cover
Contact Name
JPPG
Contact Email
jppg@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
laode.amaluddin@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Penelitian Pendidikan Geografi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24778192     EISSN : 25022776     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (JPPG) merupakan jurnal Open-Access dan diterbitkan empat kali setahun setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope berkaitan dengan Pendidikan Geografi dan Geografi Sains.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PEMETAAN AIR SUMUR BOR BERDASARKAN STANDAR KUALITAS AIR MINUM PADA MASYARAKAT KELURAHAN WOWAWANGGU KECAMATAN KADIA KOTA KENDARI Izzah, Alimatul
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (April 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.174 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v4i2.6991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur bor dari parameter fisika yaitu: suhu, kekeruhan dan TDS (Total Dissolued Solids), kualitas air sumur bor dari parameter Kimia yaitu: pH (Potential Hydrogen), besi (Fe), Seng (Zn) dan kesadahan (Mg CaCO3), kualitas air sumur bor dari parameter Mikrobiologi yaitu  bakteri Escheria Coli dan total coliform, dan untuk mengetahui Sebaran kualitas air sumur bor di Kelurahan Wowawanggu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode atau pendekatan Studi Kasus (Case Study). Fokus dalam penelitian ini adalah kualitas air sumur bor masyarakat Kelurahan Wowawanggu Kecamatan Kadia Kota Kendari. Obyek dalam penelitian ini adalah air sumur bor masyarakat yang memiliki kedalaman 50 – 100  meter, terletak di Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, yakni RT 13 RW 04, RT 09 RW 03, RT 01 RW 01, RT 06 RW 02 dan RT 15 RW 05. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa  Kualitas air sumur bor secara fisik yang  terdiri dari parameter suhu, kekeruhan, dan TDS memenuhi syarat untuk dikonsumsi, kualitas air sumur bor secara kimia yang terdiri dari Parameter pH (potential of hydrogen), Seng (Zn), dan Kesadahan (Mg CaCO3) memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi tetapi untuk parameter besi (Fe)  tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Hasil uji kualitas air sumur bor dari parameter mikrobiologi yang terdiri dari bakteri Escherichia coli dan total coliform tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Pemetaan kualitas air dengan berbasis sistem informasi geografis memudahkan dalam pemantauan kualitas air sumur bor  bagi masyarakat Kelurahan Wowawanggu Kecamatan Kadia Kota Kendari.Kata Kunci : Kualitas, air sumur bor, masyarakat Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, dan pemetaan.
DESKRIPSI FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS X.IIS MATA PELAJARAN GEOGRAFI KURIKULUM 2013 DI SMAN 1 MAWASANGKA Hartina, Hartina
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (April 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.551 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v4i2.6996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan kesulitan belajar siswa dengan pengaplikasian kurikulum 2013 pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Mawasangka dan 2) Mengetahui faktor internal dan eksternal kesulitan belajar siswa kelas X.IIS SMA Negeri 1 Mawasangka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.IIS yang memiliki nilai mata pelajaran geografi dibawah KKM. Data yang dikumpulkan berupa dokumentasi, angket dan wawancara. Wawancara dilakukan pada guru dan siswa untuk mengetahui faktor kesulitan belajar di SMA Negeri 1 Mawasangka. Untuk menggambarkan faktor internal dan eksternal kesulitan belajar dengan menghitung presentase hasil angket siswa kelas X.IIS-1 sampai dengan X.IIS-3. Hasil presentase angket faktor kesulitan belajar siswa kelas X.IIS mata pelajaran geografi kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Mawasangka; faktor internal (minat 17,79% (sangat rendah), motivasi belajar 3,50% (sangat rendah), kesehatan siswa 2,54% (sangat rendah), kemampuan kognitif 9% (sangat rendah), kegiatan membaca buku 6,58% (sangat rendah) & kebiasaan belajar 35,42% (rendah)) dan faktor eksternal (guru 3,96% (rendah), sarana & fasilitas sekolah 13,63% (sangat rendah),  kurikulum 3,33% (sangat rendah), lingkungan fisik 5,29% (sangat rendah), dukungan orang tua 5,96% (sangat rendah)). Kata kunci: Faktor Kesulitan Belajar, Proses, Kurikulum 2013, Geografi
KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KATOBU DAN KECAMATAN DURUKA KABUPATEN MUNA BERBASIS SIG Deris, Deris; Ramli, Ramli
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.278 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka yang begitu pesat membuat semakin banyaknya penggunaan lahan untuk permukiman. Namun tidak semua lahan cocok untuk permukiman, untuk mengantisipasi adanya permukiman dilahan lahan tidak sesuai maka dibutuhkan informasi yang jelas terkait kesesusian lahan permukiman. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka, dan (2) untuk mengetahui kesesuaian penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis spasial dengan cara scoring, overlay, dan buffer parameter kesesuaian lahan permukiman menggunakan sistem sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Katobu memiliki lahan sesuai untuk permukiman seluas 551,41ha, lahan sesuai bersyarat seluas 50,97 ha, dan lahan tidak sesuai seluas 871,1 ha. Kecamatan Duruka memiliki lahan sesuai untuk permukiman seluas 869,1 ha, lahan sesuai bersyarat seluas 67,81 ha, dan lahan tidak sesuai seluas 243,48 ha. Analisis kesesuaian penggunaan lahan permukiman menunjukkan bahwa Kecamatan Katobu memiliki penggunaan lahan permukiman di lahan sesuai seluas 421,86 ha, di lahan sesuai bersyarat seluas 8,37 ha, dan dilahan tidak sesuai 46,73 ha. Kecamatan Duruka memiliki penggunaan lahan permukiman pada lahan sesuai 172,93 ha, pada lahan sesuai bersyarat seluas 0,63 ha dan pada lahan tidak sesuai seluas 12,26.
PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI KOGUNA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA MOPAANO KECAMATAN LASALIMU SELATAN KABUPATEN BUTON Vivian, Novita; Nursalam, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.579 KB)

Abstract

Pantai koguna merupakan pantai yang berada di Desa Mopaano yang menjadi obyek penelitian  peneliti karena pada kawasan ini  pemerintah melakukan pengembangan obyek wisata dipantai tersebut Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1)bagaimana dampak pengembangan obyek wisata terhadap perekonomina (2) bagaimana upaya pemerintah dalam upaya pengembangan obyek wisata Pantai Koguna Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui apakah dengan adanya pengembangan obyek wisata pantai koguna terhadap perekonomian masyarakat Desa Mopaano Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton (2) untuk mengetahui bagaimana pemerintah dalam pengembangan obyek wisata pantai Koguna terhadap pendapatan masyarakat di Desa Mopaano Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton. Metode pada penelitian ini aadalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pengembangan obyek wisata ini pendapatan masyarakat meningkat, peningkatan aktifitas masyarakat, adanya penyediaan lapangan pekerjaan, kesejahteraan masyarakat sangat. Kesimpulan pada peneltian ini (1) pengembangan obyek wisata ini dapat berdampak pada perekonomian masyarakat di Desa Mopaano dimana pendapatan yang sebelumnya di bawah Rp.1.000.000, setelah adanya pengembangan ini pendapatan meraka rata-rata di atas Rp.1.000.000. (2) adanya upaya pemerintah untuk melakukan pembangunan di obyek wisata mulai dari perbaikan akses jalan,pembangunan sarana dan prasarana di tempat wisata hingga pemerintah akan memperkenalkan obyek wisata ini ke luar daerah kemudian kemerintah akan membuka jalur transportasi laut dan akan menjadikan kawasan ini sebagai kawasan ekonomi kreatif.
HUBUNGAN DAYA TARIK OBJEK WISATA PANTAI TORONIPA TERHADAP MOTIVASI KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN KONAWE Rahmatiah, Desty; Amaluddin, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v4i3.8349

Abstract

Pantai Toronipa merupakan salah satu pantai yang berada di Kabupaten Konawe dengan daya tarik yang dapat memotivasi wisatawan untuk berkunjung. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana gambaran daya tarik wisata Pantai Totonipa?, (2) bagaimana hubungan daya tarik wisata terhadap motivasi kunjungan wisatawan di Pantai Toronipa?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran daya tarik wisata Pantai Toronipa (2) adanya hubungan daya tarik wisata terhadap motivasi kunjungan wisatawan di Pantai Toronipa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pengunjung wisata Pantai Toronipa dalam jangka waktu satu bulan yaitu pada bulan Oktober 2018 berjumlah 1800 orang. Sampel berjumah 95 orang dengan penentuan samper berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara daya tarik wisata terhadap motivasi kunjungan wisatawan (r=0,581 dan r2=0,3377).
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) MATERI POKOK LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA SISWA KELAS XI IPS2 SMA NEGERI 1 KABAWO KABUPATEN MUNA Syahrul Ramal Jaya, Ramli, Syahrul Ramal Jaya, Ramli
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (April 2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2242 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v1i1.2417

Abstract

Secara umum Penelitian ini bertujuan Untuk menentukan peningkatan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Kabawo yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Students Teams Achievement Divisions (STAD) materi pokok Lingkunagn hidup dan Pembangunan Berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IX IPS2 SMA Negeri 1 Kabawo yang terdaftar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 27 orang siswa. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) aktivitas belajar siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Kabawo yang di ajarkan dengan model pembelajaran Students Teams Achievement Divisions (STAD) pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa adalah 2,7 yang termasuk kategori cukup, dan meningkat pada siklus II menjadi 3,5 yang berkategori baik; 2) Gambaran aktivitas mengajar guru siklus I skor rata-rata aktivits menajar guru adalah 2,8 yang termasuk kategori cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 3,6 yang berkategori baik; 3). Terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Dimana pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar sebesar 71 dengan persentase ketuntasan sebesar 63% dan pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar sebesar 81 dengan persentase ketuntasan sebesar 85%. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Proses, Hasil Belajar
PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT Pratiwi, Indah; Ramli, Ramli
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.481 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v4i3.8339

Abstract

Luas lahan pertanian Kecamatan Kusambi sebesar 5.532 ha dengan produksivitas tanaman  yang terbesar adalah enau (nira) sebesar 843 ton, jambu mete sebesar 377 ton, dan kelapa sebesar 127 ton sedangkan produktivitas hasil pertanian untuk tanaman jagung, ubikayu, kacang tanah dan kacang hijau kurang dari satu ton. Rendahnya produktivitas hasil pertanian Kecamatan Kusambi diakibatkan oleh kurangnya pemahaman para petani tentang kesesuaian lahan peruntukkan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran kesesuaian lahan pertanian di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat dan (2) untuk mengetahui persebaran kesesuaian lahan pertanian di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Metode dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif dengan analisis spasial, teknik editing, validasi data dan statistik deskriptif menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan Kecamatan Kusambi yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian seluas 6.535 ha. Lahan Kecamatan Kusambi yang sesuai untuk tanaman semusim yaitu 5.287 ha dan tanaman tahunan seluas 1.248 ha. Kesesuaian lahan untuk tanaman semusim tersebar di seluruh wilayah Desa/Kelurahan yang meliputi Desa Lemoambo seluas 386 ha, Bakeramba seluas 274 ha, Lakawoghe seluas 387 ha, Kasakamu seluas 226 ha, Sidamangura seluas 1.011 ha, Guali seluas 480 ha, Lapokainse seluas 225 ha, Kelurahan Konawe seluas 746 ha dan Desa Kusambi seluas 922 ha sedangkan persebaran kesesuaian lahan untuk tanaman tahunan yaitu terdapat di Desa Kusambi seluas 946 ha dan Kelurahan Konawe seluas 302 ha. 
PEMETAAN PERSEBARAN HUTAN MENURUT KLASIFIKASI ARAHAN FUNGSI KAWASAN HUTAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN BERBASIS SIG Hardianti, Anni; Harudu, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.039 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v4i3.8344

Abstract

Persebaran arahan fungsi kawasan hutan lindung, hutan produksi tetap dan hutan produksi terbatas di Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan penelitian:  Mengetahui sebaran arahan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2019 dengan lokasi Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan fungsi kawasan hutan dalam bentuk digital. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Persebaran fungsi kawasan hutan yang berada di Kabupaten Konawe Selatan terdiri atas tiga yaitu kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi tetap dan kawasan hutan produksi terbatas. Kawasan hutan lindung di Kabupaten Konawe Selatan terletak di beberapa Kecamatan seperti Kecamatan Wolasi, Moramo Utara, Moramo, Konda, Laeya, Kolono, Kolono timur, Baito, Buke, Landono, Ranomeeto, Mowila, Palangga dan Tinanggea, dari ketiga kawasan hutan tersebut kawasan hutan produksi tetap mempunya luas yang paling mendominasi yaitu sebesar 260505,86 ha, dan kawasan hutan lindung sebesar 209495,28 ha, dan kawasan hutan produksi terbatas 51363,48 ha. 
PERSEPSI MASYARAKAT KERUSAKAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PANTAI DESA LATA, KABUPATEN NAPANO KUSAMBI, KABUPATEN MUNA BARAT Kartini, Kartini; Harudu, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.668 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v4i3.8350

Abstract

Mangrove di Desa Latawe mengalami kerusakan yang begitu parah, masyarakat tidak memahami betapa pentingnya hutan mangrove. Perlu adanya pengkajian terkait persepsi dan faktor kerusakan mangrove di desa Latawe. Tujuan penelitian: (1). Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keruskan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Desa Latawe. (2). Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan ekosistem mangrove diwilayah pesisir Desa Latawe. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif deskripstif. Adapun hasil penelitian menggambarkan bahwa (1). Persepsi masyarakat tentang kondisi ekosistem hutan mangrove yang berada di pesisir pantai Desa Latawe terus mengalami kerusakan dan penyusutan pupulasi hutan mangrove karena dimanfaatkan oleh masyarakat dalam berbagai kebutuhan seperti pemanfaatan hutan mangrove menjadi kayu bakar, pembuatan penangkap ikan, bahan bangunan. (2). Faktor faktor yang mempengaruhi sebagai menyebab kerusakan ekosistem hutan mangrove di wilayah pesisir Desa Latawe mencakup masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang rendah, kepedulian masyarakat yang rendah terhadap kelestarian lingkungan, tingginya tingkat konversi menjadi lahan tambak, pemanfaatan kawasan hutan menjadi lokasi pemukiman, dan perubahan pemanfaatan hutan mangrove menjadi komersial sebagai kayu bakar.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BAJO DI DESA WABURENSE KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH Herlina, Herlina; Surdin, Surdin
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.511 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v1i1.1329

Abstract

"> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomimasyarakat Bajo di Desa Waburense Kecamatan Mawasangka Kabupaten ButonTengah. Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode yang digunakan deskriptif.Penelitian lapangan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara, dan dokumentasi. Penarikan sampel menggunakan teknik ProportionalStratifield Ramdom Sampiling sehingga dari populasi 767 KK diperoleh sampelsebanyak 77 KK. Teknik analisisnya menggunakan teknik analisis persentase dandisajikan pada tabel distribusi. Hasil penelitian ini terdapat 53,25%, tingkat pendidikanberada pada Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut menggambarkan bahwa, kondisipendidikan masih dikategorikan rendah.Ditinjau dari kondisi perumahan, sebanyak85.71% masih berada dalam kategori rendah yaitu rumah panggung yang terbuat daripapan, tetapi dapat dikatakan cukup baik karena telah memiliki MCK sendiri,penerangan dari PLN dan sumber air bersih dari PDAM.Ditinjau dari kondisi kesehatan,sebanyak 71.42% dikategorikan cukup. Hal itu ditunjukkan tidak ada responden atauanggota keluarga responden yang mengalami sakit keras. Kemudian dilihat dari tempatberobat dikategorikan cukup dengan persentase 63,64% memilih berobat ke puskesmasdengan alasan bahwa pelayanan yang baik serta pengobatan yang praktis, sertapengobatan medis yang baik.Sedangkan bila ditinjau dari kondisi ekonomi, sebanyak44.16% memiliki pendapatan perbulan sebesar Rp 2.500.000–Rp 3.500.000 pendapatantersebut dikategorikan tinggi.Kata Kunci :Kondisi Sosial Ekonomi, Masyarakat Bajo

Page 11 of 23 | Total Record : 227


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 7 No. 4 Oktober 2022 Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 7 No. 2 April 2022 Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 7 No. 1 Januari 2022 Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 6 No. 4 Oktober 2021 Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Januari 2020) Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI VOLUME 4 NO. 1 JANUARI 2019 Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2019) Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019) Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2019) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (April 2019) Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Januari 2019) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 3 Juli 2018 Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2018) Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2018) Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (April 2018) Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Januari 2018) Vol 3, No 4 (2018): JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (April 2017) Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 1 No. 1 April 2017 2016: Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 1 No. 1 November 2016 Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2016) Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Juli 2016) Vol 1, No 1 (2016): JUli 2016 More Issue