cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): November" : 87 Documents clear
PELATIHAN TEKNIK KOMUNIKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN HIV/AIDS Dewi Ambarwati; Wilis Dwi Pangesti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.412 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3219

Abstract

ABSTRAKHuman Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrom (HIV/AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia termasuk di wilayah kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dahulu dinyatakan sebagai HIV positif. Sejak bulan januari-juni tahun 2018 ditemukan kasus baru sebanyak 123 kasus. Sedangkan jumlah kasus komulatif sejak ditemukannya HIV/AIDS pada tahun 1993 hingga tahun 2018 sebanyak 1.146 kasus. Data kasus di Banyumas ini berasal dari laporan VCT (Voluntery Councelling and Test) dari Rumah sakit Prof. Margono Soekardjo dan RSUD Banyumas. Dalam aktivitas pencegahan dan penagguangan HIV/AIDS diperlukan strategi komunikasi. Karena strategi komunikasi merupakan salah satu aspek keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas belum memberikan pengaruh pada paradigma dikalangan masyarakat tentang HIV/AIDS. Sehingga tujuan dilakukannya pelatihan pada mitra adalah sebagai upaya meningkatkan kemampuan tehnik komunikasi tentang HIV/AIDS pada mitra dan penyebaran leaflet tentang pencegahan dan penatalaksanaan HIV/AIDS pada mitra. Hasil dari pelaksanaan pelatihan pada mitra didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dan teknik komunikasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi dan penayangan video. Tahapan kegiatan dimulai dengan icebraking, pretest, penyampaian materi, praktik ketrampilan dan ditutup dengan posttest. Kata kunci: pelatihan; teknik komunikasi; HIV/AIDS ABSTRACTHuman Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV / AIDS) is one of the health problems in Indonesia, including in the Banyumas district, Central Java. HIV / AIDS is an infectious disease that attacks the immune system. The infection causes the patient to experience a decrease in body resistance so that it is very easy to become infected with various other diseases. Before entering the AIDS phase, the patient must first be declared HIV positive. Since January-June 2018, 123 new cases were found. Meanwhile, the number of cumulative cases since the discovery of HIV / AIDS in 1993 to 2018 was 1,146 cases. The case data in Banyumas comes from the VCT (Voluntery Councelling and Test) report from Prof. Hospital. Margono Soekardjo and Banyumas Hospital. In HIV / AIDS prevention and control activities, a communication strategy is needed. Because the communication strategy is one aspect of the success of the HIV / AIDS prevention and control program. The communication strategy carried out by the Banyumas Regency Government has not yet influenced the paradigm among the community regarding HIV / AIDS. So that the aim of conducting training for partners is as an effort to improve communication technical skills on HIV / AIDS to partners and to distribute leaflets on HIV / AIDS prevention and management to partners. The results of the implementation of training on partners found that there was an increase in knowledge and communication techniques. The methods used in the training include lectures, question and answer, discussion and video viewing. The activity stages began with icebraking, pretest, delivery of material, practice skills and closed with a posttest. Keywords: training; communication techniques; HIV / AIDS
DASI GANDA ( WADAH PROMOSI DENGAN GAYA BERBEDA ) DI ERA INDUSTRI 4.0 DENGAN PEMANFAATAN PLATFORM BAGI PENGRAJIN SANDAL C’KER Galang Abdul Aziz; Nadila Al Azhar; Fauzan Aufa Pradiva; Oryz Agnu Dian Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.08 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3164

Abstract

ABSTRAKUMKM di Indonesia saat ini memiliki pengaruh yang besar dalam membantu meningkatkan kemajuan bangsa. Perkembangan UMKM tersebut, dapat berkembang jauh lebih pesat apabila UMKM dalam pemasarannya mengikuti perkembangan saat ini yaitu dengan menggunakan digital marketing agar dapat terjangkau diberbagai wilayah bahkan hingga ke tingkat Internasional. Kegiatan pemasaran dapat dinilai berhasil apabila produk yang dijual dapat menembus pasaran hingga ke tingkat Internasional. Pemanfaatan dengan menggunakan digital marketing dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, website sebagai media dalam melakukan berbagai transaksi baik  promosi, menjual produk maupun digunakan sebagai kegiatan transaksi jual – beli bagi pelaku usaha. Kabupaten Banyumas terdapat berbagai UMKM salah satunya adalah pengrajin sandal bandol. Pemasaran sandal bandol di Kabupaten Banyumas saat ini masih menggunakan cara tradisional, sehingga masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui bahkan mengenal produk sandal bandol. Mitra dari kegiatan pengabdian kami yakni pengrajin Sandal Bandol C’KER di Kabupaten Banyumas milik Bapak Subandi. Tujuan dari pengabdian kami yaitu untuk mengembangkan pemasaran digital bagi pengrajin sandal bandol agar dapat meningkatkan penjualan serta pendapatan bagi pelaku usaha dengan cara membuat wadah promosi dengan memanfaatkan media sosial yang sudah ada serta platform yang telah kami miliki. Metode yang kami gunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara daring dikarenakan situasi covid saat ini untuk memperoleh hasil dari perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan oleh DASI GANDA. Hasil dari kegiatan pengabdian kami setelah melakukan pendampingan kepada pengrajin sandal bandol selama 4 bulan yakni bulan april sampai dengan bulan juli adalah adanya peningkatan penjualan serta respon positif dari masyarakat untuk mengenal jauh produk sandal bandol. Hasil tersebut diperoleh dari hasil wawancara dengan mitra yakni Bapak Subandi yang menyatakan bahwa sebelum dilakukan pendampingan oleh DASI GANDA dengan sistem penjualan secara offline, dapat menjual sandal bandol dalam 1 bulan sebanyak 4-6 buah tetapi setelah dilakukan pendampingan oleh DASI GANDA, dalam 1 bulan dapat menjual Sandal Bandol C’KER sebanyak 8-10 pasang sandal bandol. Kata kunci: UMKM; pemasaran digital; sandal bandol. ABSTRACTUMKM in Indonesia currently have a big influence in helping to improve the progress of the nation. The development of these UMKM can develop much more rapidly if UMKM in their marketing follow current developments, namely by using digital marketing so that they can be reached in various regions even to the international level. Marketing activities can be considered successful if the products being sold can penetrate the market to the international level. Utilization using digital marketing can be done by utilizing social media, marketplaces, websites as media in carrying out various transactions, both promotions, selling products and being used as buying and selling transactions for business actors. Banyumas Regency has various UMKM, one of which is a bandol sandal craftsman. Currently, the marketing of bandol sandals in Banyumas Regency still uses traditional methods, so that there are still many people in Indonesia who do not know or even know about bandol sandals. The partner of our service activities is the Sandal Bandol C'KER craftsman in Banyumas Regency owned by Mr. Subandi. The goal of our service is to develop digital marketing for bandol sandal craftsmen in order to increase sales and income for business actors by creating a promotional platform by utilizing existing social media and the platforms we already have. The method we use is to conduct online interviews due to the current covid situation to obtain results from differences before and after assistance by DASI GANDA. The result of our service activities after mentoring bandol sandal craftsmen for 4 months, from April to July, is an increase in sales and a positive response from the community to get to know the bandol sandal products. These results were obtained from the results of interviews with partners, namely Mr. Subandi, who stated that before assistance by DASI GANDA with an offline sales system, he could sell 4-6 bandol sandals in 1 month but after assistance by DASI GANDA, within 1 month sells C'KER Bandol Sandals as many as 8-10 pairs of bandol sandals. Keywords: UMKM; digital marketing; bandol sandals.
UPAYA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT MELALUI PEMBUATAN MCK BAGI WARGA KAMP PENGUNGSI TIMOR BARAT Kristomus Boimau; Rima Nindia Selan; Adi Yermia Tobe; Jack C. Pah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.321 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3387

Abstract

ABSTRAKKamp pengungsi Dilor Tuapukan adalah salah satu contoh kamp pengungsi di Timor Barat yang masih dihuni oleh pengungsi sejak tahun 1999.  Kamp pengungsi seluas ± 2,25 ha (150 m x 150 m) ini dihuni oleh 111 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 275 orang. Seluruh KK tinggal di rumah darurat yang tidak layak huni sesuai standar rumah sehat dengan kondisi ALADIN (atap, lantai, dinding) seadanya yakni atap dari daun gewang, dinding dari bebak/pelepah dan lantai tanah. Selain itu, ketersediaan MCK pun sangat kurang, bahkan mayoritas KK (± 85%) di kamp ini tidak memilik MCK sendiri, sehingga mereka memanfaatkan kebun di sekitar kamp untuk buang air besar (BAB). Dari hasil pantauan di wilayah kamp pengungsi Dilor terlihat ada sebuah MCK permanen, 12 MCK darurat berdinding daun gewang tanpa closet. Saluran pembuangan air dari MCK pun macet sehingga air tergenang disepanjang saluran. Hal ini tentu menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Tidak tersedianya MCK yang layak sesuai standar kesehatan disebabkan karena keterbatasan dana untuk membangun MCK serta ketidakpahaman warga akan pentingnya kesehatan lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi ketidaktersediaan MCK dengan membuatkan MCK umum bagi warga. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 bulan dan menghasilkan 2 unit MCK permanen dengan masing-masing MCK memiliki 3 kamar. Setelah MCK selesai dibuat dan digunakan, selanjutnya tim pelaksana melakukan monitoring ke lokasi setiap 2 minggu sekali untuk memantau aktifitas warga dalam menggunakan MCK. Hasilnya menunjukkan bahwa warga tidak buang air besar (BAB) sembarangan. Kata kunci: kamp pengungsi; lingkungan; MCK. ABSTRACTThe DilorTuapukan refugee camp, is one of the refugee camps in West Timor that has been inhabited by refugees since 1999. The area of this camp is approximately 2.25 hectares (150 m x 150 m).This refugee camp is inhabited by 111 families with a total of 275 people.The whole family lives at emergency houses. The houses are not suitable for habitation (viewed from the Healthy Home Standard).  The condition of the houses that they live in, especially in terms of ALADIN (roof, floor, walls) conditions is very unhealthy and very simple. The roof of the houses are made of Gewang Leaves, the walls are made of Bebak / Midrib and the floor are made of land only. In addition, the availability of facilities for bathing, washing clothes, and defecating (MCK) are very lacking. The majority of families (± 85%) in this camp do not have their own toilet. To carry out the MCK activities, they used the garden around the camp. For example, to defecate (BAB) is stiffened in the garden area. From the results of monitoring in the area of the Dilor refugee camp, it can be seen that there is a permanent toilet only, 12 emergency toilets with Gewang leaf walls without watercloset. The drainage channel from the toilets was jammed, so that the water was stagnant along the channel. This certainly creates an unhealthy environment. The unavailability of proper toilets according to health standards, are due to limited funds to build toilets, and residents' lack of understanding of the importance of environmental health. Therefore, to overcome the unavailability of toilets, the implementation team will make public toilets for residents. This activity was carried out for 2 months, and has succeeded build 2 permanent MCK units with each MCK having 3 rooms. Keywords: refugee camp; environment; MCK.
PENDAMPINGAN KEGIATAN FUN WITH ENGLISH PADPENDAMPINGAN KEGIATAN FUN WITH ENGLISH PADA SERIKAT ANAK MISIONER (SEKAMI) STASI ST. ZAKHARIA, KEUSUKUPAN AGUNG ENDE, FLORES, NTT Agustina Pali; Maria Kristina Ota
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.517 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2884

Abstract

ABSTRAKBahasa Inggris merupakan bahasa pengantar yang digunakan untuk berkomunikasi diseluruh dunia. Pembelajaran bahasa Inggris untuk pemula (beginners) adalah hal yang harus dilakukan sehingga bisa dijadikan bekal untuk anak dimasa depan. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memperkenalkan bahasa Inggris sejak dini kepada anak-anak serta mampu meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri anak-anak dalam menggunakan bahasa Inggris. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah kegiatan Fun with English yang merupakan a recommended activity to motivate kids in learning English dengan menerapkan metode pembelajaran yang beragam sehingga anak-anak tidak merasa jenuh bahkan bosan dalam proses belajar seperti ceramah, Think Pair Share, games serta lagu-lagu berbahasa Inggris. Dari kegiatan ini anak-anak SEKAMI menjadi merasa percaya diri, pembelajaran yang diberikanpun sangat disenangi oleh anak-anak. Saran bagi pemerhati bahasa Inggris adalah untuk lebih meningkatkan kreativitas melalui berbagai macam cara untuk membumikan bahasa Inggris di bumi nusantara. Kata kunci: fun with English; SEKAMI. ABSTRACTEnglish language is a medium language which used to communicate in all over the world. English learning for the beginners is the important thing that have to do so that it can be supplied for their future. The aim of this activity was to introduce English as early as possible to children and could enhance their motivation and their confidence in using English. One of the activity is Fun with English activity that is a recommended activity to motivate children in learning English by implementing various learning methods in order that the children will never get bored and saturated during learning process. These activities such as lectures, Think Pair Share, games and also English songs. From this activity, the children of SEKAMI become have their self confidence, they felt happy with the materials are given by their teacher. The suggestion is addressed to English observer is they have to be more aware in increasing the creativity through many activities. Keywords: fun with English, SEKAMI
PENDAMPINGAN KEGIATAN BELAJAR DI RUMAH SECARA PRIVAT DI MASA PANDEMI COVID-19 DILINGKUNGAN KABUPATEN BANGLI BAGIAN UTARA Putu Beny Pradnyana; I Nyoman Sudirman; Desak Putu Anom Janawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.158 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3383

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian masyarakat ini adalah (1) untuk mengatasi masalah dan membantu masyarakat khusunya anak-anak usia sekolah dasar yang mendapatkan hambatan pada kegiatan pembelajaran di rumah, mengingat pembelajaran yang dilakukan secara daring di lingkungan Kabupaten Bangli bagian Utara yang merupakan kawasan wilayan Kota Bangli yang terpencil, (2) Membantu siswa kelas rendah tidak punya bahan pembelajaran di rumah, (3) membantu meminjamkan fasilitas dan media pembelajaran di rumah, dan (4) membantu meringankan beban orang tua dalam mengajarkan anak-anak meraka di rumah. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) Identifikasi masalah (2) analisis kebutuhan; (3) merancang pembinaan dan pendampingan; (4) melaksanakan pembimbingan; (5) monitoring dan Observasi hasil kegiatan; (6) pelaporan dan tindaklanjut. Hasil pengabdian ini adalah terbantunya pembelajaran daring di rumah selama masa pandemic Covid-19, orang tua siswa sudah bisa menggunakan gadget untuk pembelajaran daring anak mereka, bagi siswa kelas rendah sudah dibantu dalam menyediakan bahan ajar, meminjamkan fasilitas dan media pembelajaran dan para orang tua sangat merasa terbantukan dengan kegiatan pendampingan ini di masa pandemic Covid-19 dan dalam belajar di rumah selama masa pandemic Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kata kunci: sekolah dasar; pembelajaran di rumah; pandemik covid-19. ABSTRACTThe objectives of this community service are (1) to solve problems and help the community, especially elementary school-age children who face obstacles to learning activities at home, given that learning is carried out online in the northern part of Bangli Regency which is a remote area of Bangli City. , (2) Helping low-grade students who do not have learning materials at home, (3) helping to lend facilities and learning media at home, and (4) helping to ease the burden on parents in teaching their children at home. This activity is carried out in several stages, namely (1) problem identification (2) needs analysis; (3) designing guidance and assistance; (4) carry out guidance; (5) observation of activity results; (6) reporting and follow-up. The result of this service is the help of online learning at home during the Covid-19 pandemic, parents of students can use gadgets for their children's online learning, low-grade students have been assisted in providing teaching materials, lending facilities and learning media and parents are very felt helped by this assistance activity during the Covid-19 pandemic and in studying at home during the Covid-19 pandemic by still paying attention to health protocols. Keywords: elementary school; home learning; covid-19 pandemic.
PELATIHAN DAN PEMBUATAN ECOBRICK UNTUK MEMFASILITASI RUMAH BELAJAR SEKAR Chandra Suryani Rahendaputri; Budiani Fitria Endrawati; Marita Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.71 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3257

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan furnitur ecoclass, dengan memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan mitra yaitu Rumah Belajar Sekar, Balikpapan. Untuk memenuhi kebutuhan furnitur ini, maka dilakukanlah sebuah pelatihan pembuatan ecobrick dalam bentuk webinar dan juga dibuatlah furnitur meja, kursi dan dinding dari ecobrick. Untuk mengetahui keberhasilan dari webinar yang telah dilaksanakan dengan jumlah peserta 16 orang, dilakukanlah pengisian questionnaire daring, sebelum dan sesudah webinar berlangsung. Dari hasil questionnaire  dari webinar pelatihan pembuatan ecobrick yang telah dilakukan, didapatkan bahwa sebanyak 12 peserta dari total 16 peserta, sudah mengetahui apa itu ecobrick dan 9 diantaranya sudah mengetahui manfaat ecobrick, sebelum webinar berlangsung. Setelah webinar, dapat dilihat bahwa 16 peserta sudah mengetahui apa itu ecobrick dan apa manfaatnya. 16 peserta menyatakan tertarik untuk membuat ecobrick, namun hanya 14 yang tertarik untuk membuat furnitur ecobrick. 2 peserta mengungkapkan faktor penghambatnya adalah tidak ada waktu dan malas membuat. Dari pengabdian masyarakat ini dihasilkan 2 kursi, 1 meja dan juga 3 dinding ecobrick yang diletakkan di Rumah Belajar Sekar. Pembuatan ecobrick ini dapat menjawab permasalahan mitra untuk memenuhi kebutuhan furnitur dan juga menyelesaikan permasalahan untuk mengurangi sampah plastik. Kata kunci: ecobrick; furnitur; pengelolaan sampah; plastik. ABSTRACTThis community service is aimed to meet the needs of ecoclass’ furniture, by utilizing waste in the partner's environment, namely Rumah Belajar Sekar, Balikpapan. To fulfill this furniture need, an ecobrick making training was conducted in the form of a webinar. The team also made ecobrick as furniture like table, chairs and wall. To determine the results of the webinar that has been conducted with 16 participants, an online questionnaire was completed, before and after the webinar. From the questionnaire results, it was found that as many as 12 participants out of a total of 16 participants already knew what ecobrick was and 9 of them already knew the benefits of ecobricking, before the webinar took place. After the webinar, it can be seen that 16 participants already know what ecobricking was and what its benefits were. 16 participants expressed their interest in making ecobricks, but only 14 were interested in making ecobrick’s furniture. 2 participants revealed that the inhibiting factors were not having enough time and lazy to make. From this community service, 2 chairs, 1 table and 3 ecobrick walls were produced which were placed in the Rumah Belajar Sekar. Making this ecobrick can answer partner’s needs of furniture and also solve problems to reduce plastic waste. Keywords: ecobrick; furniture; waste management; plastic
UPAYA PENANGGULANGAN EROSI DAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN LIMBAH SABUT KELAPA DI DUSUN KLUI, DESA MALAKA Kornelia Webliana B; Diah Permata Sari; Solikatun Solikatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.459 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2979

Abstract

ABSTRAKSebagian  besar wilayah Dusun Klui, Desa Malaka memiliki topografi wilayah yang berbukit untuk areal perkebunan dan topografi datar untuk pemukiman. Salah satu potensi perkebunan yang cukup melimpah yang dimiliki Desa Malaka adalah kelapa. Sejauh ini pemanfaatan kelapa masih terpaku pada hasil primer, yaitu air dan daging kelapa serta tempurung kelapa untuk arang. Limbah sabut kelapa belum dimanfaatkan, padahal memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang dapat membantu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan keberlanjutan dari ekosistem. Salah satu bentuk pemanfaatan limbah sabut kelapa berupa cocomesh memiliki fungsi penting dalam pencegahan erosi dan longsor pada kelerengan curam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nila ekonomi dan ekologi limbah sabut kelapa dalam bentuk cocomesh sebagai alternatif pencegahan erosi dan longsor di Dusun Klui Desa Malaka. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu sosialisasi dan pelatihan pembuatan cocomesh. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa limbah perkebunan berupa sabut kelapa dapat diolah menjadi cocomesh yang bernilai ekonomi dan ekologi. Masyarakat Dusun Klui mendapatkan pengetahuan dan wawasan setelah dilakukan sosialisasi mengenai penangan limbah sabut kelapa untuk pencegahan erosi. Masyarakat Dusun Klui juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah sabut kelapa menjadi cocomesh dan mempraktikannya dalam pemasangan cocomesh di lahan perkebun yang memiliki tingkat kecuraman yang tinggi. Kata kunci : cocomesh; erosi; longsor. ABSTRACTMost of the Klui Hamlet, Malacca Village, has a hilly topography for plantation areas and a flat topography for settlements. One of the potential plantations that is quite abundant in the village of Malacca is coconut. So far, coconut utilization is still focused on primary products, namely water and coconut meat and coconut shell for charcoal. Coconut husk waste has not been utilized, even though it has economic and ecological value that can help to increase community income and the sustainability of the ecosystem. One form of utilization of coconut husk waste in the form of cocomesh has an important function in preventing erosion and landslides on steep slopes. The purpose of this activity is to improve the economic and ecological value of coconut husk waste in the form of cocomesh as an alternative to erosion and landslide prevention in Klui Hamlet, Malacca Village. The methods used to achieve these objectives are socialization and training in making cocomesh. The results of community service activities show that plantation waste in the form of coconut husks can be processed into cocomesh which has economic and ecological value. The people of Klui Hamlet gained knowledge and insight after socialization was carried out on coconut husk waste handlers for erosion prevention. The people of Klui Hamlet also gain knowledge and skills in processing coconut husk waste into cocomesh and practice it in installing cocomesh on sloping garden land. Keywords : cocomesh; erosion; landslide. 
MANAJEMEN STRES DAN ANSIETAS UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH Ayu Pratiwi; Yunike Edmaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.796 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2977

Abstract

ABSTRAKKesehatan jiwa merupakan kondisi dimana seseorang dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual serta sosial, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakatnya. Individu tidak dapat bebas dari stres. Apabila stres tidak dikelola dengan baik dapat berlanjut menjadi ansietas dan masalah kesehatan jiwa lainnya. Data Riskesdas 2018 menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penderita psikosis dari 1,7% menjadi 7% per mil, sedangkan penderita gangguan mental emosional meningkat dari 6 menjadi 9% per mil. Jumlah penderita depresi di provinsi Banten mencapai 8.7%. Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa dari waktu ke waktu membutuhkan tindakan promosi dan pencegahan gangguan jiwa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar warga masyarakat mampu mengenali tanda dan gejala stres dan ansietas serta dapat melakukan cara pengelolaannya. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi cara mengelola stres dan ansietas berupa teknik relaksasi napas dalam dan afirmasi positif, yang dihadiri 50 warga yang dihadiri oleh kader dan pengurus RT dan Kepala RW kp Gandu  RT/RW 02/04 Desa Sindang Jaya kecamatan Sindang Jaya selaku mitra. Hasil kegiatan diukur dengan membandingkan nila pre-test dan post-test pengetahuan pasien sebelum dan sesudah dilakukan pemberian materi. Hasilnya, terdapat peningkatan pengetahuan warga sebelum dilakukan penyuluhan dengan persentase sebesar 60% dan setelah dilakukan penyuluhan persentase sebesar 100%. terkait kesehatan jiwa, tanda gejala stres dan ansietas. Warga juga mampu melakukan tindakan yang diajarkan untuk mengelola stres dan ansietas. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan bantuan para kader masyarakat. Kata Kunci: ansietas; kesehatan jiwa; stres. ABSTRACTMental health is a condition in which a person can develop physically, mentally, spiritually and socially, and is able to contribute to his community. Individuals cannot be stress free. If stress is not managed properly it can lead to anxiety and other mental health problems. Riskesdas 2018 data shows an increase in the number of psychosis sufferers from 1.7% to 7% per mile, while people with mental emotional disorders have increased from 6 to 9% per mile. The number of people suffering from depression in Banten province reached 8.7%. The high number of people with mental disorders from time to time requires promotional action and prevention of mental disorders. This community service aims to make community members able to recognize the signs and symptoms of stress and anxiety and be able to do how to manage them. This activity was carried out through counseling and demonstrations on how to manage stress and anxiety in the form of deep breath relaxation techniques and positive affirmations, which was attended by 50 residents attended by cadres and administrators of RT and Head of RW Kp Gandu RT / RW 02/04 Sindang Jaya Village, Sindang Jaya District as partners. The results of the activity were measured by comparing the pre-test and post-test values of the patient's knowledge before and after giving the material. As a result, there was an increase in the knowledge of the residents before extension with a percentage of 60% and after extension the percentage of 100%. related to mental health, signs of stress and anxiety. Residents are also able to take actions that are taught to manage stress and anxiety. This activity is expected to be carried out in a sustainable manner with the help of community cadres. Keyword: anxiety; mental health; stress
PENERAPAN MODEL USAHATANI SEHAT MELALUI PENGGUNAAN PUPUK SILIKAT PLUS PADA TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA Mulyati Mulyati; Joko Priyono; Muliatiningsih Muliatiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.559 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3241

Abstract

ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada petani kakao tentang teknik usahatani kakao yang sesuai dengan standard praktik pertanian yang baik atau Good Agriculture Practices (GAP); dan   memperkenalkan konsep usahatani sehat kepada petanik melalui penggunaan pupuk silikat plus (SiPlus). Kegiatan PKM dilakukan melalui penyuluhan secara langsung dengan cara memutarkan video tentang penerapan GAP untuk tanaman kakao dan slide tentang konsep dan penerapan bertani sehat dengan menggunakan pupuk SiPlus di balai desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.  Kegiatan ini dihadiri oleh 21 orang petani dan staf desa serta beberapa tokoh masyarakat yang ada di desa tersebut. Tayangan video tentang GAP kakao difokuskan pada penerapan PSP2S (Panen sering, pemangkasan, pemupukan dan sanitasi).  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tayangan video tersebut telah memberikan motivasi  bagi petani kakao tentang teknik pengelolaa  kebun kakao yang baik. Penggunaan SiPlus merupakan metode baru, sehat dan ramah lingkungan. Secara umum, petani sangat antusias dan menyambut baik ajakan tim PKM untuk menerapkan GAP kakao dan konsep bertani sehat dengan SiPlus.  Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, kombinasi metode GAP dan penerapan model usahatani sehat menggunakan SiPlus direkomendasikan untuk dapat dijadikan sebagai model usahatani kakao di KLU serta dapat disebar-luaskan ke petani kakao lainnya. Kata kunci: model usahatani; silikat plus;  kakao. ABSTRACTThe purpose of this community service (CS) was to provide knowledge and traning to cocoa farmers that are in accordance  with good Agriculture practices (GAP) standard; and  introducing the concept of healthy farming through the use of silicate plus fertilizer (Si plus).  This activities are carried out through direct counseling by playing  a video about the application of GAP for cocoa plants and a slide about the concept  of healthy  farming  using Si plus fertilizer.  The activity was held at the Genggelang village hall. Gangga District,  Noth Lombok Regency, with 21 farmers attended and village staff as well as several community  leaders in the village. The video presented about GAP for cocoa is focused on implementing PSP2S (frequent harvesting, pruning, fertilizing and sanitation). The results showed that the video was motivated cocoa farmers about good cocoa garden management techniques  and synergistic manner.  In general, the farmes were very enthusiastic and welcome the community service team’s invitation to apply GAP for cocoa and the concept of healthy farming with Siplus . To follow-up this activity, a combination of the GAP and applying Siplus  is  recommended to be used as a cocoa farming  model in North Lombok Regency and it can be distributed to other cocoa farmers. Keywords: farming model; silicate plus; cocoa.
OPTIMALISASI MEDIA FILTER PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH DI PONDOK PESANTREN AL IZZAH KM 15 BALIKPAPAN Marita Wulandari; Rahmania Rahmania; Nia Febrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.199 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3329

Abstract

ABSTRAKSalah satu unsur utama dalam kehidupan adalah air. Balikpapan memiliki sumber air baku yang berasal dari waduk untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Balikpapan. Namun masih banyak warga yang menggunakan air sumur.  Air sumur yang digunakan masyarakat masih berwarna coklat dan agak kekuning-kuningan yang diakibatkan konsentrasi besi dan mangan yang tinggi. Salah satu yang masih menggunakan air sumur bor ini ialah tempat penyedia pendidikan yaitu di Pondok Pesantren  Al- Izzah yang terletak di Jalan Sei Wein KM 15 Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara. Salah satu bentuk pengabdian masyarakat ini adalah melakukan optimalisasi instalasi pengolahan air bersih yang terdapat di Pondok Pesantren Al- Izzah, agar proses pengolahan air bersih menjadi optimal dan air bersih yang dihasilkan dapat sesuai standar dengan cara mengganti media filter yang ada pada bak filtrasi dengan menggunakan media filter karbon aktif, pasir silika, ijuk, dan kerikil. Berikut prodesur kerja pembuatan instalasi pengolahan air bersih, survei dan peninjauan untuk menentukan media filter berdasarkan karakteristik air baku, persiapan media filter, pembersihan bak filtrasi, pengisian media filter, dan tahapan yang terakhir ialah pengujian kualitas air sebelum dan sesudah media filter diganti. Hasil yang didapat setelah media filter di ganti dan dioptimalkan ialah bahwa efisiensi  penyisihan kekeruhan sebesar 99,86 %. Efisiensi penyisihan TDS sebesar 55,83 %. Penurunan konsentrasi besi dan mangan masing masing sebesar 99,37 % dan 87, 44 %.  Kata kunci: air bersih; media filter; besi dan mangan; kekeruhan ABSTRACTOne of the important thing in human life is water. To provide the the need of water in Balikpapan, Balikpapan has a sorce of raw water was come from reservoar . However, many residents still use well water. The well water used by the community is still brown and slightly yellowish due to the high concentration of iron and manganese. Al-Izzah Islamic Boarding School which is located on Jalan Sei Wein KM 15, Karang Joang Village, North Balikpapan District has a problem with water. The student, teacher, and some people in there used well water.  This community service was optimizing the clean water treatment installation at the Al-Izzah Islamic Boarding School, so that the clean water treatment process can be optimal and the clean water produced can be up to standard by replacing the existing filter media in the filtration tub using media activated carbon filter, silica sand, palm fiber, and gravel. The following was a work process for making a clean water treatment plant, a survey and a review to determine the filter media based on the characteristics of raw water, preparation of filter media, cleaning the filtration tub, filling the filter media, and the last step is testing the water quality before and after the filter media is replaced. The results obtained after the filter media were replaced and optimized was that the turbidity removal efficiency was 99.86%. TDS removal efficiency of 55.83%. The decrease in iron and manganese concentrations was 99.37% and 87.44%, respectively. Keywords: clean water; filter media; iron and manganese; turbidity