cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Pemberdayaan kader kesehatan dalam menciptakan snack sehat berbahan dasar belimbing dan mentimun bagi lansia penderita hipertensi Febrina Fecsaria Handini; Maria Prieska Putri P.A
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26139

Abstract

AbstrakSebagian besar lansia dengan hipertensi kurang memahami dan mengetahui diit bagi penderita hipertensi serta masih mengkonsumsi gorengan, makanan dengan tinggi lemak dan tinggi garam. Tingginya asupan garam berhubungan dengan gangguan keseimbangan cairan sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, oleh karena itu lansia dengan hipertensi perlu memahami kebutuhan nutrisinya melalui peran serta kader kesehatan yang bersinggungan langsung dengan lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang nutrisi pada lansia yang menderita Hipertensi melalui diet DASH dan meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam pengelolaan menciptakan kreasi snack sehat bagi lansia dengan hipertensi. RW 01 Kelurahan Bareng Kota Malang merupakan salah satu daerah yang memiliki penderita hipertensi cukup tinggi. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa terdapat 42 lansia yang menderita hipertensi dengan jumlah kader adalah 20 orang. Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2024 dengan sasaran peserta adalah kader. Persentase kehadiran kegiatan adalah 88,3%. Tim pengabdi telah memberikan edukasi tentang konsep hipertensi, konsep Diet DASH untuk lansia dengan hipertensi, dan memberikan pelatihan tentang pengolahan buah belimbing dan timun menjadi camilan atau snack sehat lansia dengan hipertensi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader posyandu lansia tentang kebutuhan nutrisi pada lansia dengan hipertensi yaitu rata-rata nilai peserta sebelum diberikan edukasi adalah 4,74 dan meningkat menjadi 8,37 (skala 1-10). Selain itu juga terjadi peningkatan keterampilan yakni rata-rata sebelum diberi pelatihan adalah 2,2 meningkat menjadi 5,7 (skala 1-6) setelah diberi pelatihan. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM yang diberikan mampu memberikan dampak positif pada peserta secara signifikan. Kata kunci: hipertensi; belimbing; mentimun; snack sehat; lansia AbstractMost elderly with hypertension do not understand and know the hypertension diet and still consume fried foods, and foods with high fat and high salt. High salt intake is associated with fluid balance disorders which cause increased blood pressure, therefore elderly with hypertension need to understand their nutritional needs through the participation of health cadres who are in direct contact with the elderly. The purpose of this activity is to increase cadres' knowledge about nutrition in the elderly with hypertension through the DASH diet and to improve the skills of health cadres in managing and creating healthy snacks for the elderly with hypertension. The location of the community service activity is one of the areas with quite high hypertension sufferers. From the results of a preliminary study, it was found that there were 42 elderly people with hypertension with the number of cadres being 20 people. This community service was carried out in May 2024 with the target participants being cadres. The percentage of activity attendance was 88.3%. The community service team has provided education about the concept of hypertension, the concept of the DASH Diet for the elderly with hypertension, as well as training on processing star fruit and cucumber into healthy snacks for the elderly with hypertension. The results of this community service activity showed an increase in the knowledge of elderly posyandu cadres about nutritional needs in the elderly with hypertension, namely the average score of participants before being given education was 4.74 and increased to 8.37 (scale of 1-10). In addition, there was also an increase in skills, namely the average before being given training was 2.2 increasing to 5.7 (scale 1-6) after being given training. These results indicate that the Community Service activities provided were able to provide a significant positive impact on participants. Keywords: maximum of 5 keywords (words or phrases) separated by semicolons (;), e.g ; devotion; training; digital literacy.
Optimalisasi masa golden age melalui kelompok bermain non-digital di desa Sawaran Lor Lumajang Maritza Laili Arifin; Yunita Ardilla; Ahmad Alif Hidayat; Putri Dwi Octaviani; Amelia Maulidina Zahra; Muhammad Syawali Al Fathan; Zanuba Marwatus Arifah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25942

Abstract

AbstrakKelompok bermain non-digital merupakan kegiatan bermain bagi anak yang melibatkan aktivitas fisik sebagai upaya responsif terhadap kegiatan bermain digital (penggunaan gadget) yang berlebihan terutama di masa Golden Age anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pola asuh orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak dan mendorong peningkatan aktivitas non-digital pada anak. Metode pengabdian kepada masyarakat diawali dengan proses inkulturasi dan diskusi dengan masyarakat, perangkat desa, dan bidan setempat untuk melakukan pemetaan masalah tentang pola asuh dan tumbuh kembang sebagai dasar pembuatan program kerja, melakukan kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang tumbuh kembang anak dan pembatasan penggunaan gadget, serta bersama ibu-ibu membuat berbagai kegiatan non-digital untuk anak-anak yang berbentuk permainan tradisional, perlombaan, dan aktivitas non-digital lainnya. Hasil pengabdian kepada masyarakat terlihat dari ibu-ibu yang mulai memahami pentingnya pengawasan dan pembatasan saat anak menggunakan gadget dan kegiatan atau aktivitas non-digital yang mampu mendorong terjadinya interaksi sosial dan mengembangkan keterampilan kognitif serta motoriknya sehingga membawa dampak positif yang signifikan dengan adanya penurunan penggunaan gadget bagi anak dan kesediaan untuk melakukan kegiatan bermain non-digital secara rutin. Pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi alternatif solusi untuk menghadapi permasalahan yang serupa di daerah lain. Rekomendasi untuk melakukan kolaborasi dengan stakeholder lainnya sepert PKK dan Karang Taruna melalui pembentukan struktur pengawas dan penanggung jawab sehingga kegiatan bermain dapat diawasi dan dievaluasi agar semakin berkembang dan dapat mewujudkan gerakan Golden Age tanpa gadget. Kata kunci: kelompok bermain; aktivitas non-digital; masa golden age AbstractNon-digital playgroups are play activities for children that involve physical activity as a response to excessive digital play activities (use of gadgets), especially during the child's Golden Age. This community service aims to improve understanding of parenting patterns towards gadget use in children and encourage increased non-digital activities in children. The community service method begins with the process of inculturation and discussion with the community, village officials, and local midwives to map problems about parenting patterns and growth and development as a basis for creating work programs, conducting educational and counseling activities about child growth and development and restrictions on gadget use, and together with mothers creating various non-digital activities for children in the form of traditional games, competitions, and other non-digital activities. The results of community service can be seen from mothers who begin to understand the importance of supervision and restrictions when children use gadgets and non-digital activities that can encourage social interaction and develop cognitive and motor skills so that they have a significant positive impact with a decrease in gadget use for children and a willingness to carry out non-digital play activities routinely. This community service can be an alternative solution to deal with similar problems in other areas. Recommendations to collaborate with other stakeholders such as PKK and Karang Taruna through the formation of a supervisory and responsible structure so that play activities can be supervised and evaluated in order to develop further and realize the Golden Age movement without gadgets. Keywords: playgroup; non-digital activities; golden age
Peningkatan kualitas hasil pengecatan melalui penerapan mesin rotary polisher di bengkel Yunex Paint desa Gesing Temanggung Hanif Hidayat; Sarwi Asri; Ranu Iskandar; Febri Budi Darsono; Febrian Arif Budiman; R. Ambar Kuntoro Mursit Gendroyono; Wiji Ninggar Waskito; Siti Thoifatun Najiah; Dimas Iqbal Ramadhan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25737

Abstract

Abstrak Tingginya jumlah penjualan kendaraan bermotor di Indonesia yang mencapai 94.067 unit pada tahun 2023 dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kemacetan dan kecelakaan. Selain menimbulkan korban jiwa kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan pada kendaraan seperti goresan atau penyok pada panel bodi mobil. Kerusakan tersebut dapat diperbaiki melalui proses pengecatan ulang untuk mengembalikan ke kondisi semula. Kualitas hasil pengecatan yang baik dapat dilihat dari nilai lekat dan nilai kilapnya. Nilai kilap menandakan kualitas hasil pengecatan yang dapat meningkatkan estetika dari sebuah kendaraan. Bengkel Yunex Paint yang beralamat di Desa Gesing Temanggung dipilih menjadi mitra pengabdian karena bergerak di perbaikan bodi dan pengecatan yang setiap minggunya mampu mengerjakan 2 unit mobil dengan total waktu pengerjaan 4-6 hari untuk pengecatan ulang panel bumper maupun kap mesin. Bengkel ini masih banyak menghadapi berbagai permasalahan pada  proses produksi seperti hasil pengecatan yang kurang mengkilap karena finishing masih dilakukan secara manual sehingga jumlah mobil yang dikerjakan tidak mengalami peningkatan menyebabkan perkembangan usahanya kurang signifikan. Mengatasi permasalahan tersebut maka diusulkan penerapan mesin rotary polisher yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas hasil pengecatan, sehingga meningkatkan daya saing dan produktivitas Bengkel Yunex Paint. Pengabdian ini melibatkan 11 orang termasuk dengan pekerja bengkel. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung serta pendampingan, dan pengambilan data. Data hasil ukur daya kilap yang didapatkan yaitu 24,7 sebelum finishing, 85,3 sesudah finishing manual dan 94,1 sesudah finishing menggunakan mesin rotary polisher. Dari data yang didapatkan mesin rotary polisher dapat menambah nilai kilap hasil finishing pengecatan. Kata kunci: kualitas pengecatan; nilai kilap; mesin rotary polisher. Abstract The high number of motor vehicle sales in Indonesia, which reached 94,067 units in 2023, can cause various problems such as congestion and accidents. In addition to causing casualties, traffic accidents also cause material losses in the form of damage to vehicles such as scratches or dents on car body panels. The damage can be repaired through the repainting process to restore it to its original condition. The quality of good painting results can be seen from the adhesion value and gloss value. The gloss value indicates the quality of the painting results that can improve the aesthetics of a vehicle. The Yunex Paint workshop located in Gesing Village, Temanggung, was chosen as a service partner because it is engaged in body repair and painting which every week is able to work on 2 units of cars with a total processing time of 4-6 days for repainting bumper panels and hoods. This workshop still faces many problems in the production process such as painting results that are less shiny because finishing is still done manually so that the number of cars being worked on has not increased causing insignificant business development. Overcoming these problems, the application of a rotary polisher machine is proposed which is expected to increase the efficiency of time and quality of painting results, thereby increasing the competitiveness and productivity of the Yunex Paint Workshop. This service involved 11 people including workshop workers. The implementation method includes lectures, demonstrations, hands-on practice and mentoring, and data collection. The gloss measurement data obtained were 24.7 before finishing, 85.3 after manual finishing and 94.1 after finishing using a rotary polisher machine. From the data obtained, the rotary polisher machine can increase the gloss value of the painting finishing results. Keywords: painting quality; gloss value; rotary polisher machine.
Optimalisasi layanan kesehatan melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan sistem pendaftaran online di puskesmas Rancaekek DTP Stevanya Amelinda; Ghassani Syifa Salsabila; Yusra Kamilatun Nuha; Hafid Aditya Pradesa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25909

Abstract

Abstrak  Dalam era digital, penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta mempermudah akses bagi masyarakat. Tetapi sayangnya seberapa besar manfaat dalam penerapan teknologi informasi tersebut masih belum dapat dirasakan karena banyak dari pengguna yang belum mengetahui teknologi yang digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di Puskesmas Rancaekek DTP melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan sistem pendaftaran online. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melibatkan 35 – 50 orang peserta, 4 petugas puskesmas dan 4 orang tim pelaksana PKM berupa sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai cara penggunaan sistem pendaftaran online yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman dan kebutuhan masyarakat, penyusunan materi edukasi, serta pelaksanaan sosialisasi langsung dan melalui media online. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan sistem pendaftaran online, yang berdampak pada penurunan waktu tunggu dan peningkatan kepuasan pasien. Dengan demikian, optimalisasi layanan kesehatan melalui sosialisasi sistem pendaftaran online ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di puskesmas lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kata kunci: optimalisasi Layanan kesehatan; sosialisasi dan edukasi; sistem pendaftaran online. Abstract  In the digital era, the application of information technology in healthcare services can enhance efficiency and effectiveness, as well as facilitate access for the community. Unfortunately, the benefits of implementing information technology cannot yet be felt because many users do not know the technology used. This community service program (PKM) aims to optimize healthcare services at Puskesmas Rancaekek DTP through the socialization of an online registration system. This community service program involves 35 – 50 participants, 4 community health center officers and 4 PKM implementation teams in the form of outreach to the local community regarding how to use the online registration system that has been developed in socializing the use of the developed online registration system to the surrounding community. The methods used include an initial survey to identify the community's level of understanding and needs, the preparation of educational materials, and the implementation of socialization both directly and through online media. The results of this program indicate an increase in the community's understanding and skills in using the online registration system, leading to reduced waiting times and increased patient satisfaction. Therefore, the optimization of healthcare services through the socialization of the online registration system is expected to serve as a model that can be applied in other health centers to improve the quality of healthcare services in Indonesia. Keywords: optimization of health services; socialization and education; online registration system.
Penguatan pengelolaan hasil pertanian melalui koperasi pada kelompok tani Tamiang kecamatan Gunung Kaler Tangerang Mulyanah Mulyanah; Fara Fitriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25996

Abstract

AbstrakPetani di Desa Tamiang seringkali menghadapi kerugian karena biaya usaha tani yang lebih tinggi dibandingkan harga jual produk. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan tata kelola yang efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendapatan mereka. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani mengarahkan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat kelembagaan petani menjadi organisasi yang mandiri dan kuat dalam bentuk kelembagaan ekonomi petani. Koperasi berperan penting dalam meningkatkan pengelolaan hasil pertanian dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap pasar, sumber daya, dan teknologi. Keberadaan koperasi juga memungkinkan skala ekonomi yang lebih besar, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat pengelolaan hasil pertanian melalui koperasi pada Kelompok Tani Tamiang. Metode yang digunakan meliputi: sosialisasi kepada masyarakat Desa Tamiang tentang pentingnya koperasi, pendampingan dalam pembentukan koperasi, edukasi, forum group discussion, coaching, mentoring. Penguatan koperasi dalam pengelolaan hasil pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kelompok tani dan masyarakat luas. Dengan dukungan yang tepat, koperasi dapat menjadi pilar utama dalam mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kata Kunci: penguatan kelembagaan; koperasi; kelompok tani.AbstractFarmers in Tamiang Village often face financial losses due to high farming costs that exceed the selling price of their products. To overcome this, efficient management is needed to improve farmer welfare through increased income. Regulation of the Minister of Agriculture Number 273 of 2007 concerning Guidelines for the Development of Farmer Institutions directs development towards increasing the capacity and strengthening farmer institutions to become independent and strong organizations in the form of farmer economic institutions. Cooperatives play a vital role in enhancing agricultural product management by providing better access to markets, resources, and technology. The presence of cooperatives also allows for a larger economy of scale, which can reduce production costs and increase farmer income. This community service aims to strengthen the management of agricultural products through cooperatives within the Tamiang Farmer Group. The methods used include: socialization to the Tamiang Village community regarding the importance of cooperatives, assistance in forming cooperatives, education, forum group discussion, coaching, mentoring. Strengthening cooperatives in managing agricultural products is expected to have a positive and sustainable impact on farmer groups and the wider community. With proper support, cooperatives can become a major pillar in achieving food security and improving farmer welfare. Keyword: institutional strengthening; cooperative; farmers.
Implementasi program inisiasi konsep rumah sehat sebagai sarana solusi penyakit tidak menular Ahmad Al Farizi; Adizty Senditha Palwa; I'in Noviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25776

Abstract

Abstrak Tambak, Desa Jipurapah Kecamatan Plandaan Jombang Merupakan sebuah desa yang terletak di bagian paling utara jombang dan tergolong daerah yang masih minim infrastruktur dan jauh dari pusat kota. Daerah tersebut masih belum memiliki Pos Kesehatan Desa (POSKESDES). Dengan tidak adanya fasilitas kesehatan yang memadai, Masyarakat rentan terdampak pada Penyakit Degeneratif atau Penyakit Tidak Menular (PTM). Program IMA-SEHAT bertujuan untuk membantu masyarakat untuk memberikan fasilitas dan kemampuan di desa untuk dapat melakukan skrining mandiri dalam upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM). Metode pelaksanaan dari pengabdian masyarakat IMA-SEHAT berbasis observasi, sosialisasi dan pendampingan langsung. Mitra kami terdiri dari 5 Kader Kesehatan di Tambak, Jipurapah sebagai penggerak keberadaan Inisasi Rumah Sehat (IMA-SEHAT). Hasil dari program pengabdian masyarakat IMA-SEHAT telah berhasil mengedukasi masyarakat tentang PTM dengan capaian keberhasilan 64% dan Kader Kesehatan mampu melakukan praktek skrining PTM kepada 40 warga dan sebanyak 38 warga terdampak PTM dengan persentase penyakit asam urat 50% , hipertensi 32,5% dan kolesterol 12,5%. Kata kunci: rumah sehat; penyakit tidak menular Abstract Tambak, Jipurapah Village, Plandaan Jombang Subdistrict is a village in the northernmost part of Jombang and is classified as an area that still lacks infrastructure and is far from the city centre. The area still does not have a village health post (POSKESDES). In the absence of adequate health facilities, the community is vulnerable to degenerative diseases or non-communicable diseases (NCDs). The IMA-SEHAT programme aims to help the community to provide facilities and skills in the village to conduct independent screening in an effort to prevent and control NCDs. The implementation method of the IMA-SEHAT community service is based on observation, socialisation and direct assistance. Our partners consist of 5 health cadres in Tambak, Jipurapah as the driving force for the existence of Inisasi Rumah Sehat (IMA-SEHAT). The results of the IMA-SEHAT community service programme have been successful in educating the community about NCDs with a success rate of 64% and Health Cadres are able to conduct NCD screening on 40 residents and as many as 38 residents are affected by NCDs with a percentage of 50% uric acid disease, 32.5% hypertension and 12.5% cholesterol. Keywords: rumah sehat; non-communicable diseases
Pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional bereputasi pada dosen Universitas Amikom Purwokerto Taqwa Hariguna; Retno Waluyo; Dwi Puji Lestari; Nurul Hani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25850

Abstract

AbstrakPenulisan artikel ilmiah merupakan suatu elemen yang memegang peranan sentral dan vital dalam ekosistem penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seorang dosen ataupun pihak yang mempublikasikan suatu penelitian dapat dikatakan memiliki kapasitas atau kualitas yang tinggi apabila mampu mempublikasikan penelitian dalam jurnal nasional dan jurnal internasional yang bereputasi. Pengindeks Scopus dipandang sebagai tolok ukur yang signifikan bagi jurnal ilmiah, dan kuantitas serta kualitas jurnal yang terindeks di Scopus dapat berdampak pada penulis, perguruan tinggi dan negara. Oleh karena itu, keterampilan menulis artikel ilmiah yang baik dan pemahaman mendalam tentang persyaratan SCOPUS menjadi sangat penting bagi dosen. Banyak akademisi maupun peneliti mungkin merasa terhambat dalam proses menulis artikel ilmiah yang memenuhi kriteria Scopus. Hal ini seringkali melibatkan tantangan dalam memahami prosedur, teknik penulisan yang efektif, dan kriteria yang diperlukan untuk diterbitkan di jurnal Scopus. Agar artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, harus melewati berbagai persyaratan. Teknik, sistem dan metodenya harus benar-benar diikuti. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan penulisan artikel ilmiah international bereputasi. Tujuannya meningkatkan kemampuan dosen dalam membuat artikel ilmiah internasional bereputasi. Hasil dari kegiatan pengabdian telah meningkatkan pengetahuan dosen mengenai cara penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar internasional bereputasi. Kata kunci: pelatihan; artikel ilmiah; internasional Abstract Writing scientific articles is an element that plays a central and vital role in the scientific research and development ecosystem. A lecturer or party who publishes research can be said to have high capacity or quality if they are able to publish research in reputable national and international journals. The Scopus indexer is seen as a significant benchmark for scientific journals, and the quantity and quality of journals indexed in Scopus can have an impact on authors, universities and the country. Therefore, good scientific article writing skills and an in-depth understanding of SCOPUS requirements are very important for lecturers. Many academics and researchers may feel hampered in the process of writing scientific articles that meet Scopus criteria. This often involves challenges in understanding procedures, effective writing techniques, and the criteria required to publish in a Scopus journal. In order for scientific articles in reputable international journals to be indexed by Scopus, they must pass various requirements. The techniques, systems and methods must be strictly followed. To overcome this, it is necessary to carry out community service activities, training in writing reputable international scientific articles. The aim is to improve lecturers' abilities in creating reputable international scientific articles. The results of service activities have increased lecturers' knowledge regarding how to write scientific articles that meet reputable international standards. Keywords: training; scientific articles; international
Peningkatan partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan daerah melalui sosialisasi aplikasi ASANTB Rahmi, Siti Atika; Krosby, Sebtiara Syahrani; Istiqomah, Nurul; Sabrina, Nadia; Selva, Selva; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Mustamin, Mustamin; Kabul, Lalu Muh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24600

Abstract

AbstrakAdapun tujuan dilakukanya pengabdian untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah di NTB melalui aplikasi/website ASANTB dibeberapa sektor seperti; pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dll. Dan untuk memperdayakan perempuan agar lebih terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan di tingkat daerah. Dengan ada sosialisasi ini, diharapkan perempuan dapat lebih memahami cara menggunakan aplikasi ASANTB, yang merupakan alat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka dalam perencanaan pembangunan. Serta tujuan lainnya adalah untuk memastikan agar suara perempuan lebih terdengar dan dipertimbangkan dalam kebijakan pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan semua kelompok masyarakat. Metode pengabdian ini dilakukan menggunakan beberapa tahap pelaksanaan pertama; tahap persiapan kegiatan, kedua tahap koordinasi pelaksanaan kegiatan, dan ketiga tahap pelaksanaan kegiatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa masih kurang partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosialisasi aplikasi ASANTB, hal ini karena peserta yang hadir tidak mencapai target yaitu 20 orang, namun yang mengisi aspirasi tersebut lebih dari peserta yang hadir yakni 15 orang. Hal ini dibuktikan dengan data pengisi aspirasi sebesar 50%. Namun, untuk dalam proses pengisian aspirasi selama sosialisasi berlangsung peserta mengalami keterbatasan internet untuk mengakses website ASANTB. Kata kunci: partisipasi perempuan; ASANTB                                                Abstract The purpose of the service is to increase women’s participation in regional development in NTB through the ASANTB application/website in several sectors such as; education, infrastructure, health, etc. and to empower women to be more actively involved in the decision-making process at the local level. With this socialization, it is hoped that women can better understand how to use the ASANTB application, which is a tool convey their aspirations and needs in development planning. Another goal is to ensure that women’s voices are more heard and considered in regional development policies, so that the resulting policies are more inclusive and responsive to the needs of all community groups. This service method is carried out using several stages of implementation,the frist stage of activity preparation, the second stage of coordination of the implementation of activities, and the third satge of the implementation of activities. The result of this dedication show that there is still insufficient community participation in the socialization activities of the ASANTB application.this is becase the number of attendees did not reach the target of 20 people, but the number of individuals who provided input exceeded the number of attendees, which was 15 people. This is evidenced by the data showing a 50% participation rate in providing input. However, during the socialization process, participants feced limitations in accesseing the ASANTB website due to internet constraints. Keywords: women's participation; ASANTB
Edukasi pangan lokal untuk mencegah stunting di dusun Kerepet desa Perampuan kabupaten Lombok Barat Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Siti Mardiyah WD; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Indriyani Makmun; Baiq Masdariah; Iqro Suryati Listi; Jumratun Jumratun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26267

Abstract

Abstrak Stunting pada Balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang belum teratasi saat ini, Di Provinsi NTB terdapat 3 Kabupaten dengan prevalensi stunting balita tertinggi, salah satunya Kabupaten Lombok Barat. Pengolahan makanan dan info zat gizi sangat minim sehingga asupan gizi balita tidak terpenuhi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu balita mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting, pada kelompok di Dusun Krepet Desa Perampuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kepada kelompok ibu balita di Dusun Krepet Desa Perempuan yang berjumlah 15 orang. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, maka dilakukan pretes dan postes, sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi. Hasil pengkajian didapatkan karakteristik usia balita terbanyak yaitu pada usia 1-3 tahun yaitu 10 balita (66%), dengan hasil pengetahuan rata-rata pretes adalah 7,8 dan rata-rata postes meningkat menjadi 9,3, sehingga didapatkan selisih nilai pretes dan postes sebesar 1,5. Hal ini menunjukkan bahwa sasaran memiliki pengetahuan terhadap pemanfaatan pangan lokal sangat baik, sehingga diharapkan bagi pelaksana pengabdian berikutnya bisa memberikan intervensi berupa pembuatan menu makanan menggunakan bahan pangan lokal. Kata kunci: ibu balita; edukasi; stunting; pangan lokal Abstract Stunting in toddlers is still a health problem that has not been resolved at this time. In NTB Province there are 3 districts with the highest prevalence of stunting in toddlers, one of which is West Lombok District. Food processing and nutritional information are very minimal so that toddlers' nutritional intake is not met. The aim of this service activity is to provide education to mothers of toddlers regarding the use of local food ingredients to prevent stunting, in groups in Krepet Hamlet, Perampuan Village. The method used in this activity was to provide counseling to a group of mothers of toddlers in Krepet Hamlet, Women's Village, totaling 15 people. To determine the effect of counseling on the level of knowledge, a pretest and posttest were carried out, before and after providing educational material. The results of the study showed that the most common age characteristics of toddlers were 1-3 years old, namely 10 toddlers (66%), with the average pretest knowledge result being 7.8 and the average posttest increasing to 9.3, so that the difference between the pretest and posttest of 1.5. This shows that the target has very good knowledge of the use of local food, so it is hoped that the next service implementer can provide intervention in the form of making a food menu using local food ingredients. Keywords: toddler mother; education; stunting; local food
Diversifikasi olahan singkong : program pendampingan pembuatan stik singkong di desa Alai Nadila Nurhalizah; Jimmy Alhakim; Galland Ganesha; Dini Pitaloka; Susi Handayani; Zenal Mutaqin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25756

Abstract

Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam upaya pengolahan singkong yang merupakan salah satu komoditas pertanian utama Desa Alai Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Rendahnya pengetahuan teknologi menyebabkan pengolahan singkong yang telah dilakukan belum optimal, dimana sebagian besar singkong dijual dalam bentuk mentah dan dalam bentuk gaplek serta tapioka. Program ini bertujuan membentuk kelompok usaha mandiri dalam pengembangan olahan singkong untuk meningkatkan nilai ekonomi singkong melalui diversifikasi produk olahan berupa stik singkong menggunakan metode pendekatan yang dipakai dalam PKM yaitu metode pendekatan partisipasi kelompok atau Partisipatory Rural Apprasial (PRA), melibatkan kelompok mitra dalam kegiatan meliputi: penyuluhan, pelatihan, praktek langsung, dan pendampingan. Hasil dari program ini yaitu peningkatan pengetahuan mitra dalam mengolah singkong menjadi stik singkong, adanya peningkatan analisis trend pasar serta diharapkan adanya peningkatan pendapatan dari penjualan produk stik singkong. Keberlanjutan dari program ini mitra mampu meningkatkan kemampuan manajemen dan pemasaran serta diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja baru di Desa Alai. Kata kunci: diversifikasi, pengolahan, singkong Abstract Community Service (PKM) in the process of processing cassava which is one of the main agricultural commodities of Alai Village, Lembak District, Muara Enim Regency. The low level of technological knowledge causes the cassava processing that has been carried out to be suboptimal, where most of the cassava is sold in raw form and in the form of gaplek and tapioca. This program aims to form an independent business group in the development of cassava processing to increase the economic value of cassava through diversification of processed products in the form of cassava sticks using the approach method used in PKM, namely the group participation approach method or Participatory Rural Appraisal (PRA), involving partner groups in activities including: counseling, training, direct practice, and mentoring. The results of this program are an increase in partner knowledge in processing cassava into cassava sticks, an increase in market trend analysis and an increase in income from the sale of cassava stick products. The sustainability of this program, partners are able to improve management and marketing skills and are expected to encourage local economic growth and open up new job opportunities in Alai Village. Keywords: diversification, processing, cassava

Page 5 of 13 | Total Record : 130