cover
Contact Name
Dwi Nurhidayah
Contact Email
ampibi@uho.ac.id
Phone
+6285241567769
Journal Mail Official
ampibi@uho.ac.id
Editorial Address
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25276735     EISSN : 27236846     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/ampibi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK Pembelajaran Biologi, Higher Order Thinking Skill biologi dan Biologi Literasi.
Articles 105 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Febrianti Yunita; Damhuri Damhuri; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.977 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas (X) berupa perlakuan POC limbah sayuran dengan konsentrasi 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, dan variabel terikat (Y) yaitu pertumbuhan dan produksi cabai merah dengan indikator tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah buah (buah), dan berat basah buah (g) setelah diberikan perlakuan POC limbah Sayuran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masingmasing 4 kali ulangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa Fhitung> Ftabel. Pemberian POC limbah sayuran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan X2 (POC 8%) merupakan perlakuan yang paling baik di antara semua perlakuan dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai merah.Kata kunci: POC limbah sayuran, cabai merah (Capsicum annuum L.)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI (0-6 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI Sarina Sarina; Amiruddin Amiruddin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.302 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5052

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan suami dengan lama pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah korelasi.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada ibu dan bapak yang memiliki bayi (0-6 bulan) yang diperoleh 124 sampel. Analisis yang digunakan ada 2 yaitu uji korelasi Spearman dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,001 < 0,05 menunjukkan pengetahuan ibu berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena dengan pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif maka, ibu dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai umur 6 bulan. Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,001 < 0,05 menunjukkan tingkat pendapatan keluarga berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga maka keluarga tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganya sehingga ASI yang diproduksi oleh ibu menjadi lancar dan dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi dari umur 0-6 bulan. Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,002 < 0,05 menunjukkan dukungan suami berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena semakin besar dukungan suami kepada ibu untuk memberikan ASI maka tinggi kemauan ibu untuk menyusui secara eksklusif sehingga semakin lama pula pemberian ASI eksklusif yang diberikan pada bayi. Hasil analisis statistik dengan analisis jalur (path analysis) hubungan antara pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan keluarga (suami atau anggota keluarga) dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan dan simultan antara pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan keluarga (suami atau anggota keluarga) terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) dengan pengaruh sebesar 65,4%.Kata Kunci: Pengetahuan, Pendapatan, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif
PENGARUH PEMBERIAN AIR BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN TOMAT (Solanum lycoersicum L.) Makrawati Makrawati; Damhuri Damhuri; Safilu Safilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.103 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5057

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengaruh pemberian air beras terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.), (2) volume pemberian air beras yang memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat. Populasi penelitian adalah bibit tumbuhantomat yang disemaikan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih tanaman dengan kriteria sehat, tinggi relatif sama, dan jumlah daun relatif sama. Metode yang digunakan adalah eksperimen terdiri dari 4 unit perlakuan dengan 6 kali ulangan sehingga total perlakuan 24 tanaman. Perlakuan yang dilakukan meliputi pemberian air beras yang terdiri atas volume 20 ml/polybag, 40 ml/polybag, 60 ml/polybag, dan tanpa pemberian air beras (kontrol). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95 % (α 0,05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air beras untuk tinggi tanaman volume 60 ml/polybag adalah paling tinggi, kemudian diikuti volume 40 ml/polybag, tanpa pemberian air beras, dan 20 ml/polybag. Pemberian air beras untuk jumlah daun volume 60 ml/polybag adalah paling tinggi, kemudian diikuti tanpa pemberian air beras, volume 40 ml/polybag, dan 20 ml/polybag. Pemberian air beras untuk diameter batang tanpa pemberian air beras adalah paling tinggi, kemudian diikuti volume 60 ml/polybag, 40 ml/polybag dan 20 ml/polybag. Sedangkan produktivitas buah tanaman volume 60 ml/polybag tertinggi, kemudian diikuti oleh volume 20 ml/polybag, 40 ml/polybag dan tanpa pemberian air beras.Kata kunci: Air Beras, Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.)
EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 RAHA Amrin Maruf; HM Sirih; Murni Sabilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.757 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan praktikum mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Raha, dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2017. Jenis penelitian Ex Post Facto dan dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan angket penelitian yang disebarkan kepada subyek penelitian yang terdiri atas 4 guru mata pelajaran Biologi dan 1 kepala laboratorium. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Rahaberlangsung dengan sangat baik dengan persentase 93,80%. Aspek evaluasi pengelolaan laboratorium dalam pelaksanaan praktikum pada kelas X 40%, kelas XI 40% dan kelas XII 20%. Aspek pengorganisasian materi praktikum pada kelas X 80%, kelas XI 73,33% dan Kelas XII 66,66%. Aspek manajemen pengelolaan organisasi laboratorium 100%, pengelolaan program dan evaluasi 63,33% dan pengelolaan pemantauan dan evaluasi 42,85%. Kata Kunci: Pelaksanaan Praktikum, Pelajaran Biologi
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DESA LAPANDEWA KAINDEA KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN Nur Hasanah; Hittah Wahi Sudrajat; Damhuri Damhuri
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.532 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5021

Abstract

Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etnobotani tumbuhan obat dan bentuk kearifan lokal masyarakat desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Metode yang digunakan yaitu survei eksploratif. Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah semua jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat desa Lapandewa Kaindea yang ditemukan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tumbuhan obat yang ditemukan dan dimanfaatkan di desa Lapandewa Kaindea terdiri 53 jenis, 31 suku, 22 bangsa dan 2 kelas. Tumbuhan obat yang dominan digunakan oleh masyarakat yaitu jambu batu (Psidium guajava Linn.). Sebagian besar jenis tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang tumbuh di pekarangan dengan persentase 36 %. Famili yang paling dominan ditemukan berasal dari famili Euphorbiaceae dengan jumlah 5 jenis. Habitus tumbuhan obat didominasi oleh herba dengan persentase 42 %. Daun merupakan bagian yang lebih banyak digunakan pada tumbuhan obat. Tumbuhan obat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit terutama kelompok penyakit saluran pencernaan. Sebagian besar tumbuhan obat lebih banyak diolah dengan cara direbus dan ditumbuk. Kearifan lokal masyarakat dapat dilihat pada sistem pertanian, kegiatan pemanfaatan dan upaya konservasi tumbuhan obat.Kata Kunci: etnobotani, tumbuhan obat, kearifan lokal,
IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA SISTEM PENCERNAAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) DARI KERAMB JARING 1 APUNG (KJA) DI DESA BAJO INDAH DAN DESA LEPE KECAMATAN SOROPIA SULAWESI TENGGARA Reza Ighnas Adhi Jaya Rindra; HM Sirih; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.737 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5026

Abstract

Identifikasi Endoparasit Pada Sistem Pencernaan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dari Keramba Jaring Apung (KJA) di desa Bajo Indah dan desa Lepe Kecamatan Soropia Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis endoparasit yang terdapat dalam organ pencernaan meliputi rongga mulut, tenggorokan, lambung, usus, anus ikan kerapu macan dan untuk mengetahui jenis endoparasit yang dominan ditemukan pada organ pencernaan ikan kerapu macan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 sampai April 2016. Jenis metode yang digunakan adalah observasional dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, yaitu dengan mengambil sampel secara acak. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor ikan kerapu macan yang berasal dari 2 lokasi pengambilan yaitu 12 ekor dari desa Bajo Indah dan 12 ekor dari desa Lepe.Pemeriksaan endoparasit dilakukan di Laboratorium Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 sampel ikan dari desa Bajo Indah terinfeksi dan 8 sampel ikan dari desa Lepe terinfeksi cacing endoparasit. Infeksi cacing endoparasit pada organ pencernaan ikan kerapu macan yang diidentifikasi dari dua jenis cacing endoparasit yaitu dari kelas Palaenthocephala yaitu Acanthocephalus sp. yang ditemukan di usus dan dari kelas Trematoda yaitu Prosorhynchus sp. yang ditemukan di lambung. Terdapatnya endoparasit pada lambung dan usus disebabkan karena pada lambung dan usus terdapat bahan organik atau nutrisi yang merupakan bahan makanan dari parasit. Jenis cacing yang dominan ditemukan adalah jenis Prosorhynchus sp.dengan jumlah 174 individu dari 15 ekor sampel kemudian Acanthocephalus sp. dengan 30 individu dari 5 ekor sampel. Hal ini disebabkan karena siklus hidup Prosorhynchus sp. yang kompleks melalui perantara inang I dan inang II, dimana infeksi terhadap inang I lebih bervariasi meliputi ikan-ikan kecil, bivalvia atau gastropoda dibanding cacing Acanthocephalus sp. yang umumnya hanya menginfeksi crustacea dan copepoda. Kata Kunci : endoparasit, sistem pencernaan, ikan kerapu macan
KELIMPAHAN GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI LATAWE KECAMATAN NAPANO KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT Ratna Ratna; HM Sirih; Asmawati Munir
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.79 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5031

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan Gastropoda yang terdapat pada substrat berlumpur dan substrat pasir berlumpur pada ekosistem mangrove di Pantai Latawe Kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transect method dengan menempatan plot secara zig-zag dengan arah vertikal garis pantai. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia perairan yang meliputi salinitas, suhu dan pH yang terdapat di pantai Latawe sangat mendukung bagi kehidupan dan pertumbuhan Gastropoda. Secara keseluruhan Gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu 9 jenis yang terdiri dari 5 famili yaitu Melongenidae (Volema myristica), Muricidae (Chicoreus capucinus), Neritidae (Nerita undata), Potamididae (Telescopium telescopium, Terebralia mauritsi, Terebralia palustris, Terebralia sp., dan Terebralia sulcata), dan Turbinidae (Turbo bruneus). Jumlah individu pada Stasiun I adalah berkisar 18-5737 individu dan pada Stasiun II adalah berkisar 2-2208 individu. Telescopium telescopium merupakan kelimpahan jenis tertinggi dan Terebralia sp. memiliki kelimpahan terendah pada Stasiun I. Sedangkan Terebralia sulcata merupakan kelimpahan jenis tertinggi dan Turbo bruneus memiliki kelimpahan terendah pada Stasiun II. Kelimpahan Gastropoda pada kedua stasiun relatif berbeda yaitu pada Stasiun I (14,75 ind/m 2) dan Stasiun II (6,99 ind/m2).Kata kunci : Kelimpahan, Gastropoda, Mangrove
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) TERHADAP VARIASI WAKTU PERKECAMBAHAN Nuning Martianingsih; Hittah Wahi Sudrajat; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.904 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5036

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kandungan protein pada berbagai umur kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas (X) berupa lama perkecambahan dengan variasi waktu yaitu biji sebelum direndam (X0), biji setelah direndam 0 jam (X1), 24 jam (X2), 48 jam (X3), 72 jam (X4), dan 96 jam(X5), sedangkan variabel terikat (Y) yaitu kandungan protein. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui kandungan protein dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis kadar protein menggunakan metoe biuret. Nilai rerata kandungan protein varietas I (kacang hijau abu-abu) secara berturut-turut sebelum direndam, 0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam yaitu 17.18%, 15.85%, 12.04%, 9.05%, 6.85% dan 3.54%, sedangkan rerata kandungan protein varietas II (kacang hijau nilon) secara berturut-turut yaitu 17.56%, 16.09%, 13.20%, 8.99%, 6.26% dan 4.14%. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa varietas I Fhitung > Ftabel yaitu 597,97>4,56 dan varietas II Fhitung> Ftabel yaitu 1886,45>4,56, menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Lama perkecambahan kacang hijau berpengaruh negatif terhadap kandungan protein baik pada varietas I maupun varietas II.Kata Kunci: Kadar Protein, Kecambah, Phaseolus radiatus L., Metode Biuret
KAJIAN ETNOBOTANI ROTAN BATANG (Calamus zollingeri B.) MASYARAKAT DESA MATALAGI KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Sarwiana Sarwiana; Asmawati Munir; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.897 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian Etnobotani Rotan Batang (Calamus zollingeri B.) oleh Masyarakat Desa Matalagi Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode wawancara, terdiri dari tiga tahapan (1) observasi partisipatif, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Etnobotani rotan batang masyarakat desa Matalagi meliputi: Etnomedisin rotan batang yaitu pengobatan penyakit malaria, hepatitis dan rambut rontok. Etnoantropologi rotan batang meliputi: upacara adat seperti pesta panen, akikah dan pernikahan. Etnoekonomi rotan batang meliputi: batang rotan mentah dijual kepada pengumpul, perabot rumah tangga yang terdiri atas keranjang dan nyiru, bahan bangunan terdiri atas pengikat pagar, pengikat atap dan tenda serta pucuk rotan sebagai bahan makanan.Kata kunci : Botani, Etnomedisin, Etnoantropologi, Etnoekonomi, Calamus zollingeri B.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS GASTROPODA DAN BIVALVIA DI PANTAI LOWU-LOWU KECAMATAN LEA-LEA KOTA BAUBAU Nurmiati Nurmiati; HM Sirih; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.059 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Gastropoda dan Bivalvia apa saja yang ada di Pantai Lowu-Lowu pada substrat berpasir danberlumpur dan substrat berpasir dan berbatu. Pada penelitian dilakukan eksplorasi, menggunakan teknik jelajah yakni dengan menjelajahi lokasi penelitian secara vertikal sambil mengumpulkan jenis Gastropoda dan Bivalvia. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi setiap jenis Gastropoda dan Bivalvia dengan mengacu pada buku-buku identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri atas 3 Ordo, 12 Familia, 13 Genus dan 18 Spesies, dan Bivalvia terdiri atas 6 Ordo, 10 Familia, 11 Genus dan 14 Spesies. Spesies Gastropoda yang mendominasi yaitu Strombus gibberulus dari Familia Strombidae, dan spesies Bivalvia yang mendominasi yaitu Gafrarium tumidum dari Familia Veneridae. Gastropoda dan Bivalvia yang ditemukan pada stasiun I dan stasiun II relatif berbeda, hal ini dipengaruhi oleh tipe substrat pada masing-masing stasiun.Secara umum, hasil pengukuran faktor lingkungan perairan yaitu suhu dan salinitas di lokasi penelitian masih dapat menunjang kehidupan Gastropoda dan Bivalvia.Kata  Kunci: Identifikasi, Gastropoda, Bivalvia, Pantai Lowu-Lowu

Page 4 of 11 | Total Record : 105