JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Articles
3,084 Documents
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PEMBENTUKAN KONSELOR SEBAYA DALAM PENCEGAHAN KEHAMILAN USIA MUDA SEBAGAI UPAYA PENIGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
Endah Yulianingsih;
Nurnaningsih Ali Abdul;
Desriyanti Harun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (562.89 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9475
Abstrak: Kehamilan usia muda merupakan permasalahan yang berdampak serius pada kelangsungan hidup seorang remaja, dampak yang dapat terjadi akan mempengaruhi kesehatan reproduksi ibu, kehamilan pada usia muda juga dapat me mpengaruhi kesehatan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang masih berusia remaja. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pemberdayaan tutor sebaya dalam meningkatan pengetahuan remaja terhadap risiko kehamilan usia muda. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah karang taruna di desa. Metode Pelaksanaan dalam kegiatan ini adalah pendampingan remaja dengan pendekatan peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan perolehan hasil sebesar 46% meningkat menjadi 91 % serta telah terbentuknya kelompok tutor sebaya di Desa.Abstract: Pregnancy is a problem that affects the life of a teenager, the impact that can occur will affect the reproductive health of the mother, at a young age it can affect the health of babies born to mothers who are still teenagers. The purpose of this community service activity is to increase adolescents' risk of pregnancy at a young age. The target audience in this activity is youth organizations in the village. The implementation method in this activity is assisting youth with an approach to increasing knowledge through health education. The results of activities to increase knowledge and skills obtained results of 46% increasing to 91% and the formation of peer tutor groups in the village.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PETUGAS TELEMEDICINE TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI TELEMEDICINE PUSLINE
Anis Laela Megasari;
Darmawan Lahru Riatma;
Masbahah Masbahah;
Rizka Adela Fatsena
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.424 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9132
Abstrak: Salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisir lonjakan kuota rawat inap pasien Covid-19 adalah dengan menerapkan isolasi mandiri bagi pasien yang tidak bergejala hingga bergejala ringan. Penerapan telemedicine banyak digunakan untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Tujuan kegiatan ini yaitu (1) memperkenalkan aplikasi telemedicine pusline, (2) mensosialisasikan tanggung jawab petugas telemedicine dalam penerapan aplikasi telemedicine pusline, (3) simulasi aplikasi telemedicine pusline. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari. Metode yang digunakan berupa pelatihan kepada petugas telemedicine Puskesmas Ngoresan yaitu sebanyak 25 orang. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pengisian kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait dengan penggunaan telemedicine untuk pasien isoman, yaitu sebesar 48.6%. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal petugas telemedicine dalam menjalankan tugasnya secara optimal sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien isoman.Abstract: One of the government's efforts to minimize the increase in the quota for hospitalization for Covid-19 patients is to implement self-isolation for asymptomatic patients with mild symptoms. The application of telemedicine is widely used for Covid-19 patients who are undergoing self-isolation. The objectives of this activity are (1) to introduce the pusline telemedicine application, (2) to socialize the responsibilities of telemedicine in implementing the pusline telemedicine application, and (3) to simulate the telemedicine pusline application. This activity lasts for 2 days. The method used is in the form of training for telemedicine officers at the Ngoresan community health care as many as 25 people. Monitoring and evaluation were carried out using a questionnaire given before and after the activity. The results of filling out the questionnaire showed an increase in participants' understanding regarding the application of telemedicine for self-isolation patients, which was 48.6%. This activity is expected to be used as a provision for telemedicine officers in carrying out their duties optimally so that they can improve the quality of life of self-isolation patients
COACHING CLINIC: DIGITALISASI TATA KELOLA ADMINISTRASI DAN PELAYANAN MASYARAKAT
Neni Mulyani;
Jeperson Hutahaean;
Zulfi Azhar;
Aulia Kartika;
Ayu Ambarwati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.844 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8676
Abstrak: Untuk meningkatkan pelayanan publik di pemerintahan desa dapat dilakukan dengan tata kelola yang baik dengan melaksanakan program-program yangmendukung kinerja aparatur desa dalam melayani masyarakat. Pada Desa Guntung di daerah Batubara, dalam stata kelola administrasi dan pelayanan masyarakat masih secara manual sehingga proses pelayanan masyarakat lambat, sumber daya manusia berpendidikan relatif rendah, penguasaan teknologi yang kurang khususnya penguasaan penggunaan komputer sehingga perangkat desa masih memerlukan mendapat pelatihan tentang tatakelola administrasi. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah supaya dapat memberikan pengetahuan yang memadai mengenai administrasi desa kepada peserta, memberikan pelatihan berbasis komputer tentang tata kelola administrasi dan pelayanan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah dalam bentuk pelatihan, diskusi secara interaktif kepada seluruh perangkat desa yang berhubungan langsung dengan pengelolaan administrasi desa. Kegiatan ini menggunakan pengetahuan secara teori dan praktek di ruangan. Pelatihan ini memberikan penilaian kepada para peserta melalui tes tertulis menggunakan pretest dan posttest dengan banyak peserta yang ikut berjumlah 30 orang. Hasil penilaian akhir kegiatan, para peserta dapat memahami materi yang disampaikan berdasarkan dari hasil angka penilaian hasil posttest, nilainya mulai dari 85 sampai 95 dengan nilai pencapaian 92 persen.Abstract: To improve public services in the village government, it can be done with good governance by implementing programs that support the performance of the village apparatus in serving the community. In Guntung Village in the Batubara area, administrative management and community services are still manual so that the community service process is slow, educated human resources are relatively low, technology mastery is lacking, especially mastery of using computers so that village officials still need to receive training on administrative management. The purpose of this service activity is to provide participants with adequate knowledge about village administration, provide computer-based training on administrative governance and community services. The method of implementing the activities used is in the form of training, interactive discussions with all village officials who are directly related to the management of village administration. This activity uses knowledge in theory and practice in the room. This training provides an assessment to the participants through a written test using a pretest and posttest with 30 participants participating. The results of the final assessment of the activity, the participants were able to understand the material presented based on the results of the posttest results, the scores ranged from 85 to 95 with an achievement value of 92 percent.
PENERAPAN TEKNIK FOTO PRODUK DAN VIDEO REEL INSTAGRAM BISNIS SEBAGAI OPTIMALISASI STRATEGI SOCIAL MEDIA MARKETING DALAM MENYAMBUT IKN
Ana Noor Andriana;
Pingki Pingki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.67 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9417
Abstrak: Penetapan Ibu Kota Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur perlu disambut dengan kesiapan generasi muda. Kemampuan pemanfaatan Smartphone seharusnya dapat digunakan untuk mengelola bisnis. Foto produk dan video reel pada Instagram bisnis mampu menarik perhatian masyarakat. Terdapat teknik-teknik untuk menghasilkan konten Instagram yang menarik. Strategi social media marketing dijalankan untuk meningkatkan jangkauan dan jumlah penjualan produk. Permasalahan yang terjadi tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan Smartphone dan membuat konten yang menarik. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan pelatihan penerapan teknik foto produk dan video reel sebagai optimalisasi strategi social media marketing kepada generasi muda. Tujuan dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra TDA Community Samarinda. Metode pelaksanaan yaitu pendampingan secara daring melalui Webinar dengan dihadiri 80 peserta yang terdiri dari mahasiwa berwirausaha dan calon wirausaha muda. Hasil yang dicapai sebanyak 80% peserta memahami teknik pembuatan foto produk dan video reel yang menarik dari sebelum pelaksanaan yang hanya 35%. Pelatihan ini diupayakan sebagai optimalisasi strategi social media marketing.Abstract: The determination of the Ibu Kota Nusantara in the province of East Kalimantan needs to be welcomed with the readiness of the younger generation. The ability to utilize Smartphones should be able to be used to manage a business. Product photos and video reels on business Instagram can attract people's attention. There are techniques for producing engaging Instagram content. The social media marketing strategy is carried out to increase the reach and number of product sales. The problem that occurs is that not all business actors can use smartphones and create interesting content. Based on these problems, training in the application of product photo and video reel techniques is needed to optimization of social media marketing strategies for the younger generation. The purpose of this activity is to carry out community service activities with TDA Community Samarinda partners. The method of implementing is online mentoring through a Webinar attended by 80 participants consisting of entrepreneurial students and prospective young entrepreneurs. The results achieved were that 80% of participants understood the technique of making interesting product photos and video reels, compared to 35% before the implementation. This training is attempted to optimization of social media marketing strategy.
UPAYA MENURUNKAN UNMET NEED MELALUI PROGRAM DELIKA (DESA PEDULI KB)
Yusni Igirisa;
Nurhidayah Nurhidayah;
Alvira Anggriana Mohammad;
Ni Nengah Susanti Warsilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1560.649 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9034
Abstrak: Tingginya angka Unmet need adalah fenomenal kependudukan yang menjadi permasalahan penting dan perlu diperhatikan dalam pelayanan program. Tujuan kegiatan ini untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan unmet need melalui program DELIKA, memberikan pemahaman dan kemampuan kepada Tim DELIKA tentang cara melakukan survailans berbasis IT dan teknis pendampingan Wanita Usia Subur (WUS). Tahap kegiatan terdiri dari (1) Pembentukan Tim Delika; (2) Pelatihan bagi Tim DELIKA yang dilaksanakan selama 2 hari dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan kepada Tim DELIKA tentang cara melakukan survailans berbasis IT dan teknis pendampingan WUS (3) Tim DELIKA menggunakan Aplikasi DELIKA berbasis android untuk mendapatkan data real time WUS yang belum menggunakan KB; (4) Tim DELIKA melaporkan data WUS yang belum KB ke petugas lapangan KB (PLKB), Bidan Desa atau TIM pengabmas untuk kemudian ditindak lanjuti; (5) Bagi WUS yang belum ber KB dilakukan pendampingan oleh Tim Delika untuk memberikan edukasi tentang metode kontrasepsi melalui buku saku; (6) Proses penapisan dan pemilihan kontrasepsi yang tepat; (7) Layanan pemasangan KB oleh Bidan Puskesmas sesuai dengan kontrasepsi yang dipilih oleh WUS; (8) Melakukan evaluasi kegiatan pendampingan dan pemasangan KB untuk wanita usia subur. Hasil yang dicapai yaitu wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi setelah adanya program meningkat menjadi DELIKA 46%.Abstract: The high number of unmet need is a population phenomenon which is an important problem and needs to be considered in program services. The purpose of this activity is to assist government programs in reducing unmet need through the DELIKA program, to provide understanding and capabilities to the DELIKA Team on how to carry out IT-based surveillance and technical assistance for women of childbearing age. This activity phase consisted of (1) DELIKA Team formation; (2) DELIKA Team training, which lasted two days and aimed to provide the DELIKA Team with an understanding and ability to conduct IT-based surveillance and technical help for WUS. (3) The DELIKA Team used the Android-based DELIKA Application to get unfinished WUS data in real time. utilizing KB; (4) The Delika Team informs the KB field officer (PLKB), the Village Midwife, or the Community Service Team about WUS who have not had family planning; (5) The Delika Team assists WUS who have not had family planning by providing education about contraceptive methods through pocket books; (6) Appropriate contraceptive screening and selection process; (7) KB installation services provided by the Puskesmas midwives are in accordance with the contraception chosen by WUS; (8) Evaluating actinities of assistance and installation of family planning for women of childbrearing age. After completing the DELIKA program, 46 percent of women of reproductive age utilize contraception.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL RIMPANG DAN PEMBUDIDAYAANNYA MASA PANDEMI COVID-19
Yudhi Novriansyah;
Setiono Setiono;
Delila Fitri Harahab;
Muhammad Asman;
isman isman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.998 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9609
Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman civitas academica terhadap pentingnya minuman herbal rimpang sebagai salah satu produk yang membantu menjaga daya tahan tubuh, khususnya melawan potensi penyakit seperti virus Covid-19. Kemudian cara pembudidayaan tanaman rimpang di setiap rumah sebagai produk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan baku pembuatan minuman herbal. Metode workshop meliputi dua tahap yaitu pemaparan materi dan praktik pembuatan minuman herbal dengan bahan dasar rimpang. Kegiatan diawali penjelasan jenis dan cara budidaya tanaman rimpang, kemudian praktik pembuatan minuman herbal rimpang serta materi strategi memasarkan produk minuman herbal di masa pandemic Covid 19. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan civitas academica dalam pembuatan minuman herbal rimpang, serta bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman rimpang. Kegiatan pelatihan ini mendapat respon positif di mana 90% peserta telah mencoba praktik pembuatan minuman herbal setelah satu minggu kegiatan dilaksanakan.
PENDAMPINGAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS BAGI PRAMUSAJI KEDAI DI KAWASAN WISATA
Ilham Ilham;
Irwandi Irwandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.1 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9329
Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pendampingan percakapan bahasa Inggris bagi pramusaji kedai di kawasan pantai Impos. Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh 26 orang pramusaji di kawasan pantai Impos yang masih kurang memadai dalam berbahasa Inggris komunikatif. Metode dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan menggunakan bahasa Inggris praktis, yaitu berlatih keterampilan keterampilan menggunakan bahasa Inggris dalam berinteraksi jual beli dengan tamu asing. Hasil evaluasi dari pengujian kemampuan berbicara menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa inggris yang diindikasikan dari hasil rata-rata pretest adalah 38, sedangkan post-test sebesar 50,2. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan bahasa inggris bagi para pramusaji di pantai Impos berhasil.Abstract: The purpose of this community service is to assist the group of waiters at the Impos beach with basic speaking training. The implementation of this activity was attended by 26 waiters in the Impos beach area who were still inadequate in communicative English.They had low English-speaking proficiency in daily conversation. The training activities involved pre-test, treatment, and post-test. It trained them how to sell their products to foreign tourists. The results of the training showed improvement of their speaking skills that are indicated by a significant different between their scores in pre-test and post-test. Their average score in the pretest is 38, while the post-test is 50.2. This community service helped the waiters and vendors improved their English daily conversation skills.
DIGITALISASI PEMBELAJARAN BERMAKNA MELALUI PERANCANGAN VIDEO ANIMASI BERBASIS POWTOON ANIMATION BAGI GURU SEKOLAH DASAR
Nuraini Sri Bina;
Rahmi Ramadhani;
Haykal Ikhsanul Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8889
Abstrak: Kompetensi TIK merupakan kompetensi penting untuk dimiliki guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran bermakna. Rendahnya kemampuan TIK menyulitkan guru dalam mengajarkan materi yang bersifat abstrak dan membutuhkan ilustrasi tambahan yang memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran bermakna melalui video berbasis powtoon animation. Metode pelaksanaan kegiatan melalui demonstrasi kontekstual, praktek dan pendampingan terstruktur. Peserta kegiatan PKM berjumlah 15 orang guru SD Swasta Kartini Medan yang terdiri dari 14 orang guru berjenis kelamin perempuan dan 1 orang guru berjenis kelamin laki-laki. Evaluasi kegiatan PKM dilakukan melalui pemberian angket/kuisioner sebelum dan setelah kegiatan PKM dilaksanakan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan pemahaman guru sekolah dasar dalam merancang video pembelajaran bermakna berbasis powtoon animation sebesar 79,67% (kategori baik), dan (2) terdapat peningkatan keterampilan guru sekolah dasar dalam merancang video pembelajaran bermakna berbasis powtoon animation sebesar 77,80% (kategori baik).Abstract: To implement meaningful learning, elementary school teachers must be proficient with ICT. The inadequacy of ICT makes it difficult for teachers to instruct abstract material and necessitates the addition of illustrations that provide students with novel learning opportunities. This Community Partnership Program (PKM) activity aims to enhance the knowledge and abilities of elementary school teachers in the design of meaningful learning using animation-based video. The activities are implemented through contextual demonstrations, practice, and structured mentoring. Participating in the PKM activity were 15 teachers from the Kartini Private Elementary School in Medan, 14 of whom were female, and one of whom was male. Before and after PKM activities are conducted, questionnaires are used to evaluate their efficacy. The analysis of the data was quantitatively descriptive. The result found that: there is a 79,67% increase in elementary school teachers’ understanding of designing meaningful learning videos using Powtoon Animation (good category). The other result shows a 77,80% increase in elementary school teachers’ skills in creating influential learning videos using Powtoon Animation (good category).
PENERAPAN TEKNOLOGI FILTER UDARA PADA RUANG KELAS DALAM PENCEGAHAN COVID-19
Noorce Christiani Berek;
Ben Vasco Tarigan;
Diana Juniati Nabuasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.303 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9189
Abstrak:Corona virus disease19 atau yang biasa dikenal dengan sebutan COVID-19 merupakan sebuah virus baru yang mengakibatkan penyakit saluran pernapasan (seperti flu) dengan gejala seperti batuk, demam, dan pada kasus yang lebih parah, pneumonia. Di Provinsi NTT, kasus Covid-19 masih mengalami peningkatan hingga bulan April 2021. Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk kembali melakukan kegiatan belajar mengajar secara luring, maka sekolah perlu menyiapkan berbagai hal khususnya terkait dengan pencegahan covid-19. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan filter udara di setiap ruangan kelas. Agar dapat menerapkan teknologi tersebut, perlu dilakukan sosialisasi baik untuk penggunaan maupun untuk perawatan alat. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi google meetdan diikuti oleh 17 siswa dan 7 orang guruSMP Kupang Montesori. Setelah kegiatan sosialisasi, dilaksanakan penyerahan alat filter udara yang akan disumbangkan untuk sekolah tersebut. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan pengabdian berjalan baik dan sesuai dengan rencana awal kegiatan.Abstract:Coronavirus disease19 or commonly known as COVID-19 is a new virus that causes respiratory tract diseases (such as flu) with symptoms such as cough, fever, and in more severe cases, pneumonia. In NTT Province, Covid-19 cases are still increasing until April 2021. With the government's policy to resume teaching and learning activities offline, schools need to prepare various things, especially related to the prevention of COVID-19. One of the things that can be done is to use air filters in every classroom. To be able to apply this technology, it is necessary to conduct socialization both for the use and for maintenance of tools. The socialization activity was carried out online through the google meet application and was attended by 17 students and 7 teachers of Kupang Montesori Junior High School. After the socialization activity, the air filter equipment was handed over to be donated to the school. The results of the evaluation of this service activity indicate that overall service activities are going well and by the initial plan of activity.
OPTIMALISASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
Asroful Kadafi;
Dahlia Novarianing Asri;
Pramudya Ardi;
Dian Ratnaningtyas Afifah;
Andria Andria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.422 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9547
Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang kurang maksimal di saat pandemi atau proses pembelajaran yang dilakukan secara daring. Proses pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PBKM) Bhakti Luhur pada saat pandemi mengandalkan media sosial seperti whatsapp hasilnya kurang maksimal, sehingga capaian pembelajaran menurun. Berdasarkan temuan masalah ini tim pengabdi mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan Learning Management System (LMS) pada kegiatan pembelajaran di PKBM. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan: perencanaan, implementasi (pelatihan dan pendampingan), dan monitoring serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian memberikan dampak positif pada PKBM dalam hal peningkatan capaian belajar warga belajar dan juga tenaga pengajarnya. Capaian tersebut berdasar kegiatan monitoring setelah kegiatan menunjukan tingkat perkembangan di PKBM terkait dampak pemanfaatan LMS pada proses pembelajaran sebesar 70%. Setelah selesai kegiatan ini, guru dan warga belajar mampu mengoperasikan LMS dengan baik.Abstract: This service activity is motivated by the problems that exist with our partners, namely the learning process that is less than optimal during a pandemic or the learning process carried out online. The learning process at the Bhakti Luhur Community Learning Activity Center (PBKM) during the pandemic relied on social media such as WhatsApp the results were less than optimal, so learning outcomes decreased. Based on the findings of this problem, the service team held training and assistance in the use of the Learning Management System (LMS) in learning activities in PKBM. This activity is carried out through the following stages: planning, implementation (training and mentoring), and monitoring and evaluation. The results of service activities have a positive impact on PKBM in terms of increasing the learning outcomes of learning residents and also their teaching staff. This achievement is based on monitoring activities after the activity shows the level of development in PKBM related to the impact of using LMS on the learning process by 70%. After completing this activity, teachers and learning residents are able to operate the LMS well.