cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
​​THE IDENTIFICATION OF COMPONENTS, LANGUAGE FUNCTIONS, AND LANGUAGE EXPRESSIONS OF FIVE-STAR HOTEL WEBSITES IN SOUTH BALI Kadek Mastini Weda Safitri
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40367

Abstract

Abstrak: Di era digital, website hotel menjadi media penting dalam komunikasi dan promosi industri perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen website, fungsi bahasa, dan ekspresi bahasa yang digunakan pada website hotel bintang lima di Bali Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis lima website hotel, yaitu Bvlgari Resort Bali, The Mulia Bali, The St. Regis Bali Resort, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, dan Ayana Resort Bali. Analisis dilakukan menggunakan teori 4As pariwisata dari Sugiama (2019), yang mencakup attraction, amenities, access, dan ancillary services, serta teori fungsi bahasa Roman Jakobson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh website hotel memuat empat komponen 4As dengan total 20 temuan. Komponen amenities menjadi yang paling dominan karena website banyak menampilkan fasilitas akomodasi, kuliner, spa, kebugaran, dan layanan mewah. Selain itu, enam fungsi bahasa Jakobson ditemukan dengan total 30 temuan, dengan fungsi emotif, referensial, dan konatif sebagai fungsi yang paling dominan. Penelitian ini juga menemukan empat kategori ekspresi bahasa, yaitu welcoming, introducing, inviting, dan commanding expressions. Inviting expressions menjadi kategori yang paling dominan karena penggunaan bahasa persuasif untuk menarik pengunjung. Penelitian ini menunjukkan bahwa website hotel bintang lima di Bali Selatan mengombinasikan komunikasi informatif dan persuasif untuk membangun citra kemewahan dan menarik wisatawan potensial.
Peran Duta Literasi sebagai Inovasi Gerakan Literasi di SMK Ma’arif NU Tirto Ika Yuni Syahra Rahmawati; Nabila Rahma Wardani; Tiyas Tri Anggraini; Aghni Fuadah Tsania; Syifa Azzahra; Rissa Shofiani
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40564

Abstract

Literasi merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan belajar peserta didik di era digital. Namun, rendahnya minat baca masih menjadi tantangan yang dihadapi berbagai lembaga pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi adalah melalui program Duta Literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Duta Literasi sebagai inovasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK Ma'arif NU Tirto. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Duta Literasi menjadi bentuk apresiasi yang mampu meningkatkan motivasi siswa untuk membaca, mengunjungi perpustakaan, dan aktif mengikuti kegiatan literasi. Program ini juga berkontribusi dalam membangun budaya literasi yang lebih positif melalui pemberian penghargaan kepada siswa yang menunjukkan keterlibatan tinggi dalam aktivitas literasi. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa hambatan, seperti rendahnya minat baca sebagian siswa, keterbatasan jaringan internet, dan belum optimalnya konsistensi pelaksanaan kegiatan literasi di beberapa kelas. Oleh karena itu, penguatan program Duta Literasi diperlukan untuk mendukung keberlanjutan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Uslub (Gaya Bahasa) Kajian Ilmu Bayan Pada Buku Retorika Berbahasa Arab Karya Dr. H. Mardjoko Idris, M.Ag. Fatimah Az Zahrah; Hafidah Hafidah; Muhammad Nanang
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40495

Abstract

Artikel ini membahas tentang uslub (gaya bahasa) kajian ilmu bayan pada buku retorika berbahasa Arab dan kaitanya dengan ilmu Balaghah karya Dr. H. Mardjoko Idris, M.Ag Kata (al-bayan) dalam makna bahasa adalah fashihah. Sedangkan al-Bayan menurut istilah ilmu Balaghah adalah kaidah-kaidah untuk mengetahui cara menyampaikan sebuah pikiran dengan cara yang bermacam macam yang dimaksud dengan al makna al wahid adalah satu pemikiran namun dapat disampaikan dengan beberapa gaya bahasa. Para ahli balaghah, sepakat bahwa kajian dalam ilmu bayan, mencangkup tiga hal yaitu: (at-Tasybih), (al-Majaz), (al-Kinayah). sedangkan dalam buku ini membicarakan empat bahasan yaitu Al-Uslub, At-Tasybih, Al-Majaz, dan Kinayah. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian, manfaat, serta contoh dari gaya bahasa ilmu bayan pada pembahasan buku kajian ilmu bayan dalam retorika bahasa Arab. Sedangkan buku tersebut dibuat untuk bahan bacaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Agama Islam. pendekatan yang digunakan didalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif-analitis. Pembicaraan empat bahasan tersebut dapat menambah pengetahuan pembaca terlebih terbait apa saja cakupan ilmu bayan dalam ilmu Balaghah. Kesimpulan pada penelitian buku ilmu bayan Retorika Bahasa Arab ini memuat kajian kajian dalam ilmu bayan dengan penyajian yang sangat dasar dan sederhana
DEKONSTRUKSI IDENTITAS DALAM LANSKAP LINGUISTIK: ANALISIS SEMIOTIKA-FILOSOFIS AKSARA BALI DI RUANG PUBLIK I Nengah Sueca; Ahmad Abdan Syakur; Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti; Kadek Wirahyuni; I Made Sutama
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aksara Bali dalam lanskap linguistik ruang publik, mengungkap makna semiotika-filosofis yang terkandung di dalamnya, serta memahami aksara Bali dalam merepresentasikan dan mendekonstruksi identitas budaya masyarakat Bali di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif interpretatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Objek penelitian meliputi papan nama sekolah, tempat suci, papan nama jalan, dan kantor pemerintahan di wilayah Denpasar, Karangasem, dan Bangli. Analisis data mengintegrasikan kerangka linguistik lanskap, semiotika, dekonstruksi, dan teori modal simbolik untuk membaca makna tanda, representasi identitas, dan relasi kekuasaan dalam penggunaan aksara Bali di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama kehadiran aksara Bali dalam lanskap linguistik ruang publik. Pertama, posisi dominan-sakral pada ruang keagamaan, aksara Bali memiliki otoritas simbolik penuh sebagai bagian dari sistem kepercayaan dan kosmologi masyarakat Bali. Kedua, posisi subordinat-dekoratif pada ruang pendidikan, pemerintahan, dan ruang publik umum, yang mana huruf Latin mendominasi sebagai sistem keterbacaan utama sementara aksara Bali berperan sebagai penanda identitas etnis yang bersifat representasional. Ketiga, posisi komodifikasi-performatif pada ruang wisata, yang mana aksara Bali difungsikan sebagai penanda eksotisme budaya yang bernilai jual dalam industri pariwisata. Temuan ini menunjukkan bahwa aksara Bali telah mengalami pergeseran dari sistem tulisan tradisional yang fungsional-komunikatif menuju medan produksi makna yang bersifat simbolik, ideologis, dan performatif. Identitas budaya Bali tidak hadir sebagai entitas yang esensial dan final, melainkan sebagai konstruksi semiotik yang terus diproduksi ulang dan didekonstruksi melalui interaksi antara tradisi, modernitas, birokrasi, dan globalisasi dalam lanskap linguistik ruang publik kontemporer.
Budaya Literasi sebagai Sarana Pembentukan Karakter Siswa SMP Negeri 02 Kajen Alfi Rahmah Fadilah; Aas Khofiyya; M. Fatih Fuadi; Luthfi Hafitza; Azzahro Nadiah Muchtar; Rissa Shofiani
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan budaya literasi serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMP Negeri 02 Kajen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca peserta didik yang masih menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia, sehingga diperlukan pembiasaan literasi sebagai upaya menumbuhkan karakter positif di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 30 peserta didik kelas VII A sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap guru Bahasa Indonesia, petugas perpustakaan, dan ketua kelas untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan program literasi serta dampaknya terhadap karakter peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi berupa pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan mampu menumbuhkan karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Meskipun tidak seluruh peserta didik memiliki minat baca yang tinggi pada awal pelaksanaan program, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu membentuk karakter positif melalui proses pembiasaan yang berlangsung secara terus-menerus. Temuan ini sejalan dengan teori pendidikan karakter Thomas Lickona yang menekankan bahwa karakter terbentuk melalui pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Dengan demikian, budaya literasi tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah..Kata kunci: : budaya literasi, pembentukan karakter, pendidikan karakter, SMP
Menakar Makna Literasi: Studi Fenomenologi Pengalaman Siswa SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni Dwi Regita Rizain; Farkhatania Farkhatania; Muhammad Amir Mahmud; Muhammad Farhan AL-ayubi; Muhammad Daniel Firdaus; Rissa Shofiani
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40524

Abstract

Abstrak : Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan makna literasi berdasarkan pengalaman siswa SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni dalam program literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dilakukan dengan wawancara, observasi terhadap siswa dan guru SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni. Data yang diperoleh kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan disertai dengan kesimpulan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah dilaksanakan melalui membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kebebasan memilih bahan bacaan. Siswa memaknai literasi sebagai sarana pengembangan diri dan dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kendala tang mengatasi keterbatasan koleksi buku, serta belum adanya program literasi secara rutin. Penelitian ini memberikan beberapa solusi yang bisa dilakukan oleh SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni dalam untuk mendukung program literasi yang lebih baik lagi.   Abstrak:  Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan makna literasi berdasarkan pengalaman siswa SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni dalam program literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dilakukan melalui wawancara, observasi siswa dan guru SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tulisan disertai dengan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah dilakukan melalui membaca selama 15 menit sebelum belajar Bahasa Indonesia dengan kebebasan memilih bahan bacaan. Siswa mengartikan literasi sebagai sarana pengembangan diri dan dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan koleksi buku, serta kurangnya program literasi rutin. Penelitian ini memberikan beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni untuk mendukung program literasi yang lebih baik. 
Activating Critical Thinking Skills through Stand-Up Comedy in the EFL Classroom: A Discourse Analysis of Gabriel Iglesias' "Gabriel Goes to India" Yusuf Al Arief; Sartika - Hijriati; Ika Susanti; Dian Karina
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40448

Abstract

Critical thinking skills (CTS) are competencies explicitly prioritized in Indonesian higher education. However, EFL classrooms generally lack evidence-based approaches to developing these skills through authentic materials. Previous studies have documented the affective benefits of humor in language teaching (Arief, 2023; Saito et al., 2025) and established that humor processing involves cognitive operations such as incongruity detection and stereotype evaluation (Attardo, 2020; Tsakona, 2020a). However, no study has systematically mapped the discourse features of stand-up comedy texts to CTS components for the benefit of EFL pedagogy. This study fills this gap by analyzing Gabriel Iglesias' stand-up comedy special "Gabriel Goes to India" using Facione's (1990) CTS taxonomy. Using qualitative discourse analysis guided by Attardo's (2020) General Theory of Verbal Humor, this study identified five categories of discourse features in the transcripts: cultural stereotyping, incongruity and script opposition, subversive humor, intertextual references, and cross-cultural meta-commentary. Each category activated specific components of CTS: cultural stereotyping activated evaluation; incongruity activated analysis and inference; subversive humor activated interpretation; intertextuality required a shift from cultural literacy to critical literacy; and cross-cultural reflection activated self-regulation. Based on these findings, this study proposes a pedagogical framework that maps these discourse features to CTS components, along with suggested classroom activities for the Indonesian EFL context.
WOMEN'S EMPOWERMENT IN LANCÔME'S "IT'S WITHIN YOU" CAMPAIGN: AN APPRAISAL ANALYSIS AND CRITICAL DISCOURSE PERSPECTIVE Novianti Ari Astiti; Fariq Shiddiq Tasaufy
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40572

Abstract

The study investigates the representation of women’s empowerment through evaluative language in the Lancôme “It’s Within You” campaign. The study applies Appraisal Theory (Martin & White, 2005) and Critical Discourse Analysis (Fairclough, 1995) within a qualitative case study design and interpretative paradigm. The data consist of verbal expressions taken from four campaign video domains featuring female brand ambassadors: Penelope Cruz, HoYeon Jung, and Joy Sunday. The analysis examines Attitude, Engagement, and Graduation resources to uncover how evaluative language constructs ideological meanings of empowerment. The findings reveal that empowerment is primarily constructed through emotional resilience, self-confidence, authenticity, and personal agency. Using Kabeer’s framework, the discourse represents empowerment through resources, agency, achievements, and disempowerment, with agency emerging as the dominant dimension. However, the campaign also presents ambivalent representations in which empowerment is accompanied by insecurity, emotional regulation, and subtle expectations toward femininity. The study demonstrate that empowerment is framed as internal psychological transformation rather than structural social change, reflecting a postfeminist and depolitization discourse that individualizes women’s struggles and commodifies emotional experiences. This research showing how Appraisal subsystems operate to construct ideological meanings. It also uses Critical Discourse Analysis by revealing how evaluative language functions ideologically in constructing women’s empowerment within contemporary beauty advertising discourse.
Pemanfaatan Hutan Sagu sebagai Sumber Belajar Kontekstual pada Mata Pelajaran IPAS Materi Komponen Biotik dan Abiotik bagi Murid Kelas IV SD Negeri 3 Mimika Lusia Bolly; Wigati Yektiningtyas; Ode Jamal; Budi Rahayu
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40492

Abstract

This study examines the integration of local wisdom values of the Kamoro Tribe (Mimika Wee) into Natural and Social Science (IPAS) learning for fourth-grade students at SD Negeri 3 Mimika, Central Papua, specifically on biotic and abiotic components. Sago (Metroxylon sagu) is a central element in the lives of the Kamoro people, representing a complex interaction between living organisms (biotic) and their environment (abiotic). This research employs descriptive qualitative methods with an ethnopedagogical approach involving literature review, participatory observation in sago groves, and in-depth interviews with the fourth-grade teacher and Kamoro traditional elders. The findings reveal that: (1) utilizing the sago forest as a contextual learning resource successfully transforms abstract biotic-abiotic concepts into concrete and meaningful learning experiences; (2) the integration of Kamoro ethnoscience effectively enhances student engagement and conceptual understanding; and (3) this approach aligns with the Merdeka Curriculum's demands in fostering the Pancasila Student Profile, particularly the dimensions of faith, piety to God Almighty, and noble character (sub-element of environmental stewardship), global diversity, and mutual cooperation. The implications of this study support the development of locally-contextualized IPAS teaching modules based on local ethnoscience, relevant for students in Papua's coastal regions.
Efektifitas Penggunaan Problem Based Learning Berbasis Media Kerang Terhadap Minat Belajar Perkalian Bagi Murid Kelas III SD Sandra Tehuayo; Triwiyono Triwiyono; Suwita Suwita; Wigati Yektiningtyas
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40284

Abstract

This study aimed to analyze the effectiveness of a shell-media-based Problem Based Learning (PBL) model in improving multiplication learning interest among third-grade students at SD YPPK St. Yosep Tipuka-Timika. The research employed a quantitative approach using a Pre-Experimental One-Group Pretest–Posttest Design. The sample consisted of 25 students selected through purposive sampling. Data were collected using a mathematics learning interest questionnaire covering the dimensions of enjoyment, attraction, attention, and involvement. Data analysis was conducted using descriptive statistics and inferential statistics through the Shapiro–Wilk normality test and paired sample t-test. The results showed that the average learning interest score increased from 31.24 in the pretest to 45.88 in the posttest, representing a 46.86% improvement. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between students’ learning interest before and after the treatment. Furthermore, the distribution of learning interest categories changed substantially, with 64% of students initially categorized as having low learning interest, while 88% were categorized as having high learning interest after the intervention. Therefore, the shell-media-based Problem Based Learning model was proven effective in enhancing elementary school students’ interest in learning multiplication.