cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN GAME MENGGUNAKAN GDEVELOP UNTUK SISWA/I SMA NEGERI 6 PALEMBANG Yohannes Yohannes; Siska Devella; Meiriyama Meiriyama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6333

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan game dengan menggunakan GDevelop memiliki tujuan yaitu untuk memberikan wawasan kepada siswa dan siswi SMA Negeri 6 Palembang dalam menggunakan aplikasi GDevelop yang dapat digunakan untuk membuat game sehingga dapat menambah keterampilan dan wawasan. Terdapat tiga tahapan utama yang dilakukan dalam pengabdian ini antara lain perencanaan, implementasi dan terakhir adalah evaluasi dengan memberikan tautan kuesioner berupa google form. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa   didapatkan rata-rata 96,8% peserta merasakan manfaat dan sangat setuju dengan pelatihan yang telah dilakukan. Kata kunci: game; gdevelop; pelatihan; pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACTCommunity service activities in the form of training in making games using GDevelope aim to provide insight to students of SMA Negeri 6 Palembang in using the GDevelop application for making of the video games, so the students can add skills and insights. There are three main stages carried out in this service, including planning, implementation and finally evaluation by providing a questionnaire link in the form of a google form. The results of the questionnaire showed that an average of 96.8% of participants feel the benefits and strongly agreed with the training that had been carried out. Keywords: community service activities; game; gdevelop training.
PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA BAGI PELAKU UMKM PANCUR BATU DI DESA BARU KECAMATAN PANCUR BATU Chairia Chairia; Jenni Veronika Br Ginting; Polin Ramles; Yolanda Sabrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6439

Abstract

ABSTRAKKeberadaan UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian, baik dalam menyerap tenaga kerja, menyumbang devisa maupun kontribusinya dalam menyumbang pendapatan daerah dalam bentuk pajak. Masalah yang dihadapi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kesulitan pemasaran, keterbatasan inovasi dan teknologi, khususnya keterbatasan menyusun pembukuan sederhana. Dengan adanya pelatihan pembukuan sederhana kepada para UMKM, memberikan kontribusi bagaimana menyusun pembukuan antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga dapat mempermudah proses pencatatan arus kas dan kinerja yang diperoleh UMKM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar pelaku usaha memahami dasar dan prosedur melakukan pencatatan dan pembukuan sederhana serta dapat membuat laporan keuangan.Metode yang dilakukan dalam PKM ini dengan workshop menggunakan alat bantu berupa laptop, smartphone, dan proyektor. Penyampaian materi dilakukan dengan ceramah, praktek langsung, tanya jawab dan diskusi. Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberi motivasi dan semangat kepada pelaku UMKM untuk melakukan wirausaha, meningkatkan kreativitas dan inovasi para pelaku UMKM, dan memberi pengetahuan tentang pentingnya pencatatan transaksi keuangan melalui pembukuan sederhana. Berdasarkan pengamatan langsung, wawancara dan melakukan tanya jawab kepada para peserta selama kegiatan berlangsung, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan hasil yaitu memberi motivasi dan semangat kepada pelaku UMKM untuk melakukan wirausaha, meningkatkan kreativitas dan inovasi para pelaku UMKM, dan memberi pengetahuan tentang pentingnya pencatatan transaksi keuangan melalui pembukuan sederhana. Kata kunci: UMKM; pembukuan sederhana; wirausaha; pelaku usaha; ekonomi ABSTRACTThe existence of UMKMs plays an important role in the economy, both in absorbing labor, contributing to foreign exchange and contributing to regional income in the form of taxes. The problems faced by Micro, Small and Medium Enterprises (UMKMs) are marketing difficulties, limitations of innovation and technology, in particular the limitations of compiling simple bookkeeping. With the existence of simple bookkeeping training for UMKMs, contributing to how to arrange bookkeeping between income and expenditure, so as to facilitate the process of recording cash flow and performance obtained by UMKMs. This community service activity aims to make business actors understand the basics and procedures for simple recording and bookkeeping and can make financial reports. The method carried out in this training is with workshops using tools such as laptops, smartphones, and projectors. Submission of material is done by lecture, direct practice, question and answer and discussion. This service aims to provide basic knowledge and skills to motivate and encourage UMKMs people to do entrepreneurship, increase creativity and innovation for UMKMs people, and provide knowledge about the importance of recording financial transactions through simple bookkeeping. In virtue of our direct observations, interviews and conducting questions and answers to the participants during the activity, this projects gave results are providing motivation and enthusiasm for UMKMs people to do entrepreneurship, increasing creativity and innovation of UMKMs people, and providing knowledge about the importance of recording financial transactions through simple bookkeeping. Keywords: UMKM; simple bookkeeping; entrepreneurs; business actors; economics
PELATIHAN PEMANFAATAN SARANA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN PENYIMPANAN BERBASIS CLOUDCLOUD DI SDN SEMANGAT DALAM 1 Agus Alim Muin; Erfan Karyadiputra; Indu Indah Purnomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5927

Abstract

ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu guru dan para staff yang masih mengalami kesulitan dalam hal memanfaatkan media penyimpanan berbasis cloud di SDN  Semangat Dalam 1 Kab. Batola Kalimantan Selatan,untuk permasalahan pengabdian kepada masyarakat ini memfokuskan bagaimana para guru dan staff di sekolahan SDN Semangat Dalam 1 dapat mahir dalam menggunakan media penyimpanan seperti  google drive,dropbox,one drive dan icloud untuk membantu proses pembelajaran serta menjadi media penyimpanan yang efektif dan efisien saat ini. Dengan dilakukannya pengabdian masyarakat ini membantu para guru dan staff di sekolahan SDN Semangat Dalam 1 memanfaatkan media penyimpanan berbasis cloud sehingga menjadi alternatif untuk penunjang proses pembelajaran dan proses pekerjaan. Kata kunci: cloud; guru; media penyimpanan; pelatihan. ABSTRACTThis community service aims to help teachers and staff who are still experiencing difficulties in terms of utilizing cloud-based storage media in SDN Semangat Dalam 1 Kab. Batola South Kalimantan, for community service problems this focuses on how teachers and staff in SDN Semangat Dalam 1 schools can be proficient in using storage media such as google drive, dropbox,one drive and icloud to help the learning process as well as become an effective and efficient storage medium today. With this community service helps teachers and staff in SDN Semangat Dalam 1 schools utilize cloud-based storage media so that it becomes an alternative to support the learning process and work process. Keywords: cloud; teacher; storage media; training. 
SOSIALISASI KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN PEMBUATAN TEMPAT SAMPAH DARI BAN BEKAS Luh Gede Sumahiradewi; Baiq Pitria Ningsih; Edwin Saputra; Rahmat Sudiar; I Gede Wira Kusuma Artha; M. Rauhul Hidayat; Musa Eka Yudi Septian; Ahmad Fatoni; Rizal Hamami; Hasdianto Hasdianto; Ahmad Rizal; Agus Salim; Ega Sukma Firdaus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6422

Abstract

ABSTRAKMenumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan bebas dari sampah merupakan cita -cita kita bersama, tidak hanya masyarakat yang berada di daerah perkotaan tetapi juga masyarakat yang ada di pedesaan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Jeringo akan pentignya menjaga lingkungan, dan bagaimana cara mengelola sampah, dapat dilihat dari masih banyaknya warga Desa Jeringo yang membuang sampah di kebun bahkan disungai, serta kurangnya tempat pembuangan sampah di rumah – rumah ataupun ditempat umum. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang peduli lingkungan, membutuhkan edukasi yang harus dilakukan secara terus menerus, agar dapat merubah kebiasaan dan pola pikir masyarakat. Pengabdian ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta mensosialisasikan cara pembuatan tempat sampah dari ban bekas. Bentuk kegiatan berupa sosialisasi mengenai kebersihan lingkungan dan mengadakan pelatihan kepada masyarakat untuk membuat tempat sampah dari barang – barang yang ada disekeliling kita yang sudah tidak terpakai salah satunya menggunakan ban bekas. Hasil dari kegiatan adalah bertambahnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pemanfaatan tempat sampah yang telah dibuat dilihat dari lingkungan tempat tinggal yang sudah bebas dari sampah, serta kemampuan masyarakat dalam membuat sendiri tempat sampah dari ban bekas. Kata kunci: kebersihan lingkungan; sampah; tempat sampah; ban bekas ABSTRACTRaising public awareness to live clean and free from waste is our common goal, not only for people in urban areas but also for people in rural areas. The lack of knowledge and awareness of the people of Jeringo Village about the importance of protecting the environment, and how to manage waste, can be seen from many resident of Jeringo Village who litter in the garden and even in the rivers, and also the lack of landfills in homes or in public places. To raise people awareness about the environment, needs education that must be carried out continuously, in order to change people's habits and mindsets. This service aims are to raise public awareness to dispose waste in its place and to socialize how to make trash cans from used tires. The activity that will be carried out is socializing about environmental hygiene and holding training for the community to make trash bins from items around us that are no longer used, one of them use tires. The result of the activity is increasing public knowledge about the importance of keeping the environment clean through the use of trash cans that have been made seen from the living environment that is free from waste, as well as the ability of the community to make their own trash cans from used tires. Keywords: environmental cleanliness; waste; trash can; used tires
PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU MELALUI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PASRAMAN AMERTHA SANJIWANI RINCUNG I Wayan Rudiarta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6653

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Pasraman Amertha Sanjiwani, Dusun Rincung, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang ditekankan pada tulisan ini adalah mengenai penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu atau nilai karakter mulia kepada para siswa pasraman. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam enam rangkaian kegiatan, yang mencakup Perencanaan Kegiatan Pengabdian, Survei Lokasi, Analisis Kebutuhan Pengabdian, Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Penanaman Nilai Pendidikan Agama Hindu dan Evaluasi Kegiatan. Melalui kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, penanaman nilai karakter dapat dilakukan melalui pendekatan holistic dan mempertimbangkan faktor kultur yang berlaku di masyarakat. Dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan metode Dharma Wacana dikolaborasikan dengan metode Dharma Tula dan Demonstrasi. Kombinasi tiga metode belajar tersebut mampu membuat siswa antusias belajar. Sebagai hasil kegiatan, terlihat mulai tertanam benih-benih nilai religius, ramah tamah dan sopan santun, disiplin dan sikap peduli pada diri siswa. Hal ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama untuk mampu menjaga berkembangnya nilai positif pada siswa yang akan berimplikasi pada kemajuan masyarakat ke depannya. Kata Kunci: penanaman nilai; pendidikan; agama hindu; pasraman. ABSTRACTThis paper aims to publish the results of community service activities carried out at the Amertha Sanjiwani Pasraman, Rincung Hamlet, Banyu Urip Village, Gerung District, West Lombok Regency. The activities emphasized in this paper are about internalisation Hindu religious education values or noble character values to pasraman students. Service activities are carried out in six series of activities, which include Service Activity Planning, Location Surveis, Needs Analysis, Hindu Religious Education Learning Planning, Hindu Religious Education Values and Evaluation. Through Hindu Religious Education learning activities, the internalisation of character values can be done through a holistic approach and considers cultural factors that apply in society. By paying attention to the Covid-19 health protokol, learning is carried out by applying the Dharma Wacana method in collaboration with the Dharma Tula and Demonstration methods. The combination of the three learning methods is able to make students enthusiastic about learning. As a result of the activity, it seems that the seeds of religious values, hospitality and courtesy, discipline and caring attitudes are starting to be planted in students. This is of course a shared responsibility to be able to maintain the development of positive values in students which will have implications for the progress of society in the future. Keywords: value internalisation; education; hinduism; pasraman.
PENGENALAN KONSEP CODING SEBAGAI TUGAS PROYEK Ni Made Made Dwijayani; Ni Wayan Cahya Ayu Pratami; Ni Nyoman Muryatini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6261

Abstract

ABSTRAKSejak September 2021 pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) telah dilaksanakan. PTM terbatas ini memiliki banyak opsi dalam pelaksanaannya, misalnya dengan menggabungkan metode online dan PTM. Perubahan ke pembelajaran online didasarkan pada banyak asumsi, seperti semua anggota masyarakat memiliki akses ke berbagai perangkat. Namun, kenyataan di masyarakat masih banyak yang belum memiliki akses internet secara stabil. Mengatasi masalah tersebut, guru matematika di SMA Negeri 1 Kuta Utara menekankan kepada siswa bahwa pembelajaran matematika tidak hanya untuk mengejar ketercapaian materi yang ada di buku teks, tapi menekankan kepada siswa tentang cara berpikir kritis dan menyelesaiakan masalah. Pengabdian ini memberikan kesempatan kepada guru untuk memiliki pengalaman dalam menyusun sebuah tugas proyek dengan menggunakan konsep coding. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Hasil yang diperoleh yaitu pengabdian ini membantu guru dalam mencari alternatif baru dalam menyusun tugas proyek yang masih mengedepankan tujuan pembelajaran. Selain itu, siswa juga tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Kata kunci: coding; tugas proyek; matematika. ABSTRACTSince September 2021 limited face-to-face learning (PTM) has been implemented. This limited PTM has many options in its implementation, for example by combining online and PTM methods. The shift to online learning is based on many assumptions, such as all members of society having access to multiple tools. However, the reality is that there are still many people who do not have stable internet access. To overcome this problem, the mathematics teacher at SMA Negeri 1 Kuta Utara emphasized to students that learning mathematics is not only to pursue the achievement of the material in the textbook, but emphasizes to students how to think critically and solve problems. This service provides an opportunity for teachers to have experience in compiling a project assignment using the concept of coding. The implementation of this service consists of three stages, namely the planning, implementation, and reflection stages. The results obtained are that this service helps teachers find new alternatives in compiling project assignments that still prioritize learning objectives. In addition, students also do not have difficulty in doing the assignments given by the teacher. Keywords: coding; project assignment; mathematics. 
UTANG PIUTANG SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN Wayan Resmini; Abdul Sakban; Ni Putu Ade Resmayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6531

Abstract

ABSTRAK Perkawinan adalah  ikatan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Sayangnya, ikatan tersebut kerap berujung pada perceraian. Tanggung jawab suami dan istri terhadap utang piutang bersama setelah terjadinya perceraian dibedakan menjadi dua, yaitu utang pribadi  dan utang persatuan. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu dilaksanakan penyuluhan untuk memberikan pemahaman dan pendidikan bagi masyarakat yang akan melakukan perceraian terutama dalam masalah hukum yuridis utang piutang. Lokasi kegiatan adalah di kecamatan Sekarbele, Kota Mataram. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Dari hasil diskusi, diketahui bahwa Masyarakat  Kecamatan Sekarbela  belum mengerti dengan masalah tersebut karena belum pernah adanya sosialisasi dari pemerintah terkait.   Umumnya, apabila terjadi perceraian, pihak perempuan tidak terlalu memikirkan hak – hak mereka. Begitu ada putusan perceraian, mereka pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa apa yang bisa mereka bawa (pakaian dan perabot rumah tangga). Hal ini disebabkan karena masyarakatnya masih sangat sederhana kehidupannya. Disamping itu, pengaruh sistem kekerabatan patrilinial turut berperan dalam permasalahan ini. Jika pihak perempuannya yang menyebabkan terjadinya utang, maka keluarga pihak laki-laki (suaminya) yang menanggung utang tersebut dengan menceraikan istrinya (dengan kesepakatan), sebaliknya kalau yang membuat utang suami jelas itu adalah tanggung jawab sang suami. Kata Kunci: utang; piutang; perceraian ABSTRACTMarriage is a bond between husband and wife to form a happy and eternal family. Unfortunately, these bonds often lead to divorce. The responsibility of husband and wife for joint debts after the divorce is divided into two, namely personal loan and union loan. In this regard, it is necessary to conduct counseling to provide understanding and education for people going to divorce, especially in legal matters of debt and debt juridical. The location of the activity is in the Sekarbele sub-district, Mataram City. The method used in this activity is lecture, question, and answer. The discussion results show that the people of Sekarbela District do not understand this problem because there has never been any socialization from the government. Generally, when a divorce occurs, the women do not think about their rights. Once a divorce verdict happens, they return to their parents' house with what they can bring (clothes and some household furniture). This situation occurs because the people are still naive in doing their life. In addition, the influence of the patrilineal kinship system also plays a role in this problem. If the woman causes the debt, then the man's family (husband) bears the debt by divorcing his wife (by agreement). On the other hand, it is the husband's responsibility if the husband makes the debt clear. Keywords: debt; receivable; divorce
PENGUATAN POLA ASUH TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PETAK BAHANDANG Ridha Nirmalasari; Ahmad Aldianor; Ervianie Putri Asfari; Raju Anand; Rini Septiani; Siti Nurhalisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.4816

Abstract

ABSTRAKSalah satu permasalahan yang ada di masyarakat Desa Petak Bahandang yaitu kurangnya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola asuh yang tepat dalam mengasuh anak.Sebagian besar pola asuh yang terdapat di desa Petak Bahandang ditemukan banyak orang tua yang salah menerapkan pola asuh kepada anak-anaknya. Mereka secara tidak sengaja telah melakukan kesalahan dalam pengasuhan mereka yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pengabdian ini adalah PAR (Participatory Action Research) yaitu pengabdian berbasis masalah yang ditemukan lalu kemudian memberikan alternative solusi yaitu penyuluhan yang berkaitan dengan pemahaman mengenai pola asuh di depan masyarakat Desa Petak Bahandang.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di posyandu balita dengan sasaran ibu-ibu PKK yang berjumlah 13 peserta. Metode pelaksanaan yang diterapkan dmulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, tahap evaluasi dan monitoring.Berdasarkan penelitian dan hasil observasi yang dilakukan di Desa Petak bahandang bahwa para orang tua telah menerapkan keempat pola asuh terhadap anak, baik itu pola asuh yang bersifat otoriter, permisif, cuek serta demokratis. Namun, kebanyakan dari orang tua di Desa Petak Bahandang menerapkan pola asuh otoriter. Diharapkan para orang tua khususnya masyarakat desa Petak Bahandang untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pengalaman terkait dengan pola asuh yang baik untuk anak-anaknya. Kata kunci: anak; pola asuh; orang tua. ABSTRACTOne of the problems in the community of Bahandang Village is the lack of a deeper understanding of proper parenting. Most of the parenting contained in the village of Bahandang Plot found many parents who wrongly apply parenting to their children. They have inadvertently made mistakes in their upbringing that can negatively impact a child's growth and development. This method of devotion is PAR (Participatory Action Research) which is a problem-based service that is found and then provides alternative solutions, namely counseling related to understanding parenting in front of the community of Bahandang Village.This community service activity is carried out in posyandu toddlers with the target of PKK mothers numbering 13 participant. The implementation methods applied start from the stage of preparation, implementation, evaluation and monitoring stages. Based on research and observations conducted in Petak Bahandang Village that parents have applied all four parenting to children, be it parenting that is authoritarian, permissive, indifferent and democratic. However, most of the parents in Bahandang Village apply authoritarian parenting. It is expected that parents, especially the people of Petak Bahandang village to continue to increase knowledge and experience related to good parenting for their children.OriginalDiharapkan para orang tua khususnya masyarakat desa Petak Bahandang untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pengalaman terkait dengan pola asuh yang baik untuk anak-anaknya Keywords: child; parenting; parents. 
PEMBINAAN KADER DALAM ASUHAN MANDIRI TOGA DI BENDEGA I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Hairani Hairani; Diana Hidayati; Widhya Aligita; Nur Intan Hayati; Soni Muhsinin; ED. Yunisa Mega Pasha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6266

Abstract

Primary Health Care (PHC) adalah kontak pertama individu, keluarga, atau masyarakat  dengan sistem pelayanan kesehatan. PHC bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Di Indonesia, PHC memiliki 3 (tiga) strategi utama, yaitu kerjasama multisektoral, partisipasi masyarakat, dan penerapan teknologi. Salah satu peran keluarga dalam PHC yaitu TOGA dalam apotek hidup sebagai bahan baku utama dalam manajemen pencegahan dan penanganan penyakit termasuk yang berhubungan dengan gejala COVID-19. Kader Posyandu yang sehari-harinya berinteraksi dalam mendampingi ibu dalam membangun kesehatan keluarga juga menjadi sosok yang berperan dalam program asuhan mandiri keluarga yang telah dicanangkan pemerintah dalam perwujudan PHC tersebut. TABSTRAKPrimary Health Care (PHC) adalah kontak pertama individu, keluarga, atau masyarakat  dengan sistem pelayanan kesehatan. PHC bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Di Indonesia, PHC memiliki 3 (tiga) strategi utama, yaitu kerjasama multisektoral, partisipasi masyarakat, dan penerapan teknologi. Salah satu peran keluarga dalam PHC yaitu TOGA dalam apotek hidup sebagai bahan baku utama dalam manajemen pencegahan dan penanganan penyakit termasuk yang berhubungan dengan gejala COVID-19. Kader Posyandu yang sehari-harinya berinteraksi dalam mendampingi ibu dalam membangun kesehatan keluarga juga menjadi sosok yang berperan dalam program asuhan mandiri keluarga yang telah dicanangkan pemerintah dalam perwujudan PHC tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah untuk melakukan perekrutan kader TOGA pada mitra, sosialisasi tupoksi kader serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah jenis TOGA yang secara ilmiah berfungsi mencegah COVID-19. Metode pelaksanaan: survei lokasi, pengurusan izin, penyuluhan, sosialisasi teknik pengolahan tanaman TOGA, evaluasi kegiatan, dokumentasi dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring. Dari hasil kegiatan, telah dibentuk suatu wadah kader TOGA di lingkungan Bendega yang berfungsi dalam mengembangkan pelayanan kesehatan primer di lingkungan Bendega melalui pengembangan tanaman obat keluarga. Kata kunci: bendega; covid-19; kader, TOGA. ABSTRACTPrimary Health Care (PHC) is an individual, family, or community's first contact with the health care system. PHC aims to increase public access to quality health services. In Indonesia, PHC has 3 (three) main strategies, namely multisectoral cooperation, community participation, and application of technology. One of the roles of the family in PHC is TOGA in living pharmacies as the main raw material in the management of prevention and treatment of diseases, including those related to the symptoms of COVID-19. Posyandu cadres who interact daily in assisting mothers in building family health are also figures who play a role in the family self-care program that has been launched by the government in the realization of the PHC. The purpose of this community service activity is to recruit TOGA cadres to partners, socialize the main tasks of cadres and increase the knowledge and skills of partners in processing TOGA types which scientifically function to prevent COVID-19. Methods of implementation: site survey, permit processing, counseling, socialization of TOGA plant processing techniques, evaluation of activities, documentation and reporting. Activities are carried out online and offline. From the results of the activity, a TOGA cadre forum has been established in the Bendega environment which functions in developing primary health services in the Bendega environment through the development of family medicinal plants. Keywords: bendega; covid-19; cadre; TOGA.ujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah untuk melakukan perekrutan kader TOGA pada mitra, sosialisasi tupoksi kader serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah jenis TOGA yang secara ilmiah berfungsi mencegah COVID-19. Metode pelaksanaan: survei lokasi, pengurusan izin, penyuluhan, sosialisasi teknik pengolahan tanaman TOGA, evaluasi kegiatan, dokumentasi dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring. Dari hasil kegiatan, telah dibentuk suatu wadah kader TOGA di lingkungan Bendega yang berfungsi dalam mengembangkan pelayanan kesehatan primer di lingkungan Bendega melalui pengembangan tanaman obat keluarga.  
PENGENALAN KODE ETIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN MAKALAH Noer Saudah; Yuni Susilowati; Nurul Hikmah; Rina Rohayu; Risna Zubaidah; Syaharuddin Syaharuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6402

Abstract

ABSTRAKKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang jenis-jenis dan susunan karya tulis ilmiah, pedoman penulisan karya tulis ilmiah, dan penelusuran database pengindeks sebagai sumber referensi. Kegiatan workshop ini dilakukan secara luring di Akademi Dakwah Indonesia Provinsi NTB dengan peserta berjumlah 10 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket skala Likert 5 option yang berisi lima pernyataan positif. Hasil evaluasi menunjukkan  bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah disampaikan rata-rata sebesar 85,2%. Pemahaman tentang karya ilmiah yang telah diperoleh semoga dapat diterapkan di masa mendatang guna menghasilkan karya tulis yang berkualitas dan bermutu. Kata kunci: kode etik publikasi; karya tulis ilmiah; menyusun makalah ABSTRACTThis activity aims to improve students' understanding of the types and arrangements of scientific papers, guidelines for writing scientific papers, and tracing indexing databases as reference sources. This workshop activity was conducted offline at the Indonesian Dawah Academy of NTB Province with 10 participants. Evaluation of activities is carried out using the Likert 5 option scale questionnaire which contains five positive statements. The evaluation results showed that the level of student understanding of the material that has been delivered is on average 85,2%. Understanding of scientific work that has been obtained hopefully can be applied in the future to produce quality and quality writing Keywords: code of ethics of publications; scientific papers; drafting papers

Page 42 of 272 | Total Record : 2711