cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
MENJEMBATANI KESENJANGAN PEMAHAMAN TATA KELOLA DAN MANAJEMEN RISIKO DALAM TRANSFORMASI DIGITAL Larasati Puspa Martani Sugianto; Vecco Suryahadi Saputro; Saskia Salmana Dahyar; Adisti Gilang Cempaka; Said Aryonindito
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39978

Abstract

Abstrak: Keberhasilan inisiatif transformasi digital memerlukan dukung tata kelola dan manajemen risiko yang memadai. Namun, pemahaman mengenai keterkaitan antara kedua aspek tersebut masih relative terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai peran tata kelola dan manajemen risiko dalam transformasi digital melalui webinar “Navigating the Digital Era: Building Awareness of Technology, Governance, and Risk”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan calon profesional dari berbagai institusi dengan mayoritas dari wilayah Jawa Barat. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui survei menggunakan kuesioner yang melibatkan 88 responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan distribusi respons untuk mengevaluasi persepsi peserta terhadap kualitas materi, pemahaman konsep, dan manfaat kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat capaian sebesar 92,8% pada aspek penyampaian materi, 90,6% pada aspek pemahaman peserta, dan 92,0% pada aspek manfaat webinar. Temuan juga menunjukkan persepsi positif peserta terhadap pentingnya tata kelola, manajemen risiko, dan keselarasan antara inisiatif transformasi digital dengan tujuan organisasi dalam mendukung keberhasilan transformasi digital.Abstract: Successful digital transformation initiatives require adequate governance and risk management. However, understanding of the interrelationship between these two aspects remain relatively limited. This community service activity aims to enhance participant’s understanding of the roles of governance and risk management in digital transformation through a webinar titled “Navigating the Digital Era: Building Awareness of Technology, Governance, and Risk”. This activity was attended by students and aspiring professionals from various institutions with the majority from the West Java region. The effectiveness of the activity was evaluated through a survey using a questionnaire that involved 88 respondents. The data were analyzed using descriptive statistics, including calculations of mean values and response distributions, to assess participants’ perceptions of the quality of the material, their understanding of the concepts, and the benefits of the activity. The evaluation results showed an achievement rate of 92,8% in the aspect of material delivery, 90,6% in the aspect of participant understanding, and 92,0% in the aspect of the webinar’s benefits. The findings also indicate that participants hold a positive view of the importance of governance, risk management, and alignment between digital transformation initiatives and organizational goals in supporting the success of digital transformation.
PEMBEKALAN GURU DENGAN TEKNOLOGI MASA DEPAN: KECERDASAN ARTIFISIAL Elly Elly; Erwin Setiawan Panjaitan; Yuni Marlina Saragih; Sabrina Adela Br Sibarani; Fandi Presly Simamora
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40565

Abstract

Abstrak: Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, guru-guru SMA Panglima Polem Rantauprapat menghadapi tantangan berupa kesenjangan pengetahuan dan keterampilan teknologi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pembekalan komprehensif guna meningkatkan pemahaman konseptual AI dan keterampilan praktis guru dalam memanfaatkan platform AI seperti ChatGPT untuk menunjang kualitas pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 23 orang guru sebagai peserta. Tahapan kegiatan yang ditempuh meliputi identifikasi kebutuhan dan persiapan, pengembangan bahan ajar dengan Canva, pengisian pre-test, pemaparan materi kecerdasan buatan untuk pendidikan, diskusi tanya jawab, pengerjaan studi kasus praktik (pemanfaatan ChatGPT dan program Python sederhana untuk analisis sentimen), pengisian post-test, serta penyusunan laporan akhir. Sistem evaluasi diukur secara kuantitatif melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test yang mencakup uji pemahaman dan uji persepsi hasil kegiatan. Hasil kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada seluruh indikator uji pemahaman peserta. Selain itu, terjadi penguatan pada persepsi positif peserta dengan peningkatan skala 'sangat setuju' yang konsisten, terutama pada aspek keberlanjutan penerapan IPTEK (meningkat dari 57,9% menjadi 69,6%) serta efektivitas kegiatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan pembelajaran (meningkat dari 36,8% menjadi 56,5%). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital guru serta memberikan solusi konkret dalam integrasi AI di sekolah.Abstract: Amid the rapid development of AI technology, teachers at Panglima Polem High School in Rantauprapat are facing the challenge of a gap in their technological knowledge and skills. This Community Service (PkM) activity aims to provide comprehensive training to enhance teachers’ conceptual understanding of AI and their practical skills in utilizing AI platforms such as ChatGPT to support the quality of learning. The activity involved 23 teachers as participants. The stages of the activity included needs assessment and preparation, developing teaching materials using Canva, administering a pre-test, presenting material on artificial intelligence for education, a question and answer session, working on a practical case study (using ChatGPT and a simple Python program for sentiment analysis), administering a post-test, and preparing a final report. The evaluation system was measured quantitatively by comparing pre-test and post-test results, which included comprehension tests and perception tests of the activity’s outcomes. The quantitative results showed an increase in the percentage of correct answers across all indicators of participants’ comprehension. In addition, there was a strengthening of participants’ positive perceptions, with a consistent increase in the “strongly agree” rating, particularly regarding the sustainability of science and technology application (rising from 57.9% to 69.6%) and the effectiveness of the activity in providing solutions to learning problems (rising from 36.8% to 56.5%). It can be concluded that this activity successfully improved teachers’ digital literacy and provided concrete solutions for integrating AI in schools.
AKSI APOTEKER MUDA: EDUKASI BIJAK ANTIBIOTIK BERBASIS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT Lily Annisa; Jihan Nur Nabila; Zhorifah Inas Salsabila; Rubin Adhi Kurniawan; Zhafira Azka Medina; Zulfadila Azzahra; Ihca Wulandari; Yuvina Seran; Himmah Niswannabila; Balqis Kasha Sirsaeba Suryadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40264

Abstract

Abstrak: Peningkatan resistensi antibiotik secara global maupun di Indonesia menjadi ancaman yang serius. Kondisi ini menyebabkan infeksi dengan terapi antibiotik menjadi tidak efektif sehingga semakin sulit ditangani. Rendahnya pengetahuan masyarakat berkontribusi pada peningkatan kejadian resistensi. Pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk keyakinan dan sikap terhadap suatu perilaku, termasuk dalam penggunaan antibiotic. Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) mengajak rekan apoteker muda untuk berperan dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terakit penggunaan antibiotik dan resistensi antibiotik. Kegiatan ini dilakukan disalah satu RT di desa yang berada di Provinsi Yogyakarta dengan target penyuluhan seluruh warga kategori dewasa yang bersedia mengikuti kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan kepada masyakarat dilakukan dengan metode verbal dan visual menggunakan media leaflet dan poster, serta dievaluasi melalui hasil kuisioner pre-test post-test yang telah diuji validasi dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara statistik menggunaakan software R dengan uji wilcoxon. Signed-Rank Test dan uji Paired T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil evaluasi secara statistik kepada 30 responden menujukkan terdapat perbedaan signifikan pengetahuan (p value <0,0001) dan sikap (p value <0,0041) masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan. Terdapat peningkatan nilai pengetahuan sebesar 22.76% dan nilai sikap sebanyak 6.72% dibandingkan nilai sebelum penyuluhan.Abstract: Increased antibiotic resistance globally also in Indonesia become seriously problem. This condition makes infections ineffective against antibiotic therapy, making them increasingly difficult to treat. Lack of public awareness contributes to the increase in resistance. Knowledge plays a crucial role in shaping beliefs and attitudes toward behavior, including antibiotic use. PSPA Universitas Islam Indonesia invited young pharmacists to participate in a community service activity aimed at improving public knowledge and attitudes regarding antibiotic use and antibiotic resistance. This activity was conducted in one neighborhood association in a village in Yogyakarta, targeting all adults who were willing to participate. The community outreach activity utilized verbal and visual methods, using leaflets and posters. It was evaluated through pre- and post-test questionnaires that had been validated and validated for reliability. Data were statistically analyzed using R software using the Wilcoxon test, Signed-rank test, and Paired T-Test with a significance level of 0.05. The results of a statistical evaluation of 30 respondents showed a significant difference in knowledge (p-value<0.0001) and attitudes (p-value<0.0041) between the community before and after the outreach program. There was a 22.76% increase in knowledge and 6.72% increase in attitudes compared to the pre-outreach program.  
PENGUATAN KAPASITAS SANTRI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA DI PONDOK PESANTREN MALAYSIA Friska Ayu; Merry Sunaryo; Moch. Sahri; Nur Ainiyah; Catur Wulandari; Yauwan Tobing Lukiyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39775

Abstract

Abstrak: Kebakaran di lingkungan pondok pesantren berpotensi menimbulkan kerugian besar karena tingginya aktivitas santri dan penggunaan instalasi listrik yang padat sehingga meningkatkan risiko korsleting. Santri sebagai kelompok rentan memerlukan penguatan kapasitas dalam kesiapsiagaan kebakaran dan pertolongan pertama. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam pencegahan kebakaran serta penanganan awal keadaan darurat di Pondok Pesantren Malaysia. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif, penyuluhan, simulasi pemadaman api menggunakan karung goni dan APAR, serta pelatihan pertolongan pertama menggunakan P3K kepada 33 santri dan pengurus pesantren sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terkait kesiapsiagaan penanganan kebakaran dan pertolongan pertama. Indikator keberhasilan keguatan ditetapkan berdasarkan peningkatan proporsi pengetahuan peserta yang mencapai kategori tinggi (16-20 jawaban benar), peningkatan nilai rata-rata skor pengetahuan dan analisis perbedaan skor sebelum dan setelah dilakukan intervensi menggunakan uji paired sample t-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan kebakaran pada santri dari 15,2% menajdi 54,5% dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,2± 2,3 menjadi 15,6± 2,1 (p=0,008), sedangkan pengetahuan terkait P3K mengalami peningkatan dari 12,1% menjadi 51,5%, dengan rata-rata skor 10,8 ± 2,5 menjadi 15,1 ± 2,2 (p=0.0010). Selain itu, santri mampu melakukan simulasi evakuasi, penggunaan APAR dan melakukan pertolongan pertama menggunakan P3K secara mandiri sebagai bentuk penguatan mitigasi non-struktural di lingkungan pesantren.Abstract: Fire disasters in Islamic boarding schools have the potential to cause significant losses due to high student activity and intensive use of electrical installations, which increase the risk of short circuits. Santri as a vulnerable group require strengthened capacity in fire disaster preparedness and first aid management. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of santri in fire prevention and emergency first aid management at an Islamic boarding school in Malaysia. The program was conducted through interactive socialization, health education, fire extinguishing simulations using burlap sacks and fire extinguishers (APAR), as well as first aid training using first aid kits for 33 santri and boarding school administrators as community partners. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in participants’ understanding of fire emergency preparedness and first aid management. The success indicators of the program were determined based on the increase in the proportion of participants achieving a high level of knowledge (16–20 correct answers), improvements in mean knowledge scores, and the analysis of score differences before and after the intervention using a paired sample t-test. The results demonstrated a significant improvement in students’ fire preparedness knowledge, with the proportion of participants in the high-knowledge category increasing from 15.2% to 54.5%. The mean knowledge score also increased from 11.2 ± 2.3 to 15.6 ± 2.1 (p = 0.008). Similarly, knowledge related to first aid (P3K) improved substantially, with the proportion of participants in the high-knowledge category increasing from 12.1% to 51.5%, while the mean score increased from 10.8 ± 2.5 to 15.1 ± 2.2 (p = 0.010). In addition, the students were able to independently perform evacuation procedures, operate portable fire extinguishers (APAR), and provide first aid using first aid kits (P3K). These outcomes indicate that the program successfully strengthened non-structural disaster mitigation efforts and enhanced emergency preparedness capacity within the Islamic boarding school environment.
IMPLEMENTASI FILTER CERDAS BERBASIS IoT DENGAN MEDIA CERAMSITE UNTUK PENGOLAHAN AIR SUMUR WISATA EDUKASI KM12 Lusi Ernawati; Rizqy Romadhona Ginting; Riza Alviany; Abdul Kahfi; Catherina San Gabrelia; Elshanda Nur Alifiyani; Ferry Ramadhan; Hafidz Syaifullah; Khairiyah Maulidia Al Faiza; Majesty Heral Torambung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40422

Abstract

Abstrak: Air sumur bor di Kebun Wisata Edukasi KM 12 selama ini digunakan tanpa pengolahan memadai, sehingga kualitasnya sangat bergantung pada kondisi alami yang sering berubah, ditandai dengan kekeruhan tinggi, kandungan padatan terlarut (TDS) tinggi, serta belum adanya sistem pemantauan real-time. Kegiatan pengabdian ini menerapkan filter cerdas berbasis IoT dengan media ceramsite, melalui perancangan dan pemasangan unit filtrasi, integrasi sensor pH dan TDS, pengujian kinerja, serta sosialisasi dan pelatihan kepada pengelola dan masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui dua pendekatan: (1) evaluasi teknis berupa pengukuran kualitas air sebelum dan sesudah filtrasi menggunakan parameter pH, TDS, dan kekeruhan, serta (2) evaluasi sosial menggunakan kuesioner skala Likert 1-5 yang mengukur kepuasan, kemudahan penggunaan, dan dampak program terhadap 21 responden. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan: pH meningkat ke rentang netral 7,1–7,4 (memenuhi standar), TDS turun 63,7% dari 512 mg/L menjadi 186 mg/L, dan kekeruhan turun 100% dari 5 NTU menjadi 0 NTU. Sistem IoT memungkinkan monitoring real-time melalui platform digital mudah diakses. Evaluasi terhadap 21 responden menunjukkan kepuasan tinggi (skor 4,62 dari 5,00); 93,3% menyatakan bermanfaat, 90 % merasakan peningkatan kualitas, dan 96,7% mendukung keberlanjutan. Teknologi ini efektif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain.Abstract: At KM 12 Educational Tourism Garden, well water has been used untreated, making its quality dependent on fluctuating natural conditions, marked by high turbidity, high Total Dissolved Solids (TDS), and no real-time monitoring. This program implemented an IoT-based smart filter using ceramsite media, covering filtration unit design, pH and TDS sensor integration, performance testing, and community training for managers and locals. Evaluasi dilakukan melalui dua pendekatan: (1) evaluasi teknis berupa pengukuran kualitas udara sebelum dan sesudah filtrasi menggunakan parameter pH, TDS, dan kekeruhan, serta (2) evaluasi sosial menggunakan kuesioner skala Likert 1-5 yang mengukur kepuasan, kemudahan penggunaan, dan dampak program terhadap 21 responden. Results showed major improvements: pH rose to 7.1–7.4 (meeting standards), TDS dropped by 63.7% from 512 mg/L to 186 mg/L, and turbidity fell by 100% from 5 NTU to 0 NTU. The IoT system enabled real-time monitoring via an accessible digital platform. Surveys from 21 respondents indicated high satisfaction (average score 4.62/5.00); 93.3% found it beneficial, 90 % perceived quality enhancement, and 96.7% supported program continuity. This technology is effective and replicable for similar clean water challenges in other regions.
PELATIHAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR Putri Maulidina Fadilah; Boni Oktaviana Sembiring; Nurul Ain Farhana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40857

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital mendorong guru sekolah dasar untuk mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Namun, pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan media pembelajaran masih belum optimal karena keterbatasan keterampilan guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan 24 guru sekolah dasar negeri di Kota Medan sebagai mitra kegiatan dalam memanfaatkan AI generatif untuk pengembangan video pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik melalui tahapan pelatihan, pendampingan, praktik pembuatan video, serta evaluasi yang dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan dokumentasi produk, dengan indikator keberhasilan berupa persentase peningkatan skor pre-test dan post-test. Pelatihan memanfaatkan berbagai tools AI generatif untuk membantu proses penyusunan naskah, pembuatan aset digital, narasi, animasi, dan perakitan video. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan kenaikan akurasi kelas dari 27% pada pre-test menjadi 71% pada post-test. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan produk awal video pembelajaran berbasis AI. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan AI generatif mampu meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang kreatif dan inovatif.Abstract: The advancement of digital technology encourages elementary school teachers to develop creative and interactive learning media. However, the use of Generative Artificial Intelligence (AI) in creating learning media remains suboptimal due to teachers' limited skills. This community service activity aims to improve the understanding and skills of 24 public elementary school teachers in Medan City as partners in utilizing generative AI for developing instructional videos. The implementation method used a practice-based participatory approach through stages of training, mentoring, video-making practice, and evaluation, which was conducted through pre-test, post-test, observation, and product documentation, with the success indicator being the percentage increase in pre-test and post-test scores. The training utilized various generative AI tools to assist the process of script writing, digital asset creation, narration, animation, and video assembly. The evaluation results showed an improvement in participants' understanding, with class accuracy increasing from 27% in the pre-test to 71% in the post-test. In addition, participants successfully produced initial learning video products based on AI. This activity demonstrates that generative AI training can enhance teachers' competence in developing creative and innovative digital learning media.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUZZLE EDUKASI KEHAMILAN RISIKO TINGGI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI PADA IBU HAMIL Retno Rahdiya Ningrum; Zukhrufa Delima Majid; Nurul Radhiyah Hakim; Anjanida Priyantika Dewi; Vista Rizki Anita Putri; Revi Gama Hatta Novika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39638

Abstract

Abstrak: Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu kondisi yang dapat meningkatkan komplikasi pada ibu dan janin apabila tidak dikenali sejak dini. Rendahnya pemahaman ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan menjadi dasar perlunya edukasi kesehatan yang menarik dan partisipatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui media Puzzle Edukasi Kehamilan Risiko Tinggi (PAKARTI). Kegiatan dilaksanakan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bulu dengan melibatkan 28 peserta. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan, diskusi, serta penyusunan puzzle secara berkelompok menggunakan lima tema kehamilan risiko tinggi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest pengetahuan peserta melalui kuesioner dengan 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada peserta rata-rata sebesar 5,4% untuk kelompok intervensi dan 23,8% untuk kelompok kontrol setelah edukasi berlangsung. Selain itu, peserta terlihat lebih aktif berdiskusi, antusias mengikuti kegiatan, serta mampu memahami materi melalui pendekatan learning by playing. Media PAKARTI berpotensi menjadi media edukasi partisipatif yang dapat digunakan sebagai pelengkap konseling antenatal di pelayanan kesehatan primer.Abstract: High-risk pregnancy is a condition that can increase the risk of complications for both the mother and the fetus if not identified early on. Pregnant women’s limited understanding of the warning signs of high-risk pregnancy underscores the need for engaging and participatory health education. This community service activity aims to improve the knowledge of pregnant women through the High-Risk Pregnancy Educational Puzzle (PAKARTI) medium. The activity was conducted with pregnant women in the service area of the Bulu Community Health Center, involving 28 participants. The activity was carried out through health education, discussions, and group puzzle-building sessions based on five themes related to high-risk pregnancy. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to assess participants’ knowledge via a questionnaire consisting of 15 items. The results showed an average increase in participants’ knowledge of 5.4% for the intervention group and 23.8% for the control group following the educational session. Additionally, participants were more active in discussions, enthusiastic about the activity, and able to understand the material through a “learning by playing” approach. The PAKARTI tool has the potential to serve as a participatory educational tool that can complement antenatal counseling in primary health care settings.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA BANK PAKAN FUNGSIONAL UNTUK MITIGASI PENYAKIT DAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI AYAM BURAS N.G.A Mulyantini; Novalino H.G Kallau; Ulrikus Romsen Lole
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40818

Abstract

Abstrak: Tingginya mortalitas akibat penyakit musiman dan mahalnya pakan pabrikan menjadi kendala utama peternakan ayam buras di Amarasi Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengimplementasikan pakan fungsional fermentasi berbasis bahan lokal untuk mitigasi penyakit dan efisiensi biaya produksi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mitra secara komprehensif, mencakup hardskill (teknik formulasi pakan, pengoperasian mesin, dan vaksinasi) serta softskill (manajemen pencatatan kas sederhana, dan perubahan pola pikir dari peternak tradisional menjadi orientasi bisnis). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan formulasi pakan, demonstrasi pembuatan pakan menggunakan bahan lokal (lamtoro dan kelor), pelatihan pencegahan penyakit, serta analisa efisiensi biaya produksi usaha ayam KUB. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani "Harapan Baru" sebanyak 15 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test 15 pertanyaan, serta observasi langsung terhadap prototipe pakan dan akurasi hitungan keuangan kas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hardskill mitra sebesar 85% dalam memproduksi pakan mandiri dan pemahaman pencegahan penyakit sebesar 90%. Dari sisi nilai ekonomis, implementasi pakan fungsional dan analisa ekonomi ini berhasil menekan biaya produksi pakan hingga 40%, serta menurunkan angka kematian ayam sebesar 30% selama periode pendampingan.Abstract: High mortality due to seasonal diseases and expensive commercial feed are the main constraints for indigenous chicken farming in East Amarasi. The purpose of this community service activity is to implement local ingredient-based fermented functional feed for disease mitigation and production cost efficiency. Additionally, this activity aims to comprehensively enhance partner competence, covering both hard skills (feed formulation techniques, machinery operation, and vaccination) and soft skills (simple cash-flow management, and shifting the mindset from traditional livestock farming to a business-oriented approach). Methods used include feed formulation counseling, demonstrations of feed making using local ingredients (leucaena and moringa), vet-led disease prevention training, and KUB chicken production cost efficiency analysis. The partners are 15 members of the "Harapan Baru" Farmers Group. Evaluation was conducted through pre-test and post-test 15 questions, as well as direct observation of feed prototypes and cash flow calculation accuracy. The results showed an 85% increase in partners' hardskills in independent feed production and a 90% increase in disease prevention understanding. Economically, this functional feed and economic analysis implementation successfully reduced feed production costs by up to 40% and decreased chicken mortality by 30% during the mentoring period.
OPTIMALISASI PENYEDIAAN AIR BERSIH MELALUI TOREN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MASYARAKAT PASKA BENCANA HIDROMETEOROLOGI Muhammad Yakob; Baihaqi Baihaqi; Imran Imran; Muhammad Jamil; Meme Rosmaiti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40346

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan menyediakan sarana air bersih berupa toren ramah lingkungan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November tahun lalu. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi tim pada Januari 2026 yang menunjukkan terbatasnya akses masyarakat terhadap air bersih pascabanjir. Metode yang digunakan meliputi koordinasi, sosialisasi, demonstrasi, pemasangan toren, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Indikator keberhasilan program meliputi terpasangnya toren yang dapat dimanfaatkan masyarakat, meningkatnya pengetahuan mengenai penggunaan dan pemeliharaan toren, serta tersedianya akses air bersih yang lebih baik bagi warga terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa toren telah berfungsi sebagai sarana penyimpanan air bersih yang dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah banjir. Evaluasi juga menunjukkan bahwa 80% peserta memahami tata cara penggunaan toren, 92% memahami prosedur pengisian air, dan 84% memahami pemanfaatan air yang tersimpan. Disimpulkan bahwa selain meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sarana air bersih, program ini berkontribusi terhadap terjaganya ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir serta mendukung upaya peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologiAbstract: This Community Service Program (PKM) aimed to provide environmentally friendly water storage tanks to improve access to clean water for communities affected by the hydrometeorological disaster that occurred in November of the previous year. The program was initiated based on field observations conducted by the project team in January 2026, which revealed limited access to clean water in the post-flood period. The implementation methods included coordination, community outreach, direct demonstrations, water tank installation, technical assistance, and monitoring and evaluation. The program's success indicators included the successful installation and utilization of the water tanks, improved community knowledge of their operation and maintenance, and enhanced access to clean water for affected residents. The results showed that the installed water tanks functioned effectively as clean water storage facilities, enabling the community to meet its daily water needs after the flood. Evaluation results indicated that 80% of participants understood the proper procedures for using the water tank, 92% understood the water filling procedure, and 84% understood the appropriate use of the stored water. In addition to improving community capacity in managing clean water facilities, the program contributed to maintaining the availability of clean water for flood-affected communities and strengthening community resilience to future hydrometeorological disasters.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PROGRAM ECO-CHAR DALAM PRODUKSI BIOCHAR DAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Hanifah Arum Khoirunnisa; Binti Aulia Azizah; Fahmi Aditia Tauri; Heny Kusdiyanti; Lulu’ul Badriyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40271

Abstract

Abstrak: Penggunaan pupuk kimia berlebih dan belum optimalnya pemanfaatan limbah peternakan menjadi tantangan pertanian di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Program Eco-Char bertujuan memperkuat kapasitas 20 anggota Karang Taruna dalam mengolah limbah organik menjadi biochar dan pupuk organik cair (POC). Metode pelaksanaan mengacu pada Sustainable Livelihood Approach (SLA) melalui tahapan Skill-Up, Action, dan Legacy. Evaluasi diukur menggunakan pre-test dan post-test dengan empat indikator: pemahaman bahaya limbah, konsep biochar, prosedur produksi, dan sirkular ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan rata-rata skor dari 46,25 menjadi 86,85, yang merepresentasikan peningkatan pemahaman sebesar 88,2%. Mitra berhasil memproduksi biochar dan POC secara mandiri serta membentuk kelembagaan "Jawara Eco-Char" untuk menjamin keberlanjutan program. Secara keseluruhan, program Eco-Char terbukti efektif memberdayakan pemuda desa dalam mendukung pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.Abstract: The excessive use of chemical fertilizers and the suboptimal utilization of livestock waste have become agricultural challenges in Sidodadi Village, Ngantang Subdistrict, Malang Regency. The Eco-Char program aims to strengthen the capacity of 20 youth organization (Karang Taruna) members in processing organic waste into biochar and liquid organic fertilizer (LOF). The implementation method refers to the Sustainable Livelihood Approach (SLA) through the Skill-Up, Action, and Legacy stages. The evaluation was measured using a pre-test and post-test with four indicators: understanding of waste hazards, biochar concepts, production procedures, and the circular economy. The evaluation results showed a significant increase in the average score from 46.25 to 86.85, representing an 88.2% improvement in comprehension. The partners successfully produced biochar and LOF independently and established the "Jawara Eco-Char" institution to ensure program sustainability. Overall, the Eco-Char program proved effective in empowering village youth to support sustainable agriculture based on local resources.