cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENGUATAN NILAI DEMOKRASI MELALUI PERAN GEN Z INDONESIA DALAM MEDIA ONLINE Satria Rizaldi Alchatib; Halifa Haqqi; Andika Drajat Murdani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.365 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4840

Abstract

ABSTRAKEra digital membawa tantangan baru bagi Gen Z sebagai natives digital. Bagi Indonesia, Gen Z berperan penting dalam kehidupan demokrasi, sebagai calon pemimpin bangsa. Namun, media Online juga memberi tantangan pada hoaks, potensi indoktrinasi, radikalisasi dan berbagai tantangan lain. Karenanya, Gen Z membutuhkan pemahaman nilai demokrasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka “penguatan nilai demokrasi melalui peran generasi Z indonesia dalam media Online”. Tujuannya adalah mendukung Gen Z menjawab tantangan dinamika era digital yang kompleks, sehingga menjadi pribadi-pribadi unggul dan berkontribusi positif dalam demokrasi Indonesia. Metode yang dilakukan berupa pendidikan masyarakat, dalam skema daring. Skema daring dilakukan guna menyesuaikan kondisi pandemi sekaligus membuka kesempatan melibatkan sasaran yang lebih luas, yakni Gen Z dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan dilakukan melalui tahap penjajagan, promosi, sosialisasi, pendampingan dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan oleh pakar demokrasi dan pakar media Online. Selanjutnya, dilakukan pendampingan selama dua bulan. Tahap evaluasi dilakukan dengan penilaian indikator luaran untuk melihat perubahan pola pikir dan perilaku peserta kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh indikator luaran mengalami peningkatan atau hasil positif, terutama pada peningkatan pemahaman dalam menggunakan media Online, seperti media sosial secara bermanfaat. Kata kunci: demokrasi; gen Z, Indonesia, media online. ABSTRACTThe digital era provides new challenges for Gen Z as digital natives. For Indonesia, Gen Z plays an important role in democratic life, as a future leader of the nation. However, online media poses challenge of hoaxes, indoctrination, radicalization and others. Understanding the value of democracy can be good modal for them. This program was carried out in the context of "Strengthening democratic values through the role of Z Generation Indonesia in online media". The purposes was to support Gen Z in responding to the challenges of digital era, so they can be better and contribute positively to Indonesian democracy. The method used was public education, in an online scheme. The online scheme was adapted to the pandemic conditions while at the same time opening up opportunities to involve a wider target, Z Generation from around Indonesia. Activities were included assessment, promotion, socialization, mentoring and evaluation. The socialization was carried out by democracy experts and online media experts. Assistance was held for two months. The evaluation stage done by assessing the output indicators to see changes in the mindset and behavior of participants. The evaluation showed that all of the output indicators have improved or have positive results, especially increased understanding in using online media, such as social media in a useful way. Keywords: democracy; gen Z; Indonesia; online media.
EDUKASI HIPERTENSI KEPADA MASYARAKAT DESA PEMURUS RT 002 SECARA DARING MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL Muhammad Irfan; Eva Mujiarahmah; Riska Iriyanti; Noor Ahda Fadillah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.636 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4796

Abstract

ABSTRAKHipertensi sering disebut dengan “silent killer” atau pembunuh diam-diam karena terjadi tanpa gejala. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan secara daring melalui WhatsApp. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenal hipertensi dan dapat melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian secara mandiri. Peserta penyuluhan terdiri dari masyarakat Desa Pemurus RT 002 Kecamatan Aluh-aluh Kabupaten Banjar sebanyak 12 orang. Edukasi diberikan menggunakan media audio visual berupa video edukasi yang berisi informasi-informasi dasar terkait hipertensi. Sebelum materi diberikan peserta mengisi pre-test terlebih dahulu dan di akhir kegiatan peserta akan mengisi post-test. Hasil uji paired sample t-test didapatkan bahwa aspek pengetahuan mengalami peningkatan secara signifikan setelah diberikan edukasi. Sedangkan aspek sikap dan perilaku tidak mengalami peningkatan secara signifikan. Kata kunci: hipertensi; daring; edukasi; audio visual ABSTRACTHypertension is often referred to as the "silent killer" because it occurs without symptoms. Hypertension is a condition where there is an increase in blood pressure above the normal threshold of 120/80 mmHg. The method used in this service activity is online counseling via WhatsApp. This service aims to provide education to the community so that they are more familiar with hypertension and can carry out prevention and control efforts independently. The counseling participants consisted of 12 people from the RT 002 Desa Pemurus, Kecamatan Aluh-aluh Kabupaten Banjar. Education is given using audio-visual media in the form of educational videos which contain basic information related to hypertension. Before the material is given the participants fill out the pre-test first and at the end of the activity the participants will fill out the post-test. The results of the paired sample t-test showed that the knowledge aspect had increased significantly after being given education. Meanwhile, the attitude and behavior aspects did not increase significantly. Keywords: hypertension; online; education; audio-visual.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER SESUAI DENGAN STANDAR WHO PADA IBU-IBU PERWIRITAN KAB.BATUBARA Azizah Mahary; Dwi Apriliani AGS
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5400

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini dilakukan kepada Ibu-ibu perwiritan Desa Binjai Baru Dusin I Pulau Sederhana Kecamatan Binjai Baru Kabupaten Batubara yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam pembuatan handsanitizer yang sesuai dengan standar WHO (World Health Organization) di tengah pandemi covid-19. Manfaat langsung dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada masyarakat Desa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan pemberian materi dan praktik dan menggunakan bahan kimia yang telah terstandarisasi. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan face mask dan mencuci tangan. Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan ini adalah peserta pelatihan sudah mampu memformulasi pembuatan pembuatan hand sanitizer sesuai dengan dosis yang disarankan. Kesimpulan dari hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian ini adalah peserta masih membutuhkan pendampingan agar mereka dapat menjual produk hand sanitizer sebagai sumber penghasila tambahan mereka disaat pandemi seperti ini.                                                                               Kata kunci: hand sanitizer; standar WHO; desa Binjai Baru ABSTRACTCommunity Partnership Program (PKM) activities was carried out to the women of the village of Desa Binjai Baru Dusin I Pulau Sederhana Kecamatan Binjai Baru Batubara which aims to educate the public in making hand sanitizers in accordance with WHO (World Health Organization) standards in the midst of the COVID-19 pandemic. The direct benefit of this community service activity is to increase knowledge, skills, and experience for the village community. Service activities are carried out in the form of training by providing materials and practices and using standardized chemicals. The method of activity used in this community service is the lecture method, question and answer, discussion and direct practice by applying health protocols such as the use of face masks and washing hands. The results of the activities that have been carried out are that the training participants are able to formulate the manufacture of hand sanitizers in accordance with the recommended dosage. The conclusion from the evaluation results of this service activity is that participants still need assistance so that they can sell hand sanitizer products as their additional source of income during a pandemic like this. Keywords: hand sanitizer; WHO standard; Binjai Baru village
PELATIHAN IMPLEMENTASI BUDAYA MUTU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SDN GUGUS I PEMENANG LOMBOK UTARA Asrin Asrin; Linda Feni Haryati; Muhammad Syazali; Umar Umar; Lalu Wira Zain Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6484

Abstract

ABSTRAKBudaya mutu merupakan seperangkat nilai, norma serta keyakinan yang termanifestasi dalam aktivitas, perilaku, dan simbol di sekolah agar mencapai keunggulan yang diinginkan dan diharapkan sehingga tercapai akuntabilitas sekolah. Berbagai terobosan baru harus terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dasar tentang budaya mutu sehingga pelayanan di bidang pendidikan dapat dilakukan secara terorganisir dan professional di lingkungan sekolah. Dalam rangka membangun budaya mutu pada level kelembagaan sangat membutuhkan keseriusan dari semua elemen sekolah. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan budaya mutu. Sehubungan dengan itu maka tim pengabdian masyarakat dari Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram melakukan pelatihan implementasi budaya mutu berbasis kearifan lokal di SDN Gugus I Pemenang. Tujuannya adalah setelah mengikuti kegiatan ini, guru dan kepala sekolah dapat membangun budaya mutu di lingkungan sekolah masing-masing agar dapat lebih baik dari sebelumnya.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dan kepala sekolah dari Gugus 1 Pemenang yang berjumlah 20 peserta. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan secara offline yaitu di Sekolah SDN 3 Pemenang. Kegiatan dilakukan dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan covid 19. Kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Respons peserta terhadap pelaksanaan kegiatan sangat baik. Kata kunci: pengabdian masyarakat; budaya mutu; kearifan lokal. ABSTRACTQuality culture is a set of values, norms, and beliefs that are manifested in activities, behaviors, and symbols in schools to achieve the desired and expected excellence so that school accountability is achieved. Various breakthroughs must continue to be made as an effort to improve the basic understanding of a quality culture so that services in the field of education can be carried out in an organized and professional manner in the school environment. Building a quality culture at the institutional level really requires seriousness from all elements of the school. One way is to take part in training related to quality culture. In this regard, the community service team from the PGSD FKIP Study Program at the University of Mataram conducted training on the implementation of a quality culture based on local wisdom at SDN Cluster I Pemenang. The goal is that after participating in this activity, teachers and principals can build a quality culture in their respective schools so that they can be better than before. This community service activity consists of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and evaluation stage. This activity was attended by representatives of teachers and school principals from Cluster 1 Pemenang, totaling 20 participants. The implementation of training activities is carried out offline, namely at SDN 3 Pemenang School. The activity was carried out by following the recommendations for the Covid 19 health protocol. The activity went very smoothly. The response of the participants to the implementation of the activity was very good. Keywords: community dedication; quality culture; local wisdom.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN SOAL EKONOMI/AKUNTANSI BERBASIS ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) PADA GURU SMA ANGGOTA MGMP KABUPATEN JEMBER SEBAGAI PERSIAPAN ASESMEN NASIONAL PENGGANTI UN 2021 Sri Kantun; Tiara Tiara; Dwi Herlindawati; Retna Ngesti Sedyati; Anna Widayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5666

Abstract

ABSTRAKAsesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan asesmen yang mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan siswa untuk dapat belajar dan merupakan bentuk penyederhanaan dari Ujian Nasional yang begitu kompleks. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan  pendampingan pengembangan soal ekonomi/akuntansi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada guru SMA anggota MGMP Kabupaten Jember sebagai persiapan asesmen nasional pengganti UN 2021. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode Tutorial. Hasil yang didapat setelah dilakukannya kegiatan ini adalah peserta mampu menyusun soal-soal ekonomi/akuntansi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Simpulan   hasil   pengabdian   adalah  guru SMA anggota MGMP dapat menambah pengetahuan tentang pembuatan soal berbasis AKM. Kata kunci: pendampingan; soal berbasis AKM ABSTRACTMinimum Competency Assessment (AKM) is an assessment that measures the minimum skills required by students to be able to learn and is a simplification of the complex National Examination. This activity was carried out to assist in the development of economic/accounting questions based on the Minimum Competency Assessment (AKM) for high school teachers who are members of the Jember Regency MGMP as a preparation for the national assessment to replace the 2021 UN. The method used in this community service is the Tutorial method. The results obtained after this activity was carried out were that participants were able to compile economic/accounting questions based on the Minimum Competency Assessment (AKM). The service results conclude that high school teachers who are members of MGMP can increase knowledge about making AKM-based questions. Keywords: assistance; AKM-based questions. 
PENGABDIAN MASYARAKAT BAKTI SOSIAL BERBAGI PAKET “NASI PAHLAWAN” PEDULI COVID-19 DI GRAHA YATIM DAN DHUAFA KOTA CIREBON Amroni Amroni; Marsani Asfi; Suwandi Suwandi; Kusnadi Kusnadi; Dewi Laily Purnamasari; Sudadi Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6016

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat dalam rangka memperingati hari pahlawan tahun 2021 dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis(HIMABIS) Universitas Catur Insan Cendekia berupa berbagi paket peduli Covid-19. Paket peduli tersebut disebut “Nasi Pahlawan”. Berbagi kebahagian dalam rangka hari Pahlawan tersebut dilakukan HIMABIS dengan dosen bersama dengan anak-anak dari Graha Yatim dan Dhuafa Kota Cirebon serta tiga tempat lainnya. Pelaksanaan diawali dengan perencanaan kegiatan, pencarian sponsorship kegiatan, pelaksanaan pendistribusian paket serta evaluasi hasil kegiatan. Jumlah paket Nasi Pahlawan sebanyak 358 Paket nasi box. Tujuan pelaksanaan adalah selain menumbuhkan sikap peduli antar sesama masyarakat dalam masa pandemi, juga merupakan program rutin dari HIMABIS dan Universitas Catur Insan Cendekia. Diharapkan akan tumbuh jiwa kesetiakawanan sosial bagi seluruh sivitas akademika yang ada di UCIC. Kata kunci: nasi pahlawan; HIMABIS; UCIC; PKM. ABSTRACTCommunity service in commemoration of Hero's Day in 2021 is carried out by Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis (HIMABIS) of Catur Insan Cendekia University in the form of sharing Covid-19 care packages. The care package is called “Nasi Pahlawan”. HIMABIS shared the joy in celebrating Hero's Day with the lecturers along with children from Graha Yatim and Dhuafa, Cirebon City and three other places. Implementation begins with planning activities, seeking sponsorship of activities, implementing package distribution and evaluating the results of activities. The number of packages of Nasi Pahlawan is 358 box rice package. The purpose of the implementation is in addition to fostering a caring attitude among people during the pandemic, it is also a routine program from HIMABIS and Catur Insan Cendekia University. It is hoped that the spirit of social solidarity will grow for all academics at UCIC. Keywords: nasi pahlawan; HIMABIS; UCIC; PKM. 
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG SIAP SAJI BERBAHAN DASAR UMBI PORANG (Amorphopallus oncophyllus P.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BAGI LANSIA DI PANTI WERDHA TRESNO MUKTI TUREN Ida Ayu Preharsini; Sugiyanto Sugiyanto; Devanus Devanus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6518

Abstract

ABSTRAKPanti Werdha Tresno Mukti berada di Desa Pagedangan Kec. Turen, Kab. Malang. Perubahan aspek fisik, mental dan sosial yang terjadi pada lansia mempengaruhi kondisi kesehatan para lansia baik  secara mental maupun fisik. Munculnya berbagai penyakit pada lansia akan meningkatkan resiko kekurangan nutrisi akibat kehilangan nafsu makan. Tambahan asupan makanan pendamping diperlukan sebagai pangan fungsional yang memberi manfaat kesehatan bagi para lansia. Porang (Amorphophallus oncophyllus. P) mengandung glucomannan berbentuk tepung atau serat alami yang larut di dalam air dan sering diolah menjadi produk makanan seperti mie shirataki, konnyaku, bahan campuran kue, roti, jeli, selai, es krim dan lain sebagainya. Mengkonsumsi umbi porang diketahui dapat menurunkan lipida darah, menurunkan glukosa darah, mencegah dan menghambat kanker, menurunkan obesitas dan mengatasi sembelit. Tujuan pelatihan ini untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan para pengasuh lansia sebagai mitra dalam pemanfaatan umbi porang menjadi alternatif makanan sehat bagi lansia. Adapun metode yang digunakan adalah pelatihan secara on-line  dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan ini telah terlaksana selama bulan Juli 2021, dari 17 pengasuh lansia yang melihat video pembuatan tepung siap saji berbahan dasar umbi porang ada 14 pengasuh lansia atau 82% telah dapat membuat dengan benar. Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar serta antusiasme  pendamping sangat baik Kata Kunci : Amorphophallus oncophyllus; glukomanan: iles-iles; lansia; porang ABSTRACTThe Tresno Mukti Nursing Home is located in Pagedangan Village, Kec. Turen , Kab. Malang. Change in physical, mental and social aspects that occur in the elderly affect the health condition of the elderly both mentally and physically. The emergence of various diseases in the elderly will increase the risk of nutritional deficiencies due to loss of appetite. Additional intake of complementary foods is needed as functional food that provides health benefits for the elderly. Porang (Amorphophallus oncophyllus. P) contains glucomannan in the form of flour or natural fiber that is soluble in water and is often processed into food products such as shirataki noodles, konnyaku, cake mix ingredients, bread, jelly, jam, ice cream and so on. Consuming porang tubers is known to lower blood glucose prevent and inhibit cancer, reduce obesity and treat constipation. The purpose of this training is to increase the knowledge and skills of elderly caregivers as partners in using porang tubers as an alternative to healthy food for th elderly. This activity has been carried out during July 2021,  from 17 elderly caregivers who saw the video of making ready to eat flour made from porang tubers, 14 elderly caregivers or 82 % were able to make it correctly. Overall the activity went smoothly and the enthusiasm of the companion was very good. Keywords:  Amorphophallus oncophyllus; elderly; glucomannan; iles-iles; porang
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG SCREENING KEJADIAN DEPRESI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA IDENTIFIKASI KONDISI KESEHATAN LANSIA Wisoedhanie Widi Anugrahanti; Cecilia Widijati Imam; Raswati Prapti Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6406

Abstract

ABSTRAKKegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pelatihan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Tentang Screening Kejadian Depresi Sebagai Salah Satu Upaya Identifikasi Kondisi Kesehatan Lansia, khususnya pada masa pandemi COVID-19 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang resiko depresi yang rentan muncul pada lansia dan bagaimana cara mengidentifikasi kejadian depresi yang mungkin muncul pada lansia. Pelatihan dan pemberdayaan kader kesehatan tentang resiko depresi pada lansia dilakukan menggunakan metode penyuluhan atau ceramah dengan media power point berikut diskusi dan tanya jawab. Untuk mempraktikkan bagaimana cara melakukan screening atau mengidentifikasi kejadian depresi pada lansia digunakan metode demonstrasi dengan mempraktikkan penggunakan instrument Geriatric Depression Scale. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang resiko depresi pada lansia serta dimilikinya keterampilan kader kesehatan dalam menggunakan instrument Geriatric Depression Scale dalam mengkaji resiko depresi pada lansia di Desa Tambakasri Kelurahan Tajinan Kabupaten Malang. Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tersebut sangat bermanfaat bagi Desa Tambaksri untuk dapat secara mandiri mengenali dan mengidentifiaksi permasalahan kesehatan yang mungkin muncul di Desa Tambakasri sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya permasalahan kesehatan dan untuk mewujudkan desa siaga kesehatan.   Kata kunci: pelatihan; kader kesehatan; screening; depresi; lansia ABSTRACTCommunity Partnership Program Activities “Training and Empowerment of Health Cadres About Screening for Depression Events as One of the Efforts to Identify Elderly Health Conditions, especially during the COVID-19 pandemic, aims to provide understanding and skills for health cadres regarding depression that is prone to appear in the lives of the elderly. This risk is magnified by the COVID-19 pandemic situation which has consequences for limiting activities outside the home, so that the elderly's social activities are limited and monotonous and in the end can increase the risk of depression in the elderly. Training and empowerment of health cadres using counseling methods and demonstrations of the implementation of screening for depression in the elderly. The abilities and skills of health cadres possessed as an outcome of community service activities are very useful for efforts to identify the health conditions of the elderly, especially related to the incidence of depression and are useful for fulfilling elderly health data, especially for mental health posyandu owned in the local Tambakasri Village Keywords: health cadres; screening; depression; elderly.
PELATIHAN KEAMANAN PANGAN DI KAWASAN WISATA WILAYAH KELURAHAN SRIMARTANI PIYUNGAN, BANTUL Dyah Suryani; Ahmad Ahid Mudayana; Mufti Khakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6559

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat kompleks, baik di bidang ekonomi, pendidikan dan pastinya pariwisata. Penerapan adaptasi kebiasaan baru akan merubah perilaku wisatawan saat berwisata. Peranan pariwisata tidak hanya menyediakan sarana wisata tetapi dilengkapi dengan sarana kuliner. Pengolahan makanan pada masa pandemi covid-19 harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, karena makanan yang  dikonsumsi harus memperhatikan keamanan makanan atau food safety termasuk didalamnya di Kawasan wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek penjamah makanan tentang pengelolaan makanan yang aman, bebas kontaminasi sehingga aman dikonsumsi oleh wisatawan. Pelatihan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi wisata di wilayah Kelurahan Srimartani Piyungan dengan pemberian materi penyuluhan keamanan makanan dibantu dengan media buku, Presentation Power Point serta diskusi. Hasil kegiatan ini didapatkan bahwa 70% penjamah makanan meningkat tingkat pengetahuan terkait keamanan makanan dan 90% penjamah makanan sikap keamanan makanannya mengalami peningkatan. Pelatihan ini harus dilakukan secara konsisten, karena untuk merubah perilaku penjamah makanan membutuhkan waktu dan pendampingan baik dari pemerintah desa maupun instansi terkait. Kata kunci:pandemi; keamanan makanan; pelatihan; wisata. ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has had a very complex impact, both in the fields of economy, education, and of course tourism. The application of adaptation of new habits will change the behavior of tourists when traveling. The role of tourism is not only providing tourist facilities but also being equipped with culinary facilities. Food processing during the COVID-19 pandemic must comply with applicable regulations, because the food consumed must pay attention to food safety or food safety, including in tourism areas. This activity aims to increase the knowledge and practice of food handlers regarding safe, contamination-free food-management so that it is safe for consumption by tourists. This training was carried out directly at tourist sites in the Srimartani Piyungan Village area by providing food safety counseling materials assisted by book media, Power Point presentations, and discussions. The results of this activity showed that 70% of food handlers increased their level of knowledge related to food safety and 90% of food handlers' attitudes towards food safety increased. This training must be carried out consistently because changing the behavior of food handlers requires time and assistance from both the village government and related agencies. Keywords: pandemic; food safety; training; tourism.
PEMBENTUKAN DAN PENDIDIKAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM MENDETEKSI GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR JAYA KABUPATEN LAHAT TAHUN 2020 Yeni Elviani; A. Gani; Wahyu Dwi Ari Wibowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5575

Abstract

ABSTRAKTerbentuknya kader kesehatan jiwa di masyarakat merupakan angin segar bagi pelayanan kesehatan jiwa. Hal ini harus didukung oleh tingkat pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman kader dalam menangani penderita gangguan jiwa, sehingga perlu diadakan pendidikan bagi kader kesehatan jiwa dalam penanganan gangguan jiwa dan deteksi gangguan jiwa di masyarakat. Kader kesehatan jiwa berperan sebagai penghubung antara tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan masyarakat. Metode dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan ketua kader kesehatan dan petugas kesehatan di Puskesmas Bandar Jaya untuk membentuk kader kesehatan jiwa dan memberikan edukasi kader terkait penanganan dan pendeteksian gangguan jiwa.Tingkat pengetahuan kader tentang penanganan dan pendeteksian gangguan jiwa sebelum dibentuknya kader kesehatan jiwa dan pendidikan kesehatan pada kategori kurang (75%) dan cukup (25%), dan semua kader tidak dapat mendeteksi gangguan jiwa. Setelah mendapatkan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan kader pada kategori baik menjadi 60%, kategori baik 40%, dan tidak ada kader dalam kategori tingkat pengetahuan kurang, untuk deteksi gangguan jiwa 75% kader mampu mendeteksi gangguan jiwa. Setelah terciptanya kader kesehatan jiwa dan kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kader kesehatan jiwa di masyarakat yang dapat meningkatkan efektivitas pencegahan, kuratif, dan pemulihan masalah kesehatan jiwa khususnya dalam penanganan dan pendeteksian gangguan jiwa di masyarakat. Kata kunci: kader kesehatan jiwa; dekteksi gangguan jiwa; gangguan jiwa; komunitas.  ABSTRACTThe establishment of mental health cadres in the community is good news for mental health services. It must be supported by the cadre’s level of knowledge, ability, and experience in handling people with mental disorders. It is necessary to educate mental health cadres on handling mental disorders and detecting mental disorders in the community. Mental health cadres serve as a communicator between health workers in health facilities and the community. The method is used by coordinating with cadre’s leader and health workers in the Bandar Jaya Public health center to educate cadres about handling and detecting mental disorders. The level of knowledge of cadres before education and training was 74% of respondents lacking knowledge, 25% of respondents had sufficient knowledge, and no one of respondents had good knowledge of handling and detecting mental disorders. The level of knowledge obtained after education was carried out, and there was an increase in knowledge where 60% of respondents obtained good knowledge scores, 40% of respondents had sufficient knowledge. There were no respondents who found that their level of knowledge was lacking. This activity is expected to create mental health cadres in the community to increase the effectiveness of preventive, curative, and recovery mental health problems, especially in handling and detecting mental disorders in the community. Keywords:  mental health cadre; mental disorder detection; mental disorders; community.  

Page 40 of 272 | Total Record : 2711