarya, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi selama kegiatan, angket pascakegiatan, serta penilaian terhadap kemampuan peserta dalam menyusun rencana aksi implementasi disiplin positif di sekolah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 32% dan keterampilan dalam merancang strategi disiplin positif sebesar 28%. Selain itu, peserta mampu menyusun rencana aksi berupa keyakinan kelas dan strategi implementasi di sekolah. Selain itu, sebanyak 23 dari 26 peserta mampu menyusun rencana aksi implementasi disiplin positif yang mencakup penyusunan keyakinan kelas, strategi komunikasi positif, dan tindak lanjut penerapan di sekolah masing-masing. Kegiatan ini berdampak pada perubahan paradigma peserta dari pendekatan hukuman menuju disiplin positif.Abstract: The challenge faced by Special Education Schools (SLB) is the continued prevalence of punishment-based disciplinary practices that are ill-suited to the needs of students with special needs. This community service initiative aims to enhance the understanding and skills of teachers, school principals, and supervisors in implementing positive discipline. The method used was an andragogy-based workshop involving 26 participants from SLBs in East Java Province. The activity was carried out through pre-activity, workshop implementation, and monitoring and evaluation stages. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, observations during the activity, post-activity questionnaires, and assessments of participants’ ability to develop action plans for implementing positive discipline in schools. The results showed a 32% increase in participants’ understanding and a 28% increase in their skills in designing positive discipline strategies. Additionally, participants were able to develop action plans consisting of classroom beliefs and implementation strategies for their schools. Furthermore, 23 out of 26 participants were able to create action plans for implementing positive discipline that included the development of classroom beliefs, positive communication strategies, and follow-up on implementation at their respective schools. This activity led to a shift in participants’ paradigms from a punitive approach toward positive discipline.
PRAKTIK SWAMEDIKASI RASIONAL PADA KASUS BATUK DAN PILEK DI KALANGAN REMAJA Nur An Nitta Rizki Fanani; Suci Dwi Rahmawati; Bagus Maulana Ramadhani; Cicik Kusumo Dewi; Primanitha Ria Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39628

Abstract

Abstrak: Kasus batuk dan pilek pada remaja sekolah cenderung meningkat selama musim hujan, sedangkan pemahaman mengenai swamedikasi yang rasional serta pengelolaan obat masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang swamedikasi cerdas pada batuk pilek, upaya pencegahan penularan, pemilihan obat yang sesuai, serta cara penyimpanan dan pemusnahan obat yang benar. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dan edukasi interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet kepada 32 siswa, serta dilakukan pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi pengetahuan remaja terkait praktik swamedikasi rasional pada kasus batuk dan pilek, meliputi pemilihan obat, aturan penggunaan, dosis, dan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada kategori baik 46,875 % menjadi 84,375%, namun pada kategori cukup masih terdapat 15,625% yang semula 53,125% setelah diberikan edukasi. Sebanyak 37,5% peserta mengalami peningkatan skor individu dari cukup menjadi baik. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Dengan demikian, kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait swamedikasi rasional serta mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.Abstract: Cases of coughs and colds among school adolescents tend to increase during the rainy season, while knowledge regarding rational self-medication and proper drug management remains relatively low. This community service activity aimed to improve students’ understanding of smart self-medication for coughs and colds, prevention of disease transmission, appropriate drug selection, as well as proper drug storage and disposal. The method used involved interactive counseling and educational sessions through presentations and leaflets for 32 students, accompanied by pre-tests and post-tests as evaluation tools to measure adolescents’ knowledge regarding rational self-medication practices for coughs and colds, including drug selection, directions for use, dosage, and the risks of irrational drug use. The results of the activity show an increase in the good category from 46.875% to 84.375%, but in the sufficient category the percentage remains at 15.625%, down from the initial 53.125% following the educational session. 37.5% of participants saw their individual scores improve from sufficient to good. The participants enthusiasm was also evident in their active participation in the Q&A session and discussion sessions. Therefore, this activity was considered effective in enhancing students’ knowledge and skills in rational self-medication and in encouraging clean and healthy living behaviors within the school environment.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA SARAPAN DAN PEMILIHAN JAJANAN SEHAT UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI SAMARINDA SEBERANG Emelia Tonapa; Yona Palin; Eka Putri Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38483

Abstract

Abstrak: Laporan kinerja Pusat Pengawasan Obat dan Makanan di Samarinda tahun 2021 menyebutkan jumlah sekolah yang menerapkan Program Jajanan Sekolah Sehat (PJAS) hanya mencapai 10%. Sarapan adalah kebiasaan penting untuk mencapai gizi seimbang, namun kenyataannya masih banyak orang Indonesia yang tidak sarapan atau belum terbiasa sarapan. Selain sarapan, pemilihan camilan sehat juga perlu dipertimbangkan untuk anak-anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa sekolah dasar melalui promosi kesehatan, meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya sarapan dan pilihan camilan sehat. Tahapan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini terdiri dari persiapan kegiatan, edukasi kesehatan dan penilaian bekal sekolah. Mitra kegiatan yaitu siswa siswi SDN 004 Samarinda Seberang sebanyak 54 orang. Adapun evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test kuesioner untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 87% pada kategori baik [-1.1][EPR1.2]dan perubahan perilaku yaitu bekal sekolah berupa sayur dan buah. Diharapkan pemahaman yang lebih baik ini akan berdampak positif pada sikap siswa terhadap konsumsi sarapan dan pemilihan makanan yang lebih sehat di sekolah.Abstract: The 2021 performance report of the Food and Drug Monitoring Centre in Samarinda states that only 10% of schools have implemented the Healthy School Snacks Programme (PJAS). Breakfast is an important habit for achieving balanced nutrition, but in reality, many Indonesians still do not eat breakfast or are not accustomed to eating breakfast. In addition to breakfast, choosing healthy snacks is also important for school-aged children. This community service activity aimed to empower elementary school students through health promotion, increasing their understanding of the importance of breakfast and healthy snack choices. The stages of this community service activity consisted of activity preparation, health education, and assessment of school lunches. The partners in this activity were 54 students from SDN 004 Samarinda Seberang. The evaluation was conducted through pre-test and post-test questionnaires to measure students' knowledge. The results showed an 87% increase in knowledge in the good category and a change in behaviour, namely school lunches consisting of vegetables and fruit. It is hoped that this improved understanding will have a positive impact on students' attitudes towards breakfast consumption and healthier food choices at school. 
PENGARUH KEAMANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN UMKM MENGGUNAKAN QRIS DI KECAMATAN RATOLINDO Sulastri Abd. Rahim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39244

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serempak dan secara parsial variabel keamanan dan kepercayaan terhadap keputusan UMKM menggunakan QRIS dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada 30 orang responden, dengan metode pengumpulan data sampling jenuh. Pemilihan samel secara spesifik pada kriteria ini dilakukan untuk menyamakan karakteristik responden, meskipun keterbatasan jumlah sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk melakukan uji F dan uji t dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak keamanan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan UMKM menggunakan QRIS di Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una. Secara parsial keamanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan UMKM menggunakan QRIS di Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una dengan nilai signifikansi sebesar 0,015. Secara parsial kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan UMKM menggunakan QRIS di Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una dengan nilai signifikansi sebesar 0,004. Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS dapat diketahui bahwa hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0,634. Hal ini berarti 63,4% keputusan UMKM menggunakan QRIS di pengaruhi oleh variabel keamanan dan kepercayaan sedangkan sisanya yaitu 36,6% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial effects of security and trust variables on MSME decisions to use QRIS, employing a quantitative research method. Research data were obtained from questionnaires distributed to 30 respondents, using a saturated sampling method. The specific selection of the sample based on these criteria was conducted to ensure homogeneity in respondent characteristics, despite the limited sample size. The analysis technique used was multiple linear regression to perform F-tests and t-tests with the assistance of IBM SPSS 25 software. The results of this study indicate that, simultaneously, security and trust have a significant effect on MSMEs’ decisions to use QRIS in Ratolindo Subdistrict, Tojo Una-Una Regency. Partially, security significantly influences the decision of MSMEs to use QRIS in Ratolindo Subdistrict, Tojo Una-Una Regency, with a significance value of 0.015. Partially, trust significantly influences the decision of MSMEs to use QRIS in Ratolindo Subdistrict, Tojo Una-Una Regency, with a significance value of 0.004. Calculations using SPSS reveal that the coefficient of determination test yields an Adjusted R-Square value of 0.634. This means that 63.4% of MSMEs’ decisions to use QRIS are influenced by security and trust, while the remaining 36.6% are influenced by variables not examined in this study.
COMMUNITY-BASED CONSERVATION AND AWARENESS OF MIGRATORY WATERBIRDS IN COASTAL ACEH Yuri Gagarin; Abdullah Abdullah; Samsul Muarrif; Fatemah Rosma; Puput Marlisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39559

Abstract

Abstrak: Ekosistem pesisir di Provinsi Aceh, Indonesia, merupakan habitat penting bagi burung air migran yang melintasi Jalur Terbang Asia Timur–Australasia (East Asian–Australasian Flyway). Namun, habitat tersebut semakin terancam oleh perburuan ilegal, gangguan manusia, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi satwa liar. Kegiatan konservasi berbasis masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat pesisir melalui intervensi media visual dan kegiatan penyadartahuan lingkungan. Program dilaksanakan pada bulan Mei hingga Desember 2023 di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, Indonesia. Kegiatan konservasi meliputi koordinasi dengan masyarakat lokal, penyuluhan kesadaran konservasi, diskusi informal, serta pemasangan satu spanduk larangan berburu di habitat pesisir strategis yang sering diakses oleh masyarakat dan nelayan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, diskusi partisipatif, dan evaluasi kualitatif terhadap respons masyarakat terhadap pesan konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif masyarakat terhadap kampanye konservasi yang dilakukan. Masyarakat menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap informasi konservasi serta terlibat dalam diskusi mengenai perlindungan burung air migran dan isu perburuan ilegal. Pemasangan spanduk konservasi juga meningkatkan visibilitas media edukasi lingkungan di kawasan pesisir yang sebelumnya memiliki keterbatasan informasi konservasi. Meskipun penelitian ini masih terbatas pada evaluasi kualitatif jangka pendek, hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi penyadartahuan berbasis masyarakat berpotensi mendukung pendidikan lingkungan dan mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam konservasi burung air migran. Penguatan kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan organisasi konservasi penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program kesadaran konservasi di ekosistem pesisir.Abstract: Coastal ecosystems in Aceh Province, Indonesia, serve as important habitats for migratory waterbirds along the East Asian–Australasian Flyway. However, these habitats are increasingly threatened by illegal hunting, human disturbance, and limited public awareness regarding wildlife conservation. This community-based conservation activity aimed to improve conservation awareness among coastal communities through visual awareness interventions and outreach activities. The program was conducted from May to December 2023 in coastal areas of Aceh Besar District and Banda Aceh City, Indonesia. Conservation activities included coordination with local communities, awareness outreach, informal discussions, and installation of one anti-hunting conservation banner in a strategic coastal habitat frequently accessed by local residents and fishermen. Data were collected through field observations, documentation, participatory discussions, and qualitative evaluation of community responses toward conservation messages. The results indicated positive community responses toward the conservation campaign. Local residents showed increased attention to conservation information and participated in discussions regarding migratory waterbird protection and illegal hunting issues. The installation of conservation banners also improved the visibility of environmental awareness media in coastal areas where conservation information had previously been limited. Although this study was limited to short-term qualitative evaluation, the findings demonstrate that community-based awareness interventions have the potential to support environmental education and encourage local participation in migratory waterbird conservation. Strengthening collaboration among communities, universities, and conservation organizations is important for sustaining conservation awareness programs in coastal ecosystems.
PENGARUH TEKNIK KOMUNIKASI ASERTIF (I-STATEMENT) DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MEREDUKSI KONFLIK ORANG TUA-ANAK AKIBAT KECANDUAN GADGET Eka Aryani; Amelia Kristiana Dewi; Ayu Anggraini; Divani Tya Ayuningsih; Mardiani Pewali; Muhammad Dio Zidan Setyawan; Yani Lasahido; Zahra Afina Puteri Waton
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38689

Abstract

Abstrak: Penggunaan gadget pada anak usia dini yang mencapai 33,44% telah memicu peningkatan konflik orang tua-anak akibat pola komunikasi yang menghakimi (You-Message) serta ketergantungan perangkat elektronik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mereduksi konflik tersebut melalui penerapan teknik komunikasi asertif (I-Statement) dalam layanan bimbingan kelompok. Metode pelaksanaan melibatkan 25 peserta anggota Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Seyegan, Kabupaten Sleman, melalui tahapan penyuluhan materi "Kunci Keluarga Bahagia" serta simulasi pelatihan komunikasi asertif. Evaluasi efektivitas kegiatan diukur menggunakan instrument pre-test dan post-test dengan 10 butir pertanyaan yang mencakup aspek pemahaman komunikasi empati dan asertif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta, di mana rata-rata skor jawaban meningkat dari kategori rendah pada pre-test (skala 1-3) menjadi kategori tinggi pada post-test (skala 3-5). Berdasarkan analisis data, rata-rata skor poin meningkat dari 1,79 pada pre-test menjadi 4,11 pada post-test, yang menunjukkan persentase peningkatan pemahaman peserta sebesar 129,6%. Melalui bimbingan ini, peserta telah mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan pola komunikasi sehat untuk mengatasi permasalahan anak yang sulit dinasehati akibat kecanduan gadget.Abstract: The use of gadgets in early childhood, which reached 33.44%, has triggered an increase in parent-child conflict due to judgmental communication patterns (You-Message) and dependence on electronic devices. This community service activity aims to reduce this conflict through the application of assertive communication techniques (I-Statement) in group guidance services. The implementation method involved 25 participants of the Family Hope Program (PKH) in Seyegan Village, Sleman, through the stages of counseling on the material "Keys to a Happy Family" and assertive communication training simulations. Evaluation of the effectiveness of the activity was measured using pre-test and post-test instruments with 10 questions covering aspects of understanding empathy and assertive communication. The results of the activity showed significant success in improving participant understanding, where the average answer score increased from the low category in the pre-test (scale 1-3) to the high category in the post-test (scale 3-5). Based on data analysis, the average point score increased from 1.79 in the pre-test to 4.11 in the post-test, which indicates a percentage increase in participant understanding of 129.6%. Through this guidance, participants have been able to identify and practice healthy communication patterns to overcome the problems of children who are difficult to advise due to gadget addiction.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR INTERAKTIF BERBASIS CANVA DAN WORDWALL SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMBELAJARAN MENDALAM Dewi Hikmah Marisda; Nurindah Nurindah; Ana Dhiqfaini Sultan; Yusri Handayani; Suci Nurul Ramadhani; Putri Putri; Nur Ismi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39045

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam kegiatan ini adalah masih terbatasnya kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat ajar interaktif berbasis teknologi untuk mendukung pembelajaran mendalam. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengembangkan modul ajar interaktif berbasis Canva dan Wordwall. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, workshop, dan pendampingan dengan mitra sebanyak 12 orang guru SMP Muhammadiyah 14 Makassar. Kegiatan diawali dengan FGD, dilanjutkan dengan workshop dua hari, serta pendampingan selama empat minggu. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, penyebaran angket, serta analisis hasil pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 butir soal yang diberikan melalui aplikasi Wayground. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% guru mengalami peningkatan pemahaman dalam penggunaan Canva dan Wordwall, serta sekitar 75% guru mampu mengembangkan dan mengimplementasikan modul ajar interaktif dalam pembelajaran mendalam. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru.Abstract: The issue addressed in this activity concerns the limited capacity of teachers to develop interactive teaching materials based on digital technology to support deep learning. This community service program aims to enhance teachers’ competence in designing interactive teaching modules using Canva and Wordwall. The methods applied included socialization, workshops, and mentoring involving 12 teachers from SMP Muhammadiyah 14 Makassar. The activity began with focus group discussions, followed by a two-day workshop and four weeks of mentoring. Evaluation was carried out through observation, questionnaires, and pretest–posttest analysis, with each test consisiting of 10 items administered through the Wayground application. The findings indicate that more than 80% of teachers showed improved understanding of Canva and Wordwall, and approximately 75% were able to develop and implement interactive teaching modules in deep learning. Thus, this activity effectively improved teachers’ digital pedagogical competence.
INTEGRATING GOOD CORPORATE GOVERNANCE, FINANCIAL LITERACY, AND HUMAN RESOURCE STRATEGIES FOR SUSTAINABLE COMMUNITY ORGANIZATIONS PADA PCM LIMBUNG Edi Jusriadi; Muh. Rum; Fadillah Ismail; Asryanti Asryanti; Sitti Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38510

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengintegrasikan Good Corporate Governance (GCG), literasi keuangan, dan strategi sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat keberlanjutan organisasi komunitas pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Limbung. Permasalahan utama mitra meliputi tata kelola organisasi yang belum terdokumentasi secara sistematis, rendahnya literasi keuangan dalam perencanaan dan pelaporan, serta belum optimalnya strategi pengelolaan SDM. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kolaboratif melalui penyuluhan, workshop, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan 28 pengurus dan kader. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan masing-masing 25 pertanyaan, observasi partisipatif, serta monitoring tindak lanjut selama 1–2 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait prinsip GCG sebesar 35%, peningkatan kemampuan penyusunan laporan keuangan sederhana sebesar 40%, serta peningkatan kejelasan pembagian tugas dan komitmen kerja tim sebesar 30%. Selain itu, diperkenalkan model usaha produktif berupa bisnis emas dan budidaya rosella sebagai strategi penguatan ekonomi komunitas.Abstract: This community service activity aims to integrate Good Corporate Governance (GCG), financial literacy, and human resource (HR) strategies in strengthening the sustainability of community organizations at the Muhammadiyah Limbung Branch Leadership (PCM). The main problems of partners include organizational governance that has not been systematically documented, low financial literacy in planning and reporting, and suboptimal HR management strategies. The implementation method uses a collaborative approach through counseling, workshops, training, and mentoring involving 28 administrators and cadres. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests with 25 questions each, participatory observation, and follow-up monitoring for 1–2 months. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of GCG principles by 35%, an increase in the ability to prepare simple financial reports by 40%, and an increase in the clarity of task division and teamwork commitment by 30%. In addition, productive business models were introduced in the form of gold business and rosella cultivation as strategies to strengthen the community economy.
IMPROVING FINANCIAL LITERACY FOR COMMUNITY WELFARE IN PONGGANG VILLAGE THROUGH FINANCIAL EDUCATION PROGRAM Vivi Triyanti; Devi Angrahini Anni Lembana; Riana Magdalena Silitonga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39193

Abstract

Abstrak: Manajemen keuangan pribadi yang efektif memerlukan pemahaman mengenai penganggaran, menabung, pengelolaan utang, dan perencanaan keuangan. Namun, literasi keuangan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Ponggang, masih tergolong rendah. Warga menghadapi berbagai tantangan seperti pengeluaran yang tidak terkendali, minimnya tabungan, serta rendahnya kesadaran terhadap perencanaan keuangan jangka panjang. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan warga melalui pendidikan keuangan yang praktis dan aplikatif. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, simulasi pencatatan keuangan, permainan edukatif, serta evaluasi menggunakan pra-tes dan pasca-tes. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dengan kenaikan skor rata-rata dari 62 menjadi 80 atau meningkat sebesar 29%. Secara rinci, pemahaman arus kas meningkat 30%, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan 28%, kesadaran menabung 29%, serta pengetahuan perencanaan keuangan 30%. Selain itu, sekitar 70% peserta mulai menerapkan kebiasaan menabung setelah program berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku finansial masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Effective personal financial management requires an understanding of budgeting, saving, debt management, and financial planning. However, financial literacy among rural communities, including in Ponggang Village, remains relatively low. Residents face various challenges, such as uncontrolled spending, minimal savings, and a lack of awareness regarding long-term financial planning. This community service program aims to improve residents’ financial literacy through practical and applicable financial education. Activities were conducted through interactive lectures, financial record-keeping simulations, educational games, and evaluations using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in participants’ skills, with the average score rising from 62 to 80—an increase of 29%. Specifically, understanding of cash flow increased by 30%, the ability to distinguish between needs and wants by 28%, savings awareness by 29%, and knowledge of financial planning by 30%. Additionally, approximately 70% of participants began practicing saving habits after the program concluded. These findings indicate that the program successfully improved the community’s financial knowledge, skills, and behaviors in a sustainable manner.
INOVASI PEMANFAATAN PAKIS SEBAGAI BAHAN BAKU BUBUK TABUR BERGIZI: STUDI POTENSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU Siti Masitoh Kartikawati; Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38571

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada salah satu desa di sekitar Kawasan Hutan Dengan tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura. Pakis merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu sebagai bahan pangan cukup melimpah namun pemanfaatan belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Retok tentang pemanfaatan pakis sebagai bahan baku bubuk tabur bergizi dapat meningkatkan hard skill dan sofkill masyarakat terkait alternatif diversifikasi pengolahan pakis. [-1.1]Kegiatan diikuti oleh mitra ibu-ibu PKK dari 5 dusun sebanyak 20 peserta. Hasil evaluasi pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan ekologis tentang pakis secara keseluruhan (100% mengenal dengan baik). Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pengetahuan dan peningkatan diversifikasi pengolahan pakis menjadi bubuk tabur bergizi dari 30% ke 60%, yang berpotensi mendorong nilai ekonomi daun pakis melalui adopsi praksis.Abstract: Community service activities were carried out in one of the villages around the Special Purpose Forest Area (KHDTK) of Tanjungpura University. Ferns are one of the non-timber forest products that are quite abundant as food sources, but their utilization has not been optimal. The objective of the community service activity in Retok Village on the use of ferns as raw material for nutritious powder was to improve the hard skills and soft skills of the community related to alternative fern processing diversification. The activity was attended by 20 participants, consisting of women from 5 hamlets who are members of the PKK (Family Welfare Movement). The results of the pretest-posttest evaluation showed an increase in ecological knowledge about ferns as a whole (100% knew well). Success indicators include an increase in knowledge and diversification of fern processing into nutritious powder from 30% to 60%, which has the potential to boost the economic value of fern leaves through the adoption of practices.