cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
WORKSHOP PENGENALAN DAN PEMANFAATAN DATA SAINS PADA BIDANG PENDIDIKAN Dewi Suranti; Juju Jumadi; Abdussalam Al Akbar; Deri Lianda; M Dicky Imansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.411 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8415

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dengan dunia internet. Informasi yang yang disajikan saat ini sudah sangat global dan on time sehingga informasi terupdate dan ketersedian data di segala bidang sangat berlimpah, akan sangat berguna dan bermanfaat jika kita dapat mengolah untuk menemukan insights dari data berupa informasi penting yang akan bermanfaat dalam mengambil keputusan. Berdasarkan hasil observasi, diperoleh informasi bahwa mitra membutuhkan kegiatan yang dapat menumbuhkan dan memberikan pengetahuan kepada mitra berkaitan dengan data science yaitu keterampilan/kemampuan mengimplemntasikan tiga pilar ilmu matematika, statistika, dan komputer (pemrograman) berkolaborasi dengan tujuan membuat proses pengolahan data lebih efisien dan akurat serta menghasilkan keputusan yang tepat bagi pengambil kebijakan. Kegiatan dilakukan dengan workshop pengenalan dan pemanfatan data science. Tujuan kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada mitra terkait Data Science dan pemanfaatan dalam bidang pendidikan. Berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik, kegiatan ini sangat memberikan manfaat bagi peserta dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta sebesar 78% berkaitan dengan data science. Dengan memanfaatkan data science maka mereka dapat menemukan insights/pengetahuan dari data tersebut dalam pengambilan keputusan.Abstract: Technological developments cannot be separated from the world of the internet. The information presented today is very global and on time so that there is updated information and the availability of data in all fields is very abundant, it will be very useful and beneficial if we can process it to find insights from the data in the form of important information that will be useful in making decisions. Based on observations, information was obtained that partners need activities that can grow and provide knowledge to partners related to data science, namely skills/abilities to implement the three pillars of mathematics, statistics, and computers (programming) in collaboration with the aim of making data processing more efficient and accurate and produce the right decisions for policy makers. The activity was carried out with a workshop on the introduction and use of data science. The purpose of the activity is to provide understanding to partners regarding Data Science and its use in the field of education. Based on the results of the evaluation and feedback, this activity was very beneficial for the participants by increasing the knowledge and understanding of participants by 78% related to data science. By utilizing data science, they can find insights/knowledge from the data in making decisions.
PENYULUHAN ANEMIA, PEMERIKSAAN Hb DAN PEMBERIAN PUDING BUAH NAGA PADA SISWI DI SMP KOTA GORONTALO Nurnaningsih Ali Abdul; Nancy Olii; Ika Suherlin; Sri Sujawati; Selvi Mohamad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.985 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7883

Abstract

Abstrak:Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia defisiensi besi karena mempunyai kebutuhan zat besi yang tinggi untuk pertumbuhan, dan mengalami menstruasi setiap bulannya. Anemia dapat menyebabkanprestasi belajar rendah dan dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi.Upaya yang dilakukan berupa pemberian suplementasi tablet Fe dan memperbanyak konsumsi buah naga yang mengandung zat besi serta vitamin C. Pengabdian masyarakat bertujuan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan penanganannya, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai salah satu alternative penanganan anemia. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan pemeriksaan kadar Hb, dan pemberian puding buah naga. Kegiatan dilakukan pada 33 orang sisiwi SMP, monitoring berupa pre dan post-test. Hasil yang dicapai adalah semua siswi mengalami peningkatan pengetahuan dengan nilai 0,001 <0,005 nilai t-8,481.Abstract: Adolescent girls are one of the groups that are prone to iron deficiency anemia because they have a high need for iron for growth, and experience menstruation every month. Anemia can cause fatique, so that learning achievement is low and can reduce the body”s resistance so that it is easy to get infections. Efforts have been made in the form of supplementation with Fe tablets and increasing consumption of dragon fruit which contains iron and vitamin C. This activity aims to increase adolescent knowledge about anemia and its management, as well as the use of local food ingredients as an alternative treatment for anemia. The method used is lecture, question and answer Hb level check, and giving dragon fruit pudding. The activity was carried out on 333 junior high school students, monitoring in the form of pre and post-test. The result achieved were all students experinced an increase in knowledge with a value of 0.001<0.005 t-8.481 value.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES PEMERINTAH DESA MELUNTUR LAMONGAN Diah Sarasanty; Eko Sutrisno; Joko Andriyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.392 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7769

Abstract

Abstrak: Pembangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) sangat diperlukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa Meluntur Glagah Lamongan, karena keberadaan ruang polindes yang sangat tidak memadai untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi para perangkat desa dalam mendesain dan mengawasi pelaksanaan pembangunan gedung polindes agar sesuai dengan standar mutu, biaya, dan waktu sehingga tercipta bangunan yang aman dan nyaman. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi survey kondisi existing lahan, mendesain konstruksi, melakukan perhitungan analisa harga satuan pekerjaan sesuai HSPK Kabupaten Lamongan tahun 2020, perhitungan RAB, pembuatan time schedule pekerjaan dan analisa waktu biaya. Hasil dari pendampingan ini yaitu berupa dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembangunan polindes serta pendampingan pengawasan pekerjaan konstruksinya. Proses pengerjaan pembangunan hingga bulan Mei 2021 belum selesai 100% karena terlambatnya proses pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2021, tetapi Gedung polindes sudah bisa dimanfaatkan untuk pelayanan Kesehatan, seperti proses vaksinasi covid-19. Hasil dari kegiatan ini berupa dokumen perencanaan.Abstract: The construction of the Village Maternity Boarding (Polindes) is needed to improve maternal and child health services in the village of Meluntur Glagah Lamongan, because the existence of the polindes room is very inadequate for health services to the community. This service aims to assist village officials in designing and supervising the implementation of the construction of the polindes building in accordance with quality, cost, and time standards so as to create a safe and comfortable building. The methods applied in this service activity include surveying the existing condition of the land, designing construction, calculating the unit price analysis of work according to the Lamongan Regency HSPK in 2020, calculating the RAB, making a work time schedule and time cost analysis. The results of this assistance are in the form of planning and implementation documents for polindes construction as well as engagement in supervising the construction stage. The construction work process until May 2021 has not been 100% completed due to the time overrun in the disbursement of the first phase of Village Funds in 2021, but the polindes building can already be used for health services, such as the covid 19 vaccination process.
LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN ETIKA BERDIGITAL BAGI PELAJAR DI KOTA PALEMBANG Terttiaavini Terttiaavini; Tedy Setiawan Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.011 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8203

Abstract

Abstrak: Digitalisasi merupakan keniscayaan dari perkembangan teknologi informasi yang dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi remaja. Saat ini remaja sangat mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi dikemudian hari. Beberapa kenakalan remaja yang sering terjadi yaitu penyebaran hoax, cyberbullying, body shaming dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) melakukan kegiatan (1) Sosialisasi tentang etika digital (2) pelatihan dan kuis membuat konten menggunakan aplikasi Canva dan tiktok, dan (3) Evaluasi kegiatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan dalam beretika digital bagi siswa dan mahasiswa. Jumlah peserta adalah 120 Siswa dan Mahasiwa dan 25 orang guru pendamping. Dari hasil kegiatan tersebut dilakukan evaluasi pre-test dan post-test menggunakan enam variabel yaitu pemahaman tentang beretika digital, penyebaran hoax, cyberbullying, bodyshaming, pelanggaran HAKI dan pengukuran pelatihan. Persentase variabel tertinggi pada P5 tentang pengetahuan pelanggaran HKI dan akibatnya sebesar 27.59 dan persentase variabel terendah pada P1 yaitu tentang pemahaman ber-etika digital sebesar 13.52 dengan rata-rata persentase peningkatan keseluruhan sebesar 1.78%. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan literasi digital menujukkan adanya peningkatan pemahaman keahlian pelajar tentang etika digital.Abstract: Digitization is a necessity from the development of information technology that can have a positive and negative impact on adolescents. Currently, teenagers are very easily influenced to take action without any impact that will occur in the future. Some juvenile delinquencies that often occur are the spread of hoaxes, cyberbullying, body shaming, and intellectual property rights. To solve this problem, the Community Service Team (PKM) carried out activities (1) Socialization on digital ethics (2) training and quizzes on creating content using the Canva and Tiktok applications, and (3) Evaluation of activities. The purpose of this service activity is to increase digital ethical intelligence for students. The number of participants is 120 students and 25 accompanying teachers. The results of these activities were evaluated for pre-test and post-test using six variables, namely: understanding of digital ethics, the spread of hoaxes, cyberbullying, body shaming, intellectual property rights, and training. The highest percentage of variables in P5 regarding intellectual property rights and their consequences is 27.59 and the lowest percentage in P1 about understanding digital ethics is 13.52 with an average total increase of 1.78%. This shows that digital literacy activities show students' understanding and expertise in digital ethics.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAN PENYALINAN ARSIP KELUARGA SECARA DIGITAL Mohamad Afrizal; Yunita Reykasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.454 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8591

Abstract

Abstrak:Pengetahuan arsip dan kearsipan selayaknya menjadi kebutahan setiap orang karena setiap orang memiliki dan membutuhkan arsip. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi yang pesat belum dimanfaatkan oleh banyak orang dalam pengeloalaan arsip pribadi maupun keluarganya. Oleh sebab itu, diadakanlah program pengabdian tentang pengelolaan dan penyalinan arsip keluarga secara digital. Tujuannya ialah memberikan ketrampilan pada masyarakat tentang pengelolaan dan penyalinan arsip secara digital. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari analisis situasional, analisis kebutuhan mitra, pra pelaksanan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan menuju Sumbersari sebagai smart village. Mitra pengabdian yang dipilih ialah masyarakat Desa Sumbersari Kabupaten Jember. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa peningkatan ketrampilan mitra dalam pengelolaan dan penyalinan arsip keluarga secara digital ialah 87%. Peningkatan ini terdiri dari peningkatan (a) ketrampilan memilah-milah arsip keluarga berdasar jenis kepentingannya dengan nilai 100%, (b) ketrampilan membuat arsip digital sesuai materi pelatihan dengan sempurna dengan nilai 93%, (c) ketrampilan menyimpan arsip-arsip digital dalam perangkat eksternal (MMC) 85%, dan (d) ketrampilan menyimpan arsip-arsip digital dalam cloud storage 70%.Abstract: Knowledge of archives and record management are important needs because everyone has and needs archives. On the other hand, the rapid development of information technology has not been used by many people to manage personal and family archives. Therefore, a service program about digitally management and copying of family archives was held. The aim was to provide the public with skills about digitally management archives and copying. The method of this program consists of situational analysis, needs analysis, pre-implementation, implementation, evaluation, and program sustainability towards Sumbersari as a smart village. The people of Sumbersari Village, Jember Regency, East Java Province was choosen as partners for this programme. The results of this programme show that the improvement in partner skills in digitally managing and copying family archives is 87%. This skill improvement consists of increasing a) skill to sort family files by type of interest with a score of 100%, b) skill to create digital archives according to training materials perfectly with a score of 93%, c) skill to store digital files in external storage devices (MMC) 85%, and d) skill to store digital archives in cloud storage 70%.
PEMANFAATAN KARBON AKTIF UNTUK MENURUNKAN MERKURI PADA LIMBAH PERTAMBANGAN EMAS TRADISIONAL Tumartony Thaib Hiola; Novalia Warow; Indra Haryanto Ali; Rahman Suleman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.67 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8109

Abstract

Abstrak: Masyarakat menggunakan merkuri pada tahapan pengolahan emas, dan limbah hasil kegiatan tersebut dibuang langsung ke sungai yang ada di Desa Hulawa, yang bermuara ke laut. Sehingga menimbulkan pencemaran pada ekosistem perairan.; Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan solusi kepada pemerintah Desa Hulawa dalam menurunkan kadar merkuri pada air limbah hasil pertambangan dengan mengguanakan karbon aktif,; Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap sosialisasi, observasi lapangan, proses pembuatan alat, dan evaluasi.; mitra kegiatan adalah Pemerintah Desa Hulawa, dengan melibatkan 2 orang aparat pemerintah serta 10 orang penambang; evaluasi dilakukan sebanyak 3 kali dengan melihat kondisi alat serta output yang dihasilkan (4) Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, yaitu merkuri pada limbah tambang tradisional mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga kegiatan ini telah memberikan solusi bagi permasalahan di Desa Hulawa. Untuk pemeliharaan alat, tim PKM membekali masyarakat penambang terkait pelatihan perpipaan sederhana, serta cara mengganti karbon aktif.Abstract: The community uses mercury at the gold processing stage, and the waste from these activities is disposed of directly into the river in Hulawa Village, which empties into the sea. Thus causing pollution to the environmental ecosystem.; The purpose of this service activity is to manufacture media that can filter mercury in mining waste by using activated carbon, so that mercury levels can be lowered to the lowest level; The method of implementing the activity consists of the stages of socialization, field observation, the process of making tools, and evaluation; The activity partners are the Hulawa Village Government, involving 2 government officials and 10 miners; The evaluation was carried out 3 times by looking at the condition of the equipment and the output produced. (4) The results obtained after this activity was carried out, namely mercury in traditional mining waste decreased significantly, so this activity has provided a solution to the problems in Hulawa Village. For equipment maintenance, team provides mining communities with simple piping training, as well as how to replace activated carbon.
OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PADA USAHA MAKANAN DAN MINUMAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Aditya Candra Lesmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.026 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7654

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk optimalisasi digital marketing pada usaha makanan dan minuman di Kota Bogor. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan optimalisasi digital marketing pada mitra bisnis makanan dan minuman. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan kepada 4 mitra kegiatan yaitu putu bambu, cilla drink, dapur viera, cookie bogor 88. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap pra kegiatan, tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Hasil yang dicapai adalah dibuatkannya 3 akun instagram dan 1 akun shopee sebagai media penjualan produk mitra. Melalui pembuatan akun media sosial, juga didapatkan hasil peningkatan kualitas konten postingan serta logo yang lebih menarik minat konsumen. Selain itu juga terjadi peningkatan pengetahuan tentang strategi adaptasi di masa Covid-19 bagi para mitra. Pengikut dari akun media sosial dan e-commerce diketahui juga bertambah selama dilakukannya kegiatan pengabdian.Abstract: This community service activity is carried out to optimize digital marketing in food and beverage businesses in the city of Bogor. The purpose of this community service activity is to provide assistance in optimizing digital marketing for food and beverage business partners. The activity implementation method used is training and mentoring for 4 activity partners, namely Putu Bambu, Cilla Drink, Dapur Viera, Cookiebogor88. The implementation of activities is carried out through the pre-activity stage, the preparation stage and the implementation stage. The results achieved were the creation of 3 Instagram accounts and 1 shopee account as a medium for selling partner products. Through the creation of social media accounts, the results of improving the quality of post content and logos are also obtained that are more attractive to consumers. In addition, there has also been an increase in knowledge about adaptation strategies during the Covid-19 period for partners. Followers from social media and e-commerce accounts are also known to increase during service activities.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZERS BAGI SISWA SMK DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MASA PANDEMI COVID-19 Kori Yati; Kriana Efendi; Dwitiyanti Dwitiyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8496

Abstract

Abstrak: Masa Pandemi COVID-19 beberapa fasilitas dan pelayanan publik dibatasi dan ditutup, termasuk kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan melakukan semua aktifitas dari rumah. Berbagai protokol kesehatan diperketat diberbagai tempat, mencegah penyebarannya mulai dari diri sendiri, keluarga sampai lingkungan sekitar. Kebutuhan hand sanitizers mulai terjadi peningkatan sejak terjadinya peningkatan kasus wabah penyakit Covid-19. Seiring dengan perkembangan, dengan menurunnya angka infeksi, pemerintah mulai melonggarkan aktivitas menuju new normal termasuk aktifitas PTM di sekolah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada Siswa SMK muhammadiyah Cariu dalam membuat hand sanitizers untuk memenuhi kebutuhan di sekolah dalam rangka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19. Pada kegiatan Pengabdian ini, yang akan menjadi objek 20 orang siswa SMK Muhammadiyah Cariu Bogor. Fokus dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan hand sanitizers untuk kebutuhan di sekolah selama PTM. Hasil dari kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas siswa siswi dan terampil dalam membuat hand sanitizers sehingga akan tumbuh jiwa kewirausahaan bagi siswa SMK. Selain itu diharapkan juga dapat diaplikasikan dalam kegiatan ekonomi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.Abstract: Some public facilities and services were limited and closed during the Covid-19 outbreaks, including direct learning activities in schools. This requires people to stay at home and do all activities from home. The health protocols have been tightened in various places, preventing the spread from ourselves and our families to the surrounding environment. The need for hand sanitizers has started to increase since the increase in cases of the Covid-19 disease outbreak. Along with the decreasing number of infections, the government has started implementing activities towards the new normal, including direct learning activities in schools. This community service aims to provide training for SMK Muhammadiyah Cariu students in making hand sanitizers in making hand sanitizers to meet school needs in prepare the Direct Learning (PTM) during the COVID-19 pandemic. In this service activity, there will be 20 students of SMK Muhammadiyah Cariu Bogor that will be the objects. The focus in this activity is training on making hand sanitizers for school needs during Direct Learning. The results of this activity can foster the creativity of students and are skilled in making hand sanitizers so that an entrepreneurial value will grow for vocational students. In addition, it is also hoped that it can be applied in economic activities to earn additional income.
PENINGKATAN BELAJAR DARING SECARA EFEKTIF DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA ANAK Astrida Fitri Nuryani; Mondry Mondry; Adisya Triageng Kinanthi; Nadya Afifah Taufiq; Fiandini Rista Sekarsari; Wulida Azmiyya El Rifqiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.904 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7917

Abstract

Abstrak:Adanya pembelajaran daring membuat pembelajaran menjadi kurang efektif. Orangtua, guru, dan anak menjadi elemen penting dalam merealisasikan pembelajaran yang efektif. Melalui pendekatan Human Centered Design, Sekolah Untuk Kita memberikan solusi terkait permasalahan dengan metode Sosialisasi, konsultasi, hingga pendampingan belajar. Bagaimana menciptakan pembelajaran yang efektif? Menjadi pertanyaan pemantik penelitian. pengabdian masyarakat ini bekerja sama dengan 15 mitra dari beberapa sekolah mulai dari siswa kelas 4 SD hingga 1 SMP . Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan memberikan angket Pre-Test dan Post-Test. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan ditemukan bahwa orangtua dapat memahami kondisi anak dan secara mental lebih siap menghadapi kesulitan mendampingi anak di rumah. Selain itu, mitra dalam penelitian ini terbantu dengan solusi yang dihadirkan pada saat pendampingan. Sebagai saran, diperlukan kajian lebih lanjut agar pemberian manfaat diterima secara efisien oleh sasaran yang dituju.Abstract: The existence of online learning makes learning less effective. Parents, teachers, and children are important elements in realizing effective learning. Through the Human Centered Design approach, Sekolah Untuk Kita provides solutions related to problems using socialization methods, consultations, and learning assistance. How to create effective learning? Becomes a research question. This community service collaborates with 15 partners from several schools ranging from 4th grade elementary school students to 1 junior high school students. Evaluation in this activity is carried out by giving Pre-Test and Post-Test questionnaires. The results showed that parents were able to understand their children's condition and were mentally better prepared to face difficulties accompanying their children at home. In addition, partners in this study were helped by the solutions presented during the mentoring. Suggestions are needed for further studies so that the provision of benefits is received efficiently by the intended target.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG POTENSI TANAMAN OBAT MELALUI PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT Ranti An Nisaa; Devi Anugrah; Luthpi Safahi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.828 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7521

Abstract

Abstrak: Dengan dalih bahwa obat-obatan yang dijual di toko obat, apotek, warung, atau dokter lebih modern dan ampuh mengatasi berbagai masalah kesehatan, masyarakat lebih mempercayakan obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia dibandingkan dengan obat-obatan alami yang berasal dari tumbuhan. Masyarakat di desa Gekbrong, Jawa Barat juga demikian. Dengan pemberian penyuluhan kepada 18 warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Gede Harepan, tim pengabdian telah melakukan edukasi untuk membantu warga mengenal dan memahami potensi tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alami atau herbal. Berdasarkan hasil posttest angket pemahaman diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai definisi tanaman obat (100%), jenis tanaman obat (83,3%); manfaat tanaman obat (100%), cara membuat obat herbal (44,4%); dan peminatan untuk memanfaatkan tanaman obat untuk kesehatan (100%). Selain itu, berdasarkan angket pendapat, peserta juga menyatakan bahwa kegiatan pengabdian sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, di mana 75% menyatakan setuju dan 25% menyatakan sangat setuju. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat lebih paham dalam mengenal dan memanfaatkan tanaman obat sebagai obat herbal atau alami.Abstract: With the pretext that medicines sold in drugstores, pharmacies, stalls, or doctors are more modern and effective in dealing with various health problems, people rely more on medicines made from chemicals compared to natural medicines derived from plants. The community in Gekbrong village, West Java is the same way. By providing counselling to 18 residents who are members of the Gede Harepan Farmer Group, the service team has conducted education to help residents recognize and understand the potential of plants that can be used as natural or herbal medicines. Based on the results of the posttest understanding questionnaire, it is known that there has been an increase in knowledge regarding the definition of medicinal plants (100%), types of medicinal plants (83.3%), the benefits of medicinal plants (100%), how to make herbal medicines (44.4%), and specialization. to utilize medicinal plants for health (100%). In addition, based on the opinion questionnaire, participants also stated that the service activities were by following the needs of the community, where 75% agreed and 25% strongly agreed. It is hoped that from this activity the community will understand more about recognizing and using medicinal plants as herbal or natural medicines.

Page 86 of 309 | Total Record : 3084