cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpenataanruang@gmail.com
Editorial Address
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian (FTSPK),Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo, Surabaya 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penataan Ruang
ISSN : 19074972     EISSN : 2716179X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penataan Ruang (JPR) merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia. Tujuan dari Jurnal Penataan Ruang adalah sebagai wadah diseminasi hasil-hasil penelitian pengabdian masyarakat pada bidang Perencanaan Wilayah dan Kota, baik di Indonesia maupun internasional.
Articles 208 Documents
OPTIMALISASI LOKASI ALOKASI INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN SMP DI SURABAYA Alie Sadikin; Rimadewi Suprihardjo; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Penataan Ruang Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Penataan Ruang 2010
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v5i1.2236

Abstract

Konsep scoolh distict (batas administrasi sekolah), merupakan konsep penataan spasial pendidikan yang mempertimbangkan prinsip minimalisasi jarak tempuh siswa, kesamaan akses pembentukan komunitas lokal, dan pembangunan berdasarkan keberlanjutan pendidikan dapatkesempatan pendidikan yang sama bagi diterapkan untuk memberikan semua penduduk untuk memanfaatkan infrastruktur pendidikan. Tujuan dan adalah untuk mengkaji bagaimana pola pendistribusian infrastruktur pendidikan SMP yang dapat menciptakan keadian sosial bagi masyarakat golongan menengah kebawah, agar pendistribusian dapat meningkatkan masyarakat golongan menengah kebawah untuk memanfaatan pelayanan pendidikan dasar SMP Surabaya tersebut dapat dengan merumuskan konsep distrik  berdasarkan prinsip pengalokasian siswa jarak tempuh minimal dan infrastruktur pendidikan SMP. Hasil dari analisis SEM memperlihatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung dan kota SMP terhadap APK dan APM lewat indikator peran serta sehingga dalam membuat kebijakan penataan pendidikan perlu adanya optimalisasi terhadap sarana yang ada dengan menerapkan konsep distrik sekolah (penataan kembali batas administrasi sekolah) berdasarkan  jarak tempuh yang ideal untuk mengatasi pada aspek kota yang berpengaruh signifikan terhadap peranserta masyarakat, sehingga pembangunan pendidikan diarahkan pada wilayah yang memiliki potensi kehilangan kesempatan menempuh pendidikan yang tinggi untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dasar pada jenjang SMP di Surabaya. Distrik sekolah hendaknya memperhatikan jarak tempuh ideal yang resiko kecelakaan pada siswa dan dampaknya terhadap partisipasi penduduk serta menekankan pada pengalokasian siswa dengan tingkat ekononomi menengah kebawah. Simulasi penataan pendidikan pada UP IX dan sekitarnya menghasikan jarak tempuh total kelas-Km yang lebih efisien sebesar 34,7% redistricting dlakukan berdasarkan batas administrasi sekolah daripada berdasarkan administrasi wilayah pembangunan. Selain itu pembangunan sekolah lebih optimal jika menggunakan level menengah (membangun USB-RKB dikombinasikan dengan sistem sift  atau SD SMP satu atap untuk kondisi darurat), jarak tempuh kelas-Km lebih efiseien sebesar 7,74% pada level atas (membangun USB dan RKB) pada wilayah UP IX dan sekitamya.
KRITERIA TAMAN KOTA UNTUK SARANA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI AF Asri Primastuti; Rimadewi Suprihardjo; Bambang Soemardiono
Jurnal Penataan Ruang Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Penataan Ruang 2009
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v3i2.2353

Abstract

Meningkatnya performa Taman Kota di Surabaya dalam dua tahun terakhir menimbulkan konsekuensi peningkatan jenis penggunaannya, di antaranya ialah pemanfaatan untuk kegiatan edukasi. Data pemanfaatan taman menunjukkan pengguna terbanyak Taman Kota adalah dari kalangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD tersebut memanfaatkan taman-taman kota sebagai salah satu alternatif sumber pembelajaran luar ruangan (outdoor learning). Keadaan ini dapat dilihat sebagai suatu demand yang memerlukan supply berupa Taman Kota yang dapat mendukung pencapaian tujuan dari penyelenggaraan PAUD.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kriteria Taman Kota yang mampu berperan sebagai sarana Pendidikan Anak usia Dini, dengan kota Surabaya sebagai study kasus. Untuk itu akan digunakan pendekatan rasionalistik, dengan mode analisis deskriptif. Variabel penelitian didapatkan dari proses triangulasi berbagai teori dan konsep, yakni dari aspek Pendidikan Anak Usia Dini dan dari aspek Taman Kota.Dari hasil analisa didapatkan taman kota yang sesuai untuk sarana Pendidikan Anak Usia Dini adalah Taman Kota yang memiliki kriteria-kriteria: 1) Jenis vegetasi yang aman, estetis, variatif,  2) Lokasi memenuhi nilai efisiensi, nyaman dan aman. Harus dekat dengan dengan pemukiman dan lembaga PAUD, namun jauh dari zona-zona rawan. 3) Pembatas taman yang estetis dan aman dari material dan bentuk. 4) Perancangan taman harus stimulatif, nyaman, aman dan estetis. Banyak menggunakan pola-pola rancangan yang organis. 5) Fasilitas taman harus lengkap, dengan berjalan dan edukatif. Luas taman memadai, minimal ½ jam bila ditempuh dengan berjalan kaki skala anak-anak, untuk kenyamanan dan keamanan. 7) Pengelolaan dan  harus berprinsip responsif dan efisien.
METODE SPATIAL LINEAR REGRESSION DALAM MEMPREDIKSI KUALITAS PERAIRAN DANAU RANU GRATI KABUPATEN PASURUAN Idajati, Hertiari; Safitri, Elok Wuri
Jurnal Penataan Ruang Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Penataan Ruang 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.343 KB) | DOI: 10.12962/j2716179X.v13i1.6670

Abstract

Danau Ranu Grati sebagai tempat penampung air dan menopang berbagai kegiatan pemanfaatan di dalamnya seperti budidaya perikanan, penangkapan ikan dan pariwisata, merupakan potensi sumber daya air alami yang ada di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan budidaya perikanan keramba yang semakin marak menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air di danau tersebut sekaligus menimbulkan kerugian di sektor pariwisata, sektor ekonomi maupun sektor ekologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi nilai kualitas perairan Danau Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan melalui metode statistik spasial untuk melihat kesesuaiannya dengan pemanfaatan kegiatan eksisting. Hasil yang didapat adalah dengan metode Spatial Linear Regression, kualitas perairan danau Ranu Grati masih mendukung kegiatan pemanfaatan Danau Ranu Grati dengan faktor suhu, pH dan Dissolved Oxygen (DO) yang diketahui memiliki pengaruh terhadap model atau rumus fungsi prediksi nilai kualitas perairan. Hasil lain yang didapat adalah Metode Spatial Linear Regression tidak dapat digunakan untuk karakteristik perairan danau yang berupa perairan tertutup dengan arus permukaan dan gelombang air yang statis.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PROSES PENYUSUNAN RENCANA KOTA - Sardjito
Jurnal Penataan Ruang Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Penataan Ruang 2006
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v1i1.2226

Abstract

Salah satu ketidakberdayaan implementasi rencana tata ruang kotaadalah kurang/tidak adanya partisipasi masyarakat. Masyarakat merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunan rencana kota, sehingga masyarakat merasa tidak memilikinya. Menanggapi hal tersebut yang menjadi pertanyaan adalah sejauh manakah pelibatan masyarakat dalam proses penyusunan rencana kota.Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu mengkaji proses prosedur penyusunan rencana kota yang berlaku di Indonesia. Prosedur penyusunan rencana kota berkembang, untuk itu perlu mengkaji perubahan proses prosedur penyusunan rencana kota yang pernah ada. Metode penelitian ini sifatnya studi literature dengan menggunakan metode komparatif. Dan beberapa model proses perencanaan yang pernah dikemukakan oleh para pemikir di negara-negara maju, kemudian dibandingkan dengan proses penyusunan rencana kota yang pernah diberlakukan di Indonesia selama ini.Hasil studi terhadap model-model proses penyusunan rencana di Indonesia menunjukkan bahwa model proses penyusunan rencana kota di Indonesia merupakan modifikasi antara model Roberts dan model Mc. Donald yang disusun berdasarkan hirarki rencana kota. Proses penyusunan rencana kota disarankan menggunakan model Branch. 
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN LUMPANGI-BATULICIN TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Achmad Rodiannoorz; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Penataan Ruang Vol 1, No 2 (2006): Jurnal Penataan Ruang 2006
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v1i2.2343

Abstract

Pembangunan ruas jalan Lumpangi-Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, yang menghubungkan kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan kota Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dimaksudkan untuk mengembangkan wilayah di Kalimantan Selatan. Proses konstruksi pembangunan jalan telah selesai dilaksanakan pada tahun 2002. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruas kawasan, khususnya di Kecamatan Batulicin, akibat adanya pembangunan jalan tersebut.Penelitian dilakukan melalui pengamatan time series yang terbagi atas 3 klasifikasi waktu, yaitu sebelum proses konstruksi (tahun 1998-2000), selama proses konstruksi (tahun 2001-2002), dan setelah pembangunan jalan (tahun 2003-2005). Terdapat 5 variabel yang menjadi obyek penelitian, yaitu sosial demografi, aktivitas ekonomi, sarana, prasarana, dan pola pemanfaatan lahan. Dari pengamatan yang telah dilakukan secara time series, terjadi perkembangan secara kuantitatif pada komponen sosial demografi, aktivitas ekonomi, sarana, prasarana, serta teriadi perubahan pada komponen pola pemanfaatan lahan.
PRIORITAS PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PADA WISATA PANTAI TELUK HIJAU DESA SARONGAN, KABUPATEN BANYUWANGI W, Yonathan Gustaf; Koswara, Arwi Yudhi
Jurnal Penataan Ruang Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Penataan Ruang 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.724 KB) | DOI: 10.12962/j2716179X.v13i2.6677

Abstract

Suatu kawasan wisata perlu memperhatikan kenyamanan pengunjung. Hal itu dapat terpenuhi apabila terdapat perilaku masyarakat yang ramah pariwisata dan didukung dengan keberadaan infrastruktur yang mendukung. Sementara itu, salah satu wisata pantai di Indonesia yang berada di Teluk Hijau belum mempunyai infrastruktur yang memadai, seperti: jaringan jalan, jaringan listrik, dan penerangan jalan. Meski demikian, pengunjung wisata pantai Teluk Hijau tetap justru meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis infrastruktur yang dibutuhkan wisata pantai Teluk Hijau, Kabupaten Banyuwangi. Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu menilai tingkat kinerja infrastruktur eksisting dan tingkat kepentingan infrastruktur pariwisata di wisata Pantai Teluk Hijau secara deskriptif, serta mengidentifikasi infrastruktur prioritas berdasarkan analisis tingkat kinerja dan kepentingan dengan metode IPA (importance-performance analysis). Output dari penelitian ini adalah teridentifikasinya infrastruktur prioritas di wisata pantai Teluk Hijau, yaitu penyediaan titik evakuasi, penyediaan jaringan jalan, penyediaan pos kesehatan, penyediaan toilet, terminal angkutan, moda transportasi, jaringan telekomunikasi.
Bentuk Partisipasi Perempuan Nelayan Terhadap Pemanfaatan Ruang Poerwati, Titik; Witjaksono, Agung; Soewarni, Ida; Masruroh, Umi
Jurnal Penataan Ruang Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Penataan Ruang 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v13i1.7061

Abstract

Dusun Karanggongso mempunyai Pantai Karanggongso dan Pantai Pasir Putih serta terdapat Fish Sanctuary Pasir Putih. Penduduk Dusun Karanggongso mayoritas mata pencahariannya adalah nelayan karena letaknya berdekatan dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi perempuan nelayan terhadap pemanfaatan ruang berdasarkan partisipasi yang dilakukan perempuan nelayan dalam ekonomi keluarga di Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Untuk pengambilan data menggunakan metode sampling, sedangkan metode analisa yang digunakan adalah Statistik deskriptif dan Pemetaan Perilaku. Hasil pembahasan untuk bentuk partisipasi terhadap pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh perempuan nelayan yaitu berupa partisipasi ide, tenaga, ketrampilan, harta benda, sosial.
Arahan Peningkatan Penggunaan Moda Bus Trans Sarbagita pada Koridor 1 di Kota Denpasar Ketut Dewi Martha Erli Handayeni; Putu Audrina Utama
Jurnal Penataan Ruang Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Penataan Ruang 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v14i1.7147

Abstract

Kemacetan terjadi akibat meningkatknya jumlah kendaraan pribadi, sedangkan pertambahan dan pelebaran ruas jalan meningkat dalam jumlah kecil. Dalam mengatasi persoalan kemacetan, Provinsi Bali menyediakan angkutan umum Bus Trans Sarbagita sejak tahun 2011. Namun pada tahun 2016, tingkat penggunaan kendaraan pribadi masih tinggi sebesar 91,2%, sedangkan pengguna angkutan umum hanya sebesar 8,8%. Rata-rata load factor Bus Trans Sarbagita tahun 2012 – 2017 adalah sebesar 28,95%. Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat penggunaan Bus Trans Sarbagita, khususnya pada Koridor 1. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan penggunaan moda Bus Trans Sarbagita. Tahapan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan moda pada Koridor 1 dengan menggunakan analisis Cross Tab dan merumuskan arahan peningkatan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil studi menunjukkan terdapat 3 variabel yang memiliki pengaruh kuat, yaitu waktu tunggu, biaya, dan keandalan. Berdasarkan hasil studi, terbentuk 6 arahan utama dan 11 arahan pendukung.
Tingkat Gemeinschaft City Masyarakat pada Permukiman Nelayan Kedung Cowek Dian Rahmawati; Angelina Rointan Naibaho
Jurnal Penataan Ruang Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Penataan Ruang 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v13i2.7140

Abstract

Salah satu daerah di Surabaya yang turut mengalami perkembangan kota ialah Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak. Perkembangan kota di Kedung Cowek berimplikasi pada terdapatnya permukiman kumuh. Untuk memberantas permukiman kumuh, sebelumnya di Kelurahan Kedung Cowek telah dilaksanakan program Perbaikan Lingkungan Permukiman (PLP-BK) pada tahun 2016. Sementara di daerah penelitian masyarakat menunjukkan adanya ciri gemeinshcaft terlihat dari masyarakat nelayan yang homogen, kekerabatan yang tinggi serta kondisi sosial budaya masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat gemeisnhcaft city masyarakat nelayan di Kelurahan Kedung Cowek. Metode analisis yang digunakan ialah teknik analisa deskriptif kualitatif untuk menentukan deliniasi permukiman nelayan dan teknik analisa skoring untuk mengukur tingkat gemeinshcaft city masyarakat nelayan. Dari hasil studi ditemukan bahwa wilayah yang termasuk permukiman nelayan ialah RW 2 RT 1, RT 2, RT 3 dan RW 3 RT1, RT 2, RT 3. Hasil tingkat gemeinschaft city menunjukkan permukiman nelayan berada pada tingkat gemeinsncaft city tinggi dan sedang. Pengukuran tingkat gemeinshcaft city masyarakat permukiman nelayan menggunakan variabel yang memiliki bobot berbeda.
Identifikasi Sebaran dan Karakteristik Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Pekanbaru Syifa Nashella Rahmah Astaman; Hertiari Idajati; Fendy Firmansyah
Jurnal Penataan Ruang Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Penataan Ruang 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v14i2.7162

Abstract

Ruang terbuka hijau di Kota Pekanbaru belum memenuhi ketentuan penyediaan 30%, terutama ruang terbuka hijau publik. Penyediaan ruang terbuka hijau tersebut juga belum menyeluruh dan tidak merata. Sehingga, ruang terbuka hijau publik di Kota Pekanbaru, khususnya ruang terbuka hijau publik, belum memadai dilihat dari segi kuantitas dan kualitas. Padahal untuk dapat menjalankan fungsinya, suatu ruang terbuka hijau harus memenuhi ambang batasnya. Apabila ambang batas terpenuhi, maka efek pendinginan akan sesuai dengan target. Sehingga, harus dilakukan identifikasi sebaran dan karakteristik ruang terbuka hijau publik untuk mengidentifikasi masing-masing potensi dan masalahnya. Metode penelitian ini adalah dengan deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah teridentifikasinya 48 ruang terbuka hijau publik yang terdiri dari taman, tempat pemakaman umum, lapangan, jalur hijau, dan hutan kota.

Page 10 of 21 | Total Record : 208