cover
Contact Name
Dwi Nurhidayah
Contact Email
ampibi@uho.ac.id
Phone
+6285241567769
Journal Mail Official
ampibi@uho.ac.id
Editorial Address
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25276735     EISSN : 27236846     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/ampibi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK Pembelajaran Biologi, Higher Order Thinking Skill biologi dan Biologi Literasi.
Articles 105 Documents
KELIMPAHAN BULU BABI (ECHINOIDEA) DI INTERTIDAL PERAIRAN PULAU LIWUTONGKIDI KECAMATAN SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN Aljizat Irianto; Jahidin Jahidin; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.469 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5034

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) di Intertidal Perairan Pulau Liwutongkidi Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan kuadrat berukuran 5m x 5m. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun pengamatan yang ditempatkan berdasarkan perbedaan penutup substrat dasar perairan. Pengambilan data pada saat surut air laut. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 jenis bulu babi dari 4 famili yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Salmacis bicolor, Tripneustes gratilla, Diadema setosum, Echinotrix calamaris, Echinometra mathaei, dan Toxopneustes pileolus. Kelimpahan individu tertinggi pada ketiga stasiun pengamatan dari jenis Diadema setosum dengan nilai kelimpahan berturut-turut 10.2 individu/150 m2, 7.6 individu/150 m2 dan 10.2 individu/150 m2. sedangkan kelimpahan jenis tertinggi pada stasiun I dengan nilai kelimpahan29.6 individu/150 m2. Indeks keanekaragaman pada stasiun I adalah 1.32 dengan kriteria keanekaragaman sedang. Pada stasiun II dan III berturut-turut 0.77 dan 0.71 dengan kriteria keanekaragaman rendah. Indeks dominansi jenis tertinggi pada ketiga stasiun yaitu Diadema setosum pada stasiun II dengan nilai 0.5331 dengan kriteria dominansi sedang.Kata kunci: Bulu Babi, Intertidal Perairan Pulau Liwutongkidi, Kelimpahan
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN EPIFIT DI WILAYAH LAHUNDAPE POS WATU-WATU DALAM KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA NIPA-NIPA Akmalsyah Akmalsyah; Asmawati Munir; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.394 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5044

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan epifit yang terdapat di wilayah Lahundape Pos Watu-Watu dalam kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan teknik jelajah. Teknik analisis data secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Lahundape Pos Watu-Watu dalam Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa ditemukan 28 spesies tumbuhan epifit yang termasuk dalam 3 Divisio (Spermatophyta, Pteridophyta dan Bryophyta), 7 familia (Orchidaceae, Polypodiaceae, Moraceae, Anthocerotaceae, Acrogynaceae, Rhizoginiaceae dan Polytrichoaceae) dan 24 genus. Jenis epifit yang ditemukan antara lain Bulbophyllum lepidum (Bl.) J.J.S, Bulbophyllum binnendijkii J.J.S, Cymbidium lancifolium Hook., Cymbidium finlaysonianum Lindl., Dendrobium anosmum Lindl., Taeniophyllum tjibodasum J.J.S, Aerides Odorata Linn., Thrixpermum formosanum (Bl.) Rchb.f., Drynaria quercifolia (L.) J.Sm, Drynaria sparsisora Moore, Cyclophorus nummularifolius C.Chr., Elaphoglossum angulatum (Blume) T. Moore., Phymatodes scolopendria (Burm. F.) Ching, Humata repens (L.f.) Diels, Adiantum cuneatum Langs. & Fisch, Drymoglosum piloselloides (Linn) Pr., Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott., Antrophyum reticulatum (Forst.) Kaulf, Elaphoglossum rimbachii J., Elaphoglossum annamense C.chr., Lemmaphyllum carnosum (Hook.) C.Prest, Pyrrosia numularifolia (Sw.) Ching., Davalia denticulata (Burm.) Mett., Ficus Sundaica Bl., Ficus sp., Anthoceros fusiformis, Funaria hygrometrica, Polytrichum commune dan Plagiocila asplenioides.Kata kunci: Identifikasi, Tumbuhan Epifit, TAHURA Nipa-Nipa
KEANEKARAGAMAN SERANGGA (INSECTA) SUBKELAS PTERYGOTA DI HUTAN NANGA-NANGA PAPALIA Muhammad Uksim Alrazik; Jahidin Jahidin; Damhuri Damhuri
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.816 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga yang terdapat di Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Juni sampai dengan 19 Juni 2016. Pengambilan sampel dengan metode eksplorasi dengan menggunakan jaring serangga dan perangkap jebak gantung (pitfall trap). Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu udara, kelembaban, dan intensitas cahaya mendukung bagi kehidupan dan perkembangan serangga. Secara keseluruhan serangga yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri dari 9 ordo dan 27 famili yaitu Caenagrionidae, Libellulidae, Chlorocypidae, Cimbicidae, Apidae, Tryphonidae, Ichneumonidae, Sphecidae, Acrididae, Phaneropteridae, Tetrigidae, Chrysomelidae, Cerambycidae, Meloidae, Miridae, Rediviidae, Cantharidae, Cecidomyiidae, Muscidae, Caliphoridae, Blattidae, Grillidae, Mantidae, Tettiginidae, Nymphalidae, Papilionidae, Hesperidae. Jumlah keseluruhan individu yang ditemukan dalam penelitian yaitu 358 individu dari 37 spesies serangga. Berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener spesies serangga yang memiliki keanekaragaman sedang terdapat pada vegetasi rumput yaitu 1,32, vegetasi semak dan pohon yaitu 1,33 dan vegetasi tegakan yaitu 1,30. Hal ini menunjukkan status ketiga vegetasi memiliki keanekaragaman ‘sedang’.Kata  kunci: Keanekaragaman Serangga, Pterygota, Hutan Nanga-Nanga Papalia.
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PALEM DI KAWASAN HUTAN LINDUNG WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Nurul Adha H; Asmawati Munir; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.825 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5056

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis tumbuhan palem di Hutan Lindung Wolasi. Jenis penelitian berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Objek penelitian meliputi perwakilan dari tiap spesies tumbuhan palem (termasuk rotan) yang ditemukan selama penjelajahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan Palem (Arecaceae) yang ditemukan di Kawasan Hutan Wolasi sebanyak 13 jenis, yang terdiri atas 11 marga dari 4 subfamili. Jenis tumbuhan Palem yang dijumpai meliputi: Arecacatechu L., Chrysalidocarpus lutescens, dan Pinanga kuhlii KI. (subfamili Arecoideae), Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Caryota maxima BI., dan Caryota mitis Lour. (subfamili Caryotoideae), Licuala spinosa Thumb. (subfamili Coryphoideae), Plectocomia elongate Mart. ex BI., Calamus adspersus (Blume), Korthalsia celebica Becc., Metroxylon sagu Rottb., Calamus ciliaris BI., dan Salacca edulis Reinw (subfamili Lepidocaryoideae).Kata kunci: Identifikasi, Palem (Arecaceae)
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT BERBASIS “HYPERLINK” BAHASAN SISTEM GERAK PADA MANUSIA DAN HEWAN VERTEBRATADI KELAS XI IA 6 SMA NEGERI 2 KENDARI La Ode Muh Nur Alam; Jahidin Jahidin; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.627 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA6 SMA Negeri 2 Kendari melalui media pembelajaran Power Point berbasis Hyperlink pada pokok bahasan Sistem Gerak Pada Manusia dan Hewan Vertebrata. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model pembelajaran langsung (Direct Instructions) dengan dua siklus belajar, setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan yang melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi; dan (4) refleksi. Sumber data penelitian ini adalah siswa yang diukur dengan menggunakan tes hasil belajar siklus I dan siklus II serta lembar observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru siklus I dan siklus II. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Keberhasilan tindakan aktivitas siswa siklus I memperoleh rata-rata sebesar 3,14 dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 3,85 dengan kategori baik. Keberhasilan tindakan aktivitas guru siklus I memperoleh rata-rata sebesar 3,35 dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata sebesar 3,85 dengan kategori baik. Dari hasil analisis data diketahui ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 89,65% siswa memperoleh nilai ratarata sebesar 85,88 dan ketuntasan hasil belajar siswa siklus II yaitu 93,10% siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,23. Hal ini menunjukkan bahwa perolehan siswa telah memenuhi nilai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 70% siswa memperoleh nilai ≥ 75. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Media Pembelajaran Power Point Berbasis Hyperlink dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pokok Bahasan Sistem Gerak Pada Manusia dan Hewan Vertebrata di Kelas XI IA6 SMA Negeri 2 Kendari. Kata Kunci: Media Pembelajaran Power Point Hyperlink, Hasil Belajar Kognitif Siswa.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI PADA SUB MATERI HEWAN VERTEBRATA DALAM MENINGKATKAN 1 HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI SMA NEGERI 5 KENDARI Apriyanti Bangun; Hittah Wahi Sudrajat; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.347 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5020

Abstract

Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Animasi pada Sub Materi Hewan Vertebrata dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Sains Siswa di SMA Negeri 5 Kendari. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi dan tanpa media pembelajaran berbasis animasi (2) Untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi dan tanpa media pembelajaran berbasis animasi. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan posttest only control grup design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X MIPA SMAN 5 Kendari yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X MIPA1 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan media pembelajaran berbasis animasi dan kelas X MIPA2 sebagai kelas kontrol yang diajar tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang diajar menggunakan media pembelajaran berbasis animasi memiliki rata-rata hasil belajar kognitif sebesar 59.53 ± 10.21, sedangkan yang diajar tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis animasi memperoleh rata-rata sebesar 54.32 ± 12.28. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan tingkat signifikan 95% didapatkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,046. Karena Sig. (2-tailed) ≤ α (0,05) hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis animasi terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pada aspek keterampilan proses sains rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 84,5 sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata sebesar 80,5. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan proses sains pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian hipotesis yang diajukan sebelumnya diterima, yaitu media pembelajaran berbasis animasi dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada sub materi hewan vertebrata di SMA Negeri 5 Kendari.Kata Kunci : media pembelajaran, animasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 PARIGI PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Wa Ode Saleha; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.064 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5025

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Parigi pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Parigi melalui model pembelajaran Example Non Example pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, di SMP Negeri 4 Parigi pada siswa Kelas VII berjumlah 24 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan tiga siklus belajar, setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi dan (4) refleksi. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa dan tes pemahaman konsep siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Keberhasilan aktivitas siswa siklus I mencapai 68.16%, siklus II mencapai 77.54% dan siklus III mencapai 80.08%. Persentase pemahaman konsep siswa siklus I mencapai 67.41%, siklus II mencapai 78.13% dan siklus III mencapai 79.76%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP Negeri 4 Parigi. Kata Kunci : model pembelajaran, example non example, aktivitas belajar, pemahaman Konsep.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamck.) DAN DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) TERHADAP Candida albicans DAN Aspergillus flavus Muh Syahruramadhan; Nur Arfa Yanti; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.966 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5030

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) dan kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap Candida albicans dan Aspergilus flavus serta untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan kirinyuh (C. odorata L.) yang terbaik untuk menghambat pertumbuhan C. albicans dan A. flavus. Metode penelitian eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumur (well difusion). Variabel bebas (X) adalah ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) konsentrasi 25%, 50% dan 75%, total perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 3 perlakuan sehingga total keseluruhan perlakuan jamur indikator adalah 36 unit percobaan. Variabel terikat (Y) yaitu aktivitas antijamur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa ANAVA dan uji lanjut menggunakan uji Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan C. albicans dan A. flavus. Sementara, ekstrak daun kirinyuh (C. odorata) memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan A. flavus dan tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans (2) Ada pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (C. odorata) terhadap pertumbuhan A. flavus dengan konsentrasi terbaik yaitu ekstrak 75%.Kata Kunci : antijamur, Moringa oleifera Lamck, Chromolaena odorata L,
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) HASIL FERMENTASI LIMBAH SAWI DAN KIRINYU (Chromolaena odorata L.) PADA PERTUMBUHAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Eko Wijayanto; Hittah Wahi Sudrajat; Suarna Samai
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.259 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5035

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian POC hasil fermentasi limbah sawi dan kirinyu terhadap pertumbuhan sawi hijau. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) berupa perlakuan pemberian POC dengan masing-masing konsentrasi yaitu kontrol atau tanpa pemberian POC (X0), 25% (X1), 50% (X2), 75% (X3) dan variabel terikat (Y) yaitu pertumbuhan sawi hijau dengan indikator luas daun (cm²), laju pertumbuhan (%/hari) dan jumlah daun (helai). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-masing 6 kali ulangan dengan 4 perlakuan, total sampel sebanyak 24 tanaman sawi hijau. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah sawi dan kirinyu dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dan ujiBeda Nyata Terkecil (BNT). Nilai rerata laju pertumbuhan spesifik yang tertinggi diperoleh pada X3 (75%) yaitu 16,71% dan terendah diperoleh pada X0 (kontrol) yaitu 15,82%. Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa Fhitung> Ftabel, menunjukkanpengaruh yang berbeda nyata. Pemberian POC hasil fermentasi limbah sawi dan kirinyu berpengaruh terhadap jumlah daun dan luas daun tanaman sawi hijau. Perlakuan pemberian POC dengan konsentrasi 50% merupakan perlakuan yang terbaik dalammeningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau.Kata Kunci : limbah sawi dan kirinyu (Chromolaena odorata L.), POC, sawi hijau (Brassica juncea L.).
JENIS-JENIS TUMBUHAN GULMA DI AREA PERSAWAHAN DESA TAJUNCU KECAMATAN MATA OLEO KABUPATEN BOMBANA Muh Ikbal; Damhuri Damhuri; Asmawati Munir
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.628 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan gulma yang terdapat di area persawahan Desa Tajuncu Kecamatan Mata Oleo, Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan adalah metode jelajah/eksplorasi dengan menjelajah seluruh area persawahan yang ada di Desa Tajuncu, sekaligus mengambil sampel yang mewakili masing-masing dari setiap jenis. Data yang didapatkan dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area persawahan desa Tajuncu Kecamatan Mata Oleo ditemukan sebanyak 26 jenis gulma dari 11 famili. Sebanyak 8 famili termasuk kelas Dicotyledoneae (Asteraceae, Euphorbiaceae, Sphenocleaceae, Solanaceae, Verbenaceae, Plantaginaceae, Amaranthaceae, dan Fabaceae) dan 3 famili merupakan kelas Monocotyledoneae (Cyperaceae, Poaceae, dan Commelinaceae). Berdasarkan jenis gulma diperoleh sebanyak 6 jenis gulma rerumputan (berdaun sempit), 7 jenis gulma teki-tekian, dan 13 jenis gulma berdaun lebar.Kata kunci: Tumbuhan Gulma, Identifikasi

Page 3 of 11 | Total Record : 105