Window of Health : Jurnal Kesehatan
Window of Health is a media publication of scientific works in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information system, medical record, health law, etc.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (April 2022)"
:
10 Documents
clear
Penerapan Point Of Care Quality Improvement (POCQI) terhadap Dokumentasi Keperawatan dI RSUD Kabupaten
Florentianus Tat;
Elisabeth Herwanty;
Pius Selasa;
Rohana Mochsen;
Aben B.Y.H Romana;
Emiliandry Febryanti T.Banase
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.648 KB)
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.8
Point Of Care Quality Improvement (POCQI) merupakan model peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk memastikan pasien menerima perawatan kesehatan berkualitas. Dokumentasi keperawatan merupakan indikator penting kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan melalui penerapan model point of care quality improvement (POCQI) di Ruang Perinatal RSUD Kabupaten Kupang dan RSUD Kabupaten Rote Ndao. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksprimen. Total populasi 60 responden dan sampel 30 responden sebagai kelompok intervensi dan 30 sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Analisa data univariat mendekskripsikan karakteristik responden dan karakteristik variabel, analisis bivariat menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendokkumentasian sebelum intervensi POCQI kategori kurang (63%) dan setelah intervensi kategori baik (100%), ada pengaruh signifikan penerapan model POCQI dan PDSA (Plan-Do-Study-Action) terhadap dokumentasi keperawatan p lebih kecil 0.05 (p= 0.000). Kesimpulan setelah intervensi model POCQI, tingkat pengetahuan, sikap dan motivasi perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan pada kategori baik. Penerapan PDSA telah berjalan dengan baik, terdapat pengaruh penerapan model POCQI dan PDSA terhadap mutu dokumentasi keperawatan. Saran rumah sakit dapat menggunakan pendekatan ini untuk peninggkatan kualitas layanan kesehatan anak.
Perilaku Mahasiswa Kesehatan dalam Memberikan Edukasi Pencegahan COVID-19 kepada Masyarakat
Nurul Ulya Luthfiyana;
Santy Irene Putri;
Silfia Angela Norce Halu
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.176 KB)
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.10
Pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020 telah menyebabkan perubahan berbagai aspek kehidupan, terutama dalam aspek kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Salah satu kolaborasinya adalah melibatkan institusi pendidikan untuk turut serta mencegah penularan COVID-19. Peran penting perguruan tinggi adalah peran civitas akademika khususnya mahasiswa untuk memberikan edukasi tentang COVID-19 kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat. Studi ini adalah studi kuantitatif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan Malang, Jawa Timur. Waktu penelitian pada Juli-Agustus 2020 dengan sampel sebanyak 133 subjek dan dipilih dengan teknik random sampling sederhana. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku siswa kesehatan. Variabel independen adalah pengetahuan dan sikap siswa kesehatan tentang COVID-19. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online dan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Perilaku siswa kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat dipengaruhi oleh pengetahuan (b = 0.57, 95% CI = 0.02 hingga 1.13, p = 0.043), dan sikap tentang COVID-19 (b = 2.86, 95% CI = 0.95 hingga 4.77, p = 0.004). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku mereka dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat.
Bioadsorben Campuran Kulit dan Tongkol Jagung untuk Menurunkan Kadar BOD Limbah Batik
Miftakhul Jannah;
Ferry Kriswandana;
Marlik;
Iva Rustanti Eri Wardojo
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.431 KB)
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.14
Liquid waste from batik industry often causes environmental problems, because there is a pollutant content of Biochemical Oxygen Demand (BOD). Corn cobs and husks contain high cellulose which has the potential to become activated carbon. This study aims to analyze the bioadsorbent mixture of cobs and corn husks in reducing BOD levels in batik wastewater. This type of research is pre-experimental, the research design is One Group Pretest Posttest Design. Variations in the mass of bioadsorbent mixture of corn cobs and husks with a ratio of (70:30), (60:40) and (50:50) contact time for 2.5 hours in 500 ml of batik liquid waste. Measurement of BOD levels was carried out after treatment. Data analysis using ANOVA test. The highest percentage of decrease in BOD levels after treatment was in the mass variation of 38 gr: 25 gr (60:40) 81.79% and the decrease value was 9243 mg/L. BOD levels before treatment using a mixture of cob and corn husk bioadsorbent were 11300 mg/L and after treatment it was 2057 mg/L which means that there is 1 pair of variations in the mass of the mixture of corn cobs and husks in reducing the average different BOD content in batik wastewater. Bioadsorbent mixture of cobs and corn husks can reduce BOD levels in batik wastewater.
Komorbiditas dan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup pada Klien yang Menjalani Hemodialisis
Rizki Muliani;
Lani Ana Fauziah;
Sumbara
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.449 KB)
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.24
Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan dunia yang serius dan mengalami peningkatan 50% dari tahun sebelumnya sehingga perlu penanganan melalui hemodialisis (HD). HD menyebabkan perubahan hampir seluruh segi kehidupan klien (bio-psiko-sosio-spiritual) yang mempengaruhi kualitas hidup. Komorbiditas dan lama HD merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup. Selama HD, tidak semua toksik uremi dapat dikeluarkan sehingga memperberat kondisi komorbid. Semakin lama klien menjalani HD dapat mempengaruhi proses adaptasi terhadap kondisinya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan komorbiditas dan lama menjalani HD dengan kualitas hidup klien HD. Penelitian ini merupakan deskripsi korelasi dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data dari rekam medis dan KDQOL SF-36. Sampel penelitian berjumlah 63 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan Pearson yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian menunjukkan 54% memiliki 1 komorbid, 63,5% menjalani hemodialisis 1-5 tahun dan 52,4% klien memiliki kualitas hidup baik. Hasil uji didapatkan nilai p=0,081 (P lebih besar 0,05) yang dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan komorbiditas dengan kualitas hidup dan didapatkan nilai p=0,004 (P lebih kecil 0,05) yang dapat disimpulkan ada hubungan lama menjalani HD dengan kualitas hidup. Komorbid dapat dikontrol dengan rutin menjalani HD dan mengkonsumsi obat komorbidnya. Semakin lama klien PGK menjalani HD mengakibatkan semakin bisa beradaptasi dan menerima kondisinya yang akhirnya mempengaruhi kualitas hidup. Sehingga perlu dipertahankan komunikasi dan support system perawat dengan klien agar klien bisa tetap percaya diri dengan peran sosialnya walaupun kondisi mereka berbeda dari orang lain dan perawat perlu mempertahankan pemberian edukasi tentang hemodialisis dan manajemen perawatan diri walaupun klien sudah lama menjalani HD agar kualitas hidupnya meningkat.
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Karyawan dalam Menjalankan Protokol Covid-19
Andi Surahman Batara;
Nurfardiansyah Burhanuddin;
Suci Safwa Salsabila
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.387 KB)
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.39
Akhir tahun 2019 tepatnya pada bulan desember, dunia dihebohkan dengan sebuah kejadian yang membuat banyak masyarakat resah yaitu dikenal dengan virus corona (covid-19). Kejadian tersebut bermula di Tiongkok, Wuhan. Pada awalnya virus ini diduga akibat paparan pasar grosir makanan laut huanan yang banyak menjual banyak spesies hewan hidup. Penyakit ini dengan cepat menyebar di dalam negeri ke bagian lain China. Tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019, terdapat lima pasien yang dirawat dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 kasus ini meningkat pesat, ditandai dengan dilaporkannya sebanyak 44 kasus.adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepribadian karyawan terhadap kepatuhan dalam menjalankan protokol covid-19.Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan menara UMI dan dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara offline pada bulan februari tahun 2021nalisis data yang digunakan di dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian didapatkan bahwa terdapat faktor yang memiliki pengaruh terhadap kepatuhan karyawan dalam menjalankan protokol covid-19 yaitu Kepercayaan (p 0,000) dan Lingkungan (p 0,453) sehingga diketahui bahwa variabel tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap kepatuhan karyawan terhadap protokol covid-19.
Determinan Epidemiologi Kejadian Hipertensi Kehamilan
Masriadi Masriadi;
Alfina Baharuddin;
Handayani Idrus
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (624.337 KB)
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.47
Hipertensi kehamilan adalah terjadinya kenaikan tekanan darah 140mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu yang sebelumnya normal, atau kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15mmHg diatas nilai normal. Kejadian hipertensi kehamilan terjadi sekitar 5-15% dan merupakan salah satu diantara 3 penyebab angka kematian dan aka kesakitan pada ibu bersalin. Olehnya itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi kehamilan di Puskesmas Sarappo Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 104 ibu hamil dan sampel berjumlah 76 orang ibu hamil, sampel diambil dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuestioner dan alat pengukur tekanan darah. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa determinan ada dukungan keluarga (p 0,001), manajemen diri (p 0,001), kecemasan (p 0,004), usia ibu hamil dengan kejadian hipertensi (p 0,022). Determinan paling tinggi yaitu dukungan keluarga terhadap hipertensi kehamilan dengan Exp(B) 30.170. Peneliti menyarakan agar seluruh ibu hamil agar senantiasa menjaga kesehatan dengan cara mengkomsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri, melakukan aktivitas fisik berupa senam ibu hamil serta memeriksakan kehamilan setiap bulan agar dapat memantau tekanan darah secara rutin.
Hubungan Body Mass Index (BMI) terhadap Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Prema Hapsari Hidayati;
Andi Ambar Yusufputra;
Asrini Safitri;
Nurfachanti;
Rachmat Faisal Syamsu
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.15
Prevalensi GERD di dunia cukup tinggi, di Amerika Utara angka kejadian GERD 18.1%-27.8%, Amerika Selatan 23.0%, Eropa 2.5%-7.8%, Australia 11.6%, Timur Tengah 8.7%-33.1%, dan Asia tahun 2014 2.5%-7.8%, termasuk Indonesia data terakhir menunjukkan bahwa prevalensinya semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh karena adanya perubahan gaya hidup yang meningkatkan seseorang terkena GERD, seperti merokok dan obesitas. Penyakit refluks gastroesofagus Gastroesofageal Reflux Disease (GERD)adalah suatu keadaan patologis akibat refluks isi lambung ke dalam esophagus. Pada orang obesitas, terjadi peningkatan tekanan intraabdomen. Hal ini terjadi karena akumulasi lemak di jaringan adiposa perut. Peningkatan tekanan intraabdomen ini meregangkan LES sehingga memungkinkan terjadinya refluks esofagus yang menyebabkan mukosa esofagus terekspos oleh isi lambung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control berdasarkan fakta yang telah terjadi dan tercatat pada data di bagian rekam medis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2018 - 2020. Populasi penelitian ini190 orang dimana orang-orang dengan diagnosis GERDatau NONGERD dengan Body Mass Index yang lengkap. Sampel didapatkan pada pasien GERD 95 orang dan NONGERD sebanyak 95 orang sebagai sampel kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berjenis kelamin perempuan (68.4%), berusia 18-35 tahun (47.4%). Data distribusi Body Mass Index terlihat bahwa dengan kategori underweight sebanyak 10 responden (10.5 %) ,normal sebanyak 45 responden (47.4%), overweight sebanyak 17 responden (17.9%), Obesitas 1 sebanyak 17 responden (17.9%), dan Obesitas 2 sebanyak 6 responden (6.3%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk menambahkan penunjang endoskopi untuk diagnosis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Determinan Pemakaian Alat Kontrasepsi Modern Sebagai Strategi Dasar Pengembangan Strategi Promosi Kesehatan
Rizky Erwanto;
Dwi Endah Kurniasih;
Thomas Aquino Erjinyuare Amigo;
Syahmida S Arsyad
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.18
Penurunan jumlah pemanfaatan kontrasepsi modern pada wanita usia subur berdampak pada peningkatan jumlah penduduk dan mempengaruhi kualitas sumber daya bangsa. Untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi modern perlu upaya strategis dalam promosi kesehatan di masyarakat yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi determinan penggunaan alat kontrasepsi modern di perkotaan dan di perdesaan sebagai dasar pengembangan strategi pomosi kesehatan. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan data SDKI 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang berusia dalam rentang (15-49 tahun) di DIY yang terdaftar dalam SDKI 2017. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisa univariate, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square serta analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi modern diperkotaan adalah pendidikan, paparan informasi dari televisi dan internet, diskusi tentang KB dengan bapak,sumber informasi dari dokter, perawat, bidan, apoteker, dan kesenian. Faktor yang berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi modern diperkotaan adalah pendidikan, paparan informasi dari televisi, diskusi tentang KB dengan bapak, paparan informasi dari televisi dan internet, diskusi tentang KB dengan bapak,sumber informasi dari apoteker.
Peanut Sucrosa Agar (PSA) Sebagai Media Modifikasi Candida albicans pada Urine Penderita Diabetes Melitus
Retno Sasongkowati;
Edy Haryanto;
Evy Diah Woelansari
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.19
Media standar untuk menumbuhkan jamur adalah media Potato Dextrose Agar ( PDA) dan Sabaroud Dextrose Agar (SDA) namun media ini sulit didapat dan harganya relatif mahal, sehingga diperlukan alternatif media pembiakan jamur Candida albicans dengan pemanfaatan bahan alam. Media alternatif dengan pemanfaatan bahan alam yaitu menggunakan kacang tanah (Arachis hypogaea) varietas Talam-1. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengembangan Peanut Sucrose Agar (PSA) sebagai media modifikasi untuk identifikasi Candida albicans pada urin penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian eksploratoris. Sampel yang digunakan adalah penderita diabetes mellitus yang diambil secara acak. Metode pemeriksaan pemeriksaan glukosa darah puasa, dan pemeriksaan urin rutin. Sedimen urin dibiakan ke media PSA. Hasil pertumbuhan koloni Candida albicans pada media Peanut Sucrosa Agar (PSA) pada Responden Diabetes Melitus yang kadar gula darahnya lebih dari 126 mg/dL dan pemeriksaan lekosit positif didapat hasil yang pertumbuhan lebih dari 150 koloni sebanyak 64.7% dan pada media Potato Dextrosa Agar (PDA) sebesar 70.5%. Sedangkan pada media PSA yang kurang dari 150 koloni sebesar 35.3% dan media PDA sebesar 29.5%.Tumbuhnya jamur Candida albicans pada media Peanut Sucrosa Agar (PSA) menunjukkan mampu sebagai media modifikasi dengan terlihat jumlah koloni yang tumbuh lebih dari 150 koloni sebesar 64.7%. Berdasarkan uji statistik T-Test Paired menghasilkan nilai sig p = 0.077 pada α = 0.05 artinya tidak ada perbedaan pertumbuhan jamur Candida albicans pada media PSA dan media PDA, sehingga disimpulkan bahwa media Peanut Sucrose Agar dapat dipergunakan sebagai Agar media modifikasi untuk pertumbuhan Candida albicans dan disarankan untuk dilakukan penelitian dengan menggunakan jenis jamur yang berbeda.
Perbedaan Pemberian Madu Alami dan Madu Olahan Dicampur dengan Jintan Hitam (Habbatussauda) terhadap Kelancaran Produksi ASI
Magdalena M. Tompunuh;
Rabia Zakaria
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/woh.v5i02.25
ASI merupakan zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi. Seorang ibu sering mengalami masalah dalam pemberian ASI karena kurangnya pengetahuan dan upaya untuk melancarkan produksi ASI, data pada lokasi penelitian menunjukkan yang mendapat ASI eksklusif hanya 38.2% dari target 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemberian madu alami dengan madu olahan dicampur dengan jintan hitam (Habbatussauda) terhadap kelancaran produksi ASI di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain post test only control group design. Variabel bebas yaitu madu alami dicampur rebusan jintan hitam dan madu olahan dicampur rebusan jintan hitam, variabel terikat yaitu kelancaran produksi ASI. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas hari ketiga di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango dan sampelsebanyak 30 orang, dibagi dua kelompok. Kelompok intervensi 15 orang diberikan madu alami campur jintan hitam, dan kelompok kontrol 15 orang madu olahan campur jintan hitam. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini mengunakan lembar ceklist dan lembar observasi, serta alat penelitan yang digunakan adalahkompor, panci, timbangan digital, gelas ukur 1000 ml, termometer air, penyaring, pompa ASI dan kantung ASI. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (p-value) yaitu 0.025 (lebih kecil 0.05) terdapat perbedaan volume ASI pada ibu menyusui yang mendapatkan madu asli dan madu olahan yang dicampur dengan jintan hitam (Habbatusauda). Dimana nilai rata-rata volume ASI yang diberi madu asli lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang diberi madu olahan. Bagi ibu menyusui lebih baik menggunakan madu asli daripada madu olahan untuk meningkatkan dan memperlancar produksi ASI.