cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENGUATAN NUMERASI ANAK TAHAP AWAL SEKOLAH DI DUSUN UGAN HILIR DESA NYIIN Rizki Nurhana Friantini; Rahmat Winata; Victor Meiman Lase; Lisa Levia Miranda; Kristina Kristina; Rosa Rosa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.775 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5249

Abstract

Abstrak: Dunia pendidikan di Indonesia sedang mengalami perubahan yang cukup signifikan dengan adanya pandemi Corona Virus Disease-19 (C0VID-19) membuat pembelajaran tidak efektif karena keterbatasan waktu, kendala jaringan, dan keterbatasan penyampaian materi sehingga pembelajaran khususnya berkaitan dengan angka atau numerasi siswa berkurang. Bimbingan belajar menjadi salah satu alternatif  solusi untuk menguatkan numerasi anak. Penguatan ini bertujuan untuk meningkatkan numerasi anak tahap awal sekolah di dusun Ugan Hilir Desa Nyiin. Tahapan kegiatan seperti berikut: 1) tahap persiapan mencakup observasi tentang kondisi pembelajaran, pendataan jumlah anak tahap awal sekolah, ketersediaan fasilitas, dan perizinan, 2) tahap perencanaan yaitu merencanakan teknis pelaksanaan kegiatan, 3) tahap pelaksanaan mencakup pemberian tes awal, analisis hasil tes awal, dan pelaksanaan bimbingan, 4) tahap evaluasi mencakup pemberian tes evaluasi dan analisis hasil tes evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan numerasi anak tahap awal sekolah di Dusun Ugan Hilir Desa Nyiin Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Hal ini dapat dilihat pada rata-rata tes awal 57,1 yang kemudian mengalami peningkatan nilai rata-rata menjadi 70,4.Abstract:  The world of education in Indonesia is undergoing significant changes with the COVID-19 pandemic making learning ineffective due to time constraints, network constraints, and limited material delivery, so learning, especially relating to numbers or student numeration, is reduced. Tutoring is an alternative solution to strengthen children's numeracy. This strengthening aims to improve the numeracy of early-stage school children in the hamlet of Ugan Hilir, Nyiin Village. The activity stages are as follows: 1) the preparation stage includes observations on learning conditions, data collection on the number of children in the early stages of school, the availability of facilities and permits, 2) the planning stage, namely planning the technical implementation of activities, 3) the implementation stage includes the provision of initial tests, analysis of test results initial, and implementation of guidance, 4) the evaluation phase includes the provision of evaluation tests and analysis of evaluation test results. The result of this activity is an increase in the numeracy of early school children in Ugan Hilir Hamlet, Nyiin Village, Jelimpo District, Landak Regency. This can be seen in the initial test average of 57.1 which increased the average value to 70.4.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU BK DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS APLIKASI ONLINE CANVA Dhanang Suwidagdho; Luky Kurniawan; Ruly Ningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.706 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5079

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru bimbingan dan konseling mengembangkan kemampuan dalam membuat media bimbingan yang mudah dan menarik bagi para peserta didik. Mitra dalam pengabdian ini adalah guru Bimbingan dan Konseling yang tergabung dalam musyawarah guru bimbingan dan konseling (MGBK) Madrasah Aliyah di Yogyakarta sejumlah 25 guru. Pelaksanaan kegiatan bersifat daring menggunakan media Zoom dengan materi pengantar media bimbingan dan konseling, berbagai jenis media dan pembuatan media berbasis aplikasi Canva. Hasil kegiatan adalah terdapat perbedaan rata-rata skor pemahaman tentang media bimbingan dan konseling antara sebelum pelatihan sebesar 27 dan sesudah pemberian pelatihan menjadi 29. Selain itu, para guru bimbingan dan konseling juga mampu membuat media bimbingan dan konseling yang mudah dan menarik menggunakan aplikasi Canva.Abstract:This community service aims to help guidance and counseling teachers develop skills in making guidance media for students. Partners in this service are 25 Guidance and Counseling teachers who are members of the Guidance and Counseling Teacher Council (MGBK) Madrasah Aliyah in Yogyakarta. Implementation of this activities using Zoom media with introductory materials for guidance and counseling media, various types of media and the creation media based on Canva application. The result of the activity is that there is a difference in the average score of understanding on guidance and counseling media between before training of 27 and after providing training to 29. In addition, guidance and counseling teachers are also able to create easy and interesting guidance and counseling media using the Canva application.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN Agus Susanto; Meliyana Perwita Sari; Heni Purwantiningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.357 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5032

Abstract

Abstrak: COVID-19 telah menjadi pandemi yang mengkhawatirkan sepanjang tahun dan belum ada tanda-tanda segera berakhir, hal ini ditandai dengan munculnya varian baru dari jenis virus COVID-19. Upaya memutus rantai penularan COVID-19 perlu dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh individu dan masyarakat. Pengetahuan yang baik tentang COVID-19 menyebabkan individu menerapkan protokol kesehatan dan melakukan upaya pencegahan secara masif.  Tujuan Kegiatan: Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang COVID-19 dan tindakan pencegahannya.  Metode Kegiatan: Tim melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan tentang COVID-19. Selama kegiatan penyuluhan tim pengabdian menggunakan video dan demonstrasi secara tatap muka (face to face). Hasil Kegiatan: Kegiatan penyuluhan kesehatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang COVID-19 dan tindakan pencegahannya sebesar 15%. Abstract:  COVID-19 has been a worrying pandemic throughout the year and there is no sign of an end soon, this is indicated by the emergence of a new variant of the COVID-19 virus strain. Efforts to break the chain of transmission of COVID-19 need to be carried out by implementing strict health protocols. The application of health protocols for the prevention of COVID-19 is influenced by the knowledge possessed by individuals and society. Good knowledge about COVID-19 causes individuals to implement health protocols and make massive prevention efforts. Activity Objective: Community service activities aim to increase students' knowledge about COVID-19 and its prevention measures. Activity Method: The team carried out community service activities in the form of health education about COVID-19. During the outreach activities, the service team used videos and face-to-face demonstrations. Activity Results: Health education activities have succeeded in increasing students' knowledge about COVID-19 and its prevention measures by 15%.
KERAJINAN TANGAN KERTAS BEKAS DALAM MENGURANGI LIMBAH ANORGANIK Arniati Arniati; Muryani Arsal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.663 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5136

Abstract

Abstrak: Keberadaan limbah rumah tangga dalam hal ini sampah yang dihasilkan akibat aktifitas manusia, memiliki banyak dampak pada manusia dan lingkungan sekitar. memberikan ilmu tentang pemanfaatan limbah anorganik kepada ibu-ibu rumah tangga khususnya yang berada di Kelurahan Mandala Kecamatan Mamajang Kota Makassar,  yang bertujuan agar ibu-ibu memahmi pentingnya mengelola limbah anorganik sehingga  lingkungan menjadi bersih dan sehat  Metode yang akan digunakan yakni pelatihan terbimbing, metode diskusi, ceramah, partisipatif, dan praktek. Mitra kegiatan yakni ibu-ibu rumah tangga sebanyak 10 orang yang bertempat tinggal di Kelurahan Mandala Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Pelatihan dimulai dengan sosialisasi, penyediaan bahan dan alat, bimbingan, praktek dan bagaimana memasarkan produk yang dihasilkan. Hasil yang dicapai adalah terdapat peningkatan pengetahun dan pemahaman mengenai pentingnya mengelola limbah anorganik sebanyak 50%, Peningkatan keterampilan ibu-ibu rumat setelah pendampingan sebanyak 50% serta terdapat 30 % yang sudah berhasil menjadi wirausaha dengan membuat industri kreatif.Abstract:  The existence of household waste in this case the waste generated due to human activities can pollute the environment if it is not managed properly. This training aims to provide literacy and knowledge of the impact of anorganic waste, especially used newspaper, and how to manage this waste so that it has added value to housewives, especially those in Mandala Village, Mamajang District, Makassar City. The methods that will be used are guided training, discussion, lecture, participatory, and practical methods. The activity partners are 10 housewives who live in Mandala Village, Mamajang District, Makassar City. The training begins with socialization, provided of materials and tools, guidance, practice and how to market the resulting product. The results achieved are that there is an increase in knowledge and understanding of the importance of managing anorganic waste by 50%, increasing the skills of housewives after mentoring by 50% and there are 30% who have succeeded in becoming entrepreneurs by creating creative industries.
PEMANFAATAN SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NARMADA Turmuzi, Muhammad; Arjudin, Arjudin; Suryadi, Rahadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.121 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4996

Abstract

Abstrak: Teknologi komputer sangat penting artinya bagi dunia pendidikan, yaitu sebagai sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan program pendidikan dalam proses pembelajaran dan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk membuat materi matematika lebih spesifik, disediakan software Geogebra yang ramah pengguna. Perangkat lunak tersebut dikembangkan oleh Hohenwarter dan bertujuan untuk mempermudah pembelajaran bagi siswa. Oleh karena itu para guru sekolah dasar perlu dilatih lebih dalam lagi dalam penggunaan teknologi, dalam hal ini adalah cara menggunakan software geogebra. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para guru sekolah dasar di wilayah Narmada dalam merancang dan menggunakan alat peraga aljabar, menggunakan geogebra dalam pembelajaran matematika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam bentuk pelatihan keterampilan melalui ceramah, diskusi dan demonstrasi. Berdasarkan rangkuman hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dapat memberikan solusi alternatif untuk mengatasi kesalahpahaman matematika yang sering terjadi pada pembelajaran matematika sekolah dasar.Selain itu, peserta juga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dengan menggunakan teknik geogebra perangkat lunak dan alat peraga matematika sekolah dasar.Abstract:  Computer technology is very important for the world of education, namely as a means that can be used to improve the implementation of educational programs in the learning process and in improving student learning outcomes. To make the maths material more specific, a user-friendly Geogebra software is provided. The software was developed by Hohenwarter and aims to facilitate learning for students. Therefore, elementary school teachers need to be trained more deeply in the use of technology, in this case, how to use Geogebra software. The aim of this training is to improve the knowledge and abilities of elementary school teachers in the Narmada region in designing and using algebraic teaching aids, using geogebra in learning mathematics. This community service activity takes the form of skills training through lectures, discussions and demonstrations. Based on the summary of the results of the activities, it can be concluded that training activities can provide alternative solutions to overcome mathematical misconceptions that often occur in elementary school mathematics learning. In addition, participants can also improve specific knowledge and skills by using Geogebra techniques software and elementary school mathematics teaching aids.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT SKALA MIKRO Kusuma, Yudha Laga Hadi; Fatmawati, Atikah; Puspitaningsih, Dwiharini; S., Dwi Helynarti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.093 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5308

Abstract

Abstrak: Perkembangan kasus penularan COVID-19 sampai awal tahun 2021 masih tergolong tinggi, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan sebagai upaya pencegahan. Kebijakan PPKM skala mikro merupakan salah satu upaya preventif dan promotif yang di ambil pemerintah. Kebijakan ini harus di jalankan sampai tingkat desa, karena itu pemerintah Desa Sumbertebu dalam upaya mensukseskan program pemerintah tersebut juga akan menerapkan PPKM skala mikro. Untuk itu, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam PPKM skala mikro ini penting untuk dilaksanakan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat oleh STIKES Majapahit ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan PPKM skala mikro. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu motode PLA atau Participatory Learning and Action. Rangkaian kegiatan dalam pelaksanaannya meliputi, pendidikan kesehatan, pendampingan penerapan 3M, pembatasan mobilitas melalui zonasi RT dan penanganan dampak pandemic COVID-19. Waktu pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan, dengan hasil adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, yaitu hampir sebagian berpengetahuan cukup saat pretest (44%) menjadi sebagian besar berpengetahuan tinggi saat posttest (62%) dan terlaksananya PPKM skala mikro di Desa Sumbertebu.   Abstract: The development of cases of COVID-19 transmission until early 2021 is still relatively high, and the government has implemented various policies as prevention efforts. The micro-scale PPKM policy is one of the preventive and promotive efforts taken by the government. This policy must be implemented up to the village level; therefore, the Sumbertebu Village government, to make the government program success will also implement micro-scale PPKM. For this reason, it is essential to implement health education and community empowerment in micro-scale PPKM. The purpose of this community service activity by STIKES Majapahit is to increase knowledge and the community's active role in implementing micro-scale PPKM. The method used in this activity is PLA (Participatory Learning and Action). The series of activities in its implementation include health education, assistance in implementing 3M, restrictions on mobility through RT zoning, and handling the impact of the COVID-19 pandemic. The implementation time of the activity was 3 months, with the result that there was an increase in community knowledge, namely almost most of them were knowledgeable enough at the pretest (44%) to most were highly knowledgeable at the posttest (62%) and the implementation of micro-scale PPKM in Sumbertebu Village.  Abstrak: Perkembangan kasus penularan COVID-19 sampai awal tahun 2021 masih tergolong tinggi, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan sebagai upaya pencegahan. Kebijakan PPKM skala mikro merupakan salah satu upaya preventif dan promotif yang di ambil pemerintah. Kebijakan ini harus di jalankan sampai tingkat desa, karena itu pemerintah Desa Sumbertebu dalam upaya mensukseskan program pemerintah tersebut juga akan menerapkan PPKM skala mikro. Untuk itu, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam PPKM skala mikro ini penting untuk dilaksanakan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat oleh STIKES Majapahit ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan PPKM skala mikro. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu motode PLA atau Participatory Learning and Action. Rangkaian kegiatan dalam pelaksanaannya meliputi, pendidikan kesehatan, pendampingan penerapan 3M, pembatasan mobilitas melalui zonasi RT dan penanganan dampak pandemic COVID-19. Waktu pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan, dengan hasil adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, yaitu hampir sebagian berpengetahuan cukup saat pretest (44%) menjadi sebagian besar berpengetahuan tinggi saat posttest (62%) dan terlaksananya PPKM skala mikro di Desa Sumbertebu.Kata Kunci: COVID-19; Pemberdayaan Masyarakat; PPKM Skala MikroAbstract: The development of cases of COVID-19 transmission until early 2021 is still relatively high, and the government has implemented various policies as prevention efforts. The micro-scale PPKM policy is one of the preventive and promotive efforts taken by the government. This policy must be implemented up to the village level; therefore, the Sumbertebu Village government, to make the government program success will also implement micro-scale PPKM. For this reason, it is essential to implement health education and community empowerment in micro-scale PPKM. The purpose of this community service activity by STIKES Majapahit is to increase knowledge and the community's active role in implementing micro-scale PPKM. The method used in this activity is PLA (Participatory Learning and Action). The series of activities in its implementation include health education, assistance in implementing 3M, restrictions on mobility through RT zoning, and handling the impact of the COVID-19 pandemic. The implementation time of the activity was 3 months, with the result that there was an increase in community knowledge, namely almost most of them were knowledgeable enough at the pretest (44%) to most were highly knowledgeable at the posttest (62%) and the implementation of micro-scale PPKM in Sumbertebu Village. Keywords: Community Empowerment; COVID-19; Micro-Scale PPKM  
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA AJAR BAGI GENERASI MILENIAL 4.0 Inayati Inayati; Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.239 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5099

Abstract

Abstrak: Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah kesehatan sistem, fungsi dan reproduksi remaja. Populasi dunia 50% remaja < 25 tahun dan 20-25% remaja penderita HIV. Infeksi menular seksual terjadi pada remaja perempuan 15-29 tahun.  Remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi. Perkembangan Iptek mempengaruhi remaja berimajinasi dan perlu difasilitasi hal positif dalam mengakses informasi bagi remaja. Tujuan  pengabdian adalah pemberdayaan generasi milenial 4.0 dalam Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).  Tahapan kegiatan meliputi pembekalan pengetahuan KRR, membentuk kelompok peduli KRR (KP-KRR) pada 30 orang remaja Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Nahdatul Ulama (NU) dan pelatihan pembuatan media ajar. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan nilai  pengetahuan KRR sebelumnya 54,2 menjadi  83,9 dan telah terbentuk kelompok peduli KRR (KP-KRR) Ngawen yang sudah menghasilkan media ajar berupa  poster, brosur, aplikasi Kahoot dan Google Form dengan nilai kelayakan rata-rata 12, 2 (rentang nilai 0 – 15). Peningkatan pemahaman KRR mampu menghasilkan media ajar sesuai generasi milenial 4.0. yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Abstract: Adolescent Reproductive Health (ARH) is adolescents health system, function and reproduction. World's population is 50% adolescents <25 years and 20-25% with HIV. Sexually transmitted infections occur in  15-29 yo girls.  Adolescents need the availability of reproductive health services. Development of science and technology affects imagination and needs to be facilitated adolescents accessing information. The purpose are to empower the millennial generation 4.0 in AHR. The activity stages include providing knowledge on AHR, forming a AHR-care group (AHR- CG ) consist of 30 youths from Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), and Nahdatul Ulama (NU) and training  to made teaching media. The results showed an increase AHR knowledge than previous  that 54.2 to 83.9 and  Ngawen AHR- CG had been formed which had produced teaching media such as posters, brochures, Kahoot applications and Google Forms with an average feasibility value of 12 , 2 (range of values 0 – 15). Increased understanding of AHR  is able to produce teaching media according to millennial generation 4.0. which can increase  the Reproductive Health (AHR) knowledge. 
POSITIVE VIBES TRAINING SEBAGAI UPAYA PREVENTIF BAD MOUTHING EFEK INTERNET OF THINGS Sugandi Sugandi; Megawati Megawati; Cantika Nur Azizah; Nurtiaz Mumtaziah Ramadhan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.235 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5065

Abstract

Abstrak: Internet of things menjadikan remaja seperti menemukan dan mendapatkan media yang dapat memenuhi segala kebutuhannya. Remaja sebagai pengguna fasilitas internet terbesar paling rentan terkena dampak penggunaan internet. Efek internet of things dalam hal ini media sosial, mengajak siapapun dapat bebas berkomentar dengan perkataan yang kasar (bad mouthing) serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah meningkatnya bad mouthing pada remaja di Kota Samarinda. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan tingkat keterampilan sosial pada remaja Kota Samarinda berusia 13-15 tahun. Kegiatan dalam pengabdian berupa pelatihan menggunakan metode positive vibes training diberikan kepada remaja selama 1 minggu dengan 2 kali pertemuan. Berdasarkan kegiatan pelatihan tersebut terdapat 8 remaja yang mengalami peningkatan, terdapat 9 remaja dengan keterampilan sosial tetap, dan terdapat 2 siswa yang mengalami penurunan keterampilan sosial setelah mengikuti pelatihan keterampilan sosial melalui positive vibes training dalam menurunkan bad mouthing (agresivitas verbal) efek internet of things (media sosial). Abstract:  The internet of things makes teenagers like finding and getting media that can meet all their needs. Teenagers as the largest users of internet facilities are most vulnerable to the impact of internet use. The effect of the internet of things, in this case social media, invites anyone to freely comment with harsh words (bad mouthing) and express their opinions without worry. The problem raised in this service is the increase in bad mouthing among teenagers in Samarinda City. This service aims to examine changes in the level of social skills in Samarinda City teenagers aged 13-15 years. Activities in service in the form of training using the positive vibes training method are given to teenagers for 1 week with 2 meetings. Based on the training activities, there were 8 teenagers who experienced an increase, there were 9 teenagers with permanent social skills, and there were 2 students who experienced a decrease in social skills after participating in social skills training through positive vibes training in reducing bad mouthing (verbal aggressiveness) the effects of the internet of things (social media).
MEMBANGUN KESADARAN PELESTARIAN BIODIVERSITAS MELALUI FOTOGRAFI DI KALANGAN SISWA SMA/MA Ranti An Nisaa; Agus Pambudi Dharma; Zulfahmi Yasir Yunan; Akbar Alfarisyi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.05 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5265

Abstract

Abstrak: Pembelajaran biodiversitas di sekolah menjadi salah satu pembekalan siswa terhadap pemahaman pentingnya pelestarian biodiversitas. Di jenjang SMA, materi biodiversitas telah diperoleh dari kelas X. Namun pembelajarannya masih terbatas pada ranah kognitif, sedangkan ranah afektif atau perilaku masih kurang dituntut. Metode konvensional seperti ceramah dan diskusi turut menyebabkan siswa merasa kurang tertarik untuk memahami pentingnya biodiversitas. Oleh karena itu, dengan metode fotografi diharapkan dapat menumbuhkan semangat konservasi dan pelestarian karena siswa mendokumentasikan makhluk hidup yang berada di sekitar lingkungannya. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pretest untuk mengidentifikasi sikap terhadap biodiversitas dalam keseharian, (2) menyampaikan materi secara daring terkait dasar fotografi, teknik fotografi flora dan fauna, serta keberagaman biodiversitas hewan dan tumbuhan, (3) praktik pengambilan foto objek hewan dan tumbuhan yang dikirimkan ke WhatsApp Group, (4) pemateri menelaah foto-foto dan memberikan penilaian serta saran terkait teknik fotografi, dan (5) memberikan posttest untuk ditelusuri kembali sikap yang mungkin muncul terhadap biodiversitas. Hasil yang diperoleh yaitu adanya peningkatan hingga 100% pada beberapa sikap terhadap biodiversitas, yaitu siswa tidak mau mengkonsumsi hewan yang dilindungi, tidak akan pernah membunuh hewan yang dilindungi, tidak akan pernah memetik tanaman/bunga yang dilindungi, dan menolak melakukan jual beli hewan dan tumbuhan yang dilindungi. Siswa juga telah mampu memberikan foto terbaiknya berdasarkan penilaian pemateri. Dengan demikian diharapkan siswa mampu menyampaikan pesan konservasi biodiversitas melalui karya fotonya.  Abstract: Biodiversity learning in schools is one of the supplies for students to understand the importance of biodiversity conservation. In high school, biodiversity subjects have been obtained from tenth grade. However, learning is still limited to the cognitive domain, while the affective or behavioural domains are still less demanded. Conventional methods such as lectures and discussions also cause students to feel less interested in understanding the importance of biodiversity. Therefore, the photography method is expected to foster a spirit of conservation and preservation because students document living things around their environment. The activity stages include (1) giving a pretest to identify attitudes towards biodiversity in daily life, (2) providing online subjects related to basic photography, flora and fauna photography techniques, and diversity of animal and plant biodiversity, (3) the practice of taking photos of animal and plant objects sent to the WhatsApp groups, (4) the trainers reviewing the photos and provide assessments and suggestions related to photography techniques, and (5) giving a posttest to retrace attitudes that may arise towards biodiversity. The results obtained are an increase of up to 100% in some attitudes towards biodiversity, namely students do not want to consume protected animals, will never kill protected animals, will never pick protected plants/flowers, and refuse to buy and sell animals and plants protected. Students have also been able to provide their best photos based on the assessment of the trainers. Thus, students are expected to be able to convey the message of biodiversity conservation through their photographic works. 
PELATIHAN PEMBUATAN CURRICULUM VITAE (CV) UNTUK MEMPERSIAPKAN LULUSAN SEKOLAH KEJURUAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA Tri Anggraini; Anita Lassa; Melkianus Suni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.792 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5022

Abstract

Abstrak: CV menjadi bagian penting karena menjadi penilaian awal bagi instansi atau perusahaan untuk melihat potensi dan kemampuan para pelamar pekerjaan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkrit untuk memberikan pembekalan bagi para lulusan SMK untuk menyiapkan dirinya terjun dalam dunia kerja melalui kegiatan pelatihan pembuatan CV bagi pelajar lulusan SMK. Terdapat 3 (tiga) tahapan kegiatan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode learning by doing yaitu pola pelatihan dengan memberikan praktek langsung yang dipimpin oleh instruktur dan di dampingi oleh asisten instruktur dengan tujuan membantu para peserta pelatihan mendapatkan pemahaman dan perhatian yang sama. Kegiatan ini diikuti oleh 60 Siswa-siswi SMKS Khatolik Kefamenanu. Kegiatan pelatihan pembuatan CV ini telah berjalan sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan, pelatihan ini mendapatkan tanggapan baik dari mitra pengabdian karena memiliki dampak positif bagi siswa-siswi di SMKS Khatolik Kefamenanu. Pada akhir kegiatan tim melakukan evaluasi dengan menggunakan angket untuk melihat tanggapan peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh informasi kegiatan pelatihan ini mendapatkan tanggapan sangat baik memberikan manfaat serta informasi baru bagi peserta, bahkan peserta berharap bahwa akan ada kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan.     Abstract: CV is an important part because it becomes an initial assessment for agencies or companies to see the potential and abilities of job applicants. Therefore, it is necessary to have a concrete effort to provide briefing for SMK graduates to prepare themselves to enter the world of work through CV making training activities for SMK graduate students. There are 3 (three) stages of activities in this community service, namely preparation, implementation, and evaluation. This training activity uses the learning by doing method, which is a training pattern by providing direct practice led by the instructor and accompanied by an assistant instructor with the aim of helping the trainees gain the same understanding and attention. This activity was attended by 60 Kefamenanu Catholic Vocational High School students. This CV-making training activity has been running according to a predetermined design, this training received a good response from service partners because it has a positive impact on students at SMKS Khatolik Kefamenanu. At the end of the activity the team conducted an evaluation using a questionnaire to see the participants' responses to this service activity. Based on the results of the evaluation, it was found that the information on this training activity received a very good response, providing benefits and new information for the participants, even the participants hoped that there would be further training and mentoring activities.  Abstrak:CV menjadi bagian penting karena menjadi penilaian awal bagi instansi atau perusahaan untuk melihat potensi dan kemampuan para pelamar pekerjaan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkrit untuk memberikan pembekalan bagi para lulusan SMK untuk menyiapkan dirinya terjun dalam dunia kerja melalui kegiatan pelatihan pembuatan CV bagi pelajar lulusan SMK. Terdapat 3 (tiga) tahapan kegiatan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode learning by doing yaitu pola pelatihan dengan memberikan praktek langsung yang dipimpin oleh instruktur dan di dampingi oleh asisten instruktur dengan tujuan membantu para peserta pelatihan mendapatkan pemahaman dan perhatian yang sama. Kegiatan ini diikuti oleh 60 Siswa-siswi SMKS Khatolik Kefamenanu. Kegiatan pelatihan pembuatan CV ini telah berjalan sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan, pelatihan ini mendapatkan tanggapan baik dari mitra pengabdian karena memiliki dampak positif bagi siswa-siswi di SMKS Khatolik Kefamenanu. Pada akhir kegiatan tim melakukan evaluasi dengan menggunakan angket untuk melihat tanggapan peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh informasi kegiatan pelatihan ini mendapatkan tanggapan sangat baik memberikan manfaat serta informasi baru bagi peserta, bahkan peserta berharap bahwa akan ada kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan.   Kata Kunci: Pelatihan; Surat lamaran; Curiculum Vitae; SMKAbstract:CV is an important part because it becomes an initial assessment for agencies or companies to see the potential and abilities of job applicants. Therefore, it is necessary to have a concrete effort to provide briefing for SMK graduates to prepare themselves to enter the world of work through CV making training activities for SMK graduate students. There are 3 (three) stages of activities in this community service, namely preparation, implementation, and evaluation. This training activity uses the learning by doing method, which is a training pattern by providing direct practice led by the instructor and accompanied by an assistant instructor with the aim of helping the trainees gain the same understanding and attention. This activity was attended by 60 Kefamenanu Catholic Vocational High School students. This CV-making training activity has been running according to a predetermined design, this training received a good response from service partners because it has a positive impact on students at SMKS Khatolik Kefamenanu. At the end of the activity the team conducted an evaluation using a questionnaire to see the participants' responses to this service activity. Based on the results of the evaluation, it was found that the information on this training activity received a very good response, providing benefits and new information for the participants, even the participants hoped that there would be further training and mentoring activities.Keywords:Training; Application letter; Curiculum Vitae; SMK

Page 52 of 309 | Total Record : 3084