cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA LEWAT PENGELOLAAN SAMPAH DAN TOGA MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI HIJAU Wati Susilawati; Risma Muhamad Ramdani; Deri Alan Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39617

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah yang signifikan dan rendahnya kesadaran masyarakat di Kampung Mulyasari Kabupaten Garut menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan 40 ibu rumah tangga melalui manajemen sampah dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, demonstrasi interaktif, dan pendampingan intensif selama satu bulan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Evaluasi program dilakukan melalui perbandingan skor pre-test dan post-test menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Indikator keberhasilan program diukur dari peningkatan kapasitas mitra pada lima aspek utama. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator keberhasilan, meliputi: keterampilan pembuatan kompos yang melonjak tajam sebesar 90,00%, pengetahuan tentang sampah sebesar 58,94%, pengetahuan dan pemanfaatan TOGA sebesar 50,97%, keterampilan pemilahan sampah sebesar 50,18%, serta perubahan perilaku kebersihan sebesar 28,22%. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan kesehatan keluarga, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan limbah rumah tangga dan tanaman obat secara produktif.Abstract: The significant waste problem and low public awareness in Kampung Mulyasari, Garut Regency, serve as the background for this community service initiative. This program aimed to empower 40 housewives through waste management and the utilization of Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga/TOGA). The methods employed included counseling, interactive demonstrations, and intensive mentoring over a one-month period using a Participatory Action Research (PAR) approach. Program evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores through a questionnaire instrument comprising 15 statement items. Program success indicators were measured based on improvements in partner capacity across five key aspects. The results demonstrated significant improvements across all success indicators, including: composting skills, which increased sharply by 90.00%; waste-related knowledge by 58.94%; TOGA knowledge and utilization by 50.97%; waste-sorting skills by 50.18%; and hygiene behavioral change by 28.22%. This initiative proved effective in enhancing community self-reliance in environmental management and family health, while simultaneously providing economic added value through the productive use of household waste and medicinal plants.
EDUKASI PEMENUHAN GIZI YANG HALAL DAN AMAN BAGI PEKERJA MIGRAN DI SAPPORO JEPANG Mustakim Mustakim; Nunung Cipta Dainy; Rosyanne Kushargina; Walliyana Kusumaningati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39490

Abstract

Abstrak: Pekerja migran Indonesia di Jepang menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang dan pangan halal akibat keterbatasan akses, perbedaan budaya, serta faktor ekonomi dan lingkungan dan berpotensi menurunkan kualitas asupan gizi dan berdampak pada kesehatan serta produktivitas kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja migran terkait pemenuhan gizi seimbang dan pangan halal dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta, serta kegiatan edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktik. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Sapporo, Jepang, dengan melibatkan 22 pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam komunitas Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan sebanyak 90,9% peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata skor pretest 5,7 menjadi 9,2 atau meningkat sebesar 62,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta.Abstract: Indonesian migrant workers in Japan face challenges in fulfilling their needs for balanced nutrition and halal food due to limited access, cultural differences, and economic and environmental factors. These conditions may reduce the quality of dietary intake and negatively affect health status and work productivity. This community service program aimed to improve migrant workers’ knowledge regarding balanced nutrition and halal food practices in daily life. The methods included a Focus Group Discussion (FGD) to identify participants’ needs, followed by educational activities through lectures, interactive discussions, and practical demonstrations. The program was conducted offline in Sapporo, Japan, involving 22 Indonesian migrant workers affiliated with the Indonesian Muhammadiyah Special Branch (PCIM) Japan. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to assess changes in participants’ knowledge levels. The results showed that 90.9% of participants experienced an increase in knowledge scores, with the average score rising from 5.7 in the pre-test to 9.2 in the post-test, representing an increase of 62.4%. These findings indicate that the educational approach was effective in enhancing participants’ understanding. A needs-based and practical educational approach contributed to improved nutrition literacy and awareness of halal food practices. This program is expected to serve as a sustainable educational intervention model to improve the health quality and productivity of Indonesian migrant workers abroad.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN SAPI Emi Erawati; Qomarun Qomarun; Aflit Nuryulia Praswati; Chandra Kurnia Setiawan; Fatia Syarifah Annabila; Nuhu Ridho Santoso; Zahirah Mentari Supriyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38538

Abstract

Abstrak: Peningkatan aktivitas peternakan sapi menghasilkan limbah urin dan feses yang sering kali belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, urin sapi dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian ramah lingkungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pelatihan dan penyuluhan pembuatan pupuk organik cair dengan menggunakan urin sapi. Pengabdian Masyarakat dimulai dengan pretest dengan menjawab 10 soal pilihan ganda. Pupuk organik cair dibuat dengan cara mencampur urin sapi, molase EM-4, dan mencampur empon-empon Campuran difermentasikan selama 14 hari. Setelah praktik pembuatan urin sapi selesai dilanjutkan posttest. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 52,22 dan nilai rata-rata posttest sebesar 78,88.Abstract: The rise in cattle farming operations generates waste from urine and excrement, which is sometimes not used to its full potential and could contaminate the environment. In actuality, cow pee may be fermented to create liquid organic fertilizer, which is helpful for boosting soil fertility and promoting ecologically friendly farming. The community service's goal is to teach and guide people on how to use cow urine to make liquid organic fertilizer. The Community Service started with a pre-test consisting of ten multiple-choice questions. Cow urine, EM-4 molasses, and herbs were combined to create liquid organic fertilizer. For fourteen days, the mixture underwent fermentation. A post-test was administered following the completion of the cow urine making exercise. Calculations showed that the average pre-test and post-test score were 78.88 and 52.22 respectively.
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM PENGOLAHAN PANGAN LOKAL TINGGI PROTEIN BERBASIS IKAN BILIS UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Rahmadona Rahmadona; Ristina Rosauli Harianja; Luh Pitriyanti; Kartika Sri Dewi Batubara; Muhammad Akbar Nurdin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39227

Abstract

Abstrak: Stunting memerlukan pencegahan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi dan pengolahan makanan yang aman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mengolah pangan lokal tinggi protein berbasis ikan bilis serta menerapkan higiene sanitasi makanan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah pesisir Kepulauan Riau dengan 30 kader posyandu sebagai peserta. Metode kegiatan meliputi FGD, demonstrasi pembuatan SI-DANIS (dimsum ikan bilis), penyuluhan dapur sehat, observasi partisipasi, dan evaluasi pretest-posttest. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan skor pengetahuan, keterlibatan aktif peserta, dan kemampuan mengikuti praktik pengolahan pangan. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 76 menjadi 88; uji Wilcoxon menghasilkan p=0,039. Pelatihan berbasis potensi pangan lokal disertai edukasi higiene sanitasi efektif memperkuat kapasitas kader posyandu dalam mendukung pencegahan stunting.Abstract: Stunting prevention requires community-based efforts through nutritious local foods and safe food processing. This community service activity aimed to improve posyandu cadres' knowledge and skills in processing high-protein local food made from anchovy and applying food hygiene and sanitation. The activity was conducted in a coastal area of Kepulauan Riau with 30 posyandu cadres. The methods included FGD, demonstration of SI-DANIS (anchovy dumplings), healthy kitchen education, participation observation, and pretest-posttest evaluation. Success indicators were increased knowledge scores, active participation, and the ability to follow food-processing practices. The mean knowledge score increased from 76 to 88, and the Wilcoxon test showed a significant difference (p=0.039). This local-food-based training combined with hygiene and sanitation education effectively strengthened cadres' capacity to support stunting prevention.
APLIKASI KOMPOS DAN BIOCHAR SEBAGAI PEMBENAH TANAH UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN Endang Saptiningsih; Jafron Wasiq Hidayat; Sri Darmanti; Sri Puryono Karto Soedarmo; Rheka Fauzan Azhar; Dhiya Ulhaq; Farras Haidar Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39538

Abstract

Abstrak: Lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanadipa di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Ungaran memiliki keterbatasan infiltrasi air dan kandungan bahan organik yang rendah. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas lahan serta meningkatkan risiko erosi, sehingga diperlukan upaya pembenahan tanah berbasis sumber daya lokal melalui pemanfaatan kompos dan biochar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KTH (Kelompok Tani Hutan) dan KWT Wanadipa dalam mengolah limbah pertanian menjadi pembenah tanah berbasis biochar dan kompos. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan teknis, kesadaran lingkungan, kerja sama, dan kemandirian mitra dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Mitra kegiatan adalah KTH dan KWT Wanadipa. Dari total 84 petani, sebanyak 30 orang aktif mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat melalui program KKNT yang dilaksanakan di KHDTK Wanadipa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan aplikasi biochar dan kompos pada lahan percontohan, serta evaluasi melalui pengujian infiltrasi, pengamatan daya hidup tanaman serta pemahaman dan keterampilan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi kompos dan biochar mampu memperbaiki drainase tanah, meningkatkan kemampuan infiltrasi, serta mendukung adaptasi dan pertumbuhan tanaman kayu putih, serai wangi, nilam, kopi, dan aren. Program ini juga meningkatkan hardskill dan softskill mitra KTH dan KWT sebesar 35–60% dibandingkan dengan sebelum kegiatan. Dengan demikian, penerapan teknologi biochar dan kompos menjadi solusi pembenahan tanah yang aplikatif, berkelanjutan, serta berpotensi meningkatkan produktivitas lahan dan kemandirian KTH dan KWT Wanadipa.Abstract: The land managed by the Wanadipa Women Farmers Group (KWT) in the Ungaran Special Purpose Forest Area (KHDTK) has limited water infiltration and low organic matter content. These conditions may reduce land productivity and increase the risk of erosion; therefore, soil improvement efforts based on local resources are needed through the use of compost and biochar. This community service activity aims to increase the capacity of the Wanadipa Forest Farmers Group (KTH) and Women Farmers Group (KWT) in processing agricultural waste into soil amendments based on biochar and compost. The activity is also designed to strengthen technical skills, environmental awareness, collaboration, and partner independence in managing local resources sustainably. The partners involved in this activity were the Wanadipa KTH and KWT. Of the total 84 farmers, 30 actively participated in the KKNT community service program, which was held at KHDTK Wanadipa in Semarang Regency, Central Java. The methods included socialization, training, assistance with applying biochar and compost to demonstration plots, and evaluation through infiltration testing, plant survival observation, and assessment of partners’ understanding and skills. The results showed that applying compost and biochar improved soil drainage, increased infiltration capacity, and supported the adaptation and growth of eucalyptus, citronella, patchouli, coffee, and sugar palm plants. This program also increased the hard skills and soft skills of KTH and KWT partners by 35–60% compared to before the activity. Therefore, the application of biochar and compost technology can serve as a viable, sustainable soil-improvement solution, with the potential to increase land productivity and strengthen the independence of Wanadipa KTH and KWT.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN REMAJA TENTANG STRES, KECEMASAN, DAN DEPRESI A. Nur Anna. AS; Bramantyas Kusuma Hapsari; Zulkifli Zulkifli; Aslinda Aslinda; Zulfia Samiun; Ratna Mahmud; Nurlinda Maiyo; Amal Amal; Rinaldi Rinaldi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38998

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan mental pada remaja, khususnya stres, kecemasan, dan depresi, semakin meningkat dan memerlukan upaya promotif serta preventif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai stres, kecemasan, dan depresi melalui program psikoedukasi pada sekolah menengah atas swasta. Kegiatan ini didesain menjadi pre-test dan post-test dengan jumlah peserta 22 orang. Intervensi ini dilakukan melalui pemberian materi, diskusi dan sesi tanya jawab. Evaluasi menggunakan kuesioner menggunakan kuesioner pengetahuan 15 butir. Hasil ini menunjukkan skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 45,48% pada pre-test menjadi 72,76% pada post-test. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 4,55% menjadi 63,64%, sedangkan kategori kurang menurun dari 59,09% menjadi 4,55%. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan yang potensial untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan mental dasar. Kegiatan ini menegaskan pentingnya program edukasi mental health berbasis sekolah sebagai langkah awal pencegahan masalah psikologis pada remaja dan memerlukan evaluasi pengembangan program lanjutan untuk menilai keberlanjutan dampaknya.Abstract: Mental health problems among adolescents, particularly stress, anxiety, and depression, are increasing and require promotive and preventive efforts in the school setting. This activity aimed to improve students’ knowledge of stress, anxiety, and depression through a psychoeducation program implemented in a private senior high school. The activity was designed using a pre-test and post-test format involving 22 participants. The intervention was delivered through educational sessions, group discussions, and question-and-answer sessions. The evaluation was conducted using a 15-item knowledge questionnaire. The results showed that the mean knowledge score increased from 45.48% in the pre-test to 72.76% in the post-test. The proportion of participants in the good knowledge category also increased from 4.55% to 63.64%, whereas in that the poor knowledge category declined from 59.09% to 4.55%. These findings indicate that psychoeducation is a promising approach for improving adolescents’ understanding of their basic mental health. This activity highlights the importance of school-based mental health education programs as an initial step in preventing psychological problems among adolescents and underscores the need for further program development and evaluation to assess the sustainability of its impact.
PENINGKATAN NILAI EKONOMI MELALUI PELATIHAN OLAHAN PANGAN LOKAL DAN DIGITAL MARKETING PRODUK HALALAN THOYIBAN Venita Sofiani; Reni Anggriani; Risma Nurmilah; Evi Martaseli; Ismet Ismatullah; Rinaldi Rinaldi; Neneng Kartika Rini; Ika Sofia Rizqiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.36124

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan permasalahan mitra belum adanya produk khusus di Koperasi UMKM Jawa Barat serta belum optimalnya pemanfaatan cabai segar menjadi cabai kemasan tahan lama, penggunaan digital marketing, dan perhatian terhadap aspek halal produk. Sehingga pengabdian ini bertujuan agar para UMKM memiliki kemampuan megolah cabai kemasan yang tahan lama dan halal serta memiliki kemampuan komunikasi penjualan secara digital. Metode yang dilakukan observasi, Pelaksanaan kegiatan pengabdian dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di dapur UMKM dan dihadiri oleh 10 orang anggota aktif koperasi. Hasil kegiatan pengabdian Pertama, dalam pembuatan sambal kemasan, UMKM diberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan yang tepat, seperti penggunaan air yang minim dan pengemasan kedap udara. Kedua, digital marketing, pelaku UMKM diperkenalkan pemasaran penggunaan Tiktok. Ketiga, pemaparan produk halal. Hasil yang telah dicapai Secara keseluruhan 80% ibu-ibu Koperasi UMKM Jawa Barat dapat mengikuti kegiatan ini yang awal Koperasi UMKM Jawa Barat belum memiliki produk sekarang telah memiliki produk sambal kemasan dengan memperhatikan halal dan memahami pemasaran melalui tiktok.Abstract: This community service activity addressed issues faced by partner organizations, including the lack of specialized products at the West Java MSME Cooperative and the suboptimal utilization of fresh chili peppers for long-lasting packaged chili products, the use of digital marketing, and attention to the halal aspects of the products. Consequently, this initiative aims to equip MSMEs with the ability to process long-lasting, halal packaged chili products and to develop digital sales communication skills. The methods employed included observation, implementation of the outreach activities, and evaluation. The activities were conducted in the MSMEs’ kitchen and attended by 10 active cooperative members. Results of the outreach activities: First, regarding the production of packaged chili paste, the MSMEs received training on proper processing techniques, such as minimizing water usage and using airtight packaging. Second, for digital marketing, the MSMEs were introduced to marketing via TikTok. Third, a presentation on halal products. Results Achieved Overall, 80% of the women in the West Java SME Cooperative were able to participate in this activity. Initially, the West Java SME Cooperative did not have any products; now they have packaged sambal products that are halal-certified and understand marketing through TikTok.
PEMBERDAYAAN LEMBAGA LAUT BIRU PADA PENINGKATAN TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DAN MANGGROVE BERBASIS EDUWISATA BAHARI Yusman Yusman; Amalia Nurdin; Apriansyah Apriansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38606

Abstract

Abstrak: Program ini dirancang untuk mengatasi permasalahan mitra berupa belum adanya sumber informasi yang memadai mengenai data profil, biodata dan kegiatan mitra, bahan media tumbuh terumbu karang saat ini berupa beton yang digunakan belum ramah lingkungan, kekuatan beton masih di bawah standar akibat proses pembuatannya tidak berdasarkan SNI 7656:2012, kurangnya pengembangan potensi ekonomi dari eduwisata bahari terumbu karang serta kurangnya alat dalam mendukung kegiatan transplantasi terumbu karang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra tentang budidaya terumbu karang dan peningkatan pendapatan dari eduwisata bahari. Metode kegiatan berupa FGD tentang konsep eduwisata bahari dan pelatihan pembuatan beton. Mitra pada kegiatan ini adalah Laut Biru yang berjumlah 10 orang pengurus inti. Evaluasi peningkatan kemanpuan mitra berupa prestest-postest dan observasi. Dari hasil kegiatan diperoleh peningkatan mutu beton yang digunakan untuk media transplantasi terumbu karang sebesar 4,44% dari 33,71 mpa menjadi 35,21 mpa dengan penggantian agregat kasar sebesar 25% dengan cangkang sawit dan peningkatan 12,22% dengan penambahan 2,5% sago ash, peningkatan pemahaman mitra terhadap tatacara budidaya terumbu karang dari nilai peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Analisis pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 41,86%, dengan skor rata-rata meningkat dari 64,5 menjadi 91,5.Abstract: This program is designed to address partner issues, including the lack of adequate sources of information regarding partner profiles, biodata, and activities; the current coral reef growth media, which consists of concrete, is not environmentally friendly; the concrete strength is still below standard due to production not based on SNI 7656:2012; insufficient development of economic potential from coral reef marine edutourism; and a lack of tools to support coral reef transplantation activities. The aim of this activity is to enhance partners' skills in coral reef cultivation and increase income from marine edutourism. The methods involve FGDs on the concept of marine edutourism and concrete-making training. The partners in this activity are Laut Biru, consisting of 10 core management members. Evaluation of the improvement in partner capabilities is conducted through pre-test and post-test assessments and observations. From the activity results, there was an improvement in the quality of concrete used for coral transplant media by 4.44% from 33.71 MPa to 35.21 MPa with a 25% replacement of coarse aggregate with palm shells and an increase of 12.22% with the addition of 2.5% sago ash, improvement in partners' understanding of coral cultivation procedures from the significant increase in participants' knowledge and skills. Pre-test and post-test analysis showed an understanding increase of 41.86%, with the average score rising from 64.5 to 91.5.
PEMULIHAN DAN PENGUATAN FUNGSI MASJID PASCA BANJIR MELALUI BANTUAN PERLENGKAPAN IBADAH Asmaul Husna; Muhammad Arifin Lubis; Farid Akbar Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39201

Abstract

Abstrak: Bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatera Utara mengakibatkan kerusakan pada fasilitas ibadah di Masjid Taqwa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah termasuk sajadah dan perangkat sound system, sehingga berdampak pada terganggunya pelaksanaan ibadah serta menurunnya fungsi sosial masjid. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemulihan sekaligus penguatan peran masjid melalui penyediaan perlengkapan ibadah yang berlandaskan prinsip ekonomi syariah. Metode pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi, penyuluhan, serta penyaluran bantuan kepada mitra, yaitu pengurus masjid dengan melibatkan 25 jamaah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner tingkat kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kenyamanan dalam beribadah sebesar 85% berdasarkan persepsi jamaah, peningkatan kehadiran dalam ibadah berjamaah sebesar 70%, serta peningkatan pemahaman pengurus mengenai pengelolaan fasilitas masjid berbasis filantropi Islam sebesar 65%. Selain itu, fungsi sosial masjid kembali berjalan secara optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.Abstract: The flood disaster that struck North Sumatra caused damage to worship facilities at the Taqwa Sipange Mosque in Tukka Subdistrict, Central Tapanuli Regency, including prayer mats and the sound system, thereby disrupting worship services and diminishing the mosque’s social functions. This community service initiative aims to facilitate recovery and strengthen the mosque’s role by providing worship equipment grounded in the principles of Islamic economics. Implementation methods include outreach activities, educational sessions, and the distribution of aid to partners—specifically the mosque management—with the involvement of 25 congregants. Activity evaluation was conducted through field observations and the distribution of satisfaction surveys. The results of the activity showed an 85% increase in comfort during worship based on congregants’ perceptions, a 70% increase in attendance at congregational prayers, and a 65% increase in administrators’ understanding of managing mosque facilities based on Islamic philanthropy. Additionally, the social function of the mosque has resumed optimally as a center for religious and community activities.
PEMBERDAYAAN REMAJA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PROGRAM KIE DENGAN METODE PENYULUHAN INTERAKTIF Aidil Akbar; Asnika Putri Simanjuntak; Alltop Amri Ya Habib; Nita Andrini; Rahmanita Sinaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38843

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih ditandai oleh keterbatasan pengetahuan, rasa malu untuk bertanya, dan rendahnya keberanian mengakses informasi yang benar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja sekolah tentang kesehatan reproduksi melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan dilaksanakan pada 40 remaja sekolah dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, pre-test, post-test, dan evaluasi melalui angket. Evaluasi dilakukan berdasarkan respons instrumen yang terkumpul. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 91,0 menjadi 98,0 atau naik 7,7%. Sebanyak 65% responden mengalami peningkatan skor, 35% tetap, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Selain itu, 79,2% peserta menilai kegiatan sangat baik dan 20,8% menilai baik. Program KIE efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kenyamanan remaja dalam memahami kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescent reproductive health problems are still characterized by limited knowledge, embarrassment in asking questions, and low confidence in accessing accurate information. This community service aimed to improve students’ knowledge of reproductive health through a Communication, Information, and Education (CIE) program. The activity involved 40 students and was conducted through interactive counseling, discussion, question-and-answer sessions, pre-test, post-test, and questionnaire-based evaluation. The evaluation was based on returned responses. The results showed that the mean knowledge score increased from 91.0 to 98.0, or by 7.7%. A total of 65% of respondents improved their scores, 35% remained unchanged, and none showed a decrease. In addition, 79.2% of participants rated the activity as very good and 20.8% as good. The CIE program effectively improved adolescents’ knowledge, awareness, and comfort in understanding reproductive health.