cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN ONLINE BAGI GURU-GURU UPTD SMPN 11 KUPANG Molina Olivia Odja; Wenefrida Tulit Ina; Stephanie Imelda Pella; Frans J. Likadja
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5856

Abstract

ABSTRAKKompetensi dan keahlian dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat penting terutama bagi tenaga pendidik seperti guru maupun dosen yang tugasnya sangat mulia yaitu untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Persoalan yang dihadapi oleh guru-guru pada UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang adalah belum memanfaatkan aplikasi google classroom dalam melakukan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemic dengan efektif agar proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat tetap dilaksanakan, dengan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia seperti memudahkan pengajar dan murid untuk berinteraksi baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah, penghematan kertas (paperless) dan waktu. Berdasarkan alasan tersebut, maka dibuatlah kegiatan pengabdian dengan judul “Pelatihan Google Classroom bagi Guru-Guru UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang”. Adapun tahapan yang digunakan adalah melalui tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan efisien hal ini dibuktikan dengan antusias peserta yang mengikuti pelatihan dengan mendapatkan semua materi yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Pendampingan secara online melalui grup whatsapp yang telah dibentuk, dengan tujuan untuk kedalaman pemahaman materi melalui pemberian tugas serta diskusi dan sebagai bentuk tanggung jawab moril. Kegiatan PKM ini sangat diapresiasi oleh para peserta dengan mengikuti kegiatan pelatihan dari awal sampai akhir..Kata kunci: google classroom; pembelajaran; online; guru-guru. ABSTRACTCompetence and expertise in using Information and Communication Technology (ICT) are very important, especially for educators such as teachers and lecturers whose very noble task is to educate the lives of the nation's children. The problem faced by teachers at UPTD SMP Negeri 11 Kupang City is that they have not used the google classroom application in conducting Distance Education (PJJ) during the pandemic effectively so that the Teaching and Learning Activities (KBM) process can continue to be implemented, by utilizing the features such as making it easier for teachers and students to interact both inside and outside school, saving paper (paperless) and time. Based on these reasons, a service activity was made with the title "Google Classroom Training for UPTD Teachers at SMP Negeri 11 Kupang City". The stages used are through the preparation stage, implementation of activities with training and mentoring methods. Activities can run effectively and efficiently, this is evidenced by the enthusiasm of the participants who participated in the training by getting all the materials that had been prepared and according to the schedule that had been set. Online assistance through WhatsApp groups has been formed, with the aim of deepening understanding of the material through assignments and discussions and as a form of moral responsibility. This PKM activity was highly appreciated by the participants by participating in training activities from beginning to end. Keywords: google classroom; learning; online; teachers. 
SOSIALISASI DAN APLIKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA BENTANG KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Andi Amran Asriadi; Firmansyah Firmansyah; Nailah Husain
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5944

Abstract

ABSTRAKDesa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar merupakan desa yang sebagian besar penduduknya pada sektor pertanian maupun usaha ternak. Namun pada pelaksanaan dilapangan, desa ini belum memanfaatkan hasil alam, dalam hal ini limbah-limbah kotoran ternak maupun pertanian sebagai bahan dasar pupuk organik yang dipergunakan dalam berusahatani. Sehingga pengabdian masyarakat ini bertujuan agar masyarakat Desa Bentang mendapatkan informasi dan pengaplikasian pembuatan pupuk organik padat yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran ternak. Metode pelaksanaan kegiatan masyarakat ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi akhir. Hasil kegiatan ini memberikan informasi dan pengaplikasian pembuatan pupuk organik yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran ternak yang nantinya dapat memberikan dampak peningkatan produksi usahataninya.                                                                                                                Kata Kunci: sosialisasi;, aplikasi pupuk organik ABSTRACTBentang Village, South Galesong District, Takalar Regency is a village where most of the populations are in the agricultural sector and livestock business. However, in the implementation of agriculture, that village had not utilized natural products, in this case livestock manure and agricultural wastes as the basic ingredients of organic fertilizer were used in its own agriculture. Thus, this community service aimed to make the people of Bentang Village able to make solid organic fertilizer from compost waste made from livestock manure and agricultural waste to improve agriculture. The method of implementing the had been community activity is carried out in several steps, namely: planning, action, observation and final evaluation. The results of those activities provide information and the application of making organic fertilizers sourced from agricultural waste and livestock manure, which could later have an impact on increasing farm production. Keywords: socialization; application of organic fertilizer 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DEMO INSTRUMENTASI BAGI MAHASISWA SEBAGAI BAGIAN GOOD LABORATORY PRACTICE Dhony Hermanto; Nurul Ismillayli; Ulul Khairi Zuryati; Ruru Honiar; Baiq Mariana; I G. Ayu Sri Andayani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6393

Abstract

ABSTRAKLaboratorium kimia merupakan salah satu jenis laboratorium yang memiliki resiko sangat berbahaya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat, sehingga laboratorium harus dikelola dan digunakan secara baik dan bijaksana. Pengoperasian peralatan sebagai salah satu aktivitas Good Laboratory Practice (GLP) merupakan aktivitas secara rutin dilakukan di laboratorium kimia. GLP dapat mewujudkan keselamatan kerja di laboratorium dan meminimalisir kerusakan peralatan akibat kesalahan operasi dan pemeliharaan instrumen. Kegiatan pengabdian ini adalah demo peralatan/instrumentasi Laboratorium Kimia Analitik FMIPA–Universitas Mataram. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu pelatihan dan pendampingan yang berupa demo peralatan/instrumentasi meliputi kromatografi gas–spektroskopi massa (GC-MS), kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT), spektrometer serapan atom (SSA) dan infra merah (FTIR). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dasar mitra dalam pengoperasian instrumentasi tersebut. Mitra kegiatan adalah 20 mahasiswa program studi Kimia semester lanjut (5-8). Keberhasilan kegiatan diukur dengan membandingkan skor tes mitra sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Kegiatan pengabdian berlangsung baik dan menghasilkan peningkatan pemahaman serta keterampilan mitra dalam mengoperasikan instrumen yang ditunjukkan dengan peningkatan skor tes mitra. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan GLP sehingga kegiatan penelitian dilakukan dengan aman dan efisien. Kata kunci: pelatihan; instrumen; good laboratory practise; mahasiswa. ABSTRACTChemical laboratory is one type of laboratory that has a very dangerous risk in the implementation of education, research and/or community service, so the laboratory must be managed and used properly and wisely. Equipment operation as one of the Good Laboratory Practice (GLP) activities is a routine activity carried out in chemical laboratory. GLP could realize work safety in laboratory and minimize instrument operation and maintenance mistake This community service activity was a demonstration of instrumentation of the Analytical Chemistry Laboratory, FMIPA–University of Mataram. The method of activity carried out are training and assistance in form of instrument demo including gas chromatography–mass spectroscopy (GC-MS), high performance liquid chromatography (HPLC or HPLC), atomic absorption spectrometer (SSA or AAS) and infrared spectrometer (FTIR). This activity is carried to improve basic skill of partner in operating of instruments. The activity partners are 20 students of the advanced semester (5-8th semester) in Departement of Chemistry. The success of activity was measured by comparing the partner’s test score before and after the activity was carried out.The service activity went well and could increase the partners' understanding and skills in operating the instrument. This activity is expected to realize the GLP so that research activities are carried out safely and efficiently. Keywords: training; instrument; good laboratory practice; student.
PENDAMPINGAN PADA PASANGAN USIA SUBUR DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI SEBAGAI UPAYA MENEKAN UNMET NEED KB DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Kadek Widiantari; Ni Made Rai Widiastuti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6547

Abstract

ABSTRAKTingginya angka unmet need bukan hanya menjadi permasalahan dalam program Keluarga Berencana di Indonesia, namun juga dihadapai oleh tiap belahan dunia. Kelompok unmet need  merupakan  sasaran yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pelayanan KB. Pada masa awal pandemi Covid-19, angka unmet need KB cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan  laporan dari BKKBN 2020 tercatat sebanyak 36 juta peserta KB aktif pada bulan Maret mengalami penurunan menjadi 26 juta peserta dibulan April, sehingga terdapat selisih 10 juta akseptor yang tidak menggunakan alat kontrasepsi dan 25% diantaranya merupakan Pasangan Usia Subur (PUS). Penurunan kepesertaan KB aktif ini dapat berdampak pada resiko terjadi Kehamilan Yang Tidak Diinginkan (KTD), maupun peningkatan  “baby boom” pasca pandemi. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu PUS dalam memecahkan dan menemukan solusi terhadap permasalahan terkait  KB serta memberikan  layanan KB. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pendampingan konseling dan pelayanan KB gratis terutama bagi PUS yang tergolong unmet need. Dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu dari 20 orang PUS yang melakukan konseling, sebanyak  15 orang (75%), bersedia menjadi akseptor KB aktif sedangkan 2 orang (10%) akan mendiskusikan kembali dengan pasangannya dan 3 orang lainnya (15%) belum siap untuk menggunakan kontrasepsi. Kata kunci: pendampingan; PUS; unmet Need KB; adaptasi kebiasaan baru ABSTRACTThe high number of unmet need is not only a family planning problem in Indonesia, but also in every part of the world. Unmet need target groups that need special attention. At the beginning of the Covid-19 pandemic, the number of unmet need for family planning tends to increase.Reports from the BKKBN in 2020, from March to April there was a decrease in active family planning acceptors by 10 million participants and 25% of them are couples of childbearing age. This decrease in participation has an impact on the risk of unwanted pregnancies and an increase in the post-pandemic "baby boom". The purpose of this activity is to assist couples in solving and finding solutions to family planning problems and providing family planning services. This activity is packaged in the form of counseling assistance and free family planning services, especially for couples of childbearing age with unmet need. The results of this Community Service activity are from 20 people who did counseling, as many as 15 people (75%), were willing to become active family planning acceptors while 2 people (10%) would discuss again with their partners and 3 other people (15%) were not ready to use contraception. Keywords: accompaniment; couples of childbearing age; unmet need KB; new habit adaptation
PKM DIES NATALIS UNIFLOR KE 41 DENGAN TEMA “ETIKA DAN PENDIDIKAN KARAKTER” DI PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS FLORES ENDE NTT Benedikta Boleng; Gregorius We’u; Aschari Senjahari Rawe
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5606

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat  yaitu Misa dan Kotbah Yang diadakan pada Dies Natalis yang ke 41 Universitas Flores. melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mahasiswa/I ,Pelajar dan  remaja. Maka dari hal kegiatan mahasiswa  lancar terlaksanakan mahasiswa mendapatkan respon yang positif dengan  kehadiran  kegiatan-kegiatan keagamaaan. PKM Dies Natalis Uniflor Ke 41 Penangulangan Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency)  Dengan Bimbingan Agama Di Perguruan Tinggi Universitas Flores Ende NTT. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat yaitu Perguruan Tinggi Universitas Flores mensosialisaikan tentang etika/ sopan santun dalam berpakaian dan akhlak atau adab seorang pelajar terhadap guru atau pendidik. Namun, saat ini tak jarang kita menyaksikan dan terus disuguhkan dengan fenomena dan gejala – gejala degradasi moral/akhlak yang begitu dahsyat, baik di lingkungan sekitar, sekolah, perguruaan tinggi yang ditayangkan di berbagi media baik cetak maupun elektronik atau secara nyata yang sangat mengusik hati kita, seperti konflik antar agama, antar pelajar, mahasiswa, perkelahian antar remaja, pelajar,lingkungan, narkoba dan lainnya. Dengan demikian Panitia Dies Natalis Universitas Flores Ke 41.. bersama Dosen Agama dan Dosen Pendidikan Jasmani mengangkat tema “ mengelola pendidikan karakter. Baik dalam hal persepsi, kebijakan dalam revitalisasi pendidikan karakter, mulai dari tingkat dasar hingga universitas/ perguruan tinggi. Pendidikan karakter harus masuk dalam arus utama system pendidikan kita. Terkhusus untuk lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Yayasan Perguruan tinggi Flores, yang secara umum memiliki visi dan misi mencetak generasi bangsa yang berakhlak mulia memiliki IPTEK dan IMTAK yang kuat dan dapat bermanfaat bagi agama, bangsa dan Negara.Mitra dari Pengabdian adalah para Mahasiswa dan pelajar yang ada di kabuaten Ende dan Pulau Flores. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Ceramah dan dialog.mengunakan Zoom Online dan Chanel YoutUbe. Kata Kunci: sosialisasi etika; pendidikan karakter ABSTRACTThe community service program, namely the Mass and Sermon, was held on the 41st Anniversary of the University of Flores. carry out activities related to students, students and youth. So from the case that student activities are carried out smoothly, students get a positive response with the presence of religious activities. PKM 41st Uniflor Dies Natalis Combating Juvenile Delinquency with Religious Guidance at the University of Flores Ende NTT. The purpose of Community Service is the University of Flores to socialize about ethics / manners in dressing and morals or manners of a student towards teachers or educators. However, nowadays it is not uncommon for us to witness and continue to be presented with phenomena and symptoms of moral/moral degradation that are so powerful, both in the surrounding environment, schools, universities that are broadcast in various media, both print and electronic, or are actually very disturbing. us, such as conflicts between religions, between students, students, fights between teenagers, students, the environment, drugs and others. Thus the Committee for the 41st Anniversary of the University of Flores together with Lecturers of Religion and Lecturers of Physical Education raised the theme “managing character education. Both in terms of perception, policies in the revitalization of character education, from elementary to university/college levels. Character education must be included in the mainstream of our education system. Especially for educational institutions that are under the auspices of the Flores Higher Education Foundation, which in general has a vision and mission to create a generation of people with noble character who have strong science and technology and IMTAK and can benefit religion, nation and state. in the districts of Ende and Flores Island. The method used in this PKM is Lecture and dialogue. Using Zoom Online and Youtube Chanel. Keywords: ethics socialization; character education 
SOSIALISASI PEMERIKSAAN METODE IVA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Neneng Julianti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6407

Abstract

ABSTRAKAngka kejadian kanker serviks yang masih cukup tinggi dipengaruhi olehperilaku deteksi dini yang  masih rendah. Menurut Riskesdas 2018 tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 pendudukdi tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di dusun I Desa Bantarjaya pada tahun 2021 dari 30 wanita usia subur, terdapat 23 orang tidak tahu apa itu IVA dan belum melakukan pemeriksaan IVA dan 7 orang sudah melakukan IVA Test. Sehingga capaian masih rendah karena minat dan motivasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi secaradini kanker serviks masihkurang. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat ibu  (WUS) tentang kanker serviks. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan perilaku ibu diwilayah kerja Puskesmas Pebayuran dalam melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan metode IVA. Metode pelaksanaan adalah dengan memberikan sosialisasi / penyuluhan tentang materi pemeriksaan metode IVA untuk mendeteksi secara dini kanker serviksdan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengalami peningkatan pengetahuan dan minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Dari 45 responden sebelum sosialisasi memiliki pengetahuan dalam kategori cukup 64,41 %, mengalami peningkatan pengetahuan dalam kategori baik 93,53 %. Dari hasil sosialisasi / penyuluhan dan evaluasi beberapa wanita usia subur bersediauntukmelakukanpemeriksaanIVA di Puskesmas Pebayuran , hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi/penyuluhan.Sosialisasi / penyuluhan pemeriksaan metode IVA pada wanita usia subur dapat meningkatkan kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi secara dini dalam upaya mengendalikan kejadian kanke rserviks.Setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diharapkan ibu akan tetap rutin melakukan deteksi dini dengan didukung peran aktifkader dan tenaga kesehatan. KataKunci : sosialisasi; pemeriksaan IVA; wanita usia subur. ABSTRACTRecently, the high incident number of servics cancer was influenced by the low early detected behavior. According to Riskesdas 2018, it stated that tumor/cancer in Indonesia increased 1,4 per 1000 citizen in 2013 to 1,79 per 1000 citizen in 2018. The preliminary study result was conducted at Dusun 1, Bantarjaya Village in 2021 of 30 childbearing age women. There were 23 women who did not know what IVA test was, and there were 7 women who had done the IVA test. Therefore, the expected target of servics cancer test was still in low level. It all was because they did not have interest and motivation to do the IVA test for preventing action of servics cancer.The health education was required to increase the knowledge and interest of a mother (WUS) to servics cancer. This society study was dedicated to enhance the mother’s behavior at working area of Pabayuran Public Health Centre. It was in order to detect the early test of servics cancer through IVA method test.The result stated that the society dedication activity succeeded to increase the interest and motivation of the childbearing age women (WUS) to take the early detected test of servics cancer. Before doing the socialization, there were 45 respondents had the average category knowledge of servics cancer, and the score was 64, 41%. Moreover, after doing the socialization, it became 93, 53%. Based on the socialization / counseling, there were several childbearing age women who conducted the IVA test at Pabayuran Public Health Centre. It showed that there wassome enhancement of motivation after doing the socialization/ counseling.The socialization/counseling of IVA method test on childbearing age women increased the childbearing age women awareness to conduct the IVA test for controlling the servics cancer incident.  The society dedication activity purposed to every mother to take the IVA test regularly for early detected test of service cancer which was supported by the active cadres and health workers.  Key words : socialization; IVA test; childbearing age women
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA DALAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DIMASA PANDEMI COVID-19 Linda Meliati; Lina Sundayani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6560

Abstract

ABSTRAKFaktor penyebab tingginya angka pernikahan usia dini adalah rendahya pengetahuan dan pemahaman remaja, dampak pernikahan usia dini dan kesehatan reproduksi remaja. Pemahaman masyarakat tentang dampak yang akan ditimbulkan, faktor kemiskinan, faktor pendidikan, kultur sosial dan budaya serta adanya pengaruh media dan lingkungan menyebabkan terjadinya perubahan sikap dan perilaku remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan edukasi kepada remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dalam merencanakan keluarga, aspek yang berhubungan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi, menentukan jumlah dan jarak kelahiran di masa Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan Tegal Sejahtera Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya. Metode kegiatan dengan metode ceramah dan memberikan pendidikan kesehatan. Penilaian dari pengabdian masyarakat ini dari hasil jawaban remaja dalam mengisi kuesioner pretest dan postest. Metode analisis yang digunakan dengan analisis deskriptif. Penilaian dari kuesioner pengetahuan dan sikap remaja adalah sebagian besar remaja berpengetahuan baik dan mempunyai sikap positif, namun ada 1 orang remaja yang mempunyai niat untuk melakukan pernikahan dini, ini disebabkan karena belum pernah mendapatkan informasi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Setelah diberikan penyuluhan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, ada peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja serta mempunyai sikap positif dalam Pendewasaan Usia Perkawinan. Kata kunci : covid-19; pengetahuan; perkawinan; remaja ABSTRACTFactors causing the high rate of early marriage are the low knowledge and understanding of adolescents, the impact of early marriage and adolescent reproductive health. Public understanding of the impact that will be caused, poverty factors, educational factors, social and cultural culture as well as the influence of the media and the environment cause changes in adolescent attitudes and behavior. The purpose of this community service is to provide information and education to teenagers about Maturation of Marriage Age (PUP) in family planning, aspects related to family life, physical, mental, emotional, educational, social, economic readiness, determining the number and spacing of births during the Covid period. -19. This activity was carried out in the Tegal Sejahtera Environment, Selagalas Village, Sandubaya District. The activity method is the lecture method and provides health education. The assessment of this community service is based on the results of the adolescents' answers in filling out the pretest and posttest questionnaires. The analytical method used is descriptive analysis. The assessment of the adolescent knowledge and attitude questionnaire is that most of the adolescents have good knowledge and have a positive attitude, but there is one teenager who has the intention to have an early marriage, this is because they have never received information about Marriage Age Maturity. After being given counseling about the Maturation of Marriage Age, there was an increase in the knowledge and attitudes of these teenagers. This activity succeeded in increasing the knowledge of adolescents and having a positive attitude in Maturing Marriage Age. Keywords: covid-19; knowledge; marriage; teens
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN MANAJEMEN USAHA BAGI PENGRAJIN TENUN KAMPUNG ALOR Ariency Kale Ada Manu; Rima Nindia Selan; Theodora M. Tualaka; Yosefina K.I.D.D Dhae
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6465

Abstract

ABSTRAKRumah Tenun Kampung Alor merupakan salah satu kelompok tenun yang sudah maju dan berkembang di kota Kupang. Rumah Tenun Kampung Alor sudah berdiri sejak tahun 2014, produk yang dihasilkan tidak hanya sarung atau selimut dan selempang tenun tetapi juga berbagai asesoris tenun seperti anting, kalung, gelang, sepatu, tas serta dasi dari bahan tenunan. Rumah Tenun Kampung Alor juga memiliki galeri sendiri untuk menjual produk – produknya. Dalam kondisi pandemi sekarang ini, hal yang menjadi pemasalahan yaitu proses pemasaran produk. Didasarkan dari permasalahan yang dihadapi mitra maka kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan tambahan ilmu pengetahuan kepada mitra dalam hal manajemen usaha dan digital marketing. Dalam kegiatan pengabdian digunakan metode penyuluhan dan latihan membuat analisa SWOT sederhana untuk menganalisa usaha tenun yang sudah dijalankan selama ini. Dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Bulan Agustus didapat hasil yang sangat baik, karena mitra sudah dapat membuat analisa SWOT dan strategi pemasaran untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Kata kunci: kain tenun;kain tenun alor; manajemen usaha; analisa; SWOT. ABSTRACTThe Kampung Alor Weaving House is one of the weaving groups that has developed and developed in the city of Kupang. The Kampung Alor Weaving House has been established in 2014, the products produced are not only sarongs or blankets and woven sashes but also various weaving accessories such as earrings, necklaces, bracelets, shoes, bags, and ties made of woven materials. The Kampung Alor Weaving House also has a gallery to sell its products. In the current pandemic conditions, the problem is the product marketing process. Based on the problems faced by partners, this service activity is carried out to provide additional knowledge to partners in terms of business management and digital marketing. In-service activities, counseling, and training methods are used to make a simple SWOT analysis to analyze the weaving business that has been carried out so far. From the service activities carried out in August, very good results were obtained because partners were able to make SWOT analysis and marketing strategies to overcome the problems they faced. Keywords: woven fabric; alor woven fabric; business management; SWOT analysis.
PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT HIV/AIDS DARI IBU KE ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 MENUJU THREE ZERO 2030 DI DESA TELAGAWARU LOMBOK BARAT Siti Mardiyah WD.; Catur Esty Pamungkas; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Yuyun Gustiana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6287

Abstract

ABSTRAKMengingat terjadinya peningkatan jumlah kejadian HIV/AIDS di Indonesia  setiap tahunnya terdapat 9000 hamil HIV positif yang melahirkan diIndonesia. Sehingga diperhitungkan jika tidak ada intervensi maka akan ada 3000 bayi yang dilahirkan dengan HIV positif setiap tahunnya di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya intervensi yang baik untuk menurunkan resiko penularan HIV dari ibu ke anak sebesar 25%-45%. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui bagaimana penerimaan wanita atau ibu-ibu didesa telagawaru terhadap pelaksanaan PPIA saat ANC serta mengetahui seberapa besar pengetahuan yang dimiliki ibu-ibu tersebut tentang HIV/AIDS dari ibu ke anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdapat 3 tahapan yaitu pretest, pemberian materi dan video serta posttest. Berdasarkan hasil pretest didapatkan pengetahuan ibu dalam kategori cukup (45,4%), setelah pemberian materi, posttest didapatkan pengetahuan ibu meningkat dalam kategori baik (89%). Pengetahuan yang dimiliki peserta dalam pengabdian ini sama seperti yang telah dikemukakan didalam teori yaitu pengetahuan dimana seseorang menjadi tahu terhadap suatu objek seperti halnya ibu yang telah mendapatkan informasi terbaru mengenai pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, sehingga peningkatan terhadap pengetahuanpun bertambah. Kata kunci: pencegahan HIV/AIDS; penularan HIV/AIDS; ibu hamil; janin. ABSTRACTDue to the increasing number of HIV/AIDS cases in Indonesia, every year there are 9000 HIV positive pregnant women born in Indonesia. Therefore, it is considered that if there is no intervention then there will be 3000 babies born with HIV positive every year in Indonesia. Therefore, it is necessary to have a good intervention to reduce HIV transmission from mother to child by 25%-45%. The purpose of this community service is to find out how the acceptance of women or mothers in the Telagawaru village towards the implementation of PPIA during ANC and to find out how much knowledge these mothers have about HIV/AIDS from mother to child. The method used in this service consists of 3 stages, namely pretest, giving materials and videos and posttest. Based on the results of the pretest, the mother's knowledge was in the sufficient category (45.4%), after giving the material, the posttest showed that the mother's knowledge increased in the good category (89%). The knowledge possessed by participants in this service is the same as what has been stated in theory, namely where a person's knowledge becomes aware of an object as well as mothers who have received the latest information about preventing HIV transmission from mother to child, so that the increase in knowledge increases. Keywords: prevention of HIV/AIDS; transmission of HIV/AIDS; pregnant women; fetus.
PELATIHAN DALAM PENGGUNAAN INFORMED CONSENT PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Arief Setiyoargo; Romaden Marbun; Richard One Maxelly
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5341

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemahaman penggunaan informed consent. Kegiatan ini diawali dengan penilaian awal kondisi terkini di lapangan di fasilitas pelayanan kesehatan melalui petugas kesehatan/kader kesehatan dan warga. Asesmen awal menemukan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan medis bagi pasien dan pengetahuan terkait penggunaan informed consent di fasilitas kesehatan terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini, fokus pelayanan kesehatan masih berpusat pada kesehatan. protokol atau jarak fisik. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan yang dikemas dalam bentuk materi dan video yang dibagikan melalui google drive secara serta diskusi secara online melalui grup WhatsApp. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan google form. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat sebanyak 57,69% pemahaman warga dalam kategori baik, 26,92% cukup dan 15,38% kurang. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu pemantauan lebih lanjut. Kata kunci: tenaga kesehatan; pasien; informed consent. ABSTRACTThis Community Service activity aims to improve the quality of health services through understanding the use of informed consent. This activity begins with an initial assessment of the current state of the field in health care facilities through health workers/health cadres and residents. The initial assessment found that there was still a lack of public knowledge about medical treatment for patients and knowledge related to the use of informed consent in health facilities, especially during the current Covid-19 pandemic, the focus of health services is still centered on health protocols or physical distancing. The activity begins with preparing a plan and schedule of activities as well as the necessary equipment. The activities are carried out by providing counseling and assistance packaged in the form of materials and videos that are distributed via Google Drive as well as online discussions through WhatsApp groups. The activity ended with an evaluation using a google form. The results of community service activities there are as many as 57,69% of citizens' understanding in the good category, 26,92% sufficient and 15,38% less. Activities are going well and need further monitoring. Keywords: health worker; patient; informed consent 

Page 44 of 272 | Total Record : 2711