cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMBINAAN KADER KESEHATAN MELALUI PELATIHAN PIJAT BAYI BERBASIS BUDAYA LOKAL “ORAH BIJA SASAK PADA BALITA” Sudarmi Sudarmi; Siti Halimatusyaadiah; Ni Putu Dian Ayu Anggraeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.572 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8935

Abstract

Abstrak: Gizi buruk dapat terjadi pada semua kelompok umur, tetapi yang perlu lebih diperhatikan pada kelompok bayi dan balita. Kegiatan pengabmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terkait pertumbuhan dan perkembangan balita serta pembinaan pelatihan pijat bayi berbasis budaya local (OBISA). Metode dilakukan dengan memberikan edukasi dan pemahaman terkait pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta praktik pijat bayi OBISA melalui media modul, power point, dan praktik secara langsung ke phantom dan balita. Mitra pengabdi adalah UPT Puskesmas Kuripan diantaranya Camat, Kepala Desa, Kepala UPT Puskesmas, Bidan Koordinator, Bidan Desa dan Koordinator Gizi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar selama 2 hari dibagi dalam 2 sesi yaitu 25 orang kader pada sesi pagi dan 20 orang kader pada sesi sore. Setelah dilakukan pelatihan pijat bayi berbasis budaya local ini selama dua (2) hari, pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat. Hasil postest menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan kader mengalami peningkatan signifikan dengan p-value 0,007 menjadi 11,64 dengan nilai terendah 9. Perlunya dilakukan pelatihan pijat OBISA bagi tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas guna dapat dijadikan program rutin dalam upaya mencegah stunting pada bayi dan balita.Abstract: Malnutrition can occur in all age groups, but more attention should be paid to infants and toddlers. This community service activity aims to increase knowledge of related health cadres and toddler development as well as foster local culture-based infant massage (OBISA). The method is carried out by providing education and understanding regarding infant growth and development, as well as the practice of OBISA infant massage through module media, power points, and direct practice to phantom and toddler. The service partners are UPT Puskesmas Kuripan including the Camat, Village Head, Head of UPT Puskesmas, Coordinator Midwife, Village Midwife, and Nutrition Coordinator. The activity was carried out smoothly for 2 days divided into 2 sessions, namely 25 cadres in the morning session and 20 cadres in the afternoon session. After the local culture-based baby massage training (OBISA) for two (2) days, the knowledge and skills of the participants increased. The post-test results showed that the average cadre knowledge score had a significant increase with a p-value of 0.007 11.64 with the lowest value being 9. Future community service, it is necessary to conduct OBISA massage training for health workers in the work area of the puskesmas so that it can be used as a routine program in an effort to prevent stunting in infants and toddlers.
KADER PENDAMPING 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Rabia Zakaria; Siti Choirul Dwi Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.83 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9240

Abstract

Abstrak: Kader merupakan orang yang dekat dengan masyarakat sehingga dibutuhkan untuk mengatasi masalah kesehatan. Desa Huntu Utara dan Huntu Selatan merupakan lokasi fokus stunting yang belum memiliki kader pendamping untuk mencegah stunting. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah terjadinya stunting dengan membentuk kader pendamping 1000 hari pertama kehidupan. Metode pelaksanaan kegiatan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pada ibu hamil. Dengan adanya kader pendamping 1000 hari pertama kehidupan diharapkan adanya peningkatan pengetahuan tentang 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah terjadinya stunting. Hasil 20 orang kader mempunyai ketrampilan melakukan pengisian instrumen pendampingan 1000 hari pertama dan pengetahuan kader tentang 1000 hari pertama kehidupan meningkat 100%. Monitoring dilakukan 1 bulan sekali setiap dengan melihat instrumen pendampingan yang diisi oleh kader pendamping. Luaran tersebut terpantaunya tumbuh kembang bayi dan balita sejak lahir sehingga stunting dapat dideteksi secara dini. Selain itu dengan adanya kader pendamping 1000 hari pertama kehidupan diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting.Abstract: Cadres are people close to the community, so they are needed to overcome health problems. North Huntu and South Huntu villages are stunting focus locations that do not yet have companion cadres to prevent stunting. This activity aims to prevent stunting by forming a cadre of fostering companions and implementing coordination activities with the village government, socialization, training and mentoring for pregnant women. With the companion cadres in the first 1000 days of life, it is hoped that there will be an increase in knowledge about parenting to prevent stunting. As a result, 20 cadres could fill out the mentoring instrument in the first 1000 days, and the cadres' knowledge about parenting increased by 100%. Monitoring is carried out once a month by looking at the assistance instruments filled out by the companion cadres. The outcome is monitoring the growth and development of infants and toddlers from birth so that stunting can be detected early. In addition, the presence of companion cadres in the first 1000 days of life is expected to prevent stunting.
EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN KEBERSIHAN TANGAN ANAK Faiza Yuniati; Sherli Shobur; Ridwan Ridwan; Indra Pebriani; Rizki Sri Haryanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.664 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9583

Abstract

Abstrak: Prevalensi karies gigi dan gigi berlubang pada anak di Kelurahan Talang Semut Palembang masih cukup tinggi yaitu 15,2% dan 18,2%. Pengetahuan tentang kebiasaan sikat gigi dan mencuci tangan juga belum baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam memelihara kebersihan gigi dan tangan. Pengabdian ini dilakukan bersama masyarakat dengan mengidentifikasi masalah kesehatan dan menentukan solusi sesuai kebutuhan. Kegiatan ini diawali dengan melakukan survei masalah kesehatan pada berbagai kelompok umur. Masalah yang didapat disajikan dalam musyawarah bersama masyarakat untuk mencapai mufakat terhadap masalah prioritas dan solusi yang dibutuhkan. Pemberian edukasi kesehatan gigi dan kebersihan tangan pada anak menjadi hal yang dibutuhkan masyarakat untuk mengatasi masalah utama. Pre-post test dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, dan hasil menunjukkan bahwa edukasi telah meningkatkan rata-¬rata skor pengetahuan anak dari 73,52 menjadi 78,20. Peningkatan pengetahuan anak dan peran orang tua sebagai role model diharapkan dapat menciptakan perilaku sehat sehingga dapat menurunkan prevalensi masalah kesehatan gigi dan tangan pada anak. Untuk mencapai keberhasilan intervensi kesehatan diperlukan peran aktif masyarakat dalam mengenal masalah, menentukan solusi yang tepat serta komitmen tinggi untuk terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.Abstract: The prevalence of dental caries and cavities amongst children in RT 03 and 04 Kelurahan Talang Semut Palembang is 15.2% and 18.2%, respectively. Low knowledge about brushing teeth and washing hands also. This community service aims to improve children's knowledge and skills in maintaining dental and hand hygiene. This service is carried out with the community by identifying health problems and determining the solutions. This activity was initiated by surveying health problems in various age groups. The problems obtained were presented in deliberation with the community to reach a consensus on priority issues and required solutions. Providing children with dental health and hand hygiene education was the community's need to overcome the problem. The pre-post test was carried out before and after the intervention and showed that education had increased the average score of children's knowledge from 73.52 to 78.20. Increased knowledge is expected to create healthy behavior in maintaining dental and hand hygiene and reduce the prevalence of dental health problems amongst children. The community must be active in recognizing problems, determining appropriate solutions, and having a high commitment to implementing activities.
IDENTIFIKASI POTENSI GAMPONG MENUJU SMART VILLAGE MELALUI PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH Agus Putra AS; Yenni Marnita; Muhammad Jamil; Baihaqi Baihaqi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.611 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9470

Abstract

Abstrak:Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya gampong menuju smart village melalui pendekatan PAR. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 16 gampong di 5 kecamatan dalam kota Langsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan participatory action research melalui serangkaian tahapan kegiatan seperti koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tergambarkan melalui lembar post test memperlihatkan 5 aparatur pemerintah gampong (35%) memahami materi itu dan 11 aparatur pemerintah gampong (65%) cukup memahami materi yang disampaikan oleh narasumber. Hasil pendampingan memperlihatkan 18,75% kepala desa sangat memahami 4 materi tentang konsep pengembangan smart village, 50% kepala desa memahami materi smart village dan 31,25% kepala desa cukup memahami materi konsep pengembangan desa cerdas. Disimpulkan bahwa 16 gampong memiliki 3 dokumen lengkap berupa sejarah desa, sketsa desa dan potensi desa serta berdasarkan hasil klusterisasi pada 13 gampong ditemukan sumber daya alam yang didominasi pada sektor pertanian, perkebunan dan jasa perdagangan serta sumber daya intrastruktur berupa kantor desa, jalan desa dan poskesdes.Abstract: This community service (PKM) aims to upgrade villages resources to become smart villages through participatory action research approach. The partner involved are 16 villages at 5 subdistrict in Langsa city. The method used is an educational approach and participatory action research through a series of stages of activities such as coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities described through the post test sheet show that 5 village government officials (35%) understand the material and 11 village government officials (65%) quite understand the material presented by the resource person. The results of the mentoring show that 18,75% of village leader really understand 4 materials about the concept of smart village development, 50% of village leader understand smart village materials and 31,25% of village leader quite understand the material on smart village development concepts. It was concluded that 16 villages had 3 complete documents in the form of village history, village sketches and village potentials and based on the results of clustering in 13 gampongs found natural resources dominated by agricultural, plantation and trade services sectors and also intrastructure resources as permanent village office, village road and public healthcare unit.
PENDAMPINGAN BERBASIS METAKOGNISI PADA KELOMPOK SISWA EKSTRAKURIKULER OLIMPIADE MATEMATIKA Surya Sari Faradiba; Sikky El Walida; Fadhila Kartika Sari; Siti Nurul Hasana; Gusti Firda Khairunnisa; Fandy Puspita Negara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.037 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9126

Abstract

Abstrak: Masalah mitra saat ini adalah kesulitan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika; penyampaian materi yang kurang menarik; serta kemampuan dan keterampilan pemecahan masalah siswa olimpiade masih perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu: (1) membimbing siswa untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan soal olimpiade dan (2) meningkatkan performa siswa sehingga dapat berdampak pada prestasi yang diraih dalam kegiatan olimpiade tahun depan. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) pra kegiatan, merumuskan masalah mitra dan solusinya; (2) pendampingan kelompok siswa ektrakurikuler olimpiade matematika; dan (3) monitoring dan evaluasi pada saat dan setelah pendampingan. Instrumen evaluasi keberhasilan berupa angket untuk memeriksa kemampuan pemecahan masalah. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa dan 8 orang guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% siswa atau 30 dari 40 siswa mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata kenaikan sebesar 11%. Kegiatan pendampingan serupa perlu dilakukan dengan materi yang berbeda untuk memberikan gambaran utuh terkait kemampuan pemecahan masalah kelompok siswa ekstrakurikuler olimpiade Matematika.Abstract: The problems are students' difficulties in understanding and solving Math Olympiad questions; the delivering material is less attractive; and olympiad students' problem-solving abilities and skills still need to be developed and improved. The objectives of this community service activity are: (1) to guide students to understand and solve problems related to the Olympics and (2) to improve student performance so that it can have an impact on the achievements achieved in next year's Olympic activities. The implementation method consists of three stages, namely: (1) pre-activity, formulating partner problems and solutions; (2) assistance for extracurricular groups of math olympiad students; and (3) monitoring and evaluation during and after mentoring. The success evaluation instrument was in the form of a questionnaire to examine the problem solving abilities. This activity involved 40 students and 8 accompanying teachers. The results of the activity showed that 75% of students or 30 of 40 students experienced an increase in problem solving abilities with an average increase of 11%. Similar mentoring activities need to be carried out with different materials to provide a complete picture of the problem-solving abilities of the Mathematics Olympiad extracurricular group students.
PENGUATAN BRANDING PRODUK DAN OPTIMALISASI PEMASARAN MELALUI E-COMMERCE PADA UMKM BOKOR DAN KEBEN UKIR FIBER I Gede Wayan Narayana; I Komang Budi Mas Aryawan; Albert Fernando; Yogi Arya Bawana Putra Raspati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.84 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9386

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mitra dalam melakukan branding produk melalui Google My Business dan memasarkan produk menggunakan E-commerce. Mitra dalam pengabdian ini adalah Toko Metri yang berlokasi di Kabupaten Buleleng, Bali. Jenis produk yang dipasarkan mitra adalah bokor dan keben ukir fiber. Kegiatan pengabdian menggunakan metode pelatihan yang melibatkan tiga orang peserta. Tahapa pengabdian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan refleksi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah pembuatan logo produk, pelatihan branding produk menggunakan melalui Google My Business dan pelatihan pemasaran produk menggunakan e-commerce. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada mitra untuk mengetahui peningkatan pemahaman sebelum dan setelah kegiatan. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan mitra memiliki pemahaman dan kemampuan yang kurang dalam branding produk menggunakan Google My Business dan setelah kegiatan meningkat sebesar 100% pada kategori baik. Sebelum kegiatan, pemahaman dan kemampuan mitra dalam memasarkan produk menggunakan e-commerce sangat kurang dan setelah kegiatan mengalami peningkatan 100%, dimana 66,67% pada kategori baik dan 33,33% pada kategori cukup.Abstract: This community service aims to increase the understanding and ability of partners in branding products through Google My Business and marketing products using E-commerce. The partner in this service is Toko Metri, which is located in Buleleng Regency, Bali. The types of products marketed by partners are bokor and keben. The service activity uses a training method that involves three participants. The service stages consist of planning, implementation, monitoring, evaluation, and reflection. Activities carried out in this service are product logo creation, product branding training using Google My Business, and product marketing training using e-commerce. Evaluation of activities is carried out by giving questionnaires to partners to determine the increase in understanding before and after the activity. The results of the training activities showed that before the training partners had less understanding and ability in product branding using Google My Business and after the activity increased by 100% in the good category. Before the activity, the understanding and ability of partners in marketing products using e-commerce was very lacking and after the activity, there was an increase of 100%, where 66.67% in the good category and 33.33% in the moderate category.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN MIXING SEMEN KAPASITAS 50KG DI BASAN KULON Catur Harsito; Ari Prasetyo; Teguh Triyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9023

Abstract

Abstrak: Berdasarkan data dan observasi yang telah dilakukan, Basan Kulon memerlukan perhatian khusus dalam bidang pembangunan infrastruktur. Sejumlah 60% jalan belum ditalut dan masih ada beberapa titik belum dicor. Perkembangan pembangunan disana masih sangat lambat. Maka dari itu dibutuhkan alat/mesin yang mampu membantu warga untuk meningkatkan percepatan dalam pembangunan infrastruktur. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembangunan, meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian di masyarakat ini pertama dilakukan penyamaan persepsi terkait kebutuhan alat di masyarakat, berikutnya dilakukan perancangan mesin yang sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya dilakukan pembuatan mesin dan dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan dan perawatan mesin. Program pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan peningkatan pembangunan infrastruktur sebanyak 30% selesai dikerjakan. Pekerjaan talud sebanyak 60% dan 40% pekerjaan jalan. Sehingga infrastruktur yang sudah berhasil dibangun sebanyak 70% dari baseline 40%. Sebagai tindak lanjut program, dilakukan evaluasi dan pemantauan kinerja alat. Pembuatan unit usaha sebagai tindak lanjut program, akan menjadikan penghasilan dusun yang terkoordinasi dengan baik.Abstract: Based on the data and observations that have been made, Basan Kulon requires special attention in the field of infrastructure development. Some 60% of the roads have not been paved and there are still some spots that have not been paved. Development progress there is still very slow. Therefore, tools/machines are needed that are able to help residents increase the acceleration in infrastructure development. This activity aims to increase the efficiency of development, improve the level of community welfare. This method of implementing community service activities is first carried out by equalizing perceptions regarding the need for tools in the community, then designing machines that suit the needs. Then the machine was made and continued with the socialization of the use and maintenance of the machine. This community service program resulted in a 30% increase in infrastructure development being completed. The embankment works are 60% and 40% are road works. So that 70% of the infrastructure that has been successfully built is from the baseline 40%. As a follow-up to the program, evaluation and monitoring of tool performance was carried out. The creation of a business unit as a follow-up to the program will result in a well-coordinated hamlet income.
MEMBANGUN KEMITRAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DI ERA PANDEMI COVID 19 Irianto Irianto; Salahudin Robo; Reny Rochmawati; Siti Nurhayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.306 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9325

Abstract

Abstrak: Peranan Internet di era covid-19 dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam membangun produk dan usaha yang di kelola oleh mahasiswa sebagai kaum milenial. Peluang ini dapat memudahkan mahasiswa mempromosikan dan menjual berbagai jenis produk sebagai sumber pendapatan dan jika dikelola lebih lanjut dapat dijadikan sebagai sumber pembiayaan perkuliahan. Permasalahan yang muncul dalam kegiatan mahasiswa berwirausaha yaitu kesulitan dalam mempromosikan barang dan minimmnya inovasi suatu produk yang lebih value added serta minimnya modal untuk pengembangan usaha berikutnya. Oleh karena itu, melalui program kegiatan Mahasiswa Berwirausaha ini, yang diselenggarakan oleh Universitas Yapis Papua bertujuan untuk mengembangkan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa agar mampu meningkatkan potensi, kreatif, inovatif yang ada pada mahasiswa, menjadi wadah ataupun komunitas usaha kuliner yang dapat dikembangkan menjadi start-up bisnis digital. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu dengan persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan pelaporan, metode pelaksanaan di lakukan dengan memasarkan produk buatan mahasiswa dan ukm di sekitar kampus. Setalah melaksanakan kegiatan ini mahasiswa mampu memngembangkan usaha Mahasiswa dan masyarakat disekitar kampus di era covid-19 dan menciptakan inovasi-inovasi produk baru dalam bidang usaha kuliner, keberhasilan kegiatan di ukur melalui target penjualan sebesar 10 juta yang diberikan kepada setiap kelompok dalam kurung waktu 4 bulan kegiatan.Abstract: The role of the Internet in the era of covid-19 can produce new innovations in building products and businesses that are managed by students as millennials. This opportunity can make it easier for students to promote and sell various types of products as a source of income and if managed further it can be used as a source of financing for lectures. Problems that arise in student entrepreneurship activities are the difficulty in promoting goods and the lack of innovation of a product that is more value added and the lack of capital for the development of the next business. Therefore, through this Entrepreneurial Student activity program, which is organized by Yapis Papua University, it aims to develop and foster an entrepreneurial spirit among students so that they are able to increase the potential, creative and innovative existing in students, become a forum or culinary business community that can be developed as a start. -up digital business. The method applied to this activity is the preparation of activities, implementation of activities, evaluation and reporting, the method of implementation is to market products made by students and SMEs around the campus. After carrying out this activity, students are able to develop student businesses and the community around campus in the covid-19 era and create new product innovations in the culinary business sector, the success of the activity is measured through a sales target of 10 million given to each group within 4 months.
PENINGKATAN PEMAHAMAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DAN CARA PEMANFAATANNYA MELALUI ECOENZYME Desi Nuzul Agnafia; Lucky Amatur Rohmani; Qurrotul Anfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.134 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8867

Abstract

Abstrak: Limbah rumah tangga menjadi salah satu sumber yang menyebabkan permasalahan lingkungan, karena sebagian besar merupakan sumber utama limbah adalah hasil dari kegiatan rumah tangga. Kurangnya limbah rumah tangga secara mandiri oleh pelaku konsumsi limbah organik menjadi permasalahan yang harus diatasi. Pengolahan limbah organik dapat mengurangi tumpukan sampah yang dihasilkan. Limbah rumah tangga seperti limbah sayur, limbah buah seringkali dibuang dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah mengelola limbah dengan memanfaatkan limbah sayur buah segar melalui pembuatan ekoenzim. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi materi, pelaksanaan praktik, serta evaluasi akhir. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendekatan edukatif dan berbasis pengetahuan yang terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring evaluasi. Sasaran dari pengabdian ini adalah kelompok dasawisma di lingkungan Kranggan Lor Margomulyo Kabupaten Ngawi yang terdiri dari 20 orang. Produk yang dihasilkan dari kegiatan yaitu berupa cairan Ekoenzim. Hasil dari cairan ekoenzim yang telah difermentasikan yaitu berwarna kecoklatan dan memiliki aroma asam yang kuat. Cairan ekoenzim dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga salah satunya sebagai cairan pembersih rumah, pembasmi kuman dalam aktivitas rumah tangga seperti mengepel, mencuci piring, membersihkan kaca jendela serta membersihkan minyak pada meja dapur maupun kompor. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa ada peningkatan pemahaman masyarakat terkait manfaat limbah melalui ekoenzim. Data dapat ditunjukkan bedasarkan perbandingan antara hasil pretest sebesar 27,5% meningkat menjadi 86%. Abstract:  Domestic waste is one of the sources that cause environmental problems, because most of it is the main source of waste is the result of household activities. The lack of independent domestic waste management by person of organic waste consumption is a problem that must be overcome. Organic waste treatment can reduce the pile of waste generated. Organic waste such as vegetable waste and fruit waste are often thrown away and not utilized by the community. The purpose of the activities carried out is to manage waste by utilizing fresh fruit vegetable waste through the manufacture of eco enzymes. The implementation of this community service is carried out by giving socialization of the material, practical implementation, and final evaluation. The method used in community service is in the form of an educational and knowledge-based approach consisting of the stages of preparation, socialization, implementation of activities, and monitoring evaluation. The target of this community service is Dasawisma group at Kranggang lor Margomulyo, Ngawi which consists of 20 people. The product resulting from the activity is in the form of Eco enzyme liquid. The result of the fermented eco enzyme liquid is brown in color and has a strong sour aroma. The ecoenzyme liquid can be used for household purposes, one of which is as a household cleaning fluid, disinfectant in household activities such as mopping, washing dishes, cleaning window glass also cleaning oil on kitchen tables and stoves. Based on the results of data processing, it was found that there was an increase in community understanding regarding the use of waste through eco enzyme. The data can be shown based on the comparison between the results of the pretest of 27.5% increasing to 86%. Abstrak: Limbah rumah tangga menjadi salah satu sumber yang menyebabkan permasalahan lingkungan, karena sebagian besar merupakan sumber utama limbah adalah hasil dari kegiatan rumah tangga. Kurangnya limbah rumah tangga secara mandiri oleh pelaku konsumsi limbah organik menjadi permasalahan yang harus diatasi. Pengolahan limbah organik dapat mengurangi tumpukan sampah yang dihasilkan. Limbah rumah tangga seperti limbah sayur, limbah buah seringkali dibuang dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah mengelola limbah dengan memanfaatkan limbah sayur buah segar melalui pembuatan ekoenzim. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi materi, pelaksanaan praktik, serta evaluasi akhir. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendekatan edukatif dan berbasis pengetahuan yang terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring evaluasi. Sasaran dari pengabdian ini adalah kelompok dasawisma di lingkungan Kranggan Lor Margomulyo Kabupaten Ngawi yang terdiri dari 20 orang. Produk yang dihasilkan dari kegiatan yaitu berupa cairan Ekoenzim. Hasil dari cairan ekoenzim yang telah difermentasikan yaitu berwarna kecoklatan dan memiliki aroma asam yang kuat. Cairan ekoenzim dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga salah satunya sebagai cairan pembersih rumah, pembasmi kuman dalam aktivitas rumah tangga seperti mengepel, mencuci piring, membersihkan kaca jendela serta membersihkan minyak pada meja dapur maupun kompor. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa ada peningkatan pemahaman masyarakat terkait manfaat limbah melalui ekoenzim. Data dapat ditunjukkan bedasarkan perbandingan antara hasil pretest sebesar 27,5% meningkat menjadi 86%. Kata Kunci: Limbah organik; Pemanfaatan; Eco Enzyme. Abstract:  Domestic waste is one of the sources that cause environmental problems, because most of it is the main source of waste is the result of household activities.The lack of independent domestic waste management by person of organic waste consumption is a problem that must be overcome. Organic waste treatment can reduce the pile of waste generated. Organic waste such as vegetable waste and fruit waste are often thrown away and not utilized by the community. The purpose of the activities carried out is to manage waste by utilizing fresh fruit vegetable waste through the manufacture of ecoenzymes.The implementation of this community service is carried out by giving socialization of the material, practical implementation, and final evaluation. The method used in community service is in the form of an educational and knowledge-based approach consisting of the stages of preparation, socialization, implementation of activities, and monitoring evaluation.The target of this community service is Dasawisma group at Kranggang lor Margomulyo, Ngawi which consists of 20 people. The product resulting from the activity is in the form of Eco enzyme liquid. The result of the fermented eco enzyme liquid is brown in color and has a strong sour aroma. The ecoenzyme liquid can be used for household purposes, one of which is as a household cleaning fluid, disinfectant in household activities such as mopping, washing dishes, cleaning window glass also cleaning oil on kitchen tables and stoves. Based on the results of data processing, it was found that there was an increase in community understanding regarding the use of waste through eco enzyme. The data can be shown based on the comparison between the results of the pretest of 27.5% increasing to 86%. Keywords: Organic waste; Utilization; Ecoenzyme. 
PEMBUATAN SURAT LAMARAN KERJA BAGI CALON LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Anita Lassa; Tri Anggraini; Melkianus Suni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.577 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9606

Abstract

Abstrak: Surat lamaran kerja merupakan dokumen penting yang perlu dipersiapkan oleh pelamar sebagai bentuk promosi diri agar diterima oleh pemberi kerja. Banyak orang tidak meyadari penting surat lamaran sehingga terbiasa menyalin surat lamaran yang sudah ada meskipun belum tentu surat lamaran yang disalin memenuhi tata baku surat resmi. Oleh karena itu, calon lulusan SMK perlu dibekali dengan kemampuan membuat surat lamaran kerja. Untuk mengukur pemahaman siswa dalam membuat surat lamaran kerja maka dilakukan pre test dan post test serta menyebarkan kuisioner. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah, diskusi dan praktik. Kegiatan ini diikuti 49 siswa SMKS Khatolik Kefamenanu. Melalui praktik dan pendampingan, 49 peserta mampu membuat surat lamaran secara tertulis dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku. Berdasarkan hasil post test diketahui sebanyak 49 peserta memahami pentingnya surat lamaran kerja, membuat surat lamaran kerja sesuai langkah pembuatan surat lamaran kerja dan dilengkapi dengan unsur yang harus termuat dalam surat lamaran kerja.Abstract: A job application letter is an essential document that applicants need to prepare as a form of self-promotion to be accepted by employers. Many people do not realize the importance of an application letter so they are accustomed to copying an existing application letter, although it is not necessarily a copied application letter that meets the official letter standards. Therefore, prospective vocational high school graduates need to be equipped with the ability to write a job application letter. To measure students' understanding ofwritinga job application letter, pre-test and post-test were carried out and questionnaires were distributed. The method used in this activity was in the form of lectures, discussions, and practice. This activity was attended by 49 Kefamenanu Catholic Vocational High School students. Through practice and mentoring, 49 participants were able to make a written application letter by taking into account the applicable rules. Based on the results of the post-test, it was found that 49 participants understood the importance of a job application letter, could write a job application letter according to the right steps that was equipped with elements that had to be included in the job application letter.

Page 93 of 309 | Total Record : 3084