cover
Contact Name
Dwi Nurhidayah
Contact Email
ampibi@uho.ac.id
Phone
+6285241567769
Journal Mail Official
ampibi@uho.ac.id
Editorial Address
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25276735     EISSN : 27236846     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/ampibi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK Pembelajaran Biologi, Higher Order Thinking Skill biologi dan Biologi Literasi.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1" : 10 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN GAYA HIDUP DENGAN LAMA MENSTRUASI REMAJA AKHIR MAHASISWA 1 PENDIDIKAN BIOLOGI UHO Sri Ramayanti Karmina; Amiruddin Amiruddin; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.429 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5022

Abstract

Hubungan Tingkat Stress dan Gaya Hidup dengan Lama Menstruasi Remaja Akhir Mahasiswa Pendidikan Biologi. Problematika dan pola perilaku mahasiswa lebih berorientasi pada aktivitas kelompok sebaya, sehingga menjadi faktor yang mengarahkan mahasiswa pada perilaku yang berisiko bagi kesehatannya termasuk kesehatan reproduksi salah satunya gangguan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dan gaya hidup dengan lama menstruasi remaja mahasiswa Pendidikan Biologi. Jenis penelitian ini survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2012, 2013 dan angkatan 2014. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Besar sampel sebanyak 92 responden. Data dianalisis dengan uji chi-kuadrat (chi square) dan uji analisis jalur (path analysis). Responden berjumlah 92 orang, yang mengalami tingkat stress ringan 29,3%, stress sedang 70,7% dan tidak terdapat responden yang mengalami tingkat stress berat. 63% yang memiliki gaya hidup sehat dan 37% yang memiliki gaya hidup tidak sehat. 17,4% yang memiliki lama menstruasi cepat, 67,4% normal dan 15,2% lambat. Hasil analisis statistik hubungan antara tingkat stress dengan lama menstruasi diperoleh nilai p (0,000) < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan lama menstruasi. Hasil hubungan antara gaya hidup dengan lama menstruasi diperoleh nilai p (0,000) < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan lama menstruasi. Hasil hubungan antara tingkat stress dan gaya hidup dengan lama menstruasi diperoleh nilai p (0,001) < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan dan simultan antara tingkat stress dan gaya hidup dengan lama menstruasi dengan sumbangsi variabel sebesar 15,2%. Simpulan hasil penelitian ini adalah tingkat stress dan gaya hidup memiliki hubungan dengan lama menstruasi remaja akhir mahasiswa Pendidikan Biologi. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon reproduksi yang berbeda pada gaya hidup dan tingkat stress yang berbeda. Kata Kunci : stres, gaya hidup
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X-6 SMAN 1 WAWOTOBI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI KESEIMBANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHANNYA Sri Nurlianti Lolonga; Safilu Safilu; Suriana Gende Ede
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.816 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5027

Abstract

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X-6 SMAN 1 Wawotobi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Make a Match pada Materi Keseimbangan Lingkungan dan Perubahannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi keseimbangan lingkungan dan perubahannya. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016, di SMA Negeri 1 Wawotobi pada siswa kelas X-6 yang berjumlah 33 siswa. Adapun faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas : a) Perencanaan (planning); b) Pelaksanaan (action); c) Observasi dan Evaluasi (Observation dan Evaluation); d) Refleksi (Reflection). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Indikator keterampilan berpikir kritis bertanya dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan pada siklus I berkategori kurang dengan persentase 50%, siklus II meningkat menjadi 75% dengan kategori cukup dan siklus III berkategori sangat baik dengan persentase 100%. Indikator mengobservasi dan mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi pada siklus I berkategori kurang dengan persentase 50%, siklus II dan siklus III masing-masing 75% dan berkategori baik. Indikator membuat dan menentukan hasil pertimbangan pada siklus I, siklus II dan siklus III masing-masing berkategori baik dengan pesentase 75%. Indikator berinteraksi dengan orang lain pada siklus I berkategori cukup dengan persentase 62,50%, siklus II mengalami penurunan yaitu 50% dengan kategori kurang dan siklus III mengalami peningkatan dengan persentase 75% dan berkategori baik. Indikator menyimpulkan pada siklus I sebesar 75% dengan kategori baik, siklus II berkategori kurang dengan persentase 50% dan pada siklus III berkategori baik dengan persentase 75%. Secara keseluruhan keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I berkategori cukup dengan rerata 2,5 persentase 62,50%, siklus II berkategori cukup sebesar 2,6 dengan persentase 65% dan siklus III berkategori baik sebesar 3,2 dengan persentase 80%. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I berkategori kurang dengan nilai terendah 25 dan tertinggi 70 dengan rata-rata nilai sebesar 44,54, siklus II berkategori kurang dengan nilai terendah 35 dan tertinggi 75 dengan rata-rata nilai sebesar 55,45 dan siklus III mengalami peningkatan berkategori baik dengan nilai terendah 55 dan tertinggi 90 dengan rata-rata nilai 70,45. Persentase ketuntasan keterampilan berpikir kritis siswa yaitu 76% siswa telah mencapai nilai ≥ 65. Kata Kunci : make a match, berpikir kritis
GASTROPODA DAN BIVALVIA EPIFAUNA YANG BERASOSIASI DENGAN MANGROVE DI DESA PULAU TAMBAKO KECAMATAN MATAOLEO KABUPATEN BOMBANA Masni Masni; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.049 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5023

Abstract

Gastropoda dan Bivalvia Epifauna yang Berasosiasi dengan Mangrove di Desa Pulau Tambako Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Gastropoda dan Bivalvia epifauna yang berasosiasi dengan mangrove di Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi dengan tekhnik jelajah. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun berdasarkan jenis mangrove. Pengambilan sampel gastropoda dan bivalvia epifauna pada tiap stasiun dilakukan dengan 10 kali pengulangan. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi setiap jenis gastropoda dan bivalvia epifauna yang berasosiasi dengan mangrove di lokasi penelitian dengan mengacu pada buku identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastropoda epifauna yang berasosiasi dengan mangrove terdiri dari 4 ordo, 6 familia, 10 genus, dan 17 spesies yaitu Terebralia sulcata B., Terebralia palustris L., Batillaria sordida G., Terebralia sp Telescopium telescopium L., Cerithidea quoyii H., Cerithideopsilla cingulata G., Littorina scabra L., Littorina intermedia P., Littorina ardouiniana H., Ergalatax sp., Chicoreus capucinus, Turbo bruneus R Nassarius nitidus J., Cassidula nucleus G., Nerita lineata G., Cerithium coralium K., bivalvia epifauna yang berasosiasi dengan mangrove terdiri 1 familia, 2 genus dan 2 spesies yaitu Saccostrea cucullata B., dan Ostrea edulis L. Kata Kunci: gastropoda, bivalvia, epifauna, asosiasi, mangrove 
JENIS PENYAKIT YANG DIDERITA PENAMBANG EMAS TRADISIONAL PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WATU-WATUDI KECAMATAN LANTARI JAYAKABUPATEN BOMBANA Abu Baqar Syidiq; Amiruddin Amiruddin; HM Sirih
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.395 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5028

Abstract

Jenis Penyakit yang diderita Penambang Emas Bebas pada Daerah Aliran Sungai Watu-Watu di Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit dan penyakit yang dominan diderita penambang emas bebas pada daerah aliran sungai. Jenis penelitian adalah penelitian eksploratif dengan populasi penelitian mencakup seluruh masyarakat di desa Watu-Watu Kecamatan Lantari Jaya dan masyarakat pendatang yang aktif melakukan penambangan emas bebas pada daerah aliran sungai Watu-Watu sebayak 92 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga diperoleh 33 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jenis penyakit yang diderita penambang emas bebas pada daerah aliran sungai adalah, tremor (Parkinson disease) 1 orang, keracunan akut 3 orang, penyakit mata 2 orang, penyakit infeksi saluran pernafasan 13 orang, diare 3 orang, vertigo 1 orang, keguguran 1 orang, penyakit kulit 8 orang, cacingan (cacing tambang) 2 orang. Penyakit yang dominan diderita penambang emas bebas adalah infeksi saluran pernafasan atas sebanyak 13 orang dikarenakan dampak penggunaan merkuri, tidak menggunakan alat pelindung yang sesuai standar serta kondisi lingkungan yang kurang steril. Kata Kunci : penambang emas bebas, penyakit akut dan kronis.
ANALISIS KUALITATIF TES ULANGAN SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN IPA TERPADU MATERI BIOLOGI SMP NEGERI 4 TOMIA KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Aprilia Damayanti; Parakkasi Parakkasi; Murni Sabilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.512 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5019

Abstract

Analisis Kualitatif Tes Ulangan Semester Genap Mata Pelajaran IPA Terpadu Materi Biologi SMPN 4 Tomia Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal ulangan semester genap mata pelajaran IPA Terpadu Materi Biologi ditinjau berdasarkan analisis kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto yang dilaksanakan pada semester genap yang bertempat di SMP Negeri 4 Tomia. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah soal ulangan semester genap matapelajaran IPA Terpadu Materi Biologi kelas VII, VIII dan IX. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini ditinjau berdasarkan aspek validitas isi, validitas konstruk dan analisis bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk validitas isi/materi rata-rata diperoleh kelas VII 87,5% dikategorikan sangat baik, kelas VIII 62,5% dikategorikan baik dan kelas IX 100% dikategorikan sangat baik. Untuk kesesuaian Konstruk rata-rata diperoleh kelas VII 98,94% dikategorikan sangat baik, kelas VIII 89,08% dikategorikan sangat baik dan kelas IX 98,86% dikategorikan sangat baik. untuk kesesuaian bahasa rata-rata dari kelas VII,VIII dan IX adalah 100% dikategorikan sangat baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas butir soal buatan guru mata pelajaran IPA Terpadu Materi Biologi tahun pelajaran 2014/2015 ditinjau dari segi kualitatif berdasarkan aspek validitas isi/materi, validitas konstruk dan analisis bahasa dikategorikan sangat baik dan sesuai dengan kualitas soal yang baik.Kata Kunci : analisis kualitatif, soal ulangan
INVENTARISASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT BAGI MASYARAKAT KELURAHAN LAPUKO KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Suci Cahaya Rezki; Asmawati Munir; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.108 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5024

Abstract

Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Kelurahan Lapuko Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan”. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, (2) Untuk mengetahui organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, (3) Untuk mengetahui cara pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara dan eksplorasi (penjelajahan). Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Kelurahan Lapuko yang ditemukan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 26 suku yang terdiri dari 43 jenis, 30 jenis dari kelas Dicotyledoneae dan 13 jenis dari kelas Monocotyledoneae. Organ tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan obat tradisional meliputi akar, rimpang, batang, daun, buah, kulit buah, getah dan biji. Cara pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat setempat yaitu untuk pengobatan dalam dikonsumsi langsung tanpa harus diolah dan ada juga yang diolah dengan cara direbus, ditumbuk, diparut atau diremas. Untuk pengobatan luar dengan cara ditempelkan, dioles atau digosok. Ramuan pengobatan dapat berasal dari satu jenis tumbuhan atau lebih yang diolah secara bersama-sama untuk memperoleh khasiat pengobatan yang maksimal. Kata kunci : Inventarisasi, Tumbuhan Obat, Lapuko.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI PADA SUB MATERI HEWAN VERTEBRATA DALAM MENINGKATKAN 1 HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI SMA NEGERI 5 KENDARI Apriyanti Bangun; Hittah Wahi Sudrajat; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.347 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5020

Abstract

Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Animasi pada Sub Materi Hewan Vertebrata dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Sains Siswa di SMA Negeri 5 Kendari. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi dan tanpa media pembelajaran berbasis animasi (2) Untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi dan tanpa media pembelajaran berbasis animasi. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan posttest only control grup design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X MIPA SMAN 5 Kendari yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X MIPA1 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan media pembelajaran berbasis animasi dan kelas X MIPA2 sebagai kelas kontrol yang diajar tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang diajar menggunakan media pembelajaran berbasis animasi memiliki rata-rata hasil belajar kognitif sebesar 59.53 ± 10.21, sedangkan yang diajar tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi memperoleh rata-rata sebesar 54.32 ± 12.28. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan tingkat signifikan 95% didapatkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,046. Karena Sig. (2-tailed) ≤ α (0,05) hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis animasi terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pada aspek keterampilan proses sains rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 84,5 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata sebesar 80,5. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan proses sains pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian hipotesis yang diajukan sebelumnya diterima, yaitu media pembelajaran berbasis animasi dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada sub materi hewan vertebrata di SMA Negeri 5 Kendari.Kata Kunci : media pembelajaran, animasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 PARIGI PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Wa Ode Saleha; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.064 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5025

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Parigi pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Parigi melalui model pembelajaran Example Non Example pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, di SMP Negeri 4 Parigi pada siswa Kelas VII berjumlah 24 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan tiga siklus belajar, setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi dan (4) refleksi. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa dan tes pemahaman konsep siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Keberhasilan aktivitas siswa siklus I mencapai 68.16%, siklus II mencapai 77.54% dan siklus III mencapai 80.08%. Persentase pemahaman konsep siswa siklus I mencapai 67.41%, siklus II mencapai 78.13% dan siklus III mencapai 79.76%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP Negeri 4 Parigi. Kata Kunci : model pembelajaran, example non example, aktivitas belajar, pemahaman Konsep.
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DESA LAPANDEWA KAINDEA KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN Nur Hasanah; Hittah Wahi Sudrajat; Damhuri Damhuri
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.532 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5021

Abstract

Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etnobotani tumbuhan obat dan bentuk kearifan lokal masyarakat desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Metode yang digunakan yaitu survei eksploratif. Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah semua jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat desa Lapandewa Kaindea yang ditemukan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tumbuhan obat yang ditemukan dan dimanfaatkan di desa Lapandewa Kaindea terdiri 53 jenis, 31 suku, 22 bangsa dan 2 kelas. Tumbuhan obat yang dominan digunakan oleh masyarakat yaitu jambu batu (Psidium guajava Linn.). Sebagian besar jenis tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang tumbuh di pekarangan dengan persentase 36 %. Famili yang paling dominan ditemukan berasal dari famili Euphorbiaceae dengan jumlah 5 jenis. Habitus tumbuhan obat didominasi oleh herba dengan persentase 42 %. Daun merupakan bagian yang lebih banyak digunakan pada tumbuhan obat. Tumbuhan obat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit terutama kelompok penyakit saluran pencernaan. Sebagian besar tumbuhan obat lebih banyak diolah dengan cara direbus dan ditumbuk. Kearifan lokal masyarakat dapat dilihat pada sistem pertanian, kegiatan pemanfaatan dan upaya konservasi tumbuhan obat.Kata Kunci: etnobotani, tumbuhan obat, kearifan lokal,
IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA SISTEM PENCERNAAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) DARI KERAMB JARING 1 APUNG (KJA) DI DESA BAJO INDAH DAN DESA LEPE KECAMATAN SOROPIA SULAWESI TENGGARA Reza Ighnas Adhi Jaya Rindra; HM Sirih; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.737 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5026

Abstract

Identifikasi Endoparasit Pada Sistem Pencernaan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dari Keramba Jaring Apung (KJA) di desa Bajo Indah dan desa Lepe Kecamatan Soropia Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis endoparasit yang terdapat dalam organ pencernaan meliputi rongga mulut, tenggorokan, lambung, usus, anus ikan kerapu macan dan untuk mengetahui jenis endoparasit yang dominan ditemukan pada organ pencernaan ikan kerapu macan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 sampai April 2016. Jenis metode yang digunakan adalah observasional dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yaitu dengan mengambil sampel secara acak. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor ikan kerapu macan yang berasal dari 2 lokasi pengambilan yaitu 12 ekor dari desa Bajo Indah dan 12 ekor dari desa Lepe.Pemeriksaan endoparasit dilakukan di Laboratorium Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 sampel ikan dari desa Bajo Indah terinfeksi dan 8 sampel ikan dari desa Lepe terinfeksi cacing endoparasit. Infeksi cacing endoparasit pada organ pencernaan ikan kerapu macan yang diidentifikasi dari dua jenis cacing endoparasit yaitu dari kelas Palaenthocephala yaitu Acanthocephalus sp. yang ditemukan di usus dan dari kelas Trematoda yaitu Prosorhynchus sp. yang ditemukan di lambung. Terdapatnya endoparasit pada lambung dan usus disebabkan karena pada lambung dan usus terdapat bahan organik atau nutrisi yang merupakan bahan makanan dari parasit. Jenis cacing yang dominan ditemukan adalah jenis Prosorhynchus sp.dengan jumlah 174 individu dari 15 ekor sampel kemudian Acanthocephalus sp. dengan 30 individu dari 5 ekor sampel. Hal ini disebabkan karena siklus hidup Prosorhynchus sp. yang kompleks melalui perantara inang I dan inang II, dimana infeksi terhadap inang I lebih bervariasi meliputi ikan-ikan kecil, bivalvia atau gastropoda dibanding cacing Acanthocephalus sp. yang umumnya hanya menginfeksi crustacea dan copepoda. Kata Kunci : endoparasit, sistem pencernaan, ikan kerapu macan

Page 1 of 1 | Total Record : 10