cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
TEKNIK CEPAT UJI TANAH UNTUK MENENTUKAN REKOMENDASI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI DI DESA SENTUL KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Zaenal Arifin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.946 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.5002

Abstract

Abstrak: Pupuk yang diberikan pada tanaman harus tepat sasaran, efektif dan efisien, maka rekomendasi pemupukan yang berimbang disusun berdasarkan status hara di dalam tanah yang diketahui melalui teknik uji tanah. Konsep rekomendasi pemupukan spesifik lokasi yang menunjang penerapan pemupukan berimbang berdasar uji tanah memerlukan data analisis tanah. Kegiatan ini bertujuan (1) memberikan pemahaman dan memperkaya pengetahuan petani terkait dengan aplikasi pupuk berimbang spesifik lokasi; (2) memperkenalkan dan mengajarkan teknik cepat uji tanah dengan cara sederhana dan dengan menggunakan PUTS/PUTK; dan (3) mempraktekkan pola pemupukan berimbang spesifik lokasi di lapangan. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama lima bulan di dusun Sentul desa Pendua, kecamatan Kayangan, kabupaten Lombok Utara. Metode pendekatan yang digunakan adalah partisipasif, dimana anggota sasaran dilibatkan seara aktif mulai dari perencanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Proses pemberdayaan kepada petani sasaran meliputi: (1) penyuluhan, (2) kegiatan  praktek tehnik uji tanah dan (3) kegiatan praktik penerapan pemupukan berimbang spesifik lokasi. Hasil kegiatan pengabdian adalah mendapatkan respon positif dari peserta penyuluhan dan penguasaan peserta yang cukup baik terhadap materi penyuluhan yang dapat dilihat dari meningkatnya keterampilan peserta penyuluhan dalam melakukan pengujian kesuburan tanah dengan menggunakan PUTK dan mengaplikasikan hasil pengukuran dalam menentukan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi.Abstract: Fertilizer given to plants must be right on target, effective and efficient, so balanced fertilization recommendations are prepared based on the nutrient status in the soil which is known through soil testing techniques. The concept of site-specific fertilization recommendations that support the application of balanced fertilization based on soil tests requires soil analysis data. This activity aims (1) to provide understanding and enrich farmers' knowledge regarding the application of site-specific balanced fertilizers; (2) introduce and teach rapid soil testing techniques in a simple way and by using PUTS / PUTK; and (3) practicing a location specific balanced fertilization pattern in the field. The community service activity lasts for five months in Sentul hamlet, Pendua village, Kayangan sub-district, North Lombok district. The approach method used is participatory, where target members are actively involved starting from planning, monitoring and evaluating activities. The empowerment process for target farmers includes: (1) counseling, (2) soil testing technical practice activities and (3) site specific balanced fertilization application practice activities. The results of the service activities were getting a positive response from the extension participants and a fairly good mastery of the participants on the extension material which can be seen from the increased skills of the extension participants in conducting soil fertility testing using PUTK and applying the results of measurements in determining fertilizer recommendations for specific locations.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN SEKOLAH BERBASIS KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TECHNO-PEDAGOGICAL GURU SEKOLAH MENENGAH Rahmi Ramadhani; Muhammad Rizky Mazaly; Titin Setiawati; Abdul Meizar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.081 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5313

Abstract

Abstrak: Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk (1) memberikan pelatihan dan pendampingan dalam memahami dan mengetahui bagaimana melakukan integrasi sistem manajemen sekolah yang terintegrasi teknologi dengan menggunakan knowledge management system dan (2) meningkatkan kemampuan guru sekolah menengah dalam mengimplementasikan sistem manajemen sekolah yang terintegrasi teknologi dengan menggunakan knowledge management system dalam upaya membantu pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan 3 cara, yakni workshop, demonstrasi dan pendampingan. Peserta kegiatan PKM berjumlah 24 orang guru yang terdiri dari guru sekolah menengah pertama dan guru sekolah menengah atas. Evaluasi kegiatan PKM dilakukan melalui angket/kuisioner yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan PKM dilaksanakan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil yang diperoleh diantaranya (1) terdapat peningkatan pemahaman guru sekolah menengah mengenai sistem manajemen sekolah yang terintegrasi teknologi dengan menggunakan knowledge management system sebesar 84,79% (kategori sangat baik); dan (2) terdapat peningkatan keterampilan guru sekolah menengah dalam mengimplementasikan sistem manajemen sekolah yang terintegrasi teknologi dengan menggunakan knowledge management system sebesar 77,49% (kategori baik). Abstract: The activities of the Community Partnership Program (PKM) are intended to (1) provide training and mentoring in understanding and using technology-integrated knowledge management systems and (2) improve high school teachers' ability to embrace technology-based knowledge management systems. The activity method is carried out in 3 ways, namely workshops, demonstrations, and mentoring. Participants in PKM activities amounted to 24 teachers consisting of junior high school teachers and high school teachers. Evaluation of PKM activities is carried out through questionnaires given before and after PKM activities are carried out. Data analysis is done in a quantitatively descriptive manner. (1) High school teachers' awareness of integrated technology school management systems increased by 84,79 % (excellent category), and (2) High school teachers' skills in implementing school management systems that are integrated technology have increased by 77.49 % (good category).
SAS APP: MEWUJUDKAN UMKM BERBASIS DIGITAL DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PRINGGASELA LOMBOK TIMUR Selamat Muliadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.425 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5104

Abstract

Abstrak: Pada era industri 4.0, pengetahuan teknologi informasi sangat penting. UMKM merupakan perusahaan mikro yang seharusnya menggunakan akses informasi untuk kesejahteraan ekonomi. Hadirnya teknologi digital mengubah cara pengelolaan usaha dengan memberikan tantangan dan peluang baru bagi pengembangan UMKM. Program pengabdian ini fokus untuk menyusun sebuah sistem aplikasi di lingkunagn UMKM yang terletak di Desa Pringgasela Lombok Timur. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahap, menganalisis situasi dengan observasi langsung, wawancara ke pihak-pihak terkait, menetapkan program yang relevan dan membuat aplikasi sistem terintegrasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan internet dan teknologi untuk menunjang pemasaran dan memperluas jangkauan target konsumen melalui digital marketing. Peluang ini hadir dengan solusi aplikasi bernama SAS APP (Selamet Abdullah Salim: Aplikasi Konsultasi Bisnis Syariah), yakni aplikasi untuk membantu para UMKM dan Entrepreneurs dalam meningkatkan perekonomian dan mendapatkan konsultas yang tepat pada bisnis yang dijalankan. Aplikasi ini juga dilengkapi fasilitas dan fitur permodalan syariah bagi Entrepreneurs terkendala dengan modal usaha.Abstract:  In the industry era 4.0, knowledge of information technology very important. Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) is a micro business that should used the information access for economic welfare. The presence of digital information to change the way of business management by giving challenges and opportunities for the development of SMEs. This dedication program has a focus on developing aplication system in the SMEs area Desa Pringgasela East Lombok. The dedication method activity is carried out in several stages, namely by analyzing the situation by observation, interview with relevant parties, establishing relevant program and create an integrated system application. The purpose of this activity is to make SMEs people can take advantage of the internet and technology to support the marketing and to expand consumers range through digital marketing. This opportunities come out with an application named SAS APP (Selamet Abdullah Salim: Islamic Business Consultant Application), that is an application used to help SMEs and Entrepreneurs for increasing economic purpose, also getting the right consultation for their business. This application also completed by facilities and fislamic capital eatures for those who has less capital work.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN RAPID TEST COVID-19 BAGI GURU UNTUK MENCEGAH KEJADIAN TERPAPAR SARS-COV2 Hotman Sinaga; Pra Dian Mariadi; Bangun Dwi Hardika; Srimiyati Srimiyati; Dheni Koerniawan; Vausta Nurjanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.953 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5245

Abstract

Abstrak: Sekolah dan guru sebagai penyelenggara dan pengelola pendidikan memiliki peranan penting dalam proses belajar, terutama ketika terjadi peralihan dari metode pembelajaran daring menjadi tatap muka. Oleh karena itu, screening menjadi prioritas dalam upaya mencegah penularan dan terbentuknya kluster Covid-19 baru. Masalah yang dihadapi mitra adalah belum dilaksanakannya screening tersebut serta terminologi baru dalam kasus Covid-19. Sehingga, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan rapid test antigen dan pendidikan kesehatan bagi guru serta memberikan media informasi terkait Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan proses pemeriksaan rapid test antigen, penyuluhan, dan pemasangan media informasi. Hasil pengabdian didapatkan bahwa seluruh guru memiliki hasil rapid test antigen nonreaktif dan tingkat pengetahuan yang baik. Data evaluasi pengetahuan guru menunjukkan semua guru telah mengetahui virus penyebab Covid-19, meskipun yang menyebutkan secara spesifik sebanyak 20%. Seluruh guru mengetahui bahwa memegang benda yang telah disentuh orang lain juga termasuk cara penularan Covid-19 (100%). Demam (40%) dan anosmia (40%) menjadi gejala yang paling banyak dijawab oleh guru. Serta, cara pencegahannya dengan deteksi dini dengan Rapid test antigen (80%) dan Swab PCR test (20%), juga mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun (100%). Abstract: School and teacher as education organizer and manager has important role in learning process, especially when there is transition from online to offline learning. Thus, screening would be priority in order to prevent transmission and new cluster of Covid-19. Partner’s problem was there has not been any screening and also new term for latest Covid-19. So, this services aimed to screening with antigen rapid test, health education, and information media for latest Covid-19 condition. The test showed that all teachers has non-reactive result and they knowledge about Covid-19 was overall good. Evaluastion data from teachers showed all teachers knew the virus caused Covid-19 with specifi answers as 20%. All teachers knew touching things which had been touched by others be ways to spread the virus (100%). Fever (40%) and anosmia (40%) as symptoms are the most answered. Then, ways to prevent with initial detection with antigen rapid test (80%) and PCR test swab (20%), and also washing hands with flowing water and soap (100%). 
PENGUATAN KELEMBAGAAN KAMPUNG IKLIM TOBEKGODANG KOTA PEKANBARU TERHADAP KEBIJAKAN PERUBAHAN IKLIM Afni Z; Fara Merian Sari; Prihati Prihati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.008 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5074

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menguatkan kelembagaan kampung iklim Kelurahan Tobekgodang, dan membuka akses dukungan kebijakan proklim dari pemerintah. Metode kegiatan dengan sosialisasi secara luring dan daring, pendampingan administratif, dan pelatihan bantuan Proklim. Dari hasil kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan eksistensi kelembagaan kampung Iklim Kelurahan Tobekgodang, peningkatan kapasitas kelembagaan Proklim setelah mendapat dukungan prasarana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, peningkatan kemampuan SDM serta manfaat yang dapat langsung diaplikasikan untuk membentuk masyarakat berketahanan iklim di tingkat tapak.Abstract: Efforts to mitigate and adapt to climate change in Indonesia are still constrained by the climate village institutional program (Proklim) at the site level. The purpose of this community service is to strengthen the climate village institution of Tobekgodang Village, and to open access to pro-climate policy support from the government. Methods of offline and dare socialization activities, administrative assistance, and training for Proklim assistance. From the results of this service activity, there was an increase in the existence of the Climate Village institution, Tobekgodang Village, the increase in the institutional capacity of Proklim after receiving the support of climate change mitigation and adaptation infrastructure, increasing the capacity of human resources and benefits that can be directly applied to form a climate-resilient community at the site.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBUKUAN DAN PERPAJAKAN UMKM Hanik Susilawati Muamarah; Dhian Adhetiya Safitra; Nurhidayati Nurhidayati; Khusnaini Khusnaini; Rahadi Nugroho; Nur Farida Liyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.682 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5271

Abstract

Abstrak: Untuk bangkit dan berkembang, UMKM membutuhkan modal yang cukup untuk bangkit dan berkembang. Salah satu sumber utamanya adalah pinjaman dari perbankan. Namun demikian, banyak UMKM terkendala untuk memperolehnya, karena belum mampu menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar dan belum sepenuhnya taat pajak. UMKM yang memerlukan bantuan permodalan di antaranya adalah sektor pariwisata di Kawasan Danau Toba, khususnya peserta program Beli Kreatif Danau Toba (BKDT), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk membantu para UMKM ini, dibuatlah suatu program pelatihan keuangan yang mencakup pembukuan untuk penyusunan laporan keuangan serta perpajakan. Pelatihan dilakukan secara daring menggunakan ruang virtual yang terbagi menjadi tiga pokok bahasan. Pelatihan dilakukan dengan cara webinar, yang ditujukan untuk 200 peserta program BKDT. Setiap peserta memperoleh modul pelatihan untuk dipelajari setelah proses pelatihan berakhir. Evaluasi dilakukan dengan cara menyebarkan formulir elektronik untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Namun demikian, tidak seluruh peserta pelatihan mengisi formulir. Dari peserta yang mengisi formulir pre-test dan post-test, diketahui bahwa terdapat peningkatan pemahaman sebesar 22%.Abstract: To develop, MSMEs need sufficient capital to grow. One of the sources is loans from banks. However, many MSMEs are constrained to obtain loans, because don’t have financial reports that are in accordance with standards and are not fully tax compliant. MSMEs that require assistance include the tourism sector in the Lake Toba area, especially participants in the Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) program. To help these MSMEs, a training program was created, includes bookkeeping for the preparation of financial reports and taxation. The training is conducted online using a virtual room, divided into three topics. The training was conducted in webinars, intended for 200 participants of the BKDT program. Evaluation is done by distributing electronic forms to measure the level of understanding of participants before and after the training. However, not all training participants filled out the form. From the participants who filled out the pre-test and post-test forms, it was found that there was an increase in understanding of 22%.
SOSIALISASI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESADARAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK BAGI PERANGKAT KELURAHAN Lely Indah Mindarti; Choirul Saleh; Aulia Puspaning Galih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.602 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5028

Abstract

Abstrak: Diberlakukannya UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik membuat penyelenggara badan publik mempunyai kewajiban untuk menunjuk Pejabat Pengelola Infomasi dan Dokumentasi (PPID). Kondisi tersebut pada akhirnya menuntut pemerintah termasuk aparat pemerintahan kelurahan untuk mampu menjawab tantangan perubahan tersebut. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya pemahaman bahwa kewajiban Badan Publik adalah menyediakan dan melayani permintaan informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan/proporsional, dan dengan cara sederhana serta kurangnya kesadaran akan keterbukaan informasi public di Kota Malang, khususnya pada perangkat/pegawai Kelurahan Merjosari. Kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Kelurahan Merjosari dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya melalui kegiatan berbagi pengalaman melalui agenda kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini diketahui dari dialog dan tanya jawab secara langsung yang dilakukan setelah materi sosialisasi diberikan dan para peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan tim pengabdian kepada masyarakat dengan baik dan benar. Selain itu, website yang dimiliki oleh Kelurahan Merjosari menjadi lebih update dan transparan dalam memberikan informasi yang seharusnya diketahui oleh masyarakat luas sesuai Undang-Undang yang berlaku. Implementasi nilai – nilai keterbukaan informasi sudah dijalankan oleh Kelurahan Merjosari salah satunya melalui website resmi kelurahan, namun perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan terkait keterbukaan informasi publik.Abstract:  The enactment of Law Number 14 of 2008 concerning Public Information Disclosure makes public agency administrators have the obligation to appoint Information and Documentation Management Officers (PPID). This condition ultimately requires the government, including village government officials, to be able to respond to the challenges of these changes. The problems that arise are the lack of understanding that the obligation of the Public Agency is to provide and serve requests for information quickly, on time, at low cost/proportionately, and in a simple way and the lack of awareness of public information disclosure in Malang City, especially in Merjosari Sub-district. Community service activities at the Merjosari Sub-district Office are carried out by the Community Service Team, Faculty of Administrative Sciences, Universitas Brawijaya through experience sharing activities through the agenda of socialization and training activities. The results of this activity are known from the dialogue and direct question and answer conducted after the socialization material is given and the participants can answer the questions given by the community service team properly and correctly. In addition, the website owned by the Merjosari Sub-district has become more updated and transparent in providing information that should be known by the wider community according to the applicable law. The implementation of information disclosure values has been carried out by Merjosari Sub-district, one of which is through the official village website, but it is necessary to improve the quality of services related to public information disclosure.
PEMANFAATAN DAUN TAWALOHO SEBAGAI MAKANAN SEHAT DALAM SEDIAAN BISKUIT UNTUK MASYARAKAT MEKAR BARU SULAWESI TENGGARA Musdalipah Musdalipah; Eny Nurhikma; Suhikma Sofyan; Nirwati Rusli; Nursaadah Daud; Lilis Yusriani; Syamsu Alam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.787 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5132

Abstract

Abstrak: Daun tawaloho, atau daun kedondong hutan digunakan masyarakat Mekar Baru untuk menambah cita rasa pada masakan. Daun kedondong hutan tumbuh di sebagian pekarangan rumah masyarakat. Informasi terkait kandungan kimia dan farmakologi pada tumbuhan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Daun kedondong hutan memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, antihipertensi, anticancer dan antikolesterol. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pemanfaatan daun tawaloho sebagai biskuit makanan sehat. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan biskuit tawaloho pada 50 orang masyarakat Mekar Baru. Adanya pandemik covid 19, kegiatan dilakukan secara terbatas pada beberapa rumah warga yang cukup luas. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian kuesioner tentang cita rasa biskuit meliputi uji organoleptik dan uji kesukaan (bau dan warna), kerenyahan, dan kekerasan biskuit. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Mekar Baru sangat antusias mengikuti pembuatan biskuit tawaloho. Hasil pengujian organoleptik sediaan biskuit menunjukkan berwarna kuning kecoklatan dengan aroma bau khas susu, rasa khas biskuit dan berbentuk padat. Uji kesukaan pada biskuit menunjukkan rasa suka (90%) dan tidak suka (10%). Uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah (94%) dan tidak renyah (6%). Pada uji kekerasan menunjukkan rasa keras pada biskuit (0%) dan lembut dikonsumsi (100%). Hasil kegiatan memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat tentang cara pengolahan daun tawaloho dalam sediaan biskuit yang dapat dijadikan makanan sehat.Abstract:  Tawaloho leaves or forest kedondong leaves are used by the Mekar Baru community to add flavor to dishes. The leaves of the forest kedondong grow partly in the yards of people's homes. Information related to chemical and pharmacology in plants is not widely known by the public. Forest kedondong leaves have antioxidant, antidiabetic, antihypertensive, anticancer and anticholesterol activities. This goal is carried out as one of the community services in the context of utilizing tawaloho leaves as healthy food biscuits. The method of activity was carried out by socializing the making of tawaloho biscuits to 50 people from the Mekar Baru community. Due to the COVID-19 pandemic, the activities carried out are limited to a number of residents' houses which are quite large. The evaluation was done by giving a questionnaire about biscuits taste including organoleptic and preference tests (smell and color), crunchiness, and hardness of biscuits. The results of the activity showed that the people of Mekar Baru were very enthusiastic in participating in the making of tawaloho biscuits. The results of organoleptic testing of biscuit preparations showed a brownish yellow color with a distinctive smell of milk, a distinctive taste of biscuits, and a solid form. The liking test on biscuits showed likes (90%) and dislikes (10%). The crispness test showed crunchy (94%) and not crunchy (6%). In the hardness test, the biscuits tasted hard (0%) and soft (100%). The results of the activity are new insights and knowledge for the community about how to process tawaloho leaves in biscuit preparations that can be used as healthy food.
PEMANFAATAN SERBUK JAHE INSTAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Gatut Ari Wardani; Anisa Pebiansyah; Sagita Wulandari; Fasya Ammatul Hawa; Andyny Dwinovia Rianty; Haura Aklina Elyasin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.995 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5298

Abstract

Abstrak: Pada akhir tahun 2019 ditemukan adanya virus SARS-Cov-2 yang dapat menyebabkan penyakit Coronavirus disease 2019. Virus ini diketahui pertama kali di kota Wuhan, Cina. Virus ini menyerang pernafasan sehingga yang terserang virus tersebut mengalami sesak nafas, bahkan dapat berujung pada kematian. Salah satu upaya preventif untuk mencegah terinfeksi virus SARS-Cov-2 adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh. Sistem imun tubuh dapat menghasilkan antibodi yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus, bakteri, ataupun pathogen lainnya. Misalnya mengkonsumsi minuman yang berasal dari bahan jahe dengan ditambahkan gula pasir. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya meningkatkan imunitas dan melatih masyarakat untuk memproduksi minuman herbal serbuk jahe instan yang dapat meningkatkan imunitas masyarakat Desa Ciherang pada masa pandemi. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 83,33% responden merasa sangat baik setelah mengkonsumsi minuman suerbuk jahe instan, sedangkan 10% merasakan badan yang lebih baik dan hanya 6,6% yang tidak merasakan perbedaan setelah mengkonsumsi minuman serbuk jahe instan tersebut.Abstract: At the end of 2019, the SARS-Cov-2 virus was discovered which can cause Coronavirus disease 2019. This virus was first discovered in the city of Wuhan, China. This virus attacks the respiratory system so that those who are infected with the virus experience shortness of breath, it can even lead to death. One of the preventive measures to prevent infection with the SAR-Cov-2 virus is to increase the body's immunity. The body's immune system can produce antibodies that can protect the body from infection with viruses, bacteria, or other pathogens. For example, consuming a drink made from ginger with added sugar. The purpose of this activity is to educate the public about the importance of increasing immunity and to train the community to produce instan ginger powder herbal drinks that can increase the immunity of the people of Ciherang Village during the pandemic. The results of the questionnaire analysis showed that as many as 83.33% of respondents felt very good after consuming instan ginger powder drink, while 10% felt a better body and only 6.6% did not feel the difference after consuming the instan ginger powder drink.
PENINGKATAN KETRAMPILAN DAN KEMAMPUAN KOMPUTER MELALUI PELATIHAN APLIKASI PERKANTORAN BAGI PERSONEL POLRI TEGAL KOTA Ida Afriliana; Eko Budihartono; Rais Rais
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.326 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5095

Abstract

Abstrak: Teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat, apalagi saat ini di masa pandemi, dimana pertemuan tatap muka lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan tatap muka virtual. Perkembangan teknologi yang amat pesat  di segala lapisan, tidak terkecuali di berbagai departemen pemerintahan, dari level nasional, hingga level pemerintahan terkecil. Seperti halnya pelayanan di wilayah Kepolisian Tegal Kota, dimana hampir semua bentuk administratif telah berbasis komputerisasi, menuju pelayanan sistem informasi terpadu. Kepolisian Kota Tegal memilliki beberapa bagian atau unit yang tentunya akan berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat, tetapi ada beberapa personil yang belum mahir dalam mengimplementasikan aplikasi perkantoran dalam bidang pelayanan ini. Untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan komputer bagi personil POLRI Kota Tegal maka pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan selama 5 hari, diikuti oleh 31 personil dengan mengimplementasikan penggunaan Microsoft Word, Microsoft Excel  dan  Microsoft Powerpoint untuk melakukan kegiatan pelayanan administratif dalam pelayanan masyarakat. Hasil pengabdian ini sangat baik, dimana 100% peserta pengadian ini yang telah lulus mengikuti tes akhir yang dilaksanakan pada akhir pelatihan. Abstract:  Information technology is developing very rapidly, especially now during a pandemic, which face to face meetings are more difficult than virtual meetings. The development of technology occurred at all levels, including in various government deparement, from he national leel to smallest goverment level. As with services in Tegal City Police area, which almost all administrative services have been computerized, towards integrated information sysem services. The Tegal City Police have several sections or units that will of course be directly realted to community services, but there are some personnel who are not yet proficient in implementing office applications in office administrative. To improve computer skills and abilities for POLRI personnel in TEgal City, this community service was carried out by training for 5 days, followed by 31 personnel by implementing Microsoft Word, Microsoft Excel  and  Microsoft Powerpoint to carry out administrative service activities to serve community. The result of this community service are very good, 100% personnel have passed the final est which was carried out at the end of the training.

Page 54 of 309 | Total Record : 3084