cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 275 Documents
THE SYMBOL OF MOCKINGBIRS IN HARPER LEE’S TO KILL A MOCKINGBIRD A THEME ANALYSIS Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 9 No 02 (2009)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.102 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v9i02.126

Abstract

Abstrak. Simbolisme digunakan dalam berbagai tulisan seperti novel. Simbol merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah karya fiksi karena simbol memperkaya narasi dan menarik perhatian pembaca. Artikel  ini membahas simbol yang tersirat dalam kata mockingbird. Lewat analisa tema novel ini terungkaplah bahwa mockingbird menyimbolkan kebaikan dan kesucian, yang baik dan yang jahat, ketidaksetaraan social dan rasisme, dan keberanian. Kata kunci: simbol, penafsiran simbol, tema
MASYARAKAT PULAU RAAS KONTEKS STRUKTURAL-ANTROPOLOGI C. LÉVI-STRAUSS Anas Ahmadi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 12 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.02 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v12i01.204

Abstract

Abstract. This  research is about the structural-antropology of Raas island C. In Levi-Strauss’ structural-antrophology point of view. Levi-Strauss’ structural-antropology include: (1) structural-ecology, (2) structural-economy, (3) structural-sociology, and (4) structural-cosmology. The analysis shows that there is a binary opposition of ocean-land (diadic) based on structural-ecological analysis. In structural-economic analysis, Raas people shows farmer-fisher binary opposition (diadic). Structural-sociologically, Raas people perform triadic opposition: lower, middle, and upper. Cosmologically, Raas people perform triadic opposition: black-liminal-white type of humans. Key Words:  People of Raas Island, structural-antrophology C. Lévi-Strauss, structural ecology
WOMEN'S DEVIATION IN MORTALITY AND SENSUALITY IN D.H LAWRENCE'S LADY CHATTERLEY'S LOVERS (PART 1) Herien Wahyuningtyas Djoko Ardhityawan
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.186 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i01.328

Abstract

This paper is the first part of two articles that report the study of women’s deviation in morality and sensuality in D.H. Lawrence’s Lady Chatterley’s Lovers. Two problems are discussed in this study: (1) the kinds of deviation of the women’s character in Lady Chatterley's Lovers by D. H. Lawrence, and (2) the reasons for the deviations in women’s role to happen. The method employed in this study is library research that attempts at tracing the sources of information which are relevant to the study. The theoretical framework of the studies are: literary theory of character, literary theory of morality and ethical framework, literary theory of sensuality, literary theory of conflict and literary theory of deviation. The result of the study shows some kinds of deviation on the female characters, including juvenile delinquency, cheating, adultery, marital and family maladjustment, role problem, discrimination against minority group, bootlicking, bullying, gossiping, and alcoholism. The reasons for the deviation to happen include the immature personality and conflict with the society due to their unreadiness with the massive revolution in England.
THE ENGLISH SOCIOCULTURAL CONTACT AND DEVELOPMENT IN ENGLISH VOCABULARY ENRICHMENT Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 8 No 02 (2008)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.735 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v8i02.41

Abstract

Abstract: Pengayaan kosakata satu bahasa bisa terjadi melalui kontak sosiobudaya. Ketika dua budaya bertemu dan bercampur, maka dua bahasa yang dipakai akan bercampur dan biasanya bahasa kelompok yang besar akan banyak mempengaruhi bahasa kelompok yang lebih kecil. Kosakata bahasa Inggris saat ini merupakan percampuran berbagai bahasa di dunia, terkait dengan masa ketika bangsa Inggris dijajah oleh berbagai bangsa di Eropa, seperti Romawi, Viking, Anglo-Saxon, dan Perancis. Sebagai bangsa yang besar selanjutnya Inggris menjadi bangsa penjajah yang membuka pintu bahasanya untuk mengambil berbagai kosakata bahasa lain. Perkembangan sosiobudaya dibidang agama, sastra, politik, pendidikan, dan teknologi juga berperan sebagai pengaya kosakata bahasa Inggris. Kata kunci: sosio budaya, pengayaan kosakata
NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM NOVEL MADOGIWA NO TOTTO-CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI Novi Andari
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 11 No 02 (2011)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.557 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v11i02.198

Abstract

Abstrak. A literary work obtains its inspiration from a social phenomenon. It is also possible, however, that a literary work inspires a society to create a social phenomenon. This article discusses the moral values in a novel entitled Totto-chan Gadis Cilik di Jendela (Madogiwa No Totto-Chan). It tells about a social phenomenon in Japan portrayed through an elementary school little girl of a first grade who was unable to focus on her learning process.  Kata kunci: social phenomenon, basic concept of education, moral values
DAVID HENRY’S DEPRESSION IN KIM EDWARDS THE MEMORY KEEPER’S DAUGHTER Ulia Irhami
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.59 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i02.242

Abstract

Abstrak. Dalam artikel ini, penulis mengeksplorasi tema depresi yang dihadapi oleh tokoh utama, David Henry dalam novel karya Kim Edwards yang berjudul The Memory Keeper’s Daughter. Penelitian ini memakai metode deskriptif konfirmatori dan pendekatan intrinsik. Hasil penelitian terhadap perilaku David sebagaimana dinyatakan dalam karya ini menunjukkan bahwa David mengalami depresi yang disebabkan, yang utama, oleh keputusannya untuk menyingkirkan bayi perempuan mereka, yang ia duga mengalami kelainan jantung, dan yang diakui David telah meninggal saat dilahirkan. Akibatnya, David harus bercerai dari Norah yang tidak dapat menerima kenyataan kehilangan bayi mereka. David menjadi jauh dengan anaknya Paul dan akhirnya David harus menjalani hidup kesepian seorang sendiri. Kata kunci: causal analisis, depresi, konflik
STORY MOTIF VARIETY IN PANCATANTRA INDIAN FABLE Ambar Andayani
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 10 No 02 (2010)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.994 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v10i02.176

Abstract

Abstrak. Fokus pembahasan kajian ini adalah motif cerita fable-fabel Pancatantra menurut klasifikasi motif-index Thompson (1966). Pancatantra adalah rangkaian fabel di dalam cerita berbingkai, yang berisi ajaran moral dan etika bagi seluruh umat manusia. Tantra pertama “Perselisihan di antara Sahabat” pada Pancatantra terjalin dari 22 fabel berangkai tentang persahabatan dan konflik antarbinatang, sebagai metode dan materi mendidik Pendeta Visnu Sharma kepada tiga putra malas dan bodoh dari Raja Kerajaan Mahilaropyam, Amarshakti. Fabel-fabel tersebut mengandung beragam motif cerita, dari motif tentang pendeta mengajarkan kebijaksanaan kepada putra-putra raja pada fable ke-1, “Tiga Pangeran Yang Bego”, hingga motif tentang hewan yang memberitahu harta benda dan motif seseorang yang terbunuh karena memukul lalat di wajahnya pada fable ke-22, “Kera Bodoh dan Kisah Para Brahmana”.  Kata-kata kunci: story motif, fable, tale, framed story, moral value
IDEAS OF HAPPINESS AND THREE WOMEN IN NANCY THAYER’S THREE WOMEN AT THE WATERS’ EDGE Wahyu Velariyanty Wijana
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.21 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.227

Abstract

Abstrak. Artikel ini membahas hasil penelitian tentang arti kebahagiaan bagi tiga karakter, Margaret Wallace. Daisy Wallace, dan Dale Wallace  dalam novel Nancy Thayer yang berjudul Three Women at the Waters’ Edge. Kerangka teoretis tentang konsep kebahagiaan diambil dari pandangan Platonik tentang arti kebahagiaan yang dikembangkan oleh Barrow (1975), Eysenck (1994) dan Selignman. Arti kebahagiaan ini berkaitan dengan apa yang membuat setiap karakter di atas bahagia dalam hidup mereka dan alasan mereka menjadi bahagia dalam situasi tertentu. Fokus penelitian ini  adalah ide-ide kebahagiaan yang berbeda di antara tiga karakter tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan arti kebahagiaan dari ketiga tokoh dalam novel. Yang pertama adalah Margaret Wallace yang merasa bahagia setelah dia bercerai dengan suaminya, Harry Wallace. Setelah lepas dari suaminya, ia merasa bebas dan  senang  dalam menjalani hidupnya dengan prinsip-prinsip hidupnya sendiri.Yang kedua adalah Daisy Wallace yang begitu bahagia ketika ia bisa berkumpul dengan anak-anaknya di rumah yang besar dan indah dan bisa bercanda dan berbincang-bincang dengan teman-temannya. Dia juga merasa hidupnya berarti dan mudah setelah ia bercerai dengan suaminya. Sebaliknya Dale Wallace  mendapatkan kebahagiaan setelah ia jatuh cinta dengan Hank Kennedy dan bekerja sebagai guru. Dia lebih bahagia lagi dan puas dan lega ketika ia  bisa mengatasi dilema yang ia hadapi dengan cara menikah dengan Hank. Kata kunci: happiness,  emotional state
PEREMPUAN YANG MENGUNDANG MAUT: ANALISA STRUKTUR NARATIF A. J. GREIMAS PADA FILM AIR TERJUN PENGANTIN Kukuh Yudha Karnanta
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 15 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.659 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v15i01.434

Abstract

Abstract. This article discussed a movie entitled Air Terjun Pengantin, one of the horror movies played in Indonesia in 2010, by utilizing the theory of AJ Greimas’s narrative structure to identify inherent discourse. The discussion aimed at dismantling the cinematic and narrative conventions so that the film could be received and understood. The analysis showed the existence of between men and women relationship as well as the image of women in the film. The relationship went so smooth under the patriarchal ideology internalized through some points and one of them was the film. Thus, both in form and content, Air Terjun Pengantin was one of the films that continues to vocalize patriarchal ideology and women stereotyping. Keyword: struktur naratif, aktansial, perempuan
SELAYANG PANDANG KETIMPANGAN GENDER DALAM BAHASA INDONESIA * Jupriono
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 10 No 01 (2010)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.63 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v10i01.163

Abstract

Abstract. Some vocabulary and Indonesian phrases reflect that: a woman keeping a patient's life but a man being the lord of life; women always being the victims and blamed, and no comment toward man; men being common to be in charge of any position, accomplishment, organization, or job; it is, however, considered an optional " disorders " if women are in those place; females are subject to be identified and men are to give the identity.  Some Indonesian grammatical structures identify women as passive, and men are active. Vocabulary that connotes a man becomes a standard to refer to men and women. In institutional policies, it is clearly illustrated how women are still a source of a problem and are still far from being treated equally. Some expression reflects that the wife could earn / domiciled exceeds husband, but not recognized. Key words: gender inequality, vocabulary, expression, expression of identity, grammatical structures

Page 11 of 28 | Total Record : 275