cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): November" : 87 Documents clear
SENTUHAN KASIH IBU, UPAYA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN PIJAT BAYI PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI DESA SELEBUNG KETANGGA, KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Catur Esty Pamungkas; Aulia Amini; Cyntiya Rahmawati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.626 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3223

Abstract

ABSTRAKBayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya terpenuhi, yaitu  asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah adalah kebutuhan akan stimulasi dini. Pemberian stimulasi dini yang sesuai akan memungkinkan terbentuknya etika, kepribadian yang baik, kecerdasan, kemandirian, keterampilan dan produktivitas yang baik. Efektifitas pijat bayi memberikan manfaat pada perkembangan motorik sangat baik pada anak usia 8-28 hari dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan stimulasi pijat bayi (Rizki, 2017). Melalui pemijatan peredaran darah akan lancar, Salah satu zat penting yang dibawa adalah oksigen. Terpenuhinya oksigen diotak secara cukup membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin baik(Sembiring, 2017). Solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu “Sentuhan Kasih Ibu” Upaya Stimulasi Tumbuh Kembang anak dengan Pijat Bayi yang dilakukan Pada Anak Usia 0-3 Tahun di Desa Selebung Ketangga di Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Tujuan pengabdian ini memberikan informasi bagi masyarakat terutama orang tua mengenai manfaat setiap langkah dari pijat bayi. Tim PKMS akan memberikan pelatihan langsung kepada ibu yang akan dipraktikkan oleh narasumber yang berpengalaman, memiliki bidang ilmu yang sesuai dan telah mendapatkan pelatihan pijat bayi sebelumnya, sehingga setiap informasi diberikan oleh orang yang tepat. Setelah diberikan pelatihan pijat bayi tersebut, diharapkan ibu dapat mempraktikan sendiri pijat bayi di rumah.Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 32 balita. Hasil pengadian didapatkan terbanyak responden 12-24 sebanyak 19 balita (59,4%). Hasil pre test didapatkan 23 responden memiliki pengetahuan kurang dan post test sebagian besar pengetahuan cukup sebanyak 18 responden. Hasil follow up kemampuan pijat bayi didapatkan 24 reponden mampu melakukan pijat bayi dengan benar. Kata kunci: stimulasi tumbuh kembang; bayi; pijat bayi. ABSTRACTBabies can grow and develop well if their basic needs, which are teasers, love and foster. The need for sharpening is the need for early stimulation. Providing first inspiration appropriate will enable the formation of ethics, a good personality, intelligence, independence, skills and good productivity. The effectiveness of baby massage provides benefits to motor development is very good in children aged 8-28 days compared with children who do not give stimulation of baby massage (Rizki, 2017). Through massage, the blood circulation will be smooth. One of them the essential substance carried is oxygen. Fulfilment of oxygen in the brain is sufficient to make the baby's concentration and alertness are getting better (Sembiring, 2017). The solution to the problem offered is the "Touch of Mother's Love" Efforts to Stimulate Child Development with Infant Massage which was carried out on children aged 0-3 years in Selebung Ketangga Village in Keruak District East Lombok Regency. The purpose of this service is to provide information for the community, especially parents, regarding the benefits of every step of baby massage. The Stimulus Community Service Team (PKMS) will provide training directly to the mother who will be practised by experienced speakers who have fields science according to the training and baby massage before, so every information given by the right person. After being given the baby massage training, it is hoped that the mother can practicing baby massage at home on their own. The number of respondents who participated in this activity was 32 toddler. The results obtained were the most respondents 12-24 as many as 19 toddlers (59.4%). Pre results test found 23 respondents have less knowledge and most of the post-test sufficient knowledge of 18 respondents. The follow-up results of the infant massage ability were obtained 24 respondents are able to massage the baby properly. Keywords: growth and development stimulation; baby; baby massage.
PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR PENDIDIKAN DI DESA BINYAN (DESA PILOT TAHUN 2018) MELALUI PENGINTEGRASIAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN POJOK LITERASI DI SD NEGERI 2 BUAHAN I Wayan Wayan Numertayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari; I Putu Oka Suardana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.23 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3386

Abstract

ABSTRAKGuru di SD Negeri 2 Buahan belum memiliki pemahaman yang baik terkait dengan pelaksanaan GLS di SD. Untuk mengatasi permasalah tersebut dilaksanakan PkM dengan mengembangkan pelayanan dasar Pendidikan di Desa Binyan melalui pengintegrasian GLS dalam pembelajaran dan pengembangan pojok literasi di SD Negeri 2 Buahan. PkM ini bertujuan untuk mengembangkan pelayanan dasar Pendidikan di   Desa Binyan melalui pengintegrasian GLS dalam pembelajaran dan pengembangan pojok literasi di SD Negeri 2 Buahan. Adapun rancangan kegiatan yang digunakan adalah (1) identifikasi masalah; (2) Analisis Kebutuhan; (3) menyusun program, (4) pelaksanaan program, (5) evaluasi program, (6) tindaklanjut evaluasi, dan (7) pelaporan dan publikasi. Metode evaluasi program yang digunakan adalah metode observasi dan metode angket. Berdasarkan pelaksanaan rencana kegiatan, hasil yang diperoleh adalah (1) 9 orang guru SD Negeri 2 Buahan telah mampu mampu menyusun perencanaan dan melaksanakan literasi dalam pembelajaran. (2) Ada tujuh unit pojok literasi yang telah direalisasikan. (3) Kemampuan siswa meningkat dalam hal minat membaca. Kata kunci: literasi; pembelajaran ABSTRACTTeachers at SD Negeri 2 Buahan do not have a good understanding regarding the implementation of GLS in SD. To overcome this problem, PkM was implemented by developing basic education services in Binyan Village through integrating GLS in learning and developing literacy corners at SD Negeri 2 Buahan. This PkM aims to develop basic education services in Binyan Village through the integration of GLS in learning and the development of a literacy corner at SD Negeri 2 Buahan. The activity designs used were (1) problem identification; (2) Needs Analysis; (3) compiling programs, (4) implementing programs, (5) evaluating programs, (6) follow-up evaluations, and (7) reporting and publication. The program evaluation method used is the observation method and the questionnaire method. Based on the implementation of the activity plan, the results obtained were (1) 9 teachers of SD Negeri 2 Buahan were able to plan and implement literacy in learning. (2) There are seven literacy corner units that have been realized. (3) Students' abilities increase in reading interest. Keywords : literacy; learning
PENGOLAHAN LABU KUNING MENJADI BERBAGAI PRODUK OLAHAN PANGAN Tanwirul Millati; Udiantoro Udiantoro; Raihani Wahdah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.153 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2935

Abstract

ABSTRAKKecamatan Daha Selatan kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan merupakan daerah penghasil labu kuning. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan untuk campuran sayuran dan kue tradisional, seperti nagasari. Untuk  meningkatkan nilai tambah dan penganekaragaman pangan lokal berbasis labu kuning dilakukan pelatihan mengenai pengolahan  labu kuning. Pengolahan labu kuning dibagi menjadi dua tahap, yaitu  pengolahan labu kuning menjadi tepung dan pengolahan  tepung labu kuning menjadi cake, kue kering, dodol dan kerupuk. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi ketrampilan  dan pengetahuan pengolahan labu kuning kepada masyarakat dengan harapan dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang mewakili lima desa yang ada di kecamatan Daha Selatan. Hasil  kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias untuk mengolah labu kuning menjadi beberapa produk olahan  karena selain warna produknya menarik (kuning), rasanya enak dan produk olahan bermacam-macam. Produk olahan labu kuning oleh peserta  akan diikutkan dalam pameran pembangunan  yang diadakan di tingkat provinsi. Kata Kunci: labu kuning; nilai tambah; pangan lokal; penganekaragaman pangan; produk olahan  pangan. ABSTRACTDaha Selatan, Hulu Sungai Selatan District, South Borneo is a sub district which produce pumpkin. Thus far, pumpkin is only used as vegetable mixture and traditional cake, such as Nagasari. The added value and diversification of pumpkin-based products can be increased by training in pumpkin processing. There is two step of pumpkin processing. First step is to processed pumpkin into flour and then the flour could be used to made food products such as, cake, cookies, dodol and crackers. The purpose of this activity is to provide the community with skills and knowledge in processing pumpkin with the expectation it can be developed as a source of family economy. This activity was attended by 22 representatives from five villages in Daha Selatan. The result of this activity show the community processed pumpkin with enthusiasm into various products because it has appealing color (yellow) and tastes good, beside that the products could be has more variance. Pumpkin product processed by participant would be included in development exhibition held at the provincial level. Keywords: pumpkin; added value, local food; food diversification; food products.
PENGEMBANGAN PRODUK KOPI HERBAL OLAHAN DESA INKLUSIF GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KAUM DISABILITAS DI DESA BEDALI LAWANG KABUPATEN MALANG Mochamad Fariz Irianto; Supami Wahyu Setiyowati; Shodiq Auludin Rafiqu Hidayah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.305 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3346

Abstract

ABSTRAKPengembangan produk kopi herbal merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kegiatan produktif yang bertujuan untuk melatih masyarakat disabilitas untuk menghasilkan produk kopi herbal yaitu kopi koerja yang diharapkan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan sosialisasi program, pengadaan mesin dan pengadaan bahan penunjang, pelatihan pengolahan produk kopi herbal, dan pelatihan pemasaran strategi produk. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok sasaran yaitu masyarakat disabilitas yang tergabung dalam organisasi difabel Lingkar Sosial Omah Difabel dengan peserta sebanyak 10 orang.  Pelatihan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta pelatihan anggota disabilitas seperti kemudahan pengoperasian alat produksi, rebranding produk, dan peningkatan jaringan pemasaran produk. Kata kunci: kopi herbal; masyarakat disabilitas; desa inklusif. ABSTRACTThe development of herbal coffee products is part of community empowerment in the form of productive activities that aim to train people with disabilities to produce herbal coffee products namely koerja coffee which is expected to have an impact on improving people's well-being. The implementation method is by socializing the program, procurement of machinery and procurement of supporting materials, training in processing herbal coffee products, and marketing training of product strategies. This activity was attended by a target group, namely people with disabilities who belonged to the Omah Difabel Social Circle disability organization with 10 participants.  This training is strongly felt by the participants of disability member training such as ease of operation of production tools, product rebranding, and improvement of product marketing network Keywords: herbal coffee; people with disabilities; inclusive villages.
PENDALAMAN KONSEP FISIKA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SISWA SMA Nurul Qomariyah; Rahadi Wirawan; Suhayat Minardi; Siti Alaa'; I Gusti Ngurah Yudi Handayana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.238 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3225

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendalaman konsep dasar fisika melalui metode praktikum atau eksperimen menggunakan alat peraga serta pengenalan mikrokontroler untuk pembuatan alat peraga sederhana. Tempat pelaksanaan pengabdian di Ponpes Darul Aminin NW Aikmual Lombok Tengah. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan yang pertama pemberian materi mengenai pendalaman konsep-konsep dasar fisika dan materi pengenalan mikrokonroler sebagai komponen alat peraga, tahapan kedua Tim PKM mendemonstrasikan penggunaan alat peraga pada materi gerak Jatuh (GJB), bandul matematis, kinematika, dan konsep konversi energi, tahapan terakhir yaitu tim PKM memberikan kesempatan peserta untuk mencoba langsung menggunakan alat peraga yang disediakan. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika pada siswa melalui metode eksperimen. Dengan metode ini siswa juga lebih aktif dan dapat melihat langsung fenomena fisika yang terjadi melalui pengamatan. Keterbatasan alat peraga di sekolah dapat disiasati dengan pembuatan set eksperimen berbasis mikrokontroler yang penggunaanya sangat mudah dan luas. Pembelajaran menggunakan metode eksperimen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kata kunci: alat peraga; metode eksperimen; mikrokontroler. ABSTRACTThis service activity aims to understand the basic concepts of physics through practicum or experimental methods using props and microcontroller introduction training for making simple props. Implementation of community service at Darul Aminin Islamic Boarding School, NW Aikmual, Central Lombok. This activity is divided into several stages. The first is providing material regarding the deepening of  physics concepts and material for the introduction of microcontrollers as props components, the second stage of the PKM Team which uses props on Fall motion material (GJB), mathematical pendulum, kinematics, and concepts conversion of energy inthe last stage, the PKM team, allowed participants to try directly using the tools provided. This activity provides benefits in improving students' understanding of physics concepts through the experimental method. With this method, students are also more active and can see first hand the physical phenomena that occur through observation. The limitations of teaching aids in schools can be overcome by making microcontroller-based experimental sets that are very easy and widely used. Learning using the experimental method is expected to improve the quality of learning in schools. Keywords: props; experimental method; mikrokontroler. 
PENGGUNAAN APLIKASI CANVA UNTUK MEMBUAT KONTEN GAMBAR PADA MEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA MEMPROMOSIKAN HASIL PRODUK UKM Muhammad Sholeh; Rr. Yuliana Rachmawati; Erma Susanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.321 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2983

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada para pelaku UMKM di Kecamatan Sedayu dalam menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, terutama dalam membuat konten degan aplikasi Canva. Penggunaan media sosial tidak hanya memasang foto produk tetapi bagaimana mengemas konten produk tersebut menjadi menarik dan ada nilai tawar. Persoalan yang sering dialami pelaku usaha dalam menggunakan media sosial adalah membuat konten yang menarik dan mudah. Upaya untuk memberikan cara membuat konten yang mudah dan menarik adalah dengan menggunakan aplikasi yang menawarkan template-template. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan Canva. Dengan Canva, pelaku usaha dapat membuat konten dengan pilihan template yang sudah tersedia, membuat  logo, poster, info grafis, newsletter, featured image blog, invoice, thumbnail Youtube serta desain kemasan.  Dalam pelaksanaan pendampingan ini, pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan  metode diskusi untuk memetakan persoalan yang dihadapai pelaku UMKM tertanda alam penggunaan media sosial. Diskusi ini digunakan untuk memetakan sejauh mana persoalan dalam membuat konten serta  dan penggunaan Canva serta dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Pendampingan kegiatan diikuti sekitar 10 peserta dari perwakilan pelaku usaha di kecamatan Sedayu Bantul. yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Sedayu Bantul. Hasil akhir dari kegiatan ini peserta mempunyai gambaran penggunaan Canva. Kata kunci: media social; konten; aplikasi; Canva. ABSTRACTThe purpose of this activity is to provide insight to MSME players in Sedayu District in using social media as a means of promotion, especially in creating content with the Canva application. The use of social media is not only about posting product photos but how to package product content to be attractive and have bargaining value. The problem that is often experienced by businesses in using social media is creating interesting and easy content. An effort to provide an easy and attractive way to create content is to use an application that offers templates. One application that can be used is to use Canva. With Canva, businesses can create content with a selection of templates that are already available, create logos, posters, graphic info, newsletters, featured image blogs, invoices, Youtube thumbnails and packaging designs. In the implementation of this assistance, the implementation is carried out by using the discussion method to map the problems faced by MSMEs that are marked by the use of social media. This discussion is used to map the extent of issues in content creation and use of Canva and by providing training and mentoring. 10 participants from representatives of business actors in the Sedayu sub-district, Bantul, participated in this event. who are members of the Sedayu Bantul UMKM Association. The end result of this activity participants have an overview of using Canva. Keywords:  social media; content; application; Canva.
PELATIHAN PENGGUNAAN GOOGLE DRIVE SEBAGAI MEDIA PENYIMPANAN DAN BERBAGI BAHAN AJAR BAGI GURU SMP NEGERI 3 KALIMANAH Ali Nur Ikhsan; Jali Suhaman; Muslimin Hidayat
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.261 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2906

Abstract

ABSTRAK        Proses pembelajaran di masa pandemik virus Covid-19 mendorong semua pihak menggunakan media online sebagai alternatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Para Guru di SMP Negeri 3 Kalimanah terbebani dengan besarnya file penyimpanan data karena harus mengirim data satu-persatu ke siswa didiknya melalui Whatsapp sehingga media penyimpanan Smartphone penuh. Dengan adanya permasalahan tersebut tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) berinisiatif untuk melakukan pelatihan penggunaan Google Drive sebagai media penyimpanan dan berbagi bahan ajar bagi guru SMP Negeri 3 Kalimanah untuk memperkenalkan media penyimpanan berbasis cloud yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu berupa workshop. Tim PkM melakukan pelatihan secara langsung dengan 1 narasumber sebagai pemateri workshop dan 2 pendamping untuk mendampingi guru dalam pelaksanaan workshop. Pelatihan ini dapat menambah pengetahuan guru dalam memanfaatkan Google Drive sebagai media penyimpanan dan berbagi bahan ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di masa pandemik virus Covid-19. Kata kunci: google drive; media penyimpanan; cloud ; workshop. ABSTRACTThe learning process during the Covid-19 virus pandemic encouraged all parties to use online media as an alternative in carrying out face-to-face learning activities. Teachers at SMP Negeri 3 Kalimanah are burdened by the size of the data storage files because they have to send data one by one to their students via Whatsapp so that the Smartphone storage media is full. With these problems, the community service team (PkM) took the initiative to conduct training on using Google Drive as a storage medium and sharing teaching materials for teachers of SMP Negeri 3 Kalimanah to introduce cloud-based storage media that can be accessed anytime and anywhere. The method used in this training is a workshop. The PkM team conducted direct training with 1 resource person as a workshop speaker and 2 assistants to assist teachers in the implementation of the workshop. This training can increase teacher knowledge in utilizing Google Drive as a storage medium and sharing teaching materials that can be used in the learning process during the Covid-19 virus pandemic. Keywords: google drive; storage media; cloud; workshop.
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM KEPEMILIKAN AKTA PERKAWINAN Wayan Resmini; Abdul Sakban; Ni Putu Ade Resmayani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.812 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3319

Abstract

ABSTRAKKesadaran  hukum merupakan sikap yang perlu ditanamkan kepada seluruh warga masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk meningkatkan kesadaran hukum, seyogyanya dilakukan melalui penerangan dan penyuluhan hukum yang teratur atas dasar rencana yang mantap, misalnya mengenai Undang-Undang No I Tahun 1974 tentang Perkawinan.  Uraian di atas jika dihubungkan dengan realitas di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum mematuhi hukum, hal ini dapat  dilihat dalam kepemilikan akta perkawinan, yang  merupakan kewajiban bagi kelangsungan kehidupan  suatu rumah tangga.  Peran dari Kantor Urusan Agama (KUA) bagi yang beragama Islam  dan juga Kantor Catatan Sipil bagi yang beragama diluar Islam, selaku  yang membuat akta perkawinan sangat penting. Lokasi pengabdian  pada masyarakat ini dilakukan di kecamatan Pemenang,  berjarak sekitar 9 km dari kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun tujuan kegiatan ini adalah : untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap kepemilikan akta perkawinan. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah: penyuluhan dan tanya jawab. Dalam meningkatkan kesadaran  masyarakat terhadap kepemilikan Akta Perkawinan  di kecamatan Pemenang, kabupaten Lombok Utara  merupakan suatu hal yang harus ditingkatkan, ini membuktikan bahwa peran serta Kantor Urusan Agama dan Kantor Catatan Sipil  sangatlah diperlukan dengan melihat hasil pengamatan dan Tanya jawab pada saat dilaksanakan pengabdian pada masyarakat bahwa peran serta pemerintah belum maksimal, karena metode penyuluhan yang dilakukan selama ini belum mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara keseluruhan dengan melihat kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.  Faktor ekonomi yang masih rendah membuat masyarakat tidak memiliki akta perkawinan, biaya merupakan faktor yang menjadi kendala masyarakat dalam membuat akta perkawinan,  faktor  lain yang menghambat masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan, yaitu  faktor kesadaran masyarakat yang masih rendah dengan melihat tingkat pendidikan masyarakatnya. Kata kunci : kesadaran hukum; kepemilikan; akta perkawinan                                           ABSTRACTLegal awareness is an attitude that needs to be instilled in all community members of the nation. Regular information and legal counseling based on a solid plan need to have existed to increase legal awareness, for example, regarding Law No. I of 1974 concerning Marriage. If the description above is related to the reality on the ground, many people have not obeyed the law. This matter can be seen in the ownership of a marriage certificate, which is an obligation for each household. The role of the Office of Religious Affairs (KUA) for those who are Muslim and also the Civil Registry Office for those who are non-Muslim, as the one who makes marriage certificates, is critical. This community service is carried out in Pemenang district, about 9 km from North Lombok district, West Nusa Tenggara Province. This activity aims to increase legal awareness of the community towards ownership of a marriage certificate. The methods used in this activity were: counseling, along with questions and answers session. In increasing public awareness of ownership of a Marriage Certificate in Pemenang, the Office of Religious Affairs and the Civil Registry Office of North Lombok Provence is needed by looking at the results of observations and questions and answers during community service. The government's participation has not been maximized because the counseling methods so far have not been able to increase public awareness as a whole by looking at the reality that occurs in society. Economic factors that still low make people not have a marriage certificate; the cost is a factor that becomes a constraint for society in obtaining a marriage certificate. These other factors hinder people from having a marriage certificate, namely the factor of community awareness that is still low by looking at the community's level of education. Keywords: legal awareness; ownership; marriage certificate
FOOD ESTATE SEBAGAI KETAHANAN PANGAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI DESA WANASABA Baiq Rani Dewi Wulandani; Wiwin Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.568 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3062

Abstract

ABSTRAKDampak dari pandemi covid-19 telah mengganggu berbagai aspek kehidupan mulai kesehatan,sosial,ekonomi dan beragam lain sebaginya, di sebagian besar belahan dunia khususnya di Indonesi. Salah satu persoalan utamanya adalah berkenaan ketahanan pangan yang saat ini menjadi sangat ramai dalam perbincangan public sebagai konsekuensi dari pandemic covid-19 yang semakin meluas khususnya di Negara Indonesia. Pangan adalah suatu tonggak utama bagi kebutuhan masyarakat Indonesia, maka dari itu pentingnya perhatian khusus dari banyak pihak dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan tentang bagaimana untuk mengantisipasi ketahanan pangan di masa pandemic covid-19. food estate merupakan salah satu strategi yang kompatibel untuk diaplikasikan dalam situasi pandemi, di mana wabah penyakit merupakan bentuk ancaman non konvensional bagi ketahanan nasional. Ketahanan pangan Indonesia menjadi salah satu isu geopolitik domestik yang mengemuka, di mana pengelolaannya masih jauh dari kata memuaskan. Kata kunci: ketahanan pangan, food estate ABSTRACTThe impact of the Covid-19 pandemic has disrupted various aspects of life from health, social, economy, and various others, in most parts of the world, especially in Indonesia. One of the main problems is with regard to food security which is currently very busy in public discussion as a consequence of the COVID-19 pandemic which is increasingly widespread, especially in Indonesia. Food is a pillar primary for the needs of the Indonesian people, therefore the importance of special attention from many parties in an effort to meet the needs of the community and on how to anticipate food security during the Covid-19 pandemic. Food estate is a strategy that is compatible to be applied in a pandemic situation, where disease outbreaks are a form of non-conventional threat to national security. Indonesian food security is one of the emerging domestic geopolitical issues, where its management is still far from satisfactory. Keywords: food security, food estate
PENERAPAN APLIKASI PELAYANAN DESA BERBASIS MOBILE DENGAN KONSEP SMART VILLAGE DI DESA PEGANTENAN, KECAMATAN PEGANTENAN, KABUPATEN PAMEKASAN Yanuar Risah Prayogi; Fadilah Fahrul Hardiansyah; Nana Ramadijanti; Ahmad Syauqi Ahsan; Urfiyatul Erifani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.234 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3370

Abstract

ABSTRAKDi Desa Pegantenan hingga saat ini belum ada suatu sistem yang mampu menjembatani antara pemerintah dan masyarakat Desa Pegantenan yang memanfaatkan teknologi informasi. Pelayanan pemerintah desa masih menerapkan sistem konvensional, yang mengharuskan warga datang ke kantor desa dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Masyarakat juga kesulitan dalam menerima informasi dan menyampaikan laporan terkait keadan desa. Pada pengabdian masyarakat ini dikembangkan sebuah aplikasi pelayanan desa berbasis mobile sehingga dapat diakses oleh seluruh masyarakat Desa Pegantenan dalam rangka mewujudkan program Smart Village dan upaya menuju Penyelenggaraan Pemerintah Desa yang transparan dan berkemajuan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap pengumpulan data seperti bisnis proses dan formulir yang digunakan warga ketika mengurus surat. Tahap berikutnya pembuatan aplikasi berbasis mobile dan sosialisasi aplikasi di Desa Pegantenan sekaligus sharing session tentang pengalaman selama memakai aplikasi. Hasil dari pengabdian ini adalah berupa sistem aplikasi pelayanan Desa Pegantenan yang berbasis mobile. Selain aplikasi mobile juga ada aplikasi web yang digunakan sebagai administrator. Aplikasi mobile ditujukan untuk warga sedangkan aplikasi web ditujukan untuk admin yaitu perangkat desa. Sistem aplikasi yang barbasis mobile dan web memungkinkan warga dapat mengakses sistem dimana saja dan kapan saja sehingga meningkatkan kualitas layanan Pemerintah Desa kepada warga atau masyarakat. Kata kunci: aplikasi pelayanan desa; aplikasi mobile; smart village; desa pegantenan. ABSTRACTUntil now, in Pegantenan Village, there is no system capable of bridging between the government and Pegantenan Village residents using information technology. Village government services still apply the conventional system, which requires residents to come to the village office and takes a long time. Residents also have difficulty receiving information and submitting reports related to village conditions. In this service, a mobile-based village service application was developed so that it can be accessed by all residents in order to realize the Smart Village program and efforts towards implementing a transparent and progressive Village Government. The method of implementing activities consists of the data collection stage such as business processes and forms that residents use when handling letters. The next stage is making mobile-based applications and application socialization as well as sharing sessions about experiences while using the application. The result of this service is a mobile-based service application system for Pegantenan Village. There is also a web application that is used as an administrator. The mobile application is intended for residents while the web application is intended for admins, namely village officials. Mobile and web-based application systems allow residents to access the system anywhere and anytime so as to improve the quality of village government services to residents. Keywords: village service application; mobile application; smart village; pegantenan village.