cover
Contact Name
Dwi Nurhidayah
Contact Email
ampibi@uho.ac.id
Phone
+6285241567769
Journal Mail Official
ampibi@uho.ac.id
Editorial Address
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25276735     EISSN : 27236846     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/ampibi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK Pembelajaran Biologi, Higher Order Thinking Skill biologi dan Biologi Literasi.
Articles 105 Documents
FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI Wa Ode Nurtina; Amiruddin Amiruddin; Asmawati Munir
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.506 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5053

Abstract

Gizi kurang merupakan masalah yang tengah dihadapi saat ini terutama pada balita. Status gizi dapat mempengaruhi status pertumbuhan, kesehatan pada Balita dan apabila tidak ditangani dengan baik maka dapat berakibat buruk pada balita khususnya terhadap gizi balita, Gizi yang baik dapat ditunjang dengan pengetahuan ibu, pendapatan orang tua dan pola makan. Hal ini terjadi karena meskipun tingkat pendapatan orang tua tinggi tetapi tidak disertai dengan meningkatnya pengetahuan ibu tentang gizi serta pola makan yang baik sehingga tidak dapat memberikan pengaruh positif terhadap gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan orang tua, tingkat pengetahuan, dan pola makan, merupakan faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Benu-benua Kota Kendari. Jenis penelitian Korelasi dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Besar sampel sebanyak 56 responden. Analisis yang digunakan ada 2, yaitu uji korelasi Spearman dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis statistik untuk hubungan tingkat pengetahuan Ibu dengan Balita Gizi Kurang diperoleh nilai (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan gizi kurang, untuk hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan gizi kurang diperoleh nilai (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan gizi kurang dan untuk hubungan tingkat pola makan dengan gizi kurang diperoleh nilai (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pola makan dengan gizi kurang dan untuk hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pendapatan keluarga dan pola makan dengan gizi kurang diperoleh nilai (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan dan simultan antara tingkat pengetahuan ibu, pendapatan keluarga dan pola makan terhadap gizi kurang dengan pengaruh sebesar 19,53%. Hal ini disebabkan karena pendapatan yang rendah menyebabkan daya beli yang rendah pula, sehingga tidak mampu membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan, keadaan ini sangat berbahaya untuk kesehatan keluarga dan akhirnya dapat berakibat buruk terhadap keadaan status gizi balita. Dalam kaitannya dengan status gizi, pendapatan mempunyai hubungan yang erat dengan perubahan dan perbaikan konsumsi pangan.Kata Kunci: Pengetahuan ibu, Pendapatan orang tua, Pola makan, Gizi kurang
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Sofiana Imas; Damhuri Damhuri; Asmawati Munir
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.02 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5058

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap produktivitas tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian dilaksanakan di kebun Percobaan (rumah kaca) Laboratorium Pengembangan Unit Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan, sehingga keseluruhan terdapat 4 tanaman cabai merah. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) berupa perlakuan pemberian pupuk kompos dengan konsentrasi (20%, 40%, 60%,) dan kontrol, dan variabel terikat (Y) yaitu pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) dengan indikator tinggi tanaman (cm), lebar daun (cm), panjang daun (cm), jumlah daun (helai), jumlah buah dan berat basah (gram), setelah diberikan pupuk kompos. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) dan Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, jumlah buah dan berat basah buah dan konsentrasi 20% merupakan perlakuan yang optimum dalam mempercepat pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah.Kata kunci: Pupuk Kompos, Cabai Merah.
KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca L.)DI KELURAHAN TOBIMEITAKECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Wa Ode Sitti Sariamanah; Asmawati Munir; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.145 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan karakterisasi morfologi dan keanekaragaman berbagai varietas tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan menggunakan survey langsung ke lapangan karena penelitian ini bersifat deskriptif dan karakterisasi morfologi pisang diidentifikasi berdasarkan panduan descriptor pisang dari International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI: 1996) dan disajikan dalam bentuk deskripsi. Karakterisasi pada berbagai jenis pisang memiliki perbedaan yaitu pada akar, batang; warna batang semu, warna corak pada batang semu, tinggi batang dan diameter batang, daun; bentuk tepi pelepah daun, warna tepi pelepah daun, bentuk pangkal daun, tipe kanal, corak pada pangkal pelepah daun, warna corak pada pelepah daun, warna permukaan atas daun, warna permukaan bawah daun, bunga; bentuk seludang ujung daun bunga pisang (daun pelindung bunga) bentuk ujung jantung pisang, buah; jumlah sisir pertandan, panjang buah, lingkar buah, dan biji. Varietas tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri dari 5 jenis yai t u: 1) Musa velutina, 2) Musa textilia, 3) Musa acuminata 4) Musa paradisiaca, dan 5) Musa brachycarpa. Jeni s yang banyak vari et asnya yaituu Musa acumi nat a t erdi ri dar i Varietas Colla, Varietas Silk, Varietas Eumusa, dan Varietas Linn.Kata kunci: Karakterisasi, Morfologi, Pisang
GULMA DI LAHAN PERTANIAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT Harpa Pria Gawaksa; Damhuri Damhuri; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.426 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies gulma yang terdapat pada lahan pertanian jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Pengambilan sampel dilakukan pada saat penjelajahan di empat lokasi lahan jagung di Kecamatan Barangka yang memiliki produktivitas paling rendah, yaitu Desa Bungkolo, Desa Barangka, Desa Lafinde, dan Desa Waulai. Pengamatan dan identifikasi dilakukan terhadap habitat, habitus, dan morfologi organ sampel. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan pertanian jagung di Kecamatan Barangka dijumpai 43 spesies gulma dari 20 famili. Ditinjau dari klasifikasi taksonomi, gulma tersebut terdiri atas 1 spesies gulma paku, 9 spesies gulma monokotil, dan 33 spesies gulma dikotil, sedangkan dari morfologi dan responnya terhadap herbisida, gulma tersebut terdiri atas 4 spesies gulma teki-tekian, 4 spesies gulma rumput-rumputan, dan 35 spesies gulma berdaun lebar.Kata kunci: Gulma, Lahan Jagung, Identifikasi
UJI TOKSISITAS LIMBAH MERKURI DI SUNGAI WATU-WATU KABUPATEN BOMBANA MENGGUNAKAN LARVA UDANG Artemia salina L. Sitti Aisyah May; La Kolaka; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.996 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas limbah merkuri yang terbawa masuk ke sungai Watu-watu terhadap larva udang  Artemia salina L. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) berupa konsentrasi merkuri yang terdapat dalam sampel air dari tiga stasiun pengambilan dan variabel terikat (Y) yaitu kematian larva udang  Artemia salina L. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan analitik dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis dekskriptif menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi yakni sebesar 0,0033 mg/L membunuh larva uji sebanyak 25 ekor  dan konsentrasi terendah 0,0001 mg/L juga dapat membunuh larva uji sebanyak 24 ekor setelah 24 jam pemaparan. Meskipun demikian, konsentrasi merkuri pada ketiga stasiun belum melampaui baku mutu kadar merkuri di air menurut Kementerian Lingkungan Hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya konsentrasi merkuri pada sampel air sungai bahkan pada konsentrasi terendah memiliki pengaruh nyata terhadap kematian larva udang Artemia salina L.
FREKUENSI GEN ALBINO DALAM POPULASI MASYARAKAT PULAU SIOMPU BERDASARKAN HUKUM HARDY-WEINBERG Wa Ode Nur Hikmat; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/ampibi.v5i4.17003

Abstract

Genetika populasi cabang ilmu genetika yang menghitung suatu Frekuensi gen yang ada dalam satu populasi menggunakan hukum persamaan hukum Hardy-Weinberg. Frekuensi gen adalah proporsi gen dalam suatu populasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi gen albino dalam populasi masyarakat Pulau Siompu berdasarkan hukum Hardy-Weinberg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua anggota populasi yang memenuhi kriteria digunakan sebagai sampel menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan mendeskripskan atau menggambarkan data yang sudah dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk grafik, tabel, persentase, dan diagram. Selanjutnya data diolah menggunakan rumus persamaan Hardy Weinberg. Hasil peneltian menunjukkan ada 71 penyandang albino frekuensi alel gen albino (a) pada populasi masyarakat Pulau Siompu adalah 5,58%. Individu normal homozigot sebanyak 892 jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, individu homozigot resesif (albino) sebanyak 3 orang jika dalam penduduk berjumlah seribu orang, dan individu heterozigot (tidak terekspresi namun membawa alel albino) sebanyak 105 dalam penduduk berjumlah seribu orang. Pola pewarisan albino di Pulau Siompu adalah resesif autosom dengan tipe albino oca 1
PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN UBI JALAR (Ipomoea batatas) AKSESI BANDUNG DAN WAKORUMBA HASIL BUDIDAYA DI DESA WAMORAPA BUTON UTARA Fitriangraeni Rahakbauw; Suarna Samai; La Kolaka
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.608 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pertumbuhan, produksi dan aktivitas antioksidan ubi jalar (Ipomoea batatas) aksesi Bandung dan aksesi Wakorumba hasil budidaya di Desa Wamorapa, Buton Utara. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Langkap (RAL) pola faktorial dengan perlakuan perbedaan aksesi Bandung 1 Cilembu (B1), Bandung berumbi ungu (B2) dan Wakorumba berumbi ungu  (W1) dengan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Pengukuran parameter pertumbuhan yang meliputi panjang dan luas daun (cm) dilakukan pada umur 21 HST setiap tiga minggu sekali hingga masa panen. Pengukuran produksi tanaman ubi jalar yang meliputi berat basah umbi (gr) dan berat brangkasan (gr) masing-masing dilakukan saat panen dan setelah panen.Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 Diphenyl-1-2 Picrylhydrazil). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DMRT. Hasil sidik ragam dan uji lanjut menunjukkan pertumbuhan ketiga aksesi ubi jalar berbeda nyata pada parameter panjang dan lebar daun. Produksi ketiga aksesi ubi jalar berbeda nyata pada parameter berat basah umbi dan tidak berbeda nyata pada parameter berat brangkasan. Aktivitas antioksidan pada daun ketiga aksesi ubi jalar tidak berbeda nyata.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Niar Indriawati; Damhuri Damhuri; Suriana Gende Ede
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.321 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16971

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau dan untuk mengetahui konsentrasi air kelapa yang berpengaruh terbaik dalam merangsang pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Unit Biologi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo dari tanggal 10 Juni sampai 29 Juli 2016. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) berupa perlakuan pemberian air kelapa konsentrasi (40%, 60%, 80%) dan kontrol, dan variabel terikat (Y) yaitu pertumbuhan sawi hijau dengan indikator, jumlah daun (helai), luas daun (cm2), laju pertumbuhan (LPS) dan berat basah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan, sehingga keseluruhan terdapat 24 unit percobaan sebagai sampel yang dipilih secara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) serta  dilanjutkan dengan uji BJND. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa Fhitung> Ftabel, dimana konsentrasi 40%, 60% dan 80% menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata dengan kontrol. Konsentrasi 40% merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempercepat pertumbuhan tanaman sawi hijau.
FREKUENSI GEN ALBINO DALAM POPULASI MASYARAKAT BATAUGA BERDASARKAN HUKUM HARDY WEINBERG Dian Apriani; Lili Darlian; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.504 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya frekuensi gen albino dalam populasi masyarakat Batauga dan pola pewarisan sifatnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua anggota populasi yang memenuhi kriteria yang digunakan sebagai sampel menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang sudah dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Data diolah menggunakan rumus persamaan Hardy-Weinberg. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi gen alel albino (a) dalam populasi di Kecamatan Batauga sebesar 0,0248626467 atau 2,49% dari 17.795 jiwa. Albino yang paling banyak terdapat di Desa Bola yaitu berjumlah 5 orang dan yang paling sedikit terdapat di Kelurahan Laompo, Kelurahan Busoa dan Kelurahan Lakambau yaitu masing-masing berjumlah 2 orang sedangkan Desa/Kelurahan yang tidak terdapat penyandang albino yaitu di Desa Pogalampa, Kelurahan Majapahit, Kelurahan Masiri, Desa Lawela, Desa Lampanairi, Desa Lawela Selatan, Kelurahan Molagina dan Kelurahan Bandar Batauga. Albino di Kecamatan Batauga disebabkan karena adanya migrasi. Pola pewarisan dari 7 peta silsilah keluarga yang terdapat di Kecamatan Batauga adalah resesif autosom dengan tipe OCA1.
EFEK LAMA PENYIMPANAN DINGIN PASCAPANEN TERHADAP KANDUNGAN ANTOSIANIN TIGA AKSESI UBI JALAR DI DESA WAMORAPA, BUTON UTARA Okto Asriatno; La Kolaka; Suarna Samai
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Efek aksesi terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati, 2. Efek lama penyimpanan dingin terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati, 3. Interaksi aksesi dan lama penyimpanan dingin terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati. Sampel ubi jalar yang diamati disimpan di dalam lemari pendingin bersuhu 4°C selama enam minggu dengan rentang waktu pengamatan tiap dua minggu. Sampel diekstrak menggunakan pelarut etanol 60% dengan pH 3.0 dan selanjutnya direaksikan dengan larutan uji KCl 0,025 M pH 1.0 dan CH3COONa 0,4 M pH 4.5. Kandungan antosianin diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kandungan antosianin dipengaruhi oleh aksesi dan lama penyimpanan, sedangkan interaksi antara aksesi dan lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati.

Page 5 of 11 | Total Record : 105