cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 275 Documents
INTERNAL CONFLICT OF THE MAIN CHARACTER IN GEORGE MOORE’S ESTHER WATER * Tupriyah
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.135 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.228

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini membahas tentang analisis konflik internal dalam novel karya George Moore yang berjudul Esther Water. Konflik internal pada karakter utama dalam novel karangan George Moore ini dianalisadengan menggunakan teori karakter dan teori konflik (Diettich and Sundell, 1974, Holmal, 1936). Penelitian ini menerapkan rancangan deskriptif kualitatif terhadap novel untuk menjawab pertanyaan: apakah konflik internal yang dihadapi tokoh Esther dan bagaimanakah karakter tokoh Esther. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan teori konflik, konflik yang terjadi pada Esther adalah disaat ia mengandung tanpa suami dan ketika ia harus membesarkan anak yang dianggap masyarakat tidak mempunyai status hukum. Esther mengalami konflik rumit yang merupakan konflik internal. Konflik tersebut didominasi oleh konflik pribadi karena ia harus membuat keputusan sendiri dan tidak ada seorangpun yang dapat ia percaya. Sedangkan teori karakter jelas menunjukkan bahwa Esther sebagai karakter utama adalah karakter dinamis. Berasal dari kelas bawah, Esther tampak mempunyai karakter lemah namun setelah mengalami kehidupan yang semakin keras, Esther berubah menjadi karakter yang sangat kuat. Dengan percaya pada Tuhan, Esther berjuang demi anaknya, ia menjadi sangat berani menghadapi kenyataan dan berhasil menghidupi anaknya tanpa bantuan orang lain. Keywords: internal conflict, main character, round character 
“VERBS OF SURVIVAL” IN SUZANNE COLLINS’S THE HUNGER GAMES Fauzan Dzulfiqar Rahman; N.K Mirahayuni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 15 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.611 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v15i01.435

Abstract

Abstract. Makalah ini membahas studi medan makna tentang verba dan frasa verba yang menunjukkan hubungan makna dengan konsep ‘survival’ dan tipe-tipe hubungan semantis yang dinyatakannya. Studi ini didasarkan atas klasifikasi oleh Kreidler (1998) dan Kennedy (2003), yang membagi tipe-tipe hubungan makna menjadi empat: hiponim, sinonim, antonim, dan kolokasi. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan 77 data dengan acuan kata kunci ‘survival’ yang juga adalah tema dari novel oleh Suzanne Collin berjudul The Hunger Games. Dari hasil penelitian ditemukan 34 hiponim, 13 sinonim, 21 antonim, dan 14 kolokasi. Hasil menunjukkan bahwa tema novel yaitu ‘survival’ dinyatakan dalam berbagai verba dan frasa verba dengan berbagai tipe hubungan makna dengan kata kunci. Keywords: semantic field analysis, types of semantic relations, verbs of survival
POTRET MANUSIA INDONESIA DALAM CERPEN “DERABAT” KARYA BUDI DARMA Kajian Strukturalisme Genetik Anas Ahmadi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 10 No 01 (2010)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.608 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v10i01.168

Abstract

Abstract. This article discusses “Derabat” written by Budi Darma using sociology of literature and Genetic Structuralist teories. It focuses on the writer’s pont of view in protraiting Indonesian people. The analysis shows that social political condition of Indonesia  in the writer’s point of view (Budi Darma) is in a mass. It manifest through the conflicts that emerge among the political etiles and through the decrease of social participant of the “ordinary” class of Indonesian society.Key words: sociology of literature, genetic structurist
SISTEMATIKA PELAFALAN HURUF KANJI UNTUK NAMA ORANG DAN NAMA TEMPAT DI JEPANG DALAM KONTEKS BACAAN BAHASA JEPANG Novi Andari
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 12 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.225 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v12i02.221

Abstract

Abstrak. This article explores the tradition of giving name in the Japanese society. Japanese people use the Kanji to write their names. The fact that each of the letter in the Kanji contains a single meaning affects the meaning of the names of the Japanese people. In addition, for the Japanese people, it is more comfortable for them to write their names in the Kanji. Kata kunci: definisi nama, makna di balik nama orang Jepang 
FOREIGNNESS IN TAN TWANG ENG'S THE GIFT OF RAIN Mettia Indar Pratami; Tri Premesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.344 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v19i2.2659

Abstract

This research is an attempt to study Tan Twang Eng’s The Gift of Rain through the lense of Julia Kristeva’s concept of foreignness. The Gift of Rain exposes the story Philip Hutton, a half-Chinese and half-English young man who struggles to determine where he belongs to. The aims of this study is to investigate foreignness experienced by Philip and its impacts to Philip’s life. In additition, qualitative descriptive method is applied to analyze the topic. From the analysis of the protagonist, it is revealed that his sense of foreignness at home, religion as well as race emerge due to the death of his mother which leaves him to be the only Chinese in his English family. In addition, it is also influenced by the way others see and judge his multiple identities. Thus, living within two worlds−English and Chinese− makes Philip mistakenly believe that no one will accept him fully for he is just an outsider, belongs to nowhere. Keywords: Kristeva, foreignness, outsider
TRANSLATING ENGLISH NOUN PHRASES INTO INDONESIAN: TRANSLATION STRATEGIES FOR NON-EQUIVALENCE Novi Santa Monika; Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.411 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i02.426

Abstract

Abstrak. Makalah ini membahas penelitian tentang masalah ketaksepadanan dalam penerjemahan frasa nomina berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, dan strategi penerjemahan untuk mengatasai ketaksepadanan. Penelitian difokuskan kepada tiga jenis konstruksi frasa nomina berbahasa Inggris: pre-headed modifier + head, head + post-headed modifier, and pre-headed modifier + head + post-headed modifier. Data penelitian diambil dari novel dwibahasa karangan Sophie Kinsella yang berjudul I’ve Got Your Number. Penelitian menggunakan ancangan kualitatif deskriptif terhadap 30 frasa nomina yang diseleksi dari 30 kalimat dari novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada tujuh (7) strategi penerjemahan yang digunakan untuk mengatasi masalah ketaksepadanan: (1) penerjemahan dengan kata yang lebih netral (translation by more neutral/less expressive words), (2) dengan substitusi budaya (by cultural substitution), (3) dengan parafrasa menggunakan kata yang berhubungan (by paraphrase using both related) atau (4) tak berhubungan (unrelated words), (5) dengan penghapusan (by omission), (6) dengan penjelasan tambahan (by adding explanation), dan  (7) penerjemahan idiom dengan parafrasa (translating idioms by paraphrase). Juga ditemukan bahwa strategi keempat yang terbanyak digunakan, yang mungkin terjadi karena banyak frasa nomina berbahasa Inggris tidak memiliki pengungkapan yang serupa dalam bahasa Indonesia, baik secara leksikal maupun struktural. Keywords: non-equivalence, translation strategies, translation of noun phrases
CERPEN “PEMBALASAN” KARYA TASLIM NASRIN DALAM KAJIAN FEMINISME MULTIKULTURAL Mateus Rudi Supsiadji
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 9 No 02 (2009)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.454 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v9i02.108

Abstract

Abstract. This article tries to discover the oppression undergoing  by the female character, named Shamimma. The oppression is done by the male character named Suranjan. The oppression happens on the basis idea that Shamimma is a Muslim, the group of the people who Suranjan believe have kidnapped and raped her sister Maya. The discussion uses multicultural and glogal feminism criticism for what happen to Shamimma and Maya is among the problems that this  criticism concerns with. Key words: feminisme multikultural, kekerasan seksual, kekerasan agama
SYNTACTIC AND SEMANTIC ANALYSIS OF NOMINALIZATION IN ENGLISH ACADEMIC WRITING Susie Chrismalia Garnida
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 12 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.633 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v12i01.200

Abstract

Abstrak. Salah satu ciri bahasa ilmiah adalah penggunaan “tatabahasa teknis” yang bentuknya ditandai dengan penominalan atau nominalisasi. Bahasa ilmiah yang mengandung banyak penominalisasian akan sulit dipahami karena makna kongruen situasi dinyatakan secara inkongruen atau pilihan linguistik lain (Eggins, 1994: 63; Thompson, 1996: 165), yang menyebabkan  teks menjadi semakin padat. Ciri bahasa ilmiah ini memenuhi kebutuhan untuk “memperlebar domain intelektual” (Wilkins, dikutip dari Halliday and Martin, 1993: 6). Melalui proses ini, pengetahuan umum (folk knowledge)—yang menyatakan pengetahuan dari peristiwa atau proses dinamis diubah menjadi sintesa atau hasil dari kegiatan. Dengan demikian, pengemasan isi klausa ke dalam kelompok kata benda, atau penominalan cenderung menjadi “technicalized” (Halliday and Martin, 1993: 8). Nominalisasi memiliki tiga fungsi dalam bahasa ilmiah: (1) menawarkan keringkasan (conciseness), (2)  menawarkan aliran informasi secara dinamis karena informasi lama dinyatakan dalam kelompok nominal yang langsung dapat diikuti oleh informasi baru, dan (3) menjadi sarana efektif  bagi kategorisasi, pelabelan dan deskripsi fenomena (Eggins, 1994, Lock, 1996). Di sisi lain, nominalisasi memberi masalah dalam pemahaman bagi pelajar EFL karena mereka harus mengetahui bagaimana mengurai kelompok nomina yang padat dan menghindarkan makna ganda. Tujuan penelitian ini adalah membahas analisis nominalisasi secara sintaksis dan semantik. Data diambil dari 20 kalimat dalam artikel dari Jurnal Language Learning & Technology. Hasil penelitian menunjukkan empat (4) struktur nominalisasi dan variasi kombinasi klausal tertentu dalam penguraiannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa nominalisasi meningkatkan makna tekstual, memaksimalkan potensi informasi, menghilangkan makna eksperiensial, abstraksi aktivitas dan perubahan dari aktivitas menjadi entitas. Kata kunci: academic writing, penominalan, analisis sintaksis dan semantik
KAJIAN IRONI DALAM 'DAHAGA' KARYA IVO ANDRI'C Effendi effendi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.874 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i01.325

Abstract

This paper reports a study on the use of irony in short stories. The focus of the study is irony of situation in Ivo Andri’C’s short story entitled Dahaga. The study adopts qualitative approach since the data are in words or statement. The result of the study shows that the contrasts between the dreams and facts confronted by the two characters in the story, Zhivan, the ring leader and Lazar Zelenovic, the platoon commander, are evidently portrayed and contribute to the excitement of reading the story.
SANEPA AND ITS UNDERLYING VALUES Agustinus Ngadiman
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 11 No 01 (2011)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.65 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v11i01.182

Abstract

Abstrak. Artikel ini adalah laporan hasil penelitian tentang makna terselubung sanepa dalam bahasa Jawa. Pengertian tentang kata sanepa secara pasti belum ada. Untuk memahami hubungan antara sanepa dan makna terselubung sanepa tersebut, langkah pertama adalah memperjelas tentang ciri-ciri sintaktis. Kemudian melakukan interpretasi atas makna sanepa. Langkah terakhir adalah menentukan makna terselubung dari sanepa. Dari ciri sintaksis sanepa terbentuk dari penggabungan kata sifat dan kata benda dan membentuk (1) metafora nomina; (2) metafora predikatif; dan (3) metafora kalimat. Kata kunci: sanepa, syntactic features, underlying value