cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): Desember" : 6 Documents clear
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Sejarah Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas X Fase E SMA Aini, Faridatul; Saddam, Saddam; Suratmi, Sri
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.22417

Abstract

Abstrak: Kurangnya motivasi belajar sejarah disebabkan oleh kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada guru, guru belum menggunakan model-model pembelajaran inovatif, siswa kurang tertarik terhadap media pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran sejarah melalui model pembelajaran problem based learning pada kelas X Fase E di SMA Negeri 1 Batukliang tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Mulai dari pendekatan, pelaksanaan hingga pelaporan data, kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, obervasi dan refleksi. Pengumpulan data melaui observasi dan hasil penilaian pengetahuan. Penelitian dilaksanakan di kelas X fase E dengan jumlah siswa 36 orang pada materi kehidupan manusia di Indonesia pada masa praaksara. Berdasarkan hasil analisis pengetahuan siswa dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, dimana motivasi belajar siswa pada siklus I rata-rata nilai peserta didik 80 dengan presentase ketuntasan 69,44% sedangkan siklus II mengalami peningkatan dilihat dari hasil belajar siswa rata-rata nilai 85 dengan presentase ketuntasan 97,2%. Sehingga penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Fase E.Abstract:  The lack of motivation to learn history is caused by teaching and learning activities that are still teacher-centered, teachers have not used innovative learning models, students are less interested in learning media, and the learning methods used are not to the needs of students so that the learning process becomes less effective. This study aims to increase student motivation in history subjects through a problem-based learning model in class X Phase E at SMA Negeri 1 Batukliang for the 2023/2024 academic year. The type of research used is classroom action research. Starting from approach, and implementation to data reporting, this class action research activity is carried out in as many as 2 cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation, and reflection. Data collection through observation and knowledge assessment results. The research was carried out in class X phase E with a total of 36 students on the material of human life in Indonesia during the preliteracy period. Based on the results of the analysis of student knowledge in applying the problem-based learning model can increase student learning motivation, where student learning motivation in cycle I averaged 80 student scores with a percentage of completeness of 69.44% while cycle II experienced an increase seen from student learning outcomes with an average score of 85 with a percentage of completeness of 97.2%. So that the application of the problem-based learning model can increase the learning motivation of grade X Phase E students.
Perkembangan Borneo Historical Community sebagai Komunitas Pegiat Sejarah Lokal di Kota Banjarmasin Tahun 2019-2022 Abidin, Zainal; Rochgiyanti, Rochgiyanti; Sriwati, Sriwati; Prawitasari, Melisa
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.20989

Abstract

Abstrak: Rasa ingin tahu dan minat generasi muda terhadap sejarah lokal di Kota Banjarmasin mulai memudar. Untuk mengembalikan minat yang sempat memudar serta melestarikan situs dan peninggalan sejarah tersebut, maka dibentuk lah organisasi atau komunitas yaitu Borneo Historical Community. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan, program kerja dan kendala yang dihadapi organisasi BHC dalam membangun kesadaran sejarah lokal di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, melalui tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Jenis data yang dikumpulkan menggunakan data primer dan data sekunder berupa sumber atau benda lisan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada ketua dan pendiri organisasi BHC untuk mengetahui lebih detail mengenai visi, misi, tujuan dan sejarah terbentuknya organisasi. Untuk data sekunder, penulis mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan penelitian yang dilakukan melalui studi literatur, dokumentasi dan observasi. Dalam hal ini penulis melakukan observasi dengan mendatangi langsung lokasi penelitian di tempat atau situs bersejarah yang ada di Banjarmasin, seperti Kampung Arab, Pasar Sudimampir, dan pabrik peninggalan Belanda (NV Handel Maatschappij Oentjeng). Program kerja BHC tahun 2019-2022 mengalami perkembangan meskipun pelaksanaannya masih dilakukan secara online. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain seminar atau webinar hingga pertemuan dengan komunitas pecinta sejarah di Indonesia. Pada tahun 2022, kegiatan kios buku dan pelatihan menjadi Tour Guide dilaksanakan secara offline. Kendala yang dihadapi BHC dalam melaksanakan program kerja tahun 2019-2022 adalah keterlibatan anggota dalam melaksanakan kegiatan terkadang tidak sebesar jumlah anggota yang terdaftar dalam BHC itu sendiri, sehingga terjadi ketimpangan dan ketidakselarasan dalam melaksanakan kegiatan. program kerja.Abstract: The younger generation's curiosity and interest in local history in the city of Banjarmasin has begun to fade. To restore interest that had faded and preserve the historical sites and relics, an organization or community, the Borneo Historical Community, was formed. This research aims to explain the developments, work programs and obstacles faced by the BHC organization in building local historical awareness in the City of Banjarmasin. This research uses historical methods, through heuristic, verification, interpretation and historiography stages. The type of data collected uses primary data and secondary data in the form of oral sources or objects. Primary data was collected through interviews with the chairman and founder of the BHC organization to find out more details about the vision, mission, goals and history of the formation of the organization. For secondary data, the author searched for and collected sources relevant to the research conducted through literature study, documentation and observation. In this case, the author made observations by going directly to the research location in historical places or sites in Banjarmasin, such as the Arab Village, Sudimampir Market, and the Dutch heritage factory (NV Handel Maatschappij Oentjeng). The BHC work program from 2019-2022 is experiencing development, although its implementation is still carried out online. Activities carried out include seminars or webinars to meetings with the history lover community in Indonesia. In 2022, book stall activities and training to become a Tour Guide will be carried out offline. The obstacle for the BHC when implementing the work program from 2019-2022 is that the involvement of members in carrying out activities is sometimes not as large as the number of members registered within the BHC itself, so there is inequality and misalignment when they carry out the work program.
Kurikulum Pendidikan di Malaysia: Strategi dan Pendekatan dalam Pembelajaran Sejarah Muhtarom, Herdin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.19789

Abstract

Abstrak: Pengembangan kurikulum adalah seperangkat rencana terhadap segala sesuatu yang akan dipelajari oleh siswa untuk dapat mengembangkan penalaran kritis terhadap fenomena yang terjadi. Strategi dan pendekatan pembelajaran Sejarah di Malaysia menerapkan terhadap proses pembelajaran secara langsung dan pembelajaran berbasiskan digital untuk meningkatkan rasa nasionalisme. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk untuk dapat mengetahui tentang kurikulum Pendidikan di Malaysia: Strategi dan pendekatan dalam pembelajaran Sejarah. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan studi Pustaka atau Library Research. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran Sejarah di Malaysia menerapkan pendekatan dan stategi pembelajaran berbasiskan pembelajaran digital dan pembelajaran secara langsung (observasi) seperti kunjungan ke meseum. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran Sejarah dalam kurikulum Pendidikan di Malaysia.Abstract:  The curriculum development is a set of plans for everything that students will learn to develop critical reasoning about the phenomena that occur. The History learning strategies and approaches in Malaysia apply to both direct learning processes and digital-based learning to enhance nationalism. The objective of this research is to understand the Education curriculum in Malaysia: Strategies and approaches in History education. In this study, a Literature Review or Library Research approach was used. The results of this research show that History education in Malaysia employs digital-based learning and direct learning (observation) approaches, such as museum visits, with the aim of innovating History education in the Malaysian Education curriculum.
Pengaruh Keberadaan Militer Masyarakat Minahasa dalam Stereotipe Sejarah Indonesia Masa Kolonialisme Andani, Devi; Fahruddin, Fahruddin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.20030

Abstract

Abstrak: Belanda datang ke tanah Minahasa untuk memeras tanah Minahasa yang subur dengan berbagai sumber daya alam, tetapi adanya pola perubahan sosial yang terjadi antara Belanda yang sukses “bersahabat” dengan masyarakat Minahasa. Hal ini perlahan mengubah tatanan struktur masyarakat Minahasa. Sehingga Minahasa sebagai daerah yang terkenal dengan pengaruh Belanda terbesar dan terpanjang dalam sejarah Indonesia. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang berkaitan dengan metode sejarah kritis. Langkah-langkah dalam penelitian ini dikaitkan dengan menggunakan metode penelitian historis yang meliputi: heuristik, kritik intern dan ekstern, interpretasi dan historiografi. Belanda melihat banyaknya ketidakstabilan dan pemberontakan di beberapa daerah yang terjadi dalam menguasai pemerintah Hindia Belanda dengan berinisiatif untuk melakukan perekrutan anggota militer kembali dengan cara yang lebih intensif dan selektif. Dalam proses perekrutan anggota militer Hindia Belanda yang dilakukan di Minahasa tidak diikuti dengan proses penolakan. Kehadiran Belanda dalam kehidupan masyarakat Minahasa menimbulkan stereotipe bagi masyarakat pada masa kolonialisme. Dengan adanya hal ini tentu menimbulkan paradigma dari pemikiran masyarakat masa kolonialisme. Hasil dari rekonstruksi pemikiran masyarakat Minahasa yang telah bersatu dengan Belanda tentunya menimbulkan perlawanan akan ketidaksepakataan mengenai hubungan persahabatan ini.Abstract: The Dutch came to Minahasa land to exploit the fertile Minahasa land with various natural resources, but there was a pattern of social change that occurred between the Dutch who were successful in "making friends" with the Minahasa people. This slowly changed the structure of Minahasa society. So Minahasa is an area famous for having the largest and longest Dutch influence in Indonesian history. This article uses library research methods related to critical historical methods. The steps in this research are associated with using historical research methods which include: heuristics, internal and external criticism, interpretation and historiography. The Dutch saw a lot of instability and rebellion in several areas that occurred in controlling the Dutch East Indies government and took the initiative to recruit military members again in a more intensive and selective way. The recruitment process for Dutch East Indies military members carried out in Minahasa was not followed by a rejection process. The presence of the Dutch in the lives of the Minahasan people created stereotypes for the people during colonialism. This certainly creates a paradigm for people's thinking during colonialism. The results of the reconstruction of the thoughts of the Minahasa people who had united with the Dutch certainly gave rise to resistance and disagreement regarding this friendly relationship.
BATIK TULIS MERANGIN: ITS CHARACTERISTICS AND POTENTIAL Silitonga, Gihon; Rukmana, Lisa
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.19720

Abstract

Abstrak: Batik tulis Merangin merupakan salah satu kearifan lokal dari yang di miliki oleh masyarakt Merangin yang mulai dirintis pada tahun 1995 di Sanggar Hafsyah yang menjadi cikal bakal dari adanya batik tulis Merangin. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tentang ciri dan potensi batik Merangin. Dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara oleh pengerajin batik yang ada di Merangin. Hasil dari penelitian ini adalah batik Merangin saat ini telah memiliki 14 motif dengan ciri khasnya yaitu setiap motif berdiri sendiri dan tidak berikat satu sama lain yang mnegambarkan kekayaan alam dan kearifan masyarkat Merangin. Kemudian batik Merangin juga memiliki potensi yang bagus dengan dukungan pemerintah Merangin dan atusias masyarakat Merangin dalam mengunakan kain batik Merangin.Abstract: Merangin written batik is one of the local wisdoms owned by the Merangin community which was pioneered in 1995 at the Hafsyah Studio which became the forerunner of the existence of Merangin written batik. The purpose of writing this article is to find out about the characteristics and potential of Merangin batik. By using a qualitative descriptive approach method, data collection was carried out by observing and interviewing batik craftsmen in Merangin. The results of this study are that currently, Merangin batik has 14 motifs with their distinctive characteristics, namely that each motif is independent and not bound to one another which depicts the natural wealth and wisdom of the Merangin people. Then Merangin batik also has good potential with the support of the Merangin government and the enthusiasm of the Merangin community in using Merangin batik cloth.
PEMETAAN POLA PENGGUNAAN APLIKASI RUANGGURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA DI KOTA BANDUNG Tanjung, Irsa Fathiyaa Yusrina; Nurdin, Kurniati; Ma’mur, Tarunasena; Solihah, Labibatus
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.12194

Abstract

Abstrak: Ruangguru sebagai perusahaan edutech yang eksis sejak awal pandemi Covid-19 telah memberikan dukungan bagi pembelajaran online termasuk dalam pelajaran sejarah. Bagaimanapun juga, studi mengenai pola penggunaannya seperti fitur yang umumnya digunakan dan motivasi penggunaannya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola siswa SMA di Kota Bandung sebagai pengguna aplikasi Ruangguru. Metode survey dengan pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 94 responden yang mengisi kuesioner online melalui google form. Dari studi tersebut dapat disimpulkan (1) terdapat tiga fitur yang paling diminati oleh siswa dari layanan pendidikan maya ini yaitu ruangguru private, bank soal dan roboguru. (2) Mayoritas pengguna aplikasi Ruangguru adalah kelas XII yang mana hal ini disebabkan oleh tersedia paket bundling untuk SBMPTN dan SNMPTN. (3) Terdapat kelebihan dan kekurangan dari setiap fitur yang disediakan.Abstract: Ruangguru as an edutech company that has existed since the beginning of the Covid-19 pandemic has provided support for online learning, including in history lessons. However, studies regarding usage patterns such as features commonly used and motivations for use have not been extensively studied. This study aims to explore the pattern of high school students in the city of Bandung as users of the Ruangguru application. A survey method with a quantitative approach was used involving 94 respondents who filled out an online questionnaire via the Google form. From this study it can be concluded (1) there are three features that students are most interested in from this virtual education service, namely Ruangguru Private, question bank and roboguru. (2) The majority of Ruangguru application users are class XII, which is due to the availability of bundling packages for SBMPTN and SNMPTN. (3) There are advantages and disadvantages of each feature provided.

Page 1 of 1 | Total Record : 6