cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG PENGENALAN ORGAN REPRODUKSI PADA REMAJA AWAL Netty Herawaty Purba; Aminah Aatinaa Adhyatma; Septi Maisyaroh Ulina Panggabean; Harindra Harindra; Yohana Fransiska Pakpahan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.118 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9537

Abstract

Abstrak: Pendidikan kesehatan berfokus membangun kapasitas individu melalui pendidikan teknik motivasi, pengembangan keterampilan, dan peningkatan kesadaran. Pubertas adalah seseorang dengan perkembangan seksual yang lebih matang. Artinya, anak laki-laki atau perempuan mengalami perubahan fisik yang membuat mereka mampu bereproduksi secara seksual. Tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan melalui penyuluhan tentang pengenalan organ reproduksi pada remaja awal. Kegiatan ini dilakukan secara luring, tahap awal kegiatan dengan pretest, tahap kedua pemaparan materi dan pemutaran video, tahap akhir adalah evaluasi dengan diskusi feedback kepada peserta dan posttest. Peserta kegiatan ini adalah remaja laki-laki dan perempuan dengan rentang umur 10-16 tahun sebanyak 14 orang. Tahap pre-test diperoleh hasil dengan pengetahuan remaja terkait Organ Reproduksi paling banyak dengan pengetahuan kurang sebanyak 10 orang (71,4%) dan pasca penyuluhan dan penyampaian materi diperoleh hasil post-test didapatkan terjadi perubahan peningkatan pengetahuan remaja dengan mayoritas pengetahuan baik sebanyak 12 orang (85,7%). Simpulan dalam kegiatan ini adalah pemberian dan pengenalan informasi pada remaja sebaiknya di berikan sejak dini dengan tetap memperhatikan batas umur yang ada.Abstract: Health education focuses on building individual capacities through education in motivational techniques, skills development, and awareness-raising. Puberty is someone with more mature sexual development. Teenager have physical changes that enable them to reproduce sexually. The aim is to provide health education and counseling about reproductive organs in early adolescents. The method is carried out offline, the initial stage of the activity is by filling out a questionnaire. This activity is completed offline; its first stages include a pre-test, content presentation, and video playing; its final stages include an evaluation and a post-test. 14 boys and girls between the ages of 10 and 16 took part in this activity. The pre-test stage from adolescents connected to organ reproduction at most with knowledge of fewer than 10 people (71.4%) and after counseling and delivery of information from the test results, there was an improvement in knowledge about the development of good knowledge up to 12 people (85.7%). The conclusion is that information should be provided to and introduced to teenagers at a young age, by taking into account the age restriction in place.
PENINGKATAN KEMAMPUAN IDENTIFIKASI DAN ASESMEN PADA GURU KELAS SEKOLAH DASAR INKLUSI Doddy Hendro Wibowo; Dewita Karema Sarajar; Esther Jacobus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.535 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9188

Abstract

Abstrak: Kota Salatiga mencanangkan diri sebagai Kota Pendidikan Inklusi, namun hingga saat ini masih terdapat berbagai kendala di lapangan. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan asesmen dan identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) pada Guru Kelas di sekolah inklusi. Kegiatan ini bekerjasama dengan lembaga mitra Yayasan Gadah Ati Salatiga. Kegiatan dilakukan dengan model Workshop. Diawali dengan memahami kembali tentang definisi pendidikan inklusi, dan menganalisa kendala di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan strategi untuk identifikasi dan asesmen bagi PDBK, klasifikasi kebutuhan khusus, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Partisipan dalam kegiatan ini adalah guru kelas di Sekolah Dasar Inklusi yang berjumlah 43 orang. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan sebesar 8,94% nilai rata-rata antara sebelum dan sesudah pelatihan. Saran untuk kegiatan selanjutnya yakni Fakultas Psikologi UKSW dan Pemerintah Kota Salatiga dapat melakukan kerja sama untuk memberikan pelatihan dengan tema serupa dan melibatkan stakeholders lainnya.Abstract: Salatiga has declared itself as a City of Inclusive Education, but until now there are still obstacles in the field. The purpose of this Community Service activity is to improve the ability to assess and identify Students with Special Needs (PDBK) in Class Teachers in inclusive schools. This activity is in collaboration with partner institutions, Gadah Ati Foundation, Salatiga. The Workshop activity begins with a re-understanding of the definition of inclusive education, and analyzing the constraints in the field. Then proceed with strategies for identification and assessment for PDBK, classification of special needs, and ended with a questions and answers session and discussion. The participants in this activity were class teachers at the Inclusive Elementary School, totaling 43 people. The results of the activity can be concluded that there is an increase by 8,94% in the average value between before and after training. A suggestion for the next activity is that Faculty Psychology SWCU and the Government can work together to provide training with a similar theme and involve other stakeholders.
PENGEMBANGAN DESA SEHAT RAMAH LANSIA Yosephina E. S. Gunawan; Maria Ch. Endang Sukartiningsih; Leni Landudjama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.651 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8795

Abstract

Abstrak: Peningkatan Angka Harapan Hidup di Indonesia memberikan kebaikan bagi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berpengaruh pada pergeseran pola penyakit degenerative. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas hidup, peningkatan biaya kesehatan, serta munculnya beragam masalah pada lansia. Salah satunya program kebijakan Pemerintah yaitu Posyandu Lansia. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader tentang pelaksanaan posyandu lansia, keaktifan lansia dan terjalinnya kerjasama lintas sector dalam meningkatkan pelayanan posyandu lansia. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya di lokasi mitra yang sama yaitu melakukan penyegaran, pendampingan, monitoring, evaluasi, dan perumusan rencana tindak lanjut terhadap posyandu lansia yang sudah dibentuk setahun sebelumnya di Kelurahan Temu, Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 3 bulan (September-November 2020). Berbagai kendala ditemukan pada implementasi kegiatan terutama karena merebaknya wabah Covid-19 sehingga terjadi penurunan jumlah kunjungan lansia dan berkurangnya minat kader posyandu lansia dalam mempertahankan keberlangsungan posyandu. Kegiatan penyegaran dikhususkan kepada kader posyandu lansia dengan melakukan review pengetahuan kader tentang tujuan dibentuknya posyandu, tupoksi kader dan manfaat yang dapat dirasakan anggota posyandu. Evaluasi dilakukan pada 2 bulan terakhir, dan diperoleh adanya 88% peningkatan jumlah kunjungan lansia dan kepuasan lansia terhadap layanan posyandu, ada 92% peningkatan keaktifan lansia, dan 96% peningkatan pemahaman kader terhadap pelaksanaan posyandu dan kerjasama lintas sektor.Abstract: The increase in life expectancy in Indonesia is good for indicators of community welfare but also affects shifting patterns of degenerative diseases. This condition causes a decrease in the quality of life, increased health costs, and the emergence of various problems in the elderly. One of the government policy programs is the Elderly Integrated Health Post. This service aims to increase the understanding of cadres about the implementation of the posyandu for the elderly, the activity of the elderly, and the establishment of cross-sectoral collaboration in improving the services of the elderly posyandu. This service activity continues previous actions at the exact partner location, namely providing guidance, mentoring, monitoring and evaluation, and formulating a follow-up plan for the Elderly Integrated Health Post, formed a year earlier in Temu Village, East Sumba Regency. We carried out this activity for three months (September-November 2020). Various obstacles were found in the implementation of activities, mainly due to the outbreak of the Covid-19, resulting in a decrease in the number of elderly visits and a reduced interest in Elderly Integrated Health Post cadres in maintaining the continuity of Elderly Integrated Health Post. The coaching activity is devoted to the Elderly Integrated Health Post cadres by carrying out knowledge refresh activities about the purpose of the Elderly Integrated Health Post establishment, the cadre's primary functions, and the benefits that Elderly Integrated Health Post members can feel. The evaluation was carried out in the last two months, and and obtained an 88% increase in the number of elderly visits and elderly satisfaction with posyandu services., there was a 92% increase in the activity of the elderly and 96% increasing the understanding of cadres on the implementation of the posyandu and cross-sector collaboration.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK OPTIMALISASI PEMASARAN DESA WISATA Solehatin Ika Putri; Farah Putri Wenang Lusianingrum; Achmad Ilham Winadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1888.526 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9444

Abstract

Abstrak:Desa wisata mengalami keterpurukan dengan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan. Banyak desa wisata yang kemudian hanya beroperasi pada akhir pekan bahkan ada yang sama sekali tidak beroperasi. Terlebih lagi jumlah desa wisata juga semakin meningkat setiap tahunnya membuat persaingan pada sektor ini semakin kompetitif. Media sosial saat ini dinilai berperan penting untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Namun, pemanfaatan media sosial oleh desa wisata belum optimal. Jadi, pengabdian ini hadir dengan tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahun dan keterampilan anggota POKDARWIS dalam pemanfaatan media sosial. Mitra kegiatan yaitu POKDARWIS Desa Wisata Pipitan Serang, Banten. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk workshop dan diikuti oleh 10 anggota POKDARWIS Desa Wisata Pipitan. Pengetahuan mengenai media sosial para anggota POKDARWIS meningkat 58 persen setelah adanya workshop ini. Nilai rata-rata peserta untuk post-test yaitu 87 yang naik dari nilai rata-rata pre-test yaitu 55. Selain itu, peserta kegiatan juga berhasil membuat konten video pemasaran untuk diunggah ke media sosial yang membutktikan keterampilannya juga meningkat.Abstract: The tourist village is experiencing a slump with the decline in tourist visits. Many tourist villages then only operate on weekends. Some even don't operate at all. Moreover, the number of tourist villages is also increasing every year, making competition in this sector more competitive. Social media is currently considered to play an essential role in increasing the number of visitors. However, the use of social media by tourist villages has not been optimal. So, this service is here intending to increase the knowledge and skills of POKDARWIS members in the use of social media. The activity partner is POKDARWIS, Pipitan Tourism Village, Serang, Banten. The service activity was carried out in a workshop and attended by ten POKDARWIS Pipitan Tourism Village members. Knowledge about social media of POKDARWIS members increased by 58 percent after this workshop. The average score of participants for the post-test is 87 which is an increase from the average value of the pre-test which is 55. In addition, the activity participants also succeeded in creating marketing video content to be uploaded to social media, proving that their skills have also improved.
PEMBENTUKAN KADER PENGAWAS MINUM TABLET FE (PIL CANTIK) Margaretha Gani; Sutriyani Sutriyani; Ni Nyoman Selviyanti; Siti Nur’ain Mohamad; Sri Wahyuni Abd. Rahman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.206 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9074

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia. Di Indonesia berdasarkan data Riskesdas, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32% artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Anemia akan berdampak buruk pada remaja putri diantaranya penurunan konsentrasi belajar dan dalam jangka panjang akan berpengaruh saat kehamilan dan kelahiran seperti berisiko tinggi mengalami kematian ibu dan bayi atau bayi lahir dengan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Kader adalah warga tenaga sukarela dalam bidang kesehatan yang langsung dipilih dari para masyarakat yang tugasnya membantu dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah penyebab tejadinya anemia pada remaja putri dengan membentuk kader pengawasan minum pil cantik pada remaja putri. Tahapan kegiatan teridiri dari (1) melakukan pre-test, (2) memberikan informasi dan edukasi dalam bentuk penyuluhan (3) melakukan post-test (4) pelantikan dan penyematan PIN kader (5) melakukan pemeriksaan Hb (6) pembagian tablet tambah darah. Hasil yang dicapai yaitu adanya peningkatan pengetahuan tentang anemia dari pre-test dengan kategori baik sebanyak 14 orang (93%), kategori kurang baik sebanyak 1 orang (7%) dan setelah diberikam penyuluhan dilakukan post test menjadi meningkat dengan kategori baik sebanyak 15 orang (100%). Diperoleh kesimpulan bahwa pemberian tablet fe pada remaja putri dapat meningkatkaan kadar hemoglobin pada remaja putri dari 60% menjadi 80%.Abstract: Anemia is a health problem worldwide. In Indonesia, based on Riskesdas data, the prevalence of anemia in adolescents is 32%, meaning that 3-4 out of 10 adolescents suffer from anemia. Anemia will have a negative impact on young women, including a decrease in learning concentration and in the long term it will affect during pregnancy and birth such as being at high risk of maternal and infant mortality or babies born with LBW (Low Birth Weight). Cadres are volunteers in the health sector who are directly selected from the community whose task is to assist in the development of public health. The purpose of this community service activity is to prevent the cause of anemia in young women by forming a cadre of supervision to take beautiful pills in young women. The activity stages consist of (1) conducting pre-test, (2) providing information and education in the form of counseling (3) conducting post-test (4) inauguration and pinning of cadre PIN (5) conducting Hb check (6) distribution of blood-added tablets . The results achieved were an increase in knowledge about anemia from the pre-test with a good category as many as 14 people (93%), in the poor category as many as 1 person (7%) and after being given counseling, the post test increased with a good category as many as 15 people ( 100%). It was concluded that giving Fe tablets to adolescent girls could increase hemoglobin levels in adolescent girls from 60% to 80%.
PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI MAHASISWA BAHASA JEPANG KOTA BANDUNG UNTUK MENCIPTAKAN USAHA SAMPINGAN DI MASA KENORMALAN BARU Linna Meilia Rasiban; Juju Juangsih; Susi Widianti; Sugihartono Sugihartono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.706 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9840

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menambah wawasan, menumbuhkan semangat dan motivasi, serta untuk mengembangkan kemampuan wirausaha di kalangan mahasiswa. Hal inilah yang mendasari diadakannya kegiatan webinar online sebagai bentuk pembinaan dan model monitoring dari perkuliahan Kewirausahaan Departemen Pendidikan Bahasa Jepang di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Bandung Jawa Barat, agar mahasiswa dapat menciptakan usaha mandiri di masa Kenormalan Baru. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom, dan diselenggarakan dalam tiga rangkaian webinar yang diikuti oleh empat puluh mahasiswa dan sepuluh alumni. Mitra non-profit yang dijadikan role-model dan narasumber adalah Kirihuci Indonesia. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa dan alumni sebesar 90% dan peningkatan motivasi wirausaha 78% untuk menciptakan usaha baru dan mengembangkan usaha kecil sesuai bidang yang mereka minati, sehingga mahasiswa dan alumni memiliki strategi dalam membuka dan mengembangkan usaha kecil mereka yang akan dibina dan dimonitoring oleh tim Kewirausahaan Departemen Pendidikan Bahasa Jepang dan Kirihuchi Indonesia secara berkala.Abstract: The purpose of this online training is to add insight, foster enthusiasm and motivation, as well as to develop entrepreneurial skills among students. This is what underlies the holding of an online webinar activities as a form of coaching and monitoring model of Entrepreneurship lectures from the Department of Japanese Language Education at one of the public universities in Bandung City, West Java, so that students can create businesses in this New Normal era. The implementation of this activity itself is carried out using Zoom application, and held in four webinar series which attended by forty students and ten alumnies. The non-profit partner used as a role model and keynote speaker is Kirihuci Indonesia. The result of the implementation of this activity showed an increase in understanding of students and alumni by 90% and an increase in entrepreneurial motivation by 78% to create new businesses and develop small businesses according to their fields of interest. Then students and alumnies have formed the mindset and strategies in open and develop their new businesses. An activities will be monitored by the Entrepreneurship team of Departement of Japanese Language Education and Kirihuchi Indonesia on a regular basis.
PENINGKATAN PERAN PIMPINAN CABANG ISTIMEWA MUHAMMADIYAH DALAM INTERNASIONALISASI GERAKAN MUHAMMADIYAH Iwan Satriawan; Tanto Lailam; Nita Andrianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.749 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9373

Abstract

Abstrak: Program pengabdian internasional ini memfokuskan pada penguatan internasionalisasi gerakan Muhammadiyah bagi mitra pengabdian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman (Muhammadiyah Deutschland e.V) dengan jumlah peserta utama 25 kader. Latar belakang program ini terkait beberapa problem lemahnya pemahaman internasionalisasi gerakan dakwah. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman internasionalisasi gerakan Muhammadiyah sebagai upaya memperkuat posisi strategis PCIM pada level internasional, dan tentunya secara kelembagaan PCIM dapat diakui oleh pemerintah negara setempat (status hukum), dan memiliki amal usaha sebagai basis finansial. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan M3RR (Musyawarah dan Rencana Program, Realisasi dengan metode Focus Group Discussion, dan Rawat (Evaluasi dan Monitoring). Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman peserta aktif sebesar 9% dari rata-rata persentase pemahaman sebelum pelaksanaan sebesar 82% dan setelah pelaksanaan sebesar 91% (sangat baik). Artinya bahwa peserta mampu memahami internasionalisasi gerakan Muhammadiyah secara sangat baik, penguatan kelembagaan dan amal usaha, strategi rekrutmen kader, meningkatkan pemahaman bagaimana membangun narasi Islam berkemajuan pada level internasional melalui media digital.Abstract: The international community service program focuses on strengthening the internationalization of the Muhammadiyah movement for community partners of the Muhammadiyah Deutschland e.V (PCIM Jerman) with 25 participants/ cadres. The background of this program is related to several problems of the weak understanding of the internationalization movement. It is to strengthen knowledge the strategic position of PCIM at the international level and, of course, the legal status of PCIM from the state government and a charitable business. The method of community service by M3RR (Deliberation and Program Plans, Realization with the Focus Group Discussion, and Treatment (Evaluation and Monitoring) method. The result of this service is to increase the understanding of active participants by 9%, from the average percentage of understanding before implementation (82%) to 91% (excellent) after implementation, which means that participants can understand the internationalization of the Muhammadiyah movement very well, strengthen institutions and business charities, cadre recruitment strategies, increase understanding of how to build a progressive Islamic narrative at the international level through digital media.
IMPLEMENTASI EDUKASI MULTI PERSPEKTIF PADA REMAJA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MINAT VAKSINASI COVID-19 Dyan Fitri Nugraha; Nurul Hidayah; Muhammad Mahendra Abdi; Maulida Putri Andini; Nur Azizatun Nisa; Leny Eka Noviyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.944 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8953

Abstract

Abstrak: Survei penerimaan vaksin pada bulan September 2020 menunjukkan bahwa sekitar 27% masyarakat masih ragu untuk berpartisipasi dalam vaksinasi dan sekitar 8% yang menyatakan menolak. Hasil survei juga menunjukkan bahwa mereka yang memiliki informasi tentang vaksinasi COVID-19 cenderung lebih menerima vaksinasi COVID-19. COVID-19 masalah utama yang kerap ditemui di masyarakat adalah minimnya sosialisasi dan edukasi mengenai vaksinasi. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan memberikan sosialisasi, edukasi, serta informasi yang jelas dan benar terkait vaksin COVID-19. Hal ini pula yang dilakukan kepada para 60 siswa SMAN 3 Banjarmasin. Kegiatan ini didahului dengan pemberian pretest untuk mengukur tingkat pemahaman responden. Berdasarkan hasil pretest tersebut, materi presentasi dibuat untuk mengisi gap informasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian postest untuk melihat perubahan pengetahuan dari responden. Melalui kegiatan edukasi dari multi perspektif (Sediaan Farmasi, yakni vaksin; Kesehatan; dan Peraturan), terjadi peningkatan minat vaksinasi yang signifikan, menjadi 94,1%.Abstract: The vaccine acceptance survey in September 2020 showed that around 27% of the public still hesitated to participate in vaccination and about 8% said they refused. The survey results also show that those who have information about COVID-19 vaccinations are more likely to receive COVID-19 vaccinations. The main problem that is often encountered in the community is the lack of socialization and education regarding vaccination. These problems can be solved by providing socialization, education, and clear and correct information regarding the COVID-19 vaccine. This was also done to 60 students of SMAN 3 Banjarmasin. This activity was preceded by giving a pretest to measure the level of understanding of respondents. Based on the results of the pretest, presentation materials were made to fill the information gap. Evaluation is carried out by giving posttest to review the knowledge of the respondents. Through educational activities from multiple perspectives (Vaccines; Health; and Regulations), there was a significant increase in vaccination interest to 94.1%.
SOSIALISASI PROGRAM DARI PAPUA UNTUK SEMUA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA VAKSIN DAN VAKSINASI Achmad Suhermanto; Lila Gardenia; Tinggal Hermawan; Astuti Astuti; Ferdinand Hukama Taqwa; Hendra Poltak
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.947 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9248

Abstract

Abstrak: perikanan budidaya merupakan sektor yang prospektif dalam pemenuhan sumber pangan hewani. Intensifikasi budidaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen berdampak kepada rentannya wabah penyakit dan pengelolaan perikanan yang tidak ramah lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mensosialisasikan manfaat vaksin dan vaksinasi pada ikan kepada masyarakat khusunya pembudidaya ikan. Sosialisasi melalui desiminasi, penerapan ilmu pengetahuan maupun hasil penelitian kepada masyarakat dengan metode ceramah secara hybrid. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 1190 berasal dari 34 provinsi dengan profesi mahasiswa, penyuluh, dosen, peneliti, pelaku budidaya, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan peserta merasa antusias dengan materi yang diberikan karena materi jarang diberian dan update hasil penelitina terbaru adanya keinginan untuk kegiatan lanjutan berupa praktik dan pelatihan vaksinator.Abstract: Aquaculture is a prospective sector in fulfilling animal food sources. Intensification of aquaculture to meet consumer needs has an impact on vulnerability to disease outbreaks and environmentally unfriendly fisheries management. This community service aims to socialize the benefits of vaccines and vaccinations on fish to the community, especially fish cultivators. Dissemination through dissemination, application of knowledge and research results to the public using a hybrid lecture method. 1190 participants who took part in the activity came from 34 provinces with the professions of students, extension workers, lecturers, researchers, cultivators, and the general public. The results of the activity participants were enthusiastic about the material given because the material was rarely given and updated the results of the latest research, there was a desire for further activities in the form of vaccinator practice and training.
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DALAM MENGHADAPI SITUASI BENCANA Siti Hadijah Batjo; Gusman Arsyad; Yuli Admasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.75 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9584

Abstract

Abstrak: Krisis kesehatan terjadi akibat becana alam, bencana non alam maupun bencana sosial sering berdampak pada kesehatan reproduksi pada perempuan.Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 mengalami krisis kesehatan karena bencana alam yaitu gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang mengakibatkan 2.113 orang tewas, 1.309 orang hilang dan 4.612 orang luka-luka. Dibutuhkan kesiapsiagaan aspek reproduksi dalam menghadapi situasi bencana bagi kelompok rentan yaitu remaja putri, wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kesehatan reproduksi yaitu menyiapkan kit individu bagi remaja putri, WUS dan ibu hamil di Desa Beka sebagai daerah rawan bencana di Kabupaten Sigi. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pemerintah dan bidan Desa Beka. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari remaja putri, WUS dan ibu hamil dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan kuesioner yang dibagikan langsung kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukan bahwa 70% peserta memiliki kesiapsiagaan sedang dan 30% memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam aspek kesehatan reproduksi setelah dilakukan kegiatan.Abstract: Health crises occur due to natural disasters, non-natural disasters and social disasters often have an impact on reproductive health in women. Central Sulawesi province in 2018 experienced a health crisis due to natural disasters, namely earthquakes, tsunamis and liquefaction which resulted in 2,113 people killed, 1,309 people missing and 4,612 people injured. It requires preparedness of reproductive aspects in the face of disaster situations for vulnerable groups, namely adolescents, women of childbearing age (WCA) and pregnant women. This service activity aims to improve the preparedness of reproductive health aspects, namely preparing individual kits for adolescents, WCA and pregnant women in Beka Village as a disaster-prone area in Sigi Regency. These community service partners are the government and midwives of Beka Village. This activity was attended by 30 participants consisting of teenagers, WCA and pregnant women carried out by the method of lectures, demonstrations and questions and answers. Evaluation of activities is carried out with questionnaires that are distributed directly to participants. The results of the evaluation showed that 70% of participants had moderate preparedness and 30% had high preparedness in the aspect of reproductive health after service.

Page 94 of 309 | Total Record : 3084