cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021): April" : 86 Documents clear
PENINGKATAN KEGIATAN OPERASIONAL KLINIK PRATAMA AL-IKHLAS MUHAMMADIYAH BOROBUDUR Nur Hidayah; Mahendro Prasetyo Kusumo
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.748 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3967

Abstract

ABSTRAKKegiatan operasional sebuah klinik yang berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemilik mendukung tercapainya visi dan misi klinik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kegiatan operasional Klinik Pratama Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur untuk memperbaiki kinerja klinik yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Metode yang digunakan adalah studi kasus menggunakan observasi partisipatif dengan mensinergikan kegiatan pengabdian masyarakat dosen Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan kegiatan operasional Klinik Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur (Klinik) bekerja sama dengan Ranting Aisyiyah Borobudur 3 dan Cabang Borobudur. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah peningkatan kegiatan operasional klinik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Borobudur dan warga masyarakat yang berada di sekitar klinik. Hasil dari pengabdian masyarakat yang lain adalah peningkatan motivasi dari sumber daya manusia klinik untuk memperbaiki kinerjanya sehingga klinik dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kata kunci: peningkatan; kegiatan operasional; kinerja; klinik pratama.  ABSTRACTThe clinic's operational activities that work according to the provisions that have been set in regulations and stakeholder policy can support the clinic to achieve the clinic’s vision and mission. This community service aimed to improve the operational activities of Klinik Pratama Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur, especially in improving the clinic’s performance which decreases in recent years. The method applied was a case study using participatory observation by synergizing both the community service of the master of Hospital administration lecturers, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, and clinics operational of Klinik Pratama Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur which collaborate with Aisyiyah Borobudur Branch 3 and Borobudur Branch. The result of this community service was the improvement of the clinic’s operational activities in providing health service to the community, especially the residents of Muhammadiyah dan Aisyiyah Borobudur and also the residents around the clinic. Besides, another result of the community service was the enhancement of the motivation of clinical human resources to improve the clinical performance, so the clinic can carry out its function properly.                                                              Keywords: improvement; operational activities; performance; pratama clinic.
SOSIALISASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN Wayan Resmini; Abdul Sakban; Ni Putu Ade Resmayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.376 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4357

Abstract

ABSTRAKPajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber pendapatan negara. Sedangkan pajak daerah adalah pajak negara yang diserahkan kepada daerah untuk dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan yang dipergunakan untuk  pembiayaan daerah sebagai badan hukum public. Tindak lanjutnya,  ditetapkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 15  Tahun 2018 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan  (PBB-P2). Peraturan Daerah   ini diharapkan menjadi landasan hukum dalam  pengenaan Pajak daerah.. Untuk itu perlu adanya sosialisasi tentang betapa pentingnya masyarakat memiliki kesadaran dalam melakukan kewajiban untuk  membayar pajak bumi dan bangunan. Karena dalam kenyataannya masyarakat  masih banyak yang belum menyadari hal tersebut. Sosialisasi  ini mengambil lokasi di Kecamatan Mataram Timur, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini berada di dalam kota Mataram. Adapun tujuan pengabdian pada masyarakat  ini, adalah sebagai berikut: Untuk memberikan pemahaman dan pendidikan tentang : tata cara pembayaran pajak bumi dan bangunan , cara mengajukan keberatan penetapan pajak bumi dan bangunan, cara pengembalian kelebihan pembayaran pajak bumi dan bangunan oleh wajib pajak. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah , diskusi dan Tanya jawab. Tata cara Pembayaran dan Penagihan Pajak adalah sebagai berikut: Pajak yang terhutang berdasarkan SPPT harus dilunasi selambat-lambatnya 5 (lima) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT oleh wajib pajak, Pada saat jatuh tempo pembayarannya tidak dibayar atau kurang dibayar, dikenakan sanksi administrasi  berupa bunga sebesar 2% setiap untuk jangka waktu paling lama 15 bulan sejak saat terhutangnya pajak. Tata cara mengajukan keberatan pajak yang ditentukan oleh walikota. Wajib pajak dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas sesuatu tentang: SPPT; SKPD;SKPDLB); dan SKPDN. Keberatan harus dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal surat. Cara pengembalian Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Atas kelebihan pembayaran pajak, Wajib pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. Kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak perlu ditingkatkan, hal ini harus diperhatikan dan dimaksimalkan  oleh pemerintah daerah Kota Mataram dan instansi terkait, karena  masih banyak masyarakat belum menyadari alangkah pentingnya peran dan fungsi pajak badi pembangunan daerah.Hasil pengamatan dan Tanya jawab pada saat pelaksanaan Pengabdian  masyarakat Faktor kesadaran masyarakat yang masih rendah, informasi tentang batas akhir pembayaran pajak kurang jelas dari instansi yang terkait. Kesulitan lainnya adalah tempat pembayaran pajak juga menjadi kendala Karen jarak tempuh kurang lebih 3-4 km dari tempat tinggal. Biasanya masyarakat baru membayar pajak saat terjadinya jual beli terhadap obyek pajak. Kata Kunci: pajak; bumi, bangunan; perkotaan; pedesaan. ABSTRACTTaxes are the transfer of wealth from the people to the state treasury to finance routine expenses, and the surplus is used for public saving, which is a source of state income. Meanwhile, regional taxes are state taxes submitted to the regions to be collected based on statutory regulations used for regional financing as public legal entities. As a follow-up, the Mataram City Regional Regulation Number 15 of 2018 concerning Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) has been stipulated. This Regional Regulation is expected to become a legal basis in the imposition of regional taxes. For this reason, there is a need for socialization about how important it is for people to have awareness in carrying out their obligations to pay land and building taxes. Because in reality, there are still many people who are not aware of this. This socialization took place in the East Mataram District, Mataram City, West Nusa Tenggara. This location is in the city of Mataram. This community service's objectives are as follows: To provide understanding and education regarding procedures for paying land and building taxes, how to file objections to the determination of land and building tax, how to return overpayments of land, and to build tax by taxpayers. This activity's method is carried out using lecturing, discussion, and question and answer sessions. Procedures for Payment and Collection of Taxes are as follows: Tax payable based on the SPPT must be paid not later than 5 (five) months from the date of receipt of the SPPT by the taxpayer. At the due date, the payment is not paid or underpaid, shall be subject to administrative sanctions in the form of interest in the amount of 2% for a period of no later than 15 months from the time the tax became due. The Mayor determines the procedure for filing a tax objection. The taxpayer can file an objection to the Mayor or the appointed official regarding SPPT, SKPD, SKPDLB), and SKPDN. Objections must be made within a maximum period of 3 (three) months from the letter's date. To return the overpayment of Land and Building Tax Excess Payment upon tax overpayment, taxpayers can apply for a refund to the Mayor. Public awareness in paying taxes needs to be improved. This must be considered and maximized by the regional government of Mataram City and related agencies, because there are still many people who do not realize the importance of the role and function of taxes for regional development. The results of observations and discussions during the implementation of community service, this problem is caused by public awareness factors that are still low and lack of information about the deadline for tax payments from the relevant agencies. Another difficulty is where to pay taxes which is a constraint because the distance is approximately 3-4 km from the place of residence. Usually, people only pay taxes when the tax object is bought and sold. Keywords: tax; land; building; urban area; rural area
PENYULUHAN KESEHATAN DI MASA PANDEMI DAN NEW NORMAL MENGGUNAKAN MEDIA EDUKATIF BERBASIS AUDIO VISUAL Vika Martahayu; Yuanita Yuanita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.186 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.2989

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan Pengabdian Mayarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi khususnya bagi anak-anak melalui penyuluhan kesehatan di masa pandemi dan new normal menggunakan media edukatif berbasis audio visual. Pengabdian penyuluhan kesehatan dimasa pandemi menjadi salah satu alternatif dalam memberikan edukasi pada pengenalan kesehatan. Kegiatan ini dimulai dengan pengembangan media terlebih dahulu yang menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak baik dari segi gambar, warna, bahasa dan suara yang digunakan. Peserta dalam penyuluhan kesehatan ini terdiri dari sekolah terdekat SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung diberikan secara offline sedangkan online via zoom dari SD N 4 Tempilang, SD N 13 Tempilang dan SD IT Alam Cahaya Tobolai yang dilaksanakan pada tanggal 17 September 2020 secara bersamaan dengan total 72 peserta terdiri dari siswa dan guru. Setelah diberikan penyuluhan dapat memberikan edukasi untuk  menanamkan pehamanan yang kuat dalam menghadapi new normal. Perlunya pemberian edukasi melalui media berbasis audio visual bisa dirasakan bahwasanya covid-19 ini bukanlah sesuatu yang menakutkan sehingga menimbulkan rasa cemas yang berlebihan, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan baik dan mampu menjalankan sesuatunya berdasarkan protokol kesehatan. Kata kunci : kesehatan; masa pandemi dan new normal; media edukatif berbasis audio visual. ABSTRACTThe implementation of this Community Service aims to provide education, especially for children, through health education during the pandemic and new normal using audio-visual based educational methods. Community health education services during the pandemic period is an alternative in providing education on the introduction of health. This activity begins with the development of media in advance that adapts to the needs of the children both in terms of images, colors, language and sounds used. Participants in this health education consisted of the closest school SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung given offline while online via zoom from SD N 4 Tempilang, SD N 13 Tempilang and SD IT Alam Cahaya Tobolai which was held on September 17, 2020 simultaneously with a total of 72 participants consisted of students and teachers. After being given counseling, it can provide education to instill a strong understanding in facing thenew normal. The need to provide education through audio-visual based media can be felt that Covid-19 is not something scary that causes excessive anxiety, it's just how we react to it and are able to carry out things based on health protocols. Keywords: health; pandemic period and new normal; audio-visual based educational media.
PENGGUNAAN DRONE UNTUK PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI MASA PANDEMI (STUDI KASUS DI DESA MARGASARI) Vita Efelina; Sarah Dampang; Iqbal Maulana; Riza Ibnu Adam; Endah Purwanti; Reni Rahmadewi; Billy Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.497 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4330

Abstract

ABSTRAKSekarang ini, diramaikan dengan isu Corona Virus Disease-2019 atau yang biasa disingkat dengan Covid-19. Kasus asal coronavirus pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China. Termasuk salah satunya di Indonesia awal kasus kesehatan ini ditemukan di Depok, Jakarta pada 02 Maret 2020. Begitu juga Kabupaten Karawang yang saat ini merupakan zona hitam (kasus Covid-19 kian menambah setiap harinya). Tujuan dalam penilitian ini yaitu pembuatan drone untuk penyemprotan disinfektan. Di karenakan disinfektan sendiri merupakan bahan senyawa aktif yang dapat meminimalisir terpaparnya Covid-19. Metode pengabdian yang dilakukan dengan cara pendekatan kualitatif. Hal ini dilakukan untuk kajian literatur yang menjadi parameter dalam penggunaan drone. Hasil yang ditawarkan dalam pengabdian ini guna mencegah bertambahnya kasus positif Covid-19, khususnya di Kabupaten Karawang. Di harapkan penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir dengan cara penyemprotan disinfektan melalui drone. Selain itu drone yang digunakan dapat terintegrasi oleh sistem internet of things (IoT). Dengan tujuan agar dalam penggunaannya dapat dengan mudah diarahkan sesuai kebutuhan. Kata kunci:covid-19; drone; disinfektan; internet of things. ABSTRACTCurrently, it is enlivened by the issue of Corona Virus Disease-2019 or commonly abbreviated as Covid-19. The case of the origin of the coronavirus was first found in Wuhan City, China. Including one of them in Indonesia, the initial health case was found in Depok, Jakarta on March 02, 2020. Likewise, Karawang Regency is currently a black zone (Covid-19 cases are increasing every day). The purpose of this research is to make drones for spraying disinfectants. This is because disinfectants are active compounds that can minimize exposure to Covid-19. The research method used is a qualitative approach. This is done for a literature review which is a parameter in using drones. The results offered in this study are to prevent an increase in positive cases of Covid-19, especially in Karawang Regency. It is hoped that the spread of Covid-19 can be minimized by spraying disinfectants through drones. In addition, the drones used can be integrated by the internet of things (IoT) system. With the aim that in use it can be easily directed as needed. Keywords: covid-19; drone; disinfectans; internet of things.
IBM DAGUSIBU OBAT DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI TAIPEI, TAIWAN Sendi Lia Yunita; Rizka Novia Atmadani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4355

Abstract

ABSTRAKPengobatan mandiri (swamedikasi) dilakukan untuk mengobati penyakit ringan yang bersifat simptomatis. Namun demikian upaya swamedikasi pada masyarakat belum diikuti dengan pengetahuan yang tepat dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang (DAGUSIBU) obat secara utuh. Hal ini tidak hanya terjadi pada masyarakat di dalam negeri tapi juga dialami oleh para pekerja migran Indonesia (PMI) yang ada di luar negeri termasuk di Taipei, Taiwan. Metode pengabdian yang telah dilaksanakan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi kesehatan gratis dan penyuluhan tentang DAGUSIBU melalui pemeriksaan tekanan darah, berat badan, kadar gula darah, kadar asam urat, kadar kolesterol menggunakan kit dan penyuluhan dengan menggunakan bantuan brosur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan informasi tentang DAGUSIBU obat serta sebagai bentuk asesmen awal dan pencegahan penyakit para pekerja migran Indonesia di Taipei. Kegiatan pengabdian berjalan dengan efektif dimana respon partisipan cukup baik dengan didapatkan 51 orang. Dimana beberapa pemeriksaan kesehatan menunjukan hasil di atas batas normal, yaitu 3 orang untuk pemeriksaan kadar gula darah, 2 orang pemeriksaan kadar kolesterol dan 5 orang untuk pemeriksaan kadar asam urat. Kata kunci: DAGUSIBU; kesehatan; PMI; Taipei; Taiwan ABSTRACTSelf-medication is an effort to eliminate the symptomatics minor ailments. However, this efforts have not been followed by proper knowledge in obtaining, using, storing, and disposing (DAGUSIBU) of medicine completely in the community. Its does not only happen to people in the country but also experienced by Indonesian migrant workers (PMI) who are abroad, including in Taipei, Taiwan. The community service method that have been carried out included free examinations, free health consultations, and socialization of DAGUSIBU through examining blood preasure, body weight, blood sugar levels, uric acid levels, cholesterol levels using kits, and socialization using brochures. The objectives of this activities can provided the health services and information about DAGUSIBU of medicine as weel as an initial assessment and prevention of diseases among Indonesian migrants workers in Taipei.This effective activities which are the participants response is quite good with 51 participants was carried out. Several results test showed above the normal limitation, namely 3 participants checked sugra blood level, 2 peoples checked cholesterol levels, and 5 peoples checked uric acid levels. Keywords: DAGUSIBU; health; Indonesian Migrant worker; Taipei; Taiwan
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PENGOLAHAN BISKUIT Haerul Anwar; Septiani Septiani; Nurhayati Nurhayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.799 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4377

Abstract

ABSTRAKPisang Kepok (Musa paradisiaca L.) merupakan komoditas holtikultultura yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai produksi yang tinggi di Indonesia. Laju pertumbuhan produksi pisang di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak tahun 1998-2015 yaitu sebesar 0,33% per tahun, sedangkan kosumsi pisang selama tahun 2002-2015 menunjukkan perkembangan yang berfluktuatif namun cenderung menurun dengan rata-rata sebesar 0,53% per tahun. Telah dilakukan kegiatan pembuatan biskuit dengan mensubsitusikan tepung kulit pisang kepok dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat Komplek POLRI Jatirangga, Bekasi dalam memanfaatkan limbah kulit pisang kepok menjadi olahan biskuit yang mengandung komposisi gizi yang cukup tinggi dan benilai ekonomis. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan yang melibatkan 15 orang peserta. Hasil uji tingkat kesukaan terhadap biskuit menyatakan bahwa daya terima responden secara keseluruluhan adalah memnyukainya, sedangkan hasil uji proksimatnya didaptkan kandungan karbohidrat sebanyak 62,91%, lemak sebanyak 12,23%, protein sebanyak 7,26%, serat pangan sebanyak 51,21%, kalium sebanyak 3272,69 mg/100 g, energi sebanyak 390,75 kkal/100 g, kadar air sebanyak 8,82 %  dan kadar abu sebanyak 8,78 %. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat untuk dilakukan karena masyarakat belum pernah mengolah kulit pisang kepok menjadi tepung yang bisa dimanfatkan menjadi berbagai macam olahan makanan selingan berkhasiat tinggi dan berpotensi dalam mencegah penyakit konstipasi dan hipertensi. Kata kunci: Musa paradisiaca L.; kulit pisang kepok; biskuit. ABSTRACTKepok Banana (Musa paradisiaca L.) is a horticultural commodity that is easily cultivated and has a high production value in Indonesia. The rate of growth in banana production in Indonesia continues to increase from 1998-2015, which is equal to 0.33% per year, while banana consumption during 2002-2015 shows a fluctuating development but tends to decrease by an average of 0.53% per year. The activity of making biscuits has been carried out by substituting kepok banana peel flour with the aim of empowering the people of the Jatirangga Police Complex, Bekasi in utilizing the waste of Kepok banana peels into processed biscuits that contain high nutritional composition and economically validity. The implementation of this activity was carried out using the extension method which involved 15 participants. The results of the test level to the biscuit stated that the respondent's overall acceptance was to like it, while the proximate test results were conducted by carbohydrate content of 62.91%, fat as much as 12.23%, protein as much as 7.26%, food fiber as much as 51.21%, potassium as many as 3272.69 mg / 100 g, energy as many as 390.75 Kcal / 100 g, water content of 8.82% and ash content was 8.78%. This community service activities are very useful to do because the community has never processed Kepok banana peel into flour that can be widely used into various kinds of high-purpose foods with high efficacy and potentially in preventing constipation and hypertension. Keywords: Musa paradisiaca L.; kepok banana leather; biscuit.
PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) GURU DI KOTA PALEMBANG PADA ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Wita Farla; Welly Nailis; Lina Dameria Siregar
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.412 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4241

Abstract

ABSTRAKPada era adaptasi kebiasaan baru, sistem pengajaran di sekolah berubah dari sistem luring (luar jaringan) menjadi sistem daring (dalam jaringan). Saat ini teknologi merupakan media utama untuk melakukan kegiatan pengajaran. Perubahan yang terjadi pada sistem pengajaran ini terjadi dengan cepat sehingga sebagian besar guru tidak siap dalam menghadapi perubahan tersebut. Sementara itu, guru dituntut untuk memiliki kompetensi karena kompetensi tersebut akan berhubungan dengan proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui cara peningkatan kompetensi guru SMA di Kota Palembang dalam melakukan pengajaran khususnya yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi pada era adaptasi kebiasaan baru. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dengan cara sosialisasi melalui presentasi dan diskusi interaktif. Khalayak sasaran kegiatan ini  adalah guru SMA di Kota Palembang sebanyak 25 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya penguasaan kompetensi pada era adaptasi kebiaasaan baru khususnya kompetensi yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi dimana saat ini sistem pengajaran lebih banyak menggunakan sistem daring. Kata kunci: kompetensi guru; teknologi informasi; adaptasi kebiasaan baru.  ABSTRACTIn the era of adapting to new habits, the teaching system in schools has changed from an offline system to an online system. Currently, technology is the main medium for teaching activities. Changes that occur in this teaching system occur quickly so that most teachers are not ready for these changes. Meanwhile, teachers are required to have competencies because these competencies will be related to the teaching and learning process and student learning outcomes. The purpose of this community service activity is to find out how to increase the competence of high school teachers in Palembang City in conducting teaching, especially those related to the use of information technology in the era of adaptation to new habits. The method of implementing this service activity is using socialization through presentations and interactive discussions. The target audience for this activity is 25 high school teachers in Palembang City. The result of this community service activity is an increase in teachers' understanding of the importance of mastering competencies in the era of new adaptation habits, especially competencies related to the use of information technology where currently the teaching system uses more online systems. Keywords: teacher competence; information technology; adaptation of new habits.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN DASAR PRODUK OLAHAN MAKANAN DI KELURAHAN KAMBANIRU Junaedin Wadu; Anggreni Madik Linda; Elfis Umbu Katongu Retang; Elsa Christin Saragih
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.782 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4270

Abstract

ABSTRAKKelor menjadi salah satu tanaman yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pengolahan makanan ataupun minuman. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok tani Ie Hari 1 di Kelurahan Kambaniru Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu metode penyuluhan dengan memberikan materi terkait pengenalan produk kelor dan nilai gizinya, serta memberikan pelatihan langsung pembuatan pudding dan ice cream kelor. Anggota  kelompok tani Ie hari 1 didominasi oleh wanita yang mempunyai potensi dalam pengolahan produk makanan dari daun kelor, karena tersedia pohon kelor di sekitaran rumah para anggota kelompok. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah kelompok tani mempunyai ketertarikan dalam mengenal produk olahan kelor yang mempunyai nilai ekonomis yang baik. Kata kunci : kelor; bahan dasar; kelompok tani Ie hari 1 ABSTRACTMoringa is a plant that has a high nutritional content and its leaves can be used as one of the basic ingredients for food or beverage processing. The community service program was carried out at the Ie Day 1 farmer group in Kambaniru Village, Kambera District, East Sumba Regency. The method used in this service is the extension method by providing material related to the introduction of Moringa product and its nutritional value, as well as providing direct training in making Moringa pudding and ice cream. The Ie day 1 farmer group members are dominated by women who have the potential in processing food products from Moringa leaves, because there is a Moringa tree around the house of the group members. The result of this Community Service is that farmer groups have an interest in getting to know Moringa processed products that have good economic value. Keywords: moringa; basic material; Ie farmer group day 1
EDUKASI DAMPAK DAN PENCEGAHAN SCREEN DEPENDENCY DISORDER (SDD) SELAMA MASA PANDEMI PADA IBU BALITA DI DESA TELAGAWARU LOMBOK BARAT Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Aulia Amini; Desi Rofita; Baiq Masdariah; A.A Muhammad Nur Kasman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.721 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4473

Abstract

ABSTRAKTeknologi berperan penting bagi kehidupan manusia. Kemudahan dalam mengoperasikan gadget, baik itu smartphone, tablet, maupun laptop membuat gadget sangat familiar bagi masyarakat, tanpa terkecuali anak-anak. Fitur yang ada didalamnya membuat tertarik anak- anak yang mengakses gadget (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Terpapar gadget di usia dini, dapat menyebabkan ketergantungan Screen Dependency Disorder (SDD). Hal ini terjadi karena otak anak belum berkembang secara sempurna, anak-anak belum dapat membedakan mana hal yang benar dan salah, serta hal yang boleh untuk dilakukan dan yang tidak. Sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk membatasi penggunaan gadget (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu edukasi dampak dan pencegahan screen dependency disorder (sdd)  selama masa pandemi pada ibu balita di desa telagawaru lombok barat. Setelah diberikan edukasi tentang dampak dan pencegahan kecanduan gadget, ibu balita dibekali modul yang dapat dipelajari di rumah dapat mempraktikan kebiasaan untuk tidak memfasilitasi anak bermain gadget. Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 10 balita. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan ibu balita tentang penggunaan gadget 40% memiliki pengetahuan kurang, setelah dilakukan post test pengetahuan ibu balita meningkat, didapatkan 80% ibu meningkat yaitu Baik. Kata kunci: screen dependency disorder; balita; pandemi covid19 ABSTRACTTechnology plays an essential role in human life.  The ease of operating gadgets, be it smartphones, tablets, or laptops, makes devices very familiar to the public, including children.  The features in it attract children who access gadgets (Kementerian Kesehatan RI, 2018).  Exposure to gadgets at an early age can lead to dependence on Screen Dependency Disorder. This is happening because the child's brain is not yet fully developed; the children are unable to distinguish between right and wrong things, as well as what to do and what not.  So they cannot limit the use of gadgets (Kementerian Kesehatan RI, 2018).  The solution to the problem offered is impact education and prevention of screen dependency disorder during the pandemic period for mothers of children under five in Telagawaru village, West Lombok.  After being given education about the effects and prevention of gadget addiction, mothers provided modules that they can learn from at home to practice the habit of not facilitating children to play with gadgets.  The number of respondents who participated in this activity was ten toddlers.  The results of the dedication, it’s found that the mother's knowledge about the use of gadgets was 40% less knowledgeable, after the post-test the mother's knowledge increased, it’s found that 80% of the mothers had increased, namely Good Keywords: screen dependency disorder;  toddlers; the covid pandemic 19
INTEGRITAS PENDIDIKAN MENUAI WIRAUSAHA DI ERA PANDEMI DESA BUNTU KARYA KECAMATAN LUWU KABUPATEN PONRANG SELATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN Harmita Sari; S. M. Anwar; Hurria Hurria; Andi Rizkiyah Hasbi; Israini Suriati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.233 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3379

Abstract

ABSTRAKSeminar merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan sebagai proses untuk memecahkan suatu masalah, atau proses menemukan solusi yang biasanya diangkat dari hasil sebuah penelitian atau literatur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di desa Buntu Karya dengan melihat pendidikan dari masing masing pemuda dan masyarakat, relatif masih kurang dikarenakan kurangnya minat masyarakat akan pendidikan itu sendiri atau masyarakat lebih tertarik untuk bekerja baik bertani maupun pekerjaan lainnya. Dengan melihat adanya berbagai potensi hasil alam yang ada di Desa Buntu Karya penulis mengangkat seminar kewirausahaan dengan maksud agar kiranya warga atau masyarakat dapat mengolah atau memanfaatkan hasil alamnya dengan baik. Karena adanya pandemi sampai saat ini, berbagai dampak yang terjadi salah satunya adalah dampak kecemasan terhadap kesehatan, bagaimana cara menjaga dan menempatkan diri ketika berada di keramaian dengan mematuhi protokol kesehatan. Kata kunci : integritas pendidikan; wirausaha; covid-19; desa buntu karya ABSTRACTThe seminars is one of the activities that can be carried out  as a process to solve a problem, or the process of finding a solution which is usually based on the results of a study or literature. Based on the results of observations and interviews conducted in Buntu Karya Village by looking at the education of each youth and community, it is relatively still lacking due to the lack of public interest in education itself or the community is more interested in working both farming and other jobs. By looking at the various potentials of natural products in Village Buntu creation Village, the author raises an entrepreneurship seminars with the intention that residents or the community can process or make good use of natural products. Because of the existence of pandemic until now, various impacts have occurred, one of which is the impact of anxiety on health, how to guard and place oneself when in a crowd by complying with health protocols. Keywords : education integrity; entrepreneurship; covid-19; buntu karya village