cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Juli" : 7 Documents clear
PENYULUHAN POLA KOMUNIKASI DAN LITERASI KESEHATAN SEKSUAL REMAJA DI KOTA MAKASSAR Zulkarnain Hamson; Andi Maryam; Andi Atrianingsi; Rahmawati Rahmawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.199 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1499

Abstract

Abstrak: Istilah pola  komunikasi biasa  disebut  juga  sebagai model tetapi maksudnya sama,  yaitu  sistem yang  terdiri atas  berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Pola komunikasi dalam komunitas dapat digunakan sebagai cara untuk meneliti penerapan komunikasi yang terbangun dan berjalan, juga menjadi ciri berlangsungnya kehidupan organisasi itu. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi terkait bagaimana pola komunikasi bisa diterapkan dalam komunitas. Diperlukan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan komunitas. Defenisi komunitas adalah sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah atau organisasi yang memiliki tujuan tertentu karena latar belakang minat yang sama. Dalam komunitas terjadi proses interaksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pengetahuan juga arahan, kepada remaja yang tergabung dalam Komunitas Pecandu Aksara Kota Makassar, agar dapat membantu mereka mengenali literasi kesehatan, yang selama ini menjadi bacaan, juga mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terbentuk di dalam komunitas itu. Abstract:  The term communication pattern is commonly referred to as a model but the intention is the same, namely a system consisting of various components related to each other to achieve goals. Communication patterns in the community can be used as a way to examine the application of communication that is built and running, also characterizes the life of the organization. Many activities are carried out to identify how communication patterns can be applied in the community. An understanding of what is meant by the community is needed. Community definition is a group of people who are members of a forum or organization that has a specific purpose because of the same background of interest. In the community there is an interaction process. Community Service Activities (PKM) aims to provide knowledge as well as direction, to adolescents who are members of the Makassar Literacy Addict Community, in order to help them recognize health literacy, which has been a reading, and also know how communication patterns are formed within the community. 
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA MUTU DAN DAYA PIKAT KEMASAN PRODUK Syurwana Farwita Samuddin; Beddu Lahi; Ramli Toalib; Gazali Gazali
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.187 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1519

Abstract

Keberhasilan suatu produk di pasar, didukung beberapa hal penting, diantaranya kemasan. Peran penting kemasan pada sebuah produk yang akan dijual. Selain bisa menambah nilai estetika, desain kemasan juga bisa menarik perhatian sekaligus bahan promosi.Selain itu produk yang sudah memasuki proses kemas biasanya juga bisa bertahan lebih lama serta bisa melindungi produk dari bahaya kerusakan saat proses pendistribusian. Kemasan adalah pembungkus atau wadah yang biasa dimanfaatkan untuk mencegah atau meminimalisasi adanya kerusakan pada barang di dalamnya. Adapun definisi pengemasan adalah suatu proses memberi wadah atau pembungkus untuk suatu produk. Misalnya, melindungi dari sinar matahari secara langsung, kelembaban udara, oksigen, pemcemaran dari virus atau kumas, dan benturan. Pengemasan produk bisa digunakan sebagai media petunjuk bagi konsumen melalu informasi atau tanda yang terdapat pada kemasannya. Berdasarkan pertimbangan itu, Dosen Universitasn Indonesia Timur (UIT) Makassar, yang terdiri dari dosen Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menggelar sosialisasi akan pentingnya mewujudkan kemasan produk yang baik, kepada sejumlah Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kota Makassar, dihadiri kurang lebih 15 pelaku usaha.
PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI DALAM KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR INPRES 12 KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT Ihsan Ihsan; Leo Pratama; Rizal Hermawan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.235 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1544

Abstract

Abstrak: Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan kemampuan menulis atau dapat disebut dengan melek aksara atau keberaksaraan. Perkembangan kurikulum pendidikan di sebuah negara akan selalu terjadi. Di Indonesia terjadi perkembangan kurikulum yang pesat yang disesuaikan dengan perkembangan dunia. Dalam tulisan ini hanya akan dibicarakan tentang literasi dalam keterampilan. Pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa tahap Tahapan pertama adalah kegiatan awal yakni observasi, tahapan kedua adalah kegiatan inti yakni penyuluhan, dan tahapan ketiga adalah kegiatan akhir yakni evaluasi kegiatan. Instrumen yang digunakan adalah pre test dan post test. Pre test post test .Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan kompetensi literasi dalam keterampilan membaca  pada siswa kelas IV SD Inpres 12 Kabupaten Sorong Papua Barat.Abstract: Literacy can be interpreted as the ability to read and the ability to write or can be called literacy or literacy. The development of educational curricula in a country will always occur. In Indonesia there is a rapid development of the curriculum that is adapted to world developments. In this paper we will only talk about literacy in skills. Sampling was carried out with several stages. The first stage was the initial activity ie observation, the second stage was the core activity namely counseling, and the third stage was the final activity namely the evaluation of activities. The instruments used were pre test and post test. Pre test post test. The results of this study indicate that there is an increase in literacy competence in reading skills in fourth grade students of SD Inpres 12, Sorong Regency, West Papua.
PELATIHAN PEMANFAATAN GULMA ECENG GONDOK SEBAGAI PUPUK ALTERNATIF Ainun Ayu Lestari; Muhammad Basir Muslimin; Rosmiati Rosmiati; Faizah Mahi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.594 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1526

Abstract

Abstrak: Eceng Gondok sebagai masalah bagi jaringan drainase, di Kota Makassar, juga dirasakan oleh berbagai negara di dunia. Di Amerika tanaman eceng gondok dengan nama latin Eichornia crassipes, sejak 1960 oleh pemerintah telah berdiri  Water Hyacinth Society yang merupakan asosiasi para ilmuwan, praktisi dan pengusaha untuk mengontrol atau menanggulangi masalah penyebaran eceng gondok. Asosiasi ini kemudian berganti nama menjadi Aquatic Plant management Society (APMS) yang meliputi pengkajian aspek-aspek biologis, ekologis dan pengontrolan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan air pada umumnya dan tidak hanya terbatas pada eceng godok. Penelitian mengenai aspek-aspek ekologi eceng gondok di Indonesia sampai saat ini masih belum banyak dilakukan orang, padahal sebagai tanaman yang mengepung di permukaan air ini, memiliki nilai penting yang tinggi, terutama untuk pipik alternatif. Penyebarannya yang cukup luas, penyesuaiannya yang baik terhadap lingkungan, gangguan dan kerugian yang sangat berarti yang dapat ditimbulkannya, cara pengendaliannya yang sulit dan cara pemanfaatannya yang belum diketahui dengan baik sebenarnya merupakan alasan-alasan yang menarik untuk memanfaatkan tanaman ini secara menyeluruh. Salah satunya dengan melatih masyarakat, menjadikannya sebagai pupuk alternatif. Abstract: Water hyacinth as a problem for the drainage network, in Makassar City, is also felt by various countries in the world. In America the water hyacinth plant with the Latin name Eichornia crassipes, since 1960 the government has established the Water Hyacinth Society which is an association of scientists, practitioners and entrepreneurs to control or overcome the problem of the spread of water hyacinth. The association later changed its name to the Aquatic Plant Management Society (APMS) which included the study of biological, ecological aspects and controlling the growth of aquatic plants in general and was not limited to water hyacinth. Research on the ecological aspects of water hyacinth in Indonesia to date has not been done by many people, even though as a plant that surrounds the surface of this water, it has a high importance, especially for alternative piping. Its wide distribution, its good adaptation to the environment, significant disturbance and loss that can be caused by it, how to control it is difficult and how to use it that is not well known are actually interesting reasons to utilize this plant as a whole. One of them is by training the community, making it an alternative fertilizer
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN TERHADAP PROBLEMATIKA NIKAH DINI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA M.Ulfatul Akbar Jafar; Mardiah Mardiah; M. Taufik Rachman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.011 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1554

Abstract

Abstrak: Fokus kegiatan ini adalah pada sosialisasi undang-undang (UU) nomor  1(satu) tahun 1974 tentang perkawinan, lebih spesifik lagi terkait pasal 7 (tujuh) ayat (1) tentang batas minimum usia perkawinan, yang sebelumnya (sebelum revisi) bahwa, batas usia perkawinan bagi perempuan dan laki-laki adalah 19 tahun. Dalam pelaksaan kegiatan dilakuakn dengan cara turun langsung ke lapangan,melakukan sosialisasi bertemu secara langsung dengan warga masyarakat desa Dangiang kecamatan kayangan kabupaten Lombok Barat, kegiatan ini dilakukan di aula gedung serba guna desa Dangiang. Pernikahan dini sendiri menjadi masalah yang serius yang terjadi pada masyarakat desa Dangiang sebab tidak sedikit anak-anak dibawah umur di desa dangiang melewati masa mudanya dengan mengendong anak (menikah dini) sehingga berpengaruh pada kesiapan mental dan fisik mereka, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah pendampingan kepada orang tua serta anak muda baik berupa pembinaan ataupun sosialisasi. Berdasarkan temuan lapangan bahwa tidak sedidkit masyarakat tidak memahami aturan Negara (UU) terkait dengan perkawinan, hal ini bias dipahami karena kurangnya sosialisasi dari instansi terkait, tingkat pendidikan yang masih rendah serta letak geografis yang  sulit dan jauh dari pusat kota. Oleh karena itu kesimpulannya bahwa kedepannya perlu adanya pembinaan,pendampingnan terhadap masyarakat desa dangiang khusunya didalam memahami aturan perkawinan serta dampak daripada pernikahan dini.Abstract: The focus of this activity is on the socialization of Law number 1 of 1974 concerning marriage, more specifically related to article 7 paragraph (1) concerning the minimum age of marriage which was previously (before revision) that, the marriage age limit for women is 16 years whereas for men is 19 years, after having been revised and approved on 16 September 2019 then the minimum limit for women and men is 19 years. In carrying out the activities carried out by going straight to the field, conducting socialization meet directly with the citizens of the village of Dangiang, the district of heaven in West Lombok regency, this activity was carried out in the hall of the Dangiang village multipurpose building. Early marriage itself becomes a serious problem that occurs in the Dangiang village community because not a few children under age in the village of Dangiang through their youth by holding children (married early) so that it affects their mental and physical readiness, therefore it is necessary to assist parents and young people in the form of coaching or outreach. Based on field findings that not a little people do not understand the State rules (Laws) related to marriage, this bias can be understood because of the lack of socialization from related agencies, the level of education is still low and the geographical location is far from the city center. Therefore, the conclusion is that in the future there needs to be guidance, assistance to the village community especially in understanding the rules of marriage and the impact of early marriage.
PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA BAGI PELAJAR DAN REMAJA Jurnal Syarif; Ardiansah Hasin; Suharsih Thahir; Nardin Nardin; Muhammad Khaerul Nur
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.994 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1545

Abstract

Abstrak: Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif) merupakan suatu pola perilaku yang bersifat patologik, dan biasanya dilakukan oleh individu yang mempunyai kepribadian rentan atau mempunyai resiko tinggi, dan jika dilakukan dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan gangguan bio-psiko-sosial-spiritual. NAPZA bersifat psikotropika dan psikoaktif yang mempunyai pengaruh terhadap sistem syaraf dan biasanya digunakan sebagai analgetika (pengurang rasa sakit) dan memberikan pengaruh pada aktifitas mental dan perilaku serta digunakan sebagai terapi gangguan psikiatrik pada dunia kedokteran. Secara farmakologik, yang termasuk NAPZA antara lain ganja, morfin, sabu, ekstasi, marijuana, putau, kokain, pil koplo, dan sebagainya. Obat-obatan ini termasuk dalam daftar obat G yang artinya dalam penggunaannya harus disertai dengan kontrol dosis yang sangat ketat oleh dokter. Pelajar (siswi) adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah atas. Siswa adalah komponen dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya menjalani proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Penyuluhan ini menempatkan pelajar sebagai suatu komponen ditinjau dari pendekatan sosial, dan psikologis. Abstract:  Drug Abuse (Narcotics, Psychotropic, and Addictive Substances) is a pattern of behavior that is pathological, and is usually carried out by individuals who have vulnerable or high-risk personalities, and if done within a certain period of time will cause bio-psycho-social disorders -spiritual. NAPZA is psychotropic and psychoactive which has an influence on the nervous system and is usually used as an analgesic (pain relief) and has an effect on mental activity and behavior and is used as a psychiatric disorder therapy in the medical world. Pharmacologically, drugs including marijuana, morphine, methamphetamine, ecstasy, marijuana, putau, cocaine, koplo pills, and so on. These medicines are included in the list of G medicines, which means that in their use they must be accompanied by very strict dose control by a doctor. Student (student) is a term for students at the junior and senior high school level. Students are a component of the education system, which subsequently goes through an educational process, so that they become qualified human beings in accordance with national education goals. This counseling places students as a component in terms of social and psychological approaches.
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DAN ANORGANIK SEBAGAI TRANSMODE UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS MASYARAKAT PANTAI GONDARIA PARIAMAN Wince Hendri; Rona Taula Sari; Erman Har; Gusmaweti Gusmaweti; Azrita Azrita; Lisa Deswati; Nawir Muhar; Retti Yuselmi; Nuriadilla Nuriadilla; Khoirirafika Khoirirafika
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.127 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1638

Abstract

Abstrak: Upaya pelestarian dan pemeliharaan lingkungan agar terbebas dari limbah yaitu dengan cara pengolahan limbah dengan pola 3R. Konsep 3R mendorong masyarakat melakukan penanganan limbah dari sumbernya seperti pemilahan limbah dan pengemasan limbah dengan benar, mendorong penerapan konsep pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema ”Berkarya Tanpa Batas” merupakan kegiatan pengolahan limbah organik dan limbah anorganik yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreatifitas masyarakat dalam penanganan limbah sehingga menambah wawasan masyarakat terhadap limbah yang dibuat dapat dijadikan kerajinan yang mempunyai nilai seni atau trash mode. Produk olahan sampah organik dan anorganik masyarakat terdiri dari tas dan bunga yang terbuat dari plastik. Sementara itu, kulit daun bawang putih diolah menjadi bunga. Pengolahan batok kelapa menjadi celengan, gelas, gantungan kunci, sendok, dan souvenir lainnya. Abstract: Efforts to preserve and preserve the environment so that it is free from waste is by way of waste treatment with the 3R pattern. The concept of 3R encourages people to handle waste from its source such as waste segregation and packaging of waste properly, encouraging the application of the concept of using waste that has economic value. Community Service with the theme "Working Without Borders" is an organic waste and inorganic waste treatment activity that aims to improve the skills and creativity of the community in handling waste so as to increase people's insight into the waste that can be made into handicrafts that have artistic value or trash mode. The processed organic and inorganic waste products of the community consist of bags and flowers made of plastic. Meanwhile, the skin of garlic leaves is processed into flowers. Processing coconut shells into piggy banks, cups, key chains, spoons, and other souvenirs.

Page 1 of 1 | Total Record : 7