cover
Contact Name
Prasko
Contact Email
prmik@poltekkes-smg.ac.id
Phone
+622476479188
Journal Mail Official
rmik@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 26221863     EISSN : 26227614     DOI : https://doi.org/10.31983/jrmik.v2i1.4391
Core Subject : Health,
It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.
Articles 154 Documents
Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati Febriana, Amelia; Hosizah; Ichwani, Arief; Pertiwi, Tria Saras
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13841

Abstract

RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati telah mengimplementasikan RME sejak tahun 2017 dengan SIMRS Khanza, namun penggunaannya belum optimal. Meskipun sistem ini telah memiliki fitur yang tergolong lengkap dan memudahkan rumah sakit untuk penggunaan RME. Beberapa fitur RME dalam SIMRS Khanza belum sesuai dengan kebutuhan pengguna. Setiap update modifikasi sistem harus dilakukan secara mandiri dan memerlukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh perangkat yang digunakan. Dalam rangka mengupdate RME diperlukan asesmen kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan RME dalam 4 aspek meliputi aspek alur kerja, aspek infrastruktur teknologi (IT), aspek sumber daya manusia (SDM), aspek organisasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 – Januari 2025. Jenis penelitian Kualitatif menggunakan Metode Qualitative Content Analysis (QCA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi dengan 4 informan yang terdiri dari kepala instalasi rawat jalan, kepala tim IT dan staf IT, kepala SDI yang relevan dan keterlibatan langsung dalam proses implementasi RME di instalasi rawat jalan. Analisis data menggunakan MAXQDA Software. Hasil penelitian dari 4 aspek tersebut menunjukkan bahwa pada aspek alur kerja, implementasi RME belum sepenuhnya siap karena belum tersedianya SOP yang sesuai dengan sistem RME, dimana kebijakan yang digunakan masih mengacu pada pedoman rekam medis manual. Pada aspek infrastruktur teknologi (IT), bahwa hardware masih diperlukan adanya UPS (Uninterruptible Power Supply), software sudah memadai namun fitur RME seperti asesmen awal rehabilitasi medik dan asesmen fisioterapi belum sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu fitur pendataan hasil echo jantung dan format laporan TB juga belum tersedia. Pada aspek SDM, terdapat 59 pengguna RME yang secara kuantitas dan kompetensi sudah memadai. Penguatan dilakukan melalui pelatihan terstruktur, kolaborasi, dan pendampingan intensif, serta evaluasi berkala oleh bagian SDI. Selain pengguna, terdapat tim pengelola SIMRS yang terdiri dari 19 orang tim adhoc dan 22 orang tim pengembangan. Pada aspek SDM, terdapat 59 pengguna RME dengan kompetensi dan jumlah yang memadai. Penguatan dilakukan melalui pelatihan, kolaborasi, pendampingan intensif, serta evaluasi berkala oleh bagian SDI. Tim pengelola SIMRS terdiri dari 19 orang tim adhoc dan 22 orang tim pengembangan, sementara tim IT berjumlah tiga orang dan masih membutuhkan dua programmer tambahan. Pada aspek organisasi, manajemen menunjukkan komitmen melalui pembentukan kedua tim tersebut yang bertugas mengkoordinasi kendala, menyediakan solusi, dan mengembangkan sistem guna memastikan implementasi RME berjalan optimal.
Analisis Tingkat Literasi Digital Petugas Puskesmas dan Implikasinya Terhadap Efektivitas Layanan Kesehatan Primer Fahyudi, Asharul; Meilinda Asrining Hapsari; Nina Dwi Astuti; Retnowati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13868

Abstract

The advancement of information technology requires primary health care centers (Puskesmas) to adopt digital systems, including electronic medical records. However, the low level of digital literacy among health workers remains a challenge in delivering effective services. This study aimed to analyze the digital literacy level of Puskesmas staff and its implications for the quality of primary health care. A mixed-method cross-sectional design was applied, combining quantitative surveys and qualitative interviews with health workers and Puskesmas heads. The findings revealed significant associations between respondents’ characteristics and digital literacy. Age showed a moderate to strong positive correlation (rs = 0.593; p < 0.001), while education demonstrated a significant negative correlation (rs = -0.413; p = 0.019). Work experience and professional background were not significantly related, whereas access to digital technology and the internet was relatively uniform. Digital literacy was more influenced by age and generational factors, with Generation Z achieving the highest scores, Generation Y dominant at mid-to-high levels, and Generation X tending toward moderate scores.
Analisis Kebijakan Tanda Tangan Elektronik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang Ilyas, Arief Azhari; Golo, Zefan Adiputra; Ibon Fajar Saputra; Belinda Putri Mulyana
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13895

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan akuntabilitas layanan. Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang mulai menerapkan TTE, namun implementasinya masih menghadapi hambatan. Penelitian ini menganalisis kebijakan penerapan TTE menggunakan model George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, yaitu Kepala Bidang Penunjang Medik, Koordinator Teknologi Informasi, dan Petugas Casemix, serta ditunjang observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi telah dilakukan melalui rapat dan sosialisasi, tetapi pemahaman staf belum merata; dukungan sumber daya terbatas pada anggaran, pelatihan, dan perangkat; disposisi pelaksana mendukung kepraktisan TTE, namun masih ragu terkait legalitas terutama untuk klaim BPJS; dan struktur birokrasi telah memiliki SOP, tetapi sosialisasi serta evaluasi belum berjalan optimal. Simpulan penelitian menunjukkan implementasi TTE di RSGM UNIMUS telah mengarah positif, namun keberhasilan kebijakan bergantung pada penguatan keempat aspek tersebut secara simultan. Disarankan rumah sakit meningkatkan kepastian hukum dan dukungan sumber daya agar penerapan TTE lebih optimal.
Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan Amalia, Rizkiyatul; Eliyah; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.14054

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a serious global health problem, especially in high-prevalence countries like Indonesia. Despite decades of efforts, TB cases in Indonesia have not shown a significant decline. Transformation of TB health services is needed to improve universal access to quality diagnosis and treatment, which relies heavily on health financing readiness. This study aimed to explore the association of health financing with readiness for TB health service transformation. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach involving a survey of 99 TB patients at five health centers in Central Java. Primary data were collected through a questionnaire evaluating health financing and health service transformation, and analyzed using the SmartPLS method. The results showed that health financing significantly influenced readiness for health service transformation (T-statistic = 3.180; p = 0.002). TB financing in Indonesia is dominated by international donor funding such as the Global Fund and the BPJS Health scheme, but challenges remain in ensuring adequate allocations for promotive, preventive, and rehabilitative aspects. Resource disparities between hospitals and health centers result in inequities in TB financing and treatment outcomes. This study underscores the need for increased budget allocations to puskesmas and improved financing mechanisms to support more efficient and responsive TB health service transformation. A focus on sustainable financing and capacity building of health workers is important to achieve effective and sustainable health service transformation.