cover
Contact Name
Reza Anggriyashati Adara
Contact Email
maknafksb.unisma@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maknafksb.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cut Meutia Raya No.83 Bekasi
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
ISSN : 2528195X     EISSN : 25281968     DOI : https://doi.org/10.33558/makna.v10i1
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya is an open access scientific research journal published twice a year in March and September by Faculty of Communication, English Language and Literature of Universitas Islam "45" Bekasi. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya has been published since 2010. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya publishes original research articles which focused on communication studies, linguistics and cultural studies. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya is an open access journal. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya has a open peer review process where the identities of reviewers are known to the authors. Open peer review process provides transparency and recognition to every concerned party. Open peer review process also ensures the quality of published research articles.
Articles 536 Documents
UPAYA PERHUMAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PUBLIC RELATIONS Tin Hartini
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1671

Abstract

Praktik public relations (PR) saat ini begitu dinamis, selain mengemban tugas sebagai penyampai pesan kepada publiknya, PR juga memiliki peran penting sebagai strategicmanagement. Artinya aktivitas tidak sebatas tugas-tugas teknis, namun juga tugas-tugasmanajerial. Oleh karenanya, organisasi hendaknya menyadari dengan baik bahwakeberadaan PR sangat menentukan keberhasilan serta keberlangsungan perusahaan.Seorang PR bertanggung jawab dalam hal membangun serta mempertahankan kepercayaandan reputasi organisasi yang diwakilinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upayaasosiasi profesi dalam meningkatkan kompetensi praktisi PR. PERHUMAS merupakansalah satu asosiasi profesi PR di Indonesia yang concern terhadap perkembangan dankemajuan profesi public relations. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahkualitatif deskriptif. Melalui pendekatan teori excellent public relations penelitian inidiharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dan peningkatan kualitas sertakompetensi praktisi PR ditengah kompleksitas permasalahan yang dihadapi organisasi saatini. Beberapa kompetensi dasar yang wajib dimiliki PR diantaranya: etika public relations,peran aktif PR di era digital, pengukuran public relations, membangun strategi komunikasikrisis, keterampilan menulis, keterampilan presentasi, keprotokoleran dan hubunganpemerintahan, serta Media Relations. Penelitian ini hanya terbatas pada bagaimana upayaPR untuk meningkatkan kompetensi praktisi PR. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnyaadalah adaptasi budaya dalam praktik PR di Indonesia.
EXPLORING THE LANGUAGE USE IN WHATSAPP AS STUDY PRAGMATICS: PROPONENT OF WHATSAPP EMOTICON USAGE Ajeng Puji Lestari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1672

Abstract

The present study investigated the structural classification analysis of conversation andpreference structure in WhatsApp emoticon usage. Yule (1996) illustrated that there aretypes of structural classification in the first part of conversation such as proposal, offering,requesting, and giving assessment. On the other hand, the second part of conversation wasthe response utterances either preffered or dispreffered that were also occurred inadjacency pair in several expressions such as questioning sequence, insertion sequence,thanking expression, and parting expression. The present study applied a quantitativemethod to obtain data by distributing a set of questionnaires to 36 users of WhatsApp. Theresults showed that variables suggested by Yule (1996) were found in 11 data resources ofchatting which were also accompanied by the use of WhatsApp emoticon. Thus, it is arguedthat WhatsApp emoticons are becoming the important tools as an online facilitator forcommunication because emoticons can enhance the messages and can help to expressemotions or feelings.
THE MECHANISM OF LANGUAGE DEATH: A REFLECTION TO OUR LOCAL LANGUAGE Neng Syifa Masnoneh
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1673

Abstract

A lingua franca is important for a multilingual country. For this reason, BahasaIndonesia is designed as a lingua franca for more than 700 local languages in Indonesiato unite people from different social and cultural backgrounds. During colonialism era,Bahasa Indonesia seemed successful in creating a sense of identity as Indonesians.However, the domination of Bahasa Indonesia tends to replace Sundanese, particularlyin children. Sundanese seems poorly transferred to young generation. This paperproposes a research toward the mechanism of language death as a reflection forSundanese language which undergoes shifting; a process that may lead to languagedeath.
NARASI PERJUANGAN PENDERITA ANOREXIA DALAM FILM TO THE BONE Nabila Nabila; Badriyah Fathana Zidane; Winda Primasari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1674

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bagaimana perjuangan karakter penderita anorexiadigambarkan dalam Film To The Bone. Penelitian ini menganalisis struktur naratifperjuangan karakter penderita Anorexia yang terdapat dalam film To The Bone denganmenggunakan analisis naratif teori Algirdas Greimas.Analisis dilakukan denganmenarasikan dialog karakter penderita Anorexia dalam film To The Bone laludiidentifikasi ke model aktansial untuk mengetahui masing-masing peran karakternyadan ke model fungsional untuk mengetahui bagaimana alur ceritanya. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis strukturalnaratif secara deskriptif.Subjek penelitian ini adalah narasi film To The Bone. Objek penelitian ini adalah narasi perjuangan karakter penderita Anorexia dalam film To The Bone. Tokoh-tokoh yang dianalisis adalah Ellen, ibu tiri Ellen, ibu kandung, saudari tiri,dokter, dan teman-teman asrama Ellen.Selain itu juga ada karakter Ayah Ellen yangtidak ditampilkan secara langsung tetapi melalui penggambaran karakternya saja.Hasilpenelitian ini menunjukkan alasan penyebab karakter Ellen mengidap penyakitAnorexia yang berbeda dengan kecenderungan media massa menggambarkan karakterAnorexia pada umumnya. Narasi dalam film ini menggunakan alur cerita majusehingga dengan mudah terlihat narasi perjuangan karakter penderita Anorexia yangmayoritas mengisi fungsi subjek aktan.
KATA DAN PROSES PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA: SUATU ANALISIS KONTRASTIF Nuryadi Nuryadi
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1675

Abstract

Morfologi merupakan studi gramatikal struktur internal kata, karena itu morfologisering disebut tata bentuk. Studi tentang morfologi mencakup definisi kata, akar kata,struktur kata, morfem, kelas kata yang juga sering disebut kategori leksikal dan kombinasikombinasinya dalam pembentukan kata seperti derivasi, infleksi, pemajemukan,pemenggalan, dan pemendekan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikanproses-proses morfologis yang lazim ditemukan khususnya dalam Bahasa Indonesia danBahasa Inggris. Bahasa Indonesia adalah bagian dari rumpun Bahasa Melanisia yang jugadikenal sebagai bahasa berafiks atau bahasa aglutinatif sedangkan Bahasa Inggris yangmerupakan rumpun bahasa Indo-Eropa yang merupakan gabungan dari bahasa berafiks danbahasa fleksi sehingga disebut fleksoaglutinatif. Bahasa fleksi atau bahasa sintetis adalahbahasa yang proses perubahan morfemis dilakukan dengan mempertahankan identitasleksikal sesuai dengan perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah dan sebagainya.
WHEN FANS AND HATERS ARE ON THE SAME BOAT: A DECONSTRUCTIVE READING OF BOWO AND TIK TOK: The Reflections for Active Netizens in Social Media from the Deconstruction of Paradox and Parallel Pepen Priyawan; Alisya Rusdianti; Adinda Nurfauziah; Asmarani Asmarani
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1676

Abstract

This study analyses the viral impact of Bowo, a teenage celebrity from TikTok (a socialmedia site) as well as comments from netizens who happened to be Bowo’s fans orhaters. In addition, the study used theories of cultural studies from Derrida, Adorno andHorkheimer to analyze the entertainment industry as well as netizens, both fans andhaters of Bowo. The role and judgments of fans and haters of Bowo will be shown to seethe paradoxes and parallel of this phenomenon. Thus, the study applied a descriptivequalitative method to analyze data. The results indicate that although netizens know thatwhat they see in TikTok may be fabricated, some netizens still felt deceived by Bowo’sappearances in TikTok. Those feelings were shown in their comments in social media. Inaddition to feeling deceived, the results show how female teenagers who engaged inonline discussions regarding Bowo seemed torn into adoring and abhorring Bowo.
STRATEGI PROGRAM RADIO DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA Tresna Yumiana Rahayu; Kartini Rosmalah Dewi Katili
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1677

Abstract

Umumnya, program hiburan lebih banyak disajikan radio dan disukai oleh pendengar. Maka tidaklah mudah bagi stasiun radio dengan format khusus untuk menyiarkan programkeagamaan agar dapat diterima dengan baik. Kajian Tematik adalah salah satu program dakwahyang mampu bertahan sejak 2005 hingga sekarang. Dalam hal ini, tentunya dibutuhkan strategiyang tepat bagi program tersebut untuk mempertahankan eksistensinya di Radio Rodja 756 AM.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi program Kajian Tematik dalammempertahankan eksistensinya dengan menggunakan konsep strategi program Peter Pringleyang terdiri dari perencanaan, produksi dan pembelian, eksekusi, serta pengawasan danevaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasilpenelitian, ada enam hal pokok dalam strategi program Kajian Tematik untuk mempertahankaneksistensinya. Pertama, adanya ilmu atau informasi keagamaan dalam setiap tema yangdihadirkan secara aktual. Kedua, narasumber yang berkompeten dalam bidangnya. Ketiga,mengumpulkan ide melalui angket, media sosial, dan diskusi. Keempat, melakukan inovasidengan menyelenggarakan kegiatan off air, promosi melalui media sosial dan secara word ofmouth, membuat jadwal siaran, dan memaksimalkan potensi. Kelima, konsisten dalam ciri khas,yaitu nama dan kemasan program. Keenam, perluasan distribusi program melalui radio analog,streaming, satelit, dan relay. Penulis merekomendasikan untuk penelitian selanjutnya mengenaieksistensi media menggunakan teori niche (ekologi media).
Toponim dalam Upaya Pemertahanan Bahasa Sunda di Wilayah Jawa Tengah: Kasus di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacaplam Upaya Pemertahanan Bahasa Sunda di Wilayah Jawa Tengah: Kasus di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap Cece Sobarna; Gugun Gunardi; Asri Soraya Afsari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1678

Abstract

Bahasa Sunda tidak hanya digunakan oleh masyarakat Sunda di Provinsi Jawa Barat danBanten, tetapi juga digunakan oleh sebagian orang di sebagian wilayah barat ProvinsiJawa Tengah, lebih tepatnya Kecamatan Dayeuhluhur. Hal ini menarik karena wilayahbarat Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah dimana mayoritas masyarakatnyaberbahasa Jawa. Menilik fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan meneliti mengapaBahasa Sunda bisa bertahan di wilayah yang mayoritas penuturnya tidak hanyaberbicara Bahasa Sunda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untukmendapatkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan BahasaSunda di Kecamatan Dayeuhluhur dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktoreksternal mencakup letak geografis, historis, sosial-budaya, keluarga, aktivitaskeagamaan, dan pendidikan formal. Faktor internal berkaitan dengan sebagianmasyarakat yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai orang Sunda. Jati diri inidikuatkan oleh nama tempat (toponim) di Kecamatan Dayeuhluhur yang pada umumnyamenggunakan Bahasa Sunda.
ENGLISH IN INDONESIA: THE LANGUAGE OF GLOBALLY-SHARED POPULAR CULTURE (GSPC) heri yusup
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v5i2.1755

Abstract

In Indonesia, English lexis often appears on a number of written media displayed for public consumption. Despite the fact that those media contain English lexis, they may not be necessarily aimed at foreign audience. It seems that English lexis is seen as a more representative medium of expression when it comes to announcing particular information to the public. This paper attempts to illustrate that the occurrence of English lexis in the media used by Indonesian people forms a relatively consistent pattern. The data are taken from fashion blogs written by Indonesian teenagers on a female magazine, flyers about upcoming music events performed by Indonesian bands, banners for anti-drugs campaign, and advertisements for marketing children fashion. The study uses Textually-Oriented Discourse Analysis (TODA) suggested by Fairclough (1992). As for the main focus of the discussion, it will be related to the discourse of globalisation (McGrew, 1996; Bathia and Ritchie, 2004; Kuppens, 2010). The result shows that English lexis is very likely to occur when the information in the Indonesian media is related to globally-shared popular culture (GSPC), e.g. fashion, pop music, and anti-drugs campaign. In conclusion, such use of English lexis reflects the presence of a typical mindset among Indonesian, which suggests that English is an ‘ideal’ language to represent popular culture.
A DESCRIPTIVE ANALYSIS OF SLANG TERMS IN SCARFACE MOVIE Martin Carlos; Nurhaeda Gailea; Rosmania Rima
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v5i2.1767

Abstract

This research concerns with the use of slang terms in Scarface movie and proposes some problems; what slang that used in the movie? , how are the word formation of the slang? and the meaning of slang that used in the movie. This research uses a descriptive qualitative method to classify and analyze the utterances. After investigating the utterances of the movie script, the researchers found several findings on it. First, there are forty seven slang that used in the movie, such as; ain’t, shit, and gotta. Second, the result of word formation of slang according to Yule’s theory, there are: eight borrowing, five blending, four clipping, one multiple process, six compounding and one back formation. The last is describing the literal and figurative meaning of the slang words according to NTC’s Dictionary of American Slang and Colloquial.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 17 No. 2 (2025): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 15 No. 2 (2024): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 14 No. 1 (2024): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 13 No. 2 (2023): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 12 No 1 (2023): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 11 No 2 (2022): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2022): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2022): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 10 No 1 (2022): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2021): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 9 No 2 (2021): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2021): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 8 No 1 (2021): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 7 No 2 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2017): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2017): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2016): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2016): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 6 No 1 (2015): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2015): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 5 No 2 (2015): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2015): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 5 No 1 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 4 No 2 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 4 No 1 (2013): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2013): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 3 No 2 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 3 No 1 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 2 No 2 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2011): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 2 No 1 (2011): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 2 (2010): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2010): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 1 (2010): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2010): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya More Issue