cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 275 Documents
HUMANISME SEKULAR DALAM IFIGENIA DI SEMENANJUNG TAURIS KARYA J. V. GOETHE Mateus Rudi Supsiadji
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.23 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.223

Abstract

Abstract. This article reports an investigation of secular humanism values in J.V. Goethe’s Ifigenia di Semenanjung Tauris. The issues being investigated are: (1) the conflicts among the characters, and (2) the values of secular humanism in the conflicts themselves. This study adopts the theory of humanism that is the system of belief based on a faith in democracy, rationality, and human autonomy. The research uses descriptive qualitative method in which the data are in the form of text. The analysis shows that the conflicts are caused by personal will based on authority, religion, and revenge, and the rejection of the will based on humanity. Agamemnon and Thoas represent the authority to fulfill their will of human sacrifice in accordance with their religious teaching. On the contrary, Ifigenia represents the rejection of human sacrifice. The debate between the fulfillment of the will and the rejection of the will reveals the values of humanism. Key words: conflict, humanism secular, human autonomy
THE REPRESENTATION OF BEAUTY DISCOURSE IN LORD BYRON’S SELECTED POEMS REPRESENTASI WACANA KECANTIKAN DALAM PUISI LORD BYRON Anisa Hikmah Suryandari
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.409 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v19i2.2516

Abstract

This study discusses beauty discourse in the era of Romanticism. Beauty discourse was produced through Byron poems from 1813-1815. Byron was one of the leading figures in the Romantic movement who was influential at the time. We use three Byron poems as the main data for this study. These poems are She Walks in Beauty (1814), Sonnet to Genevra (1813), and Stanzas for Music (1815). The concept of beauty produced by the three poems above connects physical beauty and intellectual beauty with natural elements as one of the great themes of the Romanticism era. The concept of beauty at that time was closely related to the romantic society of England. Referring to this reason, Stuart Hall's representation theory and discursive approach by Michel Foucault are used as a tool to analyze the above problems. The results of this study indicate that the concept of beauty in the romantic era (1) emphasizes intellectual beauty or beyond the physical itself as a concept of beauty in that era. In addition, three concepts of beauty, physical beauty, intellectual beauty, and natural beauty will always lead to divine beauty, where all life comes from Him, and (2) The three poems make beauty an instrument to criticize the presence of the industrial revolution at that time which is considered to cause chaos in romantic life.
THE APPLICATION OF PROJECT-BASED LEARNING (PBL) IN EMPOWERING ENGLISH PERFORMANCE AND BASIC ENTREPRENEURSHIP Theresia Widihartanti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.011 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i02.430

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari pembuatan purwarupa miniatur kapal sebagai bentuk penerapan Project-Based Learning (PBL) adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa secara menyeluruh. Mahasiswa semester satu jurusan Perkapalan tertantang untuk membuat sebuah purwarupa miniatur kapal yang mengkombinasikan pengetahuan dasar desain pembuatan badan kapal, 4 keahlian bahasa, dan pengetahuan dasar kewirausahaan sehingga mereka dapat memaksimalkan kemampuan-kemampuan tersebut secara seimbang. Bagaimana para mahasiswa tersebut meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang memperkuat kemandirian belajar dan pemahaman dasar-dasar kewirausahaan? PBL sebagai salah satu metode pembelajaran diterapkan dalam peneliatian ini dan hasil pembelajaran tersebut adalah penilaian dari hasil penulisan laporan akhir, presentasi, kesimpulan, dan purwarupa miniatur kapal yang dibuat. PBL sangat penting untuk mempertajam kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris. Pembimbingan melalui on-line, pengamatan dalam pembuatan laporan dan purwarupa miniatur kapal dan kolom penilaian diterapkan dalam proses pembelajaran PBL ini. Hasil akhir penelitian menunjukkan pemahaman teori pembuatan desain badan kapal, pemahaman penulisan laporan secara benar, kemampuan berbahasa Inggris yang baik, dan pemahaman dasar-dasar kewirausahaan. Elemen-elemen tersebut diterapkan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga PBL dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa semester satu jurusan Perkapalan Fakultas Teknik universitas Hang Tuah, Surabaya dalam empat keahlian berbahasa Inggris.     Keywords: miniatur kapal, PBL, 4 keahlian berbahasa
LINGUISTIC POLITENESS IN DIFFERENT CULTURES Linusia Marsih
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 10 No 01 (2010)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.791 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v10i01.151

Abstract

Abstrak. Dalam artikel ini, penulis mendiskusikan kesantunan bahasa dalam budaya yang berbeda.  Kesantunan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan pengguna bahasa dalam komunikasi lintas budaya. Setiap budaya memiliki prinsip-prinsip kesantunan masing-masing dalam komunikasi lisan. Kesantunan tersebut dapat meliputi: salam, penolakan atau penerimaan sebuah tawaran, sapaan, admonisi, pembicaraan bisnis Kata kunci: kesantunan bahasa, budaya, komunikasi lisan
ANALISIS FRAMING BERITA PEMBUNUHAN DALAM ASAHI SHINBUN DAN YOMIURI SHINBUN Wahyu Setiorini
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 12 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.537 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v12i01.205

Abstract

Abstract. General focus of this research is the difference of murder news framing between Asahi Shinbun  and Yomiuri Shinbun daily news. Especially, it will analyze framing through: (a) diction (symbol) and emphasis or reality minimalization in title, preliminary and news body; (b) motif  being background of incident framing of both newspapers. Research data about news of murder to a woman contained in Asahi Shinbun  and Yomiuri Shinbun daily news are studied with framing analysis as one of Critical Discourse Analysis. Foundings of the research are: Asahi fades murder suspect and as if it blames victims, while Yomiuri expresses fact of suspicious persons doing the murder and takes side  with victims. Asahi takes firm on objectivity in positivism tradition and descriptive linguistic, while Yomiuri keeps participatory ethic which takes side with victims, subalternans and weak as well as weakened groups by unfair social structure, especially in a capitalistic society. Kata Kunci: analisis framing, minimalisasi, pembingkaian peristiwa, critical discourse analysis, participatory ethic
PEMBERONTAKAN WANITA DALAM NOVEL PRINCESS KARYA JEAN P. SASSON Ribut Surjowati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.169 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i01.329

Abstract

This paper reports a study of a struggle against gender inequalities as depicted in J.P Sasson’s Princess, a novel which reveals feminism spirit. The study examines the rebellion of an Arabic princess whose name is Sultana, who has a courage to fight against unfairness done by his father and most men in her country towards women. This study focuses on analysing the reasons of Sultana’s rebellions and her demands toward men in her family. The findings show that the reasons of Sultana’s rebellions are violence toward her female family members, woman marginalization and woman subordination. The demands for equality include equality between man and woman in rights and education.
THE STRUCTURES OF DENOMINALIZATION IN SCIENTIFIC ENGLISH Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 9 No 01 (2009)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.914 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v9i01.52

Abstract

Abstrak: Nominalisasi didefinisikan sebagai makna yang sesuai dipakai dalam berbagai situasi (congruent  meaning) dan yang diwujudkan oleh satu tipe pola bahasa yang diubah dengan menggunakan  pilihan linguistik lain yang tidak sesuai dengan situasi sebenarnya (incongruent meaning) (Eggins, 1994: 63). Jadi pada dasarnya nominalisasi adalah perubahan kata kerja, ajektiva, dan kata sambung menjadi kata benda, sehingga nominalisasi ini mempunyai bentuk kelompok nomina dengan kata benda sebagai kata inti yang didahului premodifier dan diikuti postmodifier. Untuk pemahaman artikel ilmiah, pembelajar bahasa Inggris perlu mempunyai pengetahuan untuk membuat denominalisasi, yaitu mengubah bentuk frasa (nominalisasi) menjadi bentuk susunan klausa. Selanjutnya mengurai kalimat yang mengandung nominalisasi atau paraklausa menjadi beberapa kalimat. Hal ini untuk mengetahui informasi yang sebenarnya yang berasal dari kalimat-kalimat tersebut. Kata kunci: nominalisasi, bahasa Inggris ilmiah, denominalisasi
SUE BRIDEHEAD’S GUILTY FEELING IN THOMAS HARDY’S JUDE THE OBSCURE Kristina Eni Trisnowati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 11 No 02 (2011)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.545 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v11i02.192

Abstract

Abstrak. Artikel mendiskusikan rasa bersalah yang dialami tokoh utama Sue Bridehead dalam novel Jude the Obscure karya Thomas Hardy dengan fokus diskusi penyebab dari perasaan bersalah dan akibatnya.  Dari analisa ditemukan bahwa penyebab munculnya perasaan bersalah Sue adalah pengkianatan yang dia lakukan terhadap Richard Phillotson. Kepada Philottson, Sue berjanji menikahinya tetapi dia malah terlibat kisah cinta dengan Jude. Hubungan persintaan Sue dan Jude terus berlanjut meskipun Sue sudah menikah dengan Philottson. Sue juga memanfaatkan kebaikan hati Philottson untuk kepentingan dirinya sendiri meskipun hal itu menyakiti Philottson. Hal ini menjadi penyebab rasa bersalah dalam diri Sue saat dia sadar kemudian. Akibat dari rasa bersalah Sue adalah munculnya depresi dalam dirinya. Dia menjadi terlalu sensitif dengan lingkungan sekitar. Akibat lain dia menyebabkan penderitaan bagi Jude hingga Jude sakit dan meninggal.  Kata kunci: emotion, guilty feeling, betrayal
AN ANALYSIS OF PAUL MOREL’S CONFLICT IN D.H LAWRENCE’S SONS and LOVERS Khoirotun Nisa`
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.843 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i02.244

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini membahas konflik-konflik Paul Morel dalam novel karya D. H. Lawrence yang berjudul Sons and Lovers. Penelitian difokuskan pada konflik-konflik yang dialami oleh Paul Morel dan bagaimana ia menyelesaikannya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan pendekatan intrinsik yang membahas aspek karakter, tema dan plot. Analisis menunjukkan bahwa ada empat konflik Paul Morel: konflik dengan ayahnya, dengan ibunya, dengan Miriam dan dengan Clara. Konflik dengan ayahnya terjadi karena ayahnya tidak memberi cukup uang untuk keluarganya dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mabuk-mabukan. Ini menyebabkan Paul dan saudara-saudaranya tidak menghormati ayah mereka, dan oleh karenanya ibu mereka menjadi figur dominan di dalam kehidupan Paul. Konflik Paul dengan ibunya terjadi karena penentangan ibunya terhadap hubungannya dengan wanita lain dengan siapa ia selalu menghabiskan waktunya , dan mengabaikan ibunya. Konflik Paul dengan Miriam terjadi karena ibunya selalu berfikir negatif terhadapnya dan khawatir bahwa Miriam akan mengambil Paul dari kehidupannya, maka Miriam menentang hubungan mereka. Konflik dengan Clara terjadi karena Clara, yang menjalin hubungan dengan Paul, tidak mau berpisah dengan suaminya, sehingga Paul harus berhadapan dengan suami Clara. Semua konflik ini menyulitkan kehidupan paul, maka ia mencari pemecahannya satu persatu. Setelah menyelesaikannya, ia memutuskan untuk tidak akan pernah menikah hingga ia menemukan seorang perempuan yang sesuai dengan saran ibunya. Dari analisis, ditemukan bahwa konflik adalah bahagian dari kehidupan dan setelah menghadapi konflik, seseorang akan merasakan kepuasan dan mengalami perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Kata kunci: character, theme, plot, conflicts
AN ANALYSIS OF THE STRUCTURE OF SERVICE ENCOUNTERS IN TRAVEL DOCUMENT DIVISION OF ANTA TOUR & TRAVEL SURABAYA Stefanus Sebastian Palas
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 11 No 01 (2011)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.117 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v11i01.177

Abstract

Abstrak. Artikel ini membahas penggunaan service encounters yang terjadi di Divisi Dokumen Perjalanan di Anta Tour & Travel. Pembahasan berpusat pada percakapan yang terjadi di Divisi Dokumen Perjalanan di Anta Tour & Travel Surabaya. Artikel berutujuan menganalisa unsur-unsur struktural dan pola organisasi dari service encounter di Divisi Dokumen Perjalanan di Anta Tour & Travel Surabaya, dalam kerangka kerja analisis wacana. Pendekatan yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Ada delapan unsur service encounter: greeting, turn allocation, service bid, specification of needs, additions to compliances, resolusion, dan closing. Unsur-unsur ini disusun dalam organisasi yang spesifik yang menghasilkan pola umum service encounters.  Kata kunci: service encounter, patern of organization, discourse analysis.Â