cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM KEGIATAN RUMAH BELAJAR Ricky Paian Limbong; Joy Nasten Sinaga; Sabrina Adela Br Sibarani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38974

Abstract

Abstrak: Rumah Belajar merupakan salah satu program pendidikan berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik. Namun, keterbatasan literasi digital dan pemanfaatan teknologi menjadi tantangan dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabdian) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran melalui pelatihan penggunaan aplikasi digital dan media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan adalah Participatory Active Learning yang melibatkan 15 tenaga pengajar sebagai mitra. Kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan literasi digital, pelatihan penggunaan Google Apps, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test dengan 10 butir pertanyaan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 60,0 menjadi 74,67 atau meningkat sebesar 24,45%, yang menunjukkan adanya peningkatan literasi digital peserta. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif.Abstract: Rumah Belajar is a community-based educational program aimed at improving the quality of learning for students. However, limited digital literacy and technology utilization pose challenges in supporting effective and engaging learning processes. This Community Service (Pengabdian) activity aims to improve digital literacy and technology utilization in learning activities through training on the use of digital applications and interactive learning media. The method used is Participatory Active Learning, involving 15 educators as partners. The activity was conducted through the following stages: needs identification, material development, digital literacy training, training on the use of Google Apps, and evaluation. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test method with 10 questions to measure the participants’ increased understanding. The evaluation results showed an increase in the average score from 60.0 to 74.67, or an increase of 24.44%, indicating an improvement in participants’ digital literacy. Thus, this activity proved effective in enhancing educators’ ability to utilize technology to support a more effective and interactive learning process.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI DETEKSI BISINDO BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Tito Sugiharto; Munir Munir; Iwan Lesmana; Rio Priantama; Bagas Cahyawiguna; Muhammad Faisal Yusuf
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39442

Abstract

Abstrak: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan gangguan pendengaran menghadapi tantangan signifikan dalam pembelajaran literasi numerasi karena keterbatasan komunikasi verbal. Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) merupakan media komunikasi utama yang digunakan komunitas Tuli di Indonesia. Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi permasalahan mendasar yang memerlukan solusi inovatif berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa tunarungu dan kompetensi guru dalam memanfaatkan aplikasi deteksi BISINDO berbasis Deep Learning di SLBN Taruna Mandiri, Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan kepada 25 guru dan 20 siswa tunarungu. Evaluasi dilakukan melalui angket pra dan pasca kegiatan serta observasi langsung selama pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam mengoperasikan aplikasi sebesar 39,4%, dengan rata-rata skor penguasaan meningkat dari 47,3 menjadi 86,7. Kemampuan literasi numerasi siswa meningkat rata-rata 38,6% berdasarkan hasil pre test dan post test. Sebanyak 88,0% guru (22 dari 25 orang) mampu mengintegrasikan aplikasi dalam pembelajaran secara mandiri.Abstract: Children with special needs who have hearing impairments face significant challenges in learning numeracy due to limitations in verbal communication. Indonesian Sign Language (BISINDO) is the primary means of communication used by the Deaf community in Indonesia. The low level of numeracy skills among deaf students at Special Education Schools (SLB) is a fundamental problem that requires innovative, technology-based solutions. This community service activity aims to improve the numeracy skills of deaf students and the competence of teachers in utilizing a Deep Learning based BISINDO detection application at SLBN Taruna Mandiri, Kuningan Regency. The methods used included outreach, workshops, hands-on practice, and ongoing mentoring for 25 teachers and 20 deaf students. Evaluation was conducted through pre- and post-activity questionnaires as well as direct observation during the mentoring sessions. The results of the program showed an 39.4% increase in teachers’ proficiency in using the application, with the average proficiency score rising from 47.3 to 86.7. Students’ numeracy skills improved by an average of 38.6% based on the results of the pre-test and post-test. A total of 88.0% of teachers (22 out of 25) were able to independently integrate the application into their teaching.
PEMBERDAYAAN GURU MGMP PENDIDIKAN PANCASILA SMP KOTA SEMARANG DALAM PENGELOLAAN KELAS DARING MELALUI LMS SEMI-OTOMATIS Yan Amal Abdilah; Tijan Tijan; Muzakki Bashori
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39122

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital mendorong pembelajaran berbasis AI melalui Learning Management System (LMS) semi-otomatis, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan guru MGMP Pendidikan Pancasila Kota Semarang dalam pemanfaatan AI melalui LMS MagicSchool.ai. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Training of Trainers (TOT) dengan melibatkan 144 peserta dalam pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan produksi luaran. Hasil menunjukkan capaian berupa 84 kelas daring terintegrasi AI dan 10 video tutorial yang telah dipublikasikan. Mayoritas peserta memanfaatkan fitur generatif untuk efisiensi asesmen dan pengembangan materi berbasis multimedia. Program ini mendorong inklusivitas digital dengan partisipasi guru perempuan sebesar 68% dan guru berpengalaman lebih dari 10 tahun sebesar 52%. Maka dapat disimpulkan bahwa program ini efektif dalam mengubah paradigma guru terhadap penggunaan AI, dari yang semula dianggap sebagai tantangan menjadi mitra dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya lanjutan berupa pelembagaan forum berbagi praktik baik guna menjamin keberlanjutan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.Abstract: The advancement of digital technology has driven a shift toward AI-based learning through semi-automated Learning Management Systems (LMS), although its implementation still faces challenges. This community service program aims to empower MGMP Pendidikan Pancasila teachers in Semarang City to utilize AI through the MagicSchool.ai LMS. The method used is a participatory approach based on Training of Trainers (TOT), involving 144 participants in training, mentoring, evaluation, and the production of learning outputs. The results show significant achievements, including the creation of 84 AI-integrated online classes and 10 published tutorial videos. Most participants utilized generative features to improve assessment efficiency and develop multimedia-based learning materials. The program also promotes digital inclusivity, with 68% of teachers female and 52% of participants having more than 10 years of teaching experience. It can be concluded that this program effectively shifts teachers’ perceptions of AI from being a challenge to becoming a partner in improving learning quality. Therefore, further efforts are needed, such as institutionalizing a best-practice sharing forum to ensure the sustainability of technology integration in learning.
PENGENALAN BUDAYA POPULER JEPANG SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINTAS BUDAYA DAN WAWASAN INTERNASIONAL DI KALANGAN SISWA PESANTREN Anisa Ledy Umoro; Akbar Rizqi Dhea Habibi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39074

Abstract

Abstrak: Budaya Jepang merupakan salah satu budaya asing yang populer di kalangan generasi muda Indonesia. Namun demikian, konsumsi budaya asing tanpa pemahaman konteksual dapat menyebabkan ketergantungan dan internalisasi nilai yang tidak selaras dengan budaya lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lintas budaya dan wawasan internasional pada siswa pesantren SMA Budi Utomo, Perak, Jombang. Pembekalan ini dilakukan dalam bentuk workshop interaktif, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Japanese day, meliputi pengenalan budaya Jepang populer, praktik sederhana, dan diskusi interaktif. Mitra kegiatan adalah siswa SMA Budi Utomo sejumlah kurang lebih 100 siswa. Tujuan utama dari pembekalan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan soft skill literasi lintas budaya yaitu dalam bersikap dan berinteraksi. Peserta dibekali alat self-assessment, berupa checklist yang dapat digunakan secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan diskusi reflektif terhadap sampel peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan soft skill literasi budaya Jepang populer dari 20% menjadi 80%, dengan 80% peserta mampu memilah konten yang sesuai, memahami tata kelola waktu, dan berinteraksi secara tepat dalam komunitas daring maupun luring. Hasil ini mengindikasikan bahwa program ini merupakan langkah tepat dalam peningkatan literasi lintas budaya serta memperluas wawasan internasional di kalangan siswa pesantren.Abstract: Japanese culture is one of the most popular foreign cultures among Indonesia’s younger generation. However, consuming foreign culture without contextual understanding can lead to dependency and the internalization of values that are at odds with local culture. This community service project aims to enhance cross-cultural literacy and international awareness among students at Budi Utomo Islamic Boarding School in Perak, Jombang. This program was conducted in the form of an interactive workshop, which was part of a series of Japanese Day activities, including an introduction to popular Japanese culture, simple hands-on activities, and interactive discussions. The participants were approximately 100 students from Budi Utomo Islamic Boarding School. Participants were then provided with a self-assessment tool—a checklist they could use independently. Evaluation was conducted through participatory observation and reflective discussions with a sample of participants. The results indicate an improvement in soft skills related to Japanese popular culture literacy, increasing from 20% to 80%, with 80% of participants able to select appropriate content, understand time management, and interact appropriately within both online and offline communities. These findings suggest that the program is an effective approach to enhancing cross-cultural literacy and broadening international awareness among Islamic boarding school students.
MENINGKATKAN LITERASI TRANSFORMASI DIGITAL DALAM DETEKSI FRAUD BERBASIS DATA SCIENCE MELALUI WEBINAR Tri Utami Lestari; Moh. Wahyudin Zarkasyi; Srihadi Winarningsih; Citra Sukmadilaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39350

Abstract

Abstrak: Kompleksitas praktik fraud laporan keuangan semakin berkembang, tidak lagi terbatas pada metode konvensional, melainkan memanfaatkan celah dalam sistem digital dan lemahnya pengawasan berbasis data. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta dalam memanfaatkan data science untuk mendeteksi dan mengungkap fraud guna memperkuat akuntabilitas dan transparansi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk webinar nasional ”Penggunaan Data Science dalam Mengungkap Fraud” dengan menghadirkan dua narasumber dari akademisi dan praktisi. Sebanyak 390 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri atas auditor, peneliti mahasiswa, dan masyarakat. Peserta mengisi kuesioner pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri dari 5 soal untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta rata-rata 32%. Evaluasi kepuasan menunjukkan bahwa sebesar 99% peserta merasa webinar ini membantu peserta mengenali kebaruan cara mendeteksi fraud melalui data science. Oleh karena itu, webinar ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi transformasi digital dalam mendeteksi fraud laporan keuangan melalui pendekatan partisipatif dan praktis.Abstract: The complexity of financial report fraud practices is growing, no longer limited to conventional methods, but taking advantage of loopholes in the digital system and weak data-based supervision. This service activity aims to increase participants' understanding in utilizing data science to detect and expose fraud to strengthen accountability and transparency. This activity was carried out in the form of a national webinar "The Use of Data Science in Exposing Fraud" by presenting two speakers from academics and practitioners. A total of 390 participants participated in this activity consisting of auditors, student researchers, and the public. Participants fill out pre-test and post-test questionnaires which each consist of 5 questions to assess the improvement of participants understanding. Post-test results showed an average increase in participants understanding of 32%. The satisfaction evaluation showed that 99% of participants felt that this webinar helped participants recognize the novelty of how to detect fraud through data science. Therefore, this webinar contributes to increasing digital transformation literacy in detecting financial statement fraud through a participatory and practical approach.
PENINGKATAN LITERASI SUSTAINABILITY MANAGEMENT DAN ESG PADA MAHASISWA DAN AKADEMISI MELALUI EDUKASI BERBASIS KOLABORASI INTERNASIONAL Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39623

Abstract

Abstrak: Sustainability management menjadi salah satu isu strategis dalam organisasi modern akibat meningkatnya tantangan perubahan iklim, transformasi industri, tuntutan Environmental, Social, and Governance (ESG), serta kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan tinggi, penguatan literasi sustainability management diperlukan agar mahasiswa dan masyarakat akademik memahami integrasi aspek keberlanjutan dalam tata kelola organisasi dan pengambilan keputusan strategis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 87 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, akademisi, dan peserta umum dari berbagai institusi pendidikan tinggi melalui webinar internasional “Sustainability Management” untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai sustainability management, ESG, dan implementasi keberlanjutan dalam organisasi modern. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi reflektif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui mekanisme pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas lima pertanyaan terkait sustainability management, ESG, sustainability strategy, dan sustainable organization untuk mengukur perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah webinar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 38%, yang dihitung berdasarkan selisih persentase rata-rata skor pre-test dan post-test pada seluruh indikator pemahaman. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman konsep ESG, sustainability strategy, dan implementasi sustainability dalam organisasi modern. Selain itu, hasil survei kepuasan menunjukkan bahwa 91% peserta merasa webinar membantu mereka memahami pentingnya sustainability management dalam organisasi dan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi sustainability serta memperkuat kesadaran akademik mengenai pengelolaan organisasi yang berkelanjutan.Abstract: Sustainability management has become one of the strategic issues in modern organizations due to the increasing challenges of climate change, industrial transformation, Environmental, Social, and Governance (ESG) demands, and the need for sustainable development. In the context of higher education, strengthening sustainability management literacy is essential to enable students and academic communities to understand the integration of sustainability aspects into organizational governance and strategic decision-making. This community engagement activity involved 87 participants, consisting of students, lecturers, academics, and members of the general public from various higher education institutions, through an international webinar entitled “Sustainability Management” aimed at enhancing participants’ understanding of sustainability management, ESG, and sustainability implementation in modern organizations. The implementation method employed a participatory educational approach through interactive lectures and reflective discussions. The evaluation was conducted using pre-test and post-test mechanisms, each consisting of five questions related to sustainability management, ESG, sustainability strategy, and sustainable organizations to measure changes in participants’ understanding before and after the webinar. The evaluation results showed an average increase of 38% in participants’ understanding, calculated based on the difference in the average percentage scores between the pre-test and post-test across all learning indicators. The highest improvement was observed in participants’ understanding of ESG concepts, sustainability strategy, and sustainability implementation in modern organizations. In addition, the satisfaction survey results indicated that 91% of participants perceived the webinar as helpful in understanding the importance of sustainability management in organizations and higher education. Therefore, this activity contributes to enhancing sustainability literacy and strengthening academic awareness regarding sustainable organizational management.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBELAJARAN TARI DAN MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN Pamela Mikaresti; Anton Robiansyah; Herry Novrianda; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39510

Abstract

Abstrak: Di Sekolah Alam kegiatan pertunjukan seni rutin dilaksanakan sebagai bagian dari praktik pembelajaran siswa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala, yaitu keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran tari dan manajemen seni pertunjukan sehingga kegiatan belum berjalan optimal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran tari yang kreatif serta mengelola pertunjukan seni secara sistematis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, workshop, simulasi praktik, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Program ini mencakup pelatihan teknik dasar tari, pengembangan koreografi sederhana, serta manajemen seni pertunjukan. Kegiatan PKM ini melibatkan 20 orang guru sebagai peserta aktif. Tahap evaluasi dilakukan secara komprehensif untuk mengukur keberhasilan program, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kepuasan peserta. Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui pre-test dan post-test. Pre-test. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru di Sekolah Alam Mahira Bengkulu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 55% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembelajaran tari dan manajemen seni pertunjukan.Abstract: At Sekolah Alam, regular performing arts activities are held as part of the students’ learning process. However, challenges remain in their implementation, namely the teachers’ limited competencies in dance instruction and performing arts management, which have prevented these activities from running optimally. The objective of this community service program is to enhance teachers’ ability to design creative dance lessons and manage performing arts activities systematically. The program was implemented through lectures, workshops, practical simulations, and focused group discussions (FGDs). It covered training in basic dance techniques, the development of simple choreography, and performing arts management. This Community Service Program (PKM) involved 20 teachers as active participants. A comprehensive evaluation was conducted to measure the program’s success, covering knowledge, skills, and participant satisfaction. Quantitative evaluation was conducted via pre-tests and post-tests. Pre-test. The results indicate that the training had a positive impact on enhancing teachers’ competencies at Sekolah Alam Mahira Bengkulu. The evaluation utilized pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in understanding, with the average score increasing from 55% on the pre-test to 85% on the post-test. This indicates that the training successfully enhanced teachers’ knowledge and skills in dance instruction and performing arts management.
PENGUATAN TATA KELOLA PROGRAM KESEHATAN MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENSTRA DAN RENJA DINAS KESEHATAN Novia Handayani; Dion Zein Nuridzin; Alfi Fairuz Asna; Erlin Friska; Anastasia Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38551

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama pembangunan kesehatan di tingkat daerah adalah belum optimalnya tata kelola perencanaan program yang berbasis data, terintegrasi, dan selaras dengan kebijakan nasional serta dokumen perencanaan daerah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola program kesehatan melalui pendampingan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kota Magelang Tahun 2025–2029 dan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2026. Metode pelaksanaan meliputi advokasi, ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung penyusunan dokumen perencanaan dengan mitra utama Subbagian Program dan Keuangan Dinas Kesehatan Kota Magelang, yang melibatkan pemangku kepentingan internal dan lintas sektor. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis (hard skill) perencana kesehatan dalam analisis situasi kesehatan, penyusunan indikator kinerja, serta penyelarasan indikator perencanaan dengan kebijakan nasional dan daerah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui analisis keselarasan indikator dokumen perencanaan antara RPJMN, RIBK, RPJMD, dan Renstra perangkat daerah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat keselarasan indikator pembangunan kesehatan dengan RPJMN mencapai 100% (15 dari 17 indikator tercantum dengan penggunaan indikator proksi), sedangkan keselarasan dengan RIBK mencapai 97% (33 dari 34 indikator tercantum). Selain itu, kegiatan pendampingan menghasilkan dokumen Renstra dan Renja Bidang Kesehatan yang selaras dengan RPJMD dan kebijakan kesehatan nasional. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas teknis perencana kesehatan serta meningkatkan kualitas tata kelola perencanaan kesehatan daerah secara lebih sistematis dan berkelanjutan.Abstract: A major challenge in regional health development is the suboptimal governance of health planning that is data driven, integrated, and aligned with national and regional policy frameworks. This community service activity aimed to strengthen health program governance through assistance in developing the Strategic Plan (Renstra) of the Magelang City Health Office for 2025–2029 and the Annual Work Plan (Renja) for 2026. The methods included advocacy, lectures, interactive discussions, and hands-on planning document development, involving the Program and Finance Subdivision of the Magelang City Health Office and cross-sector stakeholders. The activity focused on improving technical skills (hard skills) of health planners in conducting health situation analysis, formulating performance indicators, and aligning planning indicators with national and regional policy frameworks. The evaluation was conducted through an indicator alignment analysis between national planning indicators (RPJMN and the Health Sector Master Plan/RIBK) and regional planning documents (RPJMD and Renstra). The evaluation results showed that the alignment of health development indicators with the RPJMN reached 100% (15 out of 17 indicators aligned using proxy indicators), while the alignment with the RIBK reached 97% (33 out of 34 indicators aligned). In addition, the assistance process resulted in finalized Renstra and Renja health planning documents aligned with the RPJMD and national health policies. This activity contributed to strengthening the technical capacity of health planners and improving the quality of regional health planning governance in a more systematic and sustainable manner.
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI DI TOKO DICA BAKERY AMPANA Ariyanti S. Hadi; Rosida P. Adam; Lindanur Sipatu; Abdul Azis R.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39232

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serempak dan secara parsial variable kualitas produk dan harga terhadap minat beli di Toko Dica Bakery Ampana dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada 96 orang responden yaitu konsumen Dica Bakery yang pernah melakukan pembelian di Toko Dica Bakery sebagai sampel penelitian, dengan metode pengumpulan data accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk melakukan uji F dan uji t dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak kualitas produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli di Toko Dica Bakery Ampana. Secara parsial kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli di Toko Dica Bakery Ampana. Secara parsial harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli di Toko Dica Bakery Ampana Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS dapat diketahui bahwa koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0,222. Hal ini berarti 22,2% minat beli di pengaruhi oleh kualitas produk dan harga sedangkan sisanya yaitu 77,8% minat beli dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial influence of product quality and price variables on purchasing interest at Dica Bakery Ampana Store using quantitative research methods. The research data were obtained from questionnaires distributed to 96 respondents, namely Dica Bakery consumers who had made purchases at Dica Bakery Store as research samples, with accidental sampling data collection methods. The analysis technique used is multiple linear regression analysis to conduct F tests and t tests with the help of the IBM SPSS 25 application. The results of this study indicate that simultaneously product quality and price have a significant effect on purchasing interest at Dica Bakery Ampana Store. Partially product quality has a significant effect on purchasing interest at Dica Bakery Ampana Store. Partially price has a significant effect on purchasing interest at Dica Bakery Ampana Store The results of calculations using the SPSS program can be seen that the coefficient of determination shows the Adjusted R Square value obtained is 0.222. This means that 22.2% of purchasing interest is influenced by product quality and price while the remaining 77.8% of purchasing interest is influenced by variables not examined in this study.
OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF LANSIA MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK SENAM LANSIA Risa Kusuma Anggraeni; Meiza Anniza; Chandra Tri Wahyudi; Andy Sirada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39541

Abstract

Abstrak: Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah yang sering dialami lansia dan dapat memengaruhi kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga fungsi kognitif melalui edukasi dan praktik senam lansia. Mitra kegiatan adalah Sekolah Lansia Meruyung, Kota Depok, dengan jumlah peserta sebanyak 50 lansia. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, dan praktik langsung senam lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi untuk melihat partisipasi peserta selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 40 menjadi 90, atau meningkat sebesar 125% dibandingkan skor awal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama praktik senam. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik senam lansia dapat menjadi pendekatan sederhana untuk mendorong perilaku hidup aktif pada lansia. Abstract: Cognitive decline is a common problem among older adults and may affect their independence in daily activities. This community service activity aimed to improve older adults’ knowledge and awareness of the importance of physical activity in maintaining cognitive function through education and elderly exercise practice. The partner of this activity was Sekolah Lansia Meruyung, Depok City, involving 50 older adults. The methods included health education, interactive discussion, and direct practice of elderly exercise. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge improvement, as well as observation to assess participant engagement during the activity. The results showed an increase in the average knowledge score from 40 to 90, representing a 125% improvement from the initial score. Participants also demonstrated enthusiasm and active involvement during the exercise session. This activity indicates that education combined with elderly exercise practice can serve as a simple and applicable approach to promoting an active lifestyle among older adults.